RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi mengutuk reaksi resmi Teheran terhadap eksekusi 47 orang pada hari Sabtu, termasuk seorang pendeta Syiah terkemuka, yang dihukum karena melakukan tindakan terorisme, kantor berita resmi negara SPA melaporkan Ahad (03/01/2015).
Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi yang dikutip secara anonim oleh SPA menjelaskan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Teheran sebagai reaksi terhadap eksekusi tersebut "tidak dapat diterima".
"Iran telah menunjukkan warna aslinya dengan mengungkapkan pendapatnya mengenai tokohnya yang dieksekusi, menunjukkan dukungan untuk terorisme," pejabat itu seperti dikutip.
Menurutnya, Iran menerapkan kebijakan polarisasi dan bertanggung jawab atas meningkatnya kekacauan.
Pejabat itu juga menyampaikan bahwa Iran telah berulang kali mengatakan PBB juga mendukung terorisme.
Dia juga mengatakan bahwa ratusan warga Iran telah dieksekusi tahun lalu tanpa proses hukum yang jelas.
Pada hari Sabtu, pihak berwenang Saudi mengeksekusi 45 warga Arab, bersama dengan seorang warga Mesir dan seorang warga Chad, yang dihukum karena melakukan tindakan berbahaya, menurut pernyataan pemerintah Saudi yang dikutip oleh kantor berita.
Di antara mereka yang dieksekusi adalah Tokoh Syiah Nimr Baqir al-Nimr, yang sebelum penangkapannya pada bulan Juli 2012, telah memimpin protes massa terhadap pemerintah Saudi di provinsi Qatif di timur kerajaan.
Dalam putusan yang dijatuhkan oleh pengadilan tinggi Saudi pada 25 Oktober, pendeta Syiah, al-Nimr dihukum karena menghasut dan mengobarkan pemberontakan.
Setelah eksekusi al-Nimr, Iran yang merupakan republik Syiah, mengancam bahwa Arab Saudi yang mayoritas Sunni, akan membayar "harga yang mahal" untuk kematiannya.
Menurut Republik News Agency Iran, Kementerian Luar Negeri Iran telah memanggil Arab Saudi kuasa usaha di Teheran dan mengutuk keras eksekusi al-Nimr ini.
Teheran dan Riyadh yang selalu bersaing sengit saat ini mendukung sisi yang berlawanan dalam konflik yang sedang berlangsung di Suriah dan Yaman.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam