Alfian Tandjung : Slogan "Ayo Kerja" adalah Sandi Komando Kebangkitan Kaum Proletar

JAKARTA (Jurnalislam.com) –  Ketua Taruna Muslim, Alfian Tandjung mengatakan aroma kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah sangat menyengat. Dilihat dari banyaknya sandi-sandi kebangkitan kaum proletar (masyarakat kelas kedua menurut Karl Marx) yang dikomandoi langsung oleh petinggi negeri ini, seperti slogan "Ayo kerja!". Pernyataan itu disampaikannya dalam acara Majelis Taqorrub Illalah temu pembaca Suara Islam yang bertema "Awas Ada Indikasi PKI Bangkit i Indonesiadi masjid Ibadurrahman Saharjo, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2015).

"Gerakan-gerakan ini kalau kita kita lihat sudah sulit dibantah, adanya tagline ayo kerja, ayo kerja itu tagline pemerintah Komunis, kalau saudara denger slogan ayo kerja, ayo kerja, sudah taukan siapa yang ngomong? Itu adalah sandi komando kebangkitan kaum proletar," tegasnya.

Tidak hanya itu, Alfian juga menjelaskan bahwa fenomena Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), kartu sehat dan kartu pintar merupakan praktek pelayaan masyarakat komunis.

"Kalau kita mau lihat pola-pola kerja mereka, lagu-lagu mereka, simbol-simbol mereka, nyanyian-nyanyian mereka dan berbagai pola relasi hidup sosial yang terbagun hari ini, jelas. Fenomena BPJS adalah fenomena praktek pelayanan masyarakat komunis, kartu sehat, kartu pintar adalah simbol negara-negara komunis," ungkap Alfian.

Selain itu, Alfian juga menilai masyarakat belum sadar akan bahaya PKI dan begitu dendamnya PKI kepada umat Islam.

"Tinggal nunggu nanti lagi ngaji dilempari kotoran, nanti yang wanita diseret-seret, Al Qur'an di masukin ke dalam karung dibakar. Nanti belum kejadian kaya begitu belum percaya," tuturnya.

Alfian mengungkapkan bahwa PKI-lah yang telah membunuh para ustadz pada bulan April, Mei, Juni tahun 1998 di Banten, Jawa Timur dan Jawa Tengah

"Yang membunuh ustadz, ulama, dan guru ngaji di jalur Ciamis di tahun 1999 sebanyak 200 orang itu siapa? Yang membunuh ustadz di Cianjur Selatan itu siapa? Karena yang dibunuh itu rata-rata berusia 62, 63 sampai 70 tahun dengan luka sama, perut dibelah dengan usus terburai, dan sebagai catatan saya dulu mereka pada tahun 60an adalah kader-kader Anshor," ungkap Alfian.

Menurut Alfian, PKI saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kebangkitannya.

"Mereka sedang menata diri, senyum manis, kibarkan bendera, pasang foto-foto para pimpinan mereka mulai dari DN Aidit, Nyoto, Bono, Darusman," pungkasnya. 

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.