Relawan Indonesia di Gaza: Two-state Solution Bukan Solusi bagi Palestina

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Relawan Indonesia yang menetap di Gaza Palestina, Abdillah Onim mengatakan, two-state solution bukan solusi bagi Palestina. Onim menilai, solusi dua negara sama dengan melegalkan perampasan 80% Palestina oleh Israel. Pemerintah Indonesia mendukung solusi dua negara Palestina-Israel yang ditawarkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Baca juga: Ragukan Solusi Dua Negara, Ansharusyariah: Sejatinya PBB lah Pelindung Utama Israel

“Solusi dua negara berarti melegalkan Yahudi merampas 80% tanah Palestina,” tegas Onim dalam pernyataannya kepada Jurnalislam melalui aplikasi pesan Whatapps, Kamis (10/3/2016).

Pria asal Ambon itu melanjutkan, solusinya adalah Ketegasan terhadap Penjajah, menekan dan dengan aksi nyata serta doa.

“Satukan faksi-faksi di Palestina, berikan pemahaman pada anak-anak dan lingkungan kita tentang sejarah Palestina dan Masjid Alaqsa, bukan hanya kecaman,” kata Onim.

Persoalannya, lanjut Onim, Israel mempunyai kebijakan permanen untuk membantai rakyat Palestina.

“Karena saya menjadi saksi hidup agresi Yahudi atas Gaza. Israel punya kebijakan permanen membantai rakyat Palestina. Dengan demikian mendukung solusi dua negara justru telah merestui Yahudi menguasai tanah Palestina dan penghancuran kiblat pertama umat Islam, yaitu Masjid Al Aqsa,” tegasnya.

Menurutnya, Palestina adalah waqaf para nabi untuk umat Islam yang harus dipertahankan meski harus mengorbankan jiwa raga. “Bukan dengan statemen atau rekonsoliasi serta perjanjian damai,” tandasnya.

Dikatakan Onim, berbagai penjanjian damai yang dibuat oleh Yahudi hanya melegalkan perang, pembunuhan dan perampasan hak milik rakyat Palestina.

“Agresi Israel atas Gaza tahun 2008, 2012 dan 2014, menewaskan lebih dari 4.500 orang, yang mengajukan perjanjian Damai? Yahudi. Siapa yang melanggar perjanjian damai dan gencatan senjata siapa? Yahudi.

Onim menjelaskan, sejak 60 tahun silam hingga saat ini sudah berbagai agenda pejanjian damai yang dicanangkan oleh penjajah Yahudi dan selalu saja dilanggar.

“Perjanjian damai hanya bentuk dukungan menumpahkan darah rakyat Palestina,” pungkasnya.

Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.