Merasa Ada yang Janggal, Raja Saudi Perintahkan Selidiki Cepat Insiden Desak-desakan di Mina

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Raja Salman pada hari Kamis (24/09/2015) dalam sebuah pidato televisi menyatakan belasungkawa setelah lebih dari 700 orang meninggal dunia dalam insiden desak-desakan selama haji di Makkah sebelumnya, dan mengatakan ia telah memerintahkan peninjauan rencana jamaah haji di setiap negara, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Raja juga mengatakan ia telah meminta penyelidikan cepat terhadap insiden desak desakan di mana setidaknya 863 lainnya luka-luka di perempatan Street 204 di kota perkemahan Mina, beberapa kilometer sebelah timur dari Makkah.

Pada konferensi pers sebelum magrib, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Mayjen Mansour al-Turki mengatakan kepada wartawan bahwa jalan di mana insiden berlangsung "dipenuhi jamaah dalam jumlah terbanyak yang belum pernah terjadi sebelumnya " dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Turki mengatakan penyelidikan akan meninjau apa yang menyebabkan kepadatan yang tidak biasa yaitu jamaah berkumpul di lokasi kejadian. "Alasan untuk itu belum diketahui," katanya dalam konferensi pers di Mina.

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

Pejabat Saudi: 717 Jamaah Haji Meninggal Dunia Akibat Berdesakan

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Setidaknya 717 jamaah Haji meninggal dunia pada hari Kamis (24/09/2015) – dan sedikitnya 800 terluka – dalam insiden desak-desakan yang terjadi di dekat kota Mekkah di Arab Saudi, menurut pejabat Saudi.

Insiden tersebut terjadi di kota Mina, yang terletak sekitar lima kilometer sebelah timur Mekkah, tak lama setelah jamaah melempar jumroh, yaitu ibadah melemparkan batu ke struktur bangunan (tugu) yang mewakili simbol setan.

Berbicara kepada koresponden Anadolu Agency, pejabat Saudi mengatakan desak-desakan terjadi setelah ratusan jamaah haji berkumpul di satu eskalator.

Para pejabat Satuan Pertahanan Sipil Saudi mengatakan bahwa operasi untuk menemukan dan mengobati yang terluka masih berlangsung, mencatat bahwa jumlah korban meninggal dunia diperkirakan akan meningkat.

Menurut pihak berwenang Saudi, setidaknya 4.000 tenaga medis – bersama dengan 200 ambulans – telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu upaya penyelamatan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan belasungkawa kepada keluarga para jamaah yang meninggal dunia, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh presiden Turki.

"Saya memohon kepada Allah untuk menunjukkan belas kasihan pada semua saudara dan saudari Muslim yang meninggal dunia dalam kecelakaan itu," kata Erdogan.

Direktorat Agama Turki mengumumkan bahwa sampai saat ini tidak ada warga Turki yang teridentifikasi berada di antara para korban.

Wakil Presiden Direktorat Ekrem Keles mengatakan tim manajemen krisis telah dibentuk untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut.

Menurut pejabat Saudi, sekitar 2 juta Muslim dari seluruh dunia melaksanakan dalam ibadah haji tahun ini.

Insiden mematikan di hari Kamis ini terjadi dua minggu setelah 107 jamaah meninggal dunia saat sebuah derek (crane)rubuh di Masjidil Haram, yang penuh dengan jamaah Muslim pada saat kejadian.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

 

Jaish al Muhajirin wal Ansar Resmi Bergabung dengan Jabhah Nusrah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaish al Muhajirin wal Ansar (JMWA, atau Tentara Muhajirin dan Anshar) telah bersumpah setia kepada Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda. Langkah ini tidak mengherankan, karena JMWA, yang terutama terdiri dari pejuang asing, telah lama berjuang bersama Jabhah Nusrah dan faksi jihad al Qaeda lainnya di Suriah. Baiat (sumpah setia) JMWA ini dirilis melalui twitter resmi Jaish al Muhajirin wal Ansar. Jabhah Nusrah juga merilis pernyataan yang sama dalam twitternya beberapa hari kemudian, lansir The Long War Journal, Rabu (23/09/2015).

Keputusan untuk resmi bergabung dengan Jabhah Nusrah terjadi beberapa bulan setelah perombakan kepemimpinan JMWA. Pada bulan Juni, amir Jaish al Muhajirin wal Ansar, Salahuddin Shishani, dan wakilnya diganti dikarenakan Shishani melanjutkan kepemimpinan pada sebuah cabang Imarah Islam Kaukasus (ICE) di Suriah, dan bersumpah setia kepada amir ICE, Abu Usman Gimrinsky juga pengikut al Qaeda . Namun jelang beberapa bulan kemudian, Abu Usman syahid dalam pertempuran melawan pasukan Rusia pada bulan Agustus.

Pengganti Shishani mengundurkan diri dari jabatannya hanya beberapa pekan yang lalu. Beliau digantikan oleh al Mu'tashim Billah al Madani, seorang hakim pengadilan syariah terkemuka di JMWA. Madani seorang Saudi, adalah ulama terkemuka di jaringan Al Qaeda global.

Madani kukuh menentang Islamic State (IS). Awal tahun ini, beliau   adalah seorang penandatangan fatwa yang memperbolehkan untuk melawan pasukan Abu Bakar al Baghdadi di Suriah. Fatwa tersebut juga ditandatangani oleh tokoh Ulama terkemuka  Syeikh Abu Qatada al Filistini dan Syeikh Abu Muhammad al Maqdisi. Penandatangan lainnya termasuk Dr. Sami al Uraydi, seorang pejabat syariah senior Jabhah Nusrah, dan Syeikh Abdallah Muhammad al Muhaysini, yang merupakan salah satu ulama al Qaeda yang paling menonjol di seluruh Suriah.

Tanda tangan Madani bersama para pemimpin penting tersebut adalah indikasi penting dari pendiriannya. Memang, Jabhah Nusrah dan Syeikh Muhaysini, yang juga seorang Saudi, dilaporkan memainkan peran menonjol dalam reshuffle kepemimpinan JMWA ini.

JMWA adalah salah satu dari tiga kelompok dalam koalisi Ansar al Din. Dua lainnya adalah Fajr al Sham dan Sham al Islam, yang keduanya akan melanjutkan sebagai bagian dari Ansar al Din.

Semua faksi jihad yang disebutkan di atas merupakan afiliasi al-Qaeda, yang telah berupaya menyembunyikan sejauh mana sebenarnya perannya dalam perjuangan melawan rezim Syiah Assad.

Reorganisasi terbaru mungkin ada hubungannya dengan peran al Qaeda dalam pertempuran di provinsi Aleppo, di mana JMWA memiliki kehadiran yang kuat. al Qaeda dan sekutu-sekutunya, bersama dengan pejuang non-afiliasi lainnya, telah melawan IS dan rezim Syiah Bashar al Assad di provinsi utara. Sebelum kesetiaan JMWA untuk Jabhah Nusrah menjadi resmi, pejabat media dalam Ansar al Din yang dikenal sebagai Ali Sabr menyatakan dalam twitter bahwa merger resmi akan "meningkatkan aktivitas Al Qaeda di Aleppo dan daerah sekelilingnya."

JMWA ditetapkan sebagai organisasi jihad oleh Departemen Luar Negeri AS pada bulan September 2014. Pada saat itu, AS menggambarkannya sebagai "organisasi jihad yang dipimpin pejuang  Chechnya berbasis di Suriah terutama terdiri dari pejuang asing." Banyak yang telah berubah sejak saat itu, bagaimanapun, termasuk aset mereka di jajaran senior.

Evolusi JMWA sangat dipengaruhi  antara al Qaeda dan IS di Suriah. JMWA didirikan oleh Syeikh Omar al Shishani, pemimpin Chechnya yang bergabung dengan IS pada musim gugur 2013. JMWA awalnya mencoba untuk tetap netral dalam konflik  antara al Qaeda dan IS, namun aliansinya dengan Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham dan jihadis anti IS lainnya semakin jelas dari waktu ke waktu.

Dengan bergabungnya secara resmi, Jabhah Nusrah telah mengkonsolidasikan otoritasnya atas faksi JMWA yang menolak untuk mengikuti pemimpin IS. Jajaran Jabhah Nusrah akan membesar oleh hadirnya ratusan mujahidin karena kesepakatan.

Dibawah ini pernyataan mengenai bergabungnya JMWA dengan Jabhah Nusrah (dalam bahasa Arab dan Rusia);

 

Deddy | TLWJ | Jurniscom

Ribuan Kaum Muslimin Palestina Shalat Idul Adha di Al Aqsha

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Pelataran sekitar Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur, Kamis (24/09/2015) – hari pertama dari empat hari Idul Adha – dipenuhi jamaah Muslim yang melakukan shalat Idul Adha.

Ribuan umat Islam berkumpul di dalam dan sekitar Al-Aqsha hanya satu pekan setelah pembatasan masuk ke kompleks masjid oleh otoritas Israel di tengah bentrokan antara jamaah Muslim Palestina dan pemukim zionis Yahudi yang didukung oleh pasukan penjajah Israel.

Selama empat hari Idul Adha, bagaimanapun, pemerintah Israel melonggarkan pembatasan masuk ke Yerusalem untuk mereka yang berasal dari Tepi Barat yang diduduki, yang mengizinkan pria Palestina yang telah menikah berusia lebih dari 45 dan wanita di atas 30 untuk mengunjungi masjid.

Banyak dari mereka yang datang ke Yerusalem untuk merayakan hari pertama Idul Adha pada hari Kamis .

Muslim Afrika Timur yang bekerja di kota Israel, Tel Aviv. Salah satunya, Shaaban Omar, 35, mengatakan sudah kelima kalinya mengunjungi Al-Aqsha.

"Saya sangat senang ketika saya datang ke sini," Omar, yang awalnya berasal dari Eritrea, mengatakan kepada Anadolu Agency. "Saya ingin mengambil foto(masjid), Saya ingin melihat semua jamaah. "

Omar, bersama dengan ribuan orang lain, memadati jalan setapak yang mengarah ke Dome of the Rock yang terkenal, di mana kelompok-kelompok jamaah mengambil foto masjid yang dianggap oleh umat Islam sebagai situs tersuci ketiga di dunia setelah Mekkah dan Madinah.

Ammashe Haya, warga Palestina berusia 63 tahun dari Yerusalem, adalah salah satu dari mereka yang datang ke Masjid dengan keluarganya untuk merayakan hari pertama Idul Adha.

"Aku bahkan tidak bisa menjelaskannya. Saya sangat senang. Saya berharap banyak orang yang bisa datang ke sini setiap minggu," katanya.

Haya melanjutkan dengan mengeluhkan pembatasan masuk oleh pasukan Israel, yang diberlakukan pekan lalu setelah ekstremis pemukim zionis Yahudi  didukung oleh pasukan penjajah  Israel  memaksa masuk kompleks masjid selama tiga hari berturut-turut.

"Hari ini berbeda, banyak orang diizinkan masuk (kompleks masjid)," katanya. "Biasanya Anda hanya akan melihat sepuluh atau 20 jamaah di sini karena mereka (pemerintah Israel) tidak membiarkan kami."

Dia menambahkan: "Mereka (polisi) mengambil kartu identitas kami di pintu masuk … Sulit untuk orang seusia saya, kadang-kadang mereka mengalahkan kami atau membuat kami pergi ke kantor polisi untuk mengambil kartu identitas."

Setelah sholat Ied hari Kamis, sekelompok kecil pengunjuk rasa berkumpul di halaman sambil meneriakkan "Free Al-Aqsha!"

Beberapa aktivis melambaikan bendera negara asal mereka, termasuk Turki, Aljazair, Irak, dan negara-negara berpenduduk Muslim lainnya.

Selama Idul Adha, umat Islam secara turun-temurun melakukan ibadah Qurban, biasanya domba, onta  atau sapi. Karena pembatasan Israel semakin sering di Yerusalem, warga harus sering melakukan perjalanan ke Tepi Barat untuk penyembelihan.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Sedikitnya 453 Jamaah Haji Meninggal Dunia Akibat Berdesakan di Mina

MINA (Jurnalislam.com) – Pertahanan sipil Arab Saudi mengatakan bahwa setidaknya 453 jamaah meninggal dunia pada hari Kamis terinjak di kota Mina, Al Arabiya News melaporkan, Kamis (24/09/2015).

Setidaknya 719 lainnya luka-luka dalam desak desakan di persimpangan jalan di Street 204 di kota perkemahan di Mina, beberapa kilometer sebelah timur Makkah, pertahanan sipil Saudi mengatakan.

Koresponden Al Arabiya News Channel Abdulrahman Al-Osaimi melaporkan dari rumah sakit darurat Mina bahwa penyerbuan terjadi di pintu masuk jembatan Jamarat dekat Street 204, bukan di dalam area Jamarat di mana pilar jumroh terletak.

"Korban terluka telah dibawa ke empat rumah sakit lain di wilayah Mina. Beberapa korban luka telah dievakuasi oleh helikopter ke rumah sakit di kota Makkah," kata wartawan kami.

Pada pukul 02:00 waktu Makkah, pemerintah menutup beberapa jalan yang mengarah ke Jembatan Jamarat, tempat jamah sedang dalam perjalanan untuk melakukan salah satu ibadah haji terakhir, yaitu "melempar jumrah."

Tim pertahanan sipil juga mengatakan bahwa sekitar 4.000 anggota tim tanggap darurat, bersama dengan Palang Merah, dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu memimpin jamaah menuju rute yang lebih aman jauh dari tempat kejadian. Operasi penyelamatan masih berlangsung.

Berbagai cuplikan dari peristiwa tersebut menunjukkan orang-orang tergeletak di lantai sementara kru darurat mendekati korban yang terluka. Gambar di Twitter juga menunjukkan rumah sakit di daerah sekitar bersiap-siap.

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

 

AILA : Gerakan LGBT Sangat Terstruktur, Sistematis dan Massif

DEPOK (Jurnalislam.com) – Sebagai bagian dari edukasi dan sosialisasi yang dilakukan Peduli Sahabat, sebuah lembaga yang berfokus pada konsultasi, pendampingan dan informasi mengenai dunia non heteroseksual, pengurus Peduli Sahabat, Sinyo Egie bersama dengan Sekjen AILA, Rita Hendrawaty Soebagio mengisi acara seminar Holding Hands With LGBT: Bagaimana Muslim Bersikap Terhadap LGBT?.

Menurut Rita, LGBT merupakan fenomena sosial yang harus dihadapi di masyarakat dan mereka merupakan gerakan yang sangat terstruktur, sistematis dan massif.

“LGBT merupakan fenomena sosial di masyarakat yang harus kita hadapi dan merupakan sesuatu yang telah banyak dikaji di lembaga-lembaga pemikiran. Ketika kita membahas LGBT kita tidak membahas secara person per person. Ketika kita bicara dengan LGBT kita sedang menghadapi gerakan sosial yang bisa jadi teman-teman SSA tidak menyadari, mereka sangat terstruktur, sistematis dan massif melakukan gerakannya,” papar ibu tiga anak ini kepada peserta yang hadir di Auditorium Juwono Sudarsono, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Depok, Selasa (22/09/2015).

Gerakan LGBT, ungkap Pembina Peduli Sahabat ini, menjadi sangat terstruktur, sistematis dan massif karena mereka mendapatkan dana besar dari luar.

“Kenapa kita harus sama-sama menentang dan mewaspadai?, Ada dana-dana dari Eropa bahkan UN Women membiayai gerakan ini. Kita tidak sedang menumbuhkan kebencian pada seseorang. Jutaan dollar mereka kemudian tanamkan dalam gerakan massif ini, jadi ini bukan sekedar gerakan maknawi,” ungkapnya pada 250 peserta yang memadati ruangan.

Sedangkan Sinyo menerangkan bahwa ada perbedaan antara mereka yang LGBT dengan SSA (Same Sex Attraction), LGBT meminta pengakuan, meminta hak seperti hak untuk menikah dengan sesama jenis, sedangkan SSA tidak.

“SSA itu baru tertarik, LGBT itu awalnya dari SSA. Nah LGBT ini identitas sosial, sedangkan SSA ini bukan. SSA belum tentu LGBT. Nah kenapa LGBT ini bisa timbul? Nah dia pengen diakui semua, nikah dapat hak dan lainnya,” terang pemilik nama asli Agung Sugiarto ini.

Seminar yang terselenggara atas kerjasama SALAM UI dengan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang, padahal kuota awal hanya 50 peserta. Di antara peserta yang datang terdapat kelompok pro LGBT dari SGRC UI.

Peduli Sahabat merupakan sebuah lembaga di bawah Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia yang berfokus pada pendampingan, layanan maupun pemberikan informasi terkait dunia non-heteroseksual. Didirikan pada tanggal 14 Maret 2014 di Jakarta dan telah mendapatkan dukungan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kejiwaan Indonesia (PDSKJI) Seksi Spiritual dan Reliji.

Kontributor : Sarah | Editor : Ally | Jurniscom

Ustadz ABB : "Said Aqil Lebih Jelek dari Yahudi dan Komunis"

CILACAP (Jurnalislam.com) – Meskipun raganya terpenjara, namun ustadz Abu Bakar Ba'asyir masih memperhatikan perkembangan informasi seputar Islam dan umat Islam di dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah tanggapan beliau terkait pernyataan menyesatkan ketua PBNU Said Aqil Siroj baru-baru ini. Ustadz Abu mengatakan bahwa Said Aqil lebih jelek dari Yahudi dan Komunis.

"Saya tegaskan lagi bahwa Said Agil Siroj ini orangnya lebih jelek dari orang Yahudi dan Komunis," tegasnya kepada wartawan di Lapas Batu Nusakambangan, Rabu (23/9/2015).

Beliau menegaskan orang seperti Said Aqil ini lebih berbahaya bagi Islam, karena ucapannya didengar dan diikuti oleh banyak orang Islam di negeri ini.

Beliau juga menantang berdialog bagi siapa saja yang tidak setuju dengan pernyataannya tersebut.

"Apabila ada siapa saja baik ulama, mubaligh, ustadz, kyai atau orang islam yang membantah dan tidak setuju dengan keterangan saya, silahkan datang untuk berdialog dengan jujur," tandasnya.

Seperti diketahui, dalam sebuah rekaman audio ketua ormas Islam terbesar di Indonesia itu mengatakan bahwa orang berjenggot itu goblok dan kecerdasannya kurang.

Reporter : Abu Harits | Editor : Ally | Jurniscom

2 Juta Jamaah Haji Kumpul di Bukit Arafah, Arab Saudi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Jamaah Haji pada hari Rabu mulai tiba di Gunung Arafah, yang terletak sekitar 20 kilometer sebelah timur Makkah, untuk melakukan salah satu bagian yang paling penting dari ibadah haji tahunan.

Jamaah mulai bersiap-siap pindah ke Muzdalifah setelah matahari terbenam. Di sana mereka akan mengumpulkan kerikil untuk melakukan lempar jumrah (simbolis merajam setan) pada hari Kamis, yang juga merupakan hari raya Idul Adha yang dirayakan lebih dari 1,5 miliar Muslim dunia.

Di Arafah, sekitar 2 juta jamaah bersiap untuk hari pertobatan dan permohonan yang emosional. Banyak yang menangis saat mereka mengangkat tangan ke atas, meminta pengampunan dan berdoa untuk orang-orang terkasih.

Jamaah akan menandai "Hari Arafah" dengan berdoa sampai matahari terbenam dan meminta Allah untuk mengampuni dosa-dosanya.

Gunung Arafat adalah tempat di mana Nabi Muhammad Saw menyampaikan khotbah terakhirnya sekitar 1.400 tahun yang lalu pada hari kesembilan bulan Dzul Hijjah, menurut kalender bulaanan Islam.

Hari Arafah juga signifikan bagi umat Islam yang tidak melakukan ibadah Haji. Banyak umat Islam berpuasa pada hari Arafah.

Pihak berwenang di Arab Saudi menyediakan keamanan dan fasilitas medis untuk para jamaah yang melakukan perjalanan ke tempat suci.

Pada hari Kamis (24/09/2015), setelah Hari Arafah, Muslim akan mulai merayakan tiga hari Idul Adha, atau "Hari Raya Qurban".

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Presiden Turki dan Pemimpin Palestina Hadiri Peresmian Masjid Central Moskow

RUSIA (Jurnalislam) – Masjid Central Moskow yang baru akan dibuka hari Rabu  (23/09/2015) di hadapan ribuan umat Islam dan tamu VIP asing, pada waktu Idul Adha (Hari Raya Qurban).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas telah melakukan perjalanan untuk menghadiri upacara tersebut.

Gedung Masjid Central Moskow yang baru itu didirikan di atas tempat bangunan bersejarah yang dibangun pada awal abad ke-20 dan diruntuhkan pada tahun 2011.

Sebuah tempat sholat yang dapat menampung hingga 10.000 orang, masjid ini dibangun bersama oleh Departemen Agama Turki dan Yayasan Agama Turki. Masjid dikelola oleh Administrasi Keagamaan Masjid Central Moskow dengan interior masjid dibangun dalam gaya Ottoman klasik.

Total luas masjid berlantai enam itu telah tumbuh 20 kali lipat, dari 980 meter persegi menjadi 19.000 meter persegi. Masjid baru dapat menampung hingga 10.000 jamaah. Bangunan ini memiliki enam lift dan peralatan bagi penyandang cacat.

Masjid dimahkotai oleh kubah utama, dua menara besar, menara kecil dan empat menara. Kubah utama berukuran 46 meter dan memiliki diameter 27 meter. Menara kecil ditempatkan di atas bagian bersejarah bangunan. Puncak menara kecil berukuran 5,7 meter.

Biaya pembangunan Masjid Central Moskow sekitar $ 170 juta.

Menurut berbagai perkiraan, terutama selama hari raya utama, hingga 100.000 orang berkumpul di luar masjid pusat saja sehingga menyebabkan kepadatan di jalan-jalan dan ruang-ruang di dekatnya, menurut RBTH.

"Saya senang bahwa Moskow sekarang akan memiliki sebuah masjid besar dan modern," Albir Sharafutdinov mengatakan. "Namun saya pikir mungkin lebih berguna jika menghabiskan uang tidak untuk membangun satu masjid besar tapi beberapa masjid lebih kecil di bagian lain kota. Dibutuhkan satu atau satu jam setengah untuk sampai ke sini dari pinggiran kota.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Mufti Saudi pada Khutbah Arafah: Bahaya Pembagian Masjidil Aqsha Oleh Yahudi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Mufti Kerajaan Saudi Arabia, Syeikh Abdul Aziz Alu Syekh, Rabu (23/09/2015) siang mengingatkan bahaya dari rencana yahudi membagi Masjidil Aqsha, Infopalestina melaporkan.

Dalam khutbah Arafah, Mufti Saudi mengatakan, “Wahai sekalian kaum muslimin, Masjidil Aqsha saat ini mengadu kepada Allah, kemudian kepada umat Islam atas kejahatan dan penodaan yang dilakukan kaum yahudi terhadapnya, serta penghinaan dan larangan shalat di dalamnya.”

Dari Masjid Namirah, usai shalat dhuhur dan ashar jamak dan qashar, Alu Syeikh menyebutkan, kaum yahudi memanfaatkan kesibukan kaum muslimin dengan urusan internal mereka, untuk membagi dan menghinakan Masjidil Aqsha Mubarak.

Syekh Abdul Aziz juga membahas keutamaan haji dan tujuannya yang agung, serta nasihat bagi umat Islam terkait kondisi saat ini, dan menyerukan kaum muslimin agar mewaspadai arus ekstrimis dan menyimpang.

Masjid Namirah merupakan salah satu tempat penting di Arafah, ratusan ribu tamu Allah menunaikan shalat dhuhur dan ashar di hari Arafah dengan menjamak dan mengqoshor, mengikuti tatacara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom