4 Pasukan AS Tewas dalam Serangan Bom Taliban

LAGHMAN (Jurnalislam.com)Mujahidin Imarah Islam mengatakan bahwa empat penjajah asing Amerika tewas pada hari Rabu ketika sebuah pengangkut personel lapis baja yang mereka tumpangi diserang oleh Mujahidin dengan IED di distrik Alingar provinsi Laghman timur,  AlEmarah News  melaporkan, Kamis (31/12/2015).

Tank tersebut hancur berkeping-keping, menewaskan empat agresor asing dan meninggalkan satu orang lainnya terluka.

Sementara di hari yang sama, Kamis, di provinsi Ghor para pejabat dari pusat pemerintah mengatakan bahwa 50 pejuang oposisi bersenjata yang dipimpin oleh komandan Mullah Muhammad Laal bergabung dengan Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) di pinggiran kota Charkhcharan, ibukota provinsi.

Kelompok yang sebelumnya beroperasi secara independen juga bersumpah untuk berjihad bahu-membahu dengan Mujahidin dan tidak menahan diri melakukan pengorbanan.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Pejuang Suriah Gempur Kembali Serangan Rezim

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pejuang Suriah mengatakan mereka telah menggempur kembali serangan utama rezim pemerintah dekat kota Sheikh Maskin di selatan saat pertempuran semakin sengit untuk menguasai rute pasokan penting, Aljazeera melaporkan, Kamis (31/12/2015)

Pertempuran di hari Kamis terjadi saat pasukan yang setia kepada rezim Syiah Nushairiyah Assad – yang didukung oleh kekuatan udara Rusia – berupaya merebut kembali kendali rezim di provinsi Deraa.

Menguasai Sheikh Maskin sangat penting bagi pemerintah maupun pejuang karena merupakan rute pasokan utama yang menghubungkan oposisi di selatan dengan wilayah di pinggiran kota Damaskus.

Jika kemenangan jatuh di pihak rezim maka akan memaksa faksi-faksi jihad seperti Jabhah Nusrah, termasuk kelompok oposisi moderat, FSA yang didukung Barat – menarik diri dari provinsi sepenuhnya.

Sebelumnya, hubungan antara faksi-faksi perlawanan ditandai oleh seringnya terjadi konflik dan saling menyerang. Namun hal itu telah berubah dengan adanya serangan gencar dari rezim Assad dan Rusia.

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Adana di Turki selatan, mengatakan, kekalahan di sisi pejuang akan menempatkan mereka dalam posisi yang sulit ketika negosiasi antara kedua pihak dimulai pada bulan Januari.

"Pihak oposisi telah menyerukan agar kelompok mereka mengesampingkan perbedaan diantara mereka untuk mempertahankan wilayah Sheikh Maskin. Sebuah kekalahan setiap saat dapat merusak peluang mendorong konsesi lebih terhadap pemerintah dalam pembicaraan mendatang yang akan diselenggarakan di Jenewa," Ahelbarra mengatakan.

Perang global Suriah memasuki tahun kelima pada bulan Maret. Konflik dimulai ketika unjuk rasa  awalnya berlangsung damai menentang Assad namun dibubarkan dengan kekuatan militer yang mematikan.

Protes pertama terhadap kekuasaan Assad dimulai di provinsi Deraa Maret 2011 sebelum berkembang menjadi konflik bersenjata penuh yang telah menewaskan lebih dari 250.000 orang, menurut statistik PBB.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok pemantau, mengatakan pada hari Kamis bahwa lebih dari 55.000 orang, termasuk hampir 30.000 adalah warga sipil, telah tewas di Suriah pada tahun 2015 saja.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Pejuang Suriah Gempur Kembali Serangan Rezim

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pejuang Suriah mengatakan mereka telah menggempur kembali serangan utama rezim pemerintah dekat kota Sheikh Maskin di selatan saat pertempuran semakin sengit untuk menguasai rute pasokan penting, Aljazeera melaporkan, Kamis (31/12/2015)

Pertempuran di hari Kamis terjadi saat pasukan yang setia kepada rezim Syiah Nushairiyah Assad – yang didukung oleh kekuatan udara Rusia – berupaya merebut kembali kendali rezim di provinsi Deraa.

Menguasai Sheikh Maskin sangat penting bagi pemerintah maupun pejuang karena merupakan rute pasokan utama yang menghubungkan oposisi di selatan dengan wilayah di pinggiran kota Damaskus.

Jika kemenangan jatuh di pihak rezim maka akan memaksa faksi-faksi jihad seperti Jabhah Nusrah, termasuk kelompok oposisi moderat, FSA yang didukung Barat – menarik diri dari provinsi sepenuhnya.

Sebelumnya, hubungan antara faksi-faksi perlawanan ditandai oleh seringnya terjadi konflik dan saling menyerang. Namun hal itu telah berubah dengan adanya serangan gencar dari rezim Assad dan Rusia.

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Adana di Turki selatan, mengatakan, kekalahan di sisi pejuang akan menempatkan mereka dalam posisi yang sulit ketika negosiasi antara kedua pihak dimulai pada bulan Januari.

"Pihak oposisi telah menyerukan agar kelompok mereka mengesampingkan perbedaan diantara mereka untuk mempertahankan wilayah Sheikh Maskin. Sebuah kekalahan setiap saat dapat merusak peluang mendorong konsesi lebih terhadap pemerintah dalam pembicaraan mendatang yang akan diselenggarakan di Jenewa," Ahelbarra mengatakan.

Perang global Suriah memasuki tahun kelima pada bulan Maret. Konflik dimulai ketika unjuk rasa  awalnya berlangsung damai menentang Assad namun dibubarkan dengan kekuatan militer yang mematikan.

Protes pertama terhadap kekuasaan Assad dimulai di provinsi Deraa Maret 2011 sebelum berkembang menjadi konflik bersenjata penuh yang telah menewaskan lebih dari 250.000 orang, menurut statistik PBB.

Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok pemantau, mengatakan pada hari Kamis bahwa lebih dari 55.000 orang, termasuk hampir 30.000 adalah warga sipil, telah tewas di Suriah pada tahun 2015 saja.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Tahun Baru, Ormas Diminta Tidak Sweaping, Almumtaz: Amar Ma’ruf Nahi Munkar Adalah Ruh Kami

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Menanggapi permintaan Polres Tasikmalaya Kota tentang larangan sweaping untuk ormas pada malam pergantian tahun, ketua Aliansi Aktifis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz), Hilmy Afwan menegaskan, pihaknya akan tetap turun untuk meminimalisir kemaksiatan pada malam pergantian tahun.

“Untuk penegakkan amar maruf nahi munkar kita akan tetap jalankan, tinggal bagaimana teknis yang kita pakai agar tidak berbenturan dengan kepolisian,” kata Hilmy kepada Jurnalislam, Kamis (31/12/2015).

Menurut Hilmy, kepolisian khawatir di lapangan laskar bentrok dengan pelaku maksiat. “Tapi yang lebih dominan adalah kepolisian merasa terlangkahi kerjanya oleh kita,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Almumtaz akan mencari jalan agar amar ma’ruf nahi munkar bisa tetap dilakukan. “Dengan teknis yang tidak melangkahi aparat tetapi pelaku maksiat tetap kita sikat,” tegasnya.

Hilmy mengatakan, tidak ada yang berhak melarang umat Islam menunaikan amar ma’ruf nahi munkar. "Amar ma'ruf nahi munkar adalah ruh kami dan akan terus dijalankan karena ini adalah perintah Allah," pungkasnya.

Kepolisian Resort Tasikmalaya Kota pada Rabu (30/12/2015) mengundang seluruh ormas dan elemen masyarakat kota Tasikmalaya pada acara diskusi bertajuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas Menjelang Perayaan Pergantian Tahun Baru 2015-2016 di Mapolres Tasikmalaya kota Jl. Letnan Harun.

Baca: Tahun Baru, Polres Tasik Kota Undang Ormas Bahas Kamtibmas

Dalam forum itu Kapolres Tasikmalaya Kota menyampaikan beberapa hal imbauan dan pemberitahuan terkait kamtibmas di kota Tasikmalaya menjelang tahun baru. Salah satunya, kepolisian melarang ormas untuk sweaping.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Tahun Baru, Polres Tasik Kota Undang Ormas Bahas Kamtibmas

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Menjelang malam pergantian tahun, Polres Tasikmalaya Kota mengundang seluruh ormas dan elemen masyarakat Kota Tasikmalaya pada acara diskusi bertajuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas Menjelang Perayaan Pergantian Tahun Baru 2015-2016 di Mapolres Tasikmalaya kota Jl. Letnan Harun, Rabu (30/12/2015).

“Tujuan diadakannya forum ini agar kami bisa mendengar informasi-informasi dari elemen-elemen yang ada kemudian kami diskusikan mengenai kondisi terakhir Kota Tasikmalaya,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Asep Saepudin.

Dalam pertemuan tersebut Asep menyampaikan sejumlah imbauan dan pemberitahuan terkait kamtibmas di kota Tasikmalaya, diantaranya:

1. Mewaspadai Kejahatan Konvensional
2. Waspada PEKAT
3. Kerjasama dengan setiap ormas Tasikmalaya untuk menjaga Konduisfitas Tasikmalya
4. Larangan Sweeping oleh setiap ORMAS
5. Harus melaporkan ketika menemukan PEKAT dan Kejahatan Konvensional
6. Pengamanan 7 titik keramaian malam tahun baru termasuk peresmian Tugu Asmaul Husna di Jalan Nagarawangi.

Asep berharap semua pihak dapat bekerjasama dalam memberantas penyakit masayarakat (pekat) dan penjahat konvensional di kota Tasikmalaya.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalislam

 

LDK KISI Unsil: Mahasiswa Gagal Paham Soal Toleransi

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Lembaga Dakwah Kampus Kerohanian Islam Siliwangi (LDK KISI) Universitas Negeri Siliwangi menyayangkan hegemoni kaum muda terhadap perayaan tahun baru masehi tidak mereka tunjukkan pada penyambutan hari-hari besar Islam.

"Sangat disayangkan kaum Muslim sekarang ketika hari-hari besar Islam tak sehegemoni perayaan tahun baru masehi. Padahal dalam konteks sejarahnya, tahun baru masehi ini sebetulnya itu berhubungan dengan Dewa Matahari," ujar Ketua LDK KISI Unsil, Willy Ramdhani kepada Jurnalislam, Rabu (30/12/2015).

LDK KISI Unsil terus berupaya melakukan dakwah guna mengembalikan cara pandang mahasiswa yang kritis dengan menggelar kegiatan kajian-kajian Islam terkait isu global dan nasional.

“Kami sudah lakukan upaya-upaya dalam bentuk kegiatan Kajian-kajian Islam terkait isu global atau nasional yang berkembang di Masyarakat ini, terutama dalam ruang lingkup Mahasiswa untuk membentengi masyarakat kampus dari segala hal penyimpangan yang terjadi, seperti halnya perayaan Tahun Baru ini," terang Willy.

Berkaitan dengan itu, Willy juga menyinggung kasus 14 mahasiswa UIN Yogyakarta yang mengikuti misa Natal. Hal itu dinilainya sebagai wujud kegagalan mahasiswa dalam memaknai toleransi.

"Ini sangat disayangkan sekali, terkait aqidah dan ketauhidannya. Mereka toleransi dengan agama yang lain tapi mereka intoleransi terhadap umat Islam sendiri," tegasnya.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalislam

Hadapi Keluhan, Pemprov DKI Janji Permudah Izin Dirikan Masjid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah menanggapi keluhan warga soal izin pendirian masjid yang dipersulit. Menurutnya, izin mendirikan masjid itu hanya butuh waktu sepuluh hari. 

“Kalau mau izin mendirikan masjid sepuluh hari selesai semua. Ngapain negara bikin sulit rakyatnya, ngapain negara bikin sulit pengurus masjid, udah gak zaman lagi sekarang,” tegasnya dalam acara Sosialisasi Izin Prinsip, Ruang Terbuka Hijau dan Pembinaan Kerukunan Umat Beragama di DKI Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2015).

"Sepanjang tidak berada di bantaran kali semua wajib dipenuhi dalam waktu sepuluh hari,” sambungnya.

Menyikapi penertiban terhadap rumah ibadah dan yayasan yang berdiri diatas tanah yang tidak sesuai peruntukannya, Saefullah mengatakan, jika rumah ibadah atau yayasan itu sudah berada di tengah-tengah masyarakat selama bertahun-tahun, maka yang dirubah itu peruntukannya bukan tempat ibadahnya.

“Kalau di bantaran kali kita setuju untuk ditertibkan. Tetapi kalau masjid, mushala yang ada di lingkungan sudah berada ditengah-tengah lingkungan yang sudah bertahun-tahun, tapi kebetulan di tata ruangnya tidak sesuai peruntukannya, misalkan ruang hijau atau apalah, jadi yang harus dirubah dipindahin bukan masjid atau mushalanya, tetapi peruntukannya yang diganti, harus dievaluasi,” cetusnya.

Saefullah meminta pemprov DK segera menyelesaikan masalah tersebut dan kebijakannya harus berpihak pada kepentingan umat.

“Jadi jangan sampai surat-surat masjid, mushala ini tidak pernah selesai gara-gara persoalan itu, jadi yang harus diambil kebijakan yang strategis yang berpihak kepada kepentingan umat,” pungkasnya.

Reporter: Irfan Editor: Ally | Jurnalislam

Tahun Baru, MUI Situbondo: Mending Diisi Pengajian

SITUBONDO (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Situbondo juga mengimbau umat Islam untuk tidak ikut-ikutan merayakan tahun baru. Ketua MUI Kabupaten Situbonda, KH Saiful Muhyi berharap momen pergantian tahun diisi degan kegiatan yang lebih bermanfaat.

"Ya, mestinya umat Islam tidak usah lah, seperti itu (merayakan tahun baru-red). Mending dibuat tablik akbar dan pengajian-pengajian. Saya sependapat dengan MUI Probolinggo untuk tahun baru tidak hura-hura," kata  kepada Jurnaislam pagi ini, Kamis (31/12/2015) melalui sambungan telepon.

Kyai Muhyi juga mengimbau masyarakat Situbonda untuk tetap menjaga keamanan dan kerukunan. "Karena hiburan-hiburan di malam tahun baru bisa menimbulkan hal yang negatif," ujarnya.

Selain itu, hari ini MUI Situbondo bersama ormas Islam se-Kabupaten Sitobondo akan menggelar sweping miras dan inspeksi mendadak (sidak) ke swalayan dan apotek agar tidak dan kondom sembarangan. Ormas Islam yang bergabung dalam sidak MUI itu diantaranya, NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, Ponpes Wali Songo, dan ponpes Sumber Bunga.

MUI Pusat telah mengeluarkan surat edaran terkait imbauan kepada umat Islam agat tidak ikut dalam perayaan tahun baru.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Ulama-ulama NU Harus Lebih Berani Tegaskan Syiah Bukan Islam

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Rais Syuriah PCNU Kota Probolinggo, KH Nizar Irsyad mengajak ulama-ulama NU untuk lebih berani menegaskan bahwa Syiah bukan Islam. Menurutnya, saat ini umat Islam jangan hanya mengawasi pergerakan Syiah saja tapi harus ada ketegasan sikap.

”Mari kita lebih berani lagi, bukan mengawasi penyimpangan Syiah, tapi mari kita berani menegaskan bahwa Syiah bukan agama Islam. Dia itu agama tersendiri mirip agama Ahmadiyah,” tegasnya.

Ditemui di rumahnya, Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Senin (28/12/15), Kyai Nizar juga mengungkapkan bahwa Syiah di kota Probolinggo mulai menggeliat.

“Ini di Probolinggo mulai berkembang tapi secara pelan-pelan. Mereka sulit dijangkau karena metode dakwah Syiah ini taqiyah. Taqiyah itu adalah nyamar, kalau bahasa lainnya adalah bunglon,” jelasnya.

Selain taqiyah, menurut Kyai Nizar, berkembangnya Syiah juga disebabkan karena mereka mengaku sebagai Ahlul Bait (keluarga Nabi).

“Kenapa dakwah mereka bekembang karena dakwah meraka mengaku-ngaku Ahlu bait, keluarga Rasulullah SAW, pejuang dan penegak, pejuang Ahlu Baid jadi orang awam banyak yang terjebak terpikat itu,” kata ketua MUI Kota Probolinggo itu.

Padahal, lanjutnya, pada kenyataannya mereka jauh dari apa diajarkan oleh Rasulullah Saw. “Mana ada orang Ahlu Bait memberi ajaran seperti itu (taqiyag-red). Bohong!” tegasnya.

Oleh sebab itu, Kyai Nizar akan melakukan konsolidasi dengan ormas-ormas Islam untuk menghadang penyebaran Syiah di Probolinggo.

”Kami dari pihak MUI akan melakukan konsolidasi, bukan dari NU saja yang memerangi Syiah. Tapi ormas-ormas lain yang punya kesamaan persepsi untuk membangun kekuatan bagaimana kita mencegah penyebaran kesesatan Syiah ini agar umat Islam semuanya tidak mudah terpancing, terjebak atas ajakan kejahatan Syiah,” pungkasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

MUI Cilegon: Perayaan Tahun Baru Bukan Ajaran Islam

CILEGON (Jurnalislam.com) – Ketua IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon, KH. Enzen Falah mengimbau, umat Islam untuk tidak merayakan malam pergantian tahun. Sebab, itu bukan ajaran Islam.

“Umat Islam jangan sampai terbawa arus dengan orang non-muslim, kita hura-hura di jalan raya dengan terompet – terompet, hura-hura dipantai, ini bukan ajaran agama Islam,” katanya kepada Jurnalislam melalui sambungan telepon, Rabu (30/12/2015).

Menurutnya, umat islam seharusnya bersyukur dengan diberi kesempatan hidup dan bertemu dengan tahun 2016. “Mengisi hari-hari pergantian tahun dengan hal yang positif seperti meramaikan masjid atau aksi sosial kepada masyarkat,” kata Kyai Enzen.

Selain itu, Kyai Enzen menilai perayaan tahun baru itu merupakan hal yang sia-sia dan berakibat negatif serta mengundang munculnya kemaksiatan seperti pesta miras, ugal-ugalan dan lain sebagaianya.

“Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat dengan mengadakan kegiatan di masjid-masjid, meramaikan masjid. Sehingga masyarakat teralihkan dari perayaan tahun baru,” ujarnya.

Kyai Enzen berharap, umat Islam harus bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk. “Terutama kaum muda untuk tidak melakukan hal yang negatif pada saat perayaan tahun baru dan mengalihkan kepada hal yang positif,” harapnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam