Pemborosan, Pemkot Probolinggo Diimbau Tak Gelar Pesta Kembang Api

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo KH Nizar Irsyad meminta kepada pemerintah kota Probolinggo dan aparat kepolisian untuk meniadakan pesta kembang api dan hiburan musik di malam pergantian tahun baru. Sebab, hal itu menurutnya hanya menghambur-hamburkan anggaran saja.

"Itu adalah pemborosan, menghamburkan anggaran saja. Perayaan semacam itu harus dirubah," tegasnya saat ditemui Jurnalislam di kediamanya Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pagi ini Senin (28/12/15).

Diakui Kyai Nizar, dalam perayaan tahun baru sebelumnya selalu dihiasai dengan pesta kembang api dan hiburan musik yang biayanya berasal dari APBD. "Tentu pemerintah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit," lanjut ketua MUI yang baru terpilih pada awal Desember ini.

"Dari pada mengeluarkan uang 10 juta untuk sewa artis, mending untuk kepentingan yang lain. Kita harus bisa mengambil manfaatnya dari pada mudharatnya, saya kira perayaan model seperti itu tidak perlu lah," sambungnya.

Kyai Nizar yang juga sebagai Ketua Aswaja Center kota Probolinggo itu menyarankan agar perayaan pergantian tahun dihiasi dengan kegiatan ibadah seperti istigosah dan pembacaan sholawat. "Ini akan lebih memberikan maslahat karena memulai sesuatu dengan cara yang thoyib (baik-red)," katanya.

Gagasan itu pun telah ia sampaikan dalam rapat koordinasi pergantian tahun."Ya, agar pesta yang begitu di ganti saja. Karena itu lebih bersifat hura-hura dan pemborosan," pungkasnya.

Untuk diketahui, tahun lalu perayaan pergantian tahun yang diselenggarakan Pemkot Probolinggo di halaman Meseum Probolinggo memakan korban. Salah satunya adalah istri Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Ny Siti Fatimah.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.