Serdadu Wanita Zionis Kritis Ditembak Sniper Palestina di Hebron

HEBRON (Jurnalislam.com) – Seorang serdadu wanita Zionis terluka parah pada hari Ahad (03/01/2016) petang oleh serangan tembakan snipeer Palestina di dekat Masjid Ibrahimi di Hebron, sementara pelaku penembakan berhasil meloloskan diri dari lokasi.

Media Zionis mengatakan Bahwa aksi penembakan sniper yang terjadi dekat Masjid Ibrahimi ini mengakibatkan seorang serdadu wanita (20) terluka parah. Sementara itu pasukan penjajah Zionis melakukan operasi penyisiran luas untuk mencari pelaku serangan.

Media Israel menambahkan bahwa serdadu wanita tersebut terluka di tubuh bagian atas dan dilarikan ke rumah sakit di kota al-Quds (Yerusalem).

Sementara itu surat kabar Zionis Yedeot Aharonot menyebutkan bahwa seorang warga Palestina melepaskan satu kali tembakan dari dalam perkampungan Palesetina dekat area Masjid Ibrahimi dan mengenai pinggang serdadu Israel. Pasukan militer penjajah Zionis langsung melakukan penyisiran untuk mencari pelaku serangan.

Ini merupakan aksi kedua di lokasi yang sama. Sebelumnya aksi sniper Palestina menewaskan seorang serdadu Zionis dan melukai dua lainnya. Sampai saat ini belum terungkap mengenai teka-teki penembak jitu ini.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Tak Terima Tokohnya Dieksekusi, Siang Ini LSM Pro Syiah Demo Kedubes Arab Saudi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah LSM pro Iran pada siang ini (04/01/2016) akan menggelar aksi protes menyusul dieksekusinya tokoh Syiah Saudi, Nimr Baqir al-Nimr.

Para aktivis pro Iran itu sebagian di antaranya mengaku tergabung dalam Human Rights Alliance (HRA), Aliansi Anti Perang (A2P) dan Garda Suci Merah Putih (GSMP). Mereka akan menggelar aksi protes di depan Kedubes Saudi, Kuningan, Jakarta pada pukul 14.00 WIB.

Sebagaimana yang dilansir Kiblat.net pada Senin, (04/01/2016), “Kami aktivis yang tergabung dalam HRA-Human Rights Alliance, A2P (Aliansi Anti Perang) dan GSMP-Garda Suci Merah Putih mengundang rekan-rekan media untuk meliput aksi solidaritas kami pada : Senin, 4 Januari 2016, pkl.14.00, di Kedutaan Saudi, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta,” demikian bunyi siaran pesan yang diterima.

Menurut sejumlah LSM pro Iran ini, pelaksanaan eksekusi terhadap Syaikh Muhamad Nimr Bagir al-Nimr pada hari Sabtu, 2 Januari 2016, di Arab Saudi merupakan upaya lain rezim Riyadh membungkam kekuatan reformasi di dalam negeri dan dunia Islam pada umumnya.

“Tragedi ini sebagai sinyal kuat rezim Riyadh untuk melemahkan gerakan reformasi dan kebangkitan rakyat di Saudi dan di kawasan lainnya. Di wilayah lain Saudi dan koalisi Arab melakukan intervensi militer di Yaman juga melakukan intervensi militer terhadap gerakan reformasi di Bahrain,” lanjutnya.

Mereka juga menuding Saudi mensponsori dan mempromosikan sektarianisme, kekerasan dan terorisme di Timur-Tengah, Afrika, Asia Barat, termasuk di Malaysia dan Indonesia.

Sebagaimana diketahui, para penganut Syiah di Iran melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat jenderal Saudi di Kota Mashad. Massa pengunjuk rasa tak segan-segan bertindak anarkis, menurunkan bendera Saudi, membakar sebagian bangunan gedung kedutaan dan meneriakkan kata-kata kecaman bernada kasar.

Sementara itu, sejumlah LSM yang menggelar aksi pada siang nanti sebelumnya telah dikenal kiprahnya dalam mengusung agenda Syiah Iran dan menentang kebijakan Saudi. Garda Suci Merah Putih (GSMP) setiap tahun rutin menggelar aksi Al-Quds International Day di depan kedutaan Amerika. Al-Quds International Day merupakan seruan wajib yang dikumandangkan pemimpin Syiah Iran, Ayatullah Khomaeni.

Lalu, ada juga Aliansi Anti Perang (A2P) yang belakangan vokal mendukung kelompok pemberontak Syiah Hutsi di Yaman. Mereka juga mendemo kedutaan Nigeria setelah operasi militer negara itu yang menghabisi gerakan makar Syiah di Nigeria.

Baca juga:

Pemimpin Tertinggi Syiah Iran: Kami akan Balas Eksekusi Saudi

Saudi Putuskan Hubungan dan Usir Diplomat Iran

Deddy | Jurnalislam

Prestasi Gemilang Imarah Islam Afghanistan di tahun 2015

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Di era Jihad dimana seluruh negri kita tercinta melawan penjajah asing dan sekutunya, tentu 2015 adalah tahun yang paling sukses dalam empat belas tahun terakhir pendudukan tentara multinasional. Musuh, baik internal maupun eksternal, mengakui kekalahan mereka, serta kerugian dan korban jiwa yang mereka derita, lansir Al Emarah News pada hari Ahad, (03/01/2016). 

Selanjutnya seluruh dunia menyaksikan peningkatan kekuatan Imarah Islam Afghanistan (Taliban). Selama seluruh rentang tahun ini, ratusan serangan besar dan kecil melawan penjajah asing dan pasukan antek internal mereka dilakukan di berbagai wilayah negri  termasuk di ibu kota Kabul yang menghasilkan prestasi besar bagi Mujahidin dan kerusakan kolosal bagi musuh melalui beberapa serangan 2015 yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sebuah langkah yang luar biasa pada tahun 2015, Taliban berhasil membangun regu militer yang terorganisir dan dilengkapi dengan baik di berbagai provinsi di Afghanistan sehingga membantu mengubah keseimbangan perang menjadi menguntungkan bagi Taliban, menguasai area yang luas di seluruh negeri dan menyingkirkan beberapa tantangan yang sebelumnya dihadapi oleh Imarah Islam.

Pada hari Rabu 18 Maret, kepala polisi brutal provinsi Uruzgan yang terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan ratusan warga sipil tak berdosa tewas dalam serangan syahid di dalam kota Kabul. Hanya satu minggu kemudian pada hari Rabu 25 Maret, kepala polisi lain dari provinsi Uruzgan bernama Gulab Khan, juga tewas bersama dengan seorang pengawal di kota Tarin Kot, ibukota provinsi ini.

Pada hari Kamis tanggal 9 April pengadilan banding dan kantor pengacara di provinsi Balkh diserang oleh empat Mujahidin pencari syahid. Ini adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana ratusan pejabat antek penjajah dan pasukan Afghanistan serta tentara bayaran tewas dan terluka meskipun pemerintah Kabul  hanya menegaskan kematian delapan belas orang dan luka-luka lebih dari empat puluh.

Pada hari Senin 22 Juni, bangunan utama parlemen diserang oleh tujuh pencari syahid. Serangan itu dimulai dengan ledakan besar di mana sebagian bangunan dihancurkan dan puluhan tentara tewas. Selanjutnya Mujahidin menyerang tempat bangunan dan tentara sekitarnya, menimbulkan kerugian besar dan korban jiwa pada mereka.

Pada hari Kamis 7 Agustus, ratusan pasukan antek lokal, tentara penjajah asing dan kontraktor asing tewas dan terluka dalam serangan syahid yang sukses dan simultan di markas NATO dan akademi polisi milik rezim boneka di jantung ibu kota Kabul.

Pada hari Senin 28 September, Mujahidin Imarah Islam berhasil berhasil menguasai ibukota provinsi Kunduz, salah satu pusat komersial Afghanistan yang paling signifikan dan strategis. Mereka masuk ke penjara pusat kota ini dan membebaskan hampir empat ratus tahanan. Ratusan kendaraan militer, kendaraan lapis baja, serta sejumlah besar senjata ringan dan berat juga amunisi disita dalam kontrol sekitar dua pekan di kota tersebut.

Karena penjajah AS dan sekutunya yang kejam terlibat langsung dalam pertempuran dan tanpa pandang bulu membom rumah-rumah dan penduduk sipil, Mujahidin memutuskan untuk menarik diri dari kota. Selain provinsi Kunduz hampir dua belas provinsi lain berada di ambang kehancuran karena serangan tanpa henti dari Mujahidin pada tahun 2015.

Pada hari Ahad 13 September, Mujahidin Imarah Islam masuk ke penjara pusat provinsi Ghazni di mana lebih dari empat ratus lima puluh tahanan dibebaskan dan puluhan tentara antek tewas dan luka-luka.

Selama empat belas tahun pendudukan pasukan multinasional asing berada dalam Jihad Suci melawan Taliban, sejumlah pesawat dari berbagai jenis, jet tempur dan helikopter milik musuh asing brutal ditargetkan dan hancur oleh Mujahidin. Tetapi pada hari Senin 12 Oktober untuk pertama kalinya penjajah Amerika mengakui bahwa salah satu jet tempur F-16 mereka yang paling canggih seharga hampir seratus juta dolar berhasil dihantam dan dijatuhkan oleh Mujahidin di distrik Said Karam provinsi Paktia. Kejadian ini memiliki dua fakta utama. Yang pertama, dibutuhkan senjata pertahanan udara canggih dan yang kedua sebelumnya semua insiden dihubungkan dengan kesalahan teknis. Tapi ini adalah pertama kalinya penjajah sendiri yang menegaskan bahwa pesawat tempur mereka terkena tembakan dan dihancurkan oleh Mujahidin.

Pada hari Selasa 24 November, sebuah helikopter Moldavia dihantam dan dipaksa mendarat darurat di distrik Musa Khwaja provinsi Faryab di mana lima tentara tewas dan delapan belas tentara antek tentara bayaran termasuk tiga warga Moldavia ditangkap oleh Mujahidin Imarah Islam dan masih berada dalam tahanan aman mereka.

Pada hari Selasa 8 Desember, sembilan Mujahidin pencari syahid secara kolektif menyerang bandara utama Kandahar. Para mujahidin pemberani ini bertempur selama dua puluh sembilan jam berturut-turut melawan penjajah asing dan pasukan tentara bayaran internal mereka di jantung bandara menimbulkan kerugian finansial berat juga korban jiwa pada pasukan pendudukan asing dan tentara antek internal mereka.

Pada hari Senin 21 Desember, serangan syahid lain sukses dilakukan terhadap pasukan pendudukan Amerika di daerah Bajurian di distrik Bagram provinsi Parwan dimana dua puluh tentara asing tewas dan terluka namun hanya enam kematian yang dikonfirmasi oleh Amerika sendiri. Itu adalah jumlah korban terbesar bagi penyerbu asing Amerika dalam satu insiden pada tahun 2015.

Selain semua kabupaten yang telah berada di bawah kendali Taliban selama beberapa tahun terakhir, lebih dari tiga puluh kabupaten tambahan benar-benar dikuasai dan dibebaskan dari musuh selama rentang tahun 2015. Sekitar puluhan kabupaten lain kecuali wilayah pusat mereka juga dikendalikan oleh Mujahidin Imarah Islam.

Fenomena lain yang penting selama rentang 2015 adalah muncul dan jatuhnya Daesh (yaitu Islamic State/IS). Kelompok ini memulai aktivitas mereka sejak akhir 2014 di beberapa daerah Afghanistan dan beberapa media regional sebagian besar menyebarkan peningkatan pengaruh IS. Dan pada Januari 2015, Khurasan diumumkan sebagai salah satu provinsi IS dan seorang Amir (kepala) juga telah ditunjuk. Barat dan beberapa media lain serta badan-badan keamanan ingin melemahkan kekuatan Taliban melawan penjajah asing dengan bantuan Daesh sehingga mereka memfasilitasi pertempuran internal dan sektarian tak berujung di negara yang sudah dilanda perang tersebut. Ini adalah ide utama bahwa Daesh mengumumkan perang terlarang mereka melawan Mujahidin Imarah Islam tanpa alasan.

Pada bulan Juni 2015, Imarah Islam menerbitkan dan mengirimkan surat terbuka kepada pimpinan Daesh untuk membuat mereka menyadari realitas di Afghanistan tetapi satu minggu kemudian Adnani, seorang juru bicara IS membalas menggunakan bahasa yang sangat kasar terhadap surat realistis Imarah Islam.

Penyerbu asing serta rezim antek di Kabul menyediakan semua dukungan militer untuk Daesh yang digunakan di provinsi Farah, Helmand, Zabul dan Nangarhar melawan Mujahidin Imarah Islam serta warga sipil biasa dan tidak bersalah dan mengakibatkan beberapa kekejaman Daesh yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Karena kewajiban agama dan kemaslahatan umat, Mujahidin Imarah Islam akhirnya melakukan aksi militer terhadap berbagai konspirasi Barat anti-Islam dan berhasil mengeliminasi kekuatan mereka dari semua bagian wilayah negri. Kegiatan sporadis mereka hanya dapat ditemukan di provinsi Nangarhar timur, mereka hanya ditemukan di sana tetapi mereka juga akan dibersihkan dari daerah itu segera oleh mujahidin Imarah Islam Afghanistan, In syaa Allah!!!

 

Deddy | Voice of Jihad | Jurnalislam

Intelijen Zionis Bingung Cari Pelaku Serangan Mematikan di Tel Aviv

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Polisi penjajah Zionis terus melakukan pencarian terhadap pelaku aksi “Tel Aviv” yang menewaskan tiga orang Zionis dan melukai 10 lainnya. Di saat yang sama, sebuah keluarga Palestina menampik penyebaran foto anaknya oleh penjajah Zionis, yang dinyatakan sebagai terlibat dalam melakukan aksi tersebut, Infopalestina melaporkan, Ahad (03/02/2016).

Radio Zionis mengutip dari sumber-sumber di kepolisian Zionis yang mengatakan bahwa operasi pencarian masih terus dilakukan. Pelaku  penembakan adalah warga Arab berusia 30-an tahun dari desa Ararah di Wadi Arah. “Keluarga pelaku aksi telah mengenalinya melalui kaset video rekaman yang disebar di stasiun televisi dan polisi telah menyampaikan hal itu,” imbuhnya.

Sementara itu keluarkan Abu Ailah dari wilayah Palestina terjajah tahun 1948, membantah bahwa foto yang disebarkan media Zionis seputar tersangka utama pelaku aksi penembakan yang terjadi pada hari Jum’at itu di tengah kota Tel Aviv itu adalah salah seorang anaknya.

Keluarga pemuda Muhammad Qasim Mulham Abu Ailah dalam keterangannya menngatakan, “Kami terkejut dengan beredarnya gambar anak kami di media Zionis bahwa dia adalah pelaku aksi.” Keluarga menegaskan anaknya tidak ada sama sekali hubungannya dengan masalah ini.

Keluarga mengkhawatirkan hidup anaknya setelah ada ancaman pembunuhan dari pihak-pihak Yahudi ekstrim. Keluarga menegaskan sama sekali tidak ada hubungan antara tersangka dengan Muhammad Qasim Mulham Abu Ailah.

Tiga orang Zionis tewas dan 10 lainnya terluka ketika seorang bersenjata menembak sejumlah orang Zionis di tengah kota Tel Aviv sebelum melarikan diri. Pasukan penjajah Zionis memberlakukan pemblokiran ketat pada kota Tel Aviv di tengah-tengah operasi pencarian dan penggeledahan luas, guna mencari pelaku serangan.

Baca juga: Serangan Mematikan di Sebuah Pub Tel Aviv, 2 Tewas dan 7 Terluka

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

Intelijen Zionis Bingung Cari Pelaku Serangan Mematikan di Tel Aviv

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Polisi penjajah Zionis terus melakukan pencarian terhadap pelaku aksi “Tel Aviv” yang menewaskan tiga orang Zionis dan melukai 10 lainnya. Di saat yang sama, sebuah keluarga Palestina menampik penyebaran foto anaknya oleh penjajah Zionis, yang dinyatakan sebagai terlibat dalam melakukan aksi tersebut, Infopalestina melaporkan, Ahad (03/02/2016).

Radio Zionis mengutip dari sumber-sumber di kepolisian Zionis yang mengatakan bahwa operasi pencarian masih terus dilakukan. Pelaku  penembakan adalah warga Arab berusia 30-an tahun dari desa Ararah di Wadi Arah. “Keluarga pelaku aksi telah mengenalinya melalui kaset video rekaman yang disebar di stasiun televisi dan polisi telah menyampaikan hal itu,” imbuhnya.

Sementara itu keluarkan Abu Ailah dari wilayah Palestina terjajah tahun 1948, membantah bahwa foto yang disebarkan media Zionis seputar tersangka utama pelaku aksi penembakan yang terjadi pada hari Jum’at itu di tengah kota Tel Aviv itu adalah salah seorang anaknya.

Keluarga pemuda Muhammad Qasim Mulham Abu Ailah dalam keterangannya menngatakan, “Kami terkejut dengan beredarnya gambar anak kami di media Zionis bahwa dia adalah pelaku aksi.” Keluarga menegaskan anaknya tidak ada sama sekali hubungannya dengan masalah ini.

Keluarga mengkhawatirkan hidup anaknya setelah ada ancaman pembunuhan dari pihak-pihak Yahudi ekstrim. Keluarga menegaskan sama sekali tidak ada hubungan antara tersangka dengan Muhammad Qasim Mulham Abu Ailah.

Tiga orang Zionis tewas dan 10 lainnya terluka ketika seorang bersenjata menembak sejumlah orang Zionis di tengah kota Tel Aviv sebelum melarikan diri. Pasukan penjajah Zionis memberlakukan pemblokiran ketat pada kota Tel Aviv di tengah-tengah operasi pencarian dan penggeledahan luas, guna mencari pelaku serangan.

Baca juga: Serangan Mematikan di Sebuah Pub Tel Aviv, 2 Tewas dan 7 Terluka

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

Saudi Putuskan Hubungan dan Usir Diplomat Iran

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran setelah serangan di kedutaan mereka di Teheran pada hari Sabtu (02/01/2016) selama berlangsungnya protes terhadap eksekusi di kerajaan, lansir Aljazeera, Ahad (03/01/2016).

Adel al-Jubeir, menteri luar negeri Arab, membuat pengumuman tersebut pada hari Ahad  sementara kementerian luar negeri mengatakan pihaknya meminta misi diplomatik Iran untuk meninggalkan kerajaan dalam waktu 48 jam.

Kementerian luar negeri Arab juga mengumumkan bahwa staf misi diplomatik telah dievakuasi dan sedang dalam perjalanan kembali ke kerajaan.

Laporan lanjutan mengatakan pesawat yang membawa staf kedutaan Saudi telah mendarat di Dubai, UAE.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Beirut, Lebanon, Joseph Kechichian, seorang analis Timur Tengah, mengatakan keputusan Saudi tersebut cukup mengejutkan.

"Ini adalah eskalasi yang akan menciptakan kekacauan besar  di kawasan itu," katanya, mengacu pada perkembangan terbaru.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Saudi Putuskan Hubungan dan Usir Diplomat Iran

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran setelah serangan di kedutaan mereka di Teheran pada hari Sabtu (02/01/2016) selama berlangsungnya protes terhadap eksekusi di kerajaan, lansir Aljazeera, Ahad (03/01/2016).

Adel al-Jubeir, menteri luar negeri Arab, membuat pengumuman tersebut pada hari Ahad  sementara kementerian luar negeri mengatakan pihaknya meminta misi diplomatik Iran untuk meninggalkan kerajaan dalam waktu 48 jam.

Kementerian luar negeri Arab juga mengumumkan bahwa staf misi diplomatik telah dievakuasi dan sedang dalam perjalanan kembali ke kerajaan.

Laporan lanjutan mengatakan pesawat yang membawa staf kedutaan Saudi telah mendarat di Dubai, UAE.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Beirut, Lebanon, Joseph Kechichian, seorang analis Timur Tengah, mengatakan keputusan Saudi tersebut cukup mengejutkan.

"Ini adalah eskalasi yang akan menciptakan kekacauan besar  di kawasan itu," katanya, mengacu pada perkembangan terbaru.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Pengunjuk Rasa Syiah Bentrok dengan Polisi Bahrain

BAHRAIN (Jurnalislam.com) – Polisi Bahrain yang pemerintahannya Sunni bentrok dengan para pengunjuk rasa Syiah pada hari Ahad sehari setelah Arab Saudi mengeksekusi tokoh Syiah terkemuka, kata saksi, World Buletin melaporkan, Ahad (03/01/2016).

Mereka mengatakan kekerasan meletus di beberapa pinggiran kota Syiah di ibukota Manama, dengan polisi menggunakan gas air mata dan tembakan terhadap demonstran yang melemparkan bom molotov.

Pada hari Sabtu (02/01/2016), polisi Bahrain di wilayah yang mayoritas Syiah, mereka  menggunakan gas air mata terhadap demonstran yang mulai rusuh  setelah eksekusi  Tokoh Syiah, Nimr al-Nimr, kekuatan pendorong protes di timur Arab Saudi pada 2011. Tokoh Syiah, Nimr al-Nimr termasuk di antara 47 orang yang dieksekusi mati di Arab Saudi hari Sabtu.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pengunjuk Rasa Syiah Bentrok dengan Polisi Bahrain

BAHRAIN (Jurnalislam.com) – Polisi Bahrain yang pemerintahannya Sunni bentrok dengan para pengunjuk rasa Syiah pada hari Ahad sehari setelah Arab Saudi mengeksekusi tokoh Syiah terkemuka, kata saksi, World Buletin melaporkan, Ahad (03/01/2016).

Mereka mengatakan kekerasan meletus di beberapa pinggiran kota Syiah di ibukota Manama, dengan polisi menggunakan gas air mata dan tembakan terhadap demonstran yang melemparkan bom molotov.

Pada hari Sabtu (02/01/2016), polisi Bahrain di wilayah yang mayoritas Syiah, mereka  menggunakan gas air mata terhadap demonstran yang mulai rusuh  setelah eksekusi  Tokoh Syiah, Nimr al-Nimr, kekuatan pendorong protes di timur Arab Saudi pada 2011. Tokoh Syiah, Nimr al-Nimr termasuk di antara 47 orang yang dieksekusi mati di Arab Saudi hari Sabtu.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Riyadh Abaikan Ancaman Iran

RIYADH (Jurnalislam.com) –  Arab Saudi mengutuk reaksi resmi Teheran terhadap eksekusi 47 orang pada hari Sabtu, termasuk seorang pendeta Syiah terkemuka, yang dihukum karena melakukan tindakan terorisme, kantor berita resmi negara SPA melaporkan Ahad (03/01/2015).

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi yang dikutip secara anonim oleh SPA menjelaskan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Teheran sebagai reaksi terhadap eksekusi tersebut "tidak dapat diterima".

"Iran telah menunjukkan warna aslinya dengan mengungkapkan pendapatnya mengenai tokohnya yang dieksekusi, menunjukkan dukungan untuk terorisme," pejabat itu seperti dikutip.

Menurutnya, Iran menerapkan kebijakan polarisasi dan bertanggung jawab atas meningkatnya kekacauan.

Pejabat itu juga menyampaikan bahwa Iran telah berulang kali mengatakan PBB juga mendukung terorisme.

Dia juga mengatakan bahwa ratusan warga Iran telah dieksekusi tahun lalu tanpa proses hukum yang jelas.

Pada hari Sabtu, pihak berwenang Saudi mengeksekusi 45 warga Arab, bersama dengan seorang warga Mesir dan seorang warga Chad, yang dihukum karena melakukan tindakan berbahaya, menurut pernyataan pemerintah Saudi yang dikutip oleh kantor berita.

Di antara mereka yang dieksekusi adalah Tokoh Syiah Nimr Baqir al-Nimr, yang sebelum penangkapannya pada bulan Juli 2012, telah memimpin protes massa terhadap pemerintah Saudi di provinsi Qatif di timur kerajaan.

Dalam putusan yang dijatuhkan oleh pengadilan tinggi Saudi pada 25 Oktober, pendeta Syiah, al-Nimr dihukum karena menghasut dan mengobarkan pemberontakan.

Setelah eksekusi al-Nimr, Iran yang merupakan republik Syiah, mengancam bahwa Arab Saudi yang mayoritas Sunni, akan membayar "harga yang mahal" untuk kematiannya.

Menurut Republik News Agency Iran, Kementerian Luar Negeri Iran telah memanggil Arab Saudi kuasa usaha di Teheran dan mengutuk keras eksekusi al-Nimr ini.

Teheran dan Riyadh yang selalu bersaing sengit saat ini mendukung sisi yang berlawanan dalam konflik yang sedang berlangsung di Suriah dan Yaman.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam