Ulama Turki Kutuk Serangan Israel di Masjid Al Aqsha

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Direktorat Departemen Agama Turki, Mehmet Gormez, mengutuk tindakan pasukan Israel pada hari Ahad (13/09/2015) di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.

Puluhan warga Palestina terluka pada hari Ahad ketika pasukan Israel memaksa masuk ke dalam kompleks masjid dan menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan jamaah Muslim.

"Para penjajah, yaitu Israel,  harus menahan diri sebelum masalah ini mencapai titik jenuh," kata Gormez.

Gormez melanjutkan dengan memperingatkan bahwa penutupan masjid untuk jamaah Muslim dan mengizinkan ekstremis pemukim Yahudi dan pasukan Israel masuk merupakan "langkah berbahaya" yang ditujukan untuk "membagi" kompleks Masjid kaum muslimin.

Serangan hari Ahad oleh pemukim Yahudi dan pasukan keamanan Israel mengancam Al-Aqsha "dipaksa" untuk dibagi dengan cara penetapan ruang dan waktu, Gormez menambahkan.

Sebelumnya di hari yang sama, sejumlah ekstremis pemukim zionis Yahudi – yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Israel Uri Ariel dan didukung oleh puluhan polisi dan tentara Israel – juga memaksa masuk ke kompleks masjid.

Menurut Gormez, serangan terhadap kesucian Al-Aqsha – yang telah semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir – "merupakan penghinaan terhadap semua  kaum Muslim dan semua orang yang memiliki hati nurani".

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi menganggap daerah tersebut sebagai "Temple Mount", mengklaim itu adalah situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Beberapa kelompok Yahudi ekstremis telah menyerukan pembongkaran Masjid Al-Aqsha sehingga sebuah kuil Yahudi mungkin akan dibangun menggantikannya.

 

Baca juga: Tentara dan Baba Zionis Yahudi Membakar Gerbang Selatan Masjid Al Aqsha

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom
 

 

 

Syeikh Ayman al Zawahiri Serukan Persatuan Jihad, Hadang Serangan Pasukan Salib Barat

JURNALISLAM.COM – Al Qaeda telah merilis tahap kedua dalam seri "Islamic Spring", yang menampilkan Syeikh Ayman al Zawahiri memberikan pesan, lansir The Long War Journal hari Ahad (13/09/2015).

Syeikh Zawahiri menyerukan semua "mujahidin" untuk bekerja sama dan "saling membantu," karena musuh Islam telah melancarkan "perang salib" terhadap mereka. Dan dia mengajak Muslim yang tinggal di Barat untuk membantu dengan menyerang negara-negara "salibis".

"Saya menyerukan kepada semua umat Islam yang dapat merugikan negara-negara koalisi tentara salib untuk tidak ragu. Sekarang kita harus fokus bergerak melakukan perang ke jantung rumah dan kota-kota tentara salib Barat, khususnya Amerika," kata Syeikh Zawahiri, menurut Reuters.

Dalam salah satu segmen pesan audionya, yang telah diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group, Syeikh Ayman al Zawahiri menyerukan "pemuda Muslim" yang ingin melakukan operasi "mencari syahid" untuk menyerang dari dalam negara Salibis Barat, bukannya bepergian ke luar negeri untuk jihad. Syeikh Zawahiri mengulangi klaim lama al Qaeda bahwa "Tentara Salib Barat" adalah kekuatan utama di balik serangan terhadap mujahidin .

"Oleh karena itu, jika kita menyerang kepala, maka sayap dan tubuh akan jatuh, dan jika perang mencapai rumah para penjahat besar, maka mereka akan menghentikan perang dan merevisi kebijakan mereka, in syaa Allah," Syeikh Ayman al Zawahiri mengatakan, menurut terjemahan SITE.

Amir Al Qaeda global menjelaskan bahwa operasi tersebut tidak selalu membutuhkan bahan peledak, dan dapat dilakukan dengan menggunakan senjata lainnya.

Ia juga mengajak umat Islam di Barat untuk meniru para jihadis seperti:

  • Ramzi Yousef (pemboman World Trade Center pada tahun 1993),
  • Muhammad Atta dan "elang kesyahidan / the eagles of martyrdom " (maksudnya Atta dan sesama pembajak 9/11),
  • Muhammad Siddique Khan dan Shahzad Tanweer (dua pelaku bom istisyhad yang menyerang di London pada 7 Juli 2005),
  • Mayor Nidal Malik Hasan (yang melakukan penembakan Fort Hood pada tahun 2009),
  • Umar al Farouq (atau Umar Farouk Abdulmutallab, yang berusaha meledakkan sebuah pesawat tujuan Detroit pada Hari Natal 2009),
  • Tamerlan dan Dzohar Tsarnaev (dua bersaudara yang membom Boston Marathon pada 2013),
  • Mohammed Merah (yang melakukan tiga penembakan di Perancis pada tahun 2012), dan
  • Kouachi bersaudara, "ksatria invasi Paris yang berani"  yang bertanggung jawab atas pembantaian para penghina Nabi “Charlie Hebdo” awal tahun ini.

Meskipun Syeikh Zawahiri mendorong rekrutan muda untuk mengikuti jejak para mujahidin ini dengan mandiri, ada perbedaan penting antara serangan "lone wolf" dan sebagian besar operasi di atas.

Hampir semua jihadis yang disebutkan oleh Syeikh  Zawahiri menerima pelatihan profesional, atau secara khusus diarahkan untuk melaksanakan operasi yang dieksekusi.

Satu pengecualian untuk Nidal Malik Hasan, untuk melakukan serangan meminta persetujuan kepada Syeikh Anwar al Awlaki, seorang petinggi  AQAP.

Syeikh Ayman al Zawahiri mengatakan bahwa rekrutran Muslim yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang operasi tersebut harus berkonsultasi  terlebih dahulu dengan As Sahab’s productions (karena As Sahab adalah media resmi al Qaeda) atau majalah Inspire AQAP. Edisi terbaru Inspire, yang juga mendukung serangan "mujahidin tunggal," menggarisbawahi peran langsung Al Qaeda dalam mempersiapkan Said Kouachi untuk serangan terhadap kantor penghina Nabi Charlie Hebdo di Paris.  

Deddy | Jurniscom

2 Markas Utama dan 3 Instalasi Musuh Direbut Mujahidin IIA

LAGHMAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam merebut tiga instalasi milik Arbakis di distrik Alingar provinsi Laghman, menewaskan lebih dari 13 milisi Arbaki dalam baku tembak yang terjadi, mujahidin juga berhasil merebut senjata dan amunisi dari musuh, seorang Mujahid syahid dan dua lainnya terluka dalam operasi hari Ahad, (13/09/2015), El Emarah News melaporkan.

Satu batalion yang mencoba membantu Arbakis disergap oleh Mujahidin di batas kota Mehtarlam, ibukota provinsi Laghman, menewaskan empat pasukan boneka dan menghancurkan sebuah tank lapis baja.

Dalam laporan lain dari Laghman, seorang Arbaki terluka parah setelah ditembak oleh seorang penembak jitu Imarah Islam di luar pos mereka di ibukota provinsi Laghman pada hari Sabtu.

Di Baghlan Mujahidin Imarah Islam menyerbu dua markas musuh utama di distrik Baghlan-e-Markazi provinsi Baghlan pada hari Ahad, 13 September 2015.

Setiap instalasi yang dibongkar diawasi oleh sekitar 700 tentara.

Sebuah tank lapis baja hancur, sementara mujahidin menyita berbagai jenis senjata berat dan ringan beserta amunisi.

Menurut laporan lain dari provinsi Baghlan, ledakan bom pinggir jalan menghantam sebuah kendaraan milik ANA dan menewaskan empat pasukan boneka dalam kendaraan itu di provinsi Khinjan awal hari Ahad.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Saudi: Idul Adha Jatuh 24 September

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Arab Saudi mengumumkan pada hari Ahad bahwa Idul Adha, salah satu dari dua hari Raya penting bagi umat Islam di seluruh dunia, akan jatuh pada hari Kamis, 24 September, sehari lebih awal dari yang diperhitungkan, Al Arabiya News Channel melaporkan pada hari Ahad (13/09/2015).

Pengumuman ini dibuat setelah dewan resmi  kerajaan telah melihat bulan sabit Dzul Hijjah, yang merupakan bulan kedua belas dan terakhir dalam kalender Islam.

Kalender bulanan dalam Islam tergantung pada penampakan Hilal di awal bulan.

Idul Adha menghormati ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah dalam mengorbankan anak yang dijanjikan-Nya, Ismail, sebagai penyerahan diri terhadap perintah Allah. Idul Adha terpisah dari Idul Fitri, yang menandai akhir bulan puasa Ramadan.

Perayaan Idul Adha dimulai setelah para jamaah haji Wuquf di Arafah, bukit di sebelah timur Makkah. Idul kurban – penyembelihan hewan, seringnya kambing, sapi dan onta – biasanya terjadi sampai matahari terbenam pada hari ke tiga, 13 Dzul Hijjah.

 

Deddy | Al Arabiya| Jurniscom

Rusia Bangun Pangkalan Udara Militer di Latakia, Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia sedang membangun sebuah landasan udara Militer di kubu provinsi rezim Suriah, Latakia, dan telah membawa ratusan teknisi dan penasihat militer ke wilayah tersebut, sebuah lembaga pengamatan mengatakan pada hari Ahad (13/09/2015), lansir World Bulletin.

Klaim tersebut muncul saat Washington menuduh Moskow mendirikan bangunan militer di Suriah, dimana Rusia telah mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad melawan para pejuang  lebih dari empat tahun.

"Pasukan Rusia sedang membangun sebuah landasan pacu yang panjang yang mampu menampung pesawat besar dekat bandara militer Hmaymeen di provinsi Latakia," kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Lembaga pengamatan yang bergantung pada sumber jaringan sipil, militer dan medis di dalam wilayah Suriah, mengatakan bahwa "Rusia mencegah warga Suriah, baik militer maupun sipil, memasuki wilayah tempat mereka sedang membangun landasan pacu".

"Dalam beberapa pekan terakhir, pesawat militer tiba di Hmaymeen membawa peralatan militer serta ratusan penasihat militer dan teknisi Rusia," kata kelompok itu.

Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman, mengatakan bahwa sumber mereka juga melaporkan bahwa Rusia memperbesar bandara Hamadiyeh di provinsi Tartus, kubu rezim lainnya yang terletak di selatan Latakia.

Bandara tersebut saat ini digunakan oleh pesawat yang menyemprot tanaman dengan pestisida.

Rusia adalah sekutu setia rezim Damaskus dan memelihara fasilitas angkatan laut di provinsi Tartus.

Rusia tidak merahasiakan dukungannya bagi pemerintah Assad, termasuk memberikan pasokan senjata tanpa henti, tetapi Rusia menolak tuduhan pendirian bangunan militer baru-baru ini di dalam wilayah Suriah.

Namun para pejabat AS pekan ini mengatakan, dua kapal tank baru telah tiba di pangkalan Tartus, dan setidaknya empat penerbangan transport telah mendarat di bandara Latakia.

Mereka juga melaporkan kedatangan puluhan infanteri angkatan laut Rusia dan instalasi perumahan sementara di bandara Latakia cukup untuk menampung "ratusan orang", bersama dengan peralatan kontrol portabel lalu lintas udara.

Pada hari Jumat, para pejabat Siprus mengatakan Rusia telah mengeluarkan peringatan kepada Siprus untuk mengalihkan pesawat mereka minggu depan karena berencana melakukan latihan militer di lepas pantai Suriah.

Dan pada hari Sabtu, media pemerintah rezim Suriah melaporkan kedatangan dua pesawat Rusia di bandara Latakia, mengatakan mereka membawa bantuan kemanusiaan.

Media pemerintah rezim Suriah secara sporadis melaporkan kedatangan bantuan kemanusiaan Rusia, tetapi penerbangan itu adalah yang pertama disebutkan oleh organisasi berita resmi tersebut sejak tuduhan pembangunan bangunan militer.

Lebih dari 240.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai pada Maret 2011.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

38 Pengungsi Suriah Tenggelam di Lepas Pantai Yunani, 14 Diantaranya Anak-anak

YUNANI (Jurnalislam.com) – Setidaknya 38 pengungsi – termasuk setidaknya 14 anak – tenggelam setelah kapal nelayan kayu yang mereka tumpangi tenggelam di lepas pantai Yunani Farmakonisi, penjaga pantai Yunani mengatakan.

Empat bayi dan 10 anak-anak – lima anak laki-laki dan lima perempuan – termasuk di antara 112 orang yang berada di atas kapal ketika tenggelam di lepas pantai pulau yang terletak di Aegean selatan awal hari Ahad (13/09/2015), kantor berita Athena melaporkan.

Jumlah ini diperkirakan menjadi yang terbesar yang tercatat dari kecelakaan tunggal di perairan Yunani sejak krisis pengungsi mulai.

“Terdapat 38 orang mati di sini,” kata petugas penjaga pantai di pulau Leros kepada kantor berita DPA.

Dalam wawancara dengan reporter Al Jazeera dari Austria, kepala juru bicara UNHCR Melissa Fleming juga mengatakan terdapat 38 korban jiwa.

Reporter Al Jazeera, Yunus Hull, melaporkan dari pulau Yunani Lesbos, mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi sebelum fajar. Penjaga pantai menyelamatkan 68 pengungsi lain dari laut dan 30 lainnya berhasil mencapai pulau tanpa bantuan.

Para pejabat penjaga pantai mengatakan kapal mungkin telah digulingkan karena hembusan angin melebihi 50kph.

“Para penyelam kami telah mengangkat sejumlah korban yang masih terjebak di kapal,” kata wartawan kami.

“Dengan melakukan perjalanan berbahaya di atas perahu kecil resiko kecelakaan selalu ada,” kata wartawan kami.

Juga pada hari Ahad, sebuah perahu karet kempes sekitar 100 m dari Lesbos, memaksa penumpangnya berenang untuk menyelamatkan hidup mereka.

Tragedi hari Ahad terjadi hanya sehari setelah dua kapal lain terbalik dan setidaknya lima orang – empat anak dan seorang pria berusia 20-tahun – juga diduga tenggelam.

Koreponden kami mengatakan penjaga pantai telah membatalkan pencarian untuk korban pada hari Ahad.

Laju kedatangan ke Kepulauan Yunani belum melambat, beberapa ribu orang masih berdatangan setiap hari, wartawan kami mengatakan hal tersebut karena ada “secercah harapan bagi orang-orang membuat perjalanan berbahaya”.

“Pemerintah Yunani tampaknya bertindak bersama-sama. Sekarang pulau ini mampu memberikan penerimaan yang lebih baik dan yang lebih cepat kepada orang-orang yang tiba di sini,” katanya.

Pulau Farmakonisi terletak di tengah antara Samos dan Kos, dua dari pulau target yang disukai para penyelundup untuk mengirim ribuan migran dan pengungsi setiap hari menuju pulau-pulau Yunani.

Tentara dan Baba Zionis Yahudi Membakar Gerbang Selatan Masjid Al Aqsa

Al QUDS (Jurnalislam.com) – Tentara zionis Israel membakar gerbang selatan Masjid Al Aqsa pagi tadi, Ahad (13/9/2015), reporter untuk media Islam di Palestina, Abdillah Onim melaporkan. Hasilnya, ruangan masjid dipenuhi asap dari tempat shalat di bagian selatan Masjid Al Aqsa, karpet, jendela yang hangus terbakar.

"Pagi  ini (13/9/15) Yahudi Israel berhasil membakar pintu masuk masjid Al Aqsa bagian selatan (tempat sholat bagian selatan masjid Alaqsa). Karpet terbakar, jendela terbakar, menghancurkan jendela lukisan bersejarah," terang Bang Onim kepada Jurniscom, Senin (13/9/2015)

Tidak hanya itu, tentara zionis juga menembakan gas air mata ke dalam masjid dan kepada warga Palestina yang tengah berjaga di sekitar masjid.

"Dalam ruangan masjid al Aqsa penuh dengan asap akibat bom suara dan gas air mata. Para pejabat Yahudi dan Baba Yahudi garis keras dalam jumlah besar berhasil memasuki masjid al Aqsa," lanjutnya.

Bang Onim menjelaskan, dua hari lalu pemerintah Israel mengumumkan bahwa hari ini kaum muslimin khususnya kaum muslimin Palestina di larang keras masuk dan shalat di dalam masjid al Aqsa dikarenakan pada hari ini para pejabat dan baba Yahudi garis keras (khokhamah) dengan jumlah besar akan masuk ke lokasi masjid Alaqsa. Hal itulah yang membuat warga Palestina pasang badan berjaga di sekitar Masjid Al Aqsa.

Reporter : Abdillah Onim | Editor : Ally | Jurniscom

Nyamar Sebagai Anggota IS, Warga Yahudi AS Ini Ditangkap

AUSTRALIA (Jurnalislam.com) – Seorang warga Yahudi Amerika ditangkap dengan tuduhan menghasut serangan ekstrimis dengan menyamar sebagai anggota Islamic State (IS)  yang berbasis di Australia yang secara terbuka menyerukan serangkaian serangan terhadap individu dan peristiwa di negara-negara barat.

"Penyelidikan oleh Polisi Federal Australia (AFP) bulan Juni 2015 menemukan ancaman awal yang ditargetkan kepada masyarakat Australia," kata AFP dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa tersangka menghadapi hukuman penjara 20 tahun jika terbukti bersalah, Sydney Morning Herald melaporkan pada hari Sabtu, 12 September 2015.

"Ketika penyelidikan menemukan kemungkinan orang yang bertanggung jawab untuk ancaman ini berbasis di Amerika Serikat, penyelidikan akan menjadi yurisdiksi FBI, dengan AFP berperan mendukung."

Joshua Ryne Goldberg, berusia 20 tahun, yang hidup di rumah orangtuanya di negara bagian AS Florida, dituduh menyamar online sebagai "Australi Witness," seorang pendukung IS.

Menyerukan serangkaian serangan terhadap Barat kepada publik, Australi Witness telah mengklaim secara online bahwa ia bekerja dengan jihadis lainnya untuk merencanakan serangan di Australia dan Amerika Serikat.

Dia membagikan gambar bom yang sedang dia kerjakan berisi "2 pon bahan peledak."

Goldberg, yang seorang Yahudi, ditangkap di rumahnya oleh polisi Florida karena "mendistribusikan informasi yang berkaitan dengan bahan peledak, perangkat destruktif, dan senjata pemusnah massal."

Penjabat Wakil Komisaris Keamanan Nasional AFP, Neil Gaughan, mengatakan Goldberg telah "menggunakan internet yang menyediakan jubah anonimitas."

"Operasi ini sekali lagi menyoroti bagaimana penegak hukum dapat menyelidiki orang-orang di ruang online dan menggunakan kemitraan yang telah lama terjalin dengan lembaga-lembaga di luar negeri agar orang mempertanggungjawabkan tindakan mereka."

Dalam surat pernyataan yang diambil setelah disumpah pada saat penangkapan mengatakan bahwa, antara 19 Agustus dan 28 Agustus Mr. Goldberg "mendistribusikan informasi yang berkaitan dengan pembuatan bahan peledak, perangkat destruktif, atau senjata pemusnah massal sebagai kelanjutan dari kegiatan yang merupakan kejahatan kekerasan Federal."

Jaksa Lee Bentley III, mengatakan bahwa Goldberg menginstruksikan sumber rahasia bagaimana membuat bom yang mirip dengan dua bom yang digunakan dalam pemboman Boston Marathon dua tahun lalu yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 260 lainnya.

Dia diduga menginstruksikan kepada seseorang bagaimana mengisi bom dengan paku, logam dan barang-barang lainnya yang dicelupkan ke dalam racun tikus.

"Goldberg lebih lanjut lagi mengakui bahwa ia percaya informasi tersebut dapat membantu dalam membuat bom asli," Agen Berry menduga.

Tindakan Australi Witness secara online mungkin memiliki konsekuensi dunia nyata yang fatal pada bulan Mei.

Menanggapi pameran di Garland, Texas, di mana gambar Nabi Muhammad akan ditampilkan, " Australi Witness " memposting alamat acara tersebut dalam twitter dan mem-posting ulang tweet yang mendesak orang-orang untuk pergi ke sana dengan "senjata, bom atau dengan pisau."

Dua orang Muslim berusaha melakukan serangan di pameran tersebut, dan dibunuh oleh polisi. Australi Witness kemudian memuji mereka secara online sebagai martir.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

Mujahidin IIA Tembak Jatuh Helikopter Musuh di timur Afghanistan

KUNAR (Jurnalislam.com) – Sejumlah pasukan musuh tewas ketika Mujahidin Imarah Islam menembak jatuh salah satu helikopter musuh pada Sabtu tengah malam saat mencoba untuk memindahkan pasukan yang tewas dan terluka di timur Afghanistan, Al-Emarah News mengatakan pada hari Sabtu (12/09/2015).

Laporan awal dari lokasi serangan menunjukkan bahwa helikopter itu jatuh oleh Mujahidin saat berusaha mengangkut pasukan yang tewas dan terluka selama pertempuran sengit melawan Mujahidin di distrik Surkani provinsi Kunar.

Saksi di lokasi penembakan melihat helikopter terbakar dan pecah menjadi potongan-potongan setelah jatuh ke daerah di kabupaten Surkani sore ini.

Sedangkan laporan dari basis utama di distrik Baghlan-e-Markazi provinsi Baghlan Mujahidin Imarah Islam menyita lima instalasi militer musuh pada  operasi malam Sabtu malam, menewaskan 8 pasukan boneka dan melukai lebih dari 12.

Dann basis musuh utama dikuasai, penduduk setempat di semua desa di daerah Nowrozak mulai menjalani hidup damai dengan kehormatan dan martabat, sementara semua daerah sekarang berada di tangan Mujahidin Imarah Islam.

Mujahidin menyita 1 DShK, kendaraan yang dipasang senapan mesin berat anti pesawat terbang dengan dua tank lapis baja dalam operasi itu.

Lima pejuang Mujahidin menderita luka dalam operasi kemarin malam.

Dalam laporan lain, ledakan bom pinggir jalan meledak di sebuah tank militer di distrik Baghlan-e-Markazi pada hari Jumat dan menewaskan lima polisi boneka yang berada di dalamnya.

Pada hari Sabtu, lima polisi boneka tewas ketika ledakan bom pinggir jalan merobek tank musuh di tempat lain di distrik Baghlan-e-Markazi provinsi Baghlan.

Di kawasan Pol-e-Khomri provinsi Baghlan, dua Arbakis tewas dan empat lainnya cedera setelah penyergapan oleh Mujahidin pada hari Sabtu.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

 

 

Jet Tempur Koalisi Bombardir Kediaman Presiden yang Dikuasai Houthi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur berat membombardir daerah pemberontak Syiah Houthi di ibukota Yaman, menjelang pembicaraan yang dimediasi PBB, lansir Aljazeera, Sabtu (12/09/2015).

Saudi memimpin pesawat tempur koalisi membombardir posisi pemberontak di ibukota Yaman, saksi mata mengatakan.

Serangan hari Sabtu tersebut memukul depot senjata dan kamp-kamp militer di distrik utara ibukota yang dikuasai pemberontak Syiah itu.

Pesawat-pesawat tempur juga menghantam kediaman presiden yang dikuasai pemberontak Houthi  di tenggara dan depot senjata terdekat di Sanaa, kata saksi.

Tidak ada rincian langsung mengenai jumlah korban.

Di provinsi Marib timur, yang menjadi fokus operasi koalisi dalam beberapa hari terakhir, sumber-sumber militer pro-pemerintah mengatakan serangan udara menghantam dua konvoi pemberontak secara terpisah.

Para pejabat militer di perbatasan Saudi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa lebih dari kendaraan 20 militer koalisi menyeberang ke wilayah Marib yang kaya akan minyak, menyusul setidaknya 40 kendaraan serupa sehari sebelumnya.

Bala bantuan akan dikirim dalam persiapan serangan untuk merebut kembali ibukota, yang disita oleh pejuang Syiah Houthi tahun lalu.

Sementara itu, Uni Emirat Arab mengumumkan bahwa mereka kini telah menerima jenazah 54 prajuritnya yang tewas dalam serangan rudal di Marib pekan lalu, menurut kantor berita resmi WAM.

UAE sebelumnya mengatakan jumlah korban tentara yang hilang dalam serangan itu adalah 45.

Sepuluh pasukan Saudi dan lima dari Bahrain juga tewas dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran.

UAE mengatakan jet tempur mereka telah melakukan beberapa serangan terhadap posisi pemberontak di Yaman pada hari Jumat, "menargetkan depot militer, bangunan komando dan kontrol serta benteng milisi Houthi," WAM melaporkan.

PBB memperkirakan bahwa konflik Yaman telah menewaskan lebih dari 4.500 orang sejak Maret.

Pada hari Kamis, utusan khusus PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, mengatakan bahwa pemerintah di pengasingan dan pemberontak Houthi telah setuju ambil bagian dalam pembicaraan perdamaian di wilayah tersebut pekan depan.

Namun, dengan tidak adanya pengumuman dari pemberontak, juru bicara pemerintah Rajih Badi mengatakan ia tidak yakin mereka akan menghadiri pembicaraan, yang katanya akan berlangsung di Oman yang netral tanpa menentukan tanggal.

Pemerintah pengasingan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi menegaskan mereka akan bergabung dengan pembicaraan tapi bersikeras agar pemberontak mundur dari daerah yang disita sejak tahun lalu – sebagaimana digariskan oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 – sebagai  prasyarat untuk negosiasi.

Deddy | Aljazeera | Jurniscom