Nyamar Sebagai Anggota IS, Warga Yahudi AS Ini Ditangkap

AUSTRALIA (Jurnalislam.com) – Seorang warga Yahudi Amerika ditangkap dengan tuduhan menghasut serangan ekstrimis dengan menyamar sebagai anggota Islamic State (IS)  yang berbasis di Australia yang secara terbuka menyerukan serangkaian serangan terhadap individu dan peristiwa di negara-negara barat.

"Penyelidikan oleh Polisi Federal Australia (AFP) bulan Juni 2015 menemukan ancaman awal yang ditargetkan kepada masyarakat Australia," kata AFP dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa tersangka menghadapi hukuman penjara 20 tahun jika terbukti bersalah, Sydney Morning Herald melaporkan pada hari Sabtu, 12 September 2015.

"Ketika penyelidikan menemukan kemungkinan orang yang bertanggung jawab untuk ancaman ini berbasis di Amerika Serikat, penyelidikan akan menjadi yurisdiksi FBI, dengan AFP berperan mendukung."

Joshua Ryne Goldberg, berusia 20 tahun, yang hidup di rumah orangtuanya di negara bagian AS Florida, dituduh menyamar online sebagai "Australi Witness," seorang pendukung IS.

Menyerukan serangkaian serangan terhadap Barat kepada publik, Australi Witness telah mengklaim secara online bahwa ia bekerja dengan jihadis lainnya untuk merencanakan serangan di Australia dan Amerika Serikat.

Dia membagikan gambar bom yang sedang dia kerjakan berisi "2 pon bahan peledak."

Goldberg, yang seorang Yahudi, ditangkap di rumahnya oleh polisi Florida karena "mendistribusikan informasi yang berkaitan dengan bahan peledak, perangkat destruktif, dan senjata pemusnah massal."

Penjabat Wakil Komisaris Keamanan Nasional AFP, Neil Gaughan, mengatakan Goldberg telah "menggunakan internet yang menyediakan jubah anonimitas."

"Operasi ini sekali lagi menyoroti bagaimana penegak hukum dapat menyelidiki orang-orang di ruang online dan menggunakan kemitraan yang telah lama terjalin dengan lembaga-lembaga di luar negeri agar orang mempertanggungjawabkan tindakan mereka."

Dalam surat pernyataan yang diambil setelah disumpah pada saat penangkapan mengatakan bahwa, antara 19 Agustus dan 28 Agustus Mr. Goldberg "mendistribusikan informasi yang berkaitan dengan pembuatan bahan peledak, perangkat destruktif, atau senjata pemusnah massal sebagai kelanjutan dari kegiatan yang merupakan kejahatan kekerasan Federal."

Jaksa Lee Bentley III, mengatakan bahwa Goldberg menginstruksikan sumber rahasia bagaimana membuat bom yang mirip dengan dua bom yang digunakan dalam pemboman Boston Marathon dua tahun lalu yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 260 lainnya.

Dia diduga menginstruksikan kepada seseorang bagaimana mengisi bom dengan paku, logam dan barang-barang lainnya yang dicelupkan ke dalam racun tikus.

"Goldberg lebih lanjut lagi mengakui bahwa ia percaya informasi tersebut dapat membantu dalam membuat bom asli," Agen Berry menduga.

Tindakan Australi Witness secara online mungkin memiliki konsekuensi dunia nyata yang fatal pada bulan Mei.

Menanggapi pameran di Garland, Texas, di mana gambar Nabi Muhammad akan ditampilkan, " Australi Witness " memposting alamat acara tersebut dalam twitter dan mem-posting ulang tweet yang mendesak orang-orang untuk pergi ke sana dengan "senjata, bom atau dengan pisau."

Dua orang Muslim berusaha melakukan serangan di pameran tersebut, dan dibunuh oleh polisi. Australi Witness kemudian memuji mereka secara online sebagai martir.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses