Gubernur NTB dan Walikota Mataram Larang VD

MATARAM (Jurnalislam.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH. Muhammad Zainul Majdi melarang warganya merayakan Valentine’s Day (VD). Majdi menilai, peringatan hari valentin yang selalu dirayakan setiap 14 Februari itu tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya asli Indonesia.

“Tidak semua kebudayaan dari luar itu baik untuk ditiru dan terapkan di negara kita, karena sejatinya masyarakat Indonesia memiliki kebudayaan tersendiri dan ini harus disadari,” kata Zainul Majdi di Mataram, Kamis (12/2/2015).

Jika dilihat, budaya valentine yang berasal dari Barat sangat tidak sesuai dengan kepribadian orang Indonesia, lanjutnya.

“Dari latar belakangnya saja hari valentine ini bukan sesuatu yang menciptakan optimisme, mengajarkan tentang percaya diri, menciptakan semangat dan keberanian. Tetapi justru mengajarkan kita kecengengan, keputusasaan, keburukan, dan mengajarkan tradisi yang tidak baik,” jelasnya.

Pernyataan serupa dikeluarkan Walikota Mataram, Ahyar Abduh yang mengeluarkan Surat Imbauan Nomor 008/13/II/15 tentang pelarangan sekolah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan hari valentin.

“Pemerintah kota sudah tegas melarang berbagai kegiatan valetine day atau hari kasih sayang pada 14 Februari di sekolah-sekolah,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (13/2/2015), sebagaimana dilansir serambimata.

Dalam imbauan itu disebutkan, kepada semua sekolah untuk tetap memfokuskan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, terutama menghadapi persiapan ujian sekolah dan ujian nasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Dalam hal ini pemerintah kota mengharapkan semua lapisan masyarakat terutama jajaran pendidik dan para orang tua untuk bekerja sama dalam melakukan pengawasan,” ujarnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.