6 Bulan Kekeringan, Akhirnya Sirnoboyo dan Guwotirto Dapat Bantuan Air Bersih

WONOGIRI (Jurnalislam.com)- Solopeduli menyalurkan 10 tangki air bersih ke Sirnoboyo dan Guwotirto pada jum’at, (25/10/2019).

Dua Desa tersebut berada di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Wilayah tersebut dilanda kekeringan sejak 6 bulan yang lalu.

10 tangki air bersih tersebut disalurkan kepada 260 Kartu Keluarga (KK) di dua desa tersebut, Ikhwan (40) salah satu warga setempat mengaku musim kemarau panjang membuatnya tidak bisa mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian sehari hari akibat tidak adanya air.

”Kami hanya bisa pasrah menunggu hujan tiba, sehari-hari kami bekerja sebagai petani, tapi kalau musim kemarau panjang seperti ini kami tidak bisa bertani, yang paling kami butuhkan sekarang adalah air bersih untuk minum dan masak sehari-hari, terimakasih sudah membantu kami mas,” katanya.

Penyaluran air tersebut terlaksana atas kerjasama antara Solopeduli dengan SMA IT Al-Huda Wonogiri. Bantuan air bersih tersebut merupakan bantuan pertama yang datang ke wilayah dua wilayah tersebut.

”Warga disini terlihat sangat senang menerima bantuan air bersihnya, terimakasih banyak SMA IT Al Huda yang telah bekerjasama dengan kami dalam program berbagi air bersih,” ungkap salah satu relawan Solopeduli, Hasta (22).

Rencananya, Solopeduli dalam beberapa hari kedepan masih akan menyalurkan air bersih ke beberapa wilayah terdampak kekeringan cukup parah.

Permintaan bantuan air bersih masih terus berdatangan, sehingga Solopeduli masih membuka layanan donasi khusus bencana kekeringan.

Tokoh PDIP Nilai Wamen Hanya Akomodasi Kepentingan Politik

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Politikus PDIP Erwin Moeslimin Singajuru menilai posisi wakil menteri (wamen) yang dilantik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) Jumat (25/10) kemarin membuat kabinet Jokowi terlalu gemuk.

Menurutnya, posisi wakil menteri terkesan hanya untuk mengakomodasi kepentingan sejumlah pihak.

“Bisa jadi seperti itu (mengakomodasi kepentingan politik sejumlah pihak),” kata Erwin usai diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (26/10).

Hal tersebut terlihat dari beberapa kelompok yang kecewa lantaran perwakilannya tidak masuk ke dalam jajaran menteri kemudian dimasukan ke dalam kabinet.

Bahkan ada juga yang mengancam akan membubarkan diri lantaran kecewa dengan kabinet yang disusun Jokowi.

“Bisa saja alat tawar juga model model begitu,” ucapnya.

Kendati demikian, Erwin menyambut positif adanya posisi wamen tersebut. Menurutnya, pengangkatan beberapa orang sebagai wamen tersebut juga bisa diartikan sebagai upaya kaderisasi kepemimpinan bangsa.

“Ini kan muda-muda, kita jangan underestimate dulu lah. Kita lihat nanti kan belum bisa juga kita evaluasi kan lagi berjalan,” kilahnya.

Lagipula, imbuh Erwin, kewenangan tertinggi tetap dipegang oleh menteri.

Menurutnya, di kalangan politisi posisi wamen dianggap hanya untuk pelipur lara.

“Sebenarnya kalau istilah politik atau kita just kiddingnya, (wamen) untuk jabatan pelipur lara aja, bisa juga begitu, pelipur lara maksudnya mengisi hal-hal yang sebagian, tidak semua,” pungkasnya.

Sumber: republika.co.id

Dulu Menyerang, Kini Projo Sebut Prabowo Patriot Sejati

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Organisasi massa sukarelawan pendukung Jokowi (Projo) menyebut Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai patriot sejati.

Ketua Bidang Organisasi DPP Projo, Freddy Alex Damanik, mengatakan hal itu karena ia melihat adanya keinginan Prabowo untuk membangun bangsa.

“Ya kita harus akui Pak Prabowo patriot sejati. Bukan begitu, tapi beliau ingin menunjukkan, membuktikan kepada rakyat bahwa beliau juga punya keinginan besar untuk membangun bangsa ini,” ujar Freddy dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (26/10).

Ucapan Freddy tersebut langsung mendapat respons dari para narasumber dan penonton yang hadir dalam diskusi itu.

Setelah itu, ia menyampaikan pandangannya mengenai penunjukkan menteri-menteri berikut wakilnya oleh Jokowi beberapa hari lalu.

“Kami lihat sih profesional. Walaupun dari partai kami percaya dengan Pak Jokowi, tapi saya pribadi sama dengan banyak masyarakat, yang paling out of the box itu yaitu Mendikbud dan Menag,” katanya.

Meski begitu, ia memandang keputusan itu bukan dari perspektif pesimistis, melainkan dari perspektif optimistis.

Ia menunggu gebrakan apa yang akan dilakukan oleh para menteri yang menimbulkan banyak reaksi masyarakat saat diumumkan oleh Jokowi itu.

“Gebrakan apa untuk memajukan SDM lewat pendidikan, agama, khususnya untuk pemberantasaan radikalisme,” jelasnya.

Prabowo Subianto resmi menjabat sebaga menteri pertahanan (Menhan) usai dilantik Rabu (23/10) kemarin.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengungkapkan sebelum bertugas Prabowo akan mendengar terlebih dahulu arahan menteri pertahanan sebelumnya Ryamizard Ryacudu.

Sumber: republika.co.id

Jumlahnya Terlalu Banyak, Wamen Dinilai Memperlambat Kinerja Kabinet

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menilai banyaknya jumlah wakil menteri (wamen) di pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin saat ini tidak terlalu efektif.

Pasalnya keberadaan wamen bisa memperlambat kinerja kabinet.

“Kita enggak menduga kalau dulu hanya tiga tapi sekarang sekitar 12 ya.  Memang tadi akhirnya ini strukturnya jadi birokrasi tambah gede, tambah besar akhirnya apa, jalannya lambat, birokrasinya gemuk,” kata Tauhid ditemui di Jakarta, Sabtu (26/10).

Ia berpandangan posisi wamen memang diperlukan tapi seharusnya jumlahnya tidak sebanyak saat ini. Ada beberapa kementerian yang seharusnya tidak perlu ada wamen.

“Misalnya Kementerian Agama, PUPR, karena dia sudah bagus ngapain lagi buat wamen,” ujarnya.

Sedangkan Kementerian BUMN menurutnya wajar jika ada wakil menteri. Pasalnya sebagian besar seperempat dari BUMN kondisinya sakit dan memberatkan APBN.

“Itu perlu ada yang tangani khusus. Tapi tidak perlu dua, satu khusus,” tuturnya.

Lagipula kehadiran wamen dikhawatirkan memunculkan dualisme kepemimpinan.

Apalagi jika menteri dan wakilnya berasal dari partai atau unsur yang berbeda, maka tidak heran jika  menghadirkan interest yang berbeda.

“Itu kan seperti bupati wakil bupati, kan sering banyak yang cocok apa nggak cocok? Lebih banyak yang nggak cocok,” ungkapnya.

Sumber:republika.co.id

Presiden Minta Maaf Karena Ada yang Kecewa Soal Kabinet

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Presiden Joko Widodo menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah pihak yang tidak terakomodasi ke dalam Kabinet Indonesia Maju.

Ia mengaku meski mendapat masukan dari banyak pihak namun hanya memberi ruang kepada 34 orang.

“Yang kecewa berarti lebih dari 266 juta orang pasti kecewa. Artinya pasti yang kecewa lebih banyak dari yang senang dan mungkin juga sebagian dari yang hadir ada yang kecewa. Jadi saya mohon maaf tidak bisa mengakomodasi semuanya, karena sekali lagi ruangnya hanya 34,” kata Jokowi dalam pidatonya saat peresmian pembukaan Musyawarah Besar ke-10 Pemuda Pancasila (PP) di Hotel Sultan, Sabtu (26/10).

Jokowi menjelaskan masukan sejumlah nama tokoh-tokoh calon menteri kepadanya berjumlah 300 orang.

Menurut dia, penyusunan kabinet merupakan tugas yang sulit karena harus menyesuaikan beragam latar belakang.

“Kita harus melihat urusan yang berkaitan dengan daerah, urusan yang berkaitan dengan suku, urusan yang berkaitan dengan agama. Semua proporsinya harus sesuai betul, yang berkaitan dengan partai, dengan profesional. Tidak mudah menyusun kabinet yang harus beragam, karena memang Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Presiden menegaskan.

Presiden menjelaskan terpilih atau tidak dalam demokrasi adalah hal yang lumrah. Dalam Undang-Undang Dasar, pemilihan menteri-menteri kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.

“Tapi saya yakin Indonesia memiliki budaya luhur, Indonesia mempunyai Pancasila yang menyatukan perbedaan pendapat, perbedaan pilihan itu juga wajar. Tapi persatuan, kebersamaan adalah segala-galanya buat kita,” tutur Presiden.

Presiden bersama Ketua Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno telah meresmikan pembukaan musyawarah tersebut, dan Presiden juga mendapat kartu tanda kehormatan PP.

Sumber:republika.co.id

 

Bukalapak Jalin Kerjasama dengan Ribuan UMKM Digital Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kementerian Agama bersama Kementerian Koperasi  dan Usaha Kecil Menengah bersama PT Bukalapak menjalin sinergi dalam Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Digital Terintegrasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Berbasis Pesantren.

Sinergi ditandai dengan penandatangan MoU oleh Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, dan Direktur PT. Bukalapak.com.

Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta Pusat, Jumat (25/10).

Ikut menyaksikan, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman ini adalah bagian dari Program Kemitraan Ekonomi Umat yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sebagai perwujudan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) dan tindak lanjut implementasi dari rekomendasi Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia pada tahun 2017.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari momentum Hari Santri yang diperingati pada 22 Oktober lalu.

Potensi Ekonomi Digital

Deputi Bidang Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing KUKM Mohammad Rudy Salahuddin mengungkapkan, potensi ekonomi digital di Indonesia yang sedang berkembang pesat merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat luas.

Mengutip studi McKinsey (2018), Rudy mengatakan pasar e-commerce Indonesia pada tahun 2022 diperkirakan mencapai USD 55-65 miliar, meningkat signifikan dari tahun 2018 yang hanya sebesar USD 8 miliar.

Demikian juga dari sisi konsumsi individu secara online, di mana pada tahun 2022 diperkirakan akan mencapai USD 620 juta, meningkat signifikan dari tahun 2017 sebesar USD 260 juta.

Namun di sisi lain, berdasarkan riset IdEA, pada tahun 2019, baru 16 persen UMKM yang memanfaatkan platform e-commerce untuk memasarkan produknya.

“Berdasarkan hasil riset yang dilakukan peneliti Institut Pertanian Bogor dan Kementerian Perdagangan (2019), rendahnya adopsi e-commerce oleh UMKM tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman terkait platform e-commerce dan lemahnya kemampuan untuk mengenali peluang pasar melalui media digital,” terang Rudy.

“Untuk itu, diperlukan kemitraan dan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk menyelenggarakan inkubasi bisnis bagi UMKM dengan mengintegrasikan pelatihan, mentoring, akses pembiayaan, dan pemasaran melalui platform e-commerce,” tambahnya.

Rudy menilai,  pesantren yang memiliki fungsi sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat memiliki peran strategis dalam upaya “memerangi” ketimpangan pembangunan. Peran ini didukung oleh besarnya potensi pesantren di mana terdapat lebih dari 27.000 pesantren di seluruh Indonesia dengan berbagai ragam aktivitas ekonomi yang berskala mikro, kecil, dan menengah.

Sumber: kemenag.go.id

 

DSKS MInta Rakyat Kawal Pemerintahan Jokowi Jilid II

Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri menyoroti soal pengangkatan sejumlah Menteri dan Wakilnya yang dianggapnya banyak diisi oleh orang yang diduga sekuler dan liberal.

“Ya karena masih pada tahapan awal memang banyak hal yang menghawatirkan kita, harusnya mestinya kedamaian itu bisa diciptakan dengan menyikapinya dengan secara longgar hati, tapi sejak awal kejutan kejutan itu yang dilakukan,” kata Dr. Muin kepada Jurnalislam.com, di Masjid Al Walidain komplek Ponpes Salman Al Farisi Karanganyar, Ahad, (27/10/2019).

Kendati demikian, Dr Muin menghimbau umat Islam agar tetap bisa menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi.

Ia juga mengajak agar terus memberikan masukan dan mengawal kebijakan dari pemerintahan Jokowi di periode keduanya.

“Kemudian mudah mudahan kita bisa meningkatkan kualitas dakwah karena sikapnya yang sekarang ini bisa karena kebodohan pemerintah atau pemimpin sekarang, atau karena memang ideologinya seperti itu, kalau bodoh ya kita ingatkanlah, bahwa cara memilih pembantu pembantu bukan seperti ini,” pungkas Dr Muin.

Ada Kesan Radikalisme Selalu Dikaitkan dengan Islam

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri ikut angkat bicara terkait arahan presiden Jokowi kepada Menteri Agama Facrul Razi untuk memberantas masalah radikalisme.

Dr Muin menyebut hal itu justru bisa memecah belah hubungan baik antar agama di Indonesia, pihaknya pun juga tidak setuju apabila Islam selalu diidentikan dengan kaum radikal.

“Kemudian menteri agama yang sejak awal ingin memerangi radikalisme bahkan itu tuduhan seakan akan ekstrimisme itu hanya ada pada Islam, padahal sebetulnya selama ini juga nggak ada masalah,” katanya kepada jurnalislam.com usai memberikan materi di Masjid Al Walidain komplek Ponpes Salman Al Farisi Karanganyar, Ahad, (27/10/2019).

“Masalah masalah itu yang mengadakan dari orang tidak suka pada Islam,” imbuhnya.

Seharusnya, kata Dr Muin, pemerintah bisa memberikan pernyataan pernyataan yang menyejukan untuk rakyatnya.

 

Wajah Baru Kemenag dan Masa Depan Keberagamaan di Indonesia

Oleh:  Ainul Mizan, S.Pd*

(Jurnalislam.com)–Usai sudah menag yang baru dilantik tanggal 23 Oktober 2019. Jenderal (purn) Fahrul Rozi menggantikan menag Lukman Hakim Saifuddin.

Presiden Jokowi memberikan arahan mengenai tugas Menag baru untuk mengurusi radikalisme hingga industri halal. Menanggapi hal tersebut, Prof. Din Syamsuddin menyebut bahwa Kemenag sekarang sebagai Kementerian Anti Radikalisme (www.suara-islam.id, 24 Oktober 2019).

Tidaklah berlebihan bila sebutan anti radikalisme disematkan kepada Kemenag yang baru. Istilah radikalisme saat ini lebih bernuansa politik. Narasi radikalisme sangat susah dilepaskan dari hal – hal yang berbau Islam.

Buktnya di antaranya adalah Fahrul Rozi mengklaim bahwa pelaksanaan Islam yang radikal dikarenakan tafsir agamanya yang salah (www.cnnindonesia.com, 24 Oktober 2019).

Menurutnya bahwa Islam itu agama rohmatan lil alamin. Islam tidak mengajak mencari musuh, apalagi mengajak membunuh banyak manusia. Ke depan ia akan mencanangkan program deradikalisasi.

Begitu pula, adanya kekecewaan dari kalangan Banser terhadap Menag baru dengan mereka menarik diri dari ikut memerangi radikalisme.

Mereka beralasan bahwa radikalisme itu biar diurusi negara. Mereka akan fokus pada penguatan internal. Memangnya selama ini bukannya terorisme termasuk radikalisme telah diurusi negara? buktinya ada BNPT dengan program deradikalisasinya dan pembentukan densus 88.

Ditambah lagi fakta empiris yang ada di lapangan yang semakin menguatkan bahwa narasi radikalisme disematkan kepada islam politik. Ajaran – ajaran Islam yang dibidik tidak keluar dari seputar Khilafah, jihad dan tauhid.

Berbagai macam narasi deradikalisasi dilakukan di antaranya dengan memberikan cap negatif kepada simbol – simbol islam seperti cap negatif terhadap bendera tauhid. Dengan tetap bersikukuh dengan narasi bendera milik oraganisasi terlarang.

Pertanyaannya, apakah ketika PPP menggunakan ka’bah dalam lambang partainya lantas ka’bah menjadi milik PPP?

Termasuk persekusi terhadap ulama masih terus berlangsung. Cap intoleran dan lainnya menjadi senjata mematikan. Hal itu semuanya dilakukan untuk menjauhkan umat dari Islam yang apa adanya. Islam yang berdiri dengan jati dirinya sebagai ajaran yang sempurna dan layak untuk memberikan solusi terbaik bagi kehidupan manusia.

Menag Berlatarbelakang Militer

Dengan dipilihnya menteri agama dengan latar belakang militer ini, tentunya harapan besar terhadap upaya memerangi radikalisme bisa semakin masif.

Bila dibandingkan dengan sebelumnya, menag dari kalangan sipil, terkesan lambat. Bisa dimaklumi hal demikian. Hanya saja bila pendekatan yang dipakai didominasi gaya kemiliteran, justru akan mengakibatkan keterbelahan dan rasa curiga di kalangan umat.

Tidak ada lagi kedewasaan berpikir dalam beragama. Negara melalui Kemenag akan melakukan pemaksaan pemahaman agama Islam sesuai dengan kacamatanya sendiri.

Kalau sudah demikian, Kemenag tidak lebih hanya sekedar alat bagi kekuasaan dengan kepentingan politiknya. Undang – undang dan ancamannya langsung memaksa orang untuk sekedar dituduh radikal. radikalisme negara terhadap warganya.

Efek ikutan yang berkelindan adalah berkaitan dengan hubungan dengan warga negara yang non muslim. Indonesia sebagai negeri yang mayoritasnya muslim, tentunya menjadi tidak wajar bila warga minoritas menjelma menjadi tirani bagi yang mayoritas.

Apakah kehidupan keber-agamaan sedemikian ini yang ingin dibentuk? Kalaupun diklaim radikalisme atas nama agama sudah demikian darurat, lantas apakah umat Islam di negeri ini tidak mengijinkan umat lainnya hidup tenang dan damai?

Sesungguhnya adanya Kementerian Agama ini tidak lantas disebut sebagai kementerian bukan hanya untuk agama Islam, tapi untuk kelima agama di Indonesia.

Tidak menjadi urgen untuk diperdebatkan. Yang pasti bahwa mayoritas penduduk negeri ini muslim, konsekwensinya urusan yang paling banyak ditangani oleh Kemenag adalah berkaitan dengan agama Islam. Maka tidak salah pula bila Menag diangkat dari kalangan muslim.

Sedangkan ajaran Islam itu sendiri juga mengatur hubungan antara kaum muslimin dengan orang – orang kafir atau non muslim.

Fungsi Kemenag

Oleh karena itu fungsi dari Kemenag harusnya menjadi kehidupan beragama yang positif. Membangun budaya ilmiah dalam diskusi tema – tema keagamaan yang didasari spirit keimanan dan ketakwaan.

Yang harus dipahami dengan baik adalah kondisi negeri masih banyak PR yang harus diselesaikan. Liberalisasi politik, ekonomi, pendidikan serta kebudayaan justru menjadikan keterpurukan.

Adalah hal yang rasional bila berkembang berbagai pemikiran keagamaan yang berusaha untuk memberikan penawaran solusi bagi negeri ini. Asalkan berbagai pemikiran keagamaan tersebut tidak melanggar batasan – batasan yang sudah pakem dalam khasanah hukum Islam.

Dalam ranah praktis misalnya mengenai diskursus makna Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Yang menjadi pakem dalam hal ini bahwa makna kerahmatan islam bukan dalam pengertian Islam bisa menerima dan berdamai dengan nilai – nilai liberalisme maupun sekulerisme.

Yang menjadi batasan tentunya adalah haram mencampuradukkan antara yang haq dan batil, dan antara Islam dengan kekufuran. Berangkat dari sini, boleh beranjak kepada diskusi ilmiah ajaran Islam dengan berasaskan kepada kacamata islam sendiri, bukan memahami islam dengan kacamatan dan sudut pandang keyakinan orang lain.

 

Dengan demikian, fungsi Kemenag bisa diletakkan secara proporsional, tidak terjebak di dalam pusaran kepentingan politik yang ingin menidurkan umat islam. Karena umat Islam yang bangun adalah yang memahami agamanya dengan baik akan bisa melepaskan dirinya dari belenggu penjajahan dari bangsa penjajah baik dari barat dan timur yakni AS dan China. Umat Islam mempunyai potensi besar untuk menjadi motor penggerak kesejahteraan umat manusia pada umumnya.

 

*Penulis tinggal di Malang

 

 

 

 

 

BMH Hadirkan Ustaz Al Habsyi Galang Dana Kemanusiaan di Gresik

GRESIK(Jurnalislam.com)-Dalam rangka membangun jiwa sosial dan meningkatkan syiar Islam, kembali Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengadakan acara tabligh akbar  danpenggalangan dana kemanusiaan.

Acara ini bertema “A Journey Di Humanity”, menghadikan Da’i kondang nasional Ustadz Ahmad Al-Habsy. Sabtu, (26/10) di Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik.

Ratusan peserta datang dari berbagai daerah di Gresik guna ikut serta dalam acara pengajian bertemakan “Orangtuamu, Surgamu”.

Dalam kesempatan tersebut ustadz Al-habsy menyampaikan, agar seorang anak dapat menemukan jalan kesuksesan dan jalan kebahagiannya lewat jalur orang tua,

“Caranya cukup sederhana, penuhi keinginan orangtumu, ini yang saya pegang bertahun-tahun sampai saat ini, buat mereka berdua senang dan bangga dengan diri kita.” ujar Ustad Ahmad.

“Bagi orang tua berlaku juga hukum mulutmu harimaumu, apapun yang disampaikan seorang ibu bisa menjadi kenyataan, maka hendaknya setiap orang tua agar memperhatikan kata-katanya buat anak, hantarkan anak mendapat berkah dari ucapan orang tua, marahnyapun juga bisa menjadi do’a.”tambah da’i asal Jakarta tersebut.

Beberapa tokoh masyarakat nampak  hadir dalam kesempatan tersebut, diantara Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH, serta Dandim Letko Inf. Budi Handoko, SH, Kapolsek Inggit Prasetyanto serta beberapa undangan dari pondok pesatren di Wilayah Gresik.

Mereka mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya positif dalam mencerdaskan umat dan menjalin silaturahim dengan segenap elemen bangsa.

“Syukur alhamdulillah acara berlangsung dengan aman dan lancar, antusiasme jamaah juga luar biasa, Insya Allah BMH sebagai lembaga zakat nasional yang membidangi layanan keummatan dan sosial, akan senantiasa menggalakkan event-event semacam ini, agar kita senantiasa dapat menjalin sinergi kebaikan lewat majelis ilmu” ucap Muhlis, selalu Manager BMH di Gresik