Menteri Kesehatan Saudi: 769 Meninggal dan 934 Terluka dalam Insiden Mina

MAKKAH (Jurnalislam.com) – Korban meninggal akibat insiden desak-desakan pada hari Kamis di luar kota suci Makkah saat haji tahun ini naik menjadi 769, Menteri Kesehatan Saudi Khaled Al-Faleh mengatakan pada hari Sabtu, 26 September 2015, lansir Al Arabiya News Channel.

Jumlah korban cedera saat ini berjumlah 934, katanya dalam konferensi pers.

Secara terpisah, penulis Iran dan akademis terkemuka Sadegh Zibakalam mengkritik pernyataan yang dibuat oleh pejabat Iran mengenai insiden Mina.

"Berbeda dengan umat Islam lainnya, kita adalah satu-satunya yang bereaksi dengan menuduh pihak yang bertanggung jawab atas tragedi Mina," katanya seperti dikutip oleh Al Arabiya.net.

"Respon (dari pejabat Iran) didasarkan pada sentimen anti-Arab yang banyak dirasakan warga Iran. Insiden Mina tersebut memungkinkan Iran untuk membangkitkan kemarahan rakyatnya kepada Arab," tambahnya.

Sebuah laporan oleh surat kabar Al Sharq Al Awsat mengatakan bahwa 300 jamaah Iran bergerak ke arah yang berlawanan terhadap "rombongan besar" di Street 204 menuju ke lokasi pelemparan jumroh sebelum insiden terjadi.

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, laporan tersebut mengatakan bahwa hampir seluruh 300 jamaah tersebut tidak menunggu di tempat setelah selesai melempar jumroh sebagaimana diamanatkan oleh penyelenggara Haji. Jamaah tersebut malah pindah ke Street 204 saat jamaah lain sedang berjalan menuju lokasi, laporan tersebut menjabarkan seperti dikutip oleh Al Arabiya.Net.

 Penyelidikan untuk menentukan motif di balik insiden masih berlangsung.

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

 

Kivlan Zein : PKI Sudah Siapkan 1000 Pucuk Senjata

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mayjen TNI Purn Kivlan Zein mengatakan para bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) telah mempersiapkan 1000 pucuk senjata sejak tahun 1965. Pada saat itu, lanjut Kivlan, PKI diintruksikan untuk tiarap dan menyimpan senjata tersebut hingga waktu yang ditentukan.

"Senjata mereka sudah siap 1000 buah pucuk disiapkan sejak tahun 65. Perintahnya PKI sudah menginstruksikan sejak tahun 65 semua tiarap, senjata disimpan, nanti kalau sudah kuat dikeluarkan kembali. Percaya atau tidak nanti kita lihat," ungkapnya kepada Jurniscom usai menghadiri acara Majelis Taqorrub Illalah temu pembaca Suara Islam yang bertema "Awas Ada Indikasi PKI Bangkit di Indonesia" di masjid Ibadurrahman Saharjo, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2015).

Kivlan juga mengungkapkan banyaknya imigran-imigran komunis yang menjadi buruh di Indonesia namun ahli berperang. 

"Imigran-imigran yang masuk ke negeri ini adalah tentara, intel. Makanya mereka tidak ahli di bidang otomotif, dan di pabrik-pabrik mereka tidak ahli, kan sudah di periksa. Mereka ahlinya menembak untuk berperang," lanjut aktifis Gerakan Bela Negara itu.

Menanggapi pesan singkat yang diterimanya terkait akan adanya pertemuan akbar simpatisan PKI dalam konser Slank di Glora Bung Karno tanggal 30 September 2015, mantan Kaskostrad itu menjelaskan bahwa para pendukung PKI akan menuntut pembubaran DPR. 

"Ada himbauan dari mereka orang-orang eks PKI, para pendukung PKI kumpul di GBK pada waktu acara Slank. Dalam cara konser itu mereka mendompleng, bukan mereka yang buat acara, dan sudah di cek betul itu. Mereka akan langsung ke DPR untuk menuntut DPR dibubarkan, karena nanti akan menghalangi Jokowi untuk meminta maaf kepada PKI, akan menghalangi Jokowi memutuskan mencabut TAP MPR," terangnya.

Namun kabar tersebut dibantah langsung oleh salah seorang personel Slank, Abdee Negara. "Itu hoax dan sudah kami klarifikasi melalui sosial media. Tidak ada acara pada 30 September, saya juga tidak tahu ( Kivlan Zen) dapat informasi dari mana," katanya seperti dilansir tribunnews.com, Sabtu (26/9/2015).

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

 

Alfian Tandjung : Slogan "Ayo Kerja" adalah Sandi Komando Kebangkitan Kaum Proletar

JAKARTA (Jurnalislam.com) –  Ketua Taruna Muslim, Alfian Tandjung mengatakan aroma kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah sangat menyengat. Dilihat dari banyaknya sandi-sandi kebangkitan kaum proletar (masyarakat kelas kedua menurut Karl Marx) yang dikomandoi langsung oleh petinggi negeri ini, seperti slogan "Ayo kerja!". Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Majelis Taqorrub Illalah temu pembaca Suara Islam yang bertema "Awas Ada Indikasi PKI Bangkit i Indonesiadi masjid Ibadurrahman Saharjo, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2015).

"Gerakan-gerakan ini kalau kita kita lihat sudah sulit dibantah, adanya tagline ayo kerja, ayo kerja itu tagline pemerintah Komunis, kalau saudara denger slogan ayo kerja, ayo kerja, sudah taukan siapa yang ngomong? Itu adalah sandi komando kebangkitan kaum proletar," tegasnya.

Tidak hanya itu, Alfian juga menjelaskan bahwa fenomena Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), kartu sehat dan kartu pintar merupakan praktek pelayaan masyarakat komunis.

"Kalau kita mau lihat pola-pola kerja mereka, lagu-lagu mereka, simbol-simbol mereka, nyanyian-nyanyian mereka dan berbagai pola relasi hidup sosial yang terbagun hari ini, jelas. Fenomena BPJS adalah fenomena praktek pelayanan masyarakat komunis, kartu sehat, kartu pintar adalah simbol negara-negara komunis," ungkap Alfian.

Selain itu, Alfian juga menilai masyarakat belum sadar akan bahaya PKI dan begitu dendamnya PKI kepada umat Islam.

"Tinggal nunggu nanti lagi ngaji dilempari kotoran, nanti yang wanita diseret-seret, Al Qur'an di masukin ke dalam karung dibakar. Nanti belum kejadian kaya begitu belum percaya," tuturnya.

Alfian mengungkapkan bahwa PKI-lah yang telah membunuh para ustadz pada bulan April, Mei, Juni tahun 1998 di Banten, Jawa Timur dan Jawa Tengah

"Yang membunuh ustadz, ulama, dan guru ngaji di jalur Ciamis di tahun 1999 sebanyak 200 orang itu siapa? Yang membunuh ustadz di Cianjur Selatan itu siapa? Karena yang dibunuh itu rata-rata berusia 62, 63 sampai 70 tahun dengan luka sama, perut dibelah dengan usus terburai, dan sebagai catatan saya dulu mereka pada tahun 60an adalah kader-kader Anshor," ungkap Alfian.

Menurut Alfian, PKI saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kebangkitannya.

"Mereka sedang menata diri, senyum manis, kibarkan bendera, pasang foto-foto para pimpinan mereka mulai dari DN Aidit, Nyoto, Bono, Darusman," pungkasnya. 

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

Korban Terbanyak, 134 Jamaah Haji Iran Meninggal dan 340 Lainnya Hilang

ANKARA (Jurnalislam.com) – Iran dan Pakistan adalah dua negara yang tampaknya mengalami jumlah tertinggi korban dalam insiden Haji pekan ini, menurut pejabat, Sabtu (26/09/2015), Anadolu Agency melaporkan.

Sedikitnya 340 dari Iran dan 311 jamaah Pakistan masih hilang dan diduga meninggal dunia dalam insiden desak-desakan hari Kamis (24/09/2015) di Mina yang telah merenggut 700 lebih  korban jiwa.

Kantor berita resmi Iran IRNA mengatakan 134 warga Iran dikonfirmasi termasuk di antara korban tewas, sementara Akif Syed, pejabat senior Haji Pakistan, mengatakan sedikitnya 11 warga Pakistan telah meninggal dunia.

Diperkirakan 800 lebih jamaah terluka pada insiden desak-desakan di Mina, sekitar 5 kilometer (3 mil) sebelah timur kota suci Islam Mekah, saat jamaah kembali dari atau menuju ke tempat ibadah "melempar jumroh" di Jamarat.

Menurut data statistik Arab, sekitar 2 juta Muslim dari seluruh dunia melaksanakan ibadah haji tahun ini.

21 negara lain telah memastikan warga mereka termasuk di antara korban jiwa. Media Maroko melaporkan 87 warganya meninggal dunia sementara Kamerun mengatakan telah kehilangan 21 warga; Mali, 20; Niger, 19; Mesir, 14; Indonesia, 3 ; India,18; Somalia, 8; Senegal dan Oman, masing-masing 5; Kenya, Bangladesh dan Tanzania, masing-masing 4; Nigeria dan Aljazair, masing-masing 3; Turki, 2; dan Burundi, China, Belanda, Filipina dan Sudan, masing-masing 1.

Pemerintah Saudi belum mengumumkan daftar lengkap korban dan kebangsaan mereka dan mengatakan terdapat 371 korban yang belum diidentifikasi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Setibanya di Suriah, Pasukan Bentukan AS Serahkan Persenjataannya pada Jabhah Nusrah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Unit NSF (New Syrian Front) sekelompok pasukan Suriah yang telah dilatih AS menyerahkan persenjataan dan kendaraan militernya kepada afiliasi al-Qaeda, Jabhah Nusrah, setibanya di Suriah, militer AS mengatakan Jumat (25/09/2019).

"Hari ini Unit NSF menghubungi perwakilan koalisi dan memberitahu kami bahwa pada pada tanggal 21-22 September mereka memberikan enam truk pick-up dan sebagian dari amunisi mereka kepada Jabhah Nusrah, yang setara dengan kira-kira 25 persen dari peralatan mereka," menurut juru bicara Komando Pusat, Kolonel Patrick Ryder.

Pengakuan hari Jumat tersebut sangat bertentangan dengan laporan militer AS awal pekan ini ketika membantah bahwa unit yang baru dilatih telah menyerahkan peralatan militernya.

Koalisi pimpinan AS baru-baru ini mengerahkan sekitar 70 pasukan khusus Suriah yang lulus dari pelatihan untuk pemerintah Suriah dan melengkapi program yang dirancang untuk membantu dalam memerangi Islamic State (IS), namun pasukan ciptaan AS tersebut kerap kali digagalkan oleh Jabhah Nusrah.

AS sedikitnya telah melatih lebih dari 120 pasukan tapi kelompok pertama berisi 54 pasukan tampaknya telah meninggalkan NSF atau telah membelot ke mujahidin.

Baca juga:

Setelah Divisi 30 Digagalkan Jabhah Nusrah, Kini 75 Pasukan Khusus Batch Bentukan AS Diterjunkan

Lagi, Jabhah Nusrah Tangkap 5 Pasukan Khusus “Divisi 30” Bentukan AS

Jabhah Nusrah Tangkap Pasukan “Divisi 30” Bentukan AS

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

 

Harian Iran: 300 Jamaah Hajinya Salahi Aturan Sebabkan Insiden Mina

MINA (Jurnalislam.com) – Petugas  haji Iran mengatakan kepada harian Syarq Ausath bahwa, “300 jamaah haji Iran menyalahi aturan pengaturan gelombang melempar. Hal ini menyebabkan dorong mendorong di jalan 204, yang berakibat 717 jamaah haji meninggal dunia (131 dari Iran).

Kementerian dalam negeri Arab Saudi mengatakan pihaknya menugaskan 100.000 polisi untuk mengamankan Haji dan mengelola kerumunan massa, lansir Aljazeera, Sabtu (26/09/2015).

Abdullah al-Syeikh, ketua Dewan Syura, badan penasihat pemerintah Arab Saudi, menekankan bahwa jamaah harus tetap berpegang pada "aturan dan tata cara yang ditetapkan oleh petugas keamanan … Dengan demikian, mereka melindungi kehidupan mereka, keamanan mereka dan membantu pelaksanaan ibadah mereka."

Menteri Kesehatan Khaled al-Falih sebelumnya membuat pernyataan serupa yang menyalahkan jamaah yang menyalahi aturan.

Berikut ini data korban yang meninggal dunia;

– Aljazair: 4 orang
– Benin: jumlah belum dikonfirmasi
– Burundi: 1 orang
– Kamerun: sedikitnya 20 orang
– Chad: 11 orang
– Mesir: 14 orang
– India: 18 orang
– Indonesia: 3 orang
– Iran: 131 orang
– Kenya: 3 orang
– Maroko: 87 orang, menurut media Maroko
– Belanda: 1 orang
– Niger: setidaknya 19 orang
– Nigeria: 3 orang
– Pakistan: 7 orang
– Senegal: 5 orang
– Somalia: 8 orang, menurut laporan media
– Tanzania: 4 orang
Sumber: AFP

Deddy | Jurniscom

Mufti Saudi: Insiden di Mina Diluar Kendali Manusia

MEKAH (Jurnalislam.com) – Pemimpin mufti  Arab Saudi mengatakan bahwa insiden haji yang menewaskan 717 jamaah berada di luar kendali manusia, media resmi melaporkan pada hari terakhir ibadah haji tahun ini.

Insiden terinjak-injak itu merupakan bencana terburuk dalam seperempat abad yang menyerang ibadah tahunan dan mengundang kecaman sengit mengenai penanganan keamanan oleh pemerintah Saudi, terutama dari Iran.

"Kalian tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi", Syeikh Abdul Aziz al-Syeikh mengatakan kepada Putra Mahkota Mohammed bin Nayef dalam pertemuan di Mina pada hari Jumat, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pada hari Sabtu (26/09/2015).

"Ada hal-hal yang tidak dapat dikendalikan manusia, Anda tidak dapat disalahkan atas hal-hal tersebut. Nasib dan takdir yang tak terelakkan," Syeikh mengatakan kepada pangeran, yang juga menjabat sebagai menteri dalam negeri.

Bib Nayef memimpin komite Haji Saudi dan telah memerintahkan penyelidikan insiden hari Kamis selama ibadah "melempar jumroh" oleh ratusan ribu peziarah di Jamarat Bridge di Mina, di luar kota suci Mekkah.

Raja Salman, yang juga menjabat sebagai "Penjaga Dua Masjid Suci" di Mekkah dan Madinah, juga memerintahkan "revisi" untuk pengaturan ibadah haji.

 

Deddy | Aljazeera | Jurniscom

Uni Jihad Islam Kuasai Perbatasan Afghanistan -Tajikistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Islamic Jihad Union (Uni Jihad Islam / IJU), sebuah faksi jihad afiliasi al Qaeda dan Imarah Islam Afghanistan  (Taliban) yang beroperasi di Afghanistan dan Pakistan mengatakan telah menguasai sejumlah luas daerah perbatasan utara dengan Tajikistan, lansir The Long War Journal, Jumat (25/09/2015).

IJU mengatakan mereka telah "mengendalikan banyak wilayah yang berbatasan dengan Tajikistan," menurut sebuah pernyataan yang menyertai foto-foto.

Foto-foto tersebut, di antaranya bisa dilihat di bawah, diterbitkan di Sodiqlar, situs resmi IJU. Pejuang diangkut ke gundukan pasir pada titik dangkal di sungai, dan kemudian menyeberang secara berkelompok ke Tajikistan. Mereka menyeberang di siang hari bolong.

"Kelompok kami memiliki banyak pengikut dan pendukung di antara penduduk setempat dan kami bebas beroperasi di tepi Sungai Amu Darya yang memisahkan Afghanistan dan Tajikistan. Mujahidin sedang memantau bagian dari perbatasan yang dijaga oleh pasukan keamanan Afghanistan dan Tajik, mempelajari titik lemah dan juga mengumpulkan informasi," ujar IJU.

 IJU adalah sebuah cabang dari Gerakan Islam Uzbekistan, yang  sebelumnya bergabung dengan Islamic State (IS) lalu berbalik bersumpah setia kepada amir baru Imarah Islam Afghanistan, Mullah Akhtar Muhammad Mansur, dan telah aktif dalam serangan "Azm" Taliban Afghanistan.

Baca juga:

Uni Jihad Islam Jelaskan Detil Kerjasamanya pada Operasi Azm Taliban

Uni Jihad Islam Berbaiat Kepada Amirul Mukminin, Mullah Akhtar Muhammad Mansur

Deddy | TLWJ | Jurniscom

Komite Arab–Palestina: Besok Ahad, Hari Kesiagaan Penuh di Al Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Komite Pengawas Sosial Arab di Palestina 48 menyerukan untuk mengintensifkan kesiagaan di Masjidil Aqsha, Ahad (27/09/2015) besok dan menetapkannya sebagai “Hari Kesiagaan Penuh”, Infopalestina melaporkan.

Wakil ketua komite, Jaris Mathar mengajak segenap elemen Palestina untuk mengambil tanggungjawab untuk menyukseskan agenda tersebut, dan meminta warga untuk berpartisipasi dalam acara ini.

Menurutnya, seruan ini untuk mengokohkan eksistensi dan pesan nyata bahwa Masjidil Aqsha milik kaum muslimin yang tak layak dinodai kaum yahudi.

Jaris menegaskan, persoalan Al-Aqsha sangat urgen untuk diperhatikan, sebagai pertempuran eksistensi, politik keagamaan dan Negara, tak hanya milik bangsa Palestina, tetapi segenap pihak diharapkan berpartisipasi menyukseskan acara ini.

Al-Aqsha menjadi persoalan hidup-mati bangsa Palestina, sebisanya diharapkan hadir sebelum jam 7:00 pagi ke Masjidil Aqsha.

Akhir-akhir ini serbuan kaum yahudi ke Masjidil Aqsha makin massif, di tengah upaya Israel membagi 2 Masjidil Aqsha, untuk kaum muslimin dan kaum yahudi, tempat dan waktu.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

 

China Larang Nama-nama Islam untuk Penduduk Uyghur

CHINA (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang China telah menjepit Muslim di wilayah provinsi Xinjiang China. Pejabat mengeluarkan larangan 22 nama Muslim bagi penduduk Uyghur dengan dalih "mencegah ekstremisme". Orang tua diperingatkan bahwa anak-anak akan dilarang dari sekolah kecuali orang tua mengubah nama mereka, menurut polisi setempat dan warga, lansir World Bulletin, Jumat (25/09/2015).

Seorang wanita Uyghur, Turakhan, yang tinggal di sebuah desa pinggiran kota di prefektur Hoten (Hetian) mengatakan kepada RFA’s Uyghur Service pada hari Rabu (23/09/2015) bahwa kepala desa dan polisi telah mengeluarkan pemberitahuan mengenai "daftar nama Muslim yang dilarang."

"Nama Putri saya adalah Muslimah, sehingga polisi desa datang ke rumah kami dan memberitahu bahwa kami harus mengubah nama putri kami secepat mungkin," katanya. "Polisi menjelaskan bahwa nama Muslimah secara resmi dilarang. Dalam keadaan seperti itu, kita dipaksa untuk mengubah nama putri kami. "

Polisi juga mengatakan kepada Turakhan: "Ini adalah keputusan pihak berwenang kota dan desa Jangan mengajukan pertanyaan bodoh.."

Turakhan kemudian mengetahui bahwa pihak berwenang melarang anak-anak yang orang tuanya tidak mengubah nama mereka untuk bersekolah di TK dan SD, katanya.

Sebuah foto pengumuman resmi yang melarang 15 nama Muslim populer untuk laki-laki dan tujuh nama perempuan untuk pertama kali muncul di Sina Weibo, versi China Twitter, dan beredar luas melalui aplikasi pesan WeChat.

Pengumuman itu dikeluarkan oleh Komite Partai Komunis Desa Tokhola (Tuohula)  dan pemerintahan desa di prefektur Hoten.

Nama laki-laki yang dilarang adalah Bin Laden, Saddam, Hussein, Arafat, Mujahid, Mujahidulla, Asadulla, Abdul'aziz, Syaifullah, Guldulla, Syaifiddin, Zikrullah, Nasrullah, Syamshiddin dan Pakhirdin.

Nama perempuan yang dilarang adalah Aminah, Muslimah, Mukhlise, Munise, Aisyah, Fatimah Khadijah. Semua nama-nama ini umum di antara umat Islam di seluruh dunia, terlepas dari ras.

Wakil presiden Uyghur American Association yang berbasis di Washington, Ilshat Hesen, menyebut pelarangan nama tersebut adalah "keputusan bodoh," pelanggaran hak asasi manusia, dan contoh kebijakan asimilasi ekstrim otoritas China untuk Muslim Uyghur.

"Pemberian nama anak dalam sebuah agama atau etnis adalah hak dasar manusia," katanya kepada RFA. "Bahkan dalam konstitusi dan undang-undang otonomi daerah etnis China, tidak ada yang namanya melarang nama."

Hesen mencatat bahwa beberapa pejabat tinggi  pro-China dan pro-komunis Uyghur memiliki nama khas Muslim, seperti Syaifuddin Azizi, Ismail Ahmed, Nur Bakri, sejak revolusi Cina pada tahun 1949.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom