Operasi di Markas Polisi dan Kantor Intelijen Afghanistan Berakhir, 31 Arbaki Tewas Beserta Komandannya

HELMAND (Jurnalislam.com) – Operasi yang diluncurkan oleh sebuah unit dari Batalyon Kesyahidan Imarah Islam pada pusat pemerintahan distrik Gereshk, yaitu markas Polisi dan kantor Intelijen awal Rabu pagi lalu berlangsung sampai sekitar pukul 11.00 waktu setempat tadi malam, Al Emarah News melaporkan, Jumat (11/03/2016).

Serangan tersebut sukses mengalahkan pasukan bayaran musuh dengan 31 serdadu Arbaki termasuk beberapa komandan kunci mereka tewas dan 37 orang lainnya terluka serta 3 APC hancur dan bangunan yang ditargetkan mengalami kerusakan berat.

Para pejabat mengatakan bahwa 5 Mujahidin syahid yaitu Ali Ahmad Adeeb Helmandi, Agha Wali Anwar Uruzgan, Niaz Muhammad Izhar Kandahari, Sulaiman Khel Shahab Zabuli dan Azad Khan Shuaib Heraty menjadi martir, semoga Allah menerima mereka.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Tulisan Mirip Lafadz Allah Ditemukan pada Sebuah Keset di Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Sebuah keset bertuliskan masjid namun menyerupai lafadz Allah ditemukan di masjid Khusnul Khatimah Jalan Wolter Monginsidi Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pengurus masjid, Asriyadin (44) mengaku ia membeli keset itu dari sebuah toko di kompleks pertokoan Jalan Gajah Mada Kota Bima pada Jum’at (4/3/2016).

“Saya membeli keset itu di kompleks pertokoan Bima, dan memang rencananya keset itu akan kita pergunakan untuk di masjid,” katanya.

Asriyadin menuturkan, pada awalnya dirinya tidak tahu kalau tulisan yang ada di keset itu mengandung lafadz Allah.

“Karena tulisannya adalah masjid maka kita pun akhirnya memutuskan untuk membeli keset itu. Tetapi setelah kita cek dan kita teliti ternyata pada tulisan itu mengandung unsur dengan lafadz Allah.

Saat ini keset tersebut disimpan Asriyadin dan akan dikembalikan kepada toko yang menjualnya dan akan ditelusuri pembuatnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Mantan Perwira Pasukan Khusus Mesir Serukan Ulama untuk Dukung Jihad Al Qaeda

SINAI (Jurnalislam.com) – Hisham Ali Asymawi, mantan perwira pasukan khusus Mesir yang secara terbuka menyatakan setia kepada al Qaeda, merilis sebuah pesan audio awal bulan ini dimana Hisham Ali Asymawi meminta ulama untuk mendukung jihadis, The Long War Journal melansir pernyataan tersebut, Jumat (11/03/2016).

Asymawi, yang juga dikenal sebagai Abu Umar al Muhajir, adalah pemimpin Al Murabitoon, afiliasi  Al Qaeda yang beroperasi di Sinai dan di tempat lain di Afrika Utara.

Asymawi mengatakan bahwa kaum Muslim Mesir mengalami "tragedi" di bawah rezim Abdel Fattah El Sisi.

"Para ulama (Islam) harus mengajak pemuda dan mengingatkan mereka bahwa sekarang adalah tugas kita untuk mengusir penjajah dari wilayah Islam dan jihad melawan penjahat El Sisi, tentara, dan para pendukungnya," tambahnya, menurut terjemahan yang diperoleh oleh The Long War Journal.

Asymawi menegaskan bahwa mujahidin tidak bisa menang kecuali para "ulama" dan syeikh mendukung mereka (menyerukan kepada umat).

 "Pertempuran Jihad fie sabilillah… untuk menyelesaikan konflik antara kebenaran dan kebatilan tidak akan berlanjut, atau menjadi sukses, tanpa bantuan ulama dalam memobilisasi umat.”

Pernyataan audio 23 menit Asymawi, yang disebarkan melalui media sosial pada tanggal 3 Maret, dimaksudkan untuk mendesak ulama Mesir dan menggalang mereka dalam mendukung al Qaeda di Sinai dan di tempat lain. Pesannya disertai dengan foto saat dia masih mengenakan pakaian militer dan wajahnya ditutup.

Al Murabitoon berusaha mengikat pesan terbaru Asymawi dengan konflik jihadis dan Israel. Gambar Yerusalem ditampilkan pada akhir produksi.  Dan kata-kata, "O Aqsha, kita akan datang," muncul di layar. Ini adalah referensi ke Masjid Al Aqsha di Al Quds/Yerusalem (Palestina).

Pesan pertama yang dikaitkan dengan Asymawi dirilis pada bulan Juli 2015, ketika ia mengumumkan peran kepemimpinannya dalam Al Murabitoon.

Asymawi bertanggung jawab untuk perlawanan al Qaeda di dalam Mesir, dan ia kemungkinan adalah amir al Qaeda di seluruh Mesir.

AS menargetkan Belmokhtar dalam satu serangan udara Juni lalu. Namun Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), Al Murabitoon, dan Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) mengeluarkan pernyataan yang menyangkal bahwa Belmokhtar telah terbunuh.

Asymawi pernah menjadi tokoh terkemuka dalam Ansar Bayt al Maqdis (ABM), yang bersumpah setia kepada kelompok  Islamic State (IS) milik Abu Bakr al Baghdadi.

Namun tidak seperti rekan-rekannya di ABM, Asymawi tidak bergabung memperluas jaringan global IS. Justru sebaliknya, dia membelot dan tetap setia kepada al Qaeda.

Pada bulan Agustus 2015, pendukung IS mengatakan bahwa Asymawi berada di Libya dan membantu Al Qaeda Libya,  bahkan merilis poster "dicari hingga mati (wanted dead)" untuk mantan perwira militer Mesir tersebut, menggarisbawahi permusuhan kelompok IS dengan dia.

Para pejabat Mesir mengatakan Asymawi terlibat dalam serangkaian serangan tingkat tinggi sejak ia meninggalkan militer dan bergabung dengan mujahidin.

Hisham Barakat, kepala jaksa Mesir, tewas oleh bom mobil di Kairo pada Juni 2015. Sejauh ini, tidak ada kelompok jihad yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Pemerintah Mesir awalnya mengatakan Asymawi bertanggung jawab. Tapi menteri dalam negeri Mesir, Mayjen Magdi Abdel Ghaffar, awal bulan ini menduga bahwa Ikhwanul Muslimin dan Hamas yang sebenarnya berada di balik operasi.

Klaim Ghaffar ini menarik skeptisisme karena bertentangan dengan penilaian sebelumnya yang disampaikan kepada masyarakat dan dia tidak memberikan bukti konkrit untuk mendukung tuduhannya.

Sebelumnya laporan pers Mesir juga telah mengira bahwa Asymawi diduga memimpin percobaan pembunuhan atas Mohammad Ibrahim, yang saat itu menjabat sebagai menteri dalam negeri Mesir, pada bulan September 2013.

Saat The Long War Journal melaporkan sebelumnya, plot terhadap Ibrahim mengungkapkan sejumlah koneksi menarik antara Asymawi dan jaringan jihad global al Qaeda.

Walid Badr, pembom syahid yang mencoba untuk mengeksekusi Ibrahim, juga pernah bertugas di militer Mesir.  

Baik Badr dan Asymawi dilaporkan berjuang di Suriah di bawah tandzim jihad Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Minba ul Jihad Studio Rilis Video Terbaru ”Adherents of Loyalty”

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Minba ul Jihad Studio, bagian dari Cabang Multimedia Komisi Budaya Imarah Islam Afghanistan merilis video brilian baru berjudul Adherents of Loyalty (Penganut Kesetian), lansir Al Emarah News, Jumat (11/03/2016).

Video berdurasi total 61 menit sebagian besar menunjukkan pembobolan Penjara Ghazni di mana Mujahidin Imarah Islam berhasil membebaskan saudara-saudara Mujahidin dan tahanan tidak bersalah lainnya dari kompleks musuh yang tidak manusiawi tersebut.

Untuk melihat rilis video terbaru Minba ul Jihad studio, silahkan kunjungi link yang disediakan di bawah ini:

Full HD 3,25 GB
https://archive.org/details/DaWafaYunFullHd

HD 1,5 GB
https://archive.org/details/DaWafaYoonBest15HD

MQ 800 MB
https://archive.org/details/DaWafaYoonBest800HD

MQ 600 MB
https://archive.org/details/DaWafaYunVCD

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

Setelah Negara-negara Teluk, Kini Liga Arab Sebut Syiah Hizbullah sebagai Teroris

MESIR (Jurnalislam.com) –  Liga Arab telah menyatakan bahwa milisi Lebanon Syiah Hizbullah adalah sebuah kelompok teroris, hanya beberapa hari setelah Dewan Kerjasama Teluk (the Gulf Cooperation Council-GCC) mengadopsi pernyataan yang sama, Aljazeera melaporkan Jumat (11/03/2016).

Langkah itu muncul dalam pertemuan para menteri luar negeri Liga Arab di ibukota Mesir Kairo pada hari Jumat.

Hampir semua 22 anggota Liga Arab mendukung keputusan tersebut, kecuali Lebanon dan Irak yang menyatakan "reservasi", GCC mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dibacakan pada konferensi pers oleh diplomat Bahrain Wahid Mubarak Sayar.

"Resolusi Dewan Liga (menteri luar negeri) termasuk penunjukan Hizbullah sebagai kelompok teroris," kata pernyataan itu.

Hizbullah, organisasi politik Syiah yang memiliki pasukan bersenjata, bertempur di negara tetangga Suriah untuk mendukung pemerintahan rezim Bashar al-Assad.

Liga Arab dan enam anggota GCC yang didukung Arab Saudi telah meningkatkan tekanan pada Syiah Hizbullah sekutu Republik Syiah Iran.

Arab Saudi dan Iran berada dalam pihak yang bertentangan dalam konflik di Suriah dan Yaman.

Pada akhir Februari, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Bahrain mendesak warganya untuk meninggalkan Lebanon atau menghindari bepergian ke sana.

Travel warning ini muncul setelah pemotongan bantuan senilai $ 4 miliar untuk pasukan keamanan Lebanon dalam menanggapi posisi "perperangan" terkait dengan Syiah Hizbullah.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Rezim Mesir Hilangkan 1.840 Orang dalam 12 bulan

KAIRO (Jurnalislam.com) – Sejumlah kelompok hak asasi di Mesir melaporkan bahwa sejak Magdy Abdel Ghaffar diangkat sebagai menteri dalam negeri di bulan Maret 2015, penghilangan paksa telah menjadi kebijakan militer pemerintah junta Presiden Abdel Fattah al-Sisi dalam menanggapi ketidakstabilan ekonomi dan perlawanan, lansir World Bulletin, Jumat (11/03/2016).

The Egyptian Co-ordination for Rights and Freedoms (Koordinasi untuk Hak dan Kebebasan Mesir) mengatakan telah mencatat 1.840 kasus penghilangan paksa pada tahun 2015. Sebuah laporan oleh Nadeem Centre, yang menyediakan rehabilitasi bagi korban kekerasan negara, mengidentifikasi 66 penghilangan pada bulan Januari.

Mosi Parlemen Eropa mengakui peran Nadeem Centre dalam penyediaan informasi tentang penyiksaan, pembunuhan dan pelanggaran terburuk dalam tahanan, dan mengkritik langkah pihak berwenang Mesir baru-baru ini untuk menutup Nadeem Centre atas tuduhan palsu yang berkaitan dengan pelanggaran kemanusian.

Laporan penghilangan paksa yang banyak terjadi merupakan bukti semakin kuatnya pengaruh militer, yang mencapai seluruh layanan peradilan, keamanan dan intelijen. Aktivis mengatakan bahwa kekuasaan penuh pasukan Mesir  yang digunakan untuk mencegah masyarakat mengeluarkan pendapat dalam upaya mencapai stabilitas, berakibat memangsa warga dengan impunitas.

"Kegagalan penuntut umum untuk serius menyelidiki kasus penghilangan orang, ini memperkuat kekebalan hukum absolut yang dimiliki pasukan keamanan di bawah Presiden Sisi," kata Joe Stork, wakil direktur Human Rights Watch Timur Tengah dan Afrika Utara.

Selain itu, bahaya tidak lagi hanya sebatas pada warga Mesir saja juga pada warga negara lain di Mesir. Perdebatan di Parlemen Eropa kemarin dipicu oleh pembunuhan akademik Italia Giulio Regeni, pada bulan Januari yang tubuhnya ditemukan oleh jalan dan diyakini telah disiksa sebelumnya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Rezim Syiah Assad Serang Masjid di Aleppo, 5 Warga Sipil Tewas dan 10 Lainnya Terluka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan udara rezim Syiah Nushairiyah Assad menewaskan sedikitnya lima warga sipil pada sebuah Masjid di lingkungan yang dikuasai oposisi moderat di kota Aleppo, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan sebagai "pelanggaran serius", lansir World Bulletin, Jumat (11/03/2016).

Seorang koresponden AFP di kota itu mengatakan serangan menghantam sebuah masjid di Salhin.

Penyerangan terjadi setelah gencatan senjata parsial berjalan,  yang dimulai pada tanggal 27 Februari.

"Sedikitnya lima warga sipil tewas dalam serangan angkatan udara Suriah di lingkungan Salhin," menurut direktur Observatorium Rami Abdel Rahman.

"Jumlah korban di hari Jumat tersebut adalah yang tertinggi di kota Aleppo sejak gencatan senjata mulai berlaku dan itu adalah pelanggaran paling serius di kota sejak gencatan senjata mulai berlaku," kata Abdel Rahman.

Dia mengatakan 10 orang juga terluka dalam serangan udara tetapi memperingatkan bahwa jumlah korban masih bisa bertambah karena ada orang yang terjebak di bawah reruntuhan.

Pada hari Kamis (10/03/2016), seorang anak tewas dalam pemboman oleh rezim di Myassar yang dipegang oposisi, juga di kota Aleppo, kata Observatorium yang berbasis di Inggris yang memonitor konflik Suriah.

Lebih dari 470.000 orang tewas sejak konflik Suriah pertama pecah pada Maret 2011.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Republik Syiah Iran Eksekusi 966 Orang

ANKARA (Jurnalislam.com) – Iran telah mengeksekusi hampir 1.000 orang tahun lalu, menurut laporan PBB yang dirilis hari Kamis (10/03/2016), dan merupakan level tertinggi dalam dua dekade, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (11/03/2016).

Eksekusi berlangsung saat Teheran sedang bernegosiasi dengan kekuatan dunia untuk kesepakatan inspeksi nuklir agar Iran mulai merehabilitasi dirinya dalam masyarakat internasional.

Laporan dari Ahmed Shaheed, pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di Iran, mengatakan sedikitnya 966 orang telah dieksekusi pada tahun 2015. Pada tahun sebelumnya, 753 orang dieksekusi.

Dia juga mencatat kekhawatiran atas eksekusi anak di bawah umur dan mengatakan 16 remaja telah dieksekusi antara tahun 2014 dan 2015 – dan merupakan jumlah terbesar dalam lima tahun terakhir.

Mengutip sumber yang sama, laporan itu mengatakan sedikitnya empat eksekusi remaja terjadi di tahun 2015 dan 160 remaja berusia di bawah 18 tahun saat ini menjalani hukuman mati.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Siarkan Jihad Islam, Pasukan Israel Obrak-abrik Stasiun TV Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel menyerbu kantor televisi Palestina Today di Tepi Barat semalam dan menangkap manager-nya atas tuduhan menyerukan perlawanan, lembaga militer internal Israel, Shin Bet, mengatakan pada hari Jumat (11/03/2016), lansir World Bulletin Jumat.

Operasi zionis menargetkan kantor stasiun Ramallah tersebut adalah upaya terbaru untuk membungkam penyiar Palestina.

Shin Bet menuduh bahwa saluran tersebut menampilkan "siaran atas nama kelompok bersenjata Jihad Islam" dan mengatakan telah ditutup dalam sebuah operasi gabungan dengan militer.

"Palestina Today menyajikan Jihad Islam sebagai sarana sentral untuk memberitakan pendudukan di Tepi Barat, dan menyerukan perlawanan terhadap Israel dan warganya. Pemberitaan disiarkan di stasiun televisi serta Internet," katanya dalam sebuah pernyataan.

Pasukan zionis yahudi juga menangkap manager Palestina Today, Farooq Aliat, 34, dari Bir Zeit, sebelah utara Ramallah, "seorang Jihadis Islam yang telah dipenjarakan di Israel karena aktivitasnya," tambahnya.

Kameramen Mohammed Amr dan teknisi Shabib Shabib juga ditangkap, kata wartawan Palestina Union.

Seorang juru bicara militer zionis mengatakan peralatan teknis dan pemancar disita dari kantor Ramallah, yang diperintahkan untuk ditutup.

Saluran terus disiarkan dari Jalur Gaza.

Gelombang kekerasan Israel telah menewaskan 188 warga sejak 1 Oktober.

Pada bulan November 2015, Israel telah menutup dua stasiun radio di flashpoint kota Hebron, Tepi Barat – Al-Hurria dan Al-Khalil.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember Gelar Shalat Jum’at Perdana

JEMBER (Jurnalislam.com) – Setelah diresmikan pada 13 September 2015, shalat Jumat perdana akhirnya terlaksana di Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember, Jumat (11/3/2016).

Bertindak sebagai imam dan khotib KH Drs Hamid Hasbulloh, tokoh yang menjadi ikon amar ma’ruf dan nahi munkar Jember.  Kyai Hamid berpesan dalam khutbahnya utnuk memakmurkan masjid dan menjadikannya sebagai tempat untuk meningkatkan ilmu agama.

“Semegah apapun rumah yang kita miliki, janganlah kita terlena hingga lalai untuk memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah. Jadikanlah masjid sebagai tempat untuk meningkatkan ilmu agama” paparnya.

Selain itu, Kyai Hamid mengingatkan jamaah shalat Jumat untuk selalu mempersiapkan bekal menghadapi kehidupan setelah kematian. “Kematian pasti akan datang kepada siapa saja, maka bersiap-siaplah untuk menyambutnya,” tegasnya.

Sholat jum’at perdana di Masjid yang dikelola oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jember itu juga dihadiri Wakil Bupati Jember KH Muqiet Arief, Kapolres Jember dan jajarannya serta sejumlah perwakilan ormas Islam di Jember.

Sementara itu, ketua takmir masjid HM Lauw Song Tjai sangat berharap adanya pembinaan dari ulama untuk eksistensi syiar agama Islam melalui masjid ini.

Masjid Muhammad Cheng Hoo berada di Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Masjid ini menjadi Masjid Cheng Hoo kedelapan di Indonesia. Keberadaan masjid itu selain untuk meningkatkan syiar Islam juga dapat menambah satu destinasi wisata lagi di Jember.

Peresmian masjid itu dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Yu Hong, Dewan Penasehat Yayasan Haji M Cheng Hoo Indonesia Bambang Sujanto. Juga ada Ketua MUI Jember Prof Abdul Halim Subahar, dan Bupati Jember MZA Djalal.

Kontributor : Adi Firdaus | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam