Pew Research Center: Ini Jawaban tentang Muslim dan Islam di Amerika Serikat

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Migrasi dan pertumbuhan daerah Muslim, dikombinasikan dengan konflik yang berkelanjutan di sejumlah negara yang berpenduduk mayoritas Islam, telah membawa umat Islam dan agama Islam ke garis depan perdebatan politik di banyak negara.

Seperti yang dilansir World Bulletin, Senin (11/01/2016), Pew Research Center telah melakukan penelitian untuk menjawab beberapa pertanyaan kunci tentang Muslim dan Islam di Amerika Serikat.

Berapakah jumlah Muslim yang ada di AS?

Menurut estimasi terbaik Pew Research Center, Muslim membentuk hanya kurang dari 1% dari populasi orang dewasa AS. The 2014 Religious Landscape Study menemukan bahwa 0,9% dari orang dewasa AS teridentifikasi sebagai Muslim. Sebuah survei Muslim Amerika 2011 memperkirakan ada 1,8 juta orang dewasa Muslim (dan 2,75 juta Muslim dari segala usia) di negara itu. Survei itu juga menemukan bahwa mayoritas Muslim AS (63%) adalah imigran.

Proyeksi demografis Pew Research Center memperkirakan bahwa Muslim akan meningkat menjadi 2,1% dari penduduk AS pada tahun 2050, melebihi orang yang teridentifikasi sebagai Yahudi sebagai kelompok terbesar kedua dalam hal agama. (peringkat ini tidak termasuk orang-orang yang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki agama).

Sebuah laporan terbaru memperkirakan bahwa pangsa Muslim imigran yang diberikan status penduduk tetap (kartu hijau) meningkat dari sekitar 5% pada tahun 1992 menjadi sekitar 10% pada tahun 2012, yang mewakili sekitar 100.000 imigran pada tahun itu.

Apa yang dipercaya Muslim Amerika?

Survei Pew Research Center tahun 2011 terhadap Muslim Amerika menemukan bahwa sekitar setengah dari Muslim AS (48%) mengatakan bahwa pemimpin agama mereka sendiri belum cukup untuk berbicara menentang ekstrimis Islam.

Hidup dalam masyarakat beragama pluralistik, Muslim Amerika kemungkinan lebih banyak teman non-Muslim dibandingkan Muslim di negara lain. Hanya sekitar setengah (48%) dari Muslim AS yang mengatakan bahwa semua atau sebagian dari teman-teman dekat mereka adalah Muslim juga, dibandingkan dengan rata-rata global 95% di 39 negara yang disurvei.

Sekitar tujuh-per-sepuluh (69%) Muslim AS mengatakan agama sangat penting dalam hidup mereka. Hampir semua (96%) mengatakan mereka percaya pada Tuhan, hampir dua pertiga (65%) melaporkan mereka berdoa setidaknya setiap hari dan hampir setengah (47%) mengatakan mereka menghadiri acara keagamaan serentak setidaknya Jumatan. Dengan semua langkah-langkah tradisional, Muslim di AS kira-kira sama relijiusnya dengan orang Kristen AS, meskipun mereka kurang religius dibandingkan Muslim di banyak negara lain.

Mengenai pandangan politik dan sosial, Muslim jauh lebih teridentifikasi bersandar terhadap Partai Demokrat (70%) dibandingkan Partai Republik (11%) dan mengatakan mereka lebih memilih pemerintah yang lebih besar yang lebih memberikan layanan (68%) dibandingkan pemerintah lebih kecil yang menyediakan layanan lebih sedikit (21%).

Bagaimana orang Amerika memandang Muslim?

Sebuah survei Pew Research Center yang dilakukan pada tahun 2014 meminta warga Amerika untuk menilai para anggota dari delapan kelompok agama dengan "penilaian termometer" dari 0 sampai 100, dimana 0 mencerminkan perasaan terdingin, yang merupakan Peringkat paling negatif dan 100 mencerminkan perasaan terpanas, yaitu Peringkat paling positif. Secara keseluruhan, Amerika menilai Muslim agak dingin – rata-rata 40, sebanding dengan nilai rata-rata yang mereka beri untuk kelompok ateis (41). Amerika melihat enam kelompok agama lain yang disebutkan dalam survei lebih hangat.

Partai Republik dan mereka yang bersandar ke Partai Republik memberi Muslim nilai rata-rata 33, jauh lebih dingin dari penilaian Demokrat terhadap Muslim (47).

Dibandingkan Demokrat, Partai Republik lebih mengatakan bahwa mereka sangat prihatin dengan munculnya ekstremisme Islam di dunia (83% vs 53%) dan di Amerika Serikat (65% vs 38%), menurut sebuah survei Desember 2015. Survei itu juga menemukan bahwa Partai Republik dibandingkan Demokrat lebih menganggap bahwa Islam dibandingkan agama lain lebih mendorong kekerasan antarumat (68% vs 30% dari Demokrat) dan bahwa umat Islam harus lebih diawasi dibandingkan umat agama lain (49% vs 20%).

Secara keseluruhan, kebanyakan orang Amerika (61%) mengatakan umat Islam tidak seharusnya mendapat pemeriksaan tambahan semata-mata karena agama mereka, sementara orang dewasa AS terbagi pada dua pendapat mengenai pertanyaan apakah Islam lebih mungkin mendorong kekerasan dibandingkan agama lain.

Baca juga: Pew Research Center: Tahun 2050 Jumlah Penganut Kristen Anjlok, Islam Meningkat

Sumber: Pew Research Center

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Konvoi Bantuan Kemanusian Mulai Menuju Kota-kota Suriah yang Terkepung

SURIAH (Jurnalislam.com) – Konvoi bantuan telah berangkat menuju kota-kota Suriah yang terkepung di mana ribuan warga sipil terjebak dan dilaporkan meninggal karena kelaparan, lansir Aljazeera, Senin (11/01/2016).

Truk-truk bertolak menuju Madaya, dekat perbatasan Lebanon, dan dua desa di barat laut negara itu pada hari Senin (11/01/2016), sebagai bagian dari kesepakatan antara pihak-pihak yang bersaing, Palang Merah mengatakan.

Kendaraan-kendaraan tersebut secara bersamaan memasuki Madaya. Madaya telah diblokade selama berbulan-bulan oleh pasukan rezim Assad dan Syiah Hizbullah Libanon, dan lembaga-lembaga bantuan telah memperingatkan adanya kelaparan yang  meluas di sana.

Fua dan Kefraya di provinsi Idlib, yang dikuasai oleh faksi fakzi jihad, termasuk Jabhah Nusrah, listrik dan air telah diblokade selama berbulan-bulan oleh rezim pemerintah.

Pemblokiran Madaya telah menjadi fokus isu bagi para pemimpin oposisi moderat Suriah yang mengatakan kepada utusan PBB pekan lalu bahwa mereka tidak akan ambil bagian dalam pembicaraan dengan pemerintah sampai pengepungan diangkat.

Seorang saksi Reuters mengatakan puluhan truk ICRC lainnya juga bersiap berangkat dari Damaskus menuju Madaya. Kendaraan menuju Fua dan Kefraya, yang berjarak hampir 300 km, telah berangkat lebih awal.

PBB mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintah Suriah telah setuju untuk mengizinkan akses ke Madaya, dimana badan dunia mengatakan ada laporan yang dapat dipercaya bahwa terdapat beberapa orang yang mati kelaparan.

Pemblokiran sebuah wilayah telah menjadi hal umum dari konflik hampir lima tahun tersebut.

Diperkirakan 400.000 orang hidup di bawah penindasan rezim di 15 daerah di seluruh Suriah, menurut PBB.

 

Baca juga: 400.000 Warga masih Terkepung Pasukan Assad, Penduduk Madaya Makan Rumput dan Serangga

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Serangan Udara Rusia Hantam Sekolah di Aleppo, 17 Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya delapan anak tewas bersama dengan guru mereka dalam serangan udara Rusia yang menimpa sebuah sekolah di provinsi Aleppo Suriah, Senin (11/01/2016), sebuah lembaga monitor mengatakan.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan serangan di kota Anjara melukai sedikitnya 20 orang, yang semuanya adalah anak-anak dan guru.

Kelompok itu mengatakan telah terjadi serangan udara berat dan bentrokan antara pasukan rezim dan mujahidin Suriah sejak Ahad di provinsi utara, yang dikendalikan oleh mujahidin

Kendali atas kota tersebut dibagi antara pasukan Syiah Nushairiyah Assad di barat dan mujahidin  di timur sejak lama setelah pertempuran dimulai di sana pada pertengahan 2012.

Pasukan rezim secara teratur melaksanakan serangan udara di timur.

Situasi ini sebagian besar terbalik di pedesaan yang mengelilingi kota, yaitu oposisi menguasai sebagian besar wilayah barat Aleppo, sedangkan pasukan Assad berkuasa di timur.

Agresor Rusia, sekutu setia rezim Syiah Bashar al-Assad, mulai melakukan serangan udara dalam mendukung pemerintah pusat pada akhir September.

Rusia mengatakan bahwa mereka menargetkan kelompok oposisi anti Assad, tetapi sepertiga dari jumlah mereka yang tewas dalam serangan adalah warga sipil, menurut Observatorium.

Observatorium mengatakan pada akhir Desember bahwa serangan udara Rusia telah menewaskan lebih dari 2.300 orang sejak dimulai pada 30 September.

Lebih dari 260.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai pada Maret 2011 dengan protes anti rezim Syiah Assad

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Keutamaan Umar bin Abdul Aziz

Di sebuah desa di wilayah Syam ada seorang bapak tua sedang menggarap tanahnya bersama istrinya. Mereka punya anak laki-laki yang telah lama mati syahid di medan perang. Tiba-tiba si bapak melihat ada seorang penunggang kuda menuju ke arah mereka dari kejauhan. Si bapak berkata kepada istrinya, “Istriku, demi Allah, dia adalah anakku dan anakmu. Dia datang!”

Si Istri melihat ke arah penunggang kuda. Lalu dia berkata kepada suaminya, “Apa kamu ini ditipu setan? Kamu ini memang kehilangan anakmu, tapi jangan terbawa perasaan seperti itu.. sampai-sampai di matamu semua orang tampak mirip dengan anakmu. Bagaimana kamu bilang dia anakmu, bukankah anakmu udah lama meninggal.”

Si Bapak itu pun membaca ta’awudz, memohon perlindungan Allah dari gangguan setan yang terkutuk. lalu, dia kembali mencangkul tanahnya.

Di penunggang kuda smakin mendekat. Si Bapak kembali memandang Si Penunggang Kuda. Dia berkata kepada istrinya, “Istriku, dia itu anakku. Demi Allah, dia anakmu!”

Sang istri pun melihat ke arah Si Penunggang Kuda. Sementara itu, Si Penunggang Kuda semakin dekat. Setelah Si Penunggang Kuda berdiri di hadapan mereka, ternyata memang dia adalah benar-benar anak mereka berdua!

Si Penunggang Kuda mengucapkan salam kepada orang-orang di situ, dan juga kepada pasangan suami istri itu.

Keduanya berkata, “Wahai anakku, bukankah kamu udah meninggal sebagai syahid?”

Si Penunggang Kuda menjawab, “Iya, benar, wahai ibu bapakku.. Hanya saja Umar bin Abdil Aziz telah wafat tadi malam. Para syuhada memohon izin kepada Allah agar diperkenankan melihat jenazah Umar. Allah mengizinkan mereka. Da n, aku termasuk di antara para syuhada itu. Pun aku juga minta izin kepada Allah agar diperkenankan menemui dan melihat ibu bapak berdua. Dan Allah mengizinkanku.”

Kemudian, si anak itu berpamitan dan mengucapkan salam kepada orang tuanya. Si anak juga mendoakan keduanya, lalu pergi

[Diriwayatkan oleh Ibnu Qutaibah dalam Al Imamah was Siyasah, hlm 277-278]

Khalifah umar bin abdil aziz memang luar biasa. Sampai-sampai para syuhada pun minta izin utk mengiringi jenazahnya.. Wallahu a’lam.

Ya Allah, meski kami sangat jauh dibandingkan hamba-hambaMu yang saleh, tapi kami ingih seperti mereka. Maka, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang saleh dan masukkan kami ke dalam surga-Mu..

Amiin..

Kepala CIA: Taliban Peroleh Kemenangan Besar, Obama akan Luncurkan Strategi Baru

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Bagi banyak orang di seluruh dunia, Tahun Baru adalah waktu untuk merenungkan masa lalu dan mempersiapkan serta memprediksi masa depan.

Michael Morell, mantan kepala CIA, pekan lalu juga membuat refleksi dan prediksi. Dia mengakui bahwa Taliban telah membuat keuntungan geopolitik besar di seluruh Afghanistan dan ia juga memperkirakan bahwa Taliban masih akan terus memperoleh kemenangan besar. Menurut dia Taliban menguasai wilayah lebih dari yang mereka miliki dalam beberapa tahun.

Komentar Morell ini adalah refleksi kuat atas situasi keamanan di Afghanistan, yang tidak terbebani oleh basa-basi politik. Laporan baru Pentagon mengenai situasi keamanan Afghanistan juga menawarkan refleksi sama yang menyatakan bahwa dalam paruh kedua tahun 2015, situasi keamanan secara keseluruhan di Afghanistan memburuk dengan peningkatan serangan gerilyawan yang efektif serta korban yang lebih tinggi di pihak ANDSF. Pasukan pemberontak yang tersisa tetap aktif dalam benteng tradisional mereka sekaligus menciptakan rasa tidak aman di beberapa bagian negara.

Laporan ini melanjutkan bahwa para pejuang memperbaiki kemampuan mereka untuk menemukan dan mengeksploitasi kelemahan ANDSF, membuat situasi keamanan tetap rapuh di wilayah-wilayah kunci dan beresiko menimbulkan kerusakan di tempat lain.

Walaupun laporan Pentagon ditulis dalam jargon politik dan berkelana dalam optimisme namun kesimpulan utamanya sangat jelas – Imarah Islam menghantam kembali dan menghantam kembali dengan keras.

Keberhasilan Imarah Islam itu berimbas pada Obama, karena harus mengingkari janji yang ia buat untuk orang-orang Amerika. Alih-alih mengakhiri semua keterlibatan pasukan di Afghanistan saat ia meninggalkan kantor kepresidenan, ia malah akan mempertahankan kehadiran sebanyak 9800 pasukan AS hingga akhir 2016. Juga di tahun 2017, bukannya menarik militer AS hingga disisakan hanya di Kabul, sesuai rencana semula, kehadiran tentara AS akan dipertahankan hingga sejumlah 5.500 pasukan di Kabul dan Bagram, juga mempertahankan kehadiran pasukan AS yang terbatas di timur dan selatan Afghanistan.

Juga dalam rencana penarikan awal yang diumumkan oleh Obama, bahwa tentara AS akan dikurangi menjadi 1.000 pada akhir 2016, indikasi dari Pentagon dan para jenderal adalah bahwa rencana tersebut kemungkinan juga diubah. Jumlah pasukan untuk tahun 2017 kemungkinan akan diubah menjadi kontingen besar.

Laju kemenangan Imarah Islam telah benar-benar membingungkan perencana strategi Amerika. Harapan mereka untuk 2016 terlihat sangat jauh berbeda dengan apa yang mereka bayangkan awalnya. Walaupun pernyataan resmi mereka mengkhianati rasa optimis, dengan klaim tidak berdasar bahwa ANDSF terus menyangkal pusat populasi dan wilayah strategis Taliban, namun mereka tidak buta terhadap fakta bahwa Taliban telah merebut sebagian besar negara dari rezim Kabul dan membuat keuntungan yang signifikan setiap hari.

Para mujahidin Imarah Islam telah memperluas jangkauan mereka dari Badakhshan ke Herat, dan dari Jowzjan ke Kandahar. Bahkan pihak asing memperkirakan bahwa Imarah Islam menguasai atau sedang memperjuangkan setidaknya empat kabupaten resmi. Momentum kemenangan Imarah ini merupakan pertanda buruk bagi Amerika untuk tahun 2016.

Jika saja peristiwa ini terus berlanjut, ada kemungkinan bahwa Amerika akan dipaksa untuk mengubah strategi mereka berulang kali dan sangat mungkin bahwa pada saat Obama meninggalkan kantor kepresidenannya, ia bahkan akan meninggalkan Amerika terlibat lebih jauh dalam konflik ini daripada ketika ia pertama kali mewarisinya.

 

Deddy | Voice of Jihad | Jurnalislam

 

Analisis Israel: Serangan Mematikan di Tel Aviv, Bukti Kegagalan Intelijen dan Polisi Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sejumlah pakar Zionis mengkritik pedas kerja kepolisian Israel dan dinas intelijen Shin Bet yang dinilai sangat buruk dalam menangani inifadhah Al-Quds, terutama menyusul aksi syahid Mulhim di Tel Aviv, lansir Infopalestina Ahad (10/01/2016).

Walau pada akhirnya, polisi membunuh Mulhim setelah delapan hari aksinya di Tel Aviv yang menewaskan tiga orang Zionis dan melukai 10 orang lainnya, namun tetap saja kritikan semakin meningkat, apalagi setelah televisi menayangkanm bagaimana Mulhim bisa sampai ke desanya dengan menggunakan mobil dari Tel Aviv  yang berjarak satu jam 40 menit.

Pengamat politik di koran Yedeot Ahronot, Alv Fishman mengatakan, selama beberapa hari itu, dinas keamanan Zionis gagal mencari keberadaan Mulhim. Muncul pertanyaan, bagaimana dia bisa merehabilitasi kekhawatiran publik dengan kegagalan seperti itu ?

Demikian juga pengamat militer lainya, di koran Haartez, Amos Harael mengatakan, perstiwa pekan lalu, bukan sebagai kebanggaan, khususnya bagi aparat keamanan. Ia justru mempertanyakan bagamana Mulhim bisa melakukan penembakan di Tel Aviv dan dapat kembali ke tempatnya tanpa halangan. Kemudian ia bisa tinggal di rumahnya dalam beberapa hari tanpa dapat terendus oleh keamanan.

Fishman berpendapat inilah data hitam yang belum bisa dipecahkan. Khususnya terkait data intelijen. Ia menambahkan, polisiz dan Shin Bet tidak tahu apa yang terjadi di lembaha Arah, dimana Mulhim tinggal. Bahkan mereka tak tahu apa yang terjadi kalangan masayarakat Arab. Terlambatnya penanganan terhadap kasus Mulhim mengungkap tentang bagaimana kerja Shin Bet dan polisi Zionis. Disamping menunjukkan kegagalan aparat tersebut dalam menangani aksi syahid Muhammad Mulhim.

Baca juga:

Serangan Mematikan di Sebuah Pub Tel Aviv

Intelijen Zionis Bingung Cari Pelaku Serangan Mematikan di Tel Aviv

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Sejak Desember 448 Milisi Komunis PKK Terbunuh dalam Operasi Militer Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Militer Turki mengatakan bahwa total 448 anggota PKK telah tewas dalam operasi kontra-terorisme di tenggara Turki sejak 15 Desember.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (10/01/2016), Staf Umum Turki mengumumkan 20 lebih korban PKK, Sabtu di tenggara Diyarbakir dan provinsi Sirnak di mana operasi militer terus berlangsung di tengah jam malam.

Militer menyatakan bahwa 13 dari korban yang tewas hari Sabtu berasal dari kabupaten Cizre di Sirnak, sehingga jumlah total milisi PKK yang tewas di daerah tersebut menjadi 252.

Selama operasi di Cizre, pasukan keamanan Turki juga menghancurkan empat barikade, membuang 15 bahan peledak buatan tangan dan menyita satu Kalashnikov.

Beberapa senapan dan sejumlah amunisi juga disita.

Operasi Sabtu di distrik Silopi dari Sirnak berhasil membunuh tiga milisi dan membuang 20 bahan peledak buatan tangan.

Senjata api, peluncur roket, masker gas dan peralatan lainnya juga disita.

Korban milisi PKK yang tewas di Silopi meningkat menjadi 122.

Empat teroris komunis tewas di distrik Diyarbakir Sur, di bawah jam malam sejak 2 Desember.

Operasi yang sedang berlangsung telah menyebabkan 74 teroris PKK tewas di distrik tersebut sejauh ini.

Sementara itu, dua milisi PKK ditangkap di provinsi Sanliurfa tenggara di perbatasan Suriah ketika mencoba untuk menyeberang menuju Turki.

Pernyataan militer menambahkan bahwa lima orang yang diduga anggota IS, termasuk tiga warga asing, ditahan di provinsi Gaziantep tenggara karena mereka berusaha menyeberang ke Suriah secara ilegal.

Bulan lalu, presiden Turki mengatakan lebih dari 3.100 teroris PKK tewas di Turki dan Irak utara. Sekitar 300 tentara, polisi dan warga sipil telah kehilangan nyawa mereka sejak konflik hidup kembali pada akhir Juli 2015, menurut pejabat.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Turki Tangkap 3 Pembunuh Pembuat Film Dokumenter Anti IS

TURKI (Jurnalislam.com) – Pemerintah Turki menangkap tiga orang atas kematian seorang pembuat film Suriah yang dibunuh di Turki selatan setelah memproduksi film dokumenter anti-IS, media pemerintah mengatakan Ahad (10/01/2015), lansir World Bulletin.

Naji Jerf, 37, ditembak mati di siang hari bolong di provinsi Gaziantep akhir Desember oleh penyerang menggunakan peredam di luar bangunan yang menjadi kantor outlet berita oposisi Suriah.

Sebuah pengadilan di Gaziantep menyerahkan satu tersangka dan dua kaki tangannya dalam tahanan menunggu persidangan, kata kantor berita Anatolia. Tidak ada rincian lain mengenai identitas mereka.

Jerf adalah editor-in-chief sebuah majalah Suriah, Hannah, dan baru-baru ini diarahkan dan memproduksi sebuah film dokumenter tentang pembunuhan aktivis Suriah oleh IS.

Dia juga seorang aktivis di Raqa Dipotong Diam-diam (Raqa is Being Slaughtered Silently-RBSS), yaitu sekelompok jurnalis warga (citizen journalism) yang bekerja untuk mengekspos pelanggaran hak asasi manusia di Raqa, kota timur laut yang digunakan IS sebagai modal de-facto (ibukota) di Suriah.

Ini bukan pertama kalinya seorang tokoh oposisi Suriah dibunuh di Turki.

Pada akhir Oktober, IS mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan aktivis muda Ibrahim Abdelkader dan temannya Fares Hamadi.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Taliban Serbu Instalasi Militer dan Gedung-gedung Pemerintah di Provinsi Khost

KHOST (Jurnalislam.com)Mujahidin Imarah Islam (Taliban) menyerbu sejumlah instalasi militer musuh dan gedung-gedung pemerintah di provinsi Khost tenggara, menurut laporan Al-Emarah News Ahad (10/01/2016).

Pertempuran sengit sedang berlangsung di berbagai kabupaten di provinsi Khost, sedangkan markas distrik Bak, Alishir, Sabri, Musa Khel, sebuah pangkalan militer, kamp dan pos berada di bawah serangan sengit oleh Mujahidin tempur, katanya.

Musuh menderita kerugian besar sejauh ini.

Sementara di Helmand sebuah pos strategis musuh yang terletak di daerah Yakhchal Nahr Siraj, kabupaten Gereshk, berada di bawah serangan bersenjata oleh Mujahidin Imarah Islam sekitar pukul 02:00 waktu setempat hari ini.

Serangan yang menggunakan senjata berat dan ringan mengakibatkan pos berhasil dikuasai. 12 pasukan bayaran tewas, 2 ditahan dan sisanya melarikan diri.

Mujahidin juga menyita tabung mortir, senapan mesin AS, senapan sniper AS, 6 senapan AS dan dua kendaraan yang dikemas dengan berbagai jenis amunisi.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

 

Militer Irak Klaim Ajudan Abu Bakr al-Baghdadi Tewas Dalam Serangan Udara

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Seorang ajudan pemimpin Islamic State (IS) Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam serangan udara di provinsi barat Anbar, jaringan media yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Irak mengatakan Sabtu (09/01/2016).

Pria, yang diidentifikasi sebagai Ali Mohammed al-Ubaydi, tewas dalam serangan di kota Barwanah, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh War Media Network.

Pernyataan itu tidak menginformasikan tanggal kejadian, tapi mengatakan bahwa al-Ubaydi adalah salah satu tokoh senior IS yang melarikan diri dari penjara Abu Ghraib di Baghdad.

Pasukan Irak merebut kembali kontrol atas Barwanah dari IS, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan malam Senin, hanya beberapa hari setelah pasukan Irak mengalahkan kelompok militan itu di Ramadi.

Kapten Ziyad al-Nimrawi, kepala polisi Barwanah, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan Irak, yang didukung oleh seranan udara, membunuh 22 pasukan IS dan menguasai Barwanah.

"Tujuh pejuang suku pro-pemerintah dan pasukan Irak tewas dan 37 lainnya terluka selama pertempuran," tambah al-Nimrawi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam