Beredar Isu Air Laut Naik, Warga Berhamburan Menuju Gunung

PANDEGLANG (Jurnalislam.com)- Ratusan warga kecamatan Carita berhamburan panik menyelamatkan diri menuju arah yang lebih tinggi, mereka mendapat kabar bahwa air laut kembali naik hingga mengenangi daerah Caringin yang berjarak kurang lebih 1 Km dari bibir pantai Carita, Selasa, (25/12/2018) sore.

“Awas pak air naik, balik ke atas, minggir pak, minggir pak,” kata seorang laskar yang mengevakuasi warga kepada pengendara di jalan Caringin-Jiput.

Menurut pantauan jurnalislam.com di lokasi, terjadi kemacetan yang cukup panjang di arus lalu lintas Caringin-Jiput, terlihat puluhan mobil dan motor membawa pengungsi menuju tempat yang lebih atas.

“Kita mau naik keatas pak, infonya air laut kembali naik, jadi kita menyelamatkan diri,” kata salah seorang warga yang mengendarai motor bersama kedua anaknya kepada Jurnalislam.com.

Tim jurnalislam.com pun bergegas menuju arah pantai Carita guna memastikan info yang beredar itu, dalam pengamatan visual reporter kondisi air pantai Carita masih terlihat normal, namun, terlihat lebih tinggi dari biasanya.

Sumber BMKG pun menyebut terjadi gelombang tinggi di sepanjang Selat Sunda bagian selatan dari tanggal 23-26 Desember 2018. Menurut BMKG, terdapat pola tekanan rendah 1006 hPa di samudra Pasifik utara Halmahera.

Pola angin umumnya bergerak dari barat-barat laut pada wilayah Indonesia bagian utaraa dengan kecepatan angin berkisar 5-20 Knot, sementara bagian di selatan angin bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan 5-25 knot.

JAS Minta Pengusaha Tak Paksa Karyawan Muslim Beratribut Natal

SEMARANG (JurnalIslam.com) – Jama’ah Ansharusy Syariah (JAS) Semarang menyambangi Paragon Mall yang berada di Jalan Pemuda, sabtu (22/12/2018).

Agenda tersebut terkait beredarnya video Paduan Suara yang menyanyikan lagu natal yang memakai busana Muslimah.

“Malam ini kita datangi Paragon Mall meminta klarifikasi berkenaan nyanyian lagu-lagu natal yang melibatkan Muslimah berjilbab dan meminta agar kejadian seperti itu tidak terulang tahun depan,” ucap Marjuki divisi Hisbah JAS.

Selain itu tim juga memberikan surat himbauan kepada manager paragon Mall untuk tidak memaksakan penggunaan atribut natal kepada pegawai Muslim.

“Kami juga mensosialisasikan kepada pihak paragon agar tidak memaksakan memakai atribut natal pada pegawai Muslim,” ujarnya.

Menanggapi kedatangan rombongan dari ormas Islam tersebut, pihak management  Mall  mengatakan bahwa acara tersebut di-setting oleh pihak EO dari external paragon sehingga pihak management mengaku belum tau persis soal teknis acara yang akan diadakan di mall tersebut.

“Acara tersebut di-setting oleh EO dari eksternal, sehingga kami belum tau persis teknis acara yang diadakan,” ucap Deva, Manager paragon Mall

Masterplan Ekonomi Syariah Direncanakan Rampung Desember Ini

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), lembaga di bawah Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sedang menggarap masterplan pengembangan ekonomi syariah.

Rencana induk ini ditargetkan rampung pada akhir bulan untuk kemudian segera diimplementasikan tahun depan.

Kepala Sekretariat Satuan Kerja KNKS Muhammad Cholifihani mengatakan, pembuatan masterplan ekonomi syariah didukung oleh konsultan profesional.

Dalam masterplan, tertuang rencana teknis untuk mencapai target Indonesia sebagai salah satu pusat industri syariah terbaik.

“Baik secara ekonomi dan keuangan,” ujarnya lansir  Republika, Ahad (23/12).

Salah satu poin yang disampaikan dalam masterplan itu adalah sektor prioritas untuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurut Cholifiani, dari data yang ada, industri makanan dan minuman memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki infrastruktur memadai serta nilai ekspor besar.

Oleh karena itu, di masterplan, sektor ini akan dijadikan sebagai prioritas.

Sementara itu, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, masterplan ekonomi syariah KNKS lebih menjabarkan produk-produk yang dapat dikembangkan oleh Indonesia untuk pasar halal dunia.

Selain itu, strategi untuk memasarkan produk-produk tersebut ke pasar internasional dan upaya agar produk mendapatkan sertifikasi halal juga akan dituangkan dalam dokumen.

Selain makanan dan minuman, Bambang menyebutkan, setidaknya ada empat industri lain yang berpotensi dikembangkan untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah Indonesia.

Industri itu adalah pariwisata, kosmetik dan obat-obatan serta tekstil.

sumber : republika.co.id

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Banten, Indonesia Jadi Sorotan Dunia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) — Tsunami yang menerjang kawasan pesisir Selat Sunda, Sabtu (22/12) masih dipertanyak sejumlah pihak. Lantaran tidak adanya peringatan kebencanaan dari tsunami yang disebabkan oleh aktivitas vulkanologi erupsi Anak Krakatau tersebut.

Hal itu juga yang menjadi sorotan media asing, NBCnews dalam laporannya Ahad (23/12) waktu setempat berjudul ‘Mengapa tsunami menerjang Indonesia tanpa peringatan”.

Direktur Pusat Penelitian Tsunami  Universitas California Selatan Costas Synolakis menyebut tsunami yang terjadi di pesisir wilayah Banten dan Lampung tersebut bukanlah tsunami pada umumnya yang terjadi karena aktivitas tektonik atau gempa bumi. Tsunami kali ini terjadi etapi karena aktivitas vulkanik.

Sementara sebagian besar tsunami didahului aktivitas seismik yang memungkinkan untuk dilakukan beberapa peringatan. Namun sayangnya, para ahli menyebut rangkaian faktor menyebabkan dampak bencana terjadi saat tsunami melanda.

Tsunami yang terjadi antara pulau Jawa dan Sumatera itu diketahui disebabkan Anak Gunung Krakatau yang telah aktif sejak Juni. Setidaknya ada dua teori yang menyebabkan letusan memicu tsunami, pertama, yakni tanah longsor di bawah air atau semburan lava cair yang menyebabkan perpindahan. Namun para ahli mengatakan kemungkinan bersar gelombang dipicu oleh tanah longsor.

“Ini bukan tsunami biasa. Ini adalah tsunami vulkanik, itu tidak memicu adanya peringatan. Jadi dari sudut pandang itu, Pusat Peringatan Tsunami pada dasarnya tidak berguna,” ujar Costas Synolakis.

Synolakis melanjutkan, karena dekatnya Anak Krakatau dengan pantai, tsunami pada Sabtu (23/12) kemarin kemungkinan melanda 20-30 menit setelah terjadi aktivitas volkanologi.

Profesor emeritus ilmu bumi di Universitas Northwestern, Emile Okal menyebut gunung berapi adalah sesuatu yang terus hidup. “Ini adalah sesuatu yang secara geologis tidak dalam kondisi stabil kapanpun,” ujar Emile, yang telah mempelajari tsunami selama 35 tahun.

Menurutnya, aktivitas gunung akan menjadi tanah longsor, dan jika gunung berapi tersebut berada di bawah iar maka akan menggusur air dan membuat gelombang. Okal mengatakan untuk mendeteksi tsunami dengan benar, maka Indonesia perlu menghabiskan sekitar satu miliar dolar untuk teknologi dan tenaga sepanjang waktu di sepanjang wilayah pesisirnya. Menurutnya, bahkan pada saat itu bukan jaminan bahwa peringatan akan datang pada waktunya.

Namun kata dia, fakta bahwa tsunami disebabkan oleh gunung berapi dan bukan gempa bumi sebagai satu-satunya alasan, hal itu sangat mematikan. “Sangat buruk bahwa ini terjadi pada malam hari, tampaknya, untuk menambah pada cedera, ini terjadi saat air pasang. Semuanya sama, bahayanya akan meningkat,” kata Okal.

Ini bukan pertama kalinya Anak Krakatau menyebabkan kerusakan di Indonesia, menurut Synolakis. Pada tahun 1883, gunung berapi itu menghancurkan wilayah yang sama selama masa aktivitas gunung berapi.

“Itu tidak diharapkan tetapi tidak terduga untuk terjadi letusan yang dapat menciptakan longsoran dengan cara yang sama yang dipicu 175 tahun yang lalu,” katanya.

Synolakis juga menanggapi pernyataan salah satu pendiri Pusat Penelitian Tsunami Indonesia, Gegar Prasetya, yang mengatakan tsunami tidak terlalu besar. Namun masalahnya adalah orang selalu cenderung membangun dekat dengan garis pantai

Synolakis mengatakan itu tidak realistis untuk mengharapkan semua orang meninggalkan pantai, namun ia menekankan bahwa mereka yang berada di daerah berisiko tinggi harus menyadari potensi serius untuk bencana.

“Jika Anda berada di pantai – di mana Anda seharusnya berada, nikmati pantai, tetapi jika Anda melihat sesuatu yang aneh, gemetar atau perilaku aneh, lari saja,” katanya.

Sumber : republika.co.id

 

Aksi Teatrikal Jadi Media Tampilkan Kezaliman terhadap Muslim Uighur

SERANG (Jurnalislam.com) – Jiwa intelektual, kreatif dan pemberani dari mahasiswa pun hadir di Aksi Bela Uyghur Banten. Mahasiswa-mahasiswa yang terhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Muslim Banten menampilkan teatrikal kekejian pemerintah Cina Xinjiang di sela-sela aksi Jumat lalu.

“Sebagaimana para wali dahulu, orang untuk mewujudkan empatinya bisa memvisualkan yang terjadi, sehingga ada gambaran imajinasi utuh di sela-sela aksi, agar gambaran tentang Uyghur tidak sebatas fatamorgana” jelas Denis Setiyawan Bidang Advokasi dan Aksi dari Aliansi Mahasiswa Muslim Banten kepada Jurnalislam.com tentang aksi teatrikalnya.

“Sebenarnya kami berencana untuk mengadakan aksi solidaritas Uighur ini sendiri dari kalangan Mahasiswa, namun kami dengar akan ada aksi dari para ulama makanya kami pun ikut bergabung dengan ulama sebagai rasa takzim kami kepada ulama” ujar Diebaj presidium Aliansi Mahasiswa Muslim Banten

Diebaj menambahkan lagi, “Kasus Uyghur ini bukan kasus yang baru, tapi baru muncul kepermukaan tahun ini. Dalam menghadapi Cina tidak bisa dengan cara yang halus, harus dengan politik keras, usir kedubes Cina jika tidak menghentikan kekejiannya terhadap muslim Uyghur, makanya spanduk yang kami bawa pun bertulis Usir Kedubes Cina”

“Kami dari mahasiswa siap untuk aksi ke kedubes Cina, meski misal hanya 25 orang kami siap mengusir kedubes Cina” tandasnya lagi.

Reporter : Jumi

Perguruan Bela Diri Muslim Tapak Siaga Kembali Raih Prestasi

KARANGANYAR-(Jurnalislam.com) -Perguruan bela diri muslim Tapak Siaga kembali meraih Juara 2 di kelas G dan F kategori SD dan Juara 3 di kelas G kategori SMA, di kejuaraan Pencak Silat Transmart Cup di Palur Plasa Karanganyar.

Mereka adalah Danis Indra permana siswa tapak siaga Dagas Polokarto, Isa Abdurrahman tapak siaga Al Hikam dan Luthfi Syahputra siswa Tapak Siaga Pusat, Banyuanyar Solo yang berhasil mengharumkan nama perguruan.

Muhammad Abdul Ghoniy, Ketua Perguruan Tapak Siaga mengaku bersyukur  dan bangga atas prestasi anak asuhnya di kejuaraan silat se- Jawa Tengah Transmart Cup 1 di Palur plasa  Karanganyar, Jum’at-Sabtu(20-21,/12/2018).

Alhamdulillah kami penggurus tapak siaga bersyukur atas prestasi yang ditorehkan siswa kami di kejuaraan Transmart Cup  ini, ini adalah pertandingan yang ke 3 yang di ikuti Tapak siaga,” katanya.

Menurutnya pertandingan bukan soal menang dan kalah,tetapi lebih untuk  menjalin ukuwah sesama pesilat di JawaTengah.

“Memenangkan pertandingan itu penting tapi kami menekankan lebih penting lagi menjaga ukhuwah sesama peailat di Jawa tengah”,tutupnya.

Kejuaraan Silat Se-Jateng Transmart cup ini  yang mempertandingkan 4 kelas,yaitu SD/MI, SMP, SMA dan ikuti puluhan perguruan silat dari Jawa tengah.

 

Dari Bali, Aliansi Bela Uighur Desak Presiden Jokowi Bersikap terhadap Cina

BALI (Jurnalislam.com) – Perlakuan represif yang dilakukan Pemerintah Tiongkok kepada masyarakat minoritas Uighur, Xinjiang menuai kecaman di depan Konsulat Jenderal Tiongkok untuk Bali.

Ratusan massa dari berbagai elemen yang terhimpun dalam  Aliansi Bela Uighur berkumpul di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar, Ahad sore (23/12/2018) untuk menyuarakan aksi damai yang bertema “Ini Tentang Kemanusiaan Bukan SARA”.

Koordinator Aliansi Bela Uighur, Zainal Abidin mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Pemerintah Tiongkok kepada masyarakat etnis Uighur.

“Kami mengecam perlakuan diskirimasi atas etnis muslim Uighur di Xinjiang, China. Dari data-data yang kami terima melalui media internasional, lembaga-lembaga HAM internasional bahwa hal tersebut adalah benar semua. Kami mengutuk dan mengecam perbuatan tersebut,” katanya..

Zainal pun mendesak agar Presiden RI Joko Widodo untuk berperan aktif dan memberikan pernyataan sikap resmi kenegaraan untuk mengutuk dan mengecam apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah China kepada etnis Uighur.

Tukimo, salah satu peserta yang hadir dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa kejadian yang menimpa Etnis Uighur adalah kejahatan kemanusiaan.

“Tidak perlu menjadi muslim agar anda peduli terhadap tindakan kekerasan dan diskriminasi di Uighur, cukup dengan anda menjadi manusia yang beradab. Karena yang dialami Etnis Muslim Uighur adalah kejahatan terhadap kemanusiaan” jelasnya.

Dalam aksi damai itu, Aliansi Bela Uighur menyampaikan solidaritas dan dukungannya yang termuat dalam 7 butir pernyataan sikap yang juga dibagikan kepada para polisi yang turut mengamankan.

“siapa pun bisa terus mendukung dan mengecam tindakan diskirimasi yang dilakukan kepada etnis Uighur. Jika ini dilakukan oleh seluruh masyarakat dunia, bisa mendesak PBB melakukan kebijakan guna mencegah meningkatnya kejahatan kemanusian yang menimpa etnis Uighur, ” pungkas Zainal.

 

kontributor : Hedi

 

Isi Liburan dengan Karantina Hafalan Qur’an untuk Buah Hati

BREBES (Jurnalislam.com) – Mengisi liburan sekolah, biasanya digunakan oleh para pelajar untuk bertamasya. Bahkan, tidak sedikit pelajar yang menyia-nyiakan waktu dengan bermain gadget atau bermalas-malasan.

Itulah yang melatar belakangi Fajri Muslim (27), seorang ustaz di Brebes untuk menggelar program liburan sekolah dengan menghafal Alquran.

Fajri membuka Karantina Tahfidz Liburan Sekolah (KTLS) selama 5 hari, sejak 18 hingga 22 Desember 2018 di Asrama Rumah Qur’an Wanita Islam di Jalan Prof. M. Yamin RT. 01, RW 14, Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes.

Selama lima hari itu, sedikitnya 34 santriwati yang merupakan pelajar usia 9 hingga 16 tahun ini ‘mondok’ dan tidak boleh pulang. Mereka diajari metode MASTER (Membaca Alquran Semudah Tersenyum). Untuk musim liburan kali ini, dalam program ini siswa diajarkan menghafal surat Ar-Rahman.

“Menghafal surat Ar-Rahman yang berjumlah 78 ayat beserta arti terjemahan dan nomer ayatnya,” tutur Ustadz Fajri.

Menurut Pria kelahiran Negla, Losari ini, dipilihnya surat Ar-Rahman agar siswa lebih bisa bersyukur atas nikmat Allah SWT. “Dari Surat Ar-Rahman kita banyak belajar tentang hakikat Bersyukur dan mengingat betapa banyak nikmat Allah yang sering kita lupakan,” bebernya.

Tak hanya itu, setelah mereka siswa diwisuda pada 22 Desember 2018, ustadz yang mengantongi sertifikat berbagai metode menghafal Alquran ini membentuk sebuah group alumni KTLS.

“Kelanjutan dari karantina, yaitu para siswa dan siswi dimasukan grup WA alumni. Ini sebagai media pembimbing agar tetap mencintai Alquran dan diarahkan untuk mengikuti pendidikan Alquran. Seperti masuk Rumah Qur’an atau Bimbel Qur’an yg diadakan oleh penyelenggara karantina,” papar Fajri.

Dalam kegiatan itu, peserta yang semuanya pelajar perempuan itu membayar biaya karantina sebanyak Rp 250.000. Termasuk makan, tidur dan segala fasilitas hingga akhirnya keluar karantina bisa hafal dan tahu artinya.

Salah satu peserta KTLS, Aldilla Syifa Nur Islami (11) warga Kelurahan Pasarbatang yang duduk di bangku kelas 6 SD mengaku senang bisa mengikuti masa karantina. “Senang bisa ketemu teman baru, menghafal surat Ar-Rahman, dan tahu makna dan arti dari surat itu,” jelasnya.

Aldilla yang mengikuti karantina atas kemauan sendiri itu mengaku, waktu lima hari dirasakan kurang. “Kurang, karena saya belum menghafal surat Al-Wakiah,” tuturnya.

Sementara itu, orang tua Aldilla, Joelita Pramudyanti merasa bangga dan terharu anaknya bisa menghafal dan memperdalam Alquran. Dia mengaku dapat informasi adanya KTLS dari Rumah Qur’an tempat anaknya mengaji.

Joelita juga tak membebani anaknya untuk turut serta kegiatan itu. “Saya tidak memaksa, saya juga ikhlas melepas anak saya dikarantina untuk memperdalam bacaan Alquran agar lebih tahu arti dan maknanya,” jelasnya.

Kebanggan terhadap anak bertambah, karena buah hatinya itu mendapat sebuah predikat. “Alhamdulillah, anak saya dapat prestasi santri paling bersemangat. Saya ucapkan terima kasih pada ustadzah dan ustad yang sudah memberi ilmu yang bermanfaat untuk anak saya,” tandasnya.

Sumber : kumparan.com

Forum Me-DAN Ajak Masyarakat Terlibat Bantu Muslim Uighur

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Solidaritas dan kepedulian atas dugaan diskriminasi terhadap Muslim Uighur di Xinjiang Cina, Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Forum Me-DAN) Indonesia serukan dukungan moril dan dana untuk

Sekjen Forum Me-DAN  Sunaryo, SE, SKep, MPd menegaskan bahwa tindakan diskriminatif pemerintah RRC dengan menyiksa dan memenjarakan Muslim Uighur ke camp konsentrasi adalah bentuk perampasan kemerdekaan dan penjajahan yang harus dihapuskan.

“Sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia, kita harus peduli dan Negara harus punya peran aktif dalam mewujudkan perdamaian dan penegakan HAM kepada Muslim Uighur” paparnya.

Bahkan, lanjut Sunaryo, Seluruh umat Islam dan ormas-ormas Islam  harus memberikan dukungan moril dan penggalangan dana untuk membantu Muslim Uighur.

“Forum MeDan menentang kezaliman dan tindakan yang bertentangan dengan kemanusiaan dalam bentuk apapun,” tegas Sunaryo.

“Kami mendesak agar pemerintah RRC segera menghentikan kejahatan kemanusiaan ini. Dan, pemerintah RI dan negara-negara Muslim mengambil kebijakan diplomatik guna mewujudkan perdamaian bagi saudara kita etnis Muslim Uighur” pungkasnya.

Contributor : Jaki

BPJH Jamin Sertifikasi Halal Tak Beratkan UMKM

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) masih dalam proses penyelesaian Peraturan Pemerintah (PP) Tentang Undang-undang Jaminan Produk Halal.

Kepala BPJPH Sukoso mengatakan dalam PP tersebut nantinya dipastikan biaya sertifikasi halal tidak akan memberatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meski belum bisa menyebutkan berapa tarif sertifikasi halal untuk perusahaan besar atau UMKM, Sukoso menegaskan usulan yang sudah dimasukkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak besar. “Usulan kita ke Kemenkeu jauh lebih murah dibandingkan Malaysia,” kata Sukoso di Plaza Timor, Jakarta, Jumat (21/12).

Dia menjelaskan, untuk UMKM nantinya harga sertifikasi halal menjadi 10 persen dari biaya normal perusahaan besar. Dengan begitu, biaya sertifikasi halal untuk UMKM tidak terlalu besar.

Kepala Pusat registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Siti Aminah menambahkan persentase tersebut juga akan berbeda untuk masing-masing golongan barang. “Ada produk yang berisiko tinggi dan yang rendah, tentu kita terapkan berbeda,” ujar Aminah.

Hanya saja, subsidi untuk biaya sertifikasi halal tidak mungkin dilakukan dengan subsidi pemerintah. Namun, kata Aminah, subsidi silang masih bisa dilakukan dari biaya sertifkasi perusahaan besar.

Sumber : republika.co.id