Dua Ledakan Besar Mengguncang Kota Homs, Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya  32 warga sipil tewas dan 90 lainnya luka-luka dalam dua ledakan di kota Homs Suriah, kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan, Senin (28/12/2015).

Ledakan, satu dari bom mobil dan satu lagi dari seorang pembom martir, mengoyak kabupaten Zahra di tengah-tengah kota pada hari Senin, kata kelompok itu, lansir Aljazeera.

Kantor berita negara Suriah, SANA, melaporkan dua ledakan bom mobil, tetapi memberi informasi jumlah korban tewas tidak lebih dari 19 orang dan lebih dari 100 luka-luka.

Ini adalah serangan besar kedua di kota itu sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku awal bulan ini, membuka jalan bagi pemerintah untuk mengambil alih wilayah terakhir yang dikuasai pejuang Suriah di Homs.

Ledakan kembar pada 12 Desember, juga di Zahra, menewaskan sedikitnya 16 orang. Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, mengatakan telah meledakkan sebuah bom mobil.

Ledakan terjadi saat ratusan warga suriah sedang dievakuasi dari tiga wilayah di Suriah menuju Lebanon dan Turki.

Di bawah kesepakatan gencatan senjata Homs, setidaknya 700 pejuang dan anggota keluarga mereka meninggalkan daerah terakhir yang dikuasai pejuang di kota tersebut, di kabupaten al Waer, Senin.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Dua Ledakan Besar Mengguncang Kota Homs, Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya  32 warga sipil tewas dan 90 lainnya luka-luka dalam dua ledakan di kota Homs Suriah, kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan, Senin (28/12/2015).

Ledakan, satu dari bom mobil dan satu lagi dari seorang pembom martir, mengoyak kabupaten Zahra di tengah-tengah kota pada hari Senin, kata kelompok itu, lansir Aljazeera.

Kantor berita negara Suriah, SANA, melaporkan dua ledakan bom mobil, tetapi memberi informasi jumlah korban tewas tidak lebih dari 19 orang dan lebih dari 100 luka-luka.

Ini adalah serangan besar kedua di kota itu sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku awal bulan ini, membuka jalan bagi pemerintah untuk mengambil alih wilayah terakhir yang dikuasai pejuang Suriah di Homs.

Ledakan kembar pada 12 Desember, juga di Zahra, menewaskan sedikitnya 16 orang. Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, mengatakan telah meledakkan sebuah bom mobil.

Ledakan terjadi saat ratusan warga suriah sedang dievakuasi dari tiga wilayah di Suriah menuju Lebanon dan Turki.

Di bawah kesepakatan gencatan senjata Homs, setidaknya 700 pejuang dan anggota keluarga mereka meninggalkan daerah terakhir yang dikuasai pejuang di kota tersebut, di kabupaten al Waer, Senin.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Tentara Irak Nyatakan Ramadi telah Dibebaskan

RAMADI (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah membebaskan kota Ramadi dari kelompok Islamic State (IS) dan pada hari Senin mengibarkan bendera Irak di atas bekas kompleks pemerintah yang diperebutkan, juru bicara Komando Operasi Gabungan mengatakan, lansir World Bulletin, Senin (28/12/2015).

"Ramadi telah dibebaskan dan angkatan bersenjata Irak telah mengibarkan bendera di atas kompleks pemerintah," Brigadir Jenderal Yahya Rasool mengumumkan di televisi pemerintah.

Militer mengatakan sebelumnya bahwa pasukan telah merebut kembali bekas bangunan pemerintah di kota strategis tersebut.

Pasukan IS telah meninggalkan posisi di kota Ramadi di tengah serangan udara yang dilakukan oleh pesawat tempur Irak, mereka mengatakan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad, Mohammed al-Bidani, juru bicara War Media Network yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Irak, mengatakan IS meninggalkan dari bangunan pemerintah yang telah mereka duduki.

Pernyataan itu mengatakan bahwa pesawat tempur Irak meluncurkan serangan udara di distrik Al-Qa'im di barat Ramadi yang menewaskan 25 pasukan IS peringkat tinggi dan menghancurkan dua posisi IS.

Menurut pernyataan itu, pasukan keamanan Irak tidak menemui hambatan dan menyisir daerah Ramadi.

Pada Juni tahun lalu, IS menyerbu Mosul – kota terbesar kedua di negara itu – sebelum pindah untuk merebut wilayah tambahan di Irak dan Suriah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Tentara Irak Nyatakan Ramadi telah Dibebaskan

RAMADI (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah membebaskan kota Ramadi dari kelompok Islamic State (IS) dan pada hari Senin mengibarkan bendera Irak di atas bekas kompleks pemerintah yang diperebutkan, juru bicara Komando Operasi Gabungan mengatakan, lansir World Bulletin, Senin (28/12/2015).

"Ramadi telah dibebaskan dan angkatan bersenjata Irak telah mengibarkan bendera di atas kompleks pemerintah," Brigadir Jenderal Yahya Rasool mengumumkan di televisi pemerintah.

Militer mengatakan sebelumnya bahwa pasukan telah merebut kembali bekas bangunan pemerintah di kota strategis tersebut.

Pasukan IS telah meninggalkan posisi di kota Ramadi di tengah serangan udara yang dilakukan oleh pesawat tempur Irak, mereka mengatakan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad, Mohammed al-Bidani, juru bicara War Media Network yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Irak, mengatakan IS meninggalkan dari bangunan pemerintah yang telah mereka duduki.

Pernyataan itu mengatakan bahwa pesawat tempur Irak meluncurkan serangan udara di distrik Al-Qa'im di barat Ramadi yang menewaskan 25 pasukan IS peringkat tinggi dan menghancurkan dua posisi IS.

Menurut pernyataan itu, pasukan keamanan Irak tidak menemui hambatan dan menyisir daerah Ramadi.

Pada Juni tahun lalu, IS menyerbu Mosul – kota terbesar kedua di negara itu – sebelum pindah untuk merebut wilayah tambahan di Irak dan Suriah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

10 Pekerja NATO Tewas dalam Serangan Taliban di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com ) – Sekitar pukul 08:00 waktu setempat, Senin (28/12/2015), seorang pencari syahid Imarah Islam – Abdul Sattar dari Zabul – menargetkan mini bus milik asing yang mengangkut para pekerja NATO dengan sebuah bom mobil di gerbang timur dekat fasilitas militer bandara Kabul, Al Emarah News melaporkan, Senin.

Ledakan kuat menghancurkan mini bus NATO, menewaskan 10 orang asing yang berada di dalamnya dan 3 pekerja bayaran.

Tim pengintai dari Imarah Islam telah memantau mini bus tersebut dalam waktu yang lama, digunakan sebagai transportasi harian mengangkut warga Amerika dan Eropa yang bekerja untuk pasukan NATO dari pangkalan militer terdekat ke bandara.

Mini bus tersebut rusak berkeping-keping akibat ledakan kuat sementara beberapa warga sipil di daerahtersebut yang berada di kejauhan juga terluka oleh pecahan pecahan kaca dan puing-puing.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan target serangan tampaknya adalah konvoi NATO. Dalam pernyataan singkat, koalisi militer internasional mengatakan sedang menyelidiki insiden itu, lansir Aljazeera.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan para pejuangnya berada di balik serangan istisyhad ke arah konvoi pasukan asing tersebut, dan mengatakan bahwa beberapa pasukan invasi asing tewas dan terluka.

Serangan itu terjadi sehari setelah panglima tinggi militer Pakistan, Jenderal Raheel Sharif mengunjungi Kabul dalam upaya mempersiapkan lokasi untuk mencoba melakukan perundingan dengan Taliban.

Deddy | Shahamat | Aljazeera | Jurnalislam

10 Pekerja NATO Tewas dalam Serangan Taliban di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com ) – Sekitar pukul 08:00 waktu setempat, Senin (28/12/2015), seorang pencari syahid Imarah Islam – Abdul Sattar dari Zabul – menargetkan mini bus milik asing yang mengangkut para pekerja NATO dengan sebuah bom mobil di gerbang timur dekat fasilitas militer bandara Kabul, Al Emarah News melaporkan, Senin.

Ledakan kuat menghancurkan mini bus NATO, menewaskan 10 orang asing yang berada di dalamnya dan 3 pekerja bayaran.

Tim pengintai dari Imarah Islam telah memantau mini bus tersebut dalam waktu yang lama, digunakan sebagai transportasi harian mengangkut warga Amerika dan Eropa yang bekerja untuk pasukan NATO dari pangkalan militer terdekat ke bandara.

Mini bus tersebut rusak berkeping-keping akibat ledakan kuat sementara beberapa warga sipil di daerahtersebut yang berada di kejauhan juga terluka oleh pecahan pecahan kaca dan puing-puing.

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan target serangan tampaknya adalah konvoi NATO. Dalam pernyataan singkat, koalisi militer internasional mengatakan sedang menyelidiki insiden itu, lansir Aljazeera.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan para pejuangnya berada di balik serangan istisyhad ke arah konvoi pasukan asing tersebut, dan mengatakan bahwa beberapa pasukan invasi asing tewas dan terluka.

Serangan itu terjadi sehari setelah panglima tinggi militer Pakistan, Jenderal Raheel Sharif mengunjungi Kabul dalam upaya mempersiapkan lokasi untuk mencoba melakukan perundingan dengan Taliban.

Deddy | Shahamat | Aljazeera | Jurnalislam

Pemborosan, Pemkot Probolinggo Diimbau Tak Gelar Pesta Kembang Api

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo KH Nizar Irsyad meminta kepada pemerintah kota Probolinggo dan aparat kepolisian untuk meniadakan pesta kembang api dan hiburan musik di malam pergantian tahun baru. Sebab, hal itu menurutnya hanya menghambur-hamburkan anggaran saja.

"Itu adalah pemborosan, menghamburkan anggaran saja. Perayaan semacam itu harus dirubah," tegasnya saat ditemui Jurnalislam di kediamanya Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pagi ini Senin (28/12/15).

Diakui Kyai Nizar, dalam perayaan tahun baru sebelumnya selalu dihiasai dengan pesta kembang api dan hiburan musik yang biayanya berasal dari APBD. "Tentu pemerintah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit," lanjut ketua MUI yang baru terpilih pada awal Desember ini.

"Dari pada mengeluarkan uang 10 juta untuk sewa artis, mending untuk kepentingan yang lain. Kita harus bisa mengambil manfaatnya dari pada mudharatnya, saya kira perayaan model seperti itu tidak perlu lah," sambungnya.

Kyai Nizar yang juga sebagai Ketua Aswaja Center kota Probolinggo itu menyarankan agar perayaan pergantian tahun dihiasi dengan kegiatan ibadah seperti istigosah dan pembacaan sholawat. "Ini akan lebih memberikan maslahat karena memulai sesuatu dengan cara yang thoyib (baik-red)," katanya.

Gagasan itu pun telah ia sampaikan dalam rapat koordinasi pergantian tahun."Ya, agar pesta yang begitu di ganti saja. Karena itu lebih bersifat hura-hura dan pemborosan," pungkasnya.

Untuk diketahui, tahun lalu perayaan pergantian tahun yang diselenggarakan Pemkot Probolinggo di halaman Meseum Probolinggo memakan korban. Salah satunya adalah istri Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Ny Siti Fatimah.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Harbul Afkar

Jakarta (jurnalislam.com)” Karakter orang kafir adalah menghalang-halangi orang muslim dari jalan Allah SWT, mereka kerahkan kekuatan untuk membungkam kekuatan Islam dan membuat jalan Alloh yang lurus menjadi bengkok (tidak murni, red),” terang Ustadz Haris Amir Falah dalam dialog dan muhasabah yang bertema Harbul Afkar Mengubur Gerakan Jihad Mencabut Akar Perlawanan, ahad (27/12/2015).

Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta ini menyatakan kaum kafir senantiasa memerangi pemikiran kaum muslimin agar kaum muslimin tidak mengerti hakikat Islam yang benar sesuai al Qur’an dan As sunnah.

“mereka membuat jalan Allah yang lurus menjadi bengkok, membuat jalan Allah menjadi tidak asli, caranya dengan diperangi pemikiran kita, dibuat umat Islam menjadi tidak radika,”

“apakah radikal itu suatu yang negative? Apakah memang seharunya seluruh pemeluk agama harus radikal, apapun ceritanya hari ini radikal adalah suatu yang negative, sehingga orang boleh memahami tentang Islam tapi Islam yang dipahami tidak sampai pada akar sebenarnya”, pungkasnya.

Turut hadir sebagai pembicara adalah Harits Abu Ulya  dan Prof DR Hamdi Muluk, acara yang digelar di Aula Buya HAMKA Jakarta Timur  ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Irfan I Jurnalislam

Keluarga Terduga Teroris Sukoharjo Minta LUIS Ambil Motornya

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Tim Advokasi Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) siang ini, Senin (28/12/2015) mendatangi Polres Sukoharjo. Kedatangannya untuk menyampaikan permintaan keluarga korban penangkapan Densus88, Budiyanto alias Abdul Karim, warga RT 002/RW 003, Dusun Sepat, Desa Bulu, Kecamatan Bulu. Keluarga korban meminta LUIS untuk mengambilkan sepeda motor yang disita Densus88 dalam penangkapan pada Sabtu (19/12/2015) lalu.

Rombongan LUIS diterima Kasat Intel Polres Sukoharjo, AKP Deni Nurdiansyah. Humas LUIS, Endro Sudarsono kemudian menyampaikan permohonan keluarga korban untuk mengambil motor honda matic warna merah/hitam dengan Nopol H 3321 QI.

AKP Deni Nurdiansyah menjelaskan, motor tersebut masih berada di Polres Sukoharjo. Akan tetapi, karena kendaraan itu menjadi barang bukti titipan Densus.

"Motornya masih ada pak, tapi inikan titipan Densus, saya tidak berwenang" ucap Deni

Ketika didesak Endro bahwa keluarga Budiyanto membutuhkannya,  Akp Deni tidak berani memutuskan malah meminta menunggu Kasat Reskrim Iptu Frans Dalanta Kembaren S.H. Namun setelah beberapa jam menunggu, Frans D Kembaren tidak bisa ditemui dan tidak bisa dihubungi lewat telponnya.

 

Menyongsong Khilafah Ala Minhajin Nubuwah

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Mimbar Dakwah Wal Jihad Shoutul Haq menggelar kajian akhbar bertema "Menyongsong Khilafah Ala Minhajin Nubuwah" di Masjid Jami' MUI Surakarta Jl.Serang No 10, Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta, Ahad (27/12/2015). Menghadirkan Ketua Laznah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), ustadz Irfan S Awwas dan pengamat pergerakan Islam, ustadz Abu Thalut.

Ustad Abu Tholut menuturkan, untuk mendirikan sebuah khilafah yang sesuai dengan sunnah nabi harus memenuhi syarat-syaratnya. Diantaranya, seorang khalifah adalah keturunan nabi atau orang Quraisy.

"Dari pihak ISIS, persoalan Quraisy ini sumbernya hanya dua. Satu pengumuman jubir resminya Abu Muhammad Al Adnani dalam pidatonya disebutkan nasabnya (khalifah). Cuma lima nama habis itu langsung lompat nama yang lain, maka kita pertanyakan kemana nama yang lain," jelas Abu Tholut.

Kedua, 

"Yang kedua, sorang mufti yang terkemuka dari Bahrain yang menjelaskan keturunan kholifah ada sepuluh nama yang seharusnya ada, ini dipertanyakan siapa generasi keturunan nabi ini" terang Abu Tholut.

Tak ketinggalan pula ustad  Irfan S Awwas membeberkan bahwa suatu kelompok yang tidak punya negara hanya sebuah kota yang dikuasai, lalu mengangkat kholifah terus memaksa kaum muslimin untuk berbai'at sebagai sebuah khilafah. 

"Kalo ada seorang kholifah diangkat beberapa orang, negara ndak punya, kemudian dibuat video disebarkan keseluruh dunia seakan ini menjadi iklan pengumuman Kekholifahan. Karna itu seseorang kholifah tanpa Kesepakatan kaum muslimin, Umar Bin Khotob menerangkan tidak boleh diikuti" ucap Irfan ketua Lajjah Tafidiyah Majelis Mujahidin.

Sukses acara digelar membuat kesan panitia untuk mengadakan agenda kajian kedepan yang serupa. "Perlu diketahui, kami akan adakan acara yg serupa dengan pembicara dari pendukung ISIS dan yang anti dengan paham ISIS" pungkas Fahmi.

Dikabarkan bahwa ada isu teror terhadap Fahmi selaku ketua panitia, untuk membubarkan acara tersebut namun hal ini tidak digubrisnya. 

"Bagi panitia sudah menjadi hal yang wajar kalo banyak teror yang masuk melalui telpon atau sms yg intinya ingin membubarkan acara kajian akhbar tersebut dikarenakan lokasi kajian berdekatan sekali dengan rumah pendukung daulah yang ada di Solo, namun kami meyakini ini hanya teror semu saja" ujar Fahmi.