Wujudkan Ummatan Wasatho, Aher Usulkan MUI, UIN dan Kemenag Jalin Konsensus

SUMEDANG (Jurnalislam.com) – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengusulkan program yang diharapkan dibahas dalam Musyawarah Daerah (Musda) MUI Jabar. Aher, sapaannya, menilai untuk mewujudkan ummatan wasatho (umat yang moderat) sebagai tema yang diusung dalam Musda itu, MUI perlu menjalin konsensus jaringan dengan kampus UIN Bandung dan Kementrian Agama (Kemenag) Jabar.

”Saya kira perlu penajaman filosofi, mengapa MUI hadir, mengapa kementerian agama hadir, termasuk UIN hadir. Sebetulnya kan sejalan, aktor-aktor intelektualnya dari UIN, kementeriannya adalah kemenag kemudian ormas keagamaan yang menjadi kumpulan para ulama dan pilar penjaga agama adalah Majelis Ulama Indonesia,” ungkap Aher dalam sambutan Musda IX MUI Jabar di Aula Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Sumedag, Senin (25/1/2016).

Aher menjelaskan, UIN Bandung, kiranya dapat menghasilkan cendekiawan dan civitas akademika muslim, yang kemudian ditempatkan di Kemenag sebagai otoritas urusan agama di pemerintahan. Dan juga memberi kontribusi di MUI, sebagai ormas perkumpulan ulama yang terbuka lintas harokah keislaman berkaidah ahlu sunnah wal jamaah.

“Saya pikir, ke depannya mestilah dibuat konsensus (kesepakatan besar) antara jaringan tiga lembaga tersebut. Hal ini untuk membuat program MUI Jabar semakin dirasakan sampai pelosok desa. Yakni menjaga umat tetap menjadi umat yang washata dan akidahnya ahlus sunnah wal jamaah,” paparnya.

Aher mengungkapkan alasannya, kendati sudah berusaha untuk menjaga negeri ini dari kesesatan, produk-produk itu terus saja bermunculan. Ia berkeyakinan, kesesatan dan penyimpangan itu muncul karena ketiadaan ulama yang mumpuni di daerah tersebut.

“Demikian rekomendasinya, saya harap itu juga menjadi pembahasan di Musda ke-9 ini agar fungsi kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat lebih terasa. Terkait bantuan, insya Allah, asal fungsional program tersebut jelas dan berdampak luas,”  pungkas Aher.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.