Temukan Miras dan Prostitusi, Al Mumtaz Minta Aparat Tindak Penyakit Masyarakat

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) — Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) menggelar operasi penertiban miras dan maksiat guna membantu aparat berwajib menindak penyakit masyarakat, Sabtu (29/12/2108).

Sekjen Al Mumtaz Abu Hazmi mengatakan, dalam aksi penertiban tersebut, pihaknya menemukan pedagang miras dan puluhan kantong miras jenis tuak yang segera diamankan serta pelaku penjual diserahkan kepada aparat.

Selain itu, tim gerakan jundullah Al Mumtaz menyisir wilayah Situ Gede dan menemukan praktik prostitusi. Dua orang diamankan dan diserahkan kepada aparat.

Melihat banyaknya temuan di lapangan, Al Mumtaz mendesak pihakk kepolisian dan Satpol PP untuk segera bergerak secara serius dan profesional membersihkan segala bentuk penyakit masyarakat.

“Kami meminta pihak berwenang, baik pemkot atau kepolisian untuk menertibkan Pergelaran konser Hiburan Musik di arena Pesta Rakyat yang di gelar di lapangan  Dadaha, karena telah di temukan fakta kemunkaran yaitu maraknya pengunjung yang mabuk mabukan dan membawa miras,” ungkapnya.

Ia juga meminta pihak berwenang segera menertibkan peredaran miras dan prostitusi di area wisata Situ Gede. Ia menegaskan siap berkolaborasi untuk membantu aparat menertibkan penyakit masyarakat.

Cerita Emak-emak Banten tentang Lauk untuk Para Relawan

CILEGON (Jurnalislam.com) – Kepedulian masyarakat Indonesia kepada korban bencana tsunami di Banten terus mengalir, tak terkecuali dari kalangan ‘emak-emak.’

Kaum ibu yang tergabung dalam Ummahat Jamaah Ansyorush Syari’ah (JAS)  Banten ini tak seperti relawan kebanyakan yang turun langsung membantu para korban.

Justru, para emak-emak ini menunjukkan kontrubusi mereka dengan membantu para relawan yang datang jauh-jauh dari penjuru negeri. Jumat (28/12/2018) kemarin, para ibu ini melakukan aksi masak bersama, membuat lauk makan yang dapat awet beberapa hari tanpa dimasukkan ke lemari es.

“Pekerjaan relawan lumayan berat, dari membantu membersihkan lokasi sampai dengan evakuasi, belum lagi pendistribusian logistik kepada korban bencana. Relawan harus kuat, tidak boleh loyo, makanya kami sediakan lauk rendang yang awet beberapa hari supaya mereka semangat dan kuat,” kata Hamdiyah, Ketua Ummahat JAS Wilayah Banten kepada Jurnalislam.com.

Bukan hanya hari Jumat saja mereka hadir, pekan depan pun mereka berencana akan membuat lauk makan, namun bukan hanya untuk para relawan tapi juga untuk para pengungsi.

“Kami akan mengatur donasi yang masuk dan membuat menu lauk makan yang awet beberapa hari tapi juga bisa dimakan bukan hanya untuk relawan tapi juga untuk para pengungsi. Pekan depan rencananya kami akan membuat tempe orek kering dicampur kacang dan teri, jika hasilnya lebih banyak, bisa dimakan selain oleh relawan juga oleh pengungsi” lanjut bu Hamdiyah.

Apa yang membuat para ibu ini bergerak? Rupanya nurani keibuan seorang ibu memang timbul dari para ummahat ini.  Mereka sangat memperhatikan urusan perut yang dirasakan oleh para relawan dan para pengungsi.

Mereka bersemangat untuk mengumpulkan uang dari sisa belanja untuk peduli terhadap relawan dan korban tsunami Banten.

“Kami berpikir, ya kasihan dengan para relawan yang kami anggap anak-anak kami, juga para pengungsi, mereka pastinya butuh makan, makanya kami bersepakat untuk mengumpulkan uang dari jatah belanja kami, semoga barokah” ungkap bu Hamdiyah yang telah memiliki 3 anak yang telah dewasa ini.

“Kami berharap bencana ini cepat berlalu dan semua bisa kembali berjalan normal seperti sedia kala,” pungkasnya.

Dirikan Posko di Lampung, KMTR dan SPU Serahkan Bantuan untuk Korban Tsunami

LAMPUNG (Jurnalislam.com)- Komunitas Masyarakat Anti Riba (KMTR) dan Salimah Peduli Umat (SPU) berkolaborasi dengan Sedekah Rombongan (SR) menyalurkan bantuan kepada warga di desa Rajabasa, kecamatan Kalianda – Lampung, Rabu (27/12/2018).

 

Ketua KMTR Agus Imaduddin, mengatakan aksi sosial ini merupakan salah satu program Divisi Peduli Bencana yang terkena dampak bencana alam. KMTR dan SPU bekerjasama dengan sedekah Rombongan(SR) mendirikan Posko di daerah Desa Way Urang Kecamatan Kalianda, Kabupaten Bandar Lampung.

 

“Kami mendistribusikan bantuan tsunami lampung di daerah Rajabasa berupa 320 terpal, 500 sarung, selimut, pampers, mie Instan kepada warga sekitar yang sedang mengungsi,” katanya kepada Jurnalislam.com.

 

Sementara itu, seorang ibu korban tsunami mengaku sangat bahagia saat menerima sarung dari relawan.

Alhamdulillah ya pak ada yang memberi sarung, iso nggo shalat ro nggo selimutan ( dengan logat jawa kental),” ujarnya.

 

Ketua KMTR Agus mengatakan akan kembali bergerak di Project#2 dengan  membawa 10.000 sarung yang akan di distribusikan langsung ke titik pengungsian di Lampung Selatan dan Banten.

Bela Uighur, Umat Islam Jatim Kembali Demo Konjen RRC di Surabaya

SURABAYA (Jurnalislam.com) —Ribuan warga Jawa Timur yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim kembali menggelar aksi bela uighur di Konjen RRC di Surabaya, Jumat (29/12/2018).

GUIB Jatim tetap bersikap mengutuk keras terhadap pemerintahan RRC atas pendholiman, intimidasi, diskriminasi, penindasan , penyiksaan, pengucilan, penangkapan, dan pelarangan ibadah atas muslim Uyghur di Xinjiang China.

Sekjen GUIB M Yunus mengatakan bahwa kebijakan Pemerintah RRC yang secara sistematis melakukan penzaliman, intimidasi, diskriminasi, penindasan, penyiksaan, pengucilan, penangkapan, dan pelarangan ibadah atas muslim Uighur di Xinjiang China adalah merupakan bentuk pelanggaran HAM.

“Mereka melecehkan hukum internasional ,  karena kebebasan beragama adalah hak azasi manusia yang paling mendasar sebagaimana diatur dalam international covenant on social and political righs,” kata Yunus.

GUIB juga, katanya, mendesak Organisasi Kerja Sama negara Islam (OKI),  PBB dan Komnas HAM RI untuk melakukan upaya sistematis dalam rangka  menyelamatkan muslim  Uihgur. dan bersikap tegas terhadap Rezim RRC untuk memberikan hak-hak sipil bagi mereka.

“Kami juga secara khusus meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah RRC,” pungkasnya.

Dalam aksi ini, GUIB juga melakukan penyegelan kantor Konjen RRC di Surabaya.

Sah! Warga Jatim Akhirnya Segel Konjen RRC di Surabaya

SURABAYA (Jurnalislam.com) — Sepekan lalu, ribuan warga Jatim yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) mengultimatum Konjen RRC agar diskriminasi terhadap Uighur di hentikan.

Namun, sampai Jumat (29/12/2018) , aspirasi warga tidak diindahkan. Walhasi, ribuan warga Jatim kini turun kembali dan melakukan aksi penyegelan terhadap Kantor Konjen Republik Rakyat Cina (RRC).

“Mengingat batas waktu yang telah kami tentukan maka kami umat Islam di Jawa timur melakukan langkah langkah sistematis dengan melakukan penyegelan terhadap Konjen RRC di Surabaya,”kata Sekjen GUIB, M Yunus.

Aksi segel ini, kata Yunus merupakan awalan dari ultimatum GUIB, termasuk yang lainnya akan mengusir WNA Cina yang berada di Surabaya.

Ia pun mengajak umat Islam Jatim khususnya bersatu melawan kezaliman Cina.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas manuver pihak tertentu yang ingin  memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan politik praktis sesaat dan upaya adu domba diantara umat Islam di Indonesia,” ungkapnya.

Pernyataan sikap GUIBh merupakan sikap bersama Organisasi Massa Islam  dan lembaga keislaman di Jawa Timur dibawah koordinasi Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI-Jatim).

Komunitas Masyarakat Anti Riba dan Salimah Peduli Umat Kirim Bantuan Tsunami Lampung

KENDAL (Jurnalislam.com) – Komunitas Masyarakat Anti Riba ( KMTR) dan Salimah Peduli Umat (SPU) mengirim bantuan 300 terpal dan 500 sarung ke bencana Tsunami Lampung, Selasa (25/12/2018).

Ketua KMTR, Agus Imaduddin mengatakan, kita peduli bencana tsunami karena kita sesama muslim yang harus saling membantu, sebagai manusia harus  bermanfaat untuk orang lain, saat bencana datang, walaupun saudara kita jauh di lampung.

“Alhamdulillah malam ini kita membawa bantuan 300 terpal, 500 sarung, mie instan dll untuk nanti kita berikan kepada warga yang terkena tsunami di Lampung,”katanya kepada Jurniscom, Selasa (25/12/2018).

“Divisi dari KMTR salah satunya Divisi Peduli  Bencana, Kita berangkat dengan 3 mobil yang berisi terpal dan sarung dan membawa 6 personil dari Weleri menuju Lampung malam ini ” imbuhnya.

kontributor : anom

Generasi Muda Islam Harus Jadi Solusi Permasalahan Bangsa

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Majleis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Hidayat Nur Wahid (HNW), mengapresiasi dan mendukung rencana generasi muda Islam Indonesia yang tergabung dalam organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

KAMMI diimbau terlibat langsung menjadi relawan memantau dan mengawasi pelaksanaan pemilu 2019. Menurutnya, generasi muda Islam berperan menjadi bagian solusi permasalahan bangsa.

Hal tersebut diungkapkan HNW usai mendengar langsung rencana tersebut dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) KAMMI Irfan Ahmad Fauzi dalam acara audiensi antara HNW dan delegasi PP KAMMI, di ruang kerja Wakil Ketua MPR RI, di Gedung Nusantara III, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (27/12).

“Saya sangat apresiasi dan dukung rencana tersebut, dan memang inilah harapan kita semua kiprah generasi muda mahasiswa Islam yang tidak hanya teori tapi aksi dan menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa,” ujar HNW lansir Republika.co.id.

Kiprah positif generasi muda Islam Indonesia KAMMI tersebut, menurut HNW, juga untuk menjawab berbagai kesalahpahaman tentang Islam seperti radikal, nonNKRI, nonpancasila dan lainnya.

Ada lagi kiprah KAMMI sebagai generasi muda Islam Indonesia yang positif yang sangat luar biasa seperti menjadi relawan bersama elemen masyarakat dan elemen pemuda berbeda agama dan suku lainnya, langsung ke lokasi bencana Tsunami yang memporak porandakan wilayah pesisir Banten, Jawa Barat.

“Hal-hal baik seperti itu harus diperhatikan generasi muda Islam Indonesia sebab jika diam saja maka kesalahpahaman-kesalahpahaman tentang Islam akan terus ada,” terangnya.

HNW juga mengingatkan hal tersebut sangat penting. Kiprah dan peran generasi muda Islam Indonesia saat ini untuk bangsa dan negara harus lebih baik dari kiprah dan peran para generasi muda Islam Indonesia di era perjuangan dahulu.

sumber: republika.co.id

 

 

Pusat Kebudayaan Indonesia Akan Dibangun di Arab Saudi

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, Indonesia akan membangun pusat kebudayaan di Jeddah, Arab Saudi. Pihaknya telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Arab Saudi.

“Kami terus mengirim seniman dari Indonesia untuk Arab Saudi. Ini saya sudah minta pak Komjen untuk menjajaki mencari lokasi mana yang paling ideal,” kata Muhadjir di Malang dikutip Jumat, 28 Desember 2018.

Muhadjir mengatakan, pembangunan pusat kebudayaan akan menaikkan nilai tawar Indonesia di Arab Saudi. Selain sektor budaya, pendidikan anak-anak Indonesia di Arab Saudi juga akan diperhatikan lebih baik.

“Sehingga marwah dan martabat Indonesia biar agak gagah lah, di Arab Saudi kita punya pusat kebudayaan,” ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, pembangunan pusat budaya di Arab Saudi sebagai bentuk diplomasi lunak yang dipilih Indonesia. Sebagai negara sahabat, pertukaran budaya dianggap diplomasi paling bagus. Agar masing-masing negara saling memahami dan meningkatkan hubungan diplomatik.

Sumber : viva.co.id

Aa Gym Siap Jadi Orang Tua Asuh Almarhum Aa Jimmy

BANDUNG (Jurnalislam.com) –Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal dengan Aa Gym turut berduka cita atas meninggalnya Aa Jimmy bersama dengan istri dan dua putrinya akibat terjangan tsunami di Banten pada Sabtu malam, 22 Desember 2018 lalu.

Heriyanto atau Aa Jimmy selama ini dikenal kerap meniru gaya Aa Gym dalam berdakwah.

Turut berduka cita dan berbela sungkawa khusus ke Aa Jimmy dan semua yang diuji musibah, semoga husnul khotimah, diterima amal baiknya dan berkumpul di surga-Nya,” kata Aa Gym di tvOne, Jumat, 28 Desember 2018.

Aa Gym bercerita, Aa Jimmy beberapa tahun lalu pernah mendatanginya. Tujuan kedatangannya adalah minta izin karena ingin meniru gayanya. Menurut Aa Gym, sepanjang yang ditirunya membawa kebaikan dia mengizinkannya.

Dan soal putri bungsu Aa Jimmy yang selamat dari bencana tsunami, Aa Gym menawarkan biaya gratis untuk mengenyam pendidikan di pondok pesantren miliknya Daarut Tauhiid. Dia juga menawarkan diri menjadi orang tua asuh untuk bayi yatim piatu itu.

“Kalau anak ini sudah siap sekolah, silakan di Pesantren Daarut Tauhiid tidak perlu biaya. Insya Allah akan jadi orangtua asuh bagi anak Aa Jimmy,” tuturnya.

Seperti diketahui, dalam bencana tsunami Banten, Aa Jimmy, istrinya Hati Nur Illah dan kedua putrinya, Radea Putri Anindyta dan Naisya Rafani meninggal dunia. Sementara putri bungsunya Rasisha Yumna Azahra yang berusia 3 bulan akan dirawat oleh neneknya di Cianjur.

“Sekarang anaknya akan dirawat keluarganya di Cianjur oleh neneknya,” kata keluarga almarhum Aa Jimmy, Dadang Miftah.

Sumber : viva.co.id

 

Sekolah Muhammadiyah Persiapkan Songsong Revolusi Industri 4.0

SOLO (Jurnalislam.com) –SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo akan gelar workshop pendidikan bertajuk Pembelajaran Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0 bertempat di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (27/12/2018).

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas,  Jatmiko mengatakan bahwa jelang era Revolusi Industri 4.0, semua bidang kehidupan akan berhadapan sistem lama tergantikan dengan sistem baru berbasis teknologi, bahkan pendidikan pun ikut mengalami hal tersebut.

Workshop Pendidikan kali ini akan dihadiri oleh narasumber yang kompeten dibidangnya seperti DR. Sutanto,  S. Si.,  DEA Universitas Sebelas Maret dengan materi berjudul Penguatan Pendidikan Karakter di Era Revolusi Industri 4.0, Drs. H. Tridjono Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Kota Surakarta tentang Sinkronisasi Kebijakan dan Peningkatan Mutu Sekolah Muhammadiyah.

Disela-sela acara akan di serahkan 2 Piagam Penghargaan dari Direktur Pembinaan Sekolah Dasar yang tertanda tangan DR. H. Khamim,  M. Pd dengan nomor :1975/D2/PD/2018 atas partisipasinya sebagai pengisi acara Pembukaan dan Penutupan Lomba Budaya Mutu Sekolah Dasar Tingkat Nasional dan Lomba Penulisan Naskah Buku Bacaan Siswa Sekolah Dasar Tahun 2018.

“Piagam ini menjadi sebuah penghargaan, kebanggaan sekaligus tantangan bagi SD Muh 1 Ketelan Surakarta. Penghargaan terhadap Kinerja SD Muh 1 ketelan menjaga Mutunya. Kebanggaan sebagai bentuk pengakuan atas  prestasi SD Muh1 Ketelan yang diakui secara Nasional dalam hal ini Kemdikbud. Sebagai tantangan penghargaan ini mengharuskan SD Muh 1 Ketelan tidak boleh berpuas diri karena ke depan tantangan dunia pendidikan semakin berat,” Ujar Sri Sayekti,  Kepala Sekolah.

Workshop ini akan dibuka oleh Drs. H. Tridjono dan dihadiri seluruh guru karyawan dan sekolah binaan SDSR.

Selain itu,  Workshop ini juga bertujuan menjaga ruh tarbiyah (ruh pendidikan)  dan menyiapkan generasi emas dan mampu menyongsong pembelajaran yang adaftif dan berkemajuan sesuai tuntutan zaman dan mulai berbenah serta hijrah dari proses pembelajaran berbasis Low Order Thinking Skill (LOTS) menuju High Order Thinking Skill (HOTS).