Cerita Emak-emak Banten tentang Lauk untuk Para Relawan

Cerita Emak-emak Banten tentang Lauk untuk Para Relawan

CILEGON (Jurnalislam.com) – Kepedulian masyarakat Indonesia kepada korban bencana tsunami di Banten terus mengalir, tak terkecuali dari kalangan ‘emak-emak.’

Kaum ibu yang tergabung dalam Ummahat Jamaah Ansyorush Syari’ah (JAS)  Banten ini tak seperti relawan kebanyakan yang turun langsung membantu para korban.

Justru, para emak-emak ini menunjukkan kontrubusi mereka dengan membantu para relawan yang datang jauh-jauh dari penjuru negeri. Jumat (28/12/2018) kemarin, para ibu ini melakukan aksi masak bersama, membuat lauk makan yang dapat awet beberapa hari tanpa dimasukkan ke lemari es.

“Pekerjaan relawan lumayan berat, dari membantu membersihkan lokasi sampai dengan evakuasi, belum lagi pendistribusian logistik kepada korban bencana. Relawan harus kuat, tidak boleh loyo, makanya kami sediakan lauk rendang yang awet beberapa hari supaya mereka semangat dan kuat,” kata Hamdiyah, Ketua Ummahat JAS Wilayah Banten kepada Jurnalislam.com.

Bukan hanya hari Jumat saja mereka hadir, pekan depan pun mereka berencana akan membuat lauk makan, namun bukan hanya untuk para relawan tapi juga untuk para pengungsi.

“Kami akan mengatur donasi yang masuk dan membuat menu lauk makan yang awet beberapa hari tapi juga bisa dimakan bukan hanya untuk relawan tapi juga untuk para pengungsi. Pekan depan rencananya kami akan membuat tempe orek kering dicampur kacang dan teri, jika hasilnya lebih banyak, bisa dimakan selain oleh relawan juga oleh pengungsi” lanjut bu Hamdiyah.

Apa yang membuat para ibu ini bergerak? Rupanya nurani keibuan seorang ibu memang timbul dari para ummahat ini.  Mereka sangat memperhatikan urusan perut yang dirasakan oleh para relawan dan para pengungsi.

Mereka bersemangat untuk mengumpulkan uang dari sisa belanja untuk peduli terhadap relawan dan korban tsunami Banten.

“Kami berpikir, ya kasihan dengan para relawan yang kami anggap anak-anak kami, juga para pengungsi, mereka pastinya butuh makan, makanya kami bersepakat untuk mengumpulkan uang dari jatah belanja kami, semoga barokah” ungkap bu Hamdiyah yang telah memiliki 3 anak yang telah dewasa ini.

“Kami berharap bencana ini cepat berlalu dan semua bisa kembali berjalan normal seperti sedia kala,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.