3 Pemukim Yahudi Tewas dan 30 Terluka dalam 4 Aksi Serangan di Al Quds dan Tel Aviv

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Infopalestina melaporkan, Selasa (13/10/2015), tiga pemukim zionis tewas dan 30 lainnya luka-luka, 6 di antaranya kritis, dalam 4 operasi serangan di Al-Quds dan Tel Aviv.

Canel 10 Israel menyebutkan 3 pemukim zionis tewas, dan 30 lainnya  terluka, 6 diantaranya kritis, dalam operasi serangan di Al-Quds, sementara pelaku seranga, Fadhi Aliyan dan Bilal Ghanim gugur syahid.  

Sebelumnya harian Yediot Aharonot Israel menyatakan, 2 pemukim zionis tewas dan 17 lainnya terluka, dalam operasi penabrakan dan penembakan bis di Al-Quds di jalan “Muluk Israel”.

Menurut sumber Israel, seorang Palestina menabrak beberapa pemukim zionis dekat pemukiman Malachi, Al-Quds Barat.

Situs Israel Wa La menjelaskan, pelaku penyerangan menggunakan bis tersebut berusia antara 22 dan 24 tahun, salah satunya menyerang dengan pisau dan lainnya melancarkan tembakan menggunakan pistol.

Sejumlah media Israel menyebutkan, dua orang zionis terluka akibat serangan penikaman, pelaku penyerangan gugur syahid, dan sebelumnya terjadi serangan serupa di kawasan.

Pasca serangan penikaman di Ra’ana, media Israel menyatakan pelaku berhasil ditangkap, dan satu lainnya tengah diburu.

Dan pelaku kedua berhasil ditangkap saat melakukan operasi penikaman kedua, tanpa ada keterangan lanjutan.

Sementara itu harian Ha’aret Israel menulis; “Hari yang menakutkan di Israel…4 operasi serangan dalam 2 jam.”

Syahid Bilal Ghanim, aktifis organisasi Islam dan Mahasiswa Universitas Al-Quds, lahir 9/1/1994, tinggal di Jabal Mukabbir.

Pernah ditangkap Israel pada 1/9/2013, dan mendekam di penjaranya 14 bulan. Bebas dari penjara Negev pada 5/10/2014

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Uni Eropa Kutuk Serangan Rusia pada Pasukan Dukungan Barat

LUXEMBOURG (Jurnalislam.com) – Menteri luar negeri Uni Eropa mengutuk serangan udara Rusia pada hari Senin (12/10/2015) terhadap pasukan yang didukung Barat di Suriah dan memperingatkan bahwa serangan mereka berisiko memperpanjang konflik, menurut pernyataan rancangan yang dilihat oleh Reuters.

"Serangan militer Rusia baru-baru ini terhadap IS dan juga kepada  kelompok yang ditunjuk PBB sebagai milisi lainnya, serta terhadap kelompok oposisi moderat, menjadi perhatian yang mendalam, dan harus segera dihentikan," draft yang disiapkan oleh duta besar Uni Eropa mengatakan.

"Eskalasi militer ini berisiko memperpanjang konflik, merusak proses politik, memperparah situasi kemanusiaan dan meningkatkan radikalisasi," kata draft.

Menteri luar negeri Uni Eropa bertemu di Luxembourg pada hari Senin.

Pemboman Rusia terhadap para pejuang anti rezim Assad membantu pasukan rezim pro-pemerintah merebut kembali wilayah di Suriah selama akhir pekan dan pada hari Senin, berakibat kemunduran di pihak kelompok oposisi yang didukung oleh Turki dan Amerika Serikat.

Deddy | AFP  | Reuters | Jurniscom

 

AS Suplai 50 Ton Amunisi untuk Pasukan Koalisi Arab Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan koalisi pimpinan AS telah menerjunkan amunisi untuk pasukan dukungannya Koalisi Arab Suriah (the Syrian Arab Coalition/SAC) di Suriah utara, kata seorang juru bicara militer AS pada hari Senin (12/10/2015), saat cabang al-Qaeda di Suriah bertempur melawan Rusia, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Langkah ini menyusul pengumuman Pentagon pekan lalu bahwa AS akan menghentikan program melatih kelompok oposisi moderat yang banyak dikritik, dan akan fokus pada upaya melengkapi kelompok pasukan yang aktif, telah dipilih dan disaring dengan hati-hati.

Kolonel Steve Warren, juru bicara kelompok pimpinan AS berbasis di Baghdad, mengatakan bahwa amunisi telah diberikan kepada kelompok tersebut yang katanya  selama berbulan-bulan berperang melawan kubu IS di Raqqa.

Koalisi, yang terdiri dari beberapa kelompok Arab yang lebih kecil, termasuk diantaranya 4.000 dan 5.000 pejuang dan pasukan AS secara hati-hati memeriksa pemimpin kelompok itu, kata Warren.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya akan bisa menyerang target IS yang diidentifikasi oleh pejuang SAC di darat, tambahnya.

"Pasukan koalisi melakukan airdrop pada hari Ahad (11/10/2015) di Suriah utara untuk memasok pasukan darat lokal SAC dalam operasi melawan IS," kata juru bicara Komando Pusat AS Kolonel Patrick Ryder dalam sebuah pernyataan.

Berbicara pada kondisi anonimitas, seorang pejabat AS mengatakan kepada AFP bahwa airdrop tersebut termasuk 50 ton amunisi dan granat tangan.

Pentagon harus menyiapkan program senilai $ 500 juta untuk melatih ribuan pemberontak Suriah di Turki dan Yordania setelah banyak yang gagal melewati proses penyaringan atau digagalkan oleh faksi jihad Suriah bahkan ada satu kelompok pasukan khusus bentukan AS memberikan amunisi dan peralatan militer lainnya kepada afiliasi Al-Qaeda, Jabhah Nusrah.

Pada hari Senin pemimpin (Amir) Jabhah Nusrah Suriah, sebuah cabang resmi al-Qaeda di Suriah, mengarahkan koalisi faksi jihad Suriah untuk meningkatkan serangan terhadap kubu rezim Syiah Bashar al-Assad sekte Alawit dalam serangan balasan atas pembunuhan Muslim Sunni tanpa pandang bulu oleh Rusia.

Pesan audio dari Amir Jabhah Nusrah Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, yang telah diposting di YouTube, mengatakan intervensi militer Rusia sejak pekan lalu itu bertujuan menyelamatkan pemerintahan rezim Assad dari kehancuran tetapi ditakdirkan mereka  untuk gagal, walaupun mendapat dukungan militer Iran dan Hizbullah sebelumnya.

"Tidak ada pilihan selain meningkatkan pertempuran dan menargetkan kota-kota serta desa-desa Alawite di Latakia dan saya menyerukan semua faksi jihad untuk … sehari memukul desa mereka dengan ratusan rudal seperti yang mereka lakukan pada kota dan desa-desa Sunni," kata Syeikh al Jaulani.

Jabhah Nusrah, faksi jihad Muslim Sunni, adalah salah satu kekuatan yang paling kuat melawan rezim pemerintah Suriah dalam perang yang semakin kompleks dan intervensi Rusia hanya memperburuk keadaan.

Sementara itu, mediator PBB yang mencoba mengadakan pembicaraan damai Suriah mengatakan pada hari Senin bahwa mereka mendesak Rusia dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan untuk mencegah eskalasi militer yang bisa menghancurkan negeri.

Staffan de Mistura mengatakan, meskipun perbedaan mereka tampak begitu dalam, Moskow dan Washington mungkin tidak mampu membangun kelompok pengarah perdamaian yang kohesif di negara tersebut.

Deddy | Alrabiya | Jurniscom

Seorang Warga Yahudi Tewas Ditikam Pemuda Al Quds di dalam Bus

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Media-media Israel secara resmi mengumumkan seorang warga pemukim Yahudi tewas akibat luka parah yang dideritanya dalam serangan penikaman oleh dua pemuda Palestina di dalam bus penumpang di wilayah Pasgat Zev dekat kamp pengungsi Safat di tengah kota Al-Quds, Infopalestina melaporkan, Senin (12/10/2015).

Media massa Israel menegaskan, sebanyak 3 orang warga pemukim yahudi mengalami luka dalam aksi penikaman tersebut. Salah satunya kemudian dinyatakan tewas akibat lukanya. Sementara dua lainnya kondisinya parah dan ditangani di ICU salah satu rumah sakit Israel.

Israel juga menyatakan, kedua pelaku penyerangan yakni dua pemuda Palestina; Ahmad Munashirah (15) dan Muhammad Munashirah (14) dari kamp pengungsi Sufat di Al-Quds tengah.

Berdasarkan saksi mata, kendaraan ambulan dalam jumlah besar dan personel polisi Israel datang ke TKP.

Serangan penikaman ini yang ketiga kalinya sejak Senin pagi.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Rusia, AS dan Saudi Belum Temukan Solusi Akhir Krisis di Suriah

RUSIA (Jurnalislam.com) – Moskow, Washington dan Riyadh "belum" menyetujui solusi akhir untuk krisis Suriah, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Senin (12/10/2015). tetapi mengatakan ada kemajuan yang jelas dalam pembicaraan antar negara-negara yang terlibat dalam konflik di sana.

Pernyataan Lavrov itu muncul setelah Presiden Vladimir Putin pada hari Ahad (11/10/2015) bertemu dengan Deputi Putra Mahkota Arab Mohammed bin Salman di sela-sela Grand Prix Rusia di Sochi, Rusia.

Keduanya membahas Suriah dan langkah-langkah untuk membangun proses perdamaian di negara yang dilanda perang tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan pada hari Senin bahwa Ankara akan mengadakan pembicaraan dengan Rusia dan Iran untuk menemukan solusi politik di Suriah tetapi tidak akan mengambil sikap kebijakan luar negeri yang "melegitimasi rezim Suriah."

Davutoglu mengatakan dalam sebuah wawancara di NTV bahwa serangan udara Rusia di Idlib dan Aleppo di Suriah bisa menyebabkan lebih banyak lagi pengungsi yang masuk ke Turki.

Deddy | AFP | Reuters | Jurniscom

AMKM Kritisi Melemahnya Pemuda dan Mahasiswa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kordinator Aliansi Kalimantan Menggugat (AMKM) Abdan Syakura mengkritisi melemahnya kepekaan pemuda dan mahasiswa terhadap keadaan bangsanya sendiri.

"Sekarang pemuda dan mahasiswa lebih memilih menikmati dunianya sendiri. Coba kita bandingkan banyak mana buku sama handphone mahasiswa. Kalau hari ini satu mahasiswa punya tiga handphone, belum tentu dia punya satu buku. Ini persoalan dari mahasiswanya," kata Abdan dalam acara diskusi publik ‘Negara Darurat, Mahasiswa dan Pemuda Kemana?’ di Kantor Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).

Abdan menambahkan, kampus juga tak mampu membentuk mahasiswanya yang kritis di tengah keadaan negeri seperti ini. Kampus hanya menekankan belajar dalam bentuk teori semata

"Saya tanya kepada kalian berapa banyak dosen pada hari ini menginspirasi? Berapa sih dosen-dosen kalian yang hari ini turun ke jalan membela membela rakyat miskin? Taktis tidak ada, wajar saja dunia kuliah kita tidak pernah menyentuh persoalan-persoalan rakyat kecil pada hari ini," terang koodinator AMKM itu.

Dalam diskusi yang diikuti oleh sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda itu, AMKM mendesak Jokowi untuk turun dari jabatannya sebagai presiden karena dinilai tak mampu menyelesaikan persoalan bangsa.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Gerakan Pelajar Islam Indonesia (GPII), Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Himmah Al Wasliyah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan beberapa elemen lainnya.

Reporter : Irfan | Editor : Ally | Jurniscom

Dinilai Dzalim, Aliansi Mahasiswa Desak Jokowi Lengser

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aliansi Mahasiswa Kalimantan Menggugat (AMKM) mendesak presiden Jokowi untuk segera lengser dari jabatannya. AMKM menilai Jokowi tak serius dalam menangani masalah asap serta berbagai persoalan di negeri ini.

"Kalau ingin serius menyelesaikan masalah asap dan lain sebagainya, Jokowi saya harapkan untuk bisa ngantor di Kalimantan biar dia bisa merasakan penderitaan masyarakat yang ada di sana. Akan tetapi keadaannya menurut saya pemerintah tidak serius untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di daerah," tegas koordinator AMKM, Abdan Syakura dalam acara diskusi publik ‘Negara Darurat, Mahasiswa dan Pemuda Kemana?’ di Kantor Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2015).

Berkaca pada satu tahun pemerintahan Jokowi – JK, Abdan melihat banyak persoalan yang membuat rapor pemerintahan Jokowi-JK 'merah'. Abdan menyinggung pelemahan KPK, maraknya tindak kekerasan terhadap anak dan kabut asap yang tak pernah terselesaikan dengan baik. 

"Kita minta negara bertanggung jawab dan saya memberikan rapor merah kepada kepemimpinan Jokowi-JK. Maka, agar kedzaliman ini tidak terus berlangsung dan kita mempunyai tanggungjawab moril, kita minta Jokowi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden,” tegas Abdan.

Diskusi dihadiri beberapa elemen mahasiswa dan pemuda. Diantaranya Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah IMM), Gerakan Pelajar Islam Indonesia (GPII), Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI), Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Himmah Al Wasliyah, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan beberapa elemen lainnya.

Reporter : Irfan | Editor | Ally | Jurniscom

Tiga Hari Terakhir: 1 Helikopter Inggris Kecelakaan di Kabul, 5 Helikopter AS Ditembak Jatuh Taliban

KABUL (Jurnalislam.com)Al Emarah News pada hari Senin (12/10/2015) melaporkan tentang sebuah helikopter Inggris yang jatuh di pangkalan udara NATO di kota Kabul, ibukota Afghanistan pada hari Ahad (11/10/2015).

Lima personel militer Inggris termasuk dua personel Angkatan Udara Inggris tewas dan lima orang lainnya menderita luka-luka yang mengancam jiwa.

Saksi mengatakan, helikopter tersebut terbakar dan jatuh ke tanah.

Pada hari yang sama, tidak diketahui jumlah pasukan musuh yang tewas dan terluka ketika Mujahidin Imarah Islam menembak jatuh dua helikopter tempur di provinsi Logar Afghanistan dalam pertempuran intens yang menyebabkan musuh menderita kerugian terburuk selama 6 hari terakhir.

Serangan ini terjadi saat pusat kabupaten berada di bawah pengepungan Mujahidin selama 6 hari terakhir.

Salah satu dari dua helikopter jatuh di dalam sebuah gedung di distrik Kharwar dan yang lainnya jatuh ke tanah di pinggiran distrik Kharwar.

Menurut laporan dari provinsi Bamiyan utara, pejuang Mujahidin juga menjatuhkan 1 helikopter musuh lain di daerah antara kabupaten Yakaw Lang dan ibukota provinsi Bamiyan.

Demikian juga, dua pesawat kargo besar AS ditembak jatuh oleh Mujahidin beberapa hari yang lalu.

Salah satu helikopter ditembak saat mendarat di pangkalan udara Bagram lalu terbakar di udara dan hancur dengan muatannya, sedangkan Mujahidin menjatuhkan satu helikopter lain di Jalalabad menyebabkan helikopter tersebut terbakar sebelum jatuh di pangkalan udara Jalalabad.

Tiga belas penjajah asing termasuk 6 personil militer dan 5 kontraktor AS tewas dalam peristiwa  itu.

Jumlah pesawat agresor AS yang jatuh di Afghanistan selama tiga hari terakhir mencapai lima buah pesawat.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Ustadz Bachtiar Nastir : Suriah Akan Menjadi Kuburan Komunis Rusia

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) –  Ribuan umat Islam pada Ahad (11/10/2015) kemarin, mengikuti acara Parade Tauhid se-Yogyakarta dan Jawa Tengah yang dimulai dari Masjid Gede Kauman menuju Gedug Agung, Yogyakarta.

Acara yang digagas oleh Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah (AM-FUI) Daerah Istimewa Yogyakarta itu, dihadiri oleh sejumlah tokoh umat Islam lokal maupun nasional. Selain itu, walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti juga terlihat membuka acara bertema Jogja "Istimewa dengan Tegaknya Tauhid" tersebut.

Sementara itu Sekjen Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI), ustadz Bachtiar Nastsir yang menjadi salah satu orator dalam acara tersebut mengajak umat Islam untuk meruntuhkan kekufuran yang ada di negeri ini dengan kalimat Syahadatain.

"Kalau ada orang, berkata gak apa-apa pemimpin nggak sholat yang penting adil, gak apa-apa pemimpin kafir yang penting tidak korupsi. Ini kalimat kufur, dan ini kalimat berbahaya, mari kita robek semua kalimat dengan Laa Ila Ha Ilallah!" tegas pimpinan Ar Rahman Qur'anic Learning (AQL) Islamic Center itu.

Beliau juga menyinggung agresi militer koalisi komunis Rusia dan Bashar Asaad atas kaum muslimin Suriah. Beliau menegaskan bahwa Suriah akan menjadi kuburan bagi para agresor tersebut.

"Wahai komunis Rusia, wahai komunis Cina, wahai komunis Vietnam. Ketahuilah! Bumi Suriah cukup untuk mengubur kalian semuanya, Insya Allah!" seru Bachtiar Natsir disambut takbir ribuan peserta parade.

Yogyakarta adalah kota besar ke tiga setelah Solo dan Jakarta yang telah menggelar Parade Tauhid. Antusiasme luar biasa yang selalu ditunjukkan umat Islam dalam acara akbar ini menjadikan parade Tauhid sebagai ajang akbar umat Islam untuk merapatkan barisan menjungjung tinggi kalimat Laa ilaaha illallah.

Reporter : Sedyo | Editor : Ally | Jurniscom

LUIS dan DSKS Minta Kapolda Jateng Batalkan Acara Syiah di Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengirimkan surat keberatan kepada Kapolda Jawa Tengah terkait kegiatan penganut Syiah yang dikemas dengan acara Haul (Peringatan kematian) Husein bin Ali, Jumat (9/10/2015).

Kedatangan pengurus DSKS diterima oleh petugas bagian umum Polda Jawa Tengah, Aiptu Tri S.

LUIS dan DSKS berpendapat acara tersebut hanya dilakukan kelompok Syiah saja yang mengkultuskan Husain bin Ali padahal putra laki-laki Ali bin Abi Thalib ada 11 orang.

“Mengapa hanya Husein saja yang diperingati haulnya, sedangkan yang lainnya tidak?“ ujar Ketua Dewan Riasah Tanfidziyah DSKS, Ustadz Dr Muindunidillah Basri, MA.

Selain itu, MUI Pusat sudah menerbitkan buku penyimpangan Syiah, yaitu Buku Panduan Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia. Sedangkan pertimbangan lainnya adalah beberapa MUI Provinsi juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa Syiah bukan Islam.

“Berdasarkan pertimbangan di atas LUIS dan DSKS meminta pihak terkait untuk membatalkan acara tersebut,” tegasnya.

Selain memberikan surat keberatan ke Kapolda Jawa Tengah, LUIS juga memberikan surat keberatan yang ditujukan ke Walikota Semarang, MUI Provinsi Jateng, MUI Kota Semarang dan Polrestabes Semarang.

Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Nuruts Tsaqolain tersebut rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober 2015 pukul 13.00 WIB di Gedung Pusat Kesenian Jawa Tengah (PKJT).

LUIS | Editor : Ally | Jurniscom