Aku Tak Mau Menghafal Doa Ini!

AKU adalah salah seorang guru di sebuah Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di salah satu kota besar di negeri ini. Hampir setiap maghrib aku habiskan waktuku bersama anak-anak kecil. Mengajari mereka membaca Al-Quran, menghafal doa-doa umum, dan menghafal surat-surat pendek bukanlah hal yang membosankan bagiku. Tawa canda mereka, kepolosan mereka, dan kenakalan mereka, seolah-olah membawa kebahagiaan tersendiri bagiku.

Pada suatu pertemuan, setelah mendampingi murid-muridku dalam membaca Al-Quran, kuminta mereka untuk menghafal seuntai doa. Ya! Doa yang telah umum diketahui, yaitu doa untuk orang tua: Rabbighfirlì waliwàlidayya warhamhumà kamà rabbayànì shaghìrà. Secara bahasa, terjemahan doa tersebut kurang lebih seperti ini, “Ya Tuhan, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil”. Aku tak pernah meminta murid-muridku untuk menghafal seuntai doa kecuali dihafal juga terjemahannya.

Seperti biasa, mereka yang telah berhasil menghafalnya dipersilakan pulang duluan. Kulihat murid-muridku menghafalkannya dan berusaha untuk menjadi yang pertama kali pulang. Satu per satu mulai menunjukkan hafalannya kepadaku. Mereka pun pulang setelah kunyatakan hafalannya diterima hingga tinggal tersisa satu anak lagi.

Kudengar hafalannya tak pernah sampai selesai. “Rabbighfirlì… waliwàlidayya… warhamhumà…”, ucapnya terbata-bata berusaha mengingat apa yang ia hafal. Ia berhenti sejenak. Lalu ia mengulanginya lagi dari awal. Ia terus melakukan hal yang sama berulang-ulang. Akhirnya aku menimpali hafalannya, “Kamà rabbayànì shaghìrà”.

Rupanya, ia tak menghiraukanku. Ia kembali memperlancar potongan doa yang telah dihafalnya. Kutimpali lagi dan ia tak menghiraukanku. Pada kali yang ketiga, setelah kutimpali hafalannya, ia berhenti sejenak dan mendekatiku seraya berkata, “Pak Ustadz, aku tak mau menghafal doa ini!”
Dengan sedikit heran, aku bertanya, “Lho, kenapa?”

Dengan sedikit gugup, ia menjawab, “Ayah dan Ibu sibuk bekerja, bilang sibuk dakwah dan mengajar. Sering sekali aku tidur di rumah hanya dengan bibi (asisten rumah tangga) atau bahkan sendiri. Jika keduanya sedang ada di rumah, aku tak pernah mendengar salah satu dari mereka membaca atau menghafal Al-Quran. Keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di depan handphone atau laptopnya. Keduanya sering sekali membelikanku mainan tapi keduanya tak ada yang mau bermain denganku. Mainan itu hanya sebagai pengalih agar aku tak mengganggu pekerjaan dan keasikan mereka.”

Aku menghela nafas panjang.
“Pak Ustadz, aku tak mau menghafal doa ini. Aku tak mau Allah menyayangi orang tuaku sebagaimana orang tuaku menyayangiku”, tutupnya.
Mataku berlinang. Kukatakan kepadanya, “Semoga Allah merahmatimu. Cukuplah menghafal doanya hanya Rabbighfirlì waliwàlidayya warhamhumà dan kamu boleh pulang.”

Kini aku mengerti, sayangnya kita kepada anak-anak kita boleh jadi adalah parameter sayangnya Allah kepada kita.

Jadilah orang tua yang hebat dan sholih/sholihah, ayah bunda

Ini adalah kisah nyata,

Ditulis oleh:
Rasta Taleowak
22 Desember 2015

Disunting ulang oleh:
Gus Uwik, majelis SYIAR

IMS dan BPZIS Mandiri Khitan 100 Mualaf Pedalaman Papua

SORONG (Jurnalislam.com) – Islamic Medical Service (IMS) menggelar serangkaian kegiatan sosial di pedalaman Papua pada Sabtu-Ahadn, 16-17 Januari 2015. Kegiatan sosial yang diselenggarakan di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Sorong ini meliputi penyuluhan kesehatan, pengobatan dan khitanan massal bagi para mualaf.

Menurut Dokter Syaifuddin Hamid, Ketua Tim IMS untuk khitanan massal, peserta yang mengikuti acara ini sebanyak 100 mualaf, terdiri dari 20 mualaf dewasa serta 80 mualaf usia anak-anak dan remaja.

“Meski bukan liburan sekolah, namun antusias peserta dan orangtua untuk menkhitankan anak-anaknya cukup tinggi. Padahal tempat tinggal sebagian besar peserta jaraknya lumayan jauh,” terang Syaifuddin.

Saat prosesi khitan berlangsung, sesekali terdengar suara tangis para peserta anak-anak yang menahan sakit. Kepada seluruh peserta, tim medis IMS tidak lupa memberi arahan tentang manfaat khitan serta perawatan kesehatan pasca khitan agar tidak terjadi infeksi.

Thomas (40 tahun), seorang mualaf penerima manfaat khitan massal bersyukur dengan kegiatan sosial ini.

“Kami bersyukur dengan acara khitanan massal ini, alhamdulillahada saudara kami yang belum pernah berjumpa dengan kami tapi peduli dengan kesehatan kami disini,” ungkap Thomas.

Pada khitanan massal ini, IMS bekerjasama dengan  Badan Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah Bank Mandiri (BPZIS Mandiri). Selain dikhitan secara cuma-cuma, setiap peserta memperolah bingkisan alat shalat serta uang saku.

Selain Papua, IMS yang merupakan lembaga kesehatan Nasional milik Ormas Islam Hidayatullah ini dalam waktu dekat juga akan melakukan khitanan massal mualaf di Kepualaun Mentawai, Sumatera Barat.

Menurut Humas IMS, Imron Faizin, IMS memang tengah fokus pada program khitanan massal mualaf. “Banyak para mualaf dhuafa yang tersebar di Indonesia yang belum dikhitanan. Setelah masuk Islam, tentu khitan adalah hal yang wajib dilakukan. Sementara belum banyak lembaga sosial yang menggarap program khitan untuk para mualaf ini,” jelas Imron.*

Sumber: Rilis Resmi IMS | Editor: Ally | Jurnalislam

Serangan Penyusup Taliban Bunuh 5 Serdadu Arbaki Beserta Komandannya

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari kabupaten Babaji mengatakan bahwa pada sekitar pukul 04:00 waktu setempat hari Senin, seorang penyusup dari Imarah Islam menembaki tentara Arbaki di dalam pos militer yang terletak di daerah Awpashak, Al Emarah News melaporkan, Senin (18/01/2016).

Serangan itu mengakibatkan terbunuhnya seluruh 5 serdadu bersenjata di dalam pos termasuk komandan Naimatullah, setelah serangan mujahidin bergabung dengan unit terdekat sambil membawa ghanimah sebuah PKM dan 2 senjata serbu.

Sementara di Uruzgan, pos pemeriksaan komandan Shami yang terletak di daerah Sangar kabupaten Dehrawod berada di bawah serangan Mujahidin sekitar pukul 01:00 waktu setempat hari Senin.

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan mengakibatkan pos berhasil dikuasai mujahidin, 10 orang bersenjata tewas dan 3 orang lainnya ditahan serta 10 senapan, senjata mesin PKM, peluncur RPG dan peralatan lainnya disita.

Segala puji hanya bagi Allah, tidak ada Mujahidin yang dirugikan dalam pertempuran.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

 

Festival Kuliner Lintas Iman, Pengamat: Cermin Kekufuran Adalah Satu Millah

BEKASI (Jurnalislam.com) – Menanggapi Festival Kuliner Lintas Iman yang digelar di alun-alun Kota Bekasi pada Ahad (17/1/2016), Direktur Forum Studi Sekte-sekte Islam (FS3I), Dr. Anung Al Hamat menegaskan, hal tersebut merupakan bukti bahwa kekufuran itu adalah satu millah (Al-kufru millah waahidah).

“Apa yang terjadi di alun- alun Kota Bekasi yang lokasinya dekat dengan masjid Al Barkah, itu satu cerminan benarnya pernyataan kekufuran adalah satu millah. Dimana Ahmadiyah, Syiah dan kalangan Nashara bersatu,” terangnya kepada Jurnalislam pagi ini, Selasa (19/1/2016).

Padahal, ustadz Anung melajutkan, Ahmadiyah telah difatwa sesat begitu juga Syiah yang tidak diragukan lagi penyimpangan dan kesesatannya. “MUI Pusat sejak tahun 1984 sudah memberikan 5 rekomendasi yang pada intinya Syiah berbeda dengan Islam,” lanjutnya.

Ustadz Anung menyoroti ikut sertanya Organization of Ahlubayt for Social Support and Education (OASE) festival itu. Menurutnya, Oase berkiblat pada As Sirazi, sebuah kelompok Syiah terlarang di Iran yang diburu pemerintah Iran.

“Jaringan As Sirazi saja di Iran sudah dikejar-kejar, diburu dan dipnjarakan. Masa di Indonesia malah diizinkan?” tukasnya.

Untuk diketahui, festival kuliner lintas iman Ahad pagi itu dipastikan ilegal. Sebagaimana dikutip kiblat.net, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi, Supandi Budiman menyatakan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan izin apapun untuk acara tersebut.

“Tadinya mereka minta izin ke Disporbudpar, tapi tidak diberikan dan kita juga tidak mengeluarkan izin untuk itu, apalagi pakai musik di depan Al Barkah,” ujarnya.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi pun mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan Festival Kuliner Lintas Iman di alun-alun kota.

Ally | Jurnalislam

Serangan Udara Koalisi Arab Hantam Gedung Pertemuan, Kubur Puluhan Milisi Houthi Hidup-hidup

YAMAN (jurnalislam.com) – Serangan udara oleh koalisi Arab menargetkan bangunan yang digunakan oleh pasukan pemberontak di ibukota Yaman, menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai 15 orang lainnya, para pejabat keamanan mengatakan, lansir Aljazeera Senin (18/01/2016).

Para pejabat, yang setia kepada pemberontak yang dikenal sebagai Syiah Houthi, mengatakan pada hari Senin bahwa sekitar 30 orang lainnya diyakini masih terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang rusak parah di pusat kota Sanaa.

Kendaraan militer yang diparkir di halaman hancur dan rumah di dekatnya mengalami beberapa kerusakan, pejabat mengatakan dalam laporan kantor berita Associated Press.

Korban mati dan terluka adalah pemberontak Houthi dan sekutu mereka, kata para pejabat.

Panggilan telepon Al Jazeera untuk Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, juru bicara pasukan koalisi Arab di Yaman agar berkomentar mengenai serangan, berulang kali tidak terjawab.

Pasukan keamanan menutup daerah saat peralatan tiba untuk membantu pencarian mayat dan korban yang selamat di bawah puing-puing.

Bangunan ini sebagian digunakan sebagai titik berkumpulnya pasukan keamanan dan pada berbagai kesempatan digunakan oleh pemberontak Syiah Houthi sebagai titik awal pasukan menuju penyebaran ke wilayah lain di Yaman.

Serangan udara terjadi tak lama sebelum tengah malam pada hari Ahad, menurut pejabat.

Koalisi Arab memulai serangan udara terhadap Syiah Houthi dan sekutu mereka pada Maret 2015, dalam aliansi dengan pemerintah Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Sementara itu, Jaringan Informasi Daerah Terpadu (the Integrated Regional Information Networks-IRIN), sebuah kantor berita kemanusiaan yang berbasis di Nairobi, mengumumkan kematian salah satu kontributor mereka di Yaman.

Dalam sebuah pernyataan mereka mengatakan bahwa Almigdad Mohammed Ali Mojalli, 35 tahun, tewas pada hari Ahad di luar Sanaa dalam serangan udara.

Mojalli juga memberikan kontribusi dari Yaman untuk outlet media Barat, termasuk Voice of America dan koran Daily Telegraph Inggris, kata pernyataan itu.

Sejak Maret lalu, lebih dari 5.800 orang telah tewas di Yaman.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

MUI Bondowoso Ajak Ormas Islam Hadang Syiah

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Keberadaan penganut ajaran Syiah di Kabupaten Bondowoso tak bisa dipungkiri lagi. Mereka terus aktif bergerak mengembangkan ajarannya yang telah difatwa sesat oleh mayoritas ulama.

Untuk menghadang perkembangannya itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam mengatakan, pihaknya terus aktif mensosialisasikan bahaya ajaran Syiah kepada masyarakat Bondowoso.

“Kita dari MUI selama ini aktif menyampaikan bahwa mereka beda dengan kita, terutama ahlusunah wal jamaah harus kita jaga, ya kami harus menjaga umat ini,” katanya kepada Jurnalislam, Senin (18/1/2016).

Dalam upayanya itu, Kyai Abdul Qodir mengajak ormas-ormas Islam untuk merapatkan barisan dengan para ulama guna menghadang perkembangan Syiah yang semakin berani menunjukkan eksistensinya.

“Kita kerjakan bersama mengenai Syiah ini, kita ormas menyikapi bersama-sama untuk merapatkan shaaf kita. Jadi kita menyikapi hal seperti itu dengan teliti dan baik,” ujarnya.

“Kalo Islam nyuruh berbuat baik ya baik, santun ya santun, kalo kita harus berperang ya kita brperang,” tambahnya.

MUI Kabupaten Bondowoso juga, lanjutnya, mengintruksikan kepada seluruh MUI tingkat kecamatan utuk mewaspadai ajaran Syiah dan aliran sesat lainnya.

“Kita sampaikan melalui rakor-rakor MUI tingkat kecamatan agar mewaspadai gerakan yang sesat. Ya kita adakan pengajian-pengajian,” katanya.

Untuk diketahui, ribuan Syiah di Bondowoso pada 10 November 2013 lalu menggelar acara kirab dan tahlilan yang diiringi ceramah peristiwa Karbala. Tak hanya itu, perayaan Iedul Ghadir yang merupakan hari besar mereka juga terjadi pada 14 Oktober 2014.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Roket Rezim Suriah Hantam Sekolah Dasar di Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Seorang wanita tewas pada hari Senin dalam serangan yang diduga sebagai serangan roket Katyusha di sebuah sekolah di Turki selatan, kata para pejabat, Anadolu Agency melaporkan, Senin (18/01/2016).

Wanita tersebut, yang merupakan petugas kebersihan sekolah, meninggal karena luka-lukanya setelah terjadi setidaknya satu ledakan di Sekolah Menengah Eyup Gokce Imam.

Dia bekerja di sebuah sekolah dasar yang menjadi bagian dari kompleks empat sekolah, menurut pernyataan dari kantor gubernur provinsi.

Tiga orang terluka, termasuk setidaknya satu murid perempuan yang masih dirawat di Rumah Sakit Negara Kilis.

Ledakan di Kilis, sebuah kota sekitar 5 kilometer (3 mil) dari perbatasan Suriah, terjadi sekitar pukul 09:30 waktu setempat (0730 GMT).

Video Anadolu Agency menunjukkan noda darah di aula sekolah dan kawah kecil terlihat di lingkungan sekolah.

Kekuatan ledakan tampaknya telah merubuhkan pohon dan merusak kendaraan dengan parah sementara jendela pecah dan dinding sekolah terkena pecahan peluru.

Kantor gubernur mengatakan sekolah diserang roket yang diperkirakan ditembakkan dari Suriah. Dua proyektil lainnya mendarat di padang gurun di dekatnya.

"Seorang petugas kebersihan perempuan yang bekerja di Sekolah Dasar Nazli Omer Cetin tewas dalam ledakan itu, sementara seorang siswa kelas tujuh perempuan di sekolah lainnya dibawa ke Rumah Sakit Negara Kilis dan dioperasi," kata gubernur.

Katyusha adalah nama roket yang ditembakkan dari tabung yang ditanam di sebuah kendaraan. Senjata ini dapat mencapai target hingga 20 kilometer (12 mil).

Sisa-sisa roket telah diambil untuk pemeriksaan oleh polisi.

Kilis terletak tepat di seberang perbatasan dari wilayah Suriah.

Sebuah sumber keamanan setempat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan situs peluncuran roket telah ditemukan oleh radar militer dan tentara telah bergerak "besar-besaran" dan menetralkan target.

Wilayah Turki sering terkena tembakan artileri saat perang global Suriah berkecamuk hanya beberapa kilometer ke selatan. Insiden seperti biasanya dibalas dengan tembakan balasan dari tentara Turki.
 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

4 Negara Berunding Mencari Cara Berdamai dengan Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Putaran kedua pembicaraan empat negara yang bertujuan mencari cara berunding dengan Taliban dimulai di Kabul, Senin, bahkan saat mujahidin melancarkan serangan musim dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Afghanistan, lansir World Bulletin Senin (18/01/2016).

Delegasi dari Afghanistan, Pakistan, Cina dan Amerika Serikat berkumpul di ibukota Afghanistan dalam pertemuan satu hari mencari akhir negosiasi untuk perlawanan Taliban yang telah berlangsung 14 tahun.

"Pertemuan ini penting karena akan fokus pada pemetaan untuk membawa perdamaian di Afghanistan," kata juru bicara kementerian luar negeri Ahmad Shekib Mostaghni kepada AFP.

"Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani akan membuka pertemuan empat arah."

Putaran pertama pembicaraan diadakan di Islamabad pekan lalu saat empat negara tersebut mencoba meletakkan dasar untuk dialog langsung antara Kabul dan Imarah Islam Afghanistan.

Namun para analis memperingatkan bahwa setiap pembicaraan substantif masih jauh langkahnya.

Taliban telah meningkatkan serangan terhadap sasaran rezim pemerintah dan pendudukan asing di Afghanistan selama musim dingin ini, saat pertempuran biasanya mereda, menggarisbawahi situasi keamanan yang semakin dikuasai Taliban.

Ahad lalu roket yang diluncurkan oleh Taliban mendarat sangat dekat dengan kompleks kedutaan Italia. Kementerian luar negeri di Roma melaporkan tidak ada korban dan mengatakan bahwa mereka terkejut bangunan mereka menjadi target.

Pengamat mengatakan perlawanan intensif  mujahidin Taliban merebut lebih banyak wilayah di Afghanistan adalah persiapan mereka berjuang untuk konsesi yang lebih besar selama pembicaraan.

Pada pembicaraan pekan lalu di Islamabad seorang juru bicara rezim Afghanistan mengatakan Pakistan akan mengungkap daftar nama Taliban yang siap melakukan pembicaraan, tetapi tidak ada satupun nama yang telah dirilis sejauh ini.

Afghanistan menganggap dukungan Pakistan penting untuk membawa Taliban ke meja perundingan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

AS Berikan Sanksi Baru Program Rudal Iran

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Iran mengecam sanksi baru AS atas program rudal mereka pada hari Senin tetapi mendorong maju kerjasama internasional setelah kesepakatan nuklir yang bersejarah, World Bulletin melaporkan Senin  (18/01/2016).

Washington mengumumkan sanksi baru pada hari Ahad (17/01/2016), sehari setelah badan pengawas atom PBB menegaskan bahwa Iran telah memenuhi langkah-langkah yang dituntut oleh kekuatan global dengan kesepakatan yang dicapai di Wina pada bulan Juli.

Para pemimpin dunia memuji pelaksanaan kesepakatan, dan pencabutan sanksi Eropa dan AS, sebagai tonggak dalam diplomasi internasional.

Tapi ketegangan meningkat saat Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan pemberian sanksi terhadap lima warga negara dan jaringan perusahaan Iran yang berbasis di Uni Emirat Arab dan Cina sehubungan dengan program rudal balistik Iran.

Kementerian luar negeri Iran pada Senin mengecam langkah-langkah baru tersebut dan menganggapnya "tidak sah". Juru bicara Kementerian luar negeri, Hossein Jaber Ansari, bersikeras program rudal mereka tidak memiliki hubungan dengan masalah nuklir.

"Program rudal Iran tidak pernah dirancang untuk mampu membawa senjata nuklir," kata Ansari seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.

Dia mengatakan Iran akan menanggapi dengan "mempercepat program rudal balistik mereka dan meningkatkan kemampuan pertahanan".

Menteri Pertahanan Hossein Dehghan mengatakan sanksi baru tidak akan memiliki "efek", dan mengatakan kepada kantor berita Fars: "Kami akan membuktikannya dalam praktek dengan menciptakan prestasi rudal baru."

Kerjasama program nuklir tetap bergerak maju, dan kepala Badan Energi Atom Internasional Yukiya Amano berada di Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat senior mengenai lanjutan kepatuhan Iran terhadap kesepakatan.

Amano bertemu Ali Akbar Salehi, kepala Organisasi Energi Atom Iran, dan akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Hassan Rouhani untuk membahas pemantauan dan verifikasi komitmen Iran dalam perjanjian.
 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Tentara Wanita Israel Kritis Ditikam Pemuda Palestina di Pemukiman Yahudi

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang serdadu perempuan Zionis Senin pagi luka parah akibat tikaman yang dilakukan pemuda Palestina di pemukiman Taqwa, dekat Betlehem, Infopalestina melaporkan, Senin (18/01/2016).

Sumber televisi chanel 10 Israel menyebutkan, tentara wanita Israel yang terluka tersebut dalam kondisi terluka parah dan kritis. Sementara pelakunya ditembak, namun berita mengenai kondisinya masih simpang siur.

Bahkan pada saat mereka mengumumkan tentang gugurnya pelaku, kemudian menganulir dengan menegaskan terjadi baku tembak dan kondisi pelaku dalam keadaan kritis.

Disebutkan aksi ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Dimana sebelumnya seorang pemukim Yahudi tewas ditusuk pemuda Palestina di dalam wilayah permukiman Atnaiel, sebelah selatan, pelaku berhasil melarikan diri.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam