Ponpes Al-Ishlah Bondowoso Gelar Workshop Kristologi Bersama Hj. Irena Handono

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren Al Ishlah Bondowoso, Jawa Timur menggelar Workshop Kristologi bersama Hj. Irena Handono. Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari dari tanggal 1-3 Januari 2016.

Selama 16 jam, mantan biarawati yang kini menjadi kristolog internasional itu mengupas satu per satu warna-warni Kristologi yang membuat semua peserta geleng-geleng kepala, berdecak kagum, terbelalak dengan iringan tasbih, tahmid, takbir hingga gigit jari. Hati pun tergerak, pikir mulai tersadar setelah memahami apa yang beliau sampaikan dengan halus, sopan, tegas, jelas dan bijak.  

Workshop secara intensif berlangsung di Gedung Serba Guna dengan peserta yang dibatasi hanya seratus lima puluh orang dan dilanjut dengan orasi ilmiah pada Sabtu malam di masjid bersamaan dengan pengajian Tafsir Jalalain dan Yudisium Sarjana STIT Al-Ishlah yang menghadirkan dua ribuan jama'ah dari berbagai unsur gerakan Islam hingga organisasi kemahasiswaan dan jama'ah  dari dalam maupun luar Jawa Timur. Hampir tidak ada peserta yang mengantuk selama beliau menyampaikan materi. Sedikit saja berkedip, rasanya rugi melewatkan materi yang tersaji. 

Dengan bijak beliau menuturkan bahwa Kristologi sangatlah penting untuk dipelajari oleh kaum Muslim sebagai benteng dan senjata dalam memerangi kaum Kristiani yang terus gencar melakukan propaganda kristenisasi.

"Perang tidak harus dengan gencatan senjata. Tidak harus dengan kekerasan. Mereka memerangi kita dengan pemikiran, maka kita pun harus berperang melawannya dengan pemikiran kita. Bagaimana kita bisa mengalahkan mereka jika kita tidak tahu apa itu Kristen, jika kita tidak belajar Kristologi ? Mereka saja banyak yang mempelajari kitab suci Al-quran dan ajaran-ajaran Islam untuk menghancurkan kita," ungkapnya. 

Dalam pemaparannya, beliau dengan gamblang mengajak seluruh peserta memperdalam kajian Al-Quran dan membandingkan dengan kitab Injil versi Kristen dengan menunjukkan pembuktian-pembuktian yang semakin membangun kesadaran adanya bahaya apostasi (pemurtadan), kristenisasi berselubung identitas Islam, tanshiriyah, de-Islamisasi, de-imanisasi dengan praktek-praktek Maladaptasi dan Character Assasination hingga penghancuran yang kemudian semakin menyadarkan bahwa hanya Islam agama yang Haqq dan semua agama tidaklah sama. 

"Isyhaduu bi anna Muslimun, saksikan bahwa aku seorang Muslim." Bersyukur menjadi seorang Muslim, demikianlah yang saat itu banyak dirasakan. Tidak ada kekhawatiran dalam mempelajari Kristologi hingga secara bersama membuka dan menganalisis kitab Bible dan mendapatkan banyak pencerahan akan kebenaran yang telah dirasakan oleh seorang muallaf dengan pembuktian dan penjabaran yang terang. Sangat jelas kebenaran Al-quran saat satu per satu ayat Bible dan sejarah membuat geleng kepala.

Dengan mengutip beberapa statement kaum kafirin beliau menegaskan bahwa bagi mereka, Al-quran memang tidak bisa diotak-atik, tidak bisa dirubah, tetapi tafsirnya lah yang bisa dan selama ini telah diotak-atik. Inilah yang berbahaya dan harus diperangi. Beberapa pernyataan resmi para pejabat barat yang terang-terangan memusuhi Islam pun tersaji dengan jelas, mulai dari Islam yang dianggap sebagai ancaman bagi masa depan barat hingga pernyataan "mari kita tunjukkan perlawanan kita kepada Islam" yang jelas dimuat di media massa.

"Nah, kalau sudah tahu seperti ini, adakah yang ingin murtad ?" Tanya beliau.
"TIDAK…!!!" Dengan tegas para hadirin menjawab. Ada kesyukuran akan nikmat iman dan Islam yang terus mengalir kuat.

"Mari kita bersatu. Musuh kita ada di depan mata, untuk apa kita bersusah perang dengan sesama Muslim ? Seakan Muslim dengan gerakan yang berbeda adalah musuh besar," tegas beliau.

Bagi beliau, strategi dakwah bermacam-macam adanya, strategi yang ampuh adalah dengan pikir dan dzikir. Mereka memerangi kita di titik itu, maka kitapun menguatkan pada titik itu (khususnya di Indonesia). Tidak harus melumpuhkan lawan secara fisik, dengan kita paham betul akan agama kita serta tahu bagaimana ajaran serta strategi mereka, maka kita pun bisa membalikkannya. Insyaa Allah kita akan menang, saat ini kita memang diadu, maka kita harus bersatu.

"Belajarlah sejarah, dalami sejarah Islam dan Al-quran. Banyaklah bersyukur," pesan beliau saat diwawancarai di bandara sebelum kembali melakukan perjalanan dakwah Senin (4/1/2016) pagi.

Kontributor: Qurrota Qur'ani | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Ini Kronologi Keluarnya Surat D.O Ronny Setiawan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemecatan Ronny Setiawan sebagai mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dinilai banyak pihak sebagai bentuk kesewenang-wenangan kampus. Tak hanya dari mahasiswa, kecaman pun terlontar dari wakil ketua DPR-RI, Fahri Hamzah. (baca: Surat Terbuka Fahri Hamzah Untuk UNJ: "Anda Rektor atau Diktator?"). Bagaimana sebenarnya kronologis keluarnya surat Drop-Out Ronny dari pihak UNJ. Berikut kronologis lengkap yang diterima redaksi Jurnalislam  dari Koordinator Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu.

Assalamu’alaikum wr. wb. Tulisan ini kami buat sebagai bentuk release resmi dan klarifikasi info yang beredar di berbagai media yang kami anggap ada beberapa hal yang tidak valid.

Pertama, tidak benar bahwa sebelumnya Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu sudah melakukan demonstrasi.

Kedua, tidak benar info yang mengatakan kami mengultimatum rektor UNJ.

Ketiga, selain informasi yang berasal dari ALIANSI MAHASISWA UNJ BERSATU, maka informasi tersebut merupakan hasil olahan dari data sekunder dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan kevalidannya.

Berikut kronologisnya:

Rabu, 23 Desember 2015, Mahasiswa FMIPA UNJ melakukan demonstrasi di kampus A UNJ. Inti tuntutan demonstrasi ketika itu adalah penolakan mahasiswa FMIPA UNJ atas rencana Rektorat UNJ yang akan memindahkan FMIPA dari kampus B ke kampus A UNJ. Mereka menolak kepindahan itu. Alasannya sederhana, fasilitas penunjang akademik dan organisasi di kampus A belum siap dan tidak memadai.

Rentang waktu antara tanggal 24 sampai 28 Desember, muncul begitu banyak tulisan baik yang anonim maupun yang jelas penulisnya. Salah satunya adalah tulisan anonim yang berjudul “Almanak Kepemimpinan Rektor Djaali”, yang begitu vokal dalam mengkritik rektor UNJ. Informasi yang beredar begitu cepat tersebar kepada publik UNJ. Terlebih ditambah dengan postingan-postingan yang beredar di berbagai media sosial, seperti misal broadcast yang mendapat selebaran surat disposisi rektor UNJ terhadap salah satu mahasiswa di FIP yang mengajukan permohonan penurunan UKT. Permohonan itu ditolak oleh rektor UNJ, lalu disampaikan melalui disposisi rektor UNJ yang tertuliskan “UKT sudah hasil verifikasi FIP. Kalau tidak sanggup, bisa cuti atau menarik diri”. Opini yang beredar semakin menyebar di UNJ. Terlebih, permasalahan di UNJ yang memang sudah begitu banyak ketidakjelasannya, seperti: carut-marut dan tidak amannya perparkiran UNJ, simpang siurnya informasi mengenai pelaksanaan KKN dan beredar info dari salah satu fakultas bahwa KKN tidak didanai kampus selain uang kelompok yang besarannya 1 juta rupiah, pemutusan beasiswa PPA/BBM, perubahan BEM Jurusan ke BEM Prodi yang terkesan dipaksakan, kepindahan FMIPA UNJ, permasalahan dalam transparansi UKT dan tidak adanya alur yang jelas soal mekanisme penurunan UKT, dan menagih janji rektorat UNJ untuk mengadvokasi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen FIS UNJ.

Minggu, 27 Desember 2015, untuk meredam atas tidak fokusnya release dan tulisan yang beredar di media. Selaku komandan Green Force UNJ (tim aksi universitas), pukul 15.30 di BEM UNJ, saya (Ahmad Firdaus) berinisiatif mengumpulkan tim aksi fakultas se-UNJ dan mitra strategis BEM UNJ. Tujuannya adalah untuk berdiskusi, dan merumuskan beberapa isu strategis yang perlu dikawal ke depan. Setidaknya ada 7 fokus isu yang kala itu dibahas, seperti: Parkiran, UKT, KKN/KKL, FMIPA, Beasiswa, BEM Prodi, dan kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen FIS. Pertemuan kala itu menyepakati bahwa ke depannya perlu diadakan diskusi lebih dalam perihal masalah-masalah itu dengan melibatkan berbagai elemen mahasiswa.

Senin, 28 Desember 2015, pukul 08.00 WIB, undangan FGD (Focus group Discussion) yang disebar atas nama Aliansi Tim Aksi se-UNJ dan Underbow BEM UNJ, yang berjudul “UNJ GAWAT DARURAT!” tersebar. Kami tujukan undangan itu untuk berdiskusi terfokus. Rencana FGD itu dilakukan pada Selasa, 29 Desember 2015, di Pelataran IKK FT UNJ. Dari tulisan itu, kami mengundang berbagai elemen mahasiswa, seperti: Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ, Ketua & Wakil Ketua BEM UNJ, Ketua & Wakil Ketua BEM UNJ Terpilih, Ketua BEM Fakultas se-UNJ, Ketua BEM Fakultas Terpilih se-UNJ, Ketua BEM Jurusan se-UNJ, Ketua BEM Jurusan Terpilih se-UNJ, Departemen Dalam Negeri BEM UNJ, Departemen Advokasi BEM se-UNJ, Departemen Sosial & Politik BEM se-UNJ, organisasi mahasiswa ekstra-kampus (HMI, KAMMI, GP, PMII, dll), LPM Didaktika & Gerakan ‪#‎Adili Andri, serta seluruh mahasiswa UNJ.

Dan responsnya, undangan tersebut mendapat respons luar biasa. Seluruh undangan tersebut mengkonfirmasi hadir. Tetapi, ada upaya penggembosan terhadap rencana FGD kami. Malam harinya, antara pukul 21.00-23.00, kami mendapat kabar secara serempak, seluruh ketua Lembaga OPMAWA (BEMF & BEMJ) di semua fakultas di UNJ mendapat undangan mendadak dari Dekanat Fakultas & jajarannya masing-masing untuk bertemu dengan mereka di pagi harinya, pukul 08.00. Tanpa diberitahukan ingin membicarakan apa. Kebetulankah? Tidak. Terlalu sederhana jika itu kebetulan, tanpa ada “The Godfather” yang memberikan instruksi. Biasanya, menemui untuk minta tanda tangan proposal saja minta ampun susahnya, ada gerangan apakah hingga punya waktu khusus untuk berdialog dengan mahasiswa?

Padahal, niat kami pada sore itu hanyalah ingin berdiskusi, ingin berkumpul. Membicarakan permasalahan kampus. Berdialog penuh solusi. Tanpa ada sedikitpun niat untuk anarkis, berdemonstrasi apalagi akan membakar gedung rektorat. Kami tidak sepicik itu berpikir.

Selasa, 29 Desember 2015, pukul 08.00-12.00 WIB, pertemuan dengan dekanat dan jajarannya dilangsungkan. Kami diajak bertemu dengan dekanat fakultas masing-masing. Dan sudah bisa ditebak, ucapan semua dekan di tiap fakultas seragam. Surat undangan FGD tersebut dibacakan di hadapan yang hadir. Undangan FGD kami diartikan sebagai rencana demonstrasi. Inti dari pertemuan itu adalah: agar kami membatalkan FGD yang dilakukan sore harinya, dan di fakultas lain, meminta agar yang diundang untuk tidak memenuhi undangan yang dibuat Green Force & Tim Aksi se-UNJ. Kami menolak. Melalui tulisan berjudul “UNJ MASIH GAWAT DARURAT”, kami tegaskan bahwa FGD tetap akan terlaksana, apapun alasannya. Kami juga sempat menolak usulan dari dekanat FIS untuk menggunakan ruangan tertutup dalam pertemuan itu.

Selasa, 29 Desember 2015, pukul 15.00 WIB, “Focus Group Discussion: Mengurai Benang Kusut Kampus Pendidikan” dilaksanakan. Seperti dugaan. Diskusi kala itu membludak. Tercatat lebih dari 350 mahasiswa UNJ menghadiri forum itu. Semua yang hadir merasakan keresahan bersama. Di sana mereka menyampaikan aspirasinya. Diskusi kala itu dibuat dengan beberapa kelompok-kelompok kecil sesuai fokus isu. Setidaknya ada 7 forum diskusi kecil: Parkiran, UKT, KKN/KKL, Perpindahan FMIPA, Beasiswa, BEM Prodi, dan kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen FIS. Masing-masing isu itu ditunjuk koordinator masing-masing isu untuk memimpin diskusi kecil itu. Di akhir diskusi, setelah masing-masing koordinator menyampaikan sementara kajian, forum kala itu sepakat untuk membentuk gerakan kritis-solutif dalam ALIANSI MAHASISWA UNJ BERSATU.

Rabu, 30 Desember 2015, melalui perantara BEM UNJ, kami atas nama Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu mengajukan surat permohonan audiensi kepada rektorat UNJ. Tujuannya adalah untuk meminta penjelasan dan klarifikasi atas kebenaran isu yang beredar di kalangan mahasiswa UNJ. Sekaligus meminta penjelasan terkait beberapa isu dalam kampus. Selagi mematangkan kajian, kami memberikan tenggat waktu hingga tanggal 5 Januari 2016 bagi rektorat UNJ untuk memenuhi undangan tersebut.

Singkat cerita, rentang waktu antara tanggal 31 Desember 2015 – 03 Januari 2016 kami masih menunggu itikad baik dari rektorat UNJ untuk memenuhi undangan diskusi dengan mahasiswa. Kami masih merespon positif bahwa rektorat UNJ akan bersedia untuk bertemu dengan mahasiswanya. Namun, pada hari Senin, 4 Januari 2016, Ronny Setiawan (Ketua BEM UNJ) mendapat surat pemanggilan orang tua. Surat itu meminta kesediaan orang tua Ronny Setiawan untuk memenuhi panggilan Rektor UNJ pada Selasa, 5 Januari 2016, pukul 09.00 WIB.

Hari ini, 5 Januari 2016, secara resmi, melalui surat bernomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Rektor UNJ melakukan Drop Out terhadap Ronny Setiawan. Alasannya, Ronny dinilai telah melakukan tindak kejahatan berbasis Teknologi dan Penghasutan yang dapat mengganggu ketenteraman dan Ronny dinilai telah menyampaikan surat kepada Rektor UNJ yang bernada ancaman (surat audiensi).

Menanggapi kekisruhan yang terjadi di UNJ, berikut adalah sikap kami:

Menyayangkan sikap Rektor UNJ yang telah bertindak sewenang-wenang membungkam dan mencoreng wajah demokrasi kampus.
Kami, Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu, menuntut Rektor UNJ untuk mencabut surat bernomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.
Kami menyerukan kepada seluruh mahasiswa UNJ dan seluruh civitas akademika UNJ untuk tidak berdiam diri terhadap tindakan sewenang-wenang ini.
Kami menuntut Rektorat UNJ untuk bertindak kooperatif dengan Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu dalam menyelesaikan kekisruhan yang terjadi di UNJ.
Kami akan terus bergerak untuk tetap mengawal isu dalam kampus UNJ dan tidak akan pernah mundur dalam mengatakan kebenaran.

Tertanda,
Ahmad Firdaus
Koordinator Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu

 

Irfan | Jurnalislam

Surat Terbuka Fahri Hamzah Untuk UNJ: "Anda Rektor atau Diktator?"

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Diberhentikannya ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ronny Setiawan sebagai mahasiswa UNJ menuai kecaman dari Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah.

Fahri merilis surat terbuka kepada rektor UNJ berjudul “Anda Rektor atau Diktator?” Berikut selengkapnya.

SURAT TERBUKA FAHRI HAMZAH, WAKIL KETUA DPR RI, KEPADA REKTOR UNJ YANG TELAH MEMECAT KETUA BEM RONNY SETIAWAN)

Saya baru menulis soal Jiwa Reformasi dan Demokrasi Kampus. Tiba-tiba ada kabar rektor yang pecat mahasiswa karena kritis. Satu kata: LAWAN! 

Dia kira dirinya siapa itu rektor, pakai UU ITE pecat mahasiswa. 

Rektor UNJ yang terhormat, Anda harus bangga punya mahasiswa yang kritis, karena itu pertanda nurani bangsa kita masih hidup. Mungkin Pak Rektor tidak pernah jadi aktivis sehingga nurani tidak pernah diasah krisis. Atau Pak rektor tidak pernah keluar dari dalam laboratorium atau perpustakaan kepada dunia nyata yang dinamis.

Menyesallah Pak rektor karena Anda tidak pernah menjadi demonstran seperti mahasiswa yang Anda pecat. Menyesallah Pak rektor karena Anda bercokol lebih sebagai pejabat daripada penjaga kebebasan akademis.

Tahukah Anda arti kebebasan akademik wahai Pak Rektor? Dunia akademik yang Anda pimpin harus dibebaskan dari tekanan apapun selain ilmu pengetahuan. Sehingga dalam kampus, tempat kebebasan berpikir kita semai, tidak boleh ada simbol kekuasaan

Dan kalau Rektor telah berubah menjadi simbol kekuasaan maka Rektor pun layak ditumbangkan!

Tapi Pak Rektor yang terhormat. Pagi ini, seperti pagi di setiap musim hujan ketika Jakarta dan sebagian kota terancam banjir, Anda telah membantu para aktivis mahasiswa bersemi bersama bunga, pertanda awal musim kita

Terima kasih Pak Rektor, Anda mengingatkan mereka ketika politik atau kekuasaan telah bersenyawa dengan para Ilmuan. Ketika kebenaran telah dirampas dari ilmu pengetahuan. Dan ketika semua menjadi kelam, karena kebenaran tenggelam bersama dominasi kekuasaan. Mungkin ini pertanda yang berulang dalam setiap perubahan besar. Bahwa kebenaran mesti diperjuangkan oleh keberanian!

Dan ketika semua telah menjadi mapan, kita hanya punya satu pilihan yaitu hidup bersama dengan orang-orang yang dalam hatinya penuh keberanian.

Dalam sejarah Indonesia, inilah yang muncul dalam setiap reformasi dan kemerdekaan. Dan keberanian itu telah muncul bersama pemuda dan mahasiswa.

Seperti hari ini dan hari-hari mendatang. Adalah hari-hari perjuangan! 

Selamat berjuang teman-teman mahasiswa. Tiada kata jera dalam perjuangan! 

Allahuakbar, Merdeka!

Irfan | Jurnalislam

 

Pecat 200 Pekerja Muslim karena Shalat, Perusahaan Daging di Fort Morgan Dituntut

COLORADO (Jurnalislam.com) – Perwakilan hukum bagi sekitar 200 pekerja Muslim yang dipecat dari fasilitas pengepakan daging karena menjalankan ibadah Shalat menuntut pada hari Senin untuk dipekerjakan kembali, World Bulletin melaporkan, Selasa (05/01/2016).

Sebanyak 200 lebih pekerja, mayoritas berasal dari Somalia, dipecat oleh sebuah fasilitas di Fort Morgan, Colorado, setelah berpartisipasi dalam pemogokan untuk memprotes perubahan kebijakan kerja perusahaan tentang larangan Shalat dalam bekerja..

"Mereka meminta untuk mendapatkan pekerjaan mereka kembali dan kembali ke kebijakan yang mereka pahami," Jaylani Hussein, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations/CAIR) Minnesota, yang mewakili para pekerja.

Keadaan sebenarnya mengenai awal sengketa tetap keruh. Solusi Daging Cargill (Cargill Meat Solutions) mengatakan bahwa karyawan mereka meminta sholat berjamaah yang akan menghambat alur kerja sementara Hussein mengatakan tidak pernah mengeluarkan permintaan seperi itu.

"Mereka hanya mencoba untuk memutar cerita sehingga mereka lebih diuntungkan," kata Hussein kepada Anadolu Agency.

Cargill menyatakan bahwa belum ada perubahan kebijakan perusahaan mengenai sholat, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pernyataan tersebut adalah kesalahpahaman yang beredar di komunitas Somalia bahwa Cargill melarang sholat sepenuhnya karena adanya perubahan kebijakan.

"Cargill berkomitmen untuk karyawan kami secara serius dan ini telah menjadi situasi yang tidak menguntungkan," Michael Martin, juru bicara Cargill, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Anadolu Agency. "Cargill tidak pernah mencegah karyawan untuk sholat di Fort Morgan, juga tidak pernah mengubah kebijakan yang berkaitan dengan akomodasi keagamaan dan kehadiran."

Sholat lima kali sehari adalah wajib bagi umat Islam.

“Perusahaan telah menyediakan ruang bagi karyawannya sejak 2009, dan ruangan tersebut tersedia selama shift kerja", menurut Martin.

Karyawan dipecat karena mereka gagal memenuhi panggilan untuk masuk kerja selama tiga hari berturut-turut selama protes.

Kebijakan itu hanya kedok saja, kata Hussein.

"Tidak ada panggilan, tidak ada kebijakan dan itu adalah cara terang-terangan untuk menyingkirkan semua karyawan," katanya.

Serikat lokal 455 pengemudi truk yang mewakili pekerja tidak membantu dalam sengketa yang sedang berlangsung, menurut Hussein.

"Serikat tidak ingin berbicara dengan kami, dan Cargill tampaknya tidak tahu bagaimana kebijakan yang dilaksanakan di pabriknya," katanya.

CAIR berencana untuk melanjutkan pertemuan dengan Cargill selama sepekan untuk menemukan solusi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Pertempuran di Marjah: 1 Helikopter AS Ditembak Jatuh, 16 Pasukan Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Taliban sedikitnya membunuh  seorang tentara penjajah Amerika dan melukai dua lainnya, menewaskan  15 pasukan Afghanistan serta menembak jatuh sebuah Helikopter AS  saat mereka bertempur saling membantu melawan mujahidin Imarah Islam di kota Marjah provinsi Helmand Afghanistan selatan yang terkepung sejak Senin malam, Al Emarah News melaporkan, Selasa (05/01/2016).

"Seorang anggota pasukan AS tewas akibat luka yang diderita dan dua orang lainnya terluka dalam operasi dekat Marjah", Pasukan AS-Afghanistan – US Forces Afghanistan (USFOR-A) menegaskan dalam siaran pers. Identitas dan unit asal tentara yang tewas itu tidak diungkapkan, namun seorang pejabat militer AS di Afghanistan mengatakan kepada The Long War Journal bahwa unit operasi khusus AS sedang melakukan operasi di Marjah dengan sekutunya, tentara Afghanistan.

"Perang sedang berlangsung dan masih ada pertempuran yang terjadi di lingkungan sekitarnya," kata Sekretaris Pers Pentagon ,Peter Cook, dalam briefing dengan wartawan hari ini.

Cook juga mengatakan bahwa dua helikopter Pavehawk HH-60, yang digunakan oleh tim pencarian dan penyelamatan Angkatan Udara AS, diserang tembakan saat sedang berusaha untuk menyelamatkan pasukan darat AS. Salah satu helikopter mengalami kerusakan. Taliban mengaku menembak jatuh Pavehawk.

Taliban telah mengepung kota Marjah selama lebih dari sebulan. Distrik Nad Ali, yang meliputi Marjah, hampir sepenuhnya berada di bawah kendali Taliban.

Jenderal Stanley McCrystal pada tahun 2010 pernah menggambarkan Marjah sebagai "luka yang berdarah" saat Marinir AS bertemput menghadapi Taliban.

Dari 13 kabupaten Helmand, lima sudah dikendalikan oleh Taliban secara penuh (Nowzad, Musa Qala, Baghran, Dishu, dan Sangin), dan lima lainnya sedang dalam proses pengendalian Taliban (Nahr-i-Sarraj, Kajaki, Nad Ali, Garmsir dan Khanashin) . Dari tiga yang tersisa, The Long War Journal percaya bahwa dua kabupaten (Washir dan Nawa-i-Barak) masih diperebutkan, tetapi situasi tidak jelas. Hanya di Lashkar Gah, distrik yang menjadi ibukota provinsi, aktivitas Taliban belum terlihat signifikan.

Pasukan operasi khusus AS dan Inggris telah dikerahkan di Helmand sejak musim panas 2015 untuk mendukung pasukan pemerintah Afghanistan. Namun, pasukan AS dan Inggris di Helmand tersebut tidak mampu mencegah distrik Nowzad, Musa Qala, dan Sangin direbut kembali oleh Taliban.

Di luar Helmand, Taliban telah secara signifikan memperluas wilayahnya dalam satu tahun terakhir. Taliban sekarang menguasai 40 kabupaten di Afghanistan dan berjuang memperebutkan 39 lainnya, menurut data yang dikumpulkan oleh The Long War Journal.

 

Deddy | Al Emarah News | TLWJ | Jurnalislam

Intifadhah: Pemuda Palestina 17 Tahun Tikam Serdadu Israel di Pemukiman Yahudi

PALESTINA (Jurnalislam.com) –  Seorang serdadu zionis terluka pada Selasa pagi (05/01/2016) akibat operasi penikaman yang dilakukan pemuda Palestina di pemukiman Yahudi, Palestine News Network melaporkan, Selasa.

Situs 0404 Ibrani menyebutkan, pasukan Israel terluka di pemukim akibat tikaman aksi perlawanan yang langsung dibalas tembakan peluru ke arah pelaku hingga gugur syahid.

Pemuda Palestina, yang diidentifikasi sebagai Ahmad Kawazba (17), dari desa Si'ir selatan Hebron, syahid dalam aksi beraninya di pemukiman Gush Etzion persimpangan utara Hebron.

Tentara zionis tersebut ditangani oleh Magen David Adom paramedis, dan pindah ke pusat medis Shaare Zedek di Yerusalem.

Sementara itu, pasukan Israel melarang kegiatan warga yang menuju Betlehem, sebelah utara Etzion dan kota Hebron, selatan Tepi Barat.

Deddy | PNN | Jurnalislam

Afiliasi Al Qaeda Serang Pangkalan Militer India di Pakistan, 7 Tewas

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak pemerintah Pakistan Selasa (05/01/2016) untuk mengambil tindakan terhadap kelompok  yang berada di balik serangan terhadap sebuah pangkalan militer India yang menewaskan tujuh tentara, lansir World Bulletin, Selasa (05/01/2016).

Kantor Modi mengatakan New Delhi telah memberi informasi spesifik dan dapat ditindaklanjuti mengenai serangan berani tersebut pada Islamabad, yang terjadi hanya beberapa hari setelah kunjungan bersejarah perdana menteri India ke Pakistan yang menimbulkan harapan akan ditingkatkannya hubungan antar kedua Negara tersebut.

Para pejabat keamanan mengatakan sekelompok orang bersenjata tersebut adalah anggota Jaish-e-Mohammed afiliasi Al Qaeda yang tergabung dalam AQIS berbasis di Pakistan. Jaish-e-Mohammed melakukan serangan 2001 terhadap parlemen India yang membawa kedua negara tersebut ke ambang perang.

Dalam sebuah pernyataan, kantor Modi mengatakan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif telah menelepon untuk membahas serangan terhadap basis militer Pathankot di negara bagian utara Punjab dekat perbatasan dengan Pakistan.

"Modi sangat menekankan agar Pakistan mengambil tindakan tegas dan segera terhadap organisasi dan individu yang bertanggung jawab dan terkait dengan serangan di Pathankot," kata pernyataan itu.

"Informasi spesifik untuk ditindaklanjuti dalam hal ini telah diberikan kepada Pakistan."

Dikatakan Sharif telah memberikan jaminan bahwa pemerintahnya akan mengambil "tindakan cepat dan tegas".

Serangan fajar di pangkalan memicu baku tembak 14 jam pada hari Sabtu, dan berlanjut hingga Ahad.

Jaish-e-Mohammed telah berpartisipasi dalam beberapa serangan mematikan di India dan telah memberikan dukungan penting untuk al-Qaeda. Beberapa pemimpin puncaknya terintegrasi dengan gerakan serangan global.

Jaish-e-Mohammed telah bergabung dengan al Qaeda di benua India, atau AQIS, cabang regional terbaru dari kelompok jihad global yang dibentuk oleh amir al Qaeda Syeikh Ayman al Zawahiri pada bulan September tahun 2014.

Fasilitas militer di India, Pakistan, dan Afghanistan sering menjadi sasaran faksi jihad yang berbasis di wilayah tersebut. Dalam satu serangan September 2014, AQIS berusaha untuk mengambil alih kapal perang Pakistan dan menembakkan rudal ke arah kapal perang Amerika di dekatnya dengan bantuan personil angkatan laut Pakistan.

 

 

Deddy | World Bulletin  | TLWJ | Jurnalislam
 

Afiliasi Al Qaeda Serang Pangkalan Militer India di Pakistan, 7 Tewas

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri India Narendra Modi mendesak pemerintah Pakistan Selasa (05/01/2016) untuk mengambil tindakan terhadap kelompok  yang berada di balik serangan terhadap sebuah pangkalan militer India yang menewaskan tujuh tentara, lansir World Bulletin, Selasa (05/01/2016).

Kantor Modi mengatakan New Delhi telah memberi informasi spesifik dan dapat ditindaklanjuti mengenai serangan berani tersebut pada Islamabad, yang terjadi hanya beberapa hari setelah kunjungan bersejarah perdana menteri India ke Pakistan yang menimbulkan harapan akan ditingkatkannya hubungan antar kedua Negara tersebut.

Para pejabat keamanan mengatakan sekelompok orang bersenjata tersebut adalah anggota Jaish-e-Mohammed afiliasi Al Qaeda yang tergabung dalam AQIS berbasis di Pakistan. Jaish-e-Mohammed melakukan serangan 2001 terhadap parlemen India yang membawa kedua negara tersebut ke ambang perang.

Dalam sebuah pernyataan, kantor Modi mengatakan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif telah menelepon untuk membahas serangan terhadap basis militer Pathankot di negara bagian utara Punjab dekat perbatasan dengan Pakistan.

"Modi sangat menekankan agar Pakistan mengambil tindakan tegas dan segera terhadap organisasi dan individu yang bertanggung jawab dan terkait dengan serangan di Pathankot," kata pernyataan itu.

"Informasi spesifik untuk ditindaklanjuti dalam hal ini telah diberikan kepada Pakistan."

Dikatakan Sharif telah memberikan jaminan bahwa pemerintahnya akan mengambil "tindakan cepat dan tegas".

Serangan fajar di pangkalan memicu baku tembak 14 jam pada hari Sabtu, dan berlanjut hingga Ahad.

Jaish-e-Mohammed telah berpartisipasi dalam beberapa serangan mematikan di India dan telah memberikan dukungan penting untuk al-Qaeda. Beberapa pemimpin puncaknya terintegrasi dengan gerakan serangan global.

Jaish-e-Mohammed telah bergabung dengan al Qaeda di benua India, atau AQIS, cabang regional terbaru dari kelompok jihad global yang dibentuk oleh amir al Qaeda Syeikh Ayman al Zawahiri pada bulan September tahun 2014.

Fasilitas militer di India, Pakistan, dan Afghanistan sering menjadi sasaran faksi jihad yang berbasis di wilayah tersebut. Dalam satu serangan September 2014, AQIS berusaha untuk mengambil alih kapal perang Pakistan dan menembakkan rudal ke arah kapal perang Amerika di dekatnya dengan bantuan personil angkatan laut Pakistan.

 

 

Deddy | World Bulletin  | TLWJ | Jurnalislam
 

Giliran Kuwait Tarik Duta Besarnya di Iran

KUWAIT (Jurnalislam.com) – Kuwait menarik duta besarnya untuk Iran pada Selasa, mengutip serangan terakhir melawan kedutaan Arab Saudi di Teheran dan konsulat di Mashhad, media resmi Kuwait News Agency (KUNA) mengatakan, Selasa (05/01/2016).

Kuwait News Agency mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap konvensi internasional dan pelanggaran komitmen Iran untuk keamanan dan keselamatan misi diplomatik di wilayahnya.

Sabtu, pengunjuk rasa Iran menyerang kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat Saudi di Masyhad memprotes eksekusi sebelumnya pada hari yang sama terhadap tokoh Syiah Nimr Baqir al-Nimr oleh pemerintah Saudi.

Demonstran berhasil membakar gedung kedutaan sebelum akhirnya dibubarkan oleh pasukan keamanan Iran.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Giliran Kuwait Tarik Duta Besarnya di Iran

KUWAIT (Jurnalislam.com) – Kuwait menarik duta besarnya untuk Iran pada Selasa, mengutip serangan terakhir melawan kedutaan Arab Saudi di Teheran dan konsulat di Mashhad, media resmi Kuwait News Agency (KUNA) mengatakan, Selasa (05/01/2016).

Kuwait News Agency mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap konvensi internasional dan pelanggaran komitmen Iran untuk keamanan dan keselamatan misi diplomatik di wilayahnya.

Sabtu, pengunjuk rasa Iran menyerang kedutaan Saudi di Teheran dan konsulat Saudi di Masyhad memprotes eksekusi sebelumnya pada hari yang sama terhadap tokoh Syiah Nimr Baqir al-Nimr oleh pemerintah Saudi.

Demonstran berhasil membakar gedung kedutaan sebelum akhirnya dibubarkan oleh pasukan keamanan Iran.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam