Liga Arab Adakan Pertemuan Darurat Bahas Serangan Iran

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Liga Arab akan mengadakan pembicaraan darurat atas permintaan Arab Saudi pada hari Ahad untuk membahas serangan Iran pada kedutaan dan konsulat kerajaan, kata wakil kepala.

Pembicaraan akhir pekan ini ditujukan untuk, "Mengutuk pelanggaran yang dilakukan oleh Iran terhadap kesucian kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat di Mashhad," kata Ahmed Ben Helli kepada wartawan, World Bulletin melaporkan, Senin (04/01/2016).

Pertemuan yang terjadi setelah Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Republik Iran di tengah perselisihan mengenai eksekusi Riyadh terhadap tokoh Syiah tersebut juga bertujuan untuk, "Mengutuk campur tangan Iran dalam urusan Arab", tambahnya.

Ketegangan meningkat antara kedua rival Teluk yang kaya akan minyak tersebut setelah eksekusi hari Sabtu di Arab Saudi terhadap tokoh Syiah Iran terkemuka dan aktivis Nimr al-Nimr, yang kematiannya telah memicu kemarahan kaum Syiah di sejumlah negara.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Liga Arab Adakan Pertemuan Darurat Bahas Serangan Iran

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Liga Arab akan mengadakan pembicaraan darurat atas permintaan Arab Saudi pada hari Ahad untuk membahas serangan Iran pada kedutaan dan konsulat kerajaan, kata wakil kepala.

Pembicaraan akhir pekan ini ditujukan untuk, "Mengutuk pelanggaran yang dilakukan oleh Iran terhadap kesucian kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat di Mashhad," kata Ahmed Ben Helli kepada wartawan, World Bulletin melaporkan, Senin (04/01/2016).

Pertemuan yang terjadi setelah Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Republik Iran di tengah perselisihan mengenai eksekusi Riyadh terhadap tokoh Syiah tersebut juga bertujuan untuk, "Mengutuk campur tangan Iran dalam urusan Arab", tambahnya.

Ketegangan meningkat antara kedua rival Teluk yang kaya akan minyak tersebut setelah eksekusi hari Sabtu di Arab Saudi terhadap tokoh Syiah Iran terkemuka dan aktivis Nimr al-Nimr, yang kematiannya telah memicu kemarahan kaum Syiah di sejumlah negara.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Tiga Negara Dukung Saudi, Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

TELUK ARAB (Jurnalislam.com) – Bahrain, Uni Emirat Arab dan Sudan memutus hubungan diplomatik dengan Iran, menyusul tindakan sekutunya Arab Saudi saat ketegangan meningkat setelah eksekusi seorang tokoh Syiah, lansir World Bulletin, Senin (04/01/2016).

Bahrain telah memerintahkan diplomat Iran di negara Teluk kecil tersebut untuk meninggalkan kerajaan dalam waktu 48 jam.

Sebuah pernyataan Bahrain mengatakan keputusan itu dipicu oleh serangan pengecut terhadap misi diplomatik Arab di Iran dan meningkatkan campur tangan Teheran yang mencolok dan berbahaya dalam urusan internal negara-negara Teluk Arab.

Manama mengatakan serangan pada misi Saudi merupakan pola yang sangat berbahaya dan merupakan kebijakan sektarian yang harus dihadapi dalam rangka melestarikan keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah.

Kementerian luar negeri Bahrain memanggil kuasa usaha Iran, Murtada Sanawbari dan menyerahkan catatan resmi dalam hal ini.

"UAE telah memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Iran dan menurunkan perwakilan diplomatik menjadi ke tingkat kuasa usaha dan mengurangi jumlah diplomat Iran di negara itu," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan. Namun, belum memutuskan hubungan dengan Iran sama sekali.

"Langkah yang luar biasa ini diambil setelah semakin jelas adanya gangguan terus menerus Iran dalam urusan internal negara-negara Teluk Arab dan, telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata kementerian luar negeri UEA.

Dikatakan hubungan harus didasarkan pada "saling menghormati kedaulatan" dan "tidak-campur tangan dalam urusan internal orang lain".

Sementara itu, Sudan telah mengusir duta besar Iran, dan pada saat yang sama memanggil pulang dubesnya sendiri dari Teheran.

"Pemerintah Sudan mengumumkan pemotongan hubungan diplomatik dengan Republik Iran segera," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Arab Saudi mengatakan pada hari Ahad bahwa mereka memutuskan hubungan dengan Iran setelah banyak orang yang marah membakar kedutaan besarnya di Teheran dan menyerang konsulat di Mashhad sehari setelah Riyadh mengeksekusi tokoh Syiah Nimr al-Nimr.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Tiga Negara Dukung Saudi, Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

TELUK ARAB (Jurnalislam.com) – Bahrain, Uni Emirat Arab dan Sudan memutus hubungan diplomatik dengan Iran, menyusul tindakan sekutunya Arab Saudi saat ketegangan meningkat setelah eksekusi seorang tokoh Syiah, lansir World Bulletin, Senin (04/01/2016).

Bahrain telah memerintahkan diplomat Iran di negara Teluk kecil tersebut untuk meninggalkan kerajaan dalam waktu 48 jam.

Sebuah pernyataan Bahrain mengatakan keputusan itu dipicu oleh serangan pengecut terhadap misi diplomatik Arab di Iran dan meningkatkan campur tangan Teheran yang mencolok dan berbahaya dalam urusan internal negara-negara Teluk Arab.

Manama mengatakan serangan pada misi Saudi merupakan pola yang sangat berbahaya dan merupakan kebijakan sektarian yang harus dihadapi dalam rangka melestarikan keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah.

Kementerian luar negeri Bahrain memanggil kuasa usaha Iran, Murtada Sanawbari dan menyerahkan catatan resmi dalam hal ini.

"UAE telah memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Iran dan menurunkan perwakilan diplomatik menjadi ke tingkat kuasa usaha dan mengurangi jumlah diplomat Iran di negara itu," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan. Namun, belum memutuskan hubungan dengan Iran sama sekali.

"Langkah yang luar biasa ini diambil setelah semakin jelas adanya gangguan terus menerus Iran dalam urusan internal negara-negara Teluk Arab dan, telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata kementerian luar negeri UEA.

Dikatakan hubungan harus didasarkan pada "saling menghormati kedaulatan" dan "tidak-campur tangan dalam urusan internal orang lain".

Sementara itu, Sudan telah mengusir duta besar Iran, dan pada saat yang sama memanggil pulang dubesnya sendiri dari Teheran.

"Pemerintah Sudan mengumumkan pemotongan hubungan diplomatik dengan Republik Iran segera," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Arab Saudi mengatakan pada hari Ahad bahwa mereka memutuskan hubungan dengan Iran setelah banyak orang yang marah membakar kedutaan besarnya di Teheran dan menyerang konsulat di Mashhad sehari setelah Riyadh mengeksekusi tokoh Syiah Nimr al-Nimr.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

3 Masjid Sunni Dibom di Selatan Kota Baghdad

IRAK (Jurnalislam.com) – Tiga masjid di selatan kota Baghdad dibom dan rusak sebagian, kelompok Syiah mengaku bertanggung jawab, Aljazeera melaporkan Senin (04/01/2016).

Perdana Menteri Haider al-Abadi menegaskan bahwa serangan terhadap masjid Sunni di kota Hilla, di Gubernuran Babil berlangsung pada Ahad malam.

Dia memperingatkan agar penduduk tidak terseret ke dalam konflik agama di sebuah posting Facebook pada hari Senin.

Sumber keamanan di Babil mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok Syiah bersenjata yang bertanggung jawab atas pemboman – menghubungkan mereka dengan meningkatnya ketegangan baru-baru ini seputar eksekusi Saudi terhadap tokoh Syiah Nimr al-Nimr.

Protes diadakan di Iran mengutuk eksekusi, dan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran setelah pengunjuk rasa menyerang kedutaan Saudi di sana.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

3 Masjid Sunni Dibom di Selatan Kota Baghdad

IRAK (Jurnalislam.com) – Tiga masjid di selatan kota Baghdad dibom dan rusak sebagian, kelompok Syiah mengaku bertanggung jawab, Aljazeera melaporkan Senin (04/01/2016).

Perdana Menteri Haider al-Abadi menegaskan bahwa serangan terhadap masjid Sunni di kota Hilla, di Gubernuran Babil berlangsung pada Ahad malam.

Dia memperingatkan agar penduduk tidak terseret ke dalam konflik agama di sebuah posting Facebook pada hari Senin.

Sumber keamanan di Babil mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok Syiah bersenjata yang bertanggung jawab atas pemboman – menghubungkan mereka dengan meningkatnya ketegangan baru-baru ini seputar eksekusi Saudi terhadap tokoh Syiah Nimr al-Nimr.

Protes diadakan di Iran mengutuk eksekusi, dan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran setelah pengunjuk rasa menyerang kedutaan Saudi di sana.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Musim Dingin yang Berat

IDLIB (Jurnalislam.com) – Relawan Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) di Suriah, Abdul Aziz melaporkan, saat ini Suriah tengah berada di puncak musim dingin. Turunnya salju menjatuhkan suhu hingga di bawah nol derajat celcius.

"Musim dingin merupakan musim yang paling berat bagi rakyat Suriah jika dibandingkan dengan tiga musim yang lain, dikarenakan kebutuhan jadi meningkat untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti untuk membeli penghangat ruangan atau orang sini menyebutnya dengan soba," ujar Aziz dalam laporannya kepada Jurnalislam, Ahad (3/1/2016).

Soba adalah sebuah alat tradisional yang berfungsi sebagai penghangat ruangan. Soba mempunyai dua jenis, ada yang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya dan ada yang pakai solar. "Hampir tidak mungkin rakyat Suriah bisa bertahan menghadapi cuaca dingin tanpa alat ini," lanjut Aziz.

Kondisi ini diperparah oleh serangan rezim Nushairiyah dan penjajah Rusia (semoga Allah segera menghancurkan mereka) yang tidak ada henti-hentinya membombardir rakyat Suriah siang dan malam. Akibatnya, rumah-rumah, apartemen serta bangunan tinggi lainnya hancur lebur oleh serangan udara mereka.

"Selain meluluhlantakan bangunan, serangan-serangan itu juga merenggut nyawa dan melukai ribuan warga sipil Suriah. Korban yang mengalami cedera harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit," tuturnya.

Di tengah cuaca dingin yang menusuk, warga Suriah yang rumahnya hancur pun harus tinggal di kamp-kamp pengungsian. Di sana mereka sangat kekurangan. (Bersambung)

Reporter: Abdul Aziz | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Untuk membantu meringankan beban musim dingin saudara kita di Suriah, salurkan donasi terbaik Anda melalui Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) di rekening:
BRI Syariah 1024934175 a.n Medis Dan Aksi Kemanusiaan.
Bank Syariah Mandiri 7300300377 a.n Medis Dan Aksi Kemanusiaan.
CP: Sekjen Me-DAN Markazi, Sunaryo

Musim Dingin yang Berat

IDLIB (Jurnalislam.com) – Relawan Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) di Suriah, Abdul Aziz melaporkan, saat ini Suriah tengah berada di puncak musim dingin. Turunnya salju menjatuhkan suhu hingga di bawah nol derajat celcius.

"Musim dingin merupakan musim yang paling berat bagi rakyat Suriah jika dibandingkan dengan tiga musim yang lain, dikarenakan kebutuhan jadi meningkat untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti untuk membeli penghangat ruangan atau orang sini menyebutnya dengan soba," ujar Aziz dalam laporannya kepada Jurnalislam, Ahad (3/1/2016).

Soba adalah sebuah alat tradisional yang berfungsi sebagai penghangat ruangan. Soba mempunyai dua jenis, ada yang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya dan ada yang pakai solar. "Hampir tidak mungkin rakyat Suriah bisa bertahan menghadapi cuaca dingin tanpa alat ini," lanjut Aziz.

Kondisi ini diperparah oleh serangan rezim Nushairiyah dan penjajah Rusia (semoga Allah segera menghancurkan mereka) yang tidak ada henti-hentinya membombardir rakyat Suriah siang dan malam. Akibatnya, rumah-rumah, apartemen serta bangunan tinggi lainnya hancur lebur oleh serangan udara mereka.

"Selain meluluhlantakan bangunan, serangan-serangan itu juga merenggut nyawa dan melukai ribuan warga sipil Suriah. Korban yang mengalami cedera harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit," tuturnya.

Di tengah cuaca dingin yang menusuk, warga Suriah yang rumahnya hancur pun harus tinggal di kamp-kamp pengungsian. Di sana mereka sangat kekurangan. (Bersambung)

Reporter: Abdul Aziz | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Untuk membantu meringankan beban musim dingin saudara kita di Suriah, salurkan donasi terbaik Anda melalui Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) di rekening:
BRI Syariah 1024934175 a.n Medis Dan Aksi Kemanusiaan.
Bank Syariah Mandiri 7300300377 a.n Medis Dan Aksi Kemanusiaan.
CP: Sekjen Me-DAN Markazi, Sunaryo

Demo Depan Kedubes Saudi, Massa Syiah: Arab Saudi Kerajaan Setan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Puluhan massa dari berbagai LSM Pro Syiah yang tergabung dalam Human Rights Alliance berunjuk rasa di depan Kedubes Arab Saudi Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (4/1/2015). Mereka mengecam eksekusi mati tokoh Syiah, Nimr Bagir Al Nimr oleh pemerintah Arab Saudi. (Baca: Tak Terima Tokohnya Dieksekusi, Siang Ini LSM Pro Syiah Demo Kedubes Arab Saudi)

"Kita datang ke sini sebagai bentuk protes terhadap tahanan politik yang dihukum tanpa pengadilan khususnya Ayatullah Nimr yang dieksekusi Saudi Arabia," kata koordinator aksi, Adi Joban.

Dalam aksinya, massa membentangkan spanduk kecaman terhadap pemerintah kerajaan Arab Saudi. Salah seorang orator bahkan mengatakan, Arab Saudi sebagai kerajaan Setan. 

"Orang yang memakai simbol Al-Qur'an, orang yang memakai simbol-simbol Islam, simbol Mekah dan Madinah, mereka juga bisa melakukan kejahatan, mereka juga bisa melakukan kemaksiatan, sebagaimana yang dilakukan Kerajaan setan Saudi Arabia," tegasnya.

Massa meminta pemerintah Indonesia untuk mengadukan Raja Salman kepada PBB. "Jadi yang harus dilakukan pemerintah Indonesia meminta kepada PBB untuk segera memproses Raja Salman sebagai penanggung jawab atas kejahatan yang ia lakukan," tegasnya

Kerajaan Arab Saudi pada Sabtu 2 Januari 2016 lalu mengeksekusi mati 47 tahanan politiknya. Empat diantaranya adalah pengikut Syiah yang salah satunya Nimr Bagir. Nimr ditangkap dan divonis mati dengan dakwaan menghasut warga Syiah di Timur Saudi untuk memberontak kepada Kerajaan. 

Reporter: Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

Serdadu Wanita Zionis Kritis Ditembak Sniper Palestina di Hebron

HEBRON (Jurnalislam.com) – Seorang serdadu wanita Zionis terluka parah pada hari Ahad (03/01/2016) petang oleh serangan tembakan snipeer Palestina di dekat Masjid Ibrahimi di Hebron, sementara pelaku penembakan berhasil meloloskan diri dari lokasi.

Media Zionis mengatakan Bahwa aksi penembakan sniper yang terjadi dekat Masjid Ibrahimi ini mengakibatkan seorang serdadu wanita (20) terluka parah. Sementara itu pasukan penjajah Zionis melakukan operasi penyisiran luas untuk mencari pelaku serangan.

Media Israel menambahkan bahwa serdadu wanita tersebut terluka di tubuh bagian atas dan dilarikan ke rumah sakit di kota al-Quds (Yerusalem).

Sementara itu surat kabar Zionis Yedeot Aharonot menyebutkan bahwa seorang warga Palestina melepaskan satu kali tembakan dari dalam perkampungan Palesetina dekat area Masjid Ibrahimi dan mengenai pinggang serdadu Israel. Pasukan militer penjajah Zionis langsung melakukan penyisiran untuk mencari pelaku serangan.

Ini merupakan aksi kedua di lokasi yang sama. Sebelumnya aksi sniper Palestina menewaskan seorang serdadu Zionis dan melukai dua lainnya. Sampai saat ini belum terungkap mengenai teka-teki penembak jitu ini.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam