Israel Tuntut Kumandang Takbir di Masjid Al Aqsha Ditiadakan

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Dalam rangka pemberangusan terhadap hak-hak beribadah kaum muslimin di Al-Quds sejumlah deputi Israel mengajukan tuntutan kepada pemerintahnya untuk mengkriminalkan kumandang takbir di dalam Masjid Al-Aqsha, Infopalestina melaporkan, Ahad (27/12/2015).

Permintaan ini muncul setelah penangkapan terhadap seorang pemuda Palestina dari dalam Masjid Al Aqsha yang mengumandangkan takbir saat para pemukim Zionis menyerbu Masjid. Mereka beralasan kalimat takbir itu menimbulkan ketakutan bagi kalangan pemukim Zionis.

Sementara itu, menurut Ramzi Katilat pengacara muslim kepada Quds Press menyebutkan, tuntutan para deputi tersebut sangat mengkhawatirkan.

Seseorang ditangkap hanya karena mengumandangkan takbir di dalam Al Aqsha. Dimana Israel melakukan pemeriksaan dan mendeportasi mereka dari Masjid Al-Aqsha beberapa hari. Ia menganggap pengalihan status orang yang mengumandangkan takbir menjadi prilaku kriminal dan diberikan sangsi merupakan kebijakan yang mengkhawatirkan dan berbahaya.

Dengan ini para pengacara akan mengajukan banding untuk menolak kebijakan tersebut. Kumandang takbir di dalam masjid termasuk hak dalam beribadah dan mengungkapkan pendapatnya di muka umum. Tuntutan mereka juga telah memasung dan melecehkan keyakinan umat Islam, ungkapnya.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Israel Tuntut Kumandang Takbir di Masjid Al Aqsha Ditiadakan

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Dalam rangka pemberangusan terhadap hak-hak beribadah kaum muslimin di Al-Quds sejumlah deputi Israel mengajukan tuntutan kepada pemerintahnya untuk mengkriminalkan kumandang takbir di dalam Masjid Al-Aqsha, Infopalestina melaporkan, Ahad (27/12/2015).

Permintaan ini muncul setelah penangkapan terhadap seorang pemuda Palestina dari dalam Masjid Al Aqsha yang mengumandangkan takbir saat para pemukim Zionis menyerbu Masjid. Mereka beralasan kalimat takbir itu menimbulkan ketakutan bagi kalangan pemukim Zionis.

Sementara itu, menurut Ramzi Katilat pengacara muslim kepada Quds Press menyebutkan, tuntutan para deputi tersebut sangat mengkhawatirkan.

Seseorang ditangkap hanya karena mengumandangkan takbir di dalam Al Aqsha. Dimana Israel melakukan pemeriksaan dan mendeportasi mereka dari Masjid Al-Aqsha beberapa hari. Ia menganggap pengalihan status orang yang mengumandangkan takbir menjadi prilaku kriminal dan diberikan sangsi merupakan kebijakan yang mengkhawatirkan dan berbahaya.

Dengan ini para pengacara akan mengajukan banding untuk menolak kebijakan tersebut. Kumandang takbir di dalam masjid termasuk hak dalam beribadah dan mengungkapkan pendapatnya di muka umum. Tuntutan mereka juga telah memasung dan melecehkan keyakinan umat Islam, ungkapnya.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Afiliasi Al Qaeda Mali Utara Serang Agen Lokal Tentara Salib dan Militer Perancis

MALI (Jurnalislam.com) – Ansar Dine, faksi jihad yang beroperasi di Mali dan merupakan pasukan Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), mengaku bertanggung jawab atas tiga serangan di Mali utara selama beberapa hari terakhir. Serangan itu diakui oleh AQIM atas nama Ansar Dine, lansir The Long War Journal, Ahad (27/12/2015).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis secara online oleh AQIM kemarin, cabang Al Qaeda tersebut mengakui bahwa Ansar Dine menargetkan barak militer agen Perancis pada tanggal 24 Desember di desa Talhandak yang terpencil di utara, menurut SITE Intelligence Group.

Ansar Dine mengatakan mereka menargetkan agen lokal Tentara Salib yang dikenal sebagai Trawa Trawa, yang memimpin sel keamanan internal yang didanai oleh Perancis di Mali utara untuk melawan Islam dan kaum Muslimin.

AQIM juga mengatakan bahwa para mujahidin mampu membebaskan 11 tahanan yang ditahan oleh Trawa Trawa.

Kota Talhandak dikendalikan oleh gerakan separatis Tuareg the National Movement for the Liberation of Azawad (MNLAGerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad).

Menurut Sahara Media, Ansar Dine mampu mengendalikan Talhandak dalam serangan itu. Dalam koordinasi dengan serangan yang lebih besar di Talhandak, AQIM juga mengakui bahwa Ansar Dine menyerang konvoi pasukan MNLA dekat Kidal.

Pasukan MNLA dilaporkan sedang berada dalam perjalanan menuju Talhandak untuk memberikan bala bantuan kepada pasukan yang terkepung di sana. Penyergapan mengakibatkan terbunuhnya empat agen, termasuk komandan gerakan MNLA, kata AQIM.

Namun, sebelum serangan tersebut, AQIM melaporkan bahwa Ansar Dine menargetkan kendaraan militer Chad dan Perancis dengan perangkat peledak improvisasi (IED) di dekat Tessalit.  Mujahidin mengatakan ledakan tersebut menghancurkan seluruh pasukan musuh.

Bagian dari pernyataan ini juga diarahkan ke MNLA. "Kalian tahu betul bahwa Tentara Salib bersama rezim boneka mereka, berusaha dengan segala cara untuk melibatkan Anda dalam perang proxy melawan orang tertindas," AQIM mengatakan, "Jadi mengapa kau bersikeras membuat para istri dan anak-anak Anda menjadi janda dan yatim dalam membela Tentara Salib, yang membunuh dan mengusir orang-orang kami di masa lalu dan sekarang? "AQIM kemudian menyerukan agar MNLA berhenti membantu Tentara Salib dan memperingatkan orang-orang yang menolak bahwa pedang AQIM akan mencapai semua orang yang bergabung dengan jajaran Tentara Salib dalam perang melawan Islam dan kaum muslimin.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh AQIM tersebut adalah yang kedua kalinya bulan ini bahwa cabang Al Qaeda tersebut mengakui serangan atas nama Ansar Dine.

Pada tanggal 15 Desember, AQIM juga mengakui serangan terhadap kota Niono, pusat Mali, untuk Ansar Dine juga.

AQIM menjadikan Ansar Dine sebagai lengan lokal di Mali. Dalam surat rahasia yang ditemukan di Timbuktu pada awal 2013, amir AQIM Abdelmalek Droukdel memerintahkan anggotanya untuk menutupi operasi mereka dan berpura-pura menjadi sebuah gerakan domestik di bawah Ansar Dine untuk menghindari perhatian internasional.

Serangan-serangan ini terjadi saat pasukan al Qaeda di Mali melakukan rebranding dan restrukturisasi pasukan setelah Perancis memimpin misi militernya saat ini dan PBB memimpin patroli pasukannya.

Pada 2015, Mali mengalami peningkatan serangan Al Qaeda yang signifikan dibandingkan dengan 2014, mencakup lebih dari 30 serangan di selatan negara itu, dibandingkan dengan tahun lalu yang tidak ada serangan. Serangan ini mencakup banyak serangan oleh Gerakan Pembebasan Macina, yang merupakan kelompok pejuang Ansar Dine. Juga termasuk dua serangan besar di ibukota negara Bamako oleh Al Murabitoon, yang bergabung ke AQIM.

Sementara itu, serangan di utara tetap konstan. Hanya bulan lalu, Ansar Dine menargetkan basis PBB di Kidal dengan roket, menewaskan tiga orang. Serangan itu adalah serangan ketiga kalinya tahun ini yang menargetkan sebuah markas.

Pada bulan Maret, serangan roket menghantam markas, menewaskan seorang pasukan Chad. Pada tanggal 17 Januari, mujahidin al Qaeda menyerang markas di Kidal menggunakan dua bom mobil yang dikemudikan oleh syuhada dan rentetan roket.

Meskipun Prancis melakukan intervensi di Mali pada awal 2013 dan operasi militernya dilaksanakan di wilayah tersebut, al Qaeda dan sekutunya terus meluncurkan serangan seperti biasa. Lebih dari 50 pasukan multinasional PBB tewas di Mali sejak 2013, dan menjadikannya salah satu misi PBB paling berbahaya di dunia.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Afiliasi Al Qaeda Mali Utara Serang Agen Lokal Tentara Salib dan Militer Perancis

MALI (Jurnalislam.com) – Ansar Dine, faksi jihad yang beroperasi di Mali dan merupakan pasukan Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), mengaku bertanggung jawab atas tiga serangan di Mali utara selama beberapa hari terakhir. Serangan itu diakui oleh AQIM atas nama Ansar Dine, lansir The Long War Journal, Ahad (27/12/2015).

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis secara online oleh AQIM kemarin, cabang Al Qaeda tersebut mengakui bahwa Ansar Dine menargetkan barak militer agen Perancis pada tanggal 24 Desember di desa Talhandak yang terpencil di utara, menurut SITE Intelligence Group.

Ansar Dine mengatakan mereka menargetkan agen lokal Tentara Salib yang dikenal sebagai Trawa Trawa, yang memimpin sel keamanan internal yang didanai oleh Perancis di Mali utara untuk melawan Islam dan kaum Muslimin.

AQIM juga mengatakan bahwa para mujahidin mampu membebaskan 11 tahanan yang ditahan oleh Trawa Trawa.

Kota Talhandak dikendalikan oleh gerakan separatis Tuareg the National Movement for the Liberation of Azawad (MNLAGerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad).

Menurut Sahara Media, Ansar Dine mampu mengendalikan Talhandak dalam serangan itu. Dalam koordinasi dengan serangan yang lebih besar di Talhandak, AQIM juga mengakui bahwa Ansar Dine menyerang konvoi pasukan MNLA dekat Kidal.

Pasukan MNLA dilaporkan sedang berada dalam perjalanan menuju Talhandak untuk memberikan bala bantuan kepada pasukan yang terkepung di sana. Penyergapan mengakibatkan terbunuhnya empat agen, termasuk komandan gerakan MNLA, kata AQIM.

Namun, sebelum serangan tersebut, AQIM melaporkan bahwa Ansar Dine menargetkan kendaraan militer Chad dan Perancis dengan perangkat peledak improvisasi (IED) di dekat Tessalit.  Mujahidin mengatakan ledakan tersebut menghancurkan seluruh pasukan musuh.

Bagian dari pernyataan ini juga diarahkan ke MNLA. "Kalian tahu betul bahwa Tentara Salib bersama rezim boneka mereka, berusaha dengan segala cara untuk melibatkan Anda dalam perang proxy melawan orang tertindas," AQIM mengatakan, "Jadi mengapa kau bersikeras membuat para istri dan anak-anak Anda menjadi janda dan yatim dalam membela Tentara Salib, yang membunuh dan mengusir orang-orang kami di masa lalu dan sekarang? "AQIM kemudian menyerukan agar MNLA berhenti membantu Tentara Salib dan memperingatkan orang-orang yang menolak bahwa pedang AQIM akan mencapai semua orang yang bergabung dengan jajaran Tentara Salib dalam perang melawan Islam dan kaum muslimin.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh AQIM tersebut adalah yang kedua kalinya bulan ini bahwa cabang Al Qaeda tersebut mengakui serangan atas nama Ansar Dine.

Pada tanggal 15 Desember, AQIM juga mengakui serangan terhadap kota Niono, pusat Mali, untuk Ansar Dine juga.

AQIM menjadikan Ansar Dine sebagai lengan lokal di Mali. Dalam surat rahasia yang ditemukan di Timbuktu pada awal 2013, amir AQIM Abdelmalek Droukdel memerintahkan anggotanya untuk menutupi operasi mereka dan berpura-pura menjadi sebuah gerakan domestik di bawah Ansar Dine untuk menghindari perhatian internasional.

Serangan-serangan ini terjadi saat pasukan al Qaeda di Mali melakukan rebranding dan restrukturisasi pasukan setelah Perancis memimpin misi militernya saat ini dan PBB memimpin patroli pasukannya.

Pada 2015, Mali mengalami peningkatan serangan Al Qaeda yang signifikan dibandingkan dengan 2014, mencakup lebih dari 30 serangan di selatan negara itu, dibandingkan dengan tahun lalu yang tidak ada serangan. Serangan ini mencakup banyak serangan oleh Gerakan Pembebasan Macina, yang merupakan kelompok pejuang Ansar Dine. Juga termasuk dua serangan besar di ibukota negara Bamako oleh Al Murabitoon, yang bergabung ke AQIM.

Sementara itu, serangan di utara tetap konstan. Hanya bulan lalu, Ansar Dine menargetkan basis PBB di Kidal dengan roket, menewaskan tiga orang. Serangan itu adalah serangan ketiga kalinya tahun ini yang menargetkan sebuah markas.

Pada bulan Maret, serangan roket menghantam markas, menewaskan seorang pasukan Chad. Pada tanggal 17 Januari, mujahidin al Qaeda menyerang markas di Kidal menggunakan dua bom mobil yang dikemudikan oleh syuhada dan rentetan roket.

Meskipun Prancis melakukan intervensi di Mali pada awal 2013 dan operasi militernya dilaksanakan di wilayah tersebut, al Qaeda dan sekutunya terus meluncurkan serangan seperti biasa. Lebih dari 50 pasukan multinasional PBB tewas di Mali sejak 2013, dan menjadikannya salah satu misi PBB paling berbahaya di dunia.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Pew Research Center: Tahun 2050 Jumlah Penganut Kristen Anjlok, Islam Meningkat

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pada akhir abad ini, jumlah Muslim bisa melebihi jumlah orang Kristen untuk pertama kalinya dalam sejarah secara dratis, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Pew Research Center, lansir World Bulletin, Ahad (27/12/2015).

Agama Kristen saat ini merupakan agama terbesar di dunia yang membentuk sepertiga populasi dunia yaitu 2,2 miliar pemeluk. Penelitian Pew menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia. Islam akan berjumlah 30 persen dari populasi dunia pada tahun 2050, dibandingkan dengan hanya 23 persen dari populasi pada tahun 2010. Itu berarti jumlah Muslim di dunia akan melebihi dengan jumlah orang Kristen pada tahun 2050.

Jika percepatan pertumbuhan Islam terus berlanjut, Pew menunjukkan data, Muslim bisa melebihi jumlah orang Kristen secara dratis setelah tahun 2070.

Pertumbuhan tersebut berhubungan dengan usia populasi Muslim yang relatif muda serta tingkat kesuburan yang tinggi. Kelompok agama lain mengalami penuaan populasi. Di antara umat Buddha, misalnya, setengah dari penganut mereka berusia lebih tua dari 30 dan angka kelahiran rata-rata 1,6 anak. Sebaliknya, pada tahun 2010, sepertiga dari populasi Muslim berusia di bawah 15. Terlebih lagi, setiap wanita muslim memiliki rata-rata 3,1 anak-anak, sedangkan rata-rata wanita Kristen memiliki 2.7 anak.

Namun Cooperman menekankan bahwa banyak yang bisa berubah antara tahun ini dan 2050.

“Kami tidak mengatakan bahwa ini akan terjadi secara pasti, itu akan terjadi jika pola dan tren saat ini terus berlanjut,” kata Cooperman. “Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa saja akan ada perang, revolusi, kelaparan, maupun penyakit. Ini adalah hal yang tidak bisa diprediksi dan itu bisa mengubah angka prakiraan.”

Pew Research Center: Tahun 2050 Jumlah Penganut Kristen Anjlok, Islam Meningkat

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Pada akhir abad ini, jumlah Muslim bisa melebihi jumlah orang Kristen untuk pertama kalinya dalam sejarah secara dratis, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Pew Research Center, lansir World Bulletin, Ahad (27/12/2015).

Agama Kristen saat ini merupakan agama terbesar di dunia yang membentuk sepertiga populasi dunia yaitu 2,2 miliar pemeluk. Penelitian Pew menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia. Islam akan berjumlah 30 persen dari populasi dunia pada tahun 2050, dibandingkan dengan hanya 23 persen dari populasi pada tahun 2010. Itu berarti jumlah Muslim di dunia akan melebihi dengan jumlah orang Kristen pada tahun 2050.

Jika percepatan pertumbuhan Islam terus berlanjut, Pew menunjukkan data, Muslim bisa melebihi jumlah orang Kristen secara dratis setelah tahun 2070.

Pertumbuhan tersebut berhubungan dengan usia populasi Muslim yang relatif muda serta tingkat kesuburan yang tinggi. Kelompok agama lain mengalami penuaan populasi. Di antara umat Buddha, misalnya, setengah dari penganut mereka berusia lebih tua dari 30 dan angka kelahiran rata-rata 1,6 anak. Sebaliknya, pada tahun 2010, sepertiga dari populasi Muslim berusia di bawah 15. Terlebih lagi, setiap wanita muslim memiliki rata-rata 3,1 anak-anak, sedangkan rata-rata wanita Kristen memiliki 2.7 anak.

Namun Cooperman menekankan bahwa banyak yang bisa berubah antara tahun ini dan 2050.

"Kami tidak mengatakan bahwa ini akan terjadi secara pasti, itu akan terjadi jika pola dan tren saat ini terus berlanjut," kata Cooperman. "Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa saja akan ada perang, revolusi, kelaparan, maupun penyakit. Ini adalah hal yang tidak bisa diprediksi dan itu bisa mengubah angka prakiraan."
 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Pengunjuk Rasa Perancis Rusak Mushala dan Bakar Qur’an di Corsica pada Hari Natal

Ajaccio (Jurnalislam.com) – Demonstran menggeledah ruang sholat dan membakar salinan Quran di pulau Corsicay, Perancis, kata polisi, setelah malam kekerasan yang mengakibatkan dua petugas pemadam kebakaran terluka, lansir AFP, Sabtu (26/12/2015).

Ketegangan meningkat di Ajaccio pada Hari Natal setelah dua petugas pemadam kebakaran dan seorang polisi terluka di Jardins de L'Empereur, lingkungan kota berpenghasilan rendah saat mereka diserang oleh beberapa pemuda memakai penutup kepala, kata pihak berwenang.

Pada Jumat sore sekitar 150 orang berkumpul di depan markas polisi di ibukota pulau ini untuk menunjukkan dukungan bagi polisi dan petugas pemadam kebakaran, kata para pejabat dalam sebuah pernyataan.

Tetapi beberapa orang memisahkan diri untuk bergabung dengan 600 orang lain menuju perumahan di mana kekerasan terjadi malam sebelumnya.

Mereka meneriakkan slogan-slogan dalam bahasa Korsika yang berarti "Arab keluar!" atau "Ini rumah kami!", seorang koresponden AFP melaporkan.

Di dekat situ terdapat ruang sholat dan sekelompok kecil tersebut memecahkan pintu kaca dan memasuki tempat ibadah umat Islam, menggeledah dan membakar sebagian buku termasuk salinan Quran, kata pejabat daerah Francois Lalanne.

"Lima puluh buku-buku doa dilempar keluar di jalan," kata Lalanne, menambahkan bahwa beberapa halaman buku dibakar.

Polisi nerjaga di perumahan selama semalaman pada hari Jumat, dan menjaga keamanan di sekitar lima tempat ibadah kaum Muslim di Ajaccio, Lalanne mengatakan kepada AFP.

Mereka akan menerima bala bantuan dalam beberapa hari mendatang, tambahnya.

Perdana Menteri Perancis Manuel Valls menulis di Twitter bahwa masuk secara paksa adalah sebuah penodaan yang tidak bisa diterima, sambil mengutuk serangan tertahankan pada petugas pemadam kebakaran yang terluka sebagai serangan yang tidak dapat ditolerir.

Anouar Kbibech, presiden Dewan Muslim Perancis (the French Council of the Muslim Faith/CFCM), mengatakan ia mengutuk serangan terhadap masjid dan pembakaran beberapa salinan Quran.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan serangan di ruang sholat menunjukkan tanda-tanda rasisme dan xenofobia.

Dia juga mengutuk serangan terhadap aparat penegak hukum dan keamanan di Corsica, mengatakan ia berharap pelaku kekerasan akan diidentifikasi dan ditangkap sesegera mungkin.

Pemerintah setempat termasuk Christophe Mirmand, prefek atau pejabat atas Corsica, juga berjanji untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab atas pecahnya kekerasan selama dua hari di pulau Mediterania itu.

Kekerasan Natal terjadi di tengah langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan bagi musim di Perancis setelah serangan 13 November di Paris yang menewaskan 130 orang.

Dalil Boubakeur, rektor Masjid Agung Paris, mengatakan dia kecewa dan sedih dengan peristiwa di Corsica dalam sebuah penampilan di BFMTV Prancis, seraya menyerukan agar tetap tenang dan mendinginkan kepala.

Sekitar 120.000 polisi Perancis, anggota unit bersenjata dan tentara dikerahkan pada malam Natal dan hari Natal.

Corsica merupakan sebuah departemen Perancis yang mengadakan pemilihan daerah awal bulan ini, dimana partai kanan-jauh Front Nasional yang anti-imigran memperoleh keuntungan yang belum pernah terjadi sebelumnya di putaran pertama pemungutan suara.

Di Corsica, kaum nasionalis memenangkan pemilihan daerah di sana dan mengambil alih kekuasaan untuk pertama kalinya.

 

Deddy | AFP | Jurnalislam

Pasukan IS Tinggalkan Kota Ramadi

RAMADI (Jurnalislam.com) – Seluruh pasukan kelompok Islamic State (IS) meninggalkan bekas gedung pemerintah di kota Ramadi, Irak, juru bicara pasukan elit (ETC) melaporkan, Ahad (27/12/2015), lansir World Bulletin.

"Seluruh pasukan IS telah pergi. Tidak ada perlawanan," kata Sabah al-Numan, menambahkan bahwa seluruh perimeter harus dibersihkan dari ranjau dan jebakan sebelum pasukan bisa bergerak.

"Pasukan kami telah mengepung kompleks pemerintah kota. Mereka memeriksa semua pintu masuk dan bangunan sekitarnya sebelum pindah," katanya.

"Operasi ini hampir selesai. Pasukan kami akan masuk beberapa jam mendatang," kata Numan.

Pertempuran selama dua hari terakhir terkonsentrasi di sekitar bekas kompleks pemerintah kota, yang dipertahankan IS dengan penembak jitu, serangan bom mobil dan ratusan bom pinggir jalan (IED) serta jebakan.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Pasukan IS Tinggalkan Kota Ramadi

RAMADI (Jurnalislam.com) – Seluruh pasukan kelompok Islamic State (IS) meninggalkan bekas gedung pemerintah di kota Ramadi, Irak, juru bicara pasukan elit (ETC) melaporkan, Ahad (27/12/2015), lansir World Bulletin.

"Seluruh pasukan IS telah pergi. Tidak ada perlawanan," kata Sabah al-Numan, menambahkan bahwa seluruh perimeter harus dibersihkan dari ranjau dan jebakan sebelum pasukan bisa bergerak.

"Pasukan kami telah mengepung kompleks pemerintah kota. Mereka memeriksa semua pintu masuk dan bangunan sekitarnya sebelum pindah," katanya.

"Operasi ini hampir selesai. Pasukan kami akan masuk beberapa jam mendatang," kata Numan.

Pertempuran selama dua hari terakhir terkonsentrasi di sekitar bekas kompleks pemerintah kota, yang dipertahankan IS dengan penembak jitu, serangan bom mobil dan ratusan bom pinggir jalan (IED) serta jebakan.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Saudi Cegat Rudal Balistik dari Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Arab Saudi menjatuhkan rudal yang ditembakkan dari Sanaa, ibukota Yaman, menuju kota Najran di selatan kerajaan, dalam serangan lintas-perbatasan terbaru terhadap Saudi, koalisi yang memerangi pemberontak Syiah Houthi di Yaman pimpinan Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Seperti yang dilansir Aljazeera, dalam pernyataan koalisi mengatakan pada hari Ahad (27/12/2015) bahwa Angkatan Udara Saudi bereaksi cepat dan menghancurkan landasan peluncuran Rudal di Yaman.

Kantor berita negara Yaman mengatakan target mereka adalah markas garda nasional Saudi.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web sabanews.net mereka, pemberontak mengatakan mereka menembakkan roket ke Jizan dan Najran di sisi perbatasan Saudi pada hari Sabtu, menyebabkan "korban jiwa dan peralatan".

Mereka juga mengatakan bahwa mereka menembakkan rudal balistik lain di Najran pada hari Ahad, tapi Arab Saudi belum mengkonfirmasi serangan ini.

Arab Saudi dan sekutu Arabnya di Teluk telah membom Houthi sejak akhir Maret setelah pemberontak Houthi menyerbu ibukota dan kota-kota besar Yaman lainnya, memaksa pemerintah yang didukung internasional untuk meninggalkan negara sementara.
 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam