Desak Tutup Gereja GIdI, LUIS dan Ansharusyariah Jateng Datangi Pemkab Sragen

SRAGEN (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Tengah pada Jumat (11/9/2015) kemarin mendatangi pemkab Sragen untuk mendesak Bupati Sragen menindak keberadaan 2 rumah yang dijadikan tempat ibadah ilegal oleh Gereja Injili di Indonesia (GIdI). 

Ditemuia oleh perwakilan Bupati melalui asisten I bagian pemerintahan, Wangsit mengatakan akan menggelar rapat untuk meninjau kembali temuan LUIS tentang keberadaan gereja ilegal GIdI tersebut.

"Melalui asisten 1 bagian pemerintahan Bapak Wangsit yang mewakili bupati Sragen, bahwa temuan LUIS tentang GIDI Sragen akan dirapatkan lagi. Sebelumnya juga pernah disinggung di pemkab Sragen paska GIDI Tolikara. Pemkab akan menggunakan perber 2 menteri tentang pendirian tempat ibadah no 8 tahun 2006," kata Humas LUIS Endro Sudarsono kepada Jurniscom, Jumat (11/9/2015).

Sementara itu, lanjut Endro, ketua Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Sragen KH Moechingudin menjelasakan bahwa 2 Gereja tersebut GIdI tidak memiliki ijin dari FKUB baik ijin sementara atau ijin permanen. 

"Gereja GIdI di Sragen juga tidak memenuhi syarat kebutuhan faktual ataupun syarat administrasi 90 pengguna dan 60 pendukung," terang Endro mengutip pernyataan Ketua FKUB Sragen.

Dalam kesempatan itu, aktifi LUIS dan Ansharusyariah juga mendatangi salah satu bangunan yang dijadikan gereja oleh GIdi. Disana mereka membantangkan spanduk bertulislan penolakan terhadap keberadaan GIdI di Sragen yang dinilai terkait dengan GIdI Papua yang belum lama ini telah melukai umat Islam di Tolikara.

Editor : Ally | Jurniscom

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.