Mediasi Buntu, Penghina Nabi Ahmad Fauzi Akan Jalani Proses Hukum

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar mediasi kasus penghinaan Nabi mempertemukan aktivis Islam dan Ahmad Fauzi, Selasa (16/2/2016). Mediasi yang digelar Aula Lt. 2 Kanwil Kemenag Jateng itu untuk mencari solusi dalam kasus penghinaan Nabi oleh Ahmad Fauzi.

Mediasi dihadiri oleh Aktivis Islam Semarang sebagai pihak pelapor dan Ahmad Fauzi sebagai pihak terlapor. Hadir juga pengurus MUI Jawa Tengah, pengurus Kemenag Jawa Tengah, Dekan Ushuluddin IAIN Semarang serta penyidik Polda Jawa Tengah.

Dalam mediasi tersebut, pihak pelapor menawarkan dua opsi pilihan kepada Ahmad Fauzi.

“Bagi penghina Islam dan Nabi umat Islam, ada dua pilihan penegakan hukum. Dihukum sesuai Syariat Islam atau di hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia,“ kata Arief.

Sementara Muhidin selaku perwakilan MUI Jateng meminta agar kasus penghinaan terhadap agama Islam ini segera diproses. “Isi buku Ahmad Fauzi masuk kategori sesat. Sudah ada unsur pidana. Jadi, segera diproses,” tegasnya.

Pihak terlapor kemudian menawarkan beberapa opsi, yakni tidak menempuh upaya kriminal, membuat buku tandingan atau Ahmad Fauzi diminta menjelaskan postingan-postingannya.

Namun permintaan tersebut ditentang oleh Ketua MUI Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji. Dia sangat keberatan atas usulan dari pendamping hukum Ahmad Fauzi tersebut.

Kemdian Kyai Daroji mempertanyaan maksud postingan AH di twitter @Samarra79 , yang mengatakan, “Adam dan hawa itu bukan pasangan suami istri apalagi nabi, tapi ayah dan anak yang melakukan hubungan incest,”. AH terlihat kebingungan menjawabnya.

Karena mediasi tidak menemui titik temu, maka pihak Polda Jawa Tengah akan melangkah ke proses selanjutnya.

“Karena mediasi tidak terpenuhi, maka proses selanjutnya adalah penegakan hokum,” kata AKBP Sugeng Tiyarto, Kasubdit II Dit Res Krimsus Polda Jawa Tengah.

Kontributor: Abu Omar | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.