KH Fahrurrozi: Yang Paling Mencintai Bangsa Ini adalah Umat Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pemilih Gubernur Muslim Jakarta, KH Fahrurrazi Ishaq mengatakan, menyelamatkan Jakarta itu bukan hal mudah, padahal cita-cita bangsa ini adalah ingin menjadi negara yang Baldatun Thoyibatun Wa Robbun Ghofur.

"Yang bisa membuat hal seperti ini (Baldatun Thoyibatun Wa Robbun Ghofur-red) hanyalah orang-orang yang beragama Islam, karena yang paling cinta negara Indonesia adalah umat Islam," kata Kyai Razi dalam acara Silaturahim Ulama, Habaib dan Tokoh Jakarta dengan Bakal Calon Gubernur Muslim DKI Jakarta di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/3/2016).

Ia menegaskan, yang paling mencintai Indonesia adalah umat Islam. Alasannya, hampir semua pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini beragama ISlam

“Kita boleh absen Pahlawan kita dari Imam Bonjol, Teuku Umar, Cut Nyak Din, Pangeran Diponegoro. Generasi kedua ada Bung Tomo, Jendral Soedirman, Bung Karno, Bung Hatta, KH Noer Ali Bekasi. Jadi yang paling cinta Indonesia adalah umat Islam, sampai ulama dulu membuat jargon Hubbul Wathan Minal Iman, cinta kepada negeri sebagian dari iman," tegasnya.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Ini 7 Syarat Calon Gubernur Muslim Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Pekerja Harian Konvensi Gubernur Muslim Jakarta ustadz Muhammad Al-Khathat menyatakan, pada prinsipnya konvensi gubernur Muslim adalah untuk persatuan dan kegotong-royongan dari umat Islam.

Hal tersebut disampaikan Al Khaththat dalam dalam sambutannya pada acara Silaturahim Ulama, Habaib dan Tokoh Jakarta dengan Bakal Calon Gubernur Muslim DKI Jakarta di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/3/2016).

“Sehingga siapapun yang ikut konvensi adalah satu, satu dan bersatu untuk tujuan terbentuknya Gubernur muslim di Jakarta, mewujudkan Jakarta yang berkah bersih dan beradab. Oleh karena itu siapapun yang masuk dalam konvensi ini maka yang menang itu yang akan didukung dan tidak ada yang kalah karena yang tidak menang semuanya menjadi pendukung,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam menjaring calon gubernur, gerakan Gubernur Muslim Jakarta (GMJ) telah melakukan dua langkah. Pertama, pendaftaran dan yang kedua adalah pelamaran yang dilakukan Dewan Pemilih kepada tokoh-tokoh tertentu.

“Untuk itu kami telah mengumpulkan 15 nama, Adiyaksa Dault, Ihsanudin Mursi, Sandiaga Uno, Ir. Muhammad Sanusi dan lain-lain. Dewan Pemilih dan Dewan Tinggi Jakarta Bersyariah, tidak persoalkan dilamar maupun melamar, tapi yang jelas proses kita ingin menghasilkan yang terbaik Gubernur Muslim Jakarta Yang Berkah Bersih dan Beradab itu adalah tujuan kami,” tegas Al Khathat.

Selain menyelesaikan administrasi, para calon gubernur juga harus menandatangani sejumlah persyaratan yang ditentukan pada saat mudzakarah, yang isinya antara lain.

1. Siap membuat program kerja yang berpihak kepada kaum yang lemah dan tertindas

2. Bersedia menerima program-program yang ditawarkan mejelis tinggi dan dewan pemilih

3. Berkomitmen menegakan amar ma’ruf nahi munkar

4. Menerapkan nilai-nilai Islam di setiap aspek kehidupan di Jakarta

5. Bersedia menandatangi dan menjalankan kontrak politik

6. Bersedia mendukung dan menjadi juru kampanye kepada siapapun yang berhasil ditentukan oleh Majelis Tinggi dan Dewan Pemilih sebagai bakal calon gubernur muslim Jakarta

7. Siap menciptakan pemerintahan yang bersih dan siap mundur jika dikemudian hari jadi tersangka korupsi

Hadir dalam acara silaturahim bertajuk Membangun Jakarta yang Sejahtera dan Berkah itu: Habib Muhsin Al Athos, Ketua  Forum Betawi Rempug (FBR) KH Lutfi Hakim, Sekjen Front Pembela Islam (FPI) KH Sobri Lubis, Egi Sujana, dan Ketua MUI KH Cholil Ridwan.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Relawan Indonesia di Gaza: Two-state Solution Bukan Solusi bagi Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Relawan Indonesia yang menetap di Gaza Palestina, Abdillah Onim mengatakan, two-state solution bukan solusi bagi Palestina. Onim menilai, solusi dua negara sama dengan melegalkan perampasan 80% Palestina oleh Israel. Pemerintah Indonesia mendukung solusi dua negara Palestina-Israel yang ditawarkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Baca juga: Ragukan Solusi Dua Negara, Ansharusyariah: Sejatinya PBB lah Pelindung Utama Israel

“Solusi dua negara berarti melegalkan Yahudi merampas 80% tanah Palestina,” tegas Onim dalam pernyataannya kepada Jurnalislam melalui aplikasi pesan Whatapps, Kamis (10/3/2016).

Pria asal Ambon itu melanjutkan, solusinya adalah Ketegasan terhadap Penjajah, menekan dan dengan aksi nyata serta doa.

“Satukan faksi-faksi di Palestina, berikan pemahaman pada anak-anak dan lingkungan kita tentang sejarah Palestina dan Masjid Alaqsa, bukan hanya kecaman,” kata Onim.

Persoalannya, lanjut Onim, Israel mempunyai kebijakan permanen untuk membantai rakyat Palestina.

“Karena saya menjadi saksi hidup agresi Yahudi atas Gaza. Israel punya kebijakan permanen membantai rakyat Palestina. Dengan demikian mendukung solusi dua negara justru telah merestui Yahudi menguasai tanah Palestina dan penghancuran kiblat pertama umat Islam, yaitu Masjid Al Aqsa,” tegasnya.

Menurutnya, Palestina adalah waqaf para nabi untuk umat Islam yang harus dipertahankan meski harus mengorbankan jiwa raga. “Bukan dengan statemen atau rekonsoliasi serta perjanjian damai,” tandasnya.

Dikatakan Onim, berbagai penjanjian damai yang dibuat oleh Yahudi hanya melegalkan perang, pembunuhan dan perampasan hak milik rakyat Palestina.

“Agresi Israel atas Gaza tahun 2008, 2012 dan 2014, menewaskan lebih dari 4.500 orang, yang mengajukan perjanjian Damai? Yahudi. Siapa yang melanggar perjanjian damai dan gencatan senjata siapa? Yahudi.

Onim menjelaskan, sejak 60 tahun silam hingga saat ini sudah berbagai agenda pejanjian damai yang dicanangkan oleh penjajah Yahudi dan selalu saja dilanggar.

“Perjanjian damai hanya bentuk dukungan menumpahkan darah rakyat Palestina,” pungkasnya.

Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Taliban Hadang Serangan Pasukan Afghanistan di Takhar, 10 Tewas

TAKHAR (Jurnalislam.com) – Awal hari Kamis (10/03/2016) musuh berusaha melancarkan serangan di distrik Darqad di Takhar yang dilawan dengan serangan balik yang kuat dari Mujahidin, memicu pertempuran sengit selama satu jam di mana sedikitnya 10 pasukan gabungan dan Arbakis tewas dan 7 lainnya luka, Al Emarah News melaporkan Kamis.

Mujahidin berhasil mengejar musuh jauh dari daerah tersebut, dan membersihkan sejumlah besar wilayah dari musuh. Sebuah tank lapis baja juga hancur dalam pertempuran itu.

Mujahidin kemudian menewaskan tiga tentara Nasional Afghanistan (ANA) dan melukai dua lainnya dalam pertempuran singkat di tempat lain di distrik yang disebutkan.

Dua pejuang Mujahidin terluka dalam operasi Kamis tersebut.

Kemudian laporan juga datang dari Nangarhar lima tentara boneka tewas di bagian timur negara itu selama pertempuran sengit menyusul serangan musuh.

Pertempuran itu terjadi di distrik Mohmand Darah di timur provinsi ini setelah Mujahidin melakukan serangan balasan melawan musuh dan berlangsung berhari-hari di mana 5 pasukan boneka tewas dan lebih dari 11 lainnya menderita luka berat, sedangkan Mujahidin mengambil 2 tentara musuh sebagai tahanan.

Mujahidin juga menyita beberapa senjata dan amunisi dari kepemilikan musuh selama operasi berhari-hari tersebut.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

 

Sebut Jilbab Tradisi Yahudi, Profesor Liberal Dukung Pemerintah Mesir Susun UU Larangan Niqab

MESIR (Jurnalislam.com) -Parlemen Mesir saat ini sedang menyusun undang-undang yang melarang wanita mengenakan niqab. Menurut Egypt Independent, larangan tersebut berlaku untuk mengenakan pakaian di tempat umum dan lembaga pemerintah, lansir World Bulletin, Kamis (10/03/2016).

Niqab dikenakan oleh perempuan Muslim dan biasanya menutupi seluruh wajah pemakainya kecuali mata mereka. Niqab adalah pakaian umum di Mesir yang merupakan negara mayoritas Muslim.

Anggota Parlemen Amna Nosseir, profesor perbandingan jurisprudensi di Universitas Al-Azhar berpaham liberal, yang mendukung larangan tersebut, mengatakan bahwa mengenakan jilbab tidak wajib dalam Islam dan pada kenyataannya memiliki asal-usul non-Islam.

Dia berpendapat menyelisihi ulama-ulama Islam dengan argumentasi bahwa jilbab itu adalah tradisi Yahudi yang muncul di Semenanjung Arab sebelum Islam, dan berbagai ayat-ayat Quran bertentangan mengenai penggunaannya. Sebaliknya, dia melanjutkan bahwa Quran memerintahkan untuk mengenakan pakaian sederhana saja dan rambut tertutup, tetapi tidak memerlukan penutup wajah.

Sejumlah larangan telah diberlakukan atas niqab di Mesir. Pada bulan Februari, Universitas Kairo melarang perawat dan dokter memakai niqab di sekolah kedokteran dan di rumah sakit pendidikan, dengan alasan larangan tersebut akan, "Melindungi hak-hak dan kepentingan pasien. "Pada September tahun lalu, universitas juga melarang staf akademik mengenakan niqab di ruang kelas dengan alasan menanggapi keluhan dari beberapa siswa bahwa terlalu sulit bagi pemakai niqab untuk berkomunikasi secara efektif dengan siswa.

 

Sumber: The Independent | Deddy | Jurnalislam

 

Laskar Umat Islam Surakarta Gerebek Salon Mesum Milik Anggota Brimob

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menggerebek sebuah salon mesum D’Amor di Jalan Melati Badran, Laweyan, Surakarta, Kamis (10/3/2016).

Sebanyak 7 orang wanita dan 3 pria diamankan. Sepasang diantara mereka tertangkap tangan sedang bertransaksi seks di 'ruang praktek'. Dari 3 pria, 1 diantaranya adalah pemilik salon. Pria berinisial JRP itu mengaku sebagai anggota Brimob aktif.

“Diakui oleh 1 dari 3 pria tersebut adalah JPR anggota Brimob Solo. JPR mengaku sebagai pemilik salon dengan mengontrak rumah tersebut,” kata Humas LUIS Endro Sudarsono kepada Jurnalislam.

Laskar kemudian menyerahkan ke 7 wanita dan 3 pria itu ke Polres Solo untuk diproses lebih lanjut.

Anggota polsek Lawiyan mengaku, Polsek Laweyan merasa telah menindak salon tersebut lebih dari 5 kali, namun salon mesum dengan tarif short time Rp 275 ribu itu tetap operasi.

LUIS meminta kepada Kapolresta Solo untuk memproses hukum kasus dugaan trafficking dan memecat oknum anggota Brimob pemilik salon tersebut.

“LUIS juga meminta kepada Walikota Solo untuk mencabut izin operasional salon mesum tersebut dan salon-salon lain yang terindikasi mesum,” tegas Endro.

Terpisah, rombongan Forum Komununikasi Masjid (FKM) diketuai Didik Hartanto didampingi pengurus Forum Umat Islam (FUI) Karanganyar mendatangi dinas Perizinan BPMPTSP Karanganyar untuk menyampaikan surat keberatan warga Jati terkait rencana dibukanya Karaoke King Star, Kamis (10/3/2016).

FKM menilai, keberadaan tempat karaoke tersebut bertentangan dengan visi dan misi FKM, yaitu terwujudnya masyarakat Desa Jati yang penuh kedamaian dan rahmatan lil alamin.

Setelah menyampaikan surat, rombongan FKM kemudian mendatangi Karaoke KS. FKM menyampaikan penolakan warga Jati terhadap rencana dibukanya karaoke KS. FKM juga menitipkan surat khusus untuk manajemen.

Sekjen FUI Karanganyar, Mulyono mengancam akan mendatangkan massa jika karaoke KS bersikeras membuka usahanya.

“Apabila KS bersikeras membuka usaha haramnya maka FKM dan FUI akan mengadakan aksi massa untuk menutupnya,” tegasnya.

Reporter: Ryanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Latihan Perang Padang Pasir Terbesar "Northern Thunder" 20 Negara Berakhir

RIYADH (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur menderu di udara, tank bergemuruh melintasi padang pasir dan asap memenuhi langit pada hari Kamis (10/03/2016) yang merupakan hari terakhir latihan militer terbesar Saudi Arabia yang pernah dilakukan di kawasan itu, Aljazeera melaporkan, Kamis.

Latihan perang "Northern Thunder" 12-hari di timur laut kerajaan diikuti 20 negara dari Timur Tengah, Afrika dan Asia, kata para pejabat Saudi.

Raja Arab Saudi Salman bergabung dengan beberapa pemimpin asing di hari terakhir latihan, saat Riyadh berjuang untuk menegaskan kepemimpinannya di wilayah tersebut.

Di antara mereka adalah Presiden Sudan Omar al-Bashir, Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi, Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif dan Presiden Mesir hasil kudeta militer berdarah Abdel Fattah al-Sisi,

Saat pejabat menyaksikan dari sebuah paviliun, Apache tempur menembakkan roket dengan ledakan dahsyat. Asap membubung dari target di darat dan komando rappelling dari helikopter.

Jet tempur melesat melalui asap oranye di langit, peluru artileri berdesing di udara dan tembakan senapan mesin berat menggelegar dari seluruh situs latihan, yang membentang sepanjang puluhan kilometer (mil).

Latihan berlangsung di dekat kota Hafr al-Batin, dekat dengan perbatasan Kuwait dan Irak.

Kepala Staf Arab Saudi, Jenderal Abdulrahman al-Bunyan, memerintahkan pelaksanaan latihan dan menyebutnya "pertemuan militer Arab dan Islam terbesar" di wilayah tersebut.

Riyadh telah mengadopsi kebijakan luar negeri yang lebih tegas sejak Salman mengambil tahta awal tahun lalu setelah kematian saudara tirinya Raja Abdullah.

"Northern Thunder" juga terjadi setelah ketegangan meningkat antara Arab Saudi dan saingannya Republik Syiah Iran, yang mendukung Syiah Nushairiyah Assad di Suriah dan Syiah Houthi di Yaman.

Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran awal tahun ini setelah massa mengobrak-abrik misi diplomatik Arab di Iran menyusul eksekusi seorang ulama Syiah terkemuka di Saudi.

Brigjen Saudi Ahmed Assiri mengatakan manuver mereka berbeda dari koalisi 35 negara untuk melawan "terorisme" yang diumumkan Arab Saudi pada bulan Desember.

Para pejabat mengatakan koalisi baru akan berkumpul di kerajaan bulan ini untuk pertemuan pertama.

Pihak berwenang tidak merilis jumlah tentara yang mengambil bagian dari masing-masing negara di Northern Thunder.

Seorang wartawan AFP melihat pasukan Pakistan, Mesir, Kuwait dan Sudan bersama Saudi.

Sebuah sumber militer asing mengatakan kepada AFP ia tidak berpikir bahwa Northern Thunder diarahkan pada Suriah "atau apa pun" tapi sebagai kesempatan untuk berlatih bekerja sama.

Sumber itu mengatakan pasukan Saudi "mengasah keterampilan dan pengoperasian mereka dengan bangsa-bangsa lain."

Akun resmi Twitter Northern Thunder mengatakan latihan tersebut bertujuan untuk "menghadapi semua skenario ancaman di wilayah tersebut".

Menurut International Institute of Strategic Studies, Arab Saudi memiliki militer dengan perlengkapan terbaik di antara negara-negara Teluk lain, dengan pasukan 75.000 tentara dan 313 pesawat tempur.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

 

 

Turki: Sejak Desember Teroris Komunis PKK yang Tewas Mencapai 1220 Milisi

ANKARA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 1.220 milisi komunis PKK telah tewas sejak awal Desember, selama operasi anti-terorisme terpanjang di Turki tenggara, menurut Angkatan Bersenjata Turki, Anadolu Agency melaporkan, Kamis (10/02/2016).

Lima belas teroris di distrik Silvan dan 274 di kabupaten Sur, keduanya di provinsi Diyarbakir, dan 666 teroris di kawasan Cizre, 120 di distrik Idil, dan 145 di kabupaten Silopi, semuanya di provinsi Sirnak, telah tewas sejak operasi dimulai.

Pasukan keamanan Turki menghapus total 2.287 parit dan barikade selama operasi. Jumlah parit dan barikade yang dihapus berjumlah 22 di Silvan, 243 di Sur, 971 di Cizre, 263 di Idil, dan 788 di Silopi.

Sebanyak 3.105 alat peledak yang ditanam di jalan-jalan, kebun, dan rumah-rumah oleh komunis PKK telah dijinakkan sejak operasi dimulai.

Sebanyak 24 bahan peledak di Silvan, 365 bahan peledak di Sur, 1.425 di Cizre, 461 di Idil, dan 830 di Silopi telah dijinakkan selama operasi.

Banyak senjata armor-piercing serta senjata laras panjang, senjata berat, peluncur roket dan amunisi, dan bahan peledak buatan tangan dan granat juga disita dalam operasi.

PKK melanjutkan serangan bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki pada akhir Juli 2015.

Sejak itu, lebih dari 290 anggota pasukan Turki telah terbunuh dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Warga Darayya yang Terisolasi Gunakan Puluhan Anak-anak Kirim Pesan SOS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan warga di sebuah kota yang terkepung di luar ibukota Suriah menggelar aksi mendesak PBB untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah mereka, lansir Aljazeera, Kamis (10/02/2016).

Para pengunjuk rasa, sebagian besar wanita dan anak-anak, turun ke jalan pada hari Rabu (09/03/2016) di daerah Darayya , yang telah dikepung oleh pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya selama lebih dari tiga tahun.

Anak-anak berbaris membentuk huruf "SOS", sambil membawa spanduk meminta para pejabat PBB untuk membantu.

"(Koordinator Kemanusiaan PBB di Suriah) Yacoub El Hillo, apa yang Anda lakukan untuk membantu kami," bunyi salah satu spanduk.

"Jika Anda dapat menghentikan penembakan, Anda dapat mematahkan pengepungan," bunyi spanduk lainnya.

Tidak ada bantuan yang telah memasuki Darayya sejak awal pengepungan.

Kota tersebut terus menerus mengalami pemboman berat sampai gencatan senjata yang ditengahi US-Rusia mulai berlaku pada tanggal 27 Februari.

Media Centre milik oposisi di Darayya mengatakan bahwa alasan protes mereka dihadiri terutama oleh wanita dan anak-anak adalah untuk membantah klaim rezim Nushairiyah yang menyebut bahwa kota tersebut hanya dihuni oleh pejuang anti Assad.

Darayya berbatasan dengan bandara militer yang digunakan oleh pesawat komunis Rusia – yang mulai melakukan serangan udara dalam mendukung rezim Syiah Assad pada akhir September – dan pemerintah Suriah bernafsu untuk merebut kembali kendali di daerah tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, PBB dan mitranya telah mengirim 536 truk penuh dengan bantuan untuk hampir 240.000 orang, dan pasokan bantuan telah mencapai 18 daerah yang terkepung di negara yang dilanda perang tersebut.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

SOHR: Menteri Perang Kelompok Islamic State Terluka Parah dalam Serangan Udara AS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan pada hari Kamis (10/03/2016) bahwa komandan militer Islamic State (IS) terluka sangat parah, menanggapi adanya pertentangan pejabat yang mengatakan ia kemungkinan tewas dalam serangan udara AS.

Para pejabat AS mengatakan pada hari Selasa (08/03/2016) bahwa Abu Umar al-Shishani, yang juga dikenal sebagai Omar Chechnya dan dijelaskan oleh Pentagon sebagai "menteri perang" kelompok itu, ditargetkan dekat kota al-Shadadi di Suriah.

Direktur Observatorium (SOHR) Rami Abdulrahman mengatakan kepada AFP bahwa Shishani terluka parah tapi tidak tewas dan telah dipindahkan ke basis operasi IS di Raqqa untuk pengobatan.

"Dia tidak tewas," kata Abdulrahman.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa mereka mengumpulkan informasi dari semua pihak dalam konflik. Reuters tidak punya cara untuk secara independen memverifikasi laporan tersebut.

Pentagon mengatakan Shishani dikirim ke sana untuk memperkuat pasukan IS setelah mereka mengalami serangkaian kemunduran baik di tangan pasukan Arab atau oleh YPG sekutu AS di darat.

 

Deddy | SOHR | Jurnalislam