Sosialisasi Bahaya VD ke Sekolah Juga Digelar Ansharusyariah Banten

BANTEN (Jurnalislam.com) – Jamaah Ansharusy Syariah bersama Tim Pembela Muslim (TPM) Banten menggelar aksi menolak Valentine’s Day (VD) di beberapa sekolah di Banten, Jum’at (12/2/2016). Aksi tersebut diadakan untuk mensosialisasikan bahaya perayaan VD yang sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Minimal kita punya tanggung jawab dan alasan di Hari Pertimbangan nanti ketika ditanya tentang menghadang laju VD oleh Allah,” kata Agus Rahmat, SH, TPM Banten usai memberikan arahan kepada murid SMKN 3 Cilegon.

Dalam aksi tersebut terlihat para pelajar dan dewan guru membentangkan spanduk bertuliskan “O Muslim! Stop Celebrating Valentine’s Day!”. Selain itu, aktivis dari TPM dan Ansharusyariah juga membagikan selebaran berisi imbauan serta pemahaman tentang bahaya merayakan VD. Mereka juga membagikan stiker tolak VD.

Aksi yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat imbauan dari Dinas Pendidikan kota Cilegon terkait larangan VD itu mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah sendiri. Kepala Sekolah SMKN 3 Cilegon, Drs. Tatang mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh TPM dan Jamaah Ansharusy Syariah dan akan memberikan sanksi kepada siswa yang kedapatan merayakan hari valentin.

“Kami akan memonitoring pada saat hari H dan akan memberi sanksi tegas jika kedapatan siswa yang merayakan valentin, termasuk orang yang bodoh ketika merencanakan kegiatan VD” tegasnya.

TPM dan Jamaah Ansharusy Syariah akan melakukan roadshow ke beberapa sekolah di Banten hingga H-1 VD sebagai tindakan pencegahan kepada kaum muda agar terhindar dari Virus merah jambu ini.

Aksi serupa juga digelar Jamaah Ansharusy Syariah di beberapa kota di Indonesia seperti Surabaya, Jember, Banyuwangi, Balikpapan, Samarinda, Bima, Solo, Tasikmalaya, dll.

Reporter: Muhammad Fajar  | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.