Jet Rusia Membom Masjid di Allepo saat Shalat Jumat Berlangsung

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Lima orang tewas dan 10 lainnya luka-luka setelah pesawat tempur Rusia menargetkan sebuah Masjid saat shalat Jumat sedang berlangsung di Aleppo, sumber Pertahanan Sipil Suriah mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat (25/12/2015).

Sumber tersebut mengatakan bahwa Masjid Batul di distrik Zebdiya yang dikuasai mujahidin Suriah rusak parah akibat serangan itu.

Sementara itu, sumber melaporkan serangan udara Rusia lain di kabupaten Old Aleppo, Bustan al-Qasr, Karm Turab dan Bab Kansirin.

Sebelumnya pada hari Jumat, pesawat tempur Rusia juga menargetkan dua rumah sakit di distrik Azaz di Aleppo, menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk tiga anak-anak.

Serangan udara Rusia telah menewaskan lebih dari 250 warga sipil pekan ini saja di seluruh Suriah.

Menurut sebuah laporan yang dirilis awal bulan ini oleh Amnesty International, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan "ratusan" warga sipil Suriah selama tiga bulan terakhir.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Rusia sedang berusaha untuk menutupi jumlah korban tewas di pihak warga sipil.

Laporan ini memberikan bukti yang menunjukkan bahwa militer Rusia telah menggunakan bom tidak terarah di daerah padat penduduk sipil, serta amunisi "klaster" yang dilarang secara internasional.

Amnesty International mengatakan bahwa serangan udara telah menyebabkan kerusakan besar di daerah pemukiman – menyerang rumah, masjid, pasar dan fasilitas medis – dan melanggar hukum kemanusiaan internasional.

Rusia memulai operasi udara di Suriah pada 30 September dengan tujuan mendukung rezim  Syiah Suriah Bashar al-Assad.

Sedikitnya 250.000 orang tewas sejak konflik Suriah dimulai pada tahun 2011, menurut PBB.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Jet Rusia Membom Masjid di Allepo saat Shalat Jumat Berlangsung

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Lima orang tewas dan 10 lainnya luka-luka setelah pesawat tempur Rusia menargetkan sebuah Masjid saat shalat Jumat sedang berlangsung di Aleppo, sumber Pertahanan Sipil Suriah mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat (25/12/2015).

Sumber tersebut mengatakan bahwa Masjid Batul di distrik Zebdiya yang dikuasai mujahidin Suriah rusak parah akibat serangan itu.

Sementara itu, sumber melaporkan serangan udara Rusia lain di kabupaten Old Aleppo, Bustan al-Qasr, Karm Turab dan Bab Kansirin.

Sebelumnya pada hari Jumat, pesawat tempur Rusia juga menargetkan dua rumah sakit di distrik Azaz di Aleppo, menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk tiga anak-anak.

Serangan udara Rusia telah menewaskan lebih dari 250 warga sipil pekan ini saja di seluruh Suriah.

Menurut sebuah laporan yang dirilis awal bulan ini oleh Amnesty International, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan "ratusan" warga sipil Suriah selama tiga bulan terakhir.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Rusia sedang berusaha untuk menutupi jumlah korban tewas di pihak warga sipil.

Laporan ini memberikan bukti yang menunjukkan bahwa militer Rusia telah menggunakan bom tidak terarah di daerah padat penduduk sipil, serta amunisi "klaster" yang dilarang secara internasional.

Amnesty International mengatakan bahwa serangan udara telah menyebabkan kerusakan besar di daerah pemukiman – menyerang rumah, masjid, pasar dan fasilitas medis – dan melanggar hukum kemanusiaan internasional.

Rusia memulai operasi udara di Suriah pada 30 September dengan tujuan mendukung rezim  Syiah Suriah Bashar al-Assad.

Sedikitnya 250.000 orang tewas sejak konflik Suriah dimulai pada tahun 2011, menurut PBB.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Turki: 205 Milisi Komunis PKK Tewas Selama 10 Hari Operasi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 180 teroris PKK telah tewas dalam operasi militer di Turki tenggara sejak 15 Desember, Staf Umum Turki mengumumkan Jumat (25/12/2015), Anadolu Agency melaporkan, Jumat.

Sumber-sumber militer berbicara kepada Anadolu Agency pada kondisi anonimitas mengatakan ada tambahan 25 korban tewas dalam periode yang sama.

Milisi PKK menderita korban jiwa di provinsi tenggara Sirnak, Diyarbakir, Mardin dan Bitlis, di mana operasi terus berlangsung.

Sebanyak 139 teroris PKK telah tewas di distrik Cizre provinsi Sirnak, dan 33 lainnya tewas di distrik Sur provinsi Diyarbakir.

PKK yang juga dianggap sebagai organisasi teroris oleh dunia Internasional kembali melakukan serangan bersenjata pada akhir Juli. Sejak itu, lebih dari 200 anggota pasukan keamanan Turki telah tewas dan lebih dari 1.700 teroris PKK telah tewas.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Turki: 205 Milisi Komunis PKK Tewas Selama 10 Hari Operasi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 180 teroris PKK telah tewas dalam operasi militer di Turki tenggara sejak 15 Desember, Staf Umum Turki mengumumkan Jumat (25/12/2015), Anadolu Agency melaporkan, Jumat.

Sumber-sumber militer berbicara kepada Anadolu Agency pada kondisi anonimitas mengatakan ada tambahan 25 korban tewas dalam periode yang sama.

Milisi PKK menderita korban jiwa di provinsi tenggara Sirnak, Diyarbakir, Mardin dan Bitlis, di mana operasi terus berlangsung.

Sebanyak 139 teroris PKK telah tewas di distrik Cizre provinsi Sirnak, dan 33 lainnya tewas di distrik Sur provinsi Diyarbakir.

PKK yang juga dianggap sebagai organisasi teroris oleh dunia Internasional kembali melakukan serangan bersenjata pada akhir Juli. Sejak itu, lebih dari 200 anggota pasukan keamanan Turki telah tewas dan lebih dari 1.700 teroris PKK telah tewas.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pemerintah Afghanistan akan Putuskan Kapan Misi Pasukan Turki Berakhir

ANGKARA (Jurnalislam.com) – Turki akan menarik pasukannya dari Afghanistan saat Kabul mengatakan OK, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Kamis (24/12/2015).

Seperti yang dilansir World Bulletin, Kamis, dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya dari Afghanistan, Presiden Ashraf Ghani, di ibukota Turki, Ankara, Erdogan mengatakan, "Afghanistan menderita luka serius dan kami akan terus membantu mereka menyembuhkan luka ini.”

"Angkatan bersenjata kami telah berada di Afghanistan dari awal hingga sekarang untuk tujuan keamanan, seperti yang Anda tahu, kami memiliki misi pelatihan di sana. Kami akan terus mematuhi jadwal yang telah diputuskan oleh saudara Afghanistan kami sesuai dengan negosiasi. Kami akan menarik tentara kita ketika Afghanistan mengatakan 'OK'. "

Parlemen Turki mengizinkan pemerintah pada 6 Januari untuk melanjutkan penempatan tentara Turki di Afghanistan selama dua tahun lebih di bawah misi baru NATO yang disebut Resolute Support, yang diluncurkan pada 1 Januari 2015.

Saat Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO mengakhiri misi tempur mereka selama 13 tahun di Afghanistan pada akhir 2014, misi Turki berkembang menjadi pelatihan dan penasehat pasukan keamanan Afghanistan yang baru lahir.

"Ini adalah misi pelatihan, penasehat dan bantuan," kata Menteri Pertahanan Turki Ismet Yilmaz pada 6 Januari, seraya menambahkan, "Tidak akan ada operasi pertempuran."

Ghani mengucapkan terima kasih atas dukungan Turki, terutama di bidang keamanan.

"Tentara Turki bahu-membahu dengan kami," Ghani mengakui, menambahkan, "Sekali lagi, kami ingin mengucapkan terima kasih karena Anda mendukung rakyat Afghanistan".

Erdogan juga menekankan bahwa kerjasama Turki dengan Afghanistan di bidang politik, ekonomi, komersial dan budaya juga akan terus berlanjut.

Turki dan Afghanistan menandatangani tiga perjanjian, termasuk nota kesepahaman pada solidaritas politik, kerja sama keamanan dan deklarasi untuk pembangunan kampus Universitas Mevlana Celaleddin Rumi Turki-Afghanistan di Kabul.

"Bekerja sama dengan teman lama kita, saudara abadi Afghanistan sangat penting bagi Turki," kata Erdogan.

Ghani menyerukan kerjasama lebih di bidang ekonomi dan budaya antara Turki dan Afghanistan. Dia juga menghargai investasi yang datang dari investor Turki.

Ia juga menceritakan konferensi kelima "Heart of Asia" yang diadakan di ibukota Pakistan, Islamabad, pada 8 Desember dan mencatat bahwa kerangka umum telah dibuat dalam hal terorisme.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya proyek pipa TAPI untuk menghubungkan Turkmenistan, Afghanistan, dan Pakistan.

Sebelum membuat pernyataan, presiden Turki juga mengadakan pertemuan rinci dengan Ghani.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pemerintah Afghanistan akan Putuskan Kapan Misi Pasukan Turki Berakhir

ANGKARA (Jurnalislam.com) – Turki akan menarik pasukannya dari Afghanistan saat Kabul mengatakan OK, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Kamis (24/12/2015).

Seperti yang dilansir World Bulletin, Kamis, dalam sebuah konferensi pers bersama dengan rekannya dari Afghanistan, Presiden Ashraf Ghani, di ibukota Turki, Ankara, Erdogan mengatakan, "Afghanistan menderita luka serius dan kami akan terus membantu mereka menyembuhkan luka ini.”

"Angkatan bersenjata kami telah berada di Afghanistan dari awal hingga sekarang untuk tujuan keamanan, seperti yang Anda tahu, kami memiliki misi pelatihan di sana. Kami akan terus mematuhi jadwal yang telah diputuskan oleh saudara Afghanistan kami sesuai dengan negosiasi. Kami akan menarik tentara kita ketika Afghanistan mengatakan 'OK'. "

Parlemen Turki mengizinkan pemerintah pada 6 Januari untuk melanjutkan penempatan tentara Turki di Afghanistan selama dua tahun lebih di bawah misi baru NATO yang disebut Resolute Support, yang diluncurkan pada 1 Januari 2015.

Saat Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO mengakhiri misi tempur mereka selama 13 tahun di Afghanistan pada akhir 2014, misi Turki berkembang menjadi pelatihan dan penasehat pasukan keamanan Afghanistan yang baru lahir.

"Ini adalah misi pelatihan, penasehat dan bantuan," kata Menteri Pertahanan Turki Ismet Yilmaz pada 6 Januari, seraya menambahkan, "Tidak akan ada operasi pertempuran."

Ghani mengucapkan terima kasih atas dukungan Turki, terutama di bidang keamanan.

"Tentara Turki bahu-membahu dengan kami," Ghani mengakui, menambahkan, "Sekali lagi, kami ingin mengucapkan terima kasih karena Anda mendukung rakyat Afghanistan".

Erdogan juga menekankan bahwa kerjasama Turki dengan Afghanistan di bidang politik, ekonomi, komersial dan budaya juga akan terus berlanjut.

Turki dan Afghanistan menandatangani tiga perjanjian, termasuk nota kesepahaman pada solidaritas politik, kerja sama keamanan dan deklarasi untuk pembangunan kampus Universitas Mevlana Celaleddin Rumi Turki-Afghanistan di Kabul.

"Bekerja sama dengan teman lama kita, saudara abadi Afghanistan sangat penting bagi Turki," kata Erdogan.

Ghani menyerukan kerjasama lebih di bidang ekonomi dan budaya antara Turki dan Afghanistan. Dia juga menghargai investasi yang datang dari investor Turki.

Ia juga menceritakan konferensi kelima "Heart of Asia" yang diadakan di ibukota Pakistan, Islamabad, pada 8 Desember dan mencatat bahwa kerangka umum telah dibuat dalam hal terorisme.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya proyek pipa TAPI untuk menghubungkan Turkmenistan, Afghanistan, dan Pakistan.

Sebelum membuat pernyataan, presiden Turki juga mengadakan pertemuan rinci dengan Ghani.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pesawat Tempur Rusia Serang 2 Rumah Sakit di Aleppo, Enam Tewas dan Puluhan Luka-luka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya enam warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan udara Jumat (25/12/2015) yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia di Aleppo, kata sumber-sumber keamanan Suriah, lansir World Bulletin, JUmat.

Sumber tersebut menambahkan bahwa serangan udara, yang menargetkan kabupaten Azaz, menyebabkan kerusakan berat pada bangunan rumah sakit. Salah satu fasilitas medis yang menjadi sasran diyakini adalah rumah sakit anak-anak.

Serangan udara Rusia telah menewaskan lebih dari 250 warga sipil pekan ini saja di seluruh Suriah.

Menurut sebuah laporan yang dirilis awal bulan ini oleh Amnesty International, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan "ratusan" warga sipil Suriah selama tiga bulan terakhir.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Rusia sedang berusaha untuk menutupi jumlah korban tewas di pihak warga sipil.

Laporan ini memberikan bukti yang menunjukkan bahwa militer Rusia telah menggunakan bom tidak terarah di daerah padat penduduk sipil, serta amunisi "klaster" yang dilarang secara internasional.

Amnesty International mengatakan bahwa serangan udara telah menyebabkan kerusakan besar di daerah pemukiman – menyerang rumah, masjid, pasar dan fasilitas medis – dan melanggar hukum kemanusiaan internasional.

Rusia memulai operasi udara di Suriah pada 30 September dengan tujuan mendukung rezim  Syiah Suriah Bashar al-Assad.

Sesikitnya 250.000 orang tewas sejak konflik Suriah dimulai pada tahun 2011, menurut PBB.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Pesawat Tempur Rusia Serang 2 Rumah Sakit di Aleppo, Enam Tewas dan Puluhan Luka-luka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya enam warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan udara Jumat (25/12/2015) yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia di Aleppo, kata sumber-sumber keamanan Suriah, lansir World Bulletin, JUmat.

Sumber tersebut menambahkan bahwa serangan udara, yang menargetkan kabupaten Azaz, menyebabkan kerusakan berat pada bangunan rumah sakit. Salah satu fasilitas medis yang menjadi sasran diyakini adalah rumah sakit anak-anak.

Serangan udara Rusia telah menewaskan lebih dari 250 warga sipil pekan ini saja di seluruh Suriah.

Menurut sebuah laporan yang dirilis awal bulan ini oleh Amnesty International, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan "ratusan" warga sipil Suriah selama tiga bulan terakhir.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Rusia sedang berusaha untuk menutupi jumlah korban tewas di pihak warga sipil.

Laporan ini memberikan bukti yang menunjukkan bahwa militer Rusia telah menggunakan bom tidak terarah di daerah padat penduduk sipil, serta amunisi "klaster" yang dilarang secara internasional.

Amnesty International mengatakan bahwa serangan udara telah menyebabkan kerusakan besar di daerah pemukiman – menyerang rumah, masjid, pasar dan fasilitas medis – dan melanggar hukum kemanusiaan internasional.

Rusia memulai operasi udara di Suriah pada 30 September dengan tujuan mendukung rezim  Syiah Suriah Bashar al-Assad.

Sesikitnya 250.000 orang tewas sejak konflik Suriah dimulai pada tahun 2011, menurut PBB.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

LUIS Kecewa Kepolisian Lambat Tangani Kasus Judi Dadu di Boyolali

BOYOLALI (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendatangi Polres Boyolali Jl. Solo-Semarang Km. 24 Boyolali, Jawa Tengah guna memantau proses hukum kasus judi dadu, Jumat (25/12/2015). LUIS menggerebek sebuah rumah di desa Banyurejo RT 02 RW 05, Rembun, Nogosari, Boyolali yang dijadikan tempat judi dadu pada Sabtu (19/12/2015).

Kedatangan LUIS diterima oleh Kanit IV Reskrim Polres Boyolali, Lukman Efendi mewakili Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono. Kapolres sendiri sempat menyambut kedatangan tim LUIS, namun beliau izin karena ada tugas lain.

Ketua LUIS, Edi Lukito kemudian langsung menanyakan perkembangan proses hukum 11 orang yang terjaring razia LUIS. Edi menyayangkan dari 11 orang yang diserahkan, hanya 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal menurutnya, masih ada aktor dibalik perjudian itu, yaitu ketua RT, pemilik rumah dan bandarnya yang hingga saat ini belum di tangkap.

"Saya menghormati kepolisian, tapi jadi penyidik mbok ya jangan standar," sindir Edi. 

Sementara itu, Lukman mengakui pihaknya terkendala pada alat bukti dan saksi. Namun dalam perkembangannya ditetapkan 3 tersangka, yaitu Hadi Wiyono, Jarwo, Sukardi dan 2 orang masuk daftar pencarian atas nama Kempleng dan Oyot.

"Kita sendiri terkendala saat kita melakukan penggerebekkan tidak bisa membuktikan, dengan alat bukti, itu kendala kita," ungkap Lukman.

Kekecewaaan juga diungkapkan Humas LUIS, Endro Sudarsono kepada Jurnalislam. Endro mengatakan, dalam pengawalan kasus ini memang ada perkembangan dengan adanya DPO tapi Polres Boyolali kurang cepat dalam menangani judi yang telah diamanatkan.

"Kami berharap Polres Boyolali lebih cepat dan sigap dalam menangani kasus-kasus pekat, dan masyarakat Boyolali harus berani melaporkan baik ke polisi ataupun ormas yang ada di Solo," jelas Endro.

Reporter: Dyo, Ridho | Editor: Ally | Jurnalislam

Amir AQAP: Amerika adalah Musuh Utama Mujahidin

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pada tanggal 20 Desember, al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) merilis video yang menampilkan Amir Syeikh Qasim al Raymi. Syeikh Al Raymi berbicara hampir 20 menit tentang jihad dan pentingnya menghadapi Amerika.

Syeikh Al Raymi mengatakan bahwa AS adalah kendala utama yang menghalangi mujahidin dalam membangun negara yang bersyariat  Islam.

Al Raymi menggambarkan AS sebagai musuh utama dan nyata, karena mendukung semua lawan mujahidin di seluruh dunia.

"Amerika membuat musuh kami menjadi tak terhitung jumlahnya sehingga mengalihkan perhatian kita untuk melawan mereka, dan mereka membawa konflik masuk ke dalam tanah kami sehingga konflik tetap jauh dari tanah mereka sendiri," kata al Raymi, menurut terjemahan yang diperoleh dari The Long War Journal, Kamis (24/12/2015).

Tidak ada pihak lain yang mampu memobilisasi dan menghasut orang lain lebih daripada Amerika.

Jihadis tidak memikirkan pertempuran lokal mereka sebagai satu-satunya laga yang penting, menurut Syeikh  al Raymi. "Kami adalah umat tunggal satu kesatuan kaum Muslimin di seluruh dunia dan kami adalah orang-orang yang sama bahkan jika kami hadir di lokasi yang berbeda. Jika orang berpikir hanya tentang dirinya sendiri dan percaya dengan perbatasan, maka ia mengisolasi dirinya dari ummat dan luasnya pertempuran," kata Syeikh al Raymi.

Saat perang berkecamuk, mujahidin harus mampu melihat masalah dari sudut pandang seorang umat yang satu, untuk mencari tahu siapakah musuh yang nyata, dan bukan dari sudut pandang medan perang terpisah di Afghanistan, Irak, Somalia, Yaman atau di tempat lain. Dari perspektif ini, Syeikh al Raymi berpendapat, jelas bahwa musuh sejati kaum muslimin adalah Amerika.

Syeikh Al Raymi mengatakan AS menyangga pemerintah Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi di Yaman, dan tanpa dukungan Amerika pasukan Hadi tidak akan mampu melakukan perlawanan nyata bagi jihadis. "Yang bisa dilakukan agen (Hadi) ini hanyalah meletakkan perangkat pelacakan ke arah para pemimpin jihadis, atau mengarahkan rudal Amerika ke target yang harus diserang."

Syeikh Al Raymi bahkan berpendapat bahwa AS adalah musuh dekat karena pasukan Amerika tidak jauh. Hadi malah berkali-kali lebih jauh daripada orang Amerika, ungkap Amir AQAP.

Syeikh Al Raymi ditunjuk sebagai pemimpin senior AQAP setelah pendahulunya, Nasir al Wuhayshi, syahid dalam serangan pesawat tak berawak AS pada pertengahan Juni. Beberapa pekan kemudian, dalam pesan audio, Syeikh al Raymi memuji kawannya yang gugur dan menegaskan kembali kesetiaannya kepada Syeikh Ayman al Zawahiri, Amir al Qaeda global.

Syeikh al Raymi juga membicarakan tema yang dikembangkan oleh al Qaeda dekade lalu. Dia mengulang retorika Syeikh Usama bin Laden dengan menggambarkan Amerika sebagai musuh utama.

Meskipun Syeikh al Raymi mengatakan para mujahidin harus fokus pada pertempuran dengan AS, namun, AQAP sebenarnya menggunakan sebagian besar sumber dayanya  untuk memerangi Syiah Houthi, yang didukung oleh Republik Syiah Iran.

Pemberontak Syiah Houthi memperoleh kemenangan hampir di seluruh Yaman pada akhir 2014, dan akhirnya mampu menggulingkan pemerintah Hadi awal tahun ini. Sejak saat itu, AQAP mengaku bertanggungjawab atas ratusan serangan terhadap posisi militer dan pasukan Houthi di Yaman.

Di waktu lalu, para pemimpin AQAP lainnya telah mengatakan bahwa Syiah Houthi sebetulnya merupakan bagian dari sumbu Iran-Amerika yang dikhususkan untuk menggagalkan visi dan misi  mujahidin di Yaman.

Syeikh Al Raymi memperjelas bahwa tujuan utama AQAP adalah untuk mendirikan Daulah Islam di Yaman berdasarkan hukum syariah. Namun, ia mengatakan jihadis tidak akan berhasil selama Amerika masih terus menghalanginya.

Walaupun sekarang ini AQAP telah berhasil merebut seluruh wilayah Yaman selatan tahun ini, dan telah mulai menerapkan hukum syariah di berbagai daerah. Tapi AQAP mengakui belum berkuasa atas sebuah Imarah pada suatu negri, atau Daulah Islam Yaman.

Amir AQAP ini mengkritik upaya untuk mendirikan sebuah Khilafah Islam dalam perang sebelum hukum syariah dapat dilaksanakan sepenuhnya diseluruh negeri. Tidak diragukan lagi ini adalah kritik terhadap Islamic State (IS) Khilafah yang terbentuk secara sepihak, buatan Abu Bakr al Baghdadi.

"Hari ini, kita berada pada tahap jihad defensif terhadap musuh (Amerika) dan koalisi yang berdiri menentang pembentukan sebuah Daulah Islam Yaman yang  berdiri di antara kami dan pembentukan syariah kami," Syeikh al Raymi berpendapat. "Setiap kali muncul di suatu daerah, AS datang untuk melawan dan menghancurkannya."

Oleh karena itu, Syeikh al Raymi menegaskan, "baik dia dan seluruh mujahidin lainnya diwajibkan untuk menghilangkan hambatan ini dan langsung mengarahkan senjata mereka kepada Amerika."

Deddy | TLWJ | Jurnalislam