Taliban Bantah Berbagi Data Intelijen Mengenai IS dengan Rusia

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) resmi membantah isu "negosiasi atau pertukaran informasi" dengan Rusia untuk memerangi penyebaran kelompok Islamic State (IS) di Afghanistan.

Taliban menolak keras tuduhan tersebut Jumat (25/12/2015), mengatakan mereka tidak membutuhkan dukungan siapa pun untuk melawan dan menghilangkan kehadiran IS di Afghanistan.

"Kami mengadakan pembicaraan, tetapi bukan tentang memerangi IS. Kami justru mengancam agar seluruh pasukan asing keluar dari Afghanistan, itu yang kita sampaikan saat ini kepada Rusia," kata seorang juru bicara Taliban kepada Al Jazeera, Sabtu (26/12/2015).

"Sedangakan IS hanyalah sekelompok kecil saja yang berada di provinsi Nangarhar dan bukan merupakan kelompok besar atau kuat yang akan mengancam kita."

Taliban memiliki sejarah dalam membantah berbagai tuduhan isu-isu serta propaganda yang dapat membahayakan persepsi kekuatan atau posisi Imarah Islam.

Isu Taliban bekerja sama dengan Rusia hanya pernyataan sepihak dari Rusia, yang disampaikan oleh pejabat Rusia.

Zamir Kabulov, seorang pejabat di kementerian luar negeri Rusia dan wakil khusus Presiden Vladimir Putin untuk Afghanistan, mengatakan awal pekan ini bahwa "kepentingan obyektif Taliban serupa dengan kita".

Meskipun Rusia mengatakan memiliki kesamaan kepentingan obyektif dengan Taliban, Rusia tetap menjadikan Taliban sebagai musuh besar. Taliban selama lebih dari satu dekade telah memerangi Moskow, dan juga sebagai sumber potensi teror dan ketidakstabilan di negara-negara bekas Uni Soviet.

IS muncul di sejumlah daerah kecil Afghanistan dan telah sesumbar untuk melawan Taliban.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam
 

Pertempuran Sengit Kembali Terjadi di Ramadi antara Irak dan IS

RAMADI (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak pada hari Sabtu (26/12/2015) bentrok dengan pasukan IS dalam memperebutkan bekas kompleks pemerintah Irak di jantung kota Ramadi, World Bulletin melaporkan, Sabtu.

Setelah serangan pada hari Selasa yang menggempur pertahanan IS di pinggiran pusat kota, gerakan pasukan pemerintah Irak diperlambat oleh penembak jitu, jebakan, bom pinggir jalan dan penyerang bom martir.

Namun pasukan elit (CTS) dan tentara Irak memperoleh kemajuan melalui ibukota provinsi Anbar yang hancur.

Mereka mencapai persimpangan kunci dalam wilayah perumahan Hoz ke kompleks pemerintah, dimana siapapun yang berhasil merebut lokasi tersebut akan memastikan merebut kembali Ramadi secara penuh.

"Ada pertempuran sengit antara anggota IS dan pasukan Irak di sana sekarang," kata Ahmed al-Dulaimi, seorang kapten polisi.

Ia mengatakan pertempuran terbaru telah meninggalkan setidaknya dua anggota pasukan keamanan Irak tewas dan sembilan lainnya luka-luka.

Setidaknya tiga pasukan tewas pada Jumat, menurut beberapa pejabat senior dan pejabat setempat.

IS menderita korban jiwa tinggi, dengan sedikitnya 23 tewas pada hari Jumat saja.

Jumlah pasukan IS di pusat Ramadi pada awal operasi lima hari lalu diperkirakan tidak lebih dari 400.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Pertempuran Sengit Kembali Terjadi di Ramadi antara Irak dan IS

RAMADI (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak pada hari Sabtu (26/12/2015) bentrok dengan pasukan IS dalam memperebutkan bekas kompleks pemerintah Irak di jantung kota Ramadi, World Bulletin melaporkan, Sabtu.

Setelah serangan pada hari Selasa yang menggempur pertahanan IS di pinggiran pusat kota, gerakan pasukan pemerintah Irak diperlambat oleh penembak jitu, jebakan, bom pinggir jalan dan penyerang bom martir.

Namun pasukan elit (CTS) dan tentara Irak memperoleh kemajuan melalui ibukota provinsi Anbar yang hancur.

Mereka mencapai persimpangan kunci dalam wilayah perumahan Hoz ke kompleks pemerintah, dimana siapapun yang berhasil merebut lokasi tersebut akan memastikan merebut kembali Ramadi secara penuh.

"Ada pertempuran sengit antara anggota IS dan pasukan Irak di sana sekarang," kata Ahmed al-Dulaimi, seorang kapten polisi.

Ia mengatakan pertempuran terbaru telah meninggalkan setidaknya dua anggota pasukan keamanan Irak tewas dan sembilan lainnya luka-luka.

Setidaknya tiga pasukan tewas pada Jumat, menurut beberapa pejabat senior dan pejabat setempat.

IS menderita korban jiwa tinggi, dengan sedikitnya 23 tewas pada hari Jumat saja.

Jumlah pasukan IS di pusat Ramadi pada awal operasi lima hari lalu diperkirakan tidak lebih dari 400.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

ALMUMTAZ Gerebek Penjual Miras Online, 3 Pelaku Diserahkan ke Polisi

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) menggerebek sebuah kos-kosan di Jalan Nagarawangi, Kota Tasikmalaya yang dijadikan tempat transaksi penjual minuman keras (miras) online, Sabtu (26/12/2015) malam. Dalam operasi tersebut 3 orang diamankan; 2 pembeli dan 1 penjual beserta barang bukti 1 botol miras merek Chivas Regal dan 1 Juese Cuervo.

"Kita dapatkan para pelaku yang memang mereka bukan pengedar tapi mereka adalah agen dalam penjualan miras online. Tiga orang ditangkap sebagai 1 pelaku dan 2 pemesan, kami bawa mereka ke markas dengan kedua botol miras sebagai barang bukti," kata Korlap aksi, Ustadz Ucu kepada Jurnalislam.

Modus ini terbilang baru karena dilakukan secara online dan jenis miras yang dijual tergolong dalam miras kelas atas dengan harga tinggi. 

Tiga orang ditangkap dalam penggerebekan itu salah satunya wanita, Fitri (28) sebagai penjual. Fitri yang berprofesi sebagai karyawati perusahaan swasta di Bandung itu mengaku baru berjualan miras secara online selama 3 bulan dan dipasok oleh rekannya bernama Nurul dari Jl BKR, Kota Tasikmalaya. Dalam operasinya, Fitri menggunakan jaringan media sosial seperti BBM (Blackberry Messenger), BeeTalk, facebook, dll.

Salah satu pembeli, Rahmat mengatakan, memesan miras merk Chivas Regal dan Juese Cuervo dari Fitri melalui BBM (Blackberry Messenger). 

"Pelaku ini sepertinya sudah beroperasi lama, karena ketika di interogasi oleh kami, si pelaku tidak menceritakan sejujurnya, dan sudah lihai ketika kami interogasi," jelas Ustadz Ucu.

Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota, Didik Rohim Hadi menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan modus baru tersebut. "Kita akan mengembangkan modus yang digunakan oleh pelaku seperti apa, kemudian miras itu didapatkan di wilayah kita atau diluar wilayah kita, itu mungkin yang nanti akan kami kembangkan," tegasnya.

Sementara juru bicara ALMUMTAZ, Abu Hazmi mengatakan, dalam kasus ini aparat kepolisian kecolongan dan harus menjadi bahan evaluasi bersama.

"Justru memang setelah kejadian di BKR (pembakaran kios miras-red), polisi memang gencar dalam memberantas miras ini. Tapi setelah temuan-temuan ini (penjualan miras online-red) justru polisi kecolongan lagi," ujarnya. "Justru via online ini lebih banyak daripada di eceran," sambungnya.

Pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) di Kota Tasikmalaya memang menjadi prioritas utama Aliansi yang terdiri dari ormas-ormas Islam dan pondok pesantren Tasikmalaya itu.

“Kami dari ALMUMTAZ juga brigade Thaliban didalamnya, Insya Allah tidak akan pernah berhenti sampai mati pun, nahi munkar akan kami tegakkan," pungkas Ustadz Ucu.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalislam

 

GP Ansor Surabaya: Menjaga Gereja Itu Ibadah yang Jelas, Menjaga Akidah itu Tidak Jelas

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, Rudi Tri Wahid mengatakan, menjaga gereja merupakan bentuk ibadah dan menjaga akidah bukan bentuk ibadah yang jelas.

Hal tersebut disampaikan Rudi menanggapi Front Pembela Islam (FPI) Surabaya yang menghimbau sejumlah managemen perusahaan untuk tidak memaksakan atribut Natal pada karyawan Muslimnya. GP Ansor Jatim menilai apa yang dilakukan FPI terlalu berlebihan.

"Kalau menjaga gereja-gereja yang dianggap rawan ini baru namanya ibadah dan ini jelas karena menjaga kondusivitas dan menciptakan ketertiban agar aman. Kalau hanya melindungi akidah itu bukanlah ibadah yang jelas," kata Rudi, seperti dilansir metronews, Jumat (25/12/2012).

Menurut Rudi, memakai atribut perayaan Natal sah-sah saja selama tidak ada paksaan dari pihak pengelola atau manajeman. Sebab, kata dia, masyarakat Indonesia sudah terbiasa hidup bertenggang rasa karena tidak mungkin mengubah keyakinannya. Sama halnya dengan kader Ansor yang menjaga gereja sebagai bentuk tenggang rasa dan menciptakan rasa kebersamaan.

"Kalau memakai atribut kan hanya bersifat sementara, bukan untuk mengubah keyakinan atau mengajak pindah agama. Saya yakin karyawan muslim sebatas memakai bukan untuk pindah agama. Kita hidup harus bisa tenggang rasa," katanya.

Sebagai rakyat Indonesia yang memiliki lima agama, lanjut Rudi, masyarakat harus dapat menghargai perbedaan pendapat. Mengingat hal tersebut sudah dilindungi undang-undang.

Untuk diketahui, MUI Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa No. Kep-02/SKF-MUI/JTM/XII/2014 Tentang Hukum Memakai Atribut Atau Symbol Agama Lain.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Metronews | Jurnalislam

Ansharusyariah Nusra Kembali Serahkan Bantuan Untuk Pembangunan Masjid Nurul Hidayah, Bajo Pulau

Bima (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah Nusa Tenggara (Nusra) pada Rabu (23/12/2015) kembali menyerahkan bantuan ke korban kebakaran di Bajo Pulau, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Bantuan berupa perlengkapan sholat dan material bahan bangunan untuk renovasi masjid Nurul Hidayah diantar dan diserahkan langsung ke lokasi kejadian.

“Setelah mendapatkan laporan dari warga yang ada di sini, lebih khususnya dari pengurus masjid, maka kami pun menggalang bantuan untuk membantu pembangunan kembali masjid yang terbakar ini,” terang perwakilan Ansharusyariah Nusra, ustadz Asikin.

Sementara itu ketua DKM masjid Nurul Hidayah, Andi Sudirman menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Jamaah Ansharusy Syariah atas bantuan yang diberikan.

"Kami masyarakat Bajo Pulau sangat bersukur dengan adanya bantuan ini. Dan Insya Allah secepatnya kami akan membangun kembali masjid kami supaya bisa dipergunakan untuk beribadah," tuturnya.

Jamaah Ansharusy Syariah juga menyerahkan bantuan pakaian layak bagi seluruh korban bencana kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di pulau kecil tersebut.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Pesawat Israel Semprotkan Zat Kimia Beracun pada Lahan Pertanian Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Departemen Pertanian Palestina di Gaza mengatakan bahwa tanaman di dekat perbatasan dengan Israel hancur setelah pesawat Israel menyemprot lahan pertanian di sana dengan zat kimia berbahaya, lansir World Bulletin, Jumat (25/12/2015).

Kementerian itu mengatakan kerugian yang diderita sekitar 3.000 meter persegi tanaman.
Wael Thabit, seorang pejabat senior di kementerian, mengatakan bahwa pesawat-pesawat Israel menyemprotkan pestisida sepanjang perbatasan timur Gaza, terutama di Deir al-Balah dan Khan Yunis.

Pestisida berbahaya mematikan tanaman, termasuk kacang, kacang polong, gandum, barley dan bayam, menurut Thabit.

Seorang petani Gaza mengatakan bahwa pesawat-pesawat Israel telah menyemprotkan pestisida berbahaya selama empat hari berturut-turut pekan ini.

Gaza, yang telah dikendalikan oleh gerakan perlawanan Palestina (Hamas) Palestina sejak 2007, telah menjadi korban atas blokade Mesir dan Israel.

Sejak kudeta berdarah terhadap Muhammad Mursi tahun 2013, presiden Mesir pertama yang dipilih secara bebas, pemerintah Mesir hasil kudeta telah menutup rapat perbatasan Rafah – satu-satunya gerbang Gaza ke dunia luar yang tidak dikuasai Israel.

Penutupan yang terjadi di perbatasan Rafah telah mencabut akses komoditas penting, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan bagi sekitar 1,9 juta penduduk Jalur Gaza.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pesawat Israel Semprotkan Zat Kimia Beracun pada Lahan Pertanian Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Departemen Pertanian Palestina di Gaza mengatakan bahwa tanaman di dekat perbatasan dengan Israel hancur setelah pesawat Israel menyemprot lahan pertanian di sana dengan zat kimia berbahaya, lansir World Bulletin, Jumat (25/12/2015).

Kementerian itu mengatakan kerugian yang diderita sekitar 3.000 meter persegi tanaman.
Wael Thabit, seorang pejabat senior di kementerian, mengatakan bahwa pesawat-pesawat Israel menyemprotkan pestisida sepanjang perbatasan timur Gaza, terutama di Deir al-Balah dan Khan Yunis.

Pestisida berbahaya mematikan tanaman, termasuk kacang, kacang polong, gandum, barley dan bayam, menurut Thabit.

Seorang petani Gaza mengatakan bahwa pesawat-pesawat Israel telah menyemprotkan pestisida berbahaya selama empat hari berturut-turut pekan ini.

Gaza, yang telah dikendalikan oleh gerakan perlawanan Palestina (Hamas) Palestina sejak 2007, telah menjadi korban atas blokade Mesir dan Israel.

Sejak kudeta berdarah terhadap Muhammad Mursi tahun 2013, presiden Mesir pertama yang dipilih secara bebas, pemerintah Mesir hasil kudeta telah menutup rapat perbatasan Rafah – satu-satunya gerbang Gaza ke dunia luar yang tidak dikuasai Israel.

Penutupan yang terjadi di perbatasan Rafah telah mencabut akses komoditas penting, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan bagi sekitar 1,9 juta penduduk Jalur Gaza.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Amir Jaysh al Islam Gugur dalam Serangan Udara Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) –  Zahran Aloush, Amir Jaysh al Islam, salah satu faksi jihad paling kuat di Suriah, gugur dalam serangan udara yang menargetkan markas Jaysh al Islam di pinggiran Damaskus, Reuters melaporkan,  Jumat (25/12/2015).

Sebuah markas rahasia Jaysh al Islam, yang merupakan faksi jihad terbesar dan memiliki ribuan pejuang, menjadi sasaran serangan udara Rusia.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa Aloush dan lima pasukan lainnya gugur "dalam serangan udara yang menargetkan salah satu pertemuan mereka di Ghouta Timur."

Gugurnya Aloush itu dikonfirmasi di Twitter oleh kepala oposisi Koalisi Suriah.

Aktivis juga mengatakan serangan udara menewaskan wakil Aloush dan juru bicaranya di Damaskus selatan, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Jaysh al Islam, dengan ribuan pejuang terlatih, adalah yang terbesar dan dipandang sebagai kelompok mujahidin Suriah yang paling terorganisir serta telah efektif menjalankan pemerintahannya di Ghouta Timur.

 

Deddy | Reuter | World Bulletin | Jurnalislam

Amir Jaysh al Islam Gugur dalam Serangan Udara Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) –  Zahran Aloush, Amir Jaysh al Islam, salah satu faksi jihad paling kuat di Suriah, gugur dalam serangan udara yang menargetkan markas Jaysh al Islam di pinggiran Damaskus, Reuters melaporkan,  Jumat (25/12/2015).

Sebuah markas rahasia Jaysh al Islam, yang merupakan faksi jihad terbesar dan memiliki ribuan pejuang, menjadi sasaran serangan udara Rusia.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa Aloush dan lima pasukan lainnya gugur "dalam serangan udara yang menargetkan salah satu pertemuan mereka di Ghouta Timur."

Gugurnya Aloush itu dikonfirmasi di Twitter oleh kepala oposisi Koalisi Suriah.

Aktivis juga mengatakan serangan udara menewaskan wakil Aloush dan juru bicaranya di Damaskus selatan, Al Arabiya News Channel melaporkan.

Jaysh al Islam, dengan ribuan pejuang terlatih, adalah yang terbesar dan dipandang sebagai kelompok mujahidin Suriah yang paling terorganisir serta telah efektif menjalankan pemerintahannya di Ghouta Timur.

 

Deddy | Reuter | World Bulletin | Jurnalislam