ALMUMTAZ Gerebek Penjual Miras Online, 3 Pelaku Diserahkan ke Polisi

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) menggerebek sebuah kos-kosan di Jalan Nagarawangi, Kota Tasikmalaya yang dijadikan tempat transaksi penjual minuman keras (miras) online, Sabtu (26/12/2015) malam. Dalam operasi tersebut 3 orang diamankan; 2 pembeli dan 1 penjual beserta barang bukti 1 botol miras merek Chivas Regal dan 1 Juese Cuervo.

"Kita dapatkan para pelaku yang memang mereka bukan pengedar tapi mereka adalah agen dalam penjualan miras online. Tiga orang ditangkap sebagai 1 pelaku dan 2 pemesan, kami bawa mereka ke markas dengan kedua botol miras sebagai barang bukti," kata Korlap aksi, Ustadz Ucu kepada Jurnalislam.

Modus ini terbilang baru karena dilakukan secara online dan jenis miras yang dijual tergolong dalam miras kelas atas dengan harga tinggi. 

Tiga orang ditangkap dalam penggerebekan itu salah satunya wanita, Fitri (28) sebagai penjual. Fitri yang berprofesi sebagai karyawati perusahaan swasta di Bandung itu mengaku baru berjualan miras secara online selama 3 bulan dan dipasok oleh rekannya bernama Nurul dari Jl BKR, Kota Tasikmalaya. Dalam operasinya, Fitri menggunakan jaringan media sosial seperti BBM (Blackberry Messenger), BeeTalk, facebook, dll.

Salah satu pembeli, Rahmat mengatakan, memesan miras merk Chivas Regal dan Juese Cuervo dari Fitri melalui BBM (Blackberry Messenger). 

"Pelaku ini sepertinya sudah beroperasi lama, karena ketika di interogasi oleh kami, si pelaku tidak menceritakan sejujurnya, dan sudah lihai ketika kami interogasi," jelas Ustadz Ucu.

Kasat Intelkam Polres Tasikmalaya Kota, Didik Rohim Hadi menjelaskan, pihaknya akan mengembangkan modus baru tersebut. "Kita akan mengembangkan modus yang digunakan oleh pelaku seperti apa, kemudian miras itu didapatkan di wilayah kita atau diluar wilayah kita, itu mungkin yang nanti akan kami kembangkan," tegasnya.

Sementara juru bicara ALMUMTAZ, Abu Hazmi mengatakan, dalam kasus ini aparat kepolisian kecolongan dan harus menjadi bahan evaluasi bersama.

"Justru memang setelah kejadian di BKR (pembakaran kios miras-red), polisi memang gencar dalam memberantas miras ini. Tapi setelah temuan-temuan ini (penjualan miras online-red) justru polisi kecolongan lagi," ujarnya. "Justru via online ini lebih banyak daripada di eceran," sambungnya.

Pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) di Kota Tasikmalaya memang menjadi prioritas utama Aliansi yang terdiri dari ormas-ormas Islam dan pondok pesantren Tasikmalaya itu.

“Kami dari ALMUMTAZ juga brigade Thaliban didalamnya, Insya Allah tidak akan pernah berhenti sampai mati pun, nahi munkar akan kami tegakkan," pungkas Ustadz Ucu.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.