Pesawat-pesawat Tempur Iraq Klaim Membom Konvoi Abu Bakr al-Baghdadi di Anbar

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur pemerintah Irak membom konvoi  pasukan Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin Islamic State (IS), di provinsi Anbar di barat Irak, Kementerian Dalam Negeri Irak mengumumkan pada hari Ahad (11/10/2015).

Namun Kementerian itu menambahkan bahwa nasib pemimpin IS tersebut masih tetap tidak diketahui.

Mengutip pernyataan yang dikaitkan dengan intelijen Irak "berdasarkan info intel yang akurat dan koordinasi dengan pimpinan operasi militer gabungan ", kementerian menegaskan bahwa angkatan udara Irak pada hari Ahad melakukan serangan yang "ditujukan ke arah konvoi pasukan Abu Bakar al-Baghdadi dan membom tempat pertemuan para pemimpin IS ".

Pesawat tempur Irak, pernyataan tersebut menambahkan, menyerang konvoi al-Baghdadi "saat sedang menuju ke Karabilah untuk pertemuan".

Karabilah adalah sebuah daerah di kabupaten Al-Qa'im, Irak, yang terletak di provinsi Anbar sekitar 380 kilometer di sebelah barat Ramadi.

"Tempat pertemuan itu sendiri juga dibom, menewaskan dan melukai banyak pemimpin IS," tambah pernyataan itu.

Pernyataan tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa status al-Baghdadi dan lokasi saat itu "masih belum diketahui".

Media lokal dan internasional sebelumnya melaporkan bahwa al-Baghdadi terluka dalam sebuah serangan udara 18 Maret di distrik Baaj provinsi Nineveh dekat perbatasan Suriah.

Deddy | Anadolu Agency| Jurniscom

Voice Of Jihad: ”Kini Taliban Kuasai Distrik Kandahar”

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Saat  Imarah Islam Afghanistan (Taliban) terus menekan serangan di Afghanistan utara, Taliban tetap aktif di selatan juga. Hari ini, Ahad (11/10/2015), Taliban melaporkan menguasai distrik Ghorak di bagian barat laut provinsi Kandahar. Dari Voice of Jihad, media resmi  Imarah Islam Afghanistan:

Pusat kabupaten Ghorak dan pos pemeriksaan sekitarnya telah berada di bawah serangan Mujahidin selama beberapa hari terakhir dan akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh Mujahidin semalam.

Serangan final yang berlangsung tadi malam mengakibatkan Mujahidin menduduki pusat pemerintahan kabupaten, gedung markas polisi dan pos pemeriksaan besar terdekat, menewaskan total 20 orang bersenjata dan merebut 3 kendaraan, APC, 23 jenis senjata yang bervariasi dan peralatan lainnya.

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah 21 orang bersenjata dari pos pertahanan yang sama menyerah, 2 pos pemeriksaan dikuasai dan 12 prajurit komando tewas ketika mencoba untuk mempertahankan markas mereka pada hari Jumat.

Laporan The Long War Journal  mengatakan, walaupun pernyataan Taliban tersebut belum dikonfirmasi oleh pers Afghanistan, namun Taliban secara akurat terbukti bahwa kabupaten itu telah dikuasai pada waktu lalu.

Kontrol Taliban atas sejumlah wilayah kabupaten di selatan membentang dari Farah hingga Helmand, Uruzgan, dan sekarang Kandahar. Taliban dapat menggunakan kehadirannya di wilayah-wilayah ini untuk mengancam Lashkar Gah, ibukota provinsi Helmand, atau kota Kandahar. Hilangnya kota akan menjadi pukulan besar bagi pemerintah Afghanistan.

Pasukan pemerintah Afghanistan melemah karena berusaha melawan Taliban di berbagai bidang. Jika situasi pemerintah Afghanistan terus memburuk di utara, militer pemerintah Afghanistan kemungkinan terpaksa akan menyerahkan wilayah di selatan.

Deddy | Jurniscom

Sedikitnya 4 Tank Musuh Hancur dalam Serangan Mujahidin IIA

KAPISA (Jurnalislam.com) – Laporan menunjukkan setidaknya 6 tentara boneka tewas dan tiga lainnya luka-luka di distrik Nijrab provinsi Kapisa pada hari Ahad, 11 Oktober 2015, El Emarah News melaporkan.

Dua tank lapis baja juga hancur dalam pertempuran hari Ahad di Kapisa.

Dalam laporan berita lain, Mujahidin Imarah Islam mengejutkan konvoi musuh di tempat lain di Nijrab, memicu tembak-menembak di mana empat tentara boneka tewas dan sebuah tank yang ditembak dengan roket hancur pada Ahad malam.

Sedangkan di ibukota provinsi Logar sedikitnya empat tentara NATO yang berada dalam tank lapis baja terbunuh ketika Mujahidin menyerang dengan IED juga pada hari Ahad.

Di hari yang sama seorang komandan Arbaki yang terkenal dengan reputasi pelecehan dan kebrutalan terbunuh dalam serangan bom oleh Mujahidin di tempat lain di kota Pol-e-Alam, ibukota provinsi Logar.

 

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Korban Ledakan Aksi Damai di Turki Meningkat, 95 Orang Tewas dan 246 Terluka

ANKARA (Jurnalislam.com) –  Setidaknya 95 orang tewas dan 246 lainnya luka-luka dalam ledakan bom kembar pada hari Sabtu yang menargetkan aksi damai di ibukota Turki Ankara, kantor perdana menteri mengatakan, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (11/10/2015).

Empat puluh delapan orang masih dalam perawatan intensif, menurut pernyataan dari Pusat Koordinasi Perdana Menteri hari Sabtu.

Lima puluh dua dari mereka yang tewas telah diidentifikasi, tambahnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional bagi para korban.

Meskipun identitas pelaku masih belum diketahui, Davutoglu – berbicara pada Sabtu malam – mengatakan ada "tanda-tanda yang sangat kuat" bahwa ledakan Ankara dilakukan oleh dua pembom bunuh diri (istisyhad).

Para pejabat keamanan yang berbasis di ibukota – dan yang tidak ingin diidentifikasi – mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan itu dilakukan oleh dua pembom  menggunakan bahan peledak TNT, dengan tambahan bola logam untuk membuat proyektil.

Polisi mengatakan mereka telah menemukan bagian-bagian tubuh yang tampaknya milik kedua pembom dan berusaha mengidentifikasi mereka. Pihak berwenang juga memeriksa rekaman kamera keamanan dari daerah ledakan.

Para pejabat Ankara juga mengatakan metode serangan dan jumlah bahan peledak yang digunakan menyerupai bom Suruc mematikan pada 20 Juli tahun ini. Puluhan orang tewas di kota Turki selatan ketika ledakan bom menghantam sebuah pertemuan aktivis pro-Kurdi.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Perlawanan Rakyat Palestina Terus Berkobar di Tepi Barat

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Puluhan warga Palestina terluka dalam bentrokan sengit pada hari Ahad (11/10/2015) di sejumlah lokasi di Tepi Barat, di Tulkarm, Betamara Hebron, perlintasan Hawarah Nablus, dan Abu Deis Al-Quds.

Koresponden Pusat Informasi Palestina mengatakan, puluhan aktivis perlawanan Palestina mengalami luka tembak peluru karet dalam bentrokan di Betamar, dan sejumlah granat yang dilemparkan membakar sejumlah rumah.

Para mahasiswa di Tepi Barat menggelar aksi protes di sejumlah lokasi yang bersinggungan langsung dengan tentara zionis.

Lebih dari 20 warga mengalami luka-luka dalam bentrokan sengit di perlintasan Hawarah, Nablus Selatan, Tepi Barat Utara.

Sumber medis menegaskan kepada koresponden Pusat Informasi Palestina, semua korban luka disebabkan peluru tajam dan peluru karet, beberapa terkena di perut dan punggung.

Seorang wartawan, Romi Suwaidan mengalami luka tembak di betisnya, saat ini semua korban luka dirujuk ke RS Rafidia.

Saksi mata melaporkan, sniper Israel berkonsentrasi di pos pengawasan di perlintasan, mereka menembaki langsung para pemuda yang melempari pasukan Israel dengan batu dari jarak dekat.

Para mahasiswa kampus An-Najah menggelar aksi solidaritas membela Al-Aqsha di perlintasan Hawarah, beberapa bis mengangkut ratusan mahasiwa ke ujung jalan Al-Quds, kemudian mereka bertolak ke perlintasan Hawarah, dan berujung dengan bentrokan sengit dengan pasukan penjajah Israel.

Pada saat yang bersamaan, bentrokan di kawasan kampus Al-Quds, di kota Abu Deis Al-Quds Timur, 30 orang warga mengalami luka-luka.

Di Tulkarm, bentrokan sengit berlangsung dekat kampus Khuduri, antara pasukan Israel dan para mahasiswa Palestina, puluhan mahasiswa mengalami sesak napas akibat tembakan gas air mata.

Bentrokan serupa berlangsung di perlintasan Jalmah, Jenin Utara.

Pada siang hari setelah dhuhur terjadi bentrokan antara puluhan pemuda dan pasukan Israel di gerbang utara kota Birah, Tepi Barat.

Para pemuda bertolak menuju kawasan pemukiman yahudi, dan melempari tentara zionis dengan batu, kemudian membakar ban, yang dibalas dengan tembakan gas air mata oleh pasukan penjajah Israel.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Pengamat Sosial : Kabut Asap Bukan Bencana Alam, tapi Karena Ulah Tangan Manusia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat sosial politik Jambi Makmun Wahid S.IP, MA menegaskan bahwa kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sumatera bukan merupakan bencana alam. Menurutnya, kabut asap merupakan bencana yang sengaja dibuat oleh tangan manusia.

"Ini bukan bencana yang terjadi karena alam, tetapi karena disengaja. Dan kareanegara kurang pengawasan," tegasnya kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Sabtu (10/10/2015).

Makmun menganggap jika persoalan kabut asap disebut bencana alam, maka pertanggungjawabannya tidak lagi diberikan kepada pelaku pembakaran lahan.

"Jangan sampai kita tergiring dan menyebut ini sebagai bencana alam. Karena ketika ini disebut bencana, itu menjadi persoalan yang tidak harus dipertanggungjawabkan oleh pihak-pihak yang melakukannya. Itu kan salah kaprah!" tandasnya.

Makmun mengajak masyarakat khususnya masyarakat Jambi, untuk tidak menghabiskan energinya untuk menyalahkan pemerintah.

"Begitupun dengan pemerintah, bukan saatnya untuk berkilah dengan menyalahkan kondisi alam. Ini harus menjadi pengalaman yang perlu kita sikapi bersama. Peran serta masyarakat menjadi penting, baik itu dalam hal pengawasan maupun berperan aktif dalam menjaga hutan ke depannya," ujar alumi UGM itu.

Ia berharap pemerintah untuk bertindak lebih tegas dalam hal pembuatan aturan maupun izin-izin pengelolaan hutan.

"Jika ada yang pelanggaran, maka perlu ada hukuman yang membuat efek jera. Agar ke depan hal-hal begini tidak terulang lagi," pungkasnya.

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

 

 

‘Bencana’ Kabut Asap Akibat Pemerintah Memberi Izin Pengelolaan Hutan kepada Pihak Swasta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Diberikannya ruang seluas-luasnya kepada pihak swasta untuk mengelola hutan produtif adalah salah satu penyebab utama maraknya pembakaran hutan yang menyebabkan bencana kabut asap di pulau Kalimantan dan Sumatera. Pandangan tersebut ditegaskan oleh pengamat sosial politik Jambi, Makmun Wahid S.IP, MA saat dimintai tanggapannya terkait 'bencana' kabut asap di kotanya.

"Jadi semenjak era desentralisasi, semua daerah seolah-olah berlomba untuk meningkatnya PAD (Pendapatan Asli Daerah-red)-nya. Salah satunya lewat izin pengelolaan hutan. Diberikannya ruang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk mengelola hutan produktif yang menjadi lahan industri, saya kira itu menjadi penyebab maraknya pembakaran lahan akhir-akhir ini," ujar pria alumni UGM itu kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Sabtu (10/10/2015).

Penyerapan PAD sebesar-besarnya memang untuk kesejahteraan daerah tersebut. Namun, menurutnya, kesejahteraan itu jangan hanya dilihat dari pencapaian yang bersifat materil saja. 

"Kita perlu mempertimbangkan ulang arti dari kesejahteraan itu sendiri. Niatan pemerintah soal penyerapan PAD sebesar-besarnya itu kan ujungnya kesejahteraan. Cuma kalau tidak mempertimbangkan aspek-aspek ramah lingkungan, itu kan menjadi persoalan baru. Jadi, persoalan kesejahteraan gak bisa cuma dilihat dari capaian-capaian yang bersifat materil. Tetapi juga bicara soal kebahagiaan kebebasan, dalam hal ini kebahagiaan dan kebebasan masyarakat dalam menghirup udara segar," lanjutnya.

Makmun yang saat ini tinggal di Jambi kota, merasakan langsung dampak dari kabut asap yang dalam dua bulan terakhir menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan. Ia mengaku harus melakukan perjalanan ke Palembang untuk bisa berpergian menggunakan pesawat.

"Kita butuh waktu 5 jam perjalanan ke Palembang. Udah lebih satu bulan juga anak sekolah diliburkan. Tapi kemarin udah agak mendingan, karena ada turun hujan," ujar Makmun.

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

Jabhah Nusrah dan Ahrar Syam Rebut Bukit Quneitra dari Rezim Assad, Titik Strategis Pinggiran Kota Damaskus

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda, dan Ahrar al Syam, sebuah kelompok al Qaeda yang erat bekerjasama dengan Jabhah Nusrah, berhasil merebut Bukit PBB di Quneitra, dan mengatakan bahwa para mujahidin telah mengusir pasukan rezim Nushairiyah Assad keluar dari bukit tersebut, lansir The Long War Journal, Sabtu (10/10/2015).

Bukit PBB adalah sebuah bukit yang dianggap sebagai titik strategis untuk mendekat ke pinggiran kota Damaskus.

Di setiap peristiwa, baik itu Front Selatan, Jabhah Nusrah maupunAhrar al Sham selalu menyebutkan perannya dalam pertempuran pada masing-masing akun sosial media mereka. Seorang juru bicara Front Selatan mengumumkan "pembebasan" Bukit PBB pada pakan Twitter-nya. Front selatan juga menerbitkan pernyataan yang mengklaim kemenangan.

Jabhah Nusrah membukukan pernyataan serupa pada salah satu feed resminya. Jabhah Nusrah menindaklanjuti dengan gambar dari adegan pertempuran.

Secara terpisah, Ahrar al Syam men-tweeted sebuah peta yang menunjukkan kemajuan pasukan mereka di daerah tersebut. Gambar yang diposting oleh Jabhah Nusrah dan Ahrar al Syam dapat dilihat di bagian bawah ini.

Front selatan mengumumkan serangan baru yang dipimpin FSA di Quneitra pada bulan Juni. Pada saat itu, juru bicara kelompok, Issam Al Reis, mengatakan semua fraksi yang berpartisipasi telah menandatangani "pakta resmi pertahanan bersama" yang secara eksplisit mengecualikan Jabhah Nusrah.

Front selatan telah "melarang #Nusrah bergabung dengan operasi ini," karena mereka "tidak berbagi visi yang sama untuk membebaskan #Suriah yang sedang kami perjuangkan dalam #FSA," Al Reis menulis di Twitter-nya pada 16 Juni.

Hanya beberapa hari setelah penolakan publik Al Reis 'mengenai kerjasama dengan lengan al Qaeda di Suriah, Ahrar al Syam, Jabhah Nusrah dan faksi faksi jihad  di wilayah tersebut mengumumkan pembentukan sayap selatan Jaysh al Fateh (Tentara Penaklukan). Koalisi yang dipimpin para mujahidin yang didirikan pada tanggal 20 Juni ini, dirancang menjadi alternatif bagi faksi faksi jihad di wilayah Selatan.

Pembentukan koalisi itu juga dimaksudkan untuk memperkuat keberhasilan mujahidin di provinsi Idlib utara. Jaysh al Fateh merebut kota Idlib pada akhir Maret, dan kemudian menyerbu banyak provinsi lain yang tersisa di pekan pekan berikutnya.

Deddy |TLWJ | Jurniscom

 

2 Ledakan Hantam Aksi Damai di Turki, 30 Orang Tewas, 126 Luka-luka

ANKARA (Jurnalislam.com) – Ledakan kembar menargetkan aksi damai di ibukota Turki, Ankara, pada hari Sabtu (10/10/2015), menewaskan sedikitnya 30 orang dan 126 lainnya luka-luka, Anadolu Agency melaporkan.

Korban – dilaporkan oleh kementerian dalam negeri – sebagian besar terdiri dari orang-orang yang sedang berkumpul di luar stasiun kereta api utama untuk menghadiri demonstrasi di pusat kota untuk menyerukan diakhirinya konflik baru antara PKK dan negara Turki.

Sekitar 14.000 orang diketahui sedang berada di lokasi pada saat ledakan. Petugas bekerja untuk mengkonfirmasi jumlah korban, seorang juru bicara polisi Ankara mengatakan.

Sebuah video di media sosial menunjukkan lingkaran anak muda sedang menari dan menyanyi sebelum ledakan meletus di latar belakang.

Setelah serangan, mayat-mayat terbaring di depan stasiun di Hipodrum Street dan paramedis memeriksa korban yang terluka sedangkan helikopter polisi berputar-putar di atas. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Polisi kemudian memperingatkan kerumunan orang untuk membubarkan diri khawatir akan terjadi ledakan susulan.

Penyelenggara demo mengajak orang melalui pengeras suara untuk memberikan darah, seorang koresponden Anadolu Agency di tempat kejadian mengatakan.

Kantor presiden mengatakan Bulan Sabit Merah Turki belum mengeluarkan imbauan untuk donor darah.

Spanduk dan bendera protes berserakan di tanah dan anggota masyarakat membantu membawa korban luka ke dalam ambulans dan bus untuk membawa mereka ke rumah sakit.

Layanan darurat bergegas ke tempat kejadian setelah ledakan terjadi di pukul 10:05 waktu setempat (08.05 GMT).

Kementerian kesehatan mengatakan 56 ambulans dan lima helikopter ambulans udara dikirim ke lokasi ledakan. Semua rumah sakit di ibukota telah merawat korban.

Daerah ledakan ditutup dengan cepat saat polisi memulai penyelidikan mereka.

Orang berkumpul di luar stasiun untuk demonstrasi yang akan diadakan di dekat Sihhiye Square, menurut polisi. Demo, yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Perdagangan Sektor Publik (the Confederation of Public Sector Trades' Unions/KESK), adalah untuk menyerukan diakhirinya konflik antara PKK dan negara Turki.

Saksi mata mengatakan ada dua ledakan berturut-turut dalam hitungan detik – kemudian dikonfirmasi oleh kementerian dalam negeri – dan ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa setidaknya satu pelaku bom bertanggung jawab.

Serangan itu dilakukan sebelum kerumunan mencapai Sihhiye Square, di mana polisi telah membentuk penjagaan keamanan.

Dalam sebuah pernyataan, kepala jaksa penuntut umum Ankara mengatakan penyelidikan sedang berlangsung dengan lima jaksa mengambil alih.

Layanan kereta api tertunda di stasiun kereta api setelah ledakan, kata Kereta Api Negara Turki (Turkish State Railways). Beberapa jendela stasiun hancur oleh kekuatan ledakan.

Ledakan itu terjadi di tengah kekerasan baru antara PKK dan negara Turki. Turki sedang mempersiapkan pemilihan umum pada 1 November untuk memecahkan kebuntuan politik yang dihasilkan dari pemilu bulan Juni, yang dirusak oleh kekerasan termasuk serangan bom pada pawai Partai Demokrat Rakyat yang menewaskan empat orang.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Taliban Afghanistan Tembak Jatuh 2 Helikopter AS di Parwan dan Kunduz

PARWAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam menembak jatuh sebuah helikopter besar milik AS yang terbang pada ketinggian rendah kemarin malam di Afghanistan utara dengan roket, menewaskan semua orang yang berada di dalam helikopter, Al-Emarah News melaporkan pada hari Sabtu (10/10/2015).

Laporan awal dari tempat kejadian menunjukkan bahwa helikopter terbakar dan jatuh berkeping-keping di kabupaten Bagram provinsi Parwan Sabtu larut malam karena ditembak oleh Mujahidin.

Penembakan tersebut adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan baru-baru dan merupakan serangan kedua yang menjatuhkan helikopter AS selama 24 jam terakhir.

Serangan pertama terjadi ketika helikopter AS yang sedang mencoba untuk menjatuhkan persediaan dan senjata ke posisi musuh di Kabupaten Imam Sahib provinsi Kunduz diserang Mujahidin pada hari Jumat (09/10/2015), menyebabkan helikopter kehilangan kendali dan menabrak tiang listrik.

Helikopter jatuh ke tanah setelah menabrak tiang dan hancur, membunuh seluruh awak dan penumpangnya.

Deddy | Shahamat | Jurniscom