Annas Cianjur Dideklarasikan

CIANJUR (Jurnalislam.com) – Perkembangan ajaran sesat Syiah yang hingga kini belum ada tanda-tanda pelarangan dari pihak yang berwajib pada gilirannya dapat menimbulkan kegelisahan di kalangan ummat Islam. Sikap agresif baik langkah keagamaan maupun gerakan politik yang dilakukannya dapat menimbulkan konflik horizontal sehingga dapat merusak aqidah ummat Islam sekaligus membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   

Untuk menghadang laju penyebaran ajaran sesat Syiah di wilayah NKRI, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) telah mendeklarasikan dan mengukuhkan pengurus ANNAS di beberapa daerah.  Baru saja berlalu telah dideklarasikan dan pengukuhan pengurus ANNAS Wilayah Jawa Barat Daerah Cianjur bertempat di Pondok Pesantren Al-Riyadl Loji Pasir Kampung Cipanas Cianjur Jawa Barat, Senin (18/1). 

Sebanyak 75 orang personil telah dikukuhkan masuk dalam jajaran kepengurusan ANNAS Daerah Cianjur yang berasal dari lembaga, pondok-pondok pesantren dan ormas Islam Cianjur di antaranya dari NU, Persis, Muhammadiyah, PUI, DDII, DMI, YPI, GPII, BKSWI dan lainnya.

Dalam sambutan pengukuhan di hadapan para pengurus ANNAS Cianjur dan tiga ratusan jamaah yang hadir, Ketua Umum ANNAS Pusat, K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. M. A. menyatakan, bahwa Aqidah adalah sesuatu yang paling mahal bagi kehidupan seorang muslim. Kini, aqidah ummat Islam sedang dirongrong dan disesatkan oleh Syiah.  Melalui wadah ANNAS kita berjuang bersama lintas ormas dan lembaga untuk menghadapi penyesatan aqidah oleh Syiah dan aliran-aliran sesat lainnya. ANNAS tidak berafiliasi dengan ormas tertentu apalagi partai, tegas K.H. Athian Ali.

ANNAS | Jurnalislam

Afghanistan Tetap Menjadi Tempat Paling Berbahaya bagi Pasukan AS

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Serangan Imarah Islam baru-baru ini di Kabul dan di seluruh negeri menunjukkan bahwa Mujahidin masih secara efektif menargetkan penjajah asing kapan pun mereka inginkan. Setelah serangan di Kabul penjajah Amerika menghadapi tragedi lain di provinsi Helmand.

Seperti yang dilansir Voice of Jihad, Selasa (19/01/2019), Amerika secara resmi mengumumkan mengakhiri peran tempur mereka di Afghanistan lebih dari setahun yang lalu. Namun di darat perang masih berlangsung intensif. Pasukan pendudukan Amerika terus menyerang rumah warga Afghanistan di berbagai bagian negara dan melanggar kepekaan orang-orang kami.

Dua minggu yang lalu, Pasukan Khusus Amerika tiba di daerah Chur Charahi di Marjah untuk membantu pasukan rezim Kabul yang diperangi. Mereka menyerang posisi Mujahidin melalui serangan udara dan pemboman artileri. Setelah itu pasukan Mujahidin dengan cepatnya melakukan serangan balik terhadap posisi mereka, menyebabkan jatuhnya korban dalam jajaran pasukan asing. Pada saat itu sebuah helikopter Amerika tiba untuk membantu pasukan darat dan berupaya mengangkut pasukan dari darat tapi mereka menghadapi serangan berat. Helikopter akhirnya menabrak bangunan dan jatuh. Kejadian ini menyebabkan kerugian besar di antara penumpang di dalamnya.

Setelah kejadian ini laporan menyebutkan bahwa pasukan Amerika telah dievakuasi dari kabupaten Marjah dan meninggalkan pasukan Kabul.

Korban pasukan elit Amerika baru-baru ini memiliki dampak yang mendalam terhadap bangsa itu. The Daily Beast menerbitkan sebuah artikel yang pedas berjudul "Perang Afghanistan Kembali dipenuhi Darah dan Bayangan" dengan sub judul  "Kematian seoarng anggota pasukan AS dan cedera dua pasukan lain terselubung misteri". Artikel itu mengkritik dan bahkan menuduh Pentagon menolak menjelaskan misi mereka dalam konflik yang semakin terlihat rahasia.

Juru bicara Gedung Putih – Josh Ernest – membahas korban Amerika baru-baru ini dengan menyatakan bahwa "Afghanistan terus menjadi tempat yang berbahaya". Juru bicara itu mencoba mengklarifikasi korban baru-baru ini dengan menyatakan bahwa pasukan Amerika harus terus menempatkan hidup mereka penuh resiko di Afghanistan untuk melindungi keamanan Amerika di tanah air. Namun ia tidak menguraikan bagaimana konflik di Afghanistan bisa membuat Amerika lebih aman.

Sampai hari ini tidak ada warga Afghanistan yang pergi ke negara itu untuk melakukan serangan atau tidak ada yang membunuh orang Amerika di luar Afghanistan. Jika warga Afghanistan telah membunuh setiap orang Amerika itu hanyalah yang datang ke negara kami dan mencoba menjajah bangsa kita. Bahkan Gedung Putih harus mengakui bahwa Afghanistan hanya melawan Amerika selama mereka masih berada di negara kita. Saat mereka meninggalkan tanah negeri kami, kami akan tawarkan mereka perpisahan dengan mengatakan "baguslah".

 

Deddy | Voice of Jihad | Jurnalislam

 

Panglima Perang Israel Akui Tidak Berdaya Hadapi Aksi Berani Mati Pemuda Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Panglima perang Israel Gadi Eizenkot mengatakan, badan-badan keamanan Israel tidak berdaya menghadapi aksi dan operasi serangan penikaman dengan pisau yang dilakukan pemuda-pemuda Palestina dengan target pasukan Israel atau warga pemukimnya.

Statemen Eizenkot ini disampaikan dalam presentasinya terkait persiapan badan keamanan Israel untuk pertama kalinya setelah ia menjabat setahun lalu, seperti dikutip Haaretz, lansir Infopalestina Selasa (19/01/2016).

Panglima Eizenkot ini memberikan alasan ketidakmampuan badan keamanan Israel menghadapi serangan penikaman bahwa tidak ada peringatan-peringatan (tanda bahaya) dini terkait serangan pisau. Lebih dari 100 operasi serangan penikaman dilakukan selama tiga bulan terakhir tanpa bisa dikendalikan oleh pasukan Israel atau bisa memberikan peringatan terlebih dulu.

Eizenkot menjelaskan, kondisi badan keamanan Israel yang kini kehilangan “kecanggihan dan keunggulan dalam bidang intelijen” khusus menangani serangan pisau menjadi faktor kegagalan dalam menghadapinya. Badan keamanan menghadapi tantangan serius menghadapi Palestina.

Eizenkot mengklaim, gerakan Hamas berusaha merenovasi kekuatan serangannya (ovensifnya) melalui pembangunan terowongan bawah tanah dan memperbaiki gudang roket. Ia memperingatkan bahwa sewaktu-waktu di Jalur Gaza bisa terjadi ledakan.

Eizenkot menambahkan, ada upaya besar baik di bidang intelijen atau arsitek Hamas untuk mendukung kemampuan serangannya.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

10 Tentara Arbaki Tewas di Afghanistan Timur

KUNAR (Jurnalislam.com)Al Emarah News melaporkan sedikitnya empat tentara Arbaki (bayaran) terbunuh saat mengendarai tank lapis baja yang ditargetkan oleh ledakan bom pinggir jalan (IED) di distrik Norgal provinsi Kunar timur Selasa pagi (19/01/2016).

Juga diawal hari Selasa, Seorang serdadu Arbaki tewas dalam serangan penyergapan di distrik Norgal.

Di tempat lain di distrik Dayak, salah satu Arbaki tewas dan tiga lainnya luka-luka setelah Mujahidin menyerbu tempat suci mereka tadi malam.

Secara terpisah, seorang tentara bayaran tewas ketika Mujahidin menyerbu sebuah pos pemeriksaan menggunakan senjata berat di distrik Nari provinsi Kunar, Senin.

Selain itu, bom pinggir jalan meledak di sebuah kendaraan dan menewaskan dua tentara bayaran yang berada di dalamnya di distrik Sarkani akhir Senin.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam
 

Rusia Merespon NATO dengan Penyebaran Pasukan Baru ke Laut Hitam

RUSIA (Jurnalislam.com) – Tentara dan Angkatan Laut Rusia akan mengerahkan pasukan tambahan dan senjata modern membalas rencana NATO untuk meningkatkan kehadirannya di wilayah Laut Hitam, sebuah surat kabar Rusia melaporkan mengutip sumber Kementerian Pertahanan, lansir World Bulletin, Selasa (19/01/2016).

Militer berencana untuk menguji kekuatan, infrastruktur dan senjata baru mereka yang dikerahkan ke daerah yang berbatasan dengan Laut Hitam di markas latihan Kaukasus-2016, yang dijadwalkan untuk bulan September, sumber-sumber mengatakan kepada harian Novaya Gazeta.

Latihan ini mencakup penggunaan bersama berbagai kekuatan di Pegunungan Kaukasus dan Laut Hitam, mereka menambahkan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Italia Berusaha Bentuk Islam Italia

ITALIA (Jurnalislam.com) – Menteri Dalam Negeri Italia Angelino Alfano, pada hari Selasa mendirikan dewan hubungan Muslim di negara itu, yaitu sebuah badan penasehat yang diharapkan pemerintah akan dapat membantu kelompok minoritas untuk lebih berintegrasi, World Bulletin melaporkan Selasa (19/01/2016).

Dewan, yang terdiri dari akademisi dan ahli budaya dan agama Islam, akan menyiapkan proposal dan rekomendasi tentang isu-isu integrasi berdasarkan "rasa hormat dan kerjasama", kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Alfano mengatakan bahwa ia menginginkan, "Sebuah komunitas berisi seluruh orang dari berbagai negara, budaya, agama dan tradisi yang berniat untuk berkontribusi pada pengembangan perdamaian dan kemakmuran negara kita, dan secara penuh sesuai dengan undang-undang dan tradisi Kristen serta humanistik kami."

Dewan tersebut akan terus menjaga pemerintah dalam menyelesaikan isu-isu Islam di Italia dan membantu membentuk "Islam Italia," tambah pernyataan itu.

Para ahli menyebutkan jumlah Muslim di Italia lebih dari satu juta, yang kebanyakan adalah imigran, ditambah sejumlah kecil mualaf.

Alfano, pimpinan partai New Centre Right (NCD), memicu kontroversi setelah serangan mematikan di Paris November lalu dengan mengatakan pemerintah akan menindak tempat ibadah Muslim ilegal dalam memerangi terorisme.

Tempat seperti itu didirikan karena komunitas Muslim merasa sangat sulit untuk membangun tempat-tempat ibadah yang legal di Italia, yang hanya memiliki empat Masjid resmi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pengadilan Mesir Tolak Gugatan yang Melarang Anggota Hamas Masuk ke Negaranya

MESIR (Jurnalislam.com) – Pengadilan Mesir pada Selasa menolak gugatan yang berusaha melarang anggota kelompok Palestina Hamas memasuki Mesir, kata sumber peradilan, Anadolu Agency melaporkan Selasa (19/01/2016).

Seorang pengacara Mesir mengajukan gugatan untuk melarang anggota Hamas memasuki negara itu dengan klaim bahwa kelompok Palestina tersebut berada di balik pembunuhan 16 tentara Mesir dalam serangan di kota Rafah, Sinai Utara, pada tahun 2012.

Namun pengadilan menolak gugatan tersebut, kata sumber peradilan.

Media Mesir menyalahkan Hamas, sebuah cabang ideologi Ikhwanul Muslimin, atas serangkaian serangan mematikan terhadap pasukan keamanan di Semenanjung Sinai.

Hamas secara konsisten membantah tuduhan itu.

Hamas menyambut baik putusan pengadilan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok perlawanan Palestina itu mengatakan bahwa putusan tersebut akan membantu "menjaga peran Mesir yang seimbang terhadap pihak Palestina."

Mesir telah memainkan peran utama dalam proses rekonsiliasi antara kelompok Hamas dan Fatah sejak Hamas menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007.

"Kami berharap bahwa putusan ini akan membantu mempercepat pembukaan perbatasan Rafah," kata Hamas.

Mesir telah memperketat cengkeramannya di perbatasan dengan Jalur Gaza yang diblokade sejak kudeta militer tahun 2013.

Penutupan berulang atas perbatasan Rafah, yang merupakan satu-satunya akses Gaza menuju dunia luar yang tidak dikendalikan Israel, telah membuat hidup lebih sulit bagi sekitar 1,9 juta penduduknya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Mengejutkan, 18.800 Warga Sipil Irak Tewas Sejak 2014

IRAK (Jurnalislam.com) – Pada angka yang mereka sebut "mengejutkan", PBB mengatakan bahwa hampir 19.000 warga sipil telah tewas dan lebih dari 36.000 lainnya terluka akibat kekerasan di Irak sejak awal 2014, lansir Aljazeera Selasa (19/01/2016).

Dalam laporan bersama baru yang diterbitkan pada hari Selasa, Misi Bantuan PBB untuk Irak dan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mencantumkan sejumlah besar kekejaman yang dilakukan oleh Islamic State (IS).

Mereka juga meminta pemerintah berbuat lebih banyak untuk menghentikan kekerasan sektarian dan membantu keluarga yang mengungsi untuk kembali ke rumah mereka.

"Angka-angka mengatakan jumlah yang tewas atau cacat akibat kekerasan terbuka, tetapi banyak lagi yang meninggal karena kurangnya akses ke makanan pokok, air atau perawatan medis."

Angka-angka PBB didasarkan pada korban yang dilaporkan antara Januari 2014 dan Oktober 2015.

Laporan gabungan menyorot pelanggaran yang dilakukan oleh IS, mengatakan bahwa sekitar 3.500 orang saat ini ditahan sebagai budak di Irak oleh IS.

Laporan rinci menggambarkan eksekusi yang dilakukan dengan penembakan, pemenggalan, pentraktoran, pembakaran hidup-hidup dan pelemparan orang dari atas bangunan.

"IS terus melakukan kekerasan sistematis dan meluas serta melakukan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional dan hukum kemanusiaan. Dalam beberapa kasus tindakan ini dapat dinyatakan sebagai kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan juga genosida," kata PBB.

PBB melaporkan bahwa lebih dari 3,2 juta orang mengungsi karena kekerasan (IDP) dalam periode antara Januari 2014 dan Oktober 2015.

"Kekerasan yang tinggi dan skala perpindahan terus mempengaruhi akses pengungsi untuk mendapatkan layanan dasar, seperti perumahan, air bersih dan pendidikan," kata PBB.

Reporter Al Jazeera Mohammed Jamjoom, melaporkan dari Baghdad, mengatakan bahwa lebih dari satu juta orang pengungsi adalah anak-anak.

"Ketegangan sektarian terus meningkat dan membuat keadaan lebih sulit bagi pengungsi di Irak," kata wartawan kami, menambahkan bahwa PBB mendorong masyarakat internasional untuk berbuat lebih banyak membantu pemerintah Irak dalam mengatasi meningkatnya jumlah tunawisma keluarga.

Deddy |  Al Jazeera | Jurnalislam

David Cameron Ancam Deportasi Wanita Muslim yang Tidak Bisa Berbahasa Inggris

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Wanita Muslim yang gagal mempelajari bahasa Inggris dengan standar yang cukup tinggi bisa dideportasi dari Inggris, Perdana Menteri David Cameron mengumumkan Senin (18/01/2016), lansir World Bulletin.

Dia juga menyarankan bahwa kemampuan bahasa Inggris yang buruk dapat membuat orang menjadi lebih rentan menerima pesan-pesan dari kelompok-kelompok radikal.

Komentar Cameron muncul saat partai tengah-kanan Konservatif-nya meluncurkan dana bahasa sebesar £ 20 juta ($ 28.500.000 atau € 26.000.000) untuk perempuan di masyarakat terpencil sebagai bagian dari dorongan untuk membangun integrasi masyarakat.

Peraturan imigrasi sudah memaksa pasangan suami istri untuk berbicara bahasa Inggris sebelum mereka datang menyusul ke Inggris untuk hidup bersama pasangan mereka.

Tapi Cameron mengatakan mereka juga akan menghadapi tes lanjutan setelah dua setengah tahun di negara itu untuk memastikan kemampuan bahasa mereka meningkat.

"Anda tidak bisa menjamin akan dapat tinggal jika tidak meningkatkan bahasa Anda," katanya kepada radio BBC. "Orang-orang datang ke negara kami juga memiliki tanggung jawab."

Pemerintah Cameron memperkirakan bahwa sekitar 190.000 perempuan Muslim di Inggris – sekitar 22 persen – sedikit berbicara atau tidak berbicara bahasa Inggris.

Ada yang memperkirakan sekitar 2,7 juta Muslim di Inggris dari total populasi sekitar 53 juta.

Cameron mengatakan bahwa kurangnya kemampuan bahasa bisa membuat Muslim di Inggris lebih rentan terhadap pesan dari kelompok ekstrimis.

"Saya tidak mengatakan ada semacam hubungan kausal antara tidak berbicara bahasa Inggris dan menjadi seorang ekstrimis, tentu saja tidak," katanya kepada radio BBC.

"Tapi jika Anda tidak dapat berbicara bahasa Inggris, tidak mampu mengintegrasikan, mungkin karena itu Anda memiliki tantangan memahami apa identitas Anda dan karena itu Anda bisa menjadi lebih rentan terhadap pesan ekstrimis yang Anda temukan."

Komentarnya menarik kritik dari kelompok-kelompok Muslim dan partai-partai oposisi.

Mohammed Shafiq, kepala eksekutif Ramadhan Foundation, yang berkampanye untuk hubungan masyarakat yang lebih baik, menuduh Cameron melakukan stereotip yang menjijikan.

"David Cameron dan pemerintah Konservatif sekali lagi menggunakan Muslim Inggris sebagai sepak bola politik dalam mencetak poin murah untuk tampil tangguh," tambahnya.

Dan Andy Burnham, juru bicara urusan dalam negeri Partai Buruh yang merupakan oposisi utama, menuduh Cameron melakukan pendekatan canggung yang menempelkan  stigma tidak adil di seluruh masyarakat."

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Jika Disahkan, Revisi UU Terorisme Bisa Kembalikan Era Otoritarianisme

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rencana revisi UU No 15 Tahun 2003 tentang Terorisme ditanggapi serius oleh Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya. Jika disahkan, BIN disebut-sebut akan mendapat kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap terduga teroris.

"Saya yang termasuk tidak setuju dengan adanya rencana revisi. Jika memang akan dibuat revisi, parlemen seharusnya melakukan evaluasi terlebih dahulu. Terutama mengenai operasionalnya. Harus ada transparansi," kata Harits dalam pernyataannya kepada Jurnalislam, Senin (18/1/2016).

Namun jika wacana tersebut akan dikaji atau direalisasikan, kata Harits, dia khawatir akan kembali ke zaman otoritarianisme. BIN dapat langsung menciduk para terduga teroris.

"Bisa kembali seperti saat rezim Orde Baru. Siapa saja bisa ditangkap padahal baru tuduhan atau sangkaan. Bisa menyalahi HAM, padahal di situ masih pakai KUHAP di mana ada asas praduga tak bersalah," ucapnya.

Jika pemerintah benar-benar serius untuk mengajukan revisi UU Terorisme, Harits meminta agar DPR melakukan evaluasi terlebih dahulu. Seperti mengenai operasional-operasional yang dilakukan dalam penanganan ataupun penanggulangan teror.

"Contohnya jika menyangkut tindakan dalam pencegahan, Densus 88 sendiri sudah bisa menangkap padahal baru terduga. Ini kan artinya memang sudah dilakukan," sambungnya.

Menurut Harits, dalam revisi UU Terorisme itu seharusnya lebih mengedepankan pada langkah-langkah agar tindakan teror bisa dicegah. Seperti koordinasi antar institusi yang terlibat dalam penanganan teror.

"Koordinasi harus diperbaiki, seperti antara Polri, BNPT, dan BIN sebagai sumbunya. Juga agar bagaimana perlakukan terhadap terduga teroris dan keluarganya diperbaiki," tutur Harits.

"Sebab dari situ sebetulnya radikalisme dapat berkembang. Jika ditangani dengan tepat, maka radikalisme akan dapat ditekan," pungkas dia. 

Ally | Jurnalislam