Hubungan Muslim-Kristen di Singkil Baik Saja, Tapi Gereja Liar Persoalan Klasik

SINGKIL (Jurnalislam.com) – Berbeda dengan pemberitaan sejumlah media nasional, ternyata tak semua warga Kristiani mengungsi keluar Kabupaten Singkil, ketika terjadi kerusuhan dan pembakaran undung-undung di Kampong Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.

Mayoritas penduduk kampung memilih bertahan dan tidak mengungsi. Kalaupun ada yang mengungsi hanya sebagian kecil dari golongan lansia dan anak-anak.

Ditemui Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di area undung-undung yang dibakar massa, pada Senin (19/10/2015), Roka, salah seorang warga Kampong Suka Makmur mengaku tidak mengungsi ketika terjadi pembakaran undung-undung HKI (Huria Kristen Indonesia).

“Sebagian warga Kristen di Aceh Singkil memang ada  yang mengungsi setelah bentrokan terjadi di Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan. Kami memang tidak diusir, kami hanya ketakutan saja. Ketika itu ada korban luka tembak dari pihak muslim hingga tewas. Kami takut ada pembalasan kepada kami. Karenanya sebagian dari warga Kristen ada yang mengungsi ke wilayah lain,” ungkap Roka.

Perihal hubungan umat beragama di Kampong Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Roka menjelaskan hubungan umat Islam dan Kristiani selama ini baik-baik saja. Meski peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya.

“Yang jelas rumah ibadah ini sudah ada sejak tahun 1962. Saat ini, kami selalu dikunjungi oleh Bapak Pendeta dari luar Aceh Singkil tiga bulan sekali. Kami ingin mendengar firman Tuhan. Karenanya kami minta pendeta mengunjungi kami,” klaim Roka.

Dikatakannya, jumlah jemaat yang beribadah di gereja ini sekitar 200-300 orang. Setiapkali ada kegiatan Natal dan Tahun Baru, Wafat dan Kebangkitan Yesus, gereja ini selalu membludak. “Kami yang di dalam sampai kesempitan,” kata dia.

Ketika terjadi pembakaran gereja oleh massa, Roka berkilah, warga Kristen di kampung ini tidak melakukan perlawanan. Kaum bapak dan ibu-ibu serta anak-anak menyaksikan sendiri dibakarnya gereja, tempat ibadah mereka.

“Oleh pendeta, kaum ibu dan anak-anak disuruh mingggir. Pendeta juga tidak menyuruh kami untuk melawan,” demikian menurut Roka.

Kendati demikian, di lokasi berbeda, saat warga berupaya membongkar GKPPD di Desa Dangguran Kecamatan Simpang Kanan, sejumlah orang terluka terkena senapan. Salah satunya terbunuh di lokasi kejadian.

Persoalan Izin

Sejauh ini, seperti dikatakan Roka, pihak gereja telah berulangkali mengajukan permohonan izin, namun mereka mengaku tidak direspon oleh pemerintah daerah. Ia tak menjelaskan apa yang menjadi alasan kenapa gereja sulit mendapat izin untuk mendirikan rumah ibadah.

Senada dengan Laher Manik, warga Katolik di Kampong Suka Makmur, hubungan umat beragama di Singkil sebenarnya berlangsung baik. Hanya saja persoalan izin pendirian rumah ibadah Nasrani tidak pernah selesai sejak 1979. Sehingga jika tidak ada izinnya harus  dibongkar.

“Itu urusan pemerintah. Yang jelas, aku lahir disini sejak tahun 1980-an ketika mengungsi dari wilayah lain dengan kasus yang sama. “

Laher Manek kepada JITU juga mengaku tidak ikut mengungsi. “Selama kami umat Kristiani dikawal aparat, kami tidak akan mengungsi kemana pun.  Kami gembira Pemerintah Daerah menjaga kami sebagai umat Kristiani,” ungkap Laher Manik senang.

JITU juga menemui umat Kristen di Kampung Dangguran Kecamatan Simpang Kanan, lokasi terbunuhnya Syamsul bin Idal. Bruto, remaja tanggung ini mengaku usai meletusnya kerusuhan ia segera mengungsi ke Tapanuli Tengah.  Bruto mengaku takut jika ada serangan balasan dari pihak umat Islam di Aceh Singkil.

Info yang diperoleh JITU dari sesama rekan wartawan yang meliput ke daerah pengungsian, kabarnya tak ada warga Kristen yang berada di lokasi dibakarnya gereja ikut mengungsi. Hanya sebagian kecil saja. Ternyata efek ketakutan itu justru terjadi di wilayah perbatasan Aceh Singkil, sehingga memutuskan mereka harus mengungsi.

Rusli, Imam mukim di Kampong Siompin yang beragama Islam, mengaku hubungan Muslim-Nasrani sejauh ini hidup berdampingan, tidak ada masalah. “Ketika menjadi Sekretaris Desa, saya selalu diundang saudara kami yang beragama Kristen untuk merayakan kebahagiaan mereka setiap kali peringatan Natal. Tapi ketika rumah ibadah mereka tak berizin itu dibongkar, mereka legowo, dan hubungan kami tetap baik dan bisa ngopi bareng,” kata Rusli.

Reporter: Desastian/JITU | Editor : Ally | Jurniscom

Penuhi Tuntutan Warga, Tiga Gereja di Aceh Singkil Sudah Dirobohkan

SINGKIL (Jurnalislam.com) – Sejak Ahad (18/10/2015) malam, pihak kepolisian terlihat berjaga-jaga dalam rangka penertiban rumah ibadah ilegal di Kabupaten Aceh Singkil. Aparat bersenjata dan barakuda didatangkan dari Banda Aceh sejak pukul 03.00 dinihari di depan Hotel Indah Sari, Jalan Iskandar Muda, Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.

Sejumlah wartawan dari berbagai media pun tak mau ketinggalan menanti jalannya eksekusi perobohan rumah ibadah tak berizin yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Singkil.

Berdasarkan tuntutan umat Islam Aceh Singkil, ada 10 gereja yang harus dibongkar: GKPPD Desa Sangga Beru Silulusan Kecamatan Gunung Meriah, GKPPD Desa Pertabas Kecamatan Simpang Kanan, GKPPD Desa Kuta Tinggi Kecamatan Simpang Kanan, GKPPD Desa Tuhtuhan Kecamatan Simpang Kanan, GKPPD Desa Dangguran Kecamatan Simpang Kanan.

Kemudian, GKPPD Desa Mandumpang Kecamatan Suro, GKPPD Desa Siompin Kecamatan Suro, GMIddpI Desa Siompin Kecamatan Suro, GKPPD Desa Situbuh Tubuh Kecamatan Danau Paris, dan Gereja Katolik Desa Lae Balno Kecamatan Danau Paris.

Pada Senin (19/10), sudah tiga gereja dirobohkan Satpol Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Singkil sejak pukul 10.00 hingga 15.30 WIB melalui tiga tahapan. Gereja pertama yang dirobohkan adalah  Gereja Katolik (GMII) di Kampong Siompin Kecamatan Suro.

Satu jam kemudian, Satpol PP bergerak ke Kampong dan Kecamatan yang sama, yakni Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) di Kampong Siompin Kecamatan Suro. Selanjutnya, pukul 15.30, Satpol PP mengeksekusi GKPPD di Kampong Mandumpang Kecamatan Suro.

Saat Satpol PP melakukan eksekusi perobohan gereja ilega, tidak ada perlawanan dari warga Kristiani maupun jemaat tempat mereka beribadah. Aparat kepolisian beserta TNI Aceh Singkil turut mengamankan jalannya eksekusi tersebut.

Eksekusi disaksikan oleh warga sekitar, sejumlah pejabat Pemerintah Daerah setempat, dan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil. Kabar yang diterima JITU di lapangan, pihak Pemkab Aceh Singkil akan melakukan eksekusi secara bertahap.

Setelah mengeksekusi tiga gereja, Pemkab melanjukan eksekusi rumah ibadah liar tersebut keesokan harinya di sejumlah titik yang sudah ditetapkan. 

Salah satunya adalah GKPPD Desa Dangguran Kecamatan Simpang Kanan, lokasi terbunuhnya  Syamsul bin Idal oleh penembak “senapan babi”. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Kabupaten Aceh Singkil berlangsung aman dan kondusif. 

Reporter: Desastian/JITU | Editor : Ally | Jurniscom

Menteri Luar Negeri Saudi: Peran Militer Iran di Suriah Makin Mempersulit Upaya Perdamaian

RIYADH (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan pada hari Senin (19/10/2015) bahwa makin sulit untuk membayangkan peran Iran dalam upaya perdamaian Suriah karena peran militer Iran dalam konflik di sana, lansir Al Arabiya News Channel .

Al-Jubeir membuat laporan dalam konferensi bersama dengan menteri luar negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, yang tiba di Riyadh dari Iran dalam misi yang sebagian besar difokuskan untuk mencari cara mengakhiri perang di Suriah.

Jubeir mengulangi pandangan Riyadh bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang didukung oleh Iran, harus meninggalkan kekuasaan jika perdamaian ingin dicapai.

"Pertanyaannya adalah: apa yang harus dilakukan Iran untuk menjadi bagian dari solusi di Suriah? Jawabannya sangat sederhana:

"Iran harus menarik diri dari Suriah dan harus berhenti memasok senjata kepada rezim Bashar al-Assad dan menarik milisi Syiah yang dikirim ke Suriah… dan kemudian dianggap memiliki peran," kata Jubeir, menambahkan bahwa Iran sekarang menjadi "penghuni tanah Arab di Suriah".

Arab Saudi meyakini Assad harus mundur segera saat badan transisi didirikan sejalan dengan perundingan damai Jenewa 2012, katanya.

"Setelah pembentukan tubuh pemerintah transisi ini, Presiden Assad harus mundur. Apakah dalam hitungan sebulan, dua atau tiga bulan atau kurang, tidaklah penting. Yang pasti Assad tidak memiliki masa depan di Suriah," kata Jubeir menurut terjemahan Arab dari komentarnya yang dibuat dalam bahasa Inggris pada konferensi pers.

Gagasan bahwa Assad mungkin masih berkuasa sampai pemilu diadakan dan bahwa ia bisa berpartisipasi dalam pemilu ini tidak memiliki prospek, tambahnya.

Teheran telah mempersenjatai pemerintah Suriah, mendukung Syiah Hizbullah Lebanon, sehingga membantu Assad memerangi kelompok pejuang yang berusaha untuk mengakhiri kekuasaannya dalam konflik yang telah berlangsung empat tahun ini.

Jubeir mengatakan dia berharap Iran akan berhenti mencampuri urusan negara-negara regional, seperti Libanon, Suriah, Irak dan Yaman.

"Kami bertekad untuk menghadapi setiap langkah Iran dan kami akan melakukan segala yang kami bisa dengan apa yang kita miliki di politik, ekonomi dan militer untuk melindungi tanah dan orang-orang kami."

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

Ribuan Mahasiswa New York Unjuk Rasa Dukung Palestina, Kutuk Agresi Militer Israel

NEW YORK (Jurnalislam.com) –  Ribuan orang turun ke jalan di New York dan Chicago pada hari Ahad dalam aksi unjuk rasa mendukung Palestina, dan mengecam penggunaan kekuatan militer Israel dalam konflik  Palestina-Israel yang masih berlangsung, lansir World Bulletin, Senin (19/10/2015).

"Free Palestine," para pengunjuk rasa meneriakkan dengan melambaikan bendera Palestina memadati jalan ke Manhattan  dan ke Times Square, di mana orang banyak beraktivitas disana. Mematikan lalu lintas, sehingga para aktivis bergantian menangani masyarakat.

Aksi yang diselenggarakan oleh Mahasiswa NYC untuk Keadilan di Palestina sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas dari NY4Palestine, para pengunjuk rasa mengutuk agresi  militer Israel , sebagai sumber kekerasan baru-baru ini  yang meningkat di Tepi Barat dan Gaza.

Aksi unjuk rasa di Chicago juga menarik ribuan orang untuk turun kejalan dibawah bendera Palestina dan spanduk yang mengecam agresi Israel.

Diselenggarakan oleh Koalisi untuk Keadilan di Palestina, aktivis juga berunjuk rasa di pusat kota dan di dekat Kongres Michigan Avenue, mereka menuntut diakhirinya agresi militer Israel dan penjajahan.

Para pengunjuk rasa juga berbicara menentang pajak mereka yang digunakan oleh pemerintah AS untuk mendukung Israel. Mereka juga mendesak para penonton untuk memboikot produk Israel.

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

 

PM Turki: Drone yang Ditembak Jatuh Pesawat Tempur Erdogan adalah Buatan Rusia

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat tak berawak yang ditembak jatuh oleh pesawat-pesawat tempur Turki di ruang udara Turki di dekat Suriah pada hari Jumat (16/10/2015) adalah buatan Rusia, namun Moskow mengatakan kepada Ankara bahwa pesawat tak berawak itu bukan milik Rusia, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengatakan pada hari Senin (19/10/2015), lansir Anadolu Agency.

Drone itu jatuh pada hari Jumat setelah masih melanjutkan jalur penerbangan meskipun telah diberikan tiga peringatan, kata militer Turki. Awal bulan ini, jet Rusia melanggar wilayah udara Turki pada dua kesempatan dan Ankara memperingatkan akan merespon jika serangan tersebut terulang.

"Drone yang jatuh tersebut adalah buatan Rusia namun Rusia mengatakan kepada kami bahwa itu bukan milik mereka," kata Davutoglu dalam wawancara dengan penyiar Turki AHaber.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa Washington percaya drone itu milik Rusia. Davutoglu mengatakan bisa saja drone itu milik pasukan pemerintah Suriah, yang pemasok senjata terbesarnya adalah Rusia, atau milisi Kurdi Suriah PYD atau kelompok lain.

Insiden ini menyoroti risiko yang dihadapi Turki sebagai anggota NATO karena pesawat Suriah, Rusia dan koalisi AS mentargetkan berbagai kelompok pejuang di dalam wilayah Suriah yang dekat dengan perbatasan Turki.

Davutoglu mengatakan ditembak jatuhnya pesawat tak berawak membuktikan tekad Turki untuk bereaksi terhadap serangan di atas ruang udara mereka. "Kejadian ini … menunjukkan bahwa Turki memiliki kapasitas dan kemauan politik untuk mengakhiri pelanggaran tersebut," katanya.

Baca juga: Pesawat Tempur Erdogan Tembak Jatuh Drone di Ruang Udara Turki

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Ajaib, Pesawat Tempur Supersonic F 16 AS Tertembak oleh Senapan AK 47 Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat tempur F-16 milik AS dihajar tembakan mujahidin di Afghanistan timur, pejabat militer AS telah mengkonfirmasi. Penembakan jet tempur canggih oleh mujahidin Taliban tersebut adalah kejadian langka, World Bulletin melaporkan, Senin (19/10/2015).

Pada tanggal 13 Oktober, F-16 milik AS terkena tembakan senjata kecil  (AK 47, mengacu senjata yang sering digunakan Taliban, red), di Provinsi Paktia; tembakan tersebut berdampak pada salah satu stabilisator pesawat dan menyebabkan kerusakan pada salah satu amunisi pesawat.

Jet senilai $ 100.000.000 (Rp 13.500.000.000.000) tersebut mengalami kerusakan yang signifikan, sehingga memaksa pilot membuang tangki bahan bakar dan amunisi sebelum kembali ke pangkalan, kata para pejabat.

Serangan itu terjadi Selasa lalu di distrik Sayid Karam provinsi Paktia timur, yang sejumlah besar wilayahnya berada di bawah kendali mujahidin Taliban, pasukan NATO pimpinan AS dan pasukan pemerintah bentukan AS sering diserang di wilayah ini.

Taliban mengatakan mereka telah menjatuhkan jet dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter malam itu, namun ketika dihubungi untuk berkomentar, militer AS awalnya berkelit dengan mengatakan tidak punya "pelaporan operasional untuk mendukung klaim Taliban".

Foto-foto yang diperoleh dan dilihat oleh J. Chacko, seorang analis militer berbasis di London, menunjukkan sebuah jet telah kehilangan dua "drop-tank" (tangki bahan bakar yang digunakan untuk memperpanjang waktu penerbangan) sebuah rudal, dan dua bom tidak terarah lainnya.

Foto-foto tersebut juga menunjukkan mujahidin berdiri diatas perangkat milik F 16.

Ketika ditunjukkan dengan gambar, militer AS kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin malam, "Pada tanggal 13 Oktober, F-16 AS diserang tembakan senjata kecil di Provinsi Paktia di Afghanistan. Penembakan tersebut mengenai  salah stabilisator pesawat dan menyebabkan kerusakan pada salah satu amunisi.

"Pilot menjatuhkan dua tangki bahan bakar dan tiga amunisi sebelum kembali ke pangkalan.“

Taliban sering menembak jatuh helikopter militer NATO / AS menggunakan senjata api kecil , tetapi tertembaknya jet canggih F-16 yang memiliki kecepatan supersonik dan mampu mencapai ketinggian 50.000 kaki, yang telah dikerahkan di Afghanistan sejak awal pimpinan militer AS pada tahun 2001, merupakan kejadian langka.

Deddy | World Bulletin | Aljazeera | Jurniscom

 

FUI Boyolali Desak Pemda Tangkap Pelaku "Pernikahan" Sejenis

BOYOLALI (Jurnalislam.com) – Ratusan massa dari sejumlah elemen muslim Boyolali yang tergabung dalam Forum Umat Islam Boyolali pada Jumat (16/10/2015) mendatangi DPRD kabupaten Boyolali untuk menyampaikan penolakan atas adanya praktek 'pernikahan' sejenis di Musuk, Boyolali, Jawa Tengah.

FUI Boyolali mengutuk dan meminta aparat berwenang untuk menangkap para pelaku perbuatan kaum luth yang di laknat Allah itu.

Aksi yang digelar selepas sholat jumat itu dihadiri oleh tokoh masyarakat dan ulama Jawa Tengah. Salah satunya ustad Nasiruddin dari Pondok Pesantren Mistahul Huda yang menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan musibah besar bagi warga Boyolali.

"Pernikahan sejenis ini adalah musibah besar bagi warga Boyolali dan kami meminta pihak yang mempunyai wewenang supaya segera mengusutnya," tegasnya

Beliau mengajak masyarakat Boyolali untuk kembali kepada tauhid dan syariat Allah Swt sebagai satu-satunya solusi untuk memberantas penyakit-penyakit masyarakt.

Sementara itu pimpinan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Tengah, ustadz Aris Munandar mengajak semua pihak untuk memohon ampun kepada Allah Swt atas pelecehan hukum Allah.

"Kalau ini dibiarkan azab Allah akan segera datang," tegasnya.

Beberapa perwakilan FUI kemudian mendatangi Polres Boyolali, mendesak kepolisian untuk segera menangkap 'pasangan' gay tersebut.

Namun polisi masih belum mempuyai celah untuk menjerat kedua pelaku. "Kasusnya masih didalami, sebagai antisipasi tersangka di suruh membuat surat pernyataan. tidak akan serumah," kata kapolres Boyolali, Budi Wartono.

Reporter : Ridho | Editor : Ally | Jurniscom

Operasi Beer Sheba Lompatan Spektakuler Intifadhah Palestina Tanpa Akhir

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Anggota biro politik gerakan perlawanan Palestina, Ezat Rasyiq dalam pernyataanya mengatakan, operasi Beer Sheba merupakan lompatan specktakuler dalam intifadhah rakyat Palestina.

Dalam pernyataan kemarin Senin (19/10/2015) yang dilansir pusat Infopalestina, Rasyiq menegaskan, operasi tersebut telah memasukan intifadhah Al-Quds ke dalam kancah baru memasuki tahapan tak kan kembali dan lebih kaut dari sebelumnya. (baca: Serangan Mematikan di Stasiun Bis Israel, 1 Tentara Zionis Mati dan 9 Yahudi Terluka)

Ia mengisyaratkan, berlanjutnya aksi perlawanan merupakan deklarasi atas kegagalan Netanyahu dan pemerintahanya berikut tentaranya serta seluruh rencana dan upayanya.

Operasi Beer Sheba merupakan operasi kepahlawanan yang tak pernah diperhitungkan Israel, disamping membuka lapak baru intifadhah.

Intifadhah rakyat dan perlawanannya akan terus berlanjut selama penjajahan masih bercokol di bumi Palestina dan menodai tempat suci kita Al-Aqsha.

Fakta-Fakta Operasi Beer Sheba

Mahmud Zehar, pemimpin senior Hamas menegaskan, operasi Beer Sheba mempunyai fakta yang belum pernah terjadi di Al-Quds. Namun operasi ini akan terus membesar meluas hingga mencakup semua wilayah jajahan. Dan semuanya akan berakhir di Beer Sheba.

Dalam akun facebooknya, Senin (19/10/2015) Zehar mengungkapkan fakta-fakta ini. “Kalau kita katakan bahwa pemuda pelaku operasi Beer Sheba berhasil merebut senjata milik serdadu Zionis maka beginilah kejadianya sebagaimana terjadi kemarin di Beer Sheba. Tapi kalau seandainya ia punya senjata dari awal atau ia sendiri menyimpan amunisi bersama teman-temanya, maka tentu ia akan mampu membebaskan Beer Sheba seluruhnya. Ia bersama teman-temanya akan mampu membebaskan Beer Sheba dari para serdadu Zionis yang ketakutan dan gemeteran, bersembunyi dibalik ranselnya. Apa yang terjadi di Beer Sheba merupakan scenario terbatas bagaimana membebaskan Palestina seluruhnya.

Scenario ini sangat jelas bagi yang masih meragukan atau para komparador yang takut pada tentara Israel. Lihatlah bagaimana pemuda ini sendirian berbuat. Sementara serdadu Zionis yang lengkap dengan senjatanya apa yang mereka perbuat. Gambaran ini sangat penting bagi para prajurit akhirat.

Dalam pada itu, Zehar membantah tidak ada militerisasi intifadhah. Yang berkata tidak ada militerisasi intifadhah ia tak paham tabiat konflik. Serdadu Zionis dimiliterisasi dan dipersenjatai, demikian juga dengan polisinya, bahkan para pemukim sipil Israel pun dipersenjatai dan dimiliterisasi. Kalau begitu apa yang menghalangi kita untuk tidak memiliterisasi intifadhah ?.

Apa yang terjadi setelahnya ?

Pemimpin Hamas ini kemudian menyatakan, intifadhah Al-Quds mempunyai masa depan yang tidak bisa dibayangkan siapapun sebelumnya. Bukan hanya karena ini sebuah mimpi, tetapi juga terkait dengan keyakinan kaum Zionis dan para pimpinannya.

Bangsa Palestina adalah bangsa yang bersatu. Baik yang ada di wilayah 67 maupun wilayah 48. Kemenangan adalah tuntunannya. Sebagaimana disebutkan, kemenangan mempunyai ribuan tuntutan sementara kekalahan sendirian.

Salah satu keistimewaan operasi Al-Quds bahwa operasi ini tidak ada intervensi organisasi manapun. Apalagi organisasi yang tidak menginginkan militerisasi rakyatnya. Operasi ini berangkat dari semua keyakinan. Bukan tekanan pimpinannya.

Dalam hal ini Zehar meminta pihak-pihak yang tidak menginginkan militerisasi rakyatnya untuk membebaskan mereka mempersiapkan dirinya yang berakhir dengan penggunaan senjata. Hari ini ada militerisasi intifadhah dengan senjata. Kalaupun mereka tak punya senjata, mereka bisa merebutnya dari serdadu Zionis dan menembakanya kepada mereka.

Zehar kembali menegaskan, Tepi Barat adalah gudangnya pahlawan. Kita harus percaya itu. Ini harus dibangunkan dan membiarkan mereka mahir dalam perlawananya dan inilah yang terjadi di intifadhah Al-Quds yang Mubarak ini, ungkapnya.

 

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Taliban Sergap Konvoi Musuh, 3 APC Hancur, 16 Pasukan Tewas dan Terluka

LOGAR (Jurnalislam.com)El Emarah News melaporkan, Senin (19/10/2015) sebuah konvoi musuh menuju pusat kabupaten Kharwar dihentikan oleh Mujahidin di dekat jalan Al-Tamoor pukul 04:00 kemarin, Ahad. Akibatnya 3 APC musuh dilaporkan hancur, 10 orang pasukan tewas  dan 6 lainnya luka-luka.

Para pejabat mengatakan bahwa 2 Mujahidin juga syahid dalam pertempuran (semoga Allah menerima mereka) dan 3 lainnya luka-luka, menambahkan bahwa pusat distrik masih dalam pengepungan dan bentrokan sporadis terus berlangsung.

Rincian lebih lanjut akan diperbarui saat informasi tiba.

Laporan juga datang dari kabupaten Chilgazi mengatakan bahwa bentrokan berat telah berlangsung selama 4 hari terakhir di daerah Chahr Shanba, Karez dan Qala Kohna.

Para pejabat mengatakan bahwa sejauh ini 8 pos pemeriksaan musuh telah dikuasai dalam pertempuran, beberapa orang bersenjata tewas dan terluka serta sejumlah besar senjata, amunisi dan peralatan disita.

Segala puji bagi Allah saja, tidak ada Mujahidin yang dirugikan dalam pertempuran.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Pelaku Penembakan Muslim di Aceh Singkil Bisa Dijerat UU Anti Terorisme

SINGKIL (Jurnalislam.com) – Aparat penegak hukum bisa menjerat pelaku penembakan dari pihak Kristen, bukan  hanya dengan pasal KUHP tentang kepemilikan senjata api secara ilegal, dan menghilangkan nyawa orang, tapi juga dengan UU Anti Teroris. Hal tersebut ditegaskan Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Sumatera Utara, Doni Chandra kepada kepada jurnalis JITU, Ahad (18/10/2015).

 “UU Anti Teroris jangan hanya diberlakukan kepada umat Islam, tapi juga penganut agama lain. Bahkan bicara hukum Islam, hukuman bagi yang melakukan pembunuhan adalah nyawa dibalas dengan nyawa,” tegas Doni.

Terkait penembakan pihak Nasrani terhadap umat Islam di Kampong Dangguran, Kapolda Aceh Nangroe Aceh Darussalam Hussein Hamidi menyatakan sedang melakukan proses penyididikan.

Satu orang dari pihak Kristen berinisial WA telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres.

Soal senjata yang digunakan untuk menembak Syamsul hingga meninggal, Pangdam maupun Kapolda sudah menyatakan bahwa senjata itu bukan milik anggota aparat. Bahkan, anggota prajurit Pangdam telah menemukan senjata yang digunakan untuk penembakan, dan telah menyerahkan pada pihak kepolisian.

PAHAM juga menyebutkan salah tuntutan Umat Islam Singkil, di antaranya adalah mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh memberikan santunan kepada korban penembakan dan korban luka tembak. Dalam pernyataan sikap lainnya, umat Islam Aceh juga meminta pihak penegak hukum agar memproses oknum polisi/Polri yang melakukan pemukulan terhadap warga.

Tuntutan lainnya adalah, memintah pemerintah agar mengeluarkan kendaraan yang ditahan serta mengganti rugi kendaraan warga yang dirusak oknum TNI/Polri ketika terjadi kerusuhan di Kabupaten Aceh Singkil. Pangdam Iskandar Muda Mayjen Agus Kriswanto secara pribadi telah memberikan santunan kepada keluarga korban sejumlah Rp 5 juta.

 Reporter: Desastian/JITU | Editor | Ally | Jurniscom