‘Status Kafir Hanya Bisa Diganti dengan Cara Masuk Islam’

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Dai Nasional asal Papua ustaz Fadlan Garamatan mengatakan sebutan non muslim justru sebutan yang jahat karena mempunyai arti tidak selamat.

 

“Tentang ada sekelompok orang yang menyebut non muslim itu justru yang paling jahat muslim artinya orang tidak selamat, kalimat ini maka tidak disiapkan,” katanya kepada Jurniscom di Gedung Serbaguna, Desa Sepanjang, Karanganyar, ahad, (10/3/2019).

 

Menurutnya, pengantian kata kafir hanya bisa dilakukan apabila orang tersebut masuk Islam.

 

“Siapapun manusia di atas muka bumi yang berhak mengganti kalimat-kalimat ini hanya diganti apabila orang mendapat Hidayah dari Allah,” ungkapnya.

 

“Yakni mengatakan asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadarrasulullah kategorikan orang beriman,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, ustaz Fadlan mengungkapkan sebutan kafir justru menunjukan kelembutan Allah pada umat manusia.

 

“Kafir itu adalah cara Allah memandang hambanya dengan kalimat yang paling paling santun, kalimat yang menyenangkan kepada mereka yang belum mendapat hidayah dan petunjuk dari Allah,” paparnya.

 

“Mereka dengan bahasa dalam Alquran dengan sebutan kafir Siapa yang tidak mendapatkan hidayah petunjuk dari Allah untuk menyembah kepada Allah, Allah menyebutnya dengan kalimat kafir,” pungkasnya.

Ingin Jakarta Berkah, FPI Dukung Rencana Pemprov DKI Lepas Saham Bir

SOLO (Jurnalislam.com)- Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman mendukung langkah Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rencana pelepasan saham bir Anker PT Delta Djakarta.

Anies berasalan saham yang diperkirakan senilai 1,2 trilyun itu tidak bermanfaat bagi pembangunan Jakarta.

Munarman beralasan, pendapatan sebuah lembaga pemerintahan harus dapat bersih dari hasil praktik dan uang yang haram agar menjadi berkah.

“Nah ini jadi problem, harusnya APBD ini, PAD (pendapatan asli daerah-red) ini didapatkan dari usaha usaha yang halal, kan kita tau bahwa harta yang halal itu salah satu pertanyaan di yaumil hisab,” katanya kepada jurniscom di Aziza Hotel, Solo, jum’at, (8/3/2019).

 

“Dan lembaga pemerintahan daerah ini akan mengeluarkan kembali uang itu dalam bentuk program, kalau PAD ini bercampur dengan uang uang apakah itu dari saham bir, atau dari pajak tempat pelacuran misalnya,” imbuhnya.

 

Munarman melanjutkan, satu orang yang akan menerima program tersebut baik itu gaji maupun program dari uang yang bercampur aduk antara halal dan haram ini, itu akan berpengaruh secara mentalitas.

 

“Contohnya seperti ini, kita kalau makan makanan basi dampaknya pasti akan sakit perut kan, nah begitupun kalau kita kita makan makanan haram, akan berpengaruh secara mentalitas bukan secara fisik,” ujarnya.

 

“Kalau secara fisik makanan tidak baik itu akan mengganggu pencernaan kita maka kalau makanan yang tidak halal itu akan mempengaruhi mentalitas kita, cara berfikir kita, sehingga korupsi itu merajalela,” sambungnya.

 

Sehingga, katanya, kalau itu dibuatkan program untuk anak anak muda, anak mudanya menjadi ngawur.

“Makanya program program pendidikannya anak muda sekolah menjadi hedonis, anak mudanya menjadi freesex, itu akibatnya, karena uangnya berasal dari yang tidak halal,” tandasnya.

FPI: Jangan Coblos Caleg dan Partai Penolak Rencana Pemprov DKI Lepas Saham Bir

SOLO (Jurnalislam.com)- Penolakan atas rencana gubenur DKI Anies Baswedan untuk menjual Saham bir anker PT Delta Djakarta oleh ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi membuat Juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman angkat bicara.

Menurut Munarman, pihaknya akan membuat daftar nama partai dan caleg yang menolak atas rencana pelepasan saham bir tersebut, agar tidak dipilih rakyat dalam pemilu bulan April 2019 mendatang.

“Kita mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI agar dibersihkan dari itu, tetapi bagi kita justru memperlihatkan dan kita akan buat daftar partai partai mana saja dan anggota dewan yang mana saja, yang tetap mendukung pendapatan dari uang haram, biarkan masyarakat yang menilai,” katanya kepada jurniscom di Aziza Hotel Solo jum’at, (8/3/2019).

“Biarkan mereka ketahuan siapa siapa biar masyarakat tau dan jangan sampai pilih dia, jadi itu biar masyarakat yang menghukumnya, hukuman secara politik namanya bukan sosial, dia tidak akan dipilih,” imbuhnya.

Munarman beralasan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta yang bercampur dengan uang haram akan mempengaruhi mentalitas warganya, sebab, katanya, uang tersebut akan digunakan untuk progam pemerintahan DKI salah satunya program pendidikan.

“Karena ini merusak sebenarnya, ini buat generasi muda tawuran, macam-macam. uang yang haram seperti ini sebenarnya, kan disalurkan ke sekolah sekolah program pendidikannya itu, biaya belanja pembangunannya,” ujarnya.

Lebih lanjut pihaknya akan terus mengawal kebijakan pemerintahan DKI Jakarta.

“Nah ini kenapa alasannya, kita mendukung Gubenur DKI untuk melepaskan itu, ini bukan hanya soal janji kampanye saja, tapi disini ada misi kita membersihkan bahwa APBD dari uang uang haram,” ungkapnya.

“Dan mendorong supaya generasi muda yang menerima program program dari APBD ini menjadi generasi yang baik kualitasnya,” pungkasnya.

BWI Tawarkan Wakaf Linked Sukuk untuk Lembaga Donor Arab

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Wakaf Indonesia melanjutkan penawaran waqf linked sukuk (WLS) termasuk pada investor luar negeri. Saat ini, target utama WLS masih institusi baik domestik mau pun global.

Wakil Ketua BWI, Imam Saptono mengatakan sejumlah upaya dilakukan termasuk mengurus administrasi. Dua pekan lalu, WLS telah resmi mendapatkan fatwa dari Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia.

“Ini penting karena menjadi salah satu pondasi untuk bisa memasarkan keluar negeri,” Imam lansir Republika.co.id pasca Indonesia Wakaf Summit 2019, di Jakarta, Selasa (5/3).

Menurutnya, investor luar negeri sangat memperhatikan sisi regulasi atau kesesuaian produk dengan aturan syariah. Dengan modal ini, BWI mulai melakukan penjajakan dengan sejumlah lembaga filantropi luar negeri, seperti Uni Emirate Arab, Bahrain, Kuwait.

Imam mengatakan wakaf di Indonesia dipandang menarik bagi pihak luar karena berbagai hal. Pertama, negara luar tidak memiliki aset wakaf sebanyak Indonesia. Lahan yang terbatas membuat mereka harus mencari potensi wakaf di tempat lain.

Kedua, Indonesia kaya akan program dan inovasi. Kemudian, Indonesia adalah negara dengan jumlah umat Muslim yang besar sehingga kemanfaatannya dianggap akan jauh lebih besar. “Menurut mereka, ini adalah daya tarik,” kata dia.

Ketua Forum Wakaf Produktif, Bobby Manulang menyampaikan hingga saat ini Islamic Development Bank (IDB) menjadi satu pihak global yang telah meneken kesepakatan pembelian. IDB menanamkan dana di WLS sebesar 250 juta dolar AS.

Sambil melanjutkan masa penawaran, Bobby menyampaikan tim akan melakukan pembahasan dan evaluasi pada Maret 2019. WLS total telah mengumpulkan Rp 15 miliar yang berasal dari total kesediaan nadzhir dan korporat.

WLS menargetkan Rp 50 miliar per peluncuran. Dana tersebut telah terhubung dengan sukuk khusus wakaf yang dibuat Kementerian Keuangan Republik Indonesia setelah targetnya tercapai.

Kampus Dinilai Perlu Sediakan Jurusan Wisata Halal

JAKARTA — Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) mengusulkan agar wisata halal, haji, dan umrah menjadi mata kuliah sekolah tinggi pariwisata.

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, dibandingkan membuat mata kuliah, membuat wisata halal, haji dan umroh menjadi sebuah program studi, menurut dia, jauh lebih efektif.

“Sekolah pariwisata dan fakultas wisata, tinggal tambah prodi tentang wisata halal, yang didalamnya membahas manajemen, sertifikasi dan hal teknis lain,” jelas Sapta, lansir Republika.co.id Kamis (7/3).

Terkait wisata, menurut Sapta, wisata halal tidak jauh berbeda dengan wisata konvensional. Namun memang lebih mengutamakan pelayanan dan fasilitas berbasis syariah.

Namun, lanjut dia, perlu adanya pemahaman lebih mengenai manajemen, dan hal teknis lain yang sesuai dengan prosedur keislaman.

“Karena banyak orang yang ingin berwisata dengan fasilitas berbasis syariah,” kata dia.

Untuk mengembangkan wisata halal di Indonesia, menurut Sapta, pemerintah harus lebih serius, terlebih jika memang ingin membentuk penjurusan mengenai wisata halal.

Perkembangan wisata halal di Indonesia sendiri, lanjut dia, memang cukup memprihatinkan, padahal, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

sumber : republika.co.id

Laznas Dewan Dakwah Jateng Kirim Bantuan Air Bersih untuk Korban Gempa Lombok

SOLO (Jurnalislam.com)- Laznas Dewan Dakwah Jawa Tengah menyelenggarakan aksi pelepasan mobil tangki air untuk bencana gempa Lombok dalam Kajian Al Hikmah di Laweyan, Solo, Rabu, (6/3/2019).

“Pelepasan bantuan mobil tangki air untuk program paska bencana gempa di Lombok yang selama ini kami terus ada disana dan beberapa saat lalu sudah kurang lebih 4 juta liter dengan mobil tangki yang lama kita selesaikan,” kata Direktur Laznas Dewan Dakwah Jawa Tengah Habib Ismail kepada jurniscom.

Habib melanjutkan, penyaluran bantuan air untuk 7 desa tersebut dirasa lebih efektif daripada melakukan pembangunan pipa pipa air dari mata air Gunung Rinjani dan disalurkan untuk warga.

“Pembangunan pipa pipa yang kita bangun sepanjang 4 KM dan 7 KM di dua titik ini terkena gempa susulan sulit diperbaiki sehingga kami dengan bantuan para donatur mengirimkan ulang kembali bantuan mobil tangki yang baru untuk nanti ditempatkan di lokasi yang terkena bencana,” ujarnya.

“Dan nanti akan dikelola oleh tim yang ada disana melakukan kegiatan yang sampai sekarang terus berlanjut,” imbuh Habib.

Selain memberikan bantuan berupa air bersih, Laznas Dewan Dakwah Jateng juga melakukan pembangunan Masjid dan sarana umum MCK untuk keperluan warga terdampak bencana.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai melakukan Recovery, kita membangunkan beberapa unit rumah yang ada disana juga pembangunan MCK, selain MCK ada masjid yang kita bangun karena kita fokus di bidang dakwah,” ungkapnya.

“Yang banyak kita angkat masalah isu dakwah terutama untuk mengembalikan posisi air yang memang cukup sulit bagi mereka mudah mudahan ini bisa membantu recovery,” pungkasnya.

Dalam acara pelepasan mobil tangki air untuk korban benacan Lombok tersebut, Laznas Dewan Dakwah Jateng Juga menyampaikan sejumlah dana yang berhasil dikumpulkan dalam program peduli gempa Lombok yakni sebesar Rp 252.155.239 rupiah.

ECR Bantu Korban Banjir di Trucuk Klaten

KLATEN (Jurnalislam.com)- Emergency and Crisis Response (ECR) melakukan aksi bakti sosial di wilayah terdampak Banjir Klaten di Kecamatan Trucuk, Klaten, Kamis, (7/3/2019).

Sebelumnya, hujan yang mengguyur Jawa Tengah bagian selatan dan sekitarnya pada rabu, (6/3/2019) menyebabkan enam desa di tiga kecamatan.

kecamatan Bayat, Desa Krikilan, Paseban, Belok. Kemudian di Desa Mudran dan Bawak, Kecamatan Cawas, serta Desa Pelanggo di Kecamatan Trucuk.

Alhamdulillah hari ini kita dapat membagikan 100 sarung untuk bantuan terdampak banjir yang ada di wilayah Trucuk ini, ini sebagai komitmen kita dalam kepedulian ECR akan bencana nasional,” katanya kepada jurniscom.

“Terima kasih kepada donatur, semoga apa yang diberikan kepada para korban bencana dibalas oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” imbuhnya.

Sementara itu, Pak Samidi warga Klemudan, Trucuk mengatakan bahwa hujan yang menguyur sejak rabu sore itu membuat genangan air setinggi satu meter.

“Airnya itu sampai situ mas, sampai dekat jendela rumah itu,” ujarnya.

Sementara itu, Subiarto berterimakasih atas bantuan yang diberikan relawan ECR untuk warga terdampak banjir di Trucuk.

“Terimakasih ECR atas bantuannya semoga para donatur dibalas kebaikan oleh Allah,” katanya kepada relawan ECR.

Plt BPBD Klaten Dodhy Hermanu mengatakan bahwa pihaknya bersama TNI dan Polri telah melakukan upaya penanggulangan bencana banjir akibat tanggul jebol dari sungai bengawan Solo tersebut.

“BPBD Klaten bersama relawan TNI/Polri bahu membahu memindahkan warga ketempat lebih aman. BPBD juga mengirim logistik ke lokasi luapan dan longsor. Kami juga mengirimkan ribuan karung pasir bantuan BBWS Bengawan Solo ke sejumlah desa yang sungainya meluap,” kata Doddy.

Punkajian Bekasi Bagikan Iqro dan Mukena untuk Anak Punk Bogor

BOGOR – Komunitas Punkajian Bekasi memberikan Iqro dan mukena untuk anak punk di Ciapus Bogor.

 

Ketua Punkajian Bekasi, Miki Kosasih mengatakan pemberian Iqro dan mukena untuk memotivasi mereka karena berniat belajar agama kembali.

 

“Jadi pemberian tersebut sebagai jawaban atas permintaan mereka yang ingin kembali belajar ilmu agama,” katanya kepada Jurnalislam.com Rabu (06/03/2019).

 

Miki menjelaskan, sebelumnya Humas Punkajian Bekasi, Iwan Daq berkunjung ke basecamp punk Ciapus Bogor.

 

“Dari kunjungan tersebut anak punk Ciapus tertarik belajar agama. Makanya pertemuan kedua tadi kita berikan iqro dan mukena,” tuturnya.

 

Miki berharap ke depannya anak punk Ciapus lebih tertarik belajar Islam terutama mau untuk belajar Al-Qur’an.

Darmin Ingin Bisnis Syariah Gunakan Produk Sendiri, Tak Bergantung Produk Cina

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution hari ini bertemu dengan ratusan pengusaha travel haji dan umrah. Dalam pertemuan itu ia menyebut perkembangan bisnis syariah di Indonesia lambat.

Darmin mengungkapkan kondisi bisnis syariah di Indonesia saat ini lambat karena kegiatan ekonomi syariah yang kurang maksimal. Maka dari itu ia berharap agar manajemen perekonomian syariah dapat lebih baik.

“Sebetulnya perkembangan keuangan syariah yang tidak bisa cepat setelah beberapa tahun terakhir. Kendala malah di sektor riil kegiatan ekonomi kita sendiri. Sehingga manajemen yang seharusnya sudah disempurnakan dari waktu ke waktu menjadi lebih syariah,” terang dia di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Lebih lanjut, ia turut menyinggung angka penduduk beragama Islam yang tergolong besar untuk pangsa pasar. Namun sayangnya, hal tersebut tak berbanding lurus dengan kegiatan bisnis syariah.

“Penduduk muslim Indonesia 87% dari total penduduk Indonesia. Dengan penduduk muslim sebesar itu Indonesia punya pangsa pasar yang berpotensi di dunia Islam. Tapi masuk ke dalam keuangannya kita mulai tidak nomor satu,” jelasnya.

Darmin mencontohkan kegiatan bisnis syariah yang terkendala berasal dari industri.

Ia mengungkapkan selama ini travel haji dan umrah hanya berfokus pada pelaksanaan memberangkatkan haji dan umrah tapi tidak pada persiapan barangnya.

Misalnya, untuk koper yang dibagikan kepada setiap calon peserta haji dan umrah selama ini diimpor dari Cina. Padahal, kata Darmin, industri koper bisa dikembangkan di Indonesia.

“Saya pernah ikut umrah dan ngobrol dengan kelompok lain, itu kan tas koper bagus dan keren apa tampilannya, warnanya begitu ditanya itu buatan Cina semua. Kita nggak bisa mengumpulkan energi dan dana untuk membangun industri untuk itu sehingga tidak memperparah defisit kita terhadap Cina,” tutup dia.

Sumber: detik.com

Ini Alasan Kenapa Kita Harus Segera Berwakaf

(Jurnalislam.com)—Wakaf adalah amal jariyah yang terus mengalir walau kita telah tiada. Tujuan wakaf tentu untuk memberikan sebagian harta ataupun seluruh harta pada golongan tertentu atau ahli yang sudah ditunjuk untuk dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Dan berikut beberapa manfaat Wakaf :

 

  1. Pahalanya Terus Mengalir

 

Benda yang diwakafkan akan terus memberikan pahala bagi sang pewakaf apabila barang tersebut masih dimanfaatkan oleh orang lain atau masyarakat secara luas, sekalipun pewakaf sudah meninggal dunia.

 

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi sesiapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah (2): 261)

 

  1. Wakaf Menumbuhkan Jiwa Sosial Yang Tinggi

 

Seorang hartawan yang memberikan sebagian ht artmaupun seluruh hartanya untuk diwakafkan akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam hubungan kemasyarakatan, tentu hal ini berbeda dengan seorang hartawan yang hanya sibuk mengumpulkan dan menumpuk hartanya tanpa mau memberikan sebagiannya untuk orang lain maupun kepentingan masyarakat secara luas.

 

Dalam buku The Science of Giving :

Experimental Approaches to Study of Charity oleh Daniel M Oppenheimer (editor) dan Christopher Y. Olivola (editor) disebutkan beberapa riset, salah satunya jawaban dari pertanyaan “Does giving make you happy?”.

 

“Ternyata sedekah membuat orang berbahagia. Orang yang memberi sedekah terbukti lebih berbahagia dibandingkan dengan orang yang tidak memberi sedekah. Mengeluarkan uang untuk dipakai orang lain yang lebih membutuhkan ternyata lebih membuat orang berbahagia dibandingkan dengan memanfaatkan uang untuk dipakai sendiri,”

 

Kesimpulan ini diambil dari sebuah artikel karya Gunawan Setiadi. Beliau mengambil kesimpulan dari tulisan milik Katya Andresen yang me-review buku The Science of Giving tersebut.

 

  1. Membantu Beban Penderitaan Orang Lain

 

Manfaat wakaf yang diberikan kepada seseorang bisa membantu meringankan beban orang lain yang sangat membutuhkan, seperti contoh orang yang mewakafkan tanahnya untuk tempat tinggal, hal itu akan sangat berguna bagi seseorang yang memang sangat membutuhkan.

 

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

 

  1. Wakaf Mendorong Pembangunan di Bidang Keilmuan.

 

Pewakaf yang mewakafkan tanahnya untuk pendirian sarana keilmuan seperti sekolahan, Pondok Pesantren, Rumah Tahfidz, asrama sekolahan, yayasan pendidikan, Laboratorium dan banyak lainnya, dengan pendirian tempat pendidikan tersebut akan membantu masyarakat kecil yang ingin menuntut ilmu.

 

  1. Wakaf dapat Mengilangkan Kesenjangan Sosial dan Mempererat Tali Persaudaraan

 

Hubungan masyarakat miskin dan kaya biasanya menimbulkan kesenjangan sosial, fasilitas dan harta yang dimiliki orang kaya dapat menimbulkan sifat iri bagi orang miskin. Dengan Wakaf, maka hal itu akan mempererat tali persaudaraan bagi sang kaya dan si miskin.

 

Ketika seorang hartawan berwakaf dan dapat digunakan oleh masyarakat secara umum, maka ini akan membuat kesenjangan sosial semakin memudar, sebab, bagi orang yang miskin yang sebelumnya tidak bisa menikmati fasilitas seperti yang dimiliki orang kaya maka dengan benda wakaf maka orang miskin pun bisa merasakan dan menikmati hal tersebut.

 

 

Selain ke 5 poin tersebut, tentu banyak lagi manfaat hang di dapatkan dari Wakaf, untuk itu tunggu apalagi, mari kita berwakaf dan rasakan manfaat untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk orang lain. (dbs)