Warga Darayya yang Terisolasi Gunakan Puluhan Anak-anak Kirim Pesan SOS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan warga di sebuah kota yang terkepung di luar ibukota Suriah menggelar aksi mendesak PBB untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah mereka, lansir Aljazeera, Kamis (10/02/2016).

Para pengunjuk rasa, sebagian besar wanita dan anak-anak, turun ke jalan pada hari Rabu (09/03/2016) di daerah Darayya , yang telah dikepung oleh pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya selama lebih dari tiga tahun.

Anak-anak berbaris membentuk huruf "SOS", sambil membawa spanduk meminta para pejabat PBB untuk membantu.

"(Koordinator Kemanusiaan PBB di Suriah) Yacoub El Hillo, apa yang Anda lakukan untuk membantu kami," bunyi salah satu spanduk.

"Jika Anda dapat menghentikan penembakan, Anda dapat mematahkan pengepungan," bunyi spanduk lainnya.

Tidak ada bantuan yang telah memasuki Darayya sejak awal pengepungan.

Kota tersebut terus menerus mengalami pemboman berat sampai gencatan senjata yang ditengahi US-Rusia mulai berlaku pada tanggal 27 Februari.

Media Centre milik oposisi di Darayya mengatakan bahwa alasan protes mereka dihadiri terutama oleh wanita dan anak-anak adalah untuk membantah klaim rezim Nushairiyah yang menyebut bahwa kota tersebut hanya dihuni oleh pejuang anti Assad.

Darayya berbatasan dengan bandara militer yang digunakan oleh pesawat komunis Rusia – yang mulai melakukan serangan udara dalam mendukung rezim Syiah Assad pada akhir September – dan pemerintah Suriah bernafsu untuk merebut kembali kendali di daerah tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, PBB dan mitranya telah mengirim 536 truk penuh dengan bantuan untuk hampir 240.000 orang, dan pasokan bantuan telah mencapai 18 daerah yang terkepung di negara yang dilanda perang tersebut.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses