Turki akan Boikot Perundingan Jenewa jika PYD Berpartisipasi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki akan memboikot pembicaraan perdamaian bagi Suriah direncanakan akhir pekan ini di Jenewa jika kelompok Partai Uni Demokrat (PYD) Kurdi Suriah diundang, menteri luar negeri Turki mengatakan pada hari Selasa (26/01/2016) lansir World Bulletin.

"Jika PYD diundang maka tentu saja kita akan memboikot pembicaraan di Jenewa ," Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan dalam wawancara langsung di televisi swasta NTV, menambahkan bahwa PYD adalah organisasi teroris komunis yang tidak dapat mewakili rakyat Suriah.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, pada hari Selasa bersikeras bahwa pembicaraan Suriah yang didukung PBB yang direncanakan akan dimulai akhir pekan ini tidak akan berhasil jika wakil Kurdi (PYD) tidak diundang.

Utusan PBB Staffan de Mistura mengirimkan undangan pada hari Selasa kepada kelompok-kelompok oposisi untuk menghadiri pembicaraan setelah negosiasi tertunda beberapa hari hingga Jumat karena menemui jalan buntu dalam menetapkan susunan delegasi.

Lavrov mengatakan bahwa salah satu kekuatan internasional yang mendukung pembicaraan Suriah – kemungkinan besar berarti Turki – keberatan dengan partisipasi Kurdi dan Partai Uni Demokratik (PYD) Suriah Kurdi pada khususnya.

"Tanpa partai ini, tanpa peserta ini, pembicaraan tidak dapat mencapai hasil yang kita inginkan, yaitu resolusi politik definitif di Suriah," kata Lavrov kepada wartawan pada konferensi pers tahunan utamanya.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Lagi, Seorang Pemukim Yahudi Kritis Ditikam di Bet Harun

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang perempuan yang diketahui anggota permukiman Zionis Yahudi terluka parah kemarin akibat aksi penikaman yang dilakukan seorang pemuda di Bet Hurun, sebelah barat tengah Tepi Barat, Infopalestina melaporkan Selasa (26/01/2016).

Pada hari yang sama pengadilan tinggi Zionis mengeluarkan putusan vonis hukuman 14 bulan dan 18 bulan bagi pelaku penulisan kata-kata provokatif di facebook yaitu Bahaudiin Taisir Mamduh (25 tahun) asal Nablus.

Ayah dari Bahaudiin mengatakan, kepada Infopalestina mengatakan, pengadilan tinggi Zionis mendakwa anaknya juga sebagai anggota dari gerakan Hamas dan melakukan provokasi terhadap Israel. Ada 21 point yang didakwakan terhadap anaknya, termasuk pemasangan foto Syaikh Ahmad Yasin serta seruan aksi demontrasi terhadap Israel.

Sementara ayahnya sendiri Abdul Haq mantan tawanan Israel yang pernah dipenjarakan Zionis selama dua tahun dalam vonis hukuman adminitratif.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Wujudkan Ummatan Wasatho, Aher Usulkan MUI, UIN dan Kemenag Jalin Konsensus

SUMEDANG (Jurnalislam.com) – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengusulkan program yang diharapkan dibahas dalam Musyawarah Daerah (Musda) MUI Jabar. Aher, sapaannya, menilai untuk mewujudkan ummatan wasatho (umat yang moderat) sebagai tema yang diusung dalam Musda itu, MUI perlu menjalin konsensus jaringan dengan kampus UIN Bandung dan Kementrian Agama (Kemenag) Jabar.

”Saya kira perlu penajaman filosofi, mengapa MUI hadir, mengapa kementerian agama hadir, termasuk UIN hadir. Sebetulnya kan sejalan, aktor-aktor intelektualnya dari UIN, kementeriannya adalah kemenag kemudian ormas keagamaan yang menjadi kumpulan para ulama dan pilar penjaga agama adalah Majelis Ulama Indonesia,” ungkap Aher dalam sambutan Musda IX MUI Jabar di Aula Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Sumedag, Senin (25/1/2016).

Aher menjelaskan, UIN Bandung, kiranya dapat menghasilkan cendekiawan dan civitas akademika muslim, yang kemudian ditempatkan di Kemenag sebagai otoritas urusan agama di pemerintahan. Dan juga memberi kontribusi di MUI, sebagai ormas perkumpulan ulama yang terbuka lintas harokah keislaman berkaidah ahlu sunnah wal jamaah.

“Saya pikir, ke depannya mestilah dibuat konsensus (kesepakatan besar) antara jaringan tiga lembaga tersebut. Hal ini untuk membuat program MUI Jabar semakin dirasakan sampai pelosok desa. Yakni menjaga umat tetap menjadi umat yang washata dan akidahnya ahlus sunnah wal jamaah,” paparnya.

Aher mengungkapkan alasannya, kendati sudah berusaha untuk menjaga negeri ini dari kesesatan, produk-produk itu terus saja bermunculan. Ia berkeyakinan, kesesatan dan penyimpangan itu muncul karena ketiadaan ulama yang mumpuni di daerah tersebut.

“Demikian rekomendasinya, saya harap itu juga menjadi pembahasan di Musda ke-9 ini agar fungsi kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat lebih terasa. Terkait bantuan, insya Allah, asal fungsional program tersebut jelas dan berdampak luas,”  pungkas Aher.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Tak Hormati HAM, Komnas HAM Tolak Keras Rencana Revisi UU Terorisme

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Wakil ketua Komnas HAM, Dr. Dianto Bachriadi menegaskan penolakanya terhadap rencana revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. Pasalnya, UU Terorisme yang sekarang pun tidak memiliki perspektif penghormatan kepada hak asasi manusia.

“Saya gak setuju revisi UU terorisme kalau perspektifnya seperti yang sekarang,” tegasnya kepada wartawan selepas menyampaikan materi dalam bedah buku Benturan NU-PKI di Auditorium Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (26/1/2016).

“Yang sekarang ini, ada keinginan untuk merubah UU terorisme agar sejumlah institusi diberi kewenangan lebih untuk melakukan penindakan,” tambahnya.

Jika disahkan, Dianto melihat akan semakin banyak pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88. “Wah, bisa makin banyak nanti pelanggarannya,” cetusnya.

Dianto menjelaskan, sejak tahun 2012 komnas HAM sudah meminta DPR untuk merevisi UU terorisme dengan memasukkan unsur-unsur penghormatan HAM ke dalam upaya-upaya penindakan terorisme, namun tidak ditanggapi.

“UU Terorisme ini kurangnya cuma satu, tidak memiliki perspektif penghormatan kepada HAM. Tidak ada yang setuju terorisme, tetapi dalam semua upaya menindak harus tetap ada dalam koridor penghormatan HAM,” ujar kata Ketua Tim Investigasi Pelanggaran HAM dalam Tindak Penanganan Terorisme itu.

Dianto juga mengingatkan kembali pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88 dalam penindakan terorisme. “Belum apa-apa udah ditembak mati, ada anak kecil disiksa. Ditangkap aja, diproses hukum kan bisa,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Dianto menolak tegas rencana revisi UU Terorisme yang telah masuk prolegnas 2016 itu.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Idrus Ramli: Hadang Syiah dengan Pendekatan Keilmuan

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Untuk menghadang Syiah, ormas Islam juga harus bergerak dengan pendekatan keilmuan. Sebab sekarang ini zamannya terbuka dan akses informasi sangat mudah. Demikian dikatakan Dewan Pakar Aswaja Center Jawa Timur, Idrus Ramli kepada Jurnalislam usai acara Halaqoh Akbar “Menolak Syiah dan Wahabi” di Ponpes Nurul Qadim Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (25/1/2016).

“Dan sekarang ini yang terjadi adalah perang ideologi melalui informasi dan media,” jelasnya.

Menurutnya, Syiah adalah fitnah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. “Apabila ajaran-ajaran Syiah itu sudah muncul dan para sahabatku dicaci maki maka orang yang berilmu harus menyampaikan ilmunya,” katanya mengutip sebuah hadits.

Dikatakan Idrus, para ulama harus menjelaskan dalil-dalil hakikat ahlu sunnah wal jamaah dan subhat-subhat ajaran sesat Syiah. “Kalau masyarakat sudah tahu itu, insya Allah tidak mudah terpengaruh,” ujarnya.

Idrus berpesan umat Islam untuk tetap mengikuti ahlu sunnah wal jamaah sebab itulah Islam yang otentik.

“Saya tegaskan bahwa Syiah itu sesat dan menyesatkan, sangat berbahaya,” tegasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Syiah Nigeria Tolak Penyelidikan Kematian Anggotanya sampai Pemimpin Mereka Dibebaskan

LAGOS (Jurnalislam.com) –  Sekte Syiah Nigeria mengatakan bahwa pihaknya hanya akan bekerja sama dengan pemerintah dalam menyelidiki bentrokan dengan pasukan pemerintah yang mematikan jika seorang pemimpin mereka yang ditahan dibebaskan dari tahanan, Anadolu Agency melaporkan Senin (25/01/2016).

Pemerintah negara bagian Kaduna di barat laut Nigeria telah menyiapkan panel beranggotakan 13 orang untuk menyelidiki insiden 12 Desember 2015 di mana lebih dari 300 Syiah diyakini telah ditembak mati oleh pasukan Nigeria.

Kekerasan terjadi setelah adanya pernyataan oleh militer tentang upaya pembunuhan yang direncanakan oleh sekte Syiah pada kepala militer, Tukur Buratai, di kota Zaria.

Panel pemerintah akan dilantik pekan ini.

Namun, Sekte Syiah ingin agar pemimpin mereka yang dipenjara – Ibrahim El-Zakyzaky – dibebaskan dan lebih 730 orang yang hilang dipertanggungjawabkan oleh militer.

Meskipun sekte Syiah  mengklaim bahwa mereka memiliki keyakinan penuh dalam bekerja sama dengan probe yang diresmikan oleh Komisi Hak Asasi Manusia Nasional (NHRC), namun mereka memiliki keraguan yang parah terhadap lembaga negara-pemerintah.

"Syarat kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan komisi penyelidikan (oleh pemerintah) salah satunya adalah pembebasan tanpa syarat pemimpin kami Ibrahim El-Zakyzaky," Ibrahim Musa, juru bicara Syiah Nigeria – – mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin.

Meskipun mereka mendukung NHRC, mereka tidak percaya dengan panel yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian, Musa menambahkan.

Kelompok ini menyatakan keraguan mereka terhadap komposisi panel, mengatakan bahwa beberapa anggota panel di masa lalu menyatakan sentimen anti-Syiah yang kuat dan tidak bisa dipercaya untuk tidak memihak.
El-Zakyzaky, diyakini terluka parah akibat tembakan selama bentrokan, dan masih ditahan oleh pemerintah Nigeria setelah dia ditangkap di rumahnya.

Tentara Nigeria telah secara konsisten menolak tuduhan bahwa mereka menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, sedangkan pejabat mengatakan tentara bertindak sesuai aturan.
 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Baliho 43 Tahun PDI Perjuangan Diturunkan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) –  Fraksi PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Mengucapkan: Selamat Ulang Tahun PDI Perjuangan 43 Tahun. Demikian ditulis dalam sebuah baliho bergambar Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Denny Romdony dan enam anggota dewan lainnya dari fraksi partai berlambang banteng moncong putih itu.

Angka 4 dalam baliho yang dipasang di Jl. KH Zainal Musthafa dan Padayungan, Kota Tasikmalaya, itu oleh beberapa orang ditafsirkan sebagai gambar palu dan arit; lambang Partai Komunis Indonesia.

Jika diperhatikan sesama, kata seorang intel, angka empatnya seperti mengarah ke gambar palu dan arit. Namun, penilaian itu disanggah kader PDI Perjuangan DPC Kabupaten Tasikmalaya, Yosef. Menurutnya, angka empat itu merupakan gambar kepala banteng dan tanduknya. Desainnya didapat dari pimpinan pusat, dan berlaku secara nasional.

Dikutip dari Initasik.com, Wakil Ketua PDI Perjuangan DPC Kota Tasikmalaya, Dodo Rosada, mengatakan hal berbeda. Ia menduga, desain angka 43 itu didapat dari hasil mengunduh di internet.

"Kalau pemasangan baliho terkait ulang tahun PDI Perjuangan, itu iya ada instruksi nasional. Tapi persoalan desainnya dikembalikan kepada kebijakan lokal masing-masing,” tutur Dodo di sela penurunan baliho milik partainya di Jl. KH. Zaenal Muthofa, Senin (25/12016).

Ia mengaku baru tahu desain 43 seperti itu setelah jadi perbincangan khalayak. “Kami menurunkan baliho itu atas kesadaran sendiri, karena ada sebagian masyarakat yang mengartikan angka 4 itu palu dan arit. Daripada menimbulkan kegaduhan, lebih baik kita menurunkannya sendiri,” tandas pria yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Tasikmalaya itu.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalslam

Aher Buka Musda IX MUI Jabar

SUMEDANG (Jurnalislam.com) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan yang karib disapa Aher, membuka Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Sumedang, Senin (25/1/2016) malam.

Dalam sambutannya, Aher menjelaskan peran sentral ulama yang bertugas untuk menjaga akidah umat dan originalitas akidah Islam.

“Semoga MUI semakin mengokohkan perannya sebagai lembaga yang dibentuk oleh masyarakat yang membina masyarakat, menjaga originalitas akidah Islam, akidah ahlu sunnah wal jamaah,” kata Aher.

Selain untuk mengokohkan akidah umat dan menjaga ketakwaan umat dari berbagai gangguan, lanjutnya, Majelis ulama hadir untuk melengkapi negara yang juga bertugas menjaga agama ini.

“Diantara tugas negara, selain mewujudkan kesejahteraan, rasa aman bagi rakyatnya, negara punya tugas yang sangat utama. Tugasnya adalah menghambakan manusia untuk hanya beribadah kepada Allah Rabbul ‘alamin semata,” tegasnya.

Selain Gubernur Jabar, hadir juga perwakilan MUI Pusat KH Abdullah Zaidi, Kapolda Jabar, kepala Kanwil Kemenag, dan perwakilan dari universitas. Musda IX MUI Jabar bertema “Islam Wasathiyah untuk Jawa Barat yang Lebih Maju” itu diikuti oleh 350 peserta.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Pasukan Khusus Inggris, AS dan Rusia Tiba di Libya Hadapi Anshar al Syariah

LIBYA (Jurnalislam.com) –  Barack Obama memutuskan awal bulan ini untuk membuka sebuah front anti-teror ketiga di Libya untuk menghadapi faksi faksi perlawanan Islam yang menguasai negara. Setelah menyiapkan tempat sekitar 1.000 pasukan SAS Inggris bersiap di Libya, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin(25/01/2016).

Langkah pertama misi ini berlangsung selama akhir pekan dengan puluhan pasukan Inggris, Rusia dan Amerika tiba di Libya untuk mendukung pemerintah yang diakui PBB di Tobruk menurut harian Asharq al-Awsat yang berbasis di London.

Harian itu juga mengatakan pasukan Perancis diharapkan tiba segera untuk tujuan yang sama.

Daerah pendaratan terletak sekitar 144 kilometer dari Darnah, benteng utama kelompok-kelompok bersenjata Libya yang terkait dengan Al Qaeda dimana Ansharusyariah cabang Al Qaeda di Libya adalah yang paling kuat.

Para petugas dan tentara saat ini ditempatkan di pangkalan militer Jamal Abdul Nasir di selatan Tobruk di mana parlemen berjalan di kota itu.

Sementara itu saksi di pangkalan militer mengatakan bahwa jumlah pasukan asing yang datang mencapai 500 dalam tiga pekan terakhir, tetapi seorang pejabat keamanan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan jumlah mereka hanya puluhan.

Namun, sekelompok kecil orang Amerika telah tiba di barat Tripoli, tempat pemerintah oposisi.

Walaupun telah berkolaborasi dengan Rusia di arena perang Suriah, dan dengan tentara dan pasukan Iran dan Irak di perang Irak, Obama mengejutkan para pembantu dekatnya ketika ia membuat keputusan untuk memimpin misi Libya lagi dalam hubungannya dengan Rusia, serta dengan memperhatikan sekutu Eropa Barat.

Persiapan untuk operasi ditugaskan kepada dua komando operasional khusus yang dibentuk di Pentagon dan di Komando Sentral AS, CENTCOM, di Tampa, Florida.

Deddy |  Al Arabiya | Jurnalislam

MUI Probolinggo Terus Berupaya Pahamkan Umat dari Bahaya Syiah

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, KH Muhammad Sihabudin Shaleh mengatakan, pihaknya akan terus berupaya membentengi akidah umat Islam dari bahaya Syiah.

“Dengan ini kita membuka tirai pemahaman (Syiah-red) yang sesat ini, warga ahlussunah wal jamaah betul-betul waspada dan betul terbentengi dari hal ini. Kalau mereka sudah faham, mereka bisa jaga diri,” terangnya dalam acara Halaqoh Akbar “Menolak Syiah dan Wahabi” di Ponpes Nurul Qadim Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (25/01/2016).

Dikatakan Kyai Sihabudin, pihaknya akan merangkul semua ormas Islam, ulama hingga takmir-takmir masjid untuk memberikan pemahaman terkait bahaya dan kesesatan Syiah. Selain itu, MUI Kabupaten Probolinggo juga telah memberikan arahan kepada seluruh MUI tingkat kecamatan untuk menyampaikan pemahaman tersebut kepada masyarakat.

“Nanti dari Kabupaten Probolinggo kemudian MUI kecamatan langsung kepada masyarakat. Nanti dari situ masyarakat dikasih pemahaman-pemahaman. Alhamdulillah MUI kecamatan sudah paham semua. Kami antisipasi juga mengenai Gafatar yang di Probolinggo supanya dipulangkan ke Probolinggo nanti selanjutanya ada pembinaan juga tentang masalah itu,” ungkapnya.

Kyai Sihabudin berpesan kepada masyarakat untuk terus memperkuat akidah agar tidak terkecoh dengan aliran-aliran sesat khususnya Syiah.

“Tentunya umat harus memperkuat imannya dan memantapkan akidahnya, dan mengikuti ulama-ulama. Saya tambahkan Syiah itu bunglon, Takiyah,” pungkasnya.

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam