GP Ansor Surabaya: Menjaga Gereja Itu Ibadah yang Jelas, Menjaga Akidah itu Tidak Jelas

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, Rudi Tri Wahid mengatakan, menjaga gereja merupakan bentuk ibadah dan menjaga akidah bukan bentuk ibadah yang jelas.

Hal tersebut disampaikan Rudi menanggapi Front Pembela Islam (FPI) Surabaya yang menghimbau sejumlah managemen perusahaan untuk tidak memaksakan atribut Natal pada karyawan Muslimnya. GP Ansor Jatim menilai apa yang dilakukan FPI terlalu berlebihan.

"Kalau menjaga gereja-gereja yang dianggap rawan ini baru namanya ibadah dan ini jelas karena menjaga kondusivitas dan menciptakan ketertiban agar aman. Kalau hanya melindungi akidah itu bukanlah ibadah yang jelas," kata Rudi, seperti dilansir metronews, Jumat (25/12/2012).

Menurut Rudi, memakai atribut perayaan Natal sah-sah saja selama tidak ada paksaan dari pihak pengelola atau manajeman. Sebab, kata dia, masyarakat Indonesia sudah terbiasa hidup bertenggang rasa karena tidak mungkin mengubah keyakinannya. Sama halnya dengan kader Ansor yang menjaga gereja sebagai bentuk tenggang rasa dan menciptakan rasa kebersamaan.

"Kalau memakai atribut kan hanya bersifat sementara, bukan untuk mengubah keyakinan atau mengajak pindah agama. Saya yakin karyawan muslim sebatas memakai bukan untuk pindah agama. Kita hidup harus bisa tenggang rasa," katanya.

Sebagai rakyat Indonesia yang memiliki lima agama, lanjut Rudi, masyarakat harus dapat menghargai perbedaan pendapat. Mengingat hal tersebut sudah dilindungi undang-undang.

Untuk diketahui, MUI Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa No. Kep-02/SKF-MUI/JTM/XII/2014 Tentang Hukum Memakai Atribut Atau Symbol Agama Lain.

Reporter: Zul | Editor: Ally | Metronews | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.