Saudi Cegat Rudal Balistik dari Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Arab Saudi menjatuhkan rudal yang ditembakkan dari Sanaa, ibukota Yaman, menuju kota Najran di selatan kerajaan, dalam serangan lintas-perbatasan terbaru terhadap Saudi, koalisi yang memerangi pemberontak Syiah Houthi di Yaman pimpinan Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Seperti yang dilansir Aljazeera, dalam pernyataan koalisi mengatakan pada hari Ahad (27/12/2015) bahwa Angkatan Udara Saudi bereaksi cepat dan menghancurkan landasan peluncuran Rudal di Yaman.

Kantor berita negara Yaman mengatakan target mereka adalah markas garda nasional Saudi.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web sabanews.net mereka, pemberontak mengatakan mereka menembakkan roket ke Jizan dan Najran di sisi perbatasan Saudi pada hari Sabtu, menyebabkan "korban jiwa dan peralatan".

Mereka juga mengatakan bahwa mereka menembakkan rudal balistik lain di Najran pada hari Ahad, tapi Arab Saudi belum mengkonfirmasi serangan ini.

Arab Saudi dan sekutu Arabnya di Teluk telah membom Houthi sejak akhir Maret setelah pemberontak Houthi menyerbu ibukota dan kota-kota besar Yaman lainnya, memaksa pemerintah yang didukung internasional untuk meninggalkan negara sementara.
 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

 

Wartawan Senior Rusia Kritik ‘Intimidasi’ Kremlin Terhadap Turki

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Seorang wartawan Rusia terkemuka Yuliya Latynina mengkritik kebijakan "intimidasi" Kremlin terhadap Turki, dilaporkan Sabtu (26/12/2015), lansir Anadolu Agency, Ahad (27/12/2015).

"Hanya ada satu realitas tentang krisis jet baru-baru ini, yaitu bahwa kita bersalah … Apa yang Rusia lakukan sekarang bukanlah geopolitik tapi bullying," kata Latynina dalam sebuah program radio di Moskow.

Latynina mengacu pada jatuhnya jet SU-24 Rusia oleh Turki pada 24 November karena melanggar wilayah udara Turki meskipun telah diberi peringatan berulang-ulang. Seorang pilot Rusia tewas dalam insiden itu sementara yang lain diselamatkan oleh pasukan Rusia.

Penulis mengatakan bahwa Turki telah membuat beberapa peringatan sebelum menjatuhkan jet Rusia. "Rusia melintasi batas-batasnya dalam situasi ini. Dan mereka [Turki] menjatuhkan jet kami," kata Latynina.

Turki memberikan data radar pesawat sebagai bukti intrusi Rusia ke wilayahnya, sementara Moskow menegaskan bahwa SU-24 tidak melanggar perbatasan.

Menyusul insiden itu, Moskow mengumumkan sanksi luas terhadap Turki, termasuk mengakhiri perjalanan bebas visa dan larangan atas produk makanan Turki. Rusia juga meminta warganya untuk memboikot Turki sebagai tujuan wisata.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Wartawan Senior Rusia Kritik ‘Intimidasi’ Kremlin Terhadap Turki

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Seorang wartawan Rusia terkemuka Yuliya Latynina mengkritik kebijakan "intimidasi" Kremlin terhadap Turki, dilaporkan Sabtu (26/12/2015), lansir Anadolu Agency, Ahad (27/12/2015).

"Hanya ada satu realitas tentang krisis jet baru-baru ini, yaitu bahwa kita bersalah … Apa yang Rusia lakukan sekarang bukanlah geopolitik tapi bullying," kata Latynina dalam sebuah program radio di Moskow.

Latynina mengacu pada jatuhnya jet SU-24 Rusia oleh Turki pada 24 November karena melanggar wilayah udara Turki meskipun telah diberi peringatan berulang-ulang. Seorang pilot Rusia tewas dalam insiden itu sementara yang lain diselamatkan oleh pasukan Rusia.

Penulis mengatakan bahwa Turki telah membuat beberapa peringatan sebelum menjatuhkan jet Rusia. "Rusia melintasi batas-batasnya dalam situasi ini. Dan mereka [Turki] menjatuhkan jet kami," kata Latynina.

Turki memberikan data radar pesawat sebagai bukti intrusi Rusia ke wilayahnya, sementara Moskow menegaskan bahwa SU-24 tidak melanggar perbatasan.

Menyusul insiden itu, Moskow mengumumkan sanksi luas terhadap Turki, termasuk mengakhiri perjalanan bebas visa dan larangan atas produk makanan Turki. Rusia juga meminta warganya untuk memboikot Turki sebagai tujuan wisata.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Menuju Pekanbaru yang Madani, Pemkot Sosialisasi Managemen Masjid Paripurna

PEKANBARU (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kota Pekanbaru diwakili Sekdako, H.M Sukri Harto,M.Si membuka sosialisasi manajemen masjid paripurna untuk kelurahan di aula kantor Walikota, Ahad (27/12/2015) pagi. Masjid paripurna merupakan program unggulan untuk terus ditingkatkan di tengah masyarakat menuju kota metropolitan yang madani.

Sukri mengatakan, sesuai rencana Pemkot Pekanbaru pada tahun 2016 akan melanjutkan penetapan masjid paripurna hingga ke tingkat kelurahan. Sekdako berharap kepada para pengurus masjid agar istiqomah mengikuti sosialisasi manajemen masjid paripurna.

"Karena kegiatan ini sangat penting dalam melakukan manajemen masjid paripurna yang akan dijalankan oleh pengurus, diantaranya manajemen keuangan, dan program kerja yang memiliki tujuan memakmurkan masjid," kata Sekdako Syukri Harto sebagaimana dilansir GoRiau.com.

Selain meramaikan jamaah pada waktu-waktu ibadah shalat, para pengurus juga membuat program kajian islami, program magrib mengaji dan koperasi masjid. Dengan adanya masjid paripurna di tingkat kelurahan ini sangat diharapkan tujuan Kota Pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani segera terwujud.

"Pengelolaan keuangan akan sangat berbeda ketika kita mengelola keuangan masjid yang bersumber dari infaq dan shadaqoh masyarakat. Pengelolaan uang dari APBD tentu ada aturan yang harus diikuti, akan tetapi jangan pernah takut mengelola keuangan ini selama kita menggunakan sesuai aturan," tegas Sukri. 

Sosialisasi ini dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai topik pembahasan seputar manajemen masjid paripurna. SK Walikota Pekanbaru terkait pengurus masjid paripurna tingkat kelurahan akan segera dibagikan. Imam masjid paripurna tingkat kelurahan akan ditetapkan melalui prosese seleksi.

Sebelumnya Pemko telah menetapkan 12 masjid paripurna tingkat kecamatan dan 1 masjid paripurna Kota Pekanbaru. Sementara 58 masjid paripurna tingkat kelurahan akan aktif pada awal tahun 2016. Jadi Pemerintah Kota Pekanbaru akan memiliki 71 masjid paripurna.

Ally | GoRiau | Jurnalislam

Almanar Cirebon Gerebek Toko Jamu Penjual Zenith

CIREBON (Jurnalislam.com) – Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Almanar) Cirebon menggerebek sebuah toko jamu penjual obat-obatan memabukkan di Jl Kalibaru Utara, Cirebon Kota, Ahad (27/12/2015) sore. Almanar mendapat aduan warga yang diresahkan oleh keberadaan toko jamu tersebut karena sering menjual obat-obatan tersebut kepada pelajar.

“Alhamdulillah sore hari ini kami Almanar melaksanakan amaliyah menggerebek toko jamu di jl Kalibaru Utara. Berdasarkan info yang kami terima dari warga sekitar bahwa toko jamu tersebut menjual obat- obatan terlarang dan sering kali pelajar- pelajar membeli obat- obatan dari toko tersebut yang disalahgunakan pemakaiannya,” kata Ketua Almanar, Andi Mulya dalam pernyataan persnya kepada Jurnalislam.

Almanar berhasil mengamankan ratusan butir obat jenis Zenith. Zenith adalah jenis obat yang diperuntukan untuk penyakit tulang, tapi dalam dosis tertentu obat ini bisa memberi efek mabuk atau trance.

“Kami menemukan sekitar 300-an tablet obat Zenith. Sedangkan barang bukti lain berhasil dibawa kabur si pemilik toko, yaitu ibu Ida,” lanjut Andi.

Ida melarikan diri saat laskar Almanar sedang memarkir kendaraan. Kemudian, seorang pria datang dan mengaku sebagai pemilik toko. “Diduga preman atau beking toko,” kata Andi.

“Lalu kami serahkan pemuda tersebut ke aparat yang datang ke lokasi dan kemudian diangkut ke Mapolresta beserta barang bukti untuk di BAP malam ini juga,” tandasnya.

Selain itu, Almanar juga menemukan buku berisi daftar pengeluaran harian. Anehnya, dalam daftar pengeluaran tertanggal 14 Oktober 2015 terlihat ada nama Provos dan patroli.

Reporter: Yusuf | Editor: Ally | Jurnalislam

Pekat Masih Meruyak, PCNU Tasikmalaya: Aturan Harus Membuat Efek Jera

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Masih meruyaknya penyakit masyarakat (pekat) di Kota Tasikmalaya, membuat Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya angkat bicara. Kyai Didi juga meminta kepada eksekutif dan legislatif untuk mengkaji kembali aturan yang sudah ada. Sanksinya harus jelas.

“Aturan perundang-undangannya harus jelas. Percuma kalau tidak ada efek jera bagi pelaku kriminal,” tegasnya sebagaimana dilansir initasik, Jumat (25/12/2015).

Ia pun mendesak aparat lebih serius melaksanakan tugasnya. “Para pelaku kejahatan selalu mencari kesempatan dan titik lemah petugas. Masyarakat pun harus berperan dengan menciptakan lingkungan yang bebas dari penyakit masyarakat,” tuturnya 

Menurutnya, selama manusia hidup, kebaikan dan keburukan akan selalu ada. “Salah satu kewajiban kita adalah amar maruf (memerintah kepada kebaikan) dan nahyi munkar (mencegah kemunkaran). Itu adalah lahan amal kita. Jangan bosan melakukan itu sesuai dengan proporsi masing-masing,” ajaknya.

Upaya pemerintah Kota Tasikmalaya dan aparat dalam memberantas penyakit masyarakat (pekat) tidak kendur. Aparat biasa seminggu dua kali, bahkan lebih, menggelar razia. Sasarannya bukan hanya minuman keras dan geng motor, tapi juga tempat hiburan dan indekos.

Namun, kendati sudah intens melangsungkan operasi cipta kondisi, penyakit-penyakit masyarakat di kota ini masih meruyak. Minuman keras tetap mudah didapat. Nyaris tiap merazia hotel dan rumah pondokan, pasti ada pasangan bukan mahram yang terpaksa digelandang ke kantor polisi.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

Isi Libur Panjang, YPPU Al Huda Surakarta Adakan "Liburan Nyantri"

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Ummat (YPPU) Al Huda mengadakan program Liburan Nyantri Solo Raya. Kegiatan yang digelar hari Sabtu- Ahad, (26-27/12/2015) itu diikuti oleh 130 peserta dari tingkat SD dan SLTP dan dilangsungkan di gedung Pusat Pemberdayaan Ekonomi Ummat (PPEU) komplek Masjid Jami' MUI Surakarta Jl. Serang 10 Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta.

"Kita dan teman-teman inisiatif untuk mengambil momen liburan ini untuk mewadahi kegiatan anak-anak yang sedang liburan semester," kata Penanggungjawab acara, Sugianto kepada Jurnalislam pagi ini, Ahad (27/12/2015) di lokasi kegiatan.

Sugianto menjelaskan, kegiatan tersebut diadakan untuk membentuk jiwa anak shaleh dan bertaqwa kepada Allah Swt.

“Kegiatan ini diadakan guna membekali anak-anak saat liburan semester sekolah. Dengan tujuan bisa memberi bekas kepada anak-anak membentuk jiwa muslim yang baik, anak yang sholeh, berguna pada orang tua, dan yang terpenting bertaqwa kepada Allah,” kata Bidang Kabid Dakwah YPPU Al Huda itu.

Sugianto juga mengatakan, banyakya orang tua yang merasa anak-anak tidak mendapat kegiatan yang bermanfaat saat liburan sekolah, mendorong YPPU Al Huda memanfaatkan momen ini sebagai lahan untuk membekali putra-putri mereka dengan kegiatan keislaman.

"Ya untuk mewadahi anak-anak, agar jiwa anak muncul cita-cita untuk perjuangan Islam, haus dengan ilmu Islam," jelas Sugianto.

Hasilnya, antusiasme orang tua cukup tinggi. Dari target 100 peserta tingkat SD dan SLTP, kegiatan tersebut diikuti oleh 130 anak se-Solo Raya.

Sementara itu, sekretaris MUI Surakarta, Ustad Mukorobin dalam sambutannya memberikan apresiasi atas digelarnya kegiatan tersebut.

"Demi dakwah dan si'ar Islam kami siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan seperti ini dan kami dukung,” ujarnya.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Menlu Turki: Serangan Rusia di Suriah Sangat Tidak Manusiawi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Serangan Rusia terhadap warga sipil Suriah sangat tidak manusiawi dan bertentangan dengan hati nurani manusia, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada Anadolu Agency Sabtu (26/12/2015).

"Kami sangat mengutuk pembantaian Rusia terhadap warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak dan orang-orang tua," kata Cavusoglu, menambahkan bahwa serangan pada daerah sipil di Suriah tersebut kini terjadi hampir setiap hari.

"Serangan ini tidak manusiawi dan bertentangan dengan hati nurani manusia," tambahnya.

Dia mengatakan bahwa Rusia melakukan serangan terhadap warga sipil di Ghouta Timur, Kamis. 30 orang, termasuk sedikitnya delapan anak tewas dalam serangan di distrik Hamuriye dan enam warga sipil tewas dalam serangan di distrik Irbin.

Dia juga mengatakan bahwa pesawat tempur Rusia membunuh warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak dalam serangan terhadap pemukiman dan rumah sakit di kabupaten Azaz di Aleppo Kamis dan Jumat. Dia menambahkan bahwa beberapa orang terluka dikirim ke rumah sakit di provinsi Kilis di tenggara Turki.

Dia mencatat bahwa lima orang tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam serangan udara Rusia lainnya di Masjid Batul di distrik Zebdiya yang dikuasai mujahidin Suriah di Aleppo saat sedang shalat Jumat.
 

Deddy  | Anadolu Agency | Jurnalislam

Menlu Turki: Serangan Rusia di Suriah Sangat Tidak Manusiawi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Serangan Rusia terhadap warga sipil Suriah sangat tidak manusiawi dan bertentangan dengan hati nurani manusia, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada Anadolu Agency Sabtu (26/12/2015).

"Kami sangat mengutuk pembantaian Rusia terhadap warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak dan orang-orang tua," kata Cavusoglu, menambahkan bahwa serangan pada daerah sipil di Suriah tersebut kini terjadi hampir setiap hari.

"Serangan ini tidak manusiawi dan bertentangan dengan hati nurani manusia," tambahnya.

Dia mengatakan bahwa Rusia melakukan serangan terhadap warga sipil di Ghouta Timur, Kamis. 30 orang, termasuk sedikitnya delapan anak tewas dalam serangan di distrik Hamuriye dan enam warga sipil tewas dalam serangan di distrik Irbin.

Dia juga mengatakan bahwa pesawat tempur Rusia membunuh warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak dalam serangan terhadap pemukiman dan rumah sakit di kabupaten Azaz di Aleppo Kamis dan Jumat. Dia menambahkan bahwa beberapa orang terluka dikirim ke rumah sakit di provinsi Kilis di tenggara Turki.

Dia mencatat bahwa lima orang tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam serangan udara Rusia lainnya di Masjid Batul di distrik Zebdiya yang dikuasai mujahidin Suriah di Aleppo saat sedang shalat Jumat.
 

Deddy  | Anadolu Agency | Jurnalislam

Taliban Bantah Berbagi Data Intelijen Mengenai IS dengan Rusia

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) resmi membantah isu "negosiasi atau pertukaran informasi" dengan Rusia untuk memerangi penyebaran kelompok Islamic State (IS) di Afghanistan.

Taliban menolak keras tuduhan tersebut Jumat (25/12/2015), mengatakan mereka tidak membutuhkan dukungan siapa pun untuk melawan dan menghilangkan kehadiran IS di Afghanistan.

"Kami mengadakan pembicaraan, tetapi bukan tentang memerangi IS. Kami justru mengancam agar seluruh pasukan asing keluar dari Afghanistan, itu yang kita sampaikan saat ini kepada Rusia," kata seorang juru bicara Taliban kepada Al Jazeera, Sabtu (26/12/2015).

"Sedangakan IS hanyalah sekelompok kecil saja yang berada di provinsi Nangarhar dan bukan merupakan kelompok besar atau kuat yang akan mengancam kita."

Taliban memiliki sejarah dalam membantah berbagai tuduhan isu-isu serta propaganda yang dapat membahayakan persepsi kekuatan atau posisi Imarah Islam.

Isu Taliban bekerja sama dengan Rusia hanya pernyataan sepihak dari Rusia, yang disampaikan oleh pejabat Rusia.

Zamir Kabulov, seorang pejabat di kementerian luar negeri Rusia dan wakil khusus Presiden Vladimir Putin untuk Afghanistan, mengatakan awal pekan ini bahwa "kepentingan obyektif Taliban serupa dengan kita".

Meskipun Rusia mengatakan memiliki kesamaan kepentingan obyektif dengan Taliban, Rusia tetap menjadikan Taliban sebagai musuh besar. Taliban selama lebih dari satu dekade telah memerangi Moskow, dan juga sebagai sumber potensi teror dan ketidakstabilan di negara-negara bekas Uni Soviet.

IS muncul di sejumlah daerah kecil Afghanistan dan telah sesumbar untuk melawan Taliban.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam