Amerika Latin, Muslim dengan Pertumbuhan Tercepat di AS

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Amerika Latin di AS secara demografis dianggap tumbuh paling cepat serta merupakan kelompok Muslim yang paling cepat berkembang di Amerika, Pers-Enterprise melaporkan, Rabu (30/12/2015).

Meskipun belum banyak data statistik, diperkirakan terdapat 150.000 komunitas Latino di AS yang pindah menganut agama Islam.

Kecenderungan meningkatnya mualaf Hispanik Islam telah dilacak oleh Masyarakat Islam Amerika Utara, yang pada tahun 2006 memperkirakan ada sekitar 40.000 Muslim Latino di AS

Beberapa tokoh masyarakat mengatakan pertumbuhan demografis baru-baru ini berakar pada pengalaman imigrasi bersama dan retorika politik negatif yang dianggap sebagai anti-Muslim.

Mark Gonzales, seorang penyair Muslim dan artis di California mengatakan bahwa penargetan petugas imigrasi terhadap etnis Meksiko dan Muslim setelah serangan teror 9/11 membantu dua demografi tersebut menemukan kesamaan.

"Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia, dan Latin yang masuk Islam meningkat lebih tinggi daripada (agama) lainnya," kata Gonzalez, seorang keturunan Meksiko-Amerika dan Perancis-Amerika serta masuk Islam 12 tahun lalu.

Jihad Turk, presiden Bayan Claremont, seorang lulusan sekolah Islam di California, mengatakan bahwa Islam adalah yang paling mirip dengan keyakinan Katolik. Muslim percaya pada banyak cerita yang terkandung dalam Alkitab Kristen, termasuk para nabi, katanya.

"Muslim tidak hanya percaya pada Allah dan Sepuluh Perintah Allah, tetapi juga percaya bahwa Yesus Kristus (Nabi Isa AS) dilahirkan oleh Perawan Maria dan kisahnya diceritakan dalam Al-Quran secara lebih rinci daripada yang diceritakan dalam Injil," kata Turk. Organisasi Bayan Claremont telah terbentuk di AS untuk membantu penggabungan komunitas Latino dan Muslim.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Amerika Latin, Muslim dengan Pertumbuhan Tercepat di AS

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Amerika Latin di AS secara demografis dianggap tumbuh paling cepat serta merupakan kelompok Muslim yang paling cepat berkembang di Amerika, Pers-Enterprise melaporkan, Rabu (30/12/2015).

Meskipun belum banyak data statistik, diperkirakan terdapat 150.000 komunitas Latino di AS yang pindah menganut agama Islam.

Kecenderungan meningkatnya mualaf Hispanik Islam telah dilacak oleh Masyarakat Islam Amerika Utara, yang pada tahun 2006 memperkirakan ada sekitar 40.000 Muslim Latino di AS

Beberapa tokoh masyarakat mengatakan pertumbuhan demografis baru-baru ini berakar pada pengalaman imigrasi bersama dan retorika politik negatif yang dianggap sebagai anti-Muslim.

Mark Gonzales, seorang penyair Muslim dan artis di California mengatakan bahwa penargetan petugas imigrasi terhadap etnis Meksiko dan Muslim setelah serangan teror 9/11 membantu dua demografi tersebut menemukan kesamaan.

"Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia, dan Latin yang masuk Islam meningkat lebih tinggi daripada (agama) lainnya," kata Gonzalez, seorang keturunan Meksiko-Amerika dan Perancis-Amerika serta masuk Islam 12 tahun lalu.

Jihad Turk, presiden Bayan Claremont, seorang lulusan sekolah Islam di California, mengatakan bahwa Islam adalah yang paling mirip dengan keyakinan Katolik. Muslim percaya pada banyak cerita yang terkandung dalam Alkitab Kristen, termasuk para nabi, katanya.

"Muslim tidak hanya percaya pada Allah dan Sepuluh Perintah Allah, tetapi juga percaya bahwa Yesus Kristus (Nabi Isa AS) dilahirkan oleh Perawan Maria dan kisahnya diceritakan dalam Al-Quran secara lebih rinci daripada yang diceritakan dalam Injil," kata Turk. Organisasi Bayan Claremont telah terbentuk di AS untuk membantu penggabungan komunitas Latino dan Muslim.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Rezim Assad Tangkap Tokoh Oposisi Moderat dalam Perjalanan ke Riyadh

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rezim pemerintah Suriah pada hari Rabu (30/12/2015) menangkap dua tokoh penting oposisi moderat anti Assad, saat mereka melakukan perjalanan ke Riyadh untuk bertemu lawan rezim lainnya, lansir World Bulletin, Rabu.

Ahmad al-Asrawi dan Munir al-Bitar, dua anggota Komite Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokratik, dicegat di perbatasan Suriah dengan Lebanon, kata Sekjen Komite, Yahya Aziz.

Asrawi dan Bitar sedang menuju ke Arab Saudi untuk bergabung dengan sesama anggota komite tertinggi kelompok oposisi untuk negosiasi, kata Aziz.

The supreme committee adalah kelompok dengan 33 anggota yang dibentuk awal bulan ini pada pertemuan oposisi Suriah di Riyadh.

Panitia akan memilih delegasi dari kelompok oposisi untuk melakukan pembicaraan damai dengan rezim bulan depan.

"Pihak berwenang Suriah hari ini menangkap dua rekan kami Ahmad al-Asrawi dan Munir al-Bitar pada titik perbatasan Suriah-Lebanon saat mereka sedang menuju ke pertemuan komite tertinggi di Riyadh," kata Aziz.

Dia mengatakan pasangan ini dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.

"Mereka yang menginginkan solusi politik tidak akan melakukan ini," katanya.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan online, NCCDC mengatakan penangkapan tersebut bertentangan dengan upaya internasional untuk mencapai solusi politik pada konflik di Suriah.

NCCDC menuntut agar Asrawi dan Bitar dibebaskan dan mengatakan rezim Suriah bertanggung jawab untuk keselamatan mereka.

Penangkapan terjadi kurang dari seminggu setelah terbunuhnya Komandan Jaysh al-Islam, Zahran Alloush.

Zahran  Alloush adalah kepala Jaish al-Islam, faksi paling kuat di provinsi Damaskus.

Jaish al-Islam, juga telah ambil bagian dalam pertemuan oposisi di Riyadh lalu walk out karena tidak sepakat.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, Selasa menyalahkan terbunuhnya Zahran Alloush pada Rusia, mengatakan pembunuhan itu tidak membantu proses perdamaian dan (upaya) untuk mencapai solusi politik di Suriah.

Rezim Suriah telah secara teratur menyebut Jaish al-Islam dan Alloush sebagai teroris, tetapi mengatakan pihaknya siap berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang baru.

Pada hari Rabu, Perdana Menteri Wael al-Halqi mengatakan Suriah siap ambil bagian dalam pembicaraan Jenewa bulan depan … tanpa campur tangan internasional.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Rezim Assad Tangkap Tokoh Oposisi Moderat dalam Perjalanan ke Riyadh

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rezim pemerintah Suriah pada hari Rabu (30/12/2015) menangkap dua tokoh penting oposisi moderat anti Assad, saat mereka melakukan perjalanan ke Riyadh untuk bertemu lawan rezim lainnya, lansir World Bulletin, Rabu.

Ahmad al-Asrawi dan Munir al-Bitar, dua anggota Komite Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokratik, dicegat di perbatasan Suriah dengan Lebanon, kata Sekjen Komite, Yahya Aziz.

Asrawi dan Bitar sedang menuju ke Arab Saudi untuk bergabung dengan sesama anggota komite tertinggi kelompok oposisi untuk negosiasi, kata Aziz.

The supreme committee adalah kelompok dengan 33 anggota yang dibentuk awal bulan ini pada pertemuan oposisi Suriah di Riyadh.

Panitia akan memilih delegasi dari kelompok oposisi untuk melakukan pembicaraan damai dengan rezim bulan depan.

"Pihak berwenang Suriah hari ini menangkap dua rekan kami Ahmad al-Asrawi dan Munir al-Bitar pada titik perbatasan Suriah-Lebanon saat mereka sedang menuju ke pertemuan komite tertinggi di Riyadh," kata Aziz.

Dia mengatakan pasangan ini dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.

"Mereka yang menginginkan solusi politik tidak akan melakukan ini," katanya.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan online, NCCDC mengatakan penangkapan tersebut bertentangan dengan upaya internasional untuk mencapai solusi politik pada konflik di Suriah.

NCCDC menuntut agar Asrawi dan Bitar dibebaskan dan mengatakan rezim Suriah bertanggung jawab untuk keselamatan mereka.

Penangkapan terjadi kurang dari seminggu setelah terbunuhnya Komandan Jaysh al-Islam, Zahran Alloush.

Zahran  Alloush adalah kepala Jaish al-Islam, faksi paling kuat di provinsi Damaskus.

Jaish al-Islam, juga telah ambil bagian dalam pertemuan oposisi di Riyadh lalu walk out karena tidak sepakat.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, Selasa menyalahkan terbunuhnya Zahran Alloush pada Rusia, mengatakan pembunuhan itu tidak membantu proses perdamaian dan (upaya) untuk mencapai solusi politik di Suriah.

Rezim Suriah telah secara teratur menyebut Jaish al-Islam dan Alloush sebagai teroris, tetapi mengatakan pihaknya siap berpartisipasi dalam pembicaraan damai yang baru.

Pada hari Rabu, Perdana Menteri Wael al-Halqi mengatakan Suriah siap ambil bagian dalam pembicaraan Jenewa bulan depan … tanpa campur tangan internasional.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Pasukan Assad Didukung Jet Rusia Serang Oposisi Moderat

SURIAH (Jurnalislam.com) – Tentara Suriah yang didukung oleh pesawat-pesawat tempur Rusia terlibat dalam pertempuran sengit dengan Tentara Oposisi moderat di dekat perbatasan dengan Yordania, warga dan pasukan oposisi mengatakan. Aljazeera melaporkan, Rabu (30/12/2015).

Bentrokan hari Rabu – yang melibatkan serangan udara Rusia ke arah oposisi moderat yang didukung Barat – terjadi saat pemerintah Suriah mencoba merebut wilayah Syeikh Maskin yang dianggap penting dalam upaya untuk mendapatkan kontrol provinsi Deraa selatan.

Serangan tersebut adalah yang pertama dilakukan oleh pemerintah di Suriah selatan sejak pasukan Rusia memasuki perang dalam mendukung Bashar al-Assad pada bulan September.

"Tentara Suriah meningkatkan serangan didukung pemboman udara berat Rusia. Namun serangan kami juga tidak berhenti. Kami melakukan lebih dari 40 serangan dalam 24 jam terakhir," kata komandan Abu Alaa al-Haurani kepada kantor berita Reuters.

Haurani adalah anggota al-Failaq al-Awal, bagian dari aliansi 54 kelompok pasukan Selatan Suriah.

Dataran Syeikh Maskin, tujuan utama dari serangan di selatan oleh rezim, terletak di salah satu rute pasokan utama dari ibukota Damaskus ke kota Deraa, dekat perbatasan dengan Yordania.

Kelompok aktivis yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan bentrokan sedang berlangsung dan telah ada kerugian di kedua belah pihak.

Moskow mengklaim mereka menargetkan kelompok Islamic State (IS), tetapi dunia Internasional mengatakan Rusia melakukan serangan yang lebih luas justru kepada Oposisi moderat dan koalisi faksi jihad Suriah yang memerangi pemerintah Assad secara terus menerus.

Awal pekan ini, serangan udara Rusia membunuh pemimpin Jaysh al-Islam, Zahran Alloush dan beberapa komandan di pinggiran Damaskus Ghouta.

Zahran Alloush telah terlibat dalam memerangi pemerintah Assad dan IS.

Perang global Suriah akan memasuki tahun kelima pada bulan Maret. Konflik dimulai ketika unjuk rasa awalnya berlangsung damai menentang Assad dibubarkan dengan kekuatan militer yang mematikan.

Protes pertama terhadap kekuasaan Syiah Nushairiyah Assad dimulai di provinsi Deraa dan dengan cepat menyebar ke bagian lain Suriah.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Pasukan Assad Didukung Jet Rusia Serang Oposisi Moderat

SURIAH (Jurnalislam.com) – Tentara Suriah yang didukung oleh pesawat-pesawat tempur Rusia terlibat dalam pertempuran sengit dengan Tentara Oposisi moderat di dekat perbatasan dengan Yordania, warga dan pasukan oposisi mengatakan. Aljazeera melaporkan, Rabu (30/12/2015).

Bentrokan hari Rabu – yang melibatkan serangan udara Rusia ke arah oposisi moderat yang didukung Barat – terjadi saat pemerintah Suriah mencoba merebut wilayah Syeikh Maskin yang dianggap penting dalam upaya untuk mendapatkan kontrol provinsi Deraa selatan.

Serangan tersebut adalah yang pertama dilakukan oleh pemerintah di Suriah selatan sejak pasukan Rusia memasuki perang dalam mendukung Bashar al-Assad pada bulan September.

"Tentara Suriah meningkatkan serangan didukung pemboman udara berat Rusia. Namun serangan kami juga tidak berhenti. Kami melakukan lebih dari 40 serangan dalam 24 jam terakhir," kata komandan Abu Alaa al-Haurani kepada kantor berita Reuters.

Haurani adalah anggota al-Failaq al-Awal, bagian dari aliansi 54 kelompok pasukan Selatan Suriah.

Dataran Syeikh Maskin, tujuan utama dari serangan di selatan oleh rezim, terletak di salah satu rute pasokan utama dari ibukota Damaskus ke kota Deraa, dekat perbatasan dengan Yordania.

Kelompok aktivis yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan bentrokan sedang berlangsung dan telah ada kerugian di kedua belah pihak.

Moskow mengklaim mereka menargetkan kelompok Islamic State (IS), tetapi dunia Internasional mengatakan Rusia melakukan serangan yang lebih luas justru kepada Oposisi moderat dan koalisi faksi jihad Suriah yang memerangi pemerintah Assad secara terus menerus.

Awal pekan ini, serangan udara Rusia membunuh pemimpin Jaysh al-Islam, Zahran Alloush dan beberapa komandan di pinggiran Damaskus Ghouta.

Zahran Alloush telah terlibat dalam memerangi pemerintah Assad dan IS.

Perang global Suriah akan memasuki tahun kelima pada bulan Maret. Konflik dimulai ketika unjuk rasa awalnya berlangsung damai menentang Assad dibubarkan dengan kekuatan militer yang mematikan.

Protes pertama terhadap kekuasaan Syiah Nushairiyah Assad dimulai di provinsi Deraa dan dengan cepat menyebar ke bagian lain Suriah.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Selama Desember Zionis Lakukan 18 Pelanggaran Kekerasan terhadap Wartawan

GAZA (Jurnalislam.com) –  Biro medis pemerintah di kementerian informasi Palestina mencatat pelanggaran-pelanggaran kejahatan yang dilakukan penjajah Israel terhadap wartawan selama Desember mencapai 18 pelanggaran. Bahkan salah seorang wartawan gugur, Infopalestina  melaporkan, Rabu (30/12/2015).

Biro menegaskan, pelanggaran itu di antaranya berupa penutupan percetakan, penembakan dengan peluru tajam dan karet, pemukulan, penangkapan, pelarangan peliputan. Dengan pelanggaran ini maka total pelanggaran Israel sejak awal Oktober mencapai 133 pelanggaran:

Pada tanggal 2 Desember Israel melarang TV Al-Aqsha bekerja di Tepi Barat. Pihak otoritas Palestina sebelumnya mempersulit kerja mereka.

Kemudian 4 Desember wartawan perempuen Shadza Hammad, koresponden Huna Al-Quds terluka saat meliput konfrontasi dengan pasukan Israel di desa Salwad timur Ramallah, dua wartawan lain dari Wafa dan televisi lokal terluka dalam aksi unjuk rasa damai di dekat masjid Bilal bin Rabbah, utara Betlehem.

Sejumlah kekerasan terjadi juga dilakukan oleh otoritas Palestina.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Selama Desember Zionis Lakukan 18 Pelanggaran Kekerasan terhadap Wartawan

GAZA (Jurnalislam.com) –  Biro medis pemerintah di kementerian informasi Palestina mencatat pelanggaran-pelanggaran kejahatan yang dilakukan penjajah Israel terhadap wartawan selama Desember mencapai 18 pelanggaran. Bahkan salah seorang wartawan gugur, Infopalestina  melaporkan, Rabu (30/12/2015).

Biro menegaskan, pelanggaran itu di antaranya berupa penutupan percetakan, penembakan dengan peluru tajam dan karet, pemukulan, penangkapan, pelarangan peliputan. Dengan pelanggaran ini maka total pelanggaran Israel sejak awal Oktober mencapai 133 pelanggaran:

Pada tanggal 2 Desember Israel melarang TV Al-Aqsha bekerja di Tepi Barat. Pihak otoritas Palestina sebelumnya mempersulit kerja mereka.

Kemudian 4 Desember wartawan perempuen Shadza Hammad, koresponden Huna Al-Quds terluka saat meliput konfrontasi dengan pasukan Israel di desa Salwad timur Ramallah, dua wartawan lain dari Wafa dan televisi lokal terluka dalam aksi unjuk rasa damai di dekat masjid Bilal bin Rabbah, utara Betlehem.

Sejumlah kekerasan terjadi juga dilakukan oleh otoritas Palestina.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Taliban Sergap Konvoi Logistik Militer, 5 Tewas dan 8 Luka-luka

KABUL (Jurnalislam.com) – Pada Selasa dini hari Mujahidin Imarah Islam menyerang konvoi pasokan logistik tentara Afghanistan yang dikawal kendaraan militer dalam  mengiringi  pengangkut pasokan makanan dan peralatan militer yang ditempatkan di distrik Sarobi provinsi Kabul, menewaskan lima pasukan Afghanistan, Al-Emarah News melaporkan, Rabu (30/12/2015).

Mujahidin menyerang konvoi militer dan memaksa mereka untuk berhenti kemudian menembakinya dan menghancurkan empat kendaraan tempur lapis baja.

Setidaknya 5 tentara Afghanistan  tewas dan lebih dari 8 lainnya mengalami luka-luka serius dalam pertempuran yang berlangsung selama sekitar empat jam tersebut.

Jalan raya Kabul-Jalalabad tertutup selama lebih dari empat jam akibat pertempuran.

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

 

 

Taliban Sergap Konvoi Logistik Militer, 5 Tewas dan 8 Luka-luka

KABUL (Jurnalislam.com) – Pada Selasa dini hari Mujahidin Imarah Islam menyerang konvoi pasokan logistik tentara Afghanistan yang dikawal kendaraan militer dalam  mengiringi  pengangkut pasokan makanan dan peralatan militer yang ditempatkan di distrik Sarobi provinsi Kabul, menewaskan lima pasukan Afghanistan, Al-Emarah News melaporkan, Rabu (30/12/2015).

Mujahidin menyerang konvoi militer dan memaksa mereka untuk berhenti kemudian menembakinya dan menghancurkan empat kendaraan tempur lapis baja.

Setidaknya 5 tentara Afghanistan  tewas dan lebih dari 8 lainnya mengalami luka-luka serius dalam pertempuran yang berlangsung selama sekitar empat jam tersebut.

Jalan raya Kabul-Jalalabad tertutup selama lebih dari empat jam akibat pertempuran.

Deddy | Shahamat | Jurnalislam