LGBT itu Penyakit, Harus Disembuhkan Bukan Dipelihara

SERANG (Jurnalislam.com) – Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Tiar Anwar Bahtiar mengatakan, dari dahulu penyuka sesama jenis tidak pernah dianggap sebagai perilaku normal. Penyuka sesama jenis adalah perilaku yang menyimpang dari kehidupan normal.

“Semenjak zaman post-modern tahun 1900-an ke sini, di dunia ini sudah mulai ada gerakan-gerakan yang menganggap bahwa Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) ini sesuatu yang normal. Sampai berhasil kemarin (2015-red) ada 22 negara yang mengesahkan perkawinan sesama jenis,” katanya usai memberi materi pada acara Kajian Sehari Kupas Tuntas Masalah Wahabi di Masjid At Taubah Jalan Raya Jakarta KM 02, Kemang, Serang, Banten, Sabtu (13/2/2016).

Dr Tiar menjelaskan, di Indonesia gerakan LGBT mulai ada sejak tahun 1980-an yang dipelopori oleh professor dari UNAIN, Professor Dede Utomo (pendiri Gaya Nusantara). “Mereka memperjuangkannya melalui HAM agar dilegalkan dan tidak dianggap sebagai penyakit,” katanya.

“Yang menjadi persoalan, yang diinginkan mereka bukan dibuka klinik-klinik konseling supaya mereka balik lagi menyukai lawan jenis, tetapi yang diinginkan dibuatkan Undang-undang agar dilegalkan kegiatan mereka, ini yang berbahaya,” sambungnya.

Doktor sejarah Universitas Indonesia ini menilai pelaku LGBT sangat berbahaya karena mereka rawan sekali terkena penyakit kelamin seperti kanker oral, kanker dubur dan HIV AIDS.

“Di Indonesia paling banyak yang terkena penyakit ini (HIV AIDS-red) adalah pelaku LGBT. Para PSK memang banyak yang terkena, tapi jika dipersentasikan lebih banyak kaum LGBT, ini sudah menunjukan bahwa perilaku LGBT tidak normal,” terangnya

Menurutnya, pelaku LGBT juga melanggar fitrah manusia yang akan mengundang azab dari Allah SWT.

“Seharusnya berhubungan dengan lawan jenis sehingga menghasilkan keturunan, ini tidak, akan mengancam masa depan manusia, yang terakhir dapat mengundang adzab dari Allah SWT. Ini akan terjadi Genosida kalau seandainya seks sesama jenis ini diperbolehkan,” jelasnya.

LGBT itu Penyakit, bukan HAM

Selama ini, para pelaku dan pegiat LGBT selalu mengandalkan HAM sebagai landasan agar mereka bias diterima oleh masyarakat. Namun Dr Tiar mementahkan argumentasi tersebut.

“Ini penyakit bukan HAM, lain HAM dengan penyakit, seperti orang terkena penyakit kanker, terus tiba-tiba kita lindungi, bukannya dibuatkan klinik-klinik, diobati. Itu kan sama aja seperti itu, membiarkan suatu penyakit untuk dipelihara, ini logika HAM darimana?” tegasnya kepada Jurnalislam di Masjid At Taubah Jalan Raya Jakarta KM 02, Kemang, Serang, Banten, Sabtu (13/2/2016).

Lebih lanjut, Dr Tiar mengatakan permasalahan LGBT akan tuntas jika pelaku dan pegiatnya kembali kepada ajaran agama yang benar. Selain itu, ia berharap pemerintah memperbanyak klinik konseling untuk mereka.

“Pertama perkuat agama sebab tidak ada yang bisa menyembuhkan LGBT ini selain agama, mencegah dan mengobati harus dengan landasan agama, Kedua, kita harus memperbanyak klinik-klinik yang bisa mengobati pelaku LGBT, itu ada ilmunya untuk menyembuhkan mereka,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Serangan Taliban di Pos Militer Distrik Sangin, 45 Pasukan Bayaran Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan terbaru datang dari distrik Sangin di provinsi Helmand, mengatakan bahwa pada sekitar pukul 02:00 waktu setempat Sabtu, Mujahidin Imarah Islam melakukan serangan di sebuah pos militer dan 2 pos terdekat yang terletak di tepi sungai dekat gedung administrasi kabupaten di tengah operasi tahunan 'Azm' yang sedang berlangsung, lansir Al Emarah News, Sabtu (13/02/2016).

Mujahidin berhasil menguasai ketiga bangunan tersebut setelah perlawanan singkat oleh pasukan bayaran yang melarikan diri dari TKP menuju batalion setempat, meninggalkan mayat 15 pasukan yang terbunuh serta menyita sebuah APC, 3 peluncur RPG, senapan mesin PKM, 6 senapan AK, 2 senapan AS, sebuah tabung mortir dan sejumlah besar amunisi dan peralatan.

2 Mujahidin dilaporkan terluka dalam operasi itu.

Sementara itu pada sekitar pukul 5:00 pagi di hari yang sama, seorang mujahid pencari syahid mengendarai sebuah APC yang dikemas dengan sejumlah besar bahan peledak meledakkan kendaraannya dalam markas militer musuh, membunuh dan melukai 30 orang bersenjata serta menghancurkan beberapa APC dan peralatan lainnya.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Serdadu Israel Bunuh Gadis Remaja Palestina di Samping Masjid Ibrahim

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Tentara zionis telah menembak mati seorang gadis remaja Palestina di dekat sebuah masjid di kota Hebron, Tepi Barat, Aljazeera melaporkan, Sabtu (13/02/2016)

Kementerian Kesehatan Palestina juga mengkonfirmasi kematian tersebut, mengidentifikasi gadis itu sebagai Kilzar Mohd Abdul Haleem al-Owiwi, 17 tahun, dari Hebron.

Militer Israel menuduh wanita muda itu tewas setelah mencoba menusuk seorang tentara pada hari Sabtu.

"Seorang penyerang mencabut pisau dan berusaha menusuk seorang tentara," kata militer dalam sebuah pernyataan.

Menurut laporan media lokal, wanita itu tampaknya berusia 16 tahun.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa wanita itu ditembak di dekat situs Islam Masjid Ibrahimi di Hebron yang diklaim orang zionis Yahudi sebagai Gua para Leluhur.

Hebron biasanya menjadi flashpoint dalam konflik Israel-Palestina, dengan beberapa ratus pemukim illegal Israel tinggal di pemukiman khusus Yahudi di jantung kota di bawah penjagaan militer ketat zionis di antara sekitar 200.000 warga Palestina.

Protes terhadap penjajahan Israel yang berkelanjutan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, telah menjadi semakin sengit dalam beberapa bulan terakhir.

Lebih dari setengah juta warga Israel secara illegal tinggal di lebih dari 150 pemukiman khusus Yahudi di seluruh Tepi Barat, termasuk di beberapa wilayah dalam lingkungan Palestina di Yerusalem Timur.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Pelajar Islam Jawa Barat Deklarasikan Tolak Valentines Day

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Barat menggelar acara talk show bertajuk Obrolan Seputar Syariah Islam (Obsesi) di Masjid Raya Mujahidin Jalan Buah Batu, Bandung, Sabtu (13/2/2016). Acara tersebut diikuti oleh ratusan pelajar tingkat menengah dari berbagai Sekolah di Kota dan Kabupaten Bandung serta Kabupaten Cianjur.

Acara yang diadakan sebagai upaya penyadaran kepada pelajar Muslim akan bahaya Valentine’s Day (VD) itu diisi oleh empat pemateri, diantaranya Ketua IPM Hafiz Syafaat Rahman, Wakil Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat Ziyad Ahmad, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Persatuan Islam  (IPP Persis) Birri Rahman dan Feisal Kerta Permana dari Forum Mahasiswa Islam (Formasalam) Jabar.

“Acara ini memang kami gagas dalam rangka mengantisipasi hal-hal negatif yang diprediksi akan terjadi saat hari Valentin, dan gerakkan preventif agar budaya Valentin ini tidak mereduksi nilai-nilai keislaman. Karena, sejatinya hal itulah yang membuat generasi muda dan pelajar tertinggal,” terang Ketua IPM Jabar Hafiz Syafaat Rahman.

Senada dengannya, Ketua Umum PP IPP menyatakan, VD merusak prilaku para pelajar terutama dari aspek akidah dan akhlak. “Maka solusi terbaik untuk menghindari hal itu adalah dengan tidak merayakannya dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Ketua IPNU Jabar Ziyad Ahmad mengajak agar kaum muda menolak tegas hal-hal yang bertentangan Islam dan budaya bangsa Indonesia. “Baik itu Valentine atau perayaan lainnya dan tidak memberikan pengaruh positif” ujarnya.

Sementara itu perwakilan Formasalam, Feisal Kertama Permana menegaskan, sudah saatnya kaum muslimin untuk bersatu dan mengenyampingkan segala perbedaan dalam menghadang serbuan musuh Islam khususnya dari sisi budaya.

“Dari tinjauan syariat Islam, Valentine bukan bagian dari ajaran Islam dan sudah saatnya bagi kaum muslimin untuk merapatkan barisan tanpa memandang perbedaan satu sama lain,” tegasnya.

Acara diakhiri dengan deklarasi dan pernyataan sikap Pelajar Islam Jawa Barat menolak segala bentuk kegiatan dan aktivitas yang merupakan bagian dari perayaan hari Valentin serta menghimbau kepada seluruh pelajar se-Jawa Barat khususnya, untuk tidak merayakan hari Valentine.

Pelajar Islam Jawa Barat juga menyeru kepada semua elemen masyarakat agar senantiasa melakukan aktivitas positif dalam upaya menghindari perayaan hari Valentin dan mengantisipasi berbagai pengaruh negatif lainnya.

Kontributor: Fikri Zainur | Editor: Ally | Jurnalislam

 

 

Turki Balas Serangan Mortir dari Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Militer Turki menanggapi serangan artileri di sebuah pangkalan militer di dekat perbatasan Suriah pada hari Sabtu (13/02/2015), kata sumber militer, lansir Anadolu Agency Sabtu.

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media, basis Karabaglar di provinsi Kilis itu dibombardir oleh pasukan "PYD / PKK" – mengacu pada kelompok Kurdi Suriah dan afiliasinya komunis PKK, yang telah mengobarkan perang di Turki sejak tahun 1984.

Serangan berasal dari Azaz di provinsi Aleppo, yang masih menjadi tempat pertempuran sengit sampai saat ini.

Pasukan Turki bereaksi sesuai aturan pelanggaran wilayah yang membolehkan tanggapan segera untuk setiap ancaman di perbatasan, kata sumber itu. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai bentuk respon atau detail pada saat insiden itu terjadi.

Dalam peristiwa terpisah, tentara juga menanggapi serangan mortir dari pasukan rezim Suriah di sebuah pos polisi Turki di Cali Bogazi, provinsi Hatay, pada pukul 02:55 waktu setempat (1255GMT). Sekali lagi, tidak ada informasi tentang jenis respon tersebut.

Turki memasukkan PYD dan PKK dalam daftar sebagai organisasi teror sementara AS sekarang telah mendukungnya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Jaish al-Islam Sergap Pasukan Rezim Assad, 76 Tewas dan 100 Lainnya Hilang

SURIAH (Jurnalislam.com) – Penyergapan oleh mujahidin Suriah terhadap pasukan rezim Nushairiyah Assad di dekat Damaskus pekan ini menewaskan 76 Assader, dalam salah satu gempuran paling mematikan sejak konflik Suriah dimulai, lembaga monitor mengatakan hari Sabtu (13/02/2016) pada Al Arabiya News Channel.

Faksi jihad Jaish al-Islam (Tentara Islam) yang kuat pada Ahad kemarin menembaki sekitar 240 pasukan Syiah Nushairiyah Assad yang bersiap menyerbu kubu mujahidin di Timur Ghouta, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.

The Observatory mengatakan pada saat serangan, yang digambarkan sebagai "penyergapan terbesar terhadap pasukan rezim dalam perang", bahwa 35 orang telah tewas.

Direktur Rami Abdel Rahman, pada hari Sabtu memberitahukan angka baru, mendokumentasikan 45 pasukan rezim tewas akibat gempuran tembakan dan 31 lainnya tewas ketika ranjau darat diledakkan dalam pertempuran.

Setidaknya 100 pasukan lainnya masih belum ditemukan, Abdel Rahman menambahkan.

Keluarga dari pasukan yang tewas atau hilang – banyak di antaranya berasal dari provinsi pesisir Latakia – menuntut untuk menerima mayat kerabatnya, katanya kepada AFP.

Jaish al-Islam adalah faksi oposisi terkuat di Timur Ghouta, wilayah besar di pinggiran Damaskus yang secara teratur dibombardir oleh pasukan Assad dan sekutunya.

Rezim telah berusaha mencoba mengambil kembali wilayah di sana dengan dukungan serangan pesawat tempurRusia.

Lebih dari 470.000 orang tewas dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi karena perang global Suriah yang meletus pada tahun 2011.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Pertempuran Sengit Taliban vs Islamic State yang Didukung Drone AS di Paktika Tewaskan Komandan IS

AFGHANISTAN  (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengkonfirmasi pertempuran mereka dengan Islamic State (IS) di provinsi timur Afghanistan, Paktika, awal pekan ini, dan beberapa mujahidinnya gugur saat pesawat AS (drone) turut campur memasuki pertempuran.

Seperti yang diterjemahkan oleh The Long War Journal, Sabtu (13/02/2016) dalam pernyataan yang dirilis Voice of Jihad, situs resmi Taliban, pertempuran yang terjadi di distrik Gomal Paktika, adalah sebagai berikut:

Pejabat melaporkan dari distrik Gomal mengatakan bahwa Mujahidin Imarah Islam diserang serentak oleh seorang komandan Arbaki (tentara bayaran) terkenal bernama Amanullah dan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Islamic State [IS] dipimpin oleh seorang komandan bernama Obaidullah Honar.

Pesawat tak berawak AS menargetkan Mujahidin Taliban beberapa kali selama pertempuran sehingga lima Mujahidin syahid pada serangan drone dan diikuti delapan lainnya juga syahid pada serangan drone kedua kalinya, pasti kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.

Laporan mengatakan bahwa komandan IS, Obaidullah Honar, itu tewas bersama puluhan pasukannya dalam pertempuran di daerah Warhmami dan pertempuran berakhir dengan Mujahidin membersihkan dan mengambil kendali banyak daerah dari Arbaki dan IS.

Dikatakan bahwa pesawat Amerika masih melakukan penerbangan di kawasan ini.

Taliban dan al Qaeda memiliki kepentingan dalam menghentikan serangan IS di Gomal dan Paktika pada umumnya, mengingat pentingnya provinsi tersebut bagi Taliban dan al Qaeda.

Deddy | Voice of Jihad | TLWJ | Jurnalislam

Jet-jet Tempur Saudi Menuju Pangkalan Udara Turki

ANTALAYA (Jurnalislam.com) – jet militer Saudi Arabian bisa tiba di Turki dalam beberapa hari ke depan untuk melaksanakan misi militer, menteri luar negeri Turki mengatakan Sabtu (13/02/2016), lansir Anadolu Agency.

"Jet Arab Saudi mungkin datang ke Turki selama beberapa hari mendatang," kata Mevlut Cavusoglu kepada wartawan di Antalya, Turki selatan.

Pesawat kemungkinan akan berbasis di pangkalan udara Incirlik di provinsi Adana, Suriah.

Cavusoglu mengatakan tidak yakin berapa banyak pesawat tempur Saudi yang akan berbasis di Turki.

"Karena ini adalah perjuangan kita bersama … Arab Saudi juga ingin mengirim pesawat dan bergabung dengan operasi udara," tambahnya.

Beralih ke kemungkinan operasi darat Turki di Suriah, Cavusoglu mengatakan, "Tidak ada keputusan atau strategi untuk melakukan operasi darat," meskipun Turki telah lama menganjurkan operasi darat di Suriah.

Dia juga membahas hubungan AS dengan Partai Uni Demokrat Kurdi Suriah (the Syrian Kurdish Democratic Union Party-PYD) dan sayap bersenjatanya, Unit Perlindungan Rakyat (YPG), yang berafiliasi dengan komunis PKK. Turki menganggap mereka sebagai organisasi teroris sedangkan AS melihat mereka sebagai sekutu.

"Kami tidak berpikir jika sebuah negara seperti Amerika Serikat bertindak tepat dengan mendekati organisasi teroris sedemikian rupa," katanya. "Kami telah memberi mereka nama-nama dan foto-foto anggota PKK dalam PYD dan YPG."

Turki telah menjadi target pemberontakan komunis PKK selama 32 tahun.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

3 Serdadu Zionis Terluka dalam Aksi Penabrakan di Timur Al Quds

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Tiga serdadu Zionis terluka bersama tiga pemuda Palestina Sabtu sore (13/02/2016) akibat penabrakan di dekat permukiman Maale Adumem, sebelah timur Al-Quds, Infopalestina melaporkan.

Televisi Chenel 10 Israel menyebutkan, tiga serdadu Zionis terluka akibat ditabrak sebuah mobil di dekat distrik Isawiyah, utara Al-Quds. Sementara tentara lain menembakinya hingga ketiga penumpang mobil tersebut luka-luka.

Juru bicara kepolisian Zionis, Luba Samiri menegaskan, tiga serdadunya terluka, lalu sebagian besar pasukannya segera menuju lokasi dan segera melakukan olah TKP.

Samiri mengatakan, ketiga serdadu Zionis luka sedang sementara ketiga pemuda Palestina sudah ditangkap. Sebelumnya, stasiun chenel 10 Zionis menyebutkan, kejadian terjadi di persimpangan permukiman Maale Adumem. Saat itu sebuah mobil melaju dengan kencang dan tidak bisa diberhentikan hingga terjadi tabrakan dengan Jeep tentara.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

 

Jubir Koalisi AS dan Kementerian Pertahanan Rusia Bentrok di Twitter

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Washington berubah menjadi perang di media sosial, lansir Anadolu Agency Sabtu (13/02/2016).

Juru bicara koalisi  yang dipimpin AS, Kolonel Steve Warren, berdebat dengan kementerian pertahanan Rusia di Twitter setelah lembaga itu mengklaim bahwa jet AS membombardir Aleppo pada hari Rabu, mengakibatkan korban sipil.

Perang Twitter tersebut dimulai pada pagi hari ketika kementerian pertahanan, dalam serangkaian tweets mereka, mengkritik komentar Warren tentang serangan udara Rusia yang menghancurkan dua rumah sakit di Aleppo dan merampas pelayanan medis bagi 50.000 orang lebih.

"#SYRIA Kemarin, pejabat Pentagon: diduga pembom Rus menyerang 2 rumah sakit di #ALEPPO; 50.000 orang Suriah tercabut dari layanan medis," isi salah satu tweet kementerian pertahanan Rusia.

Kementerian lalu menambahkan: "#SYRIA Kolonel Warren harus kecewa pesawat-Rus tidak terbang dekat #ALEPPO kemarin. Target terdekat adalah lebih dari 20 km jauhnya dari Aleppo."

Dan, "Kemarin di 13:55 (MSK), 2 pesawat penyerang A-10 milik angkatan udara AS memasuki wilayah udara Suriah dari Turki membuat serangan pada objek di kota," ujar kementerian itu.

Warren dengan cepat menuju ke akun resmi Operation Inherent Resolve, @ OIRspox, menyangkal tuduhan tersebut dan  mengatakan bahwa AS tidak beroperasi di atas Aleppo.

". @ Tweet MOD_Russia salah. Sebaliknya pemboman mereka nekat dan tidak pandang bulu dan usaha mereka secara strategis dangkal/tidak bijaksana," dia men-tweet.

Ia juga menulis bahwa rumah sakit yang ia disebutkan sehari sebelumnya telah diserang tidak terjadi hari Rabu dan AS belum menyerang Aleppo di tahun 2016.

"Serangan tersebut tidak terjadi kemarin. Apapun itu, hanya Rus/Syr yang beroperasi di atas #ALEPPO" isi tweet-nya. "CJTFOIR belum menyerang #ALEPPO tahun 2016. Apakah serangan di Manbij kemarin, 95km jauhnya."

Juru bicara Pentagon Kapten. Jeff Davis mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa klaim Rusia terang-terangan "salah."

Menyebutkan salah satu tweet kementerian mengenai serangan udara Rusia di Aleppo, Warren mengatakan tweet tersebut adalah "pengakuan Moskow melakukan serangan dekat Aleppo".

Sejak meluncurkan serangan udara di Suriah pada akhir September, Rusia mendapat kritik internasional di tengah laporan bahwa Moskow menargetkan warga sipil dan pejuang Suriah bukan IS (Islamic State), dalam upaya menopang rezim Suriah Bashar al-Assad.

Serangan brutal jet tempur Rusia telah memaksa lebih dari setengah juta penduduk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke Turki.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam