Umat yang Keruh Berasal dari Hati yang Keruh Karena Cinta Dunia

SERANG (Jurnalislam.com) – Hati adalah harta berharga yang dimiliki oleh setiap insan, ia sangat mempengaruhi kualitas seorang insan, seperti dikabarkan oleh sebuah hadist “Ketahuilah bahwa dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruh anggota dan jika maka rusaklah seluruh anggota, ketahuilah itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Khotib Iedul Fitri di Masjid Al-Muhajirin Waringin Kurung Serang Banten Senin (2/5/2022) lalu ustadz Mahruroji mengingatkan kepada jamaah melalui isi khutbahnya tentang besarnya pengaruh hati pada setiap insan bahkan ummat.

Ustadz Mahruroji mengingatkan bahwa kemampuan kita melaksanakan serangkaian ibadah selama bulan Ramadhan bukanlah disebabkan shalih/shalihahnya kita, melainkan atas ijin, nikmat dan pertolongan Allah, karenanya sangat tak pantas kita untuk menyombongkan diri kita dihadapan manusia apalagi dihadapan Sang Pencipta, sebaliknya ibadah dibulan Ramadhan seharusnya melahirkan pribadi-pribadi yang tawadhu merendah kepada Allah SWT dan peduli kepada sesama.

Ustadz Mahruroji mencontohkan nabiyullah Muhammad SAW, beliau menjadi insan terpilih bukan semata karena tampan wajahnya, melainkan karena ia sang pemilik hati yang bersih. Sangat berbeda dengan kebanyakan insan yang sibuk menata fisik penampilannya agar tampak indah namun lupa memperhatikan keindahan hatinya, maka mengapa kita dapati umat hari ini tampak keruh tidak lain karena keruhlah hatinya. Mengapa banyak insan yang gemar berselisih, jidal, sombong tidak lain karena keruh hatinya, dan penyebab hati keruh adalah cinta dunia. Cinta dunia lah yang membuat kaum muslimin bertikai dan saling bermusuhan.

Rasulullah mengatakan kepada para sahabat “Jika kalian tahu perkara syurga dan neraka seperti aku mengetahuinya, maka tentu kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa dalam hidup di dunia ini”

Ustadz Mahruroji menjelaskan bahwa perjalanan dari dunia keakhirat kampung halaman kita sangatlah panjang, dan beliau memberi perumpamaan bahwa pulang mudik saja tentu kita memikirkan bekal yang cukup, kendaraan yang baik agar selamat sampai kampung halaman, namun pernahkah kita berpikir untuk bekal perjalanan menuju kampung halaman diakhirat, telah cukupkah bekalnya, baikkah kendaraannya. Kata beliau lagi sebaik-baik bekal untuk pulang kampung akhirat adalah takwa. Dan Ramadhan seharusnya adalah pencetak insan-insan yang takwa.

Berakhirnya Ramadhan, umat Islam ada pada 2 golongan, golongan pertama adalah mereka yang berbahagia karena mengisi Ramadhan dengan amal-amal yang mendekatkan diri pada Allah SWT, jika Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan yang terakhir bagi mereka setidaknya mereka punya bekal indah. Sedangkan golongan kedua adalah mereka orang-orang yang menyesal yang sibuk di Ramadhan tahun ini dengan urusan dunia dan dunia, jika Ramadhan ini adalah Ramadhan yang terakhir maka penyesalanlah yang mereka bawa, dan waktu tidak akan pernah kembali. Berapa banyak orang-orang di dalam kubur berharap kembali ke dunia hanya untuk berbuat amal baik.

Jika kita melihat pada siroh bagaimana kaum Muslimin berkali-kali meraih kemenangan? Itu dikarenakan mereka memiliki hati yang bersih yang peduli kepada saudara Muslim sebagaimana kepedulian kepada diri sendiri bahkan mereka lebih mendahului kepentingan saudara muslim dibandingkan kepentingan diri mereka sendiri, mereka itulah yang menjauhi cinta dunia dan sebaliknya ketika mereka mengalami kekalahan tidak lain penyebabnya adalah cinta dunia.

Diakhir khotbahnya, ustadz Mahruroji berpesan kepada jamaah shalat Ied agar mohon ampun kepada Allah atas segala kecacatan dalam beribadah dibulan Ramadhan tahun ini, meminta agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan dan meminta pertolongan Allah agar dapat beribadah maksimal pada bulan Ramadhan tahun depan.

Reporter : Jumi Yanti Sutisna

2021, Baznas Salurkan Rp 24,3 Miliar untuk Sektor Kesehatan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Noor Achmad mengatakan bahwa sepanjang tahun 2021, BAZNAS telah menyalurkan Rp24,.395.297.663 manfaat zakat untuk kesehatan masyarakat. Total ada 362.254 jiwa yang mendapatkannya di seluruh Indonesia.

Sebaran atas manfaat untuk kesehatan ini dirasakan oleh 49.246 jiwa yang dirawat di Rumah Sehat Baznas (RSB) RI, 117.528 jiwa di RSB Yogyakarta, 39.157 jiwa di RSB Sidoarjo, 27.171 jiwa di RSB Pangkal Pinang, 19.114 Jiwa di RSB Palu, 44.816 jiwa di RSB Parimo, dan 63.888 jiwa di RSB Makassar.

Dalam pelayanan atas manfaat kesehatan ini, BAZNAS memberikan berbagai macam pelayanan  Untuk Pelayanan Dalam Ruang (PDR), misalnya poli mulut dan gigi, poli umum, rawat inap, poli spesialis, fisioterapi, Unit Gawat Darurat, poli Psikologi, hingga pelayanan laboratorium.

Untuk Pelayanan Luar Ruang (PLR), Rumah Sehat BAZNAS memberikan pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan ibu dan anak (KIA), kesehatan jiwa, tuberkulosis (TB), pencegahan stunting hingga pengantaran ambulance.

Dikatakan Noor Achmad, pelayanan bagi masyarakat di bidang kesehatan seperti pembangunan Rumah Sehat di Istiqlal terus diupayakan untuk ditingkatkan agar semua masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaat dari zakat, terlebih yang di kelola oleh BAZNAS.

“Dalam praktiknya, hampir tidak ada pembangunan masjid atau program untuk kemakmuran masjid yang terlantar dan tidak ada orang yang membangun masjid yang ditelantarkan Allah SWT,” ujarnya saat menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Sehat Istiqlal di Jakarta Jumat (29/4/2022).

Noor Achmat berharap pembangunan Rumah Sehat ini dapat segera rampung sebelum pelaksanaan presidensi G20 di Indonesia.

BAZNAS bekerja sama dengan masjid Istiqlal Jakarta, melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan Rumah Sehat BAZNAS Istiqlal Jakarta  pada hari Jumat, 29 April 2022 yang di hadiri Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Indonesia Suhajar Diantoro, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan dan Pasar modal Kementerian Keuangan Suminto dan pengurus BAZNAS.

Sholat Idul Fitri 1443 H, Jamaah Membludak Memenuhi Masjid Kottabarat Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Ribuan jamaah memenuhi Masjid Kottabarat hingga jalan raya depan dan samping masjid untuk mengikuti sholat idul fitri 1 syawal 1443 H pada Senin (2/5/22).

Ustaz Nur Salam selaku ketua panitia menyampaikan kehadiran jamaah jamaah banyak sehingga memenuhi masjid lantai 1 dan 2 serta di jalan raya.

“Jamaah yang hadir melaksanakan sholat idul fitri kurang lebih ribuan jamaah, tetapi panitia sudah mengantisipasi dengan mempersiapkan tikar. Alhamdulillah semua tikar terpakai,” jelasnya.

Nur Salam pun mengharapkan ke depan pelaksanaan sholat idul fitri bisa dilaksanakan di lapangan sebagai syiar dan dakwah Islam.

“Sebagai syiar karena semua berkumpul jadi satu di lapangan dan dakwah sebagai bagian sunah Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Bendahara PP Muhammadiyah, K.H. Drs. Marpuji Ali, M.Pd. menekankan saat khotbah idul fitri bahwa corona 2 tahun ini sudah melanda negeri kita. Meskipun telah melandai, tetapi kita jangan sampai lengah. Apa yang perlu diperbuat? Yang terpenting adalah sabar.

“Sabar bukan berarti tidak berbuat apa-apa atau istilah Jawa pasrah bongkokan, tetapi sikap sabar diimbangi dengan ikhtiar. Ikhtiar berusaha agar keadaan menjadi lebih baik sesuai yang dicita-citakan,” papar Marpuji Ali.

Marpuji Ali mengajak kepada jamaah untuk semua yang hadir untuk mempunyai cita-cita masuk surga, mengiringi dengan usaha kerja keras meraihnya, menerapkan sabar dengan penuh ikhtiar, dan senantiasa rukun tidak berpecah belah.

“Allah tidak akan mengubah nasib kaum jika kamu tersebut tidak berikhtiar mengubah nasib sendiri,” tandasnya.

Potensi Zakat Fitrah 2022 Tembus 6,7 Triliun

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Lembaga Riset Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memperkirakan potensi zakat fitrah 2022 berada di kisaran 476 sampai 529 ribu ton beras, yang jika dinominalkan setara Rp 4,7  sampai 6,7 triliun.

 

Angka tersebut didapat dengan estimasi jumlah penduduk muslim yang wajib menunaikan zakat fitrah adalah 211,7 juta orang, yang terdiri dari kelompok muslim kelas menengah-bawah 94,6 juta orang dan kelompok muslim kelas menengah-atas 117,0 juta orang.

 

“Dalam skenario baseline, dengan tingkat kepatuhan 90 persen dan harga beras sesuai konsumsi sehari-hari, potensi zakat fitrah kelas menengah-bawah mencapai 213 ribu ton, setara Rp 2,0 triliun, potensi dari kelas menengah-atas mencapai 263 ribu ton, setara Rp 2,8 triliun,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/04/2022).

 

Dia menambahkan, dalam skenario optimis dengan tingkat kepatuhan sempurna dan muzakki membayar dalam bentuk uang sesuai anjuran lembaga amil yang umumnya dengan acuan harga beras lebih tinggi terutama bagi muzaki kelas atas di perkotaan, maka potensi zakat fitrah melonjak menjadi kelas menengah-bawah 237 ribu ton (Rp 2,6 triliun) dan kelas menengah-atas 293 ribu ton (Rp 4,1 triliun).

 

“Jika tergali dan terdistribusi dengan baik, zakat fitrah memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan untuk membantu memerangi kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem. Potensi zakat fitrah 2022 setara dengan konsumsi beras setahun untuk 9,4 juta penduduk miskin ekstrem pada 2021, yaitu 696 ribu ton senilai Rp 6,0 triliun,” ungkap Yusuf.

 

Dengan estimasi jumlah mustahik zakat fitrah 23,9 juta orang, yaitu muslim miskin 15,7 juta orang dan muslim miskin ekstrem 8,2 juta orang, distribusi zakat fitrah secara tepat sasaran akan melonjakkan konsumsi beras per kapita mustahik miskin dan miskin ekstrem.

 

“Jika mendapat 190 – 212 ribu ton beras zakat fitrah, konsumsi beras per kapita penduduk miskin ekstrem berpotensi meningkat dari 0,205 Kg per hari menjadi 0,269 – 0,277 Kg per hari. Dan di saat yang sama, alokasi 286 – 317 ribu ton beras zakat fitrah, berpotensi meningkatkan konsumsi beras per kapita penduduk miskin dari 0,218 Kg per hari menjadi 0,269 – 0,274 Kg per hari,” ujar Yusuf.

 

Pangan adalah kebutuhan manusia terpenting, sehingga memastikan ketercukupan konsumsi pangan terutama bagi penduduk di lapisan terbawah adalah krusial untuk setiap upaya penanggulangan kemiskinan yang kredibel. Kerawanan pangan di masyarakat miskin adalah nyata, terutama penduduk miskin ekstrem.

 

“Pada 2021, dari 9,4 juta penduduk miskin ekstrem, sebesar 6,5 persen di antaranya mengaku pernah merasa lapar namun tidak mampu makan karena tidak memiliki cukup uang. Di saat yang sama, lebih jauh, sebesar 3,5 persen dari penduduk miskin ekstrem mengaku pernah tidak makan sepanjang hari karena kekurangan uang,” tutur Yusuf.

 

Pengalaman kerawanan pangan yang parah ini banyak ditemui di kantong kemiskinan ekstrem baik di Jawa seperti di Kab. Cianjur, Kab. Bogor, Kab. Pandeglang, Kab. Bandung dan Kab. Karawang, maupun di Luar Jawa seperti Kab. Mappi dan Kab. Sumba Barat Daya.

 

“Tujuan akhir yang ingin dicapai zakat fitrah adalah pemerataan konsumsi pangan melalui consumption- transfer dari kelompok kaya ke kelompok miskin. Distribusi konsumsi pangan yang lebih merata, akan menekan masalah-masalah sosial di masyarakat yang berasal dari rendahnya konsumsi pangan seperti kelaparan ekstrem, kurang gizi dan gizi buruk, hingga stunting,” tutup Yusuf.[]

 

 

Tampakkanlah Kebahagiaanmu di Hari Kemenangan!

Oleh: Budi Eko Prasetiya. SS
Manajer Griya Qur’an Al Hafizh Jember

Seluruh Umat Islam di seluruh penjuru dunia sepantasnya bergembira merayakan hari raya Idul Fitri, hari kemenangan setelah satu bulan ditarbiyah lahir batin dengan puasa di bulan Ramadhan. Berbahagia karena keutamaan dan karunia Allah adalah perintah Allah ‘azza wa jalla sebagaimana disebutkan dalam Al Qur`an:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus : 58)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, dahulu orang-orang Jahiliyyah memiliki dua hari di setiap tahun yang malan mereka biasa bersenang-senang ketika itu. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke kota Madinah, beliau bersabda,
“Dahulu kalian memiliki dua hari di mana kalian bersenang-senang ketika itu. Sekarang Allah telah menggantikan untuk kalian dengan dua hari besar yang lebih baik yaitu Idul Fithri dan Idul Adha.” (HR. Abu Daud no. 1134; An-Nasa’i no. 1556)

Pada hadis tersebut terdapat isyarat yang menunjukkan dianjurkannya berbahagia, menampakkan kesemangatan pada dua hari raya.” (dinukil dari Syarh Umdah al Fiqh, 1/ 409)

Di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dua orang budak wanita menyenandungkan syair-syair hari Bu`ats pada hari raya `ied. Abu Bakar pun marah dan mengingkari perbuatan dua budak wanita tersebut. Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam pun bersabda, “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum itu memiliki hari raya, dan hari ini adalah hari raya kita.” (HR Bukhari no: 939, 952 dan Muslim no: 892)

Perayaan Idul Fitri pertama kali bertepatan dengan kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah. Dalam pertempuran tersebut, pasukan Muslimin yang terdiri dari 313 orang harus berhadapan dengan 1000 tentara dari kaum kafir Quraisy.

Atas kuasa Allah Subhanahu wa ta’ala, kaum Muslimin dapat memenangkan pertempuran, meskipun secara matematis hal ini mustahil untuk terjadi. Di antara rahasia kemenangan ini adalah Allah mengutus bala tentara dari kalangan malaikat. Hal ini terabadikan dalam surat Al-Anfal ayat 9 :

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَٱسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّى مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ مُرْدِفِينَ

Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu. lalu diperkenankan-Nya bagimu, ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

Rasulullah ﷺ dan umat Islam kali pertama kali menggelar perayaan hari raya Idul Fitri pada tahun kedua Hijriiah (624 M) atau dua pekan usai Perang Badar (17 Ramadhan).

Disebutkan, para sahabat menunaikan shalat Idul Fitri pertama dengan kondisi luka-luka yang masih belum pulih akibat perang. Bahkan, sampai Nabi ﷺ bersandar pada Bilal radhiyallahu anhu, ketika menyampaikan khutbahnya.

Hingga kini, Idul Fitri telah dilakukan kaum Muslimin lebih dari 10 abad. Di setiap daerah dan negara, umat Islam memiliki tradisi masing-masing untuk mengekspresikan perayaan kebahahiaan tersebut.

Pada Dinasti Abbasiyah, perayaan Idul Fitri dilakukan dengan rangkaian kegiatan yang meriah. Perayaan dilakukan selama tiga hari diakhiri dengan menyantap beraneka ragam makanan halal yang disajikan. Dalam buku  Empire of the Islamic World dijelaskan, umat Muslim yang berada di jalan-jalan Kota Baghdad dihibur dengan penampilan para seniman dan penyair yang menunjukkan kebolehan mereka. Tentu saja, hiburan tersebut bernilai positif dan tidak melanggar syariat.

Sedangkan dalam  Discover Islamic Art in the Mediterranean  menyebutkan, para sultan Dinasti Mamluk (1250-1517 Masehi) di Mesir membagikan pakaian, hadiah, dan uang kepada masyarakat saat perayaan Idul Fitri.

Di India, para sultan Dinasti Mughal melakukan arak-arakan bersama pengawal kerajaan dalam merayakan Idul Fitri.

Di negara-negara seperti Mesir dan Pakistan, umat Islam menghiasi rumah mereka dengan lentera, lampu kelap-kelip, atau bunga. Makanan khusus pun akan disajikan, teman, tetangga, maupun keluarga besar akan diundang berkumpul bersama.

Di Negara Bosnia Herzegovina yang pernah menjadi wilayah kesultanan Utsmaniyah, ada tradisi membunyikan meriam selama Ramadhan hingga idul fitri. Tradisi ini telah ada sejak berabad silam. Sejak era kekhalifahan Utsmaniyah (1517-1924). Meriam dibunyikan dari Benteng Kuning atau Zuta Tabija, bangunan peninggalan abad ke-18.

Hari Raya Idul Fitri dalam tradisi Utsmaniyah disebut dengan Şeker Bayramı atau Hari Raya Gula yang dirayakan selama tiga hari penuh. Penamaan itu berasal dari banyaknya jumlah cokelat, baklava, dan permen bonbon yang dikonsumsi selama perayaan tersebut.
Istilah tersebut juga berasal dari era Sultan Selim II (m. 1566-1574), yang dimana selama tiga hari raya jalanan Istanbul penuh dengan orang yang mengunjungi kerabatnya. Anak-anak membungkuk untuk mencium tangan orangtua dan mengharapkan koin dan permen sebagai imbalan atas tindakan mereka.

Istana seringkali mengirimkan nampan-nampan permen ke pos-pos tentara sejak bulan Ramadhan (Inside Out In Istanbul, 2018).

Masyarakat Indonesia menggelar berbagai macam perayaan untuk hari raya Idul Fitri, seperti melakukan takbir keliling, mudik atau pulang ke kampung halaman, saling berkunjung ke rumah sanak saudara setelah sholat Idul Fitri.

Di Aceh ada tradisi Meugang membeli kambing, memasak, dan memakannya bersama sanak saudara, bahkan juga anak yatim, orang kurang mampu, dan para tetangga juga diajak untuk makan-makan. Tradisi ini sudah ada sejak Islam mulai masuk ke Aceh sekitar abad ke-14. Pada saat kerajaan Aceh Darussalam berdiri, tradisi ini juga telah dimulai dan dirayakan oleh pihak istana kerajaan.

Di Jawa ada makanan Ketupat, yang telah dikenal sebagai simbol perayaan Idul Fitri sejak pemerintahan Demak pada abad ke-15.
Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yang mengembangkan Islam dengan bantuan para ulama yang berdakwah mengislamkan pulau Jawa yang disebut Walisongo. Wali songo menjadikan filosofi makanan ketupat sebagai akulturasi menanamkan akhlak islam dalam kehidupan masyarakat. Ketupat tidak hanya terkenal di Indonesia, hidangan ini juga dikenal di Asia Tenggara, khususnya negara Melayu sebagai hidangan Idul fitri.

Pada dasarnya, menampakkan kebahagiaan dan bersenang-senang di hari raya bukan berarti bebas melakukan perbuatan apa saja, termasuk bermaksiat. Karena perayaan Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa, yaitu manusia yang bertaqwa. Idul fitri ada karena adanya puasa ramadhan, maka tidak ada kemuliaan beridul fitri jika tak bermujahadah selama Ramadhan dan mengaktualisasikan tarbiyah kesholihan itu hingga 11 bulan setelahnya, bahkan hingga akhir kehidupan seorang muslim.

Idul Fitri adalah jalan bagi seorang hamba menuju fitrah ketaatan dan memurnikan ibadahnya hanya kepada Allah Rabb pengatur semesta Alam. Setiap Muslim yang kembali pada fitrahnya akan senantiasa menjaga ketaatannya dan berusaha memperjuangkan agar aturan Allah terlaksana dalam kehidupan keseharian. Bahkan aturan tersebut menjadi sumber aturan dalam aspek pribadi, keluarga, masyarakat hingga berbangsa-bernegara sehingga terwujud Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur

What Is Exponential Moving Average

calculated

The information in this site does not contain investment advice or an investment recommendation, or an offer of or solicitation for transaction in any financial instrument. IG International Limited is licensed to conduct investment business and digital asset business by the Bermuda Monetary Authority. Stay on top of upcoming market-moving events with our customisable economic calendar. EMAs address the “drop-off effect” caused when the earliest data point rolls off of an SMA calculation. In the world of investment, people always want to buy low and sell high. Founded in 2014,Liquidis one of the world’s largest cryptocurrency-fiat exchange platforms serving millions of customers worldwide.

moving averages cross

If you were seeking a security’s 50-day SMA, the closing prices of the past 50 days would be added together, then divided by 50. A moving average is essentially a measure of the average price of a security that is derived by averaging out the prices over a given period of time. Traders often use moving averages to gauge market trends in order to raise their chances of success and take trades in the direction of the market. This scan looks for stocks with a falling 150-day simple moving average and a bearish cross of the 5-day EMA and 35-day EMA. The 150-day moving average is falling as long as it is trading below its level five days ago. A bearish cross occurs when the 5-day EMA moves below the 35-day EMA on above-average volume.

In general, the 50- and 200-https://forexhistory.info/ EMAs are used as indicators for long-term trends. When a stock price crosses its 200-day moving average, it is a technical signal that a reversal has occurred. This higher weight of recent price data is useful when analysing volatile markets, where there may be abrupt price changes.

Step 2: Add all of the closing prices

Despite this, investors use moving averages to help smooth price action and filter out the noise. The weighting for each older datum decreases exponentially, never reaching zero. Technical analysis focuses on market action — specifically, volume and price. When considering which stocks to buy or sell, you should use the approach that you’re most comfortable with. All moving averages, including the EMA, are not designed to identify a trade at the exact bottom and top.

markets

Generally traders want to trade in the direction of the trend to improve odds and go with the flow. The 8- and 20-day EMA tend to be the most popular time frames for day traders while the 50 and 200-day EMA are better suited for long term investors. The preferred number and type of moving averages can vary considerably between traders, based on investment strategies and the underlying security or index. But EMAs are especially popular because they give more weight to recent prices, lagging less than other averages. Some common moving average ribbon examples involve eight separate EMA lines, ranging in length from a few days to multiple months.

Simple Moving Average Formulas

Moving averages help you trade in the general direction of a trend, but with a delay in triggering entry and exit points. When trading, it is far more important to see what traders are doing NOW rather than what they were doing last week or last month. In our crypto guides, we explore bitcoin and other popular coins and tokens to help you better navigate the crypto jungle. The derivation and properties of the simple central moving average are given in full at Savitzky–Golay filter.

Even though both EMA and SMA contribute significantly, EMA is more sensitive to market reversals and rapid price changes. You essentially use the EMA to track the primary trend and act upon it. If the stock doesn’t close beyond the average, you stay in the trade.

EMA is one of the toptechnical trading indicators that have a reputation for predicting the direction of the market. EMAs are frequently used in combination with other technical indicatorsto confirm and assess important market changes. It is particularly effective for traders who prefer to trade in fast-moving markets. Periods of 50, 100, and 200 are commonly used by traders who track price action back months or years.

As explained above, EMA as with simple moving averages are popular technical analysis tools. SMAs can be quite simply computed using the formula below for an m-day SMA. The most used exponential moving averages depend on the application and the time frame in which you want to trade.

In gradient descent, when the parameter optimization is about to converge, the gradient using the entire training dataset will become smaller and smaller. With the learning rate also become smaller, the optimized parameters will be truly local optimum. This is the disadvantage of the training noise introduced by mini-batch. Ideal trading opportunities arise when the RSI oscillator reaches extreme overbought or oversold levels. We can see that the price decreased below the EMA which presents a great long opportunity and this is matched with an oversold value on the RSI indicator. The price then rose above the EMA indicator, matched with an overbought value.

Weighted moving average

The price of Bitcoin will only temporarily deviate from a moving average before coming back to test it, and then trade above or below it. As you can see, no matter what the time frame, intraday or daily, you can use the exponential moving average to judge the character of a trend. This allows for great opportunities to join the trend while keeping your risk intact by putting stops just above the EMA. Traders also use multiple EMAs to determine levels of support and resistance, generate buy or sell signals, confirm trading signals, and more.

A rising moving average shows that prices are generally increasing. A falling moving average indicates that prices, on average, are falling. A falling long-term moving average reflects a long-term downtrend. Exponential moving averages have less lag and are therefore more sensitive to recent prices – and recent price changes. Exponential moving averages will turn before simple moving averages.

Moving averages may help you trade in the general direction of a trend, but with a delay at the entry and exit points. Traders who employ technical analysis find moving averages very useful and insightful when applied correctly. However, they also realize that these signals can create havoc when used improperly or misinterpreted. All the moving averages commonly used in technical analysis are lagging indicators.

Notice the different colors, https://forexanalytics.info/ periods, and the slope of each moving average. Finally, once you’ve calculated the weights, incorporate today’s closing price into the full EMA calculation. Shorter moving averages have heavier weights for today’s data point.

calculated

Our mission at TradingSim is to provide traders with the tools they need to build their own confidence in trading the markets. The best way to learn how to use exponential moving averages is to spend gobs of screen time analyzing how a stock reacts around moving averages. An exponential moving average is a technical indicator that uses a multiplier to give preference to newer data points and reduce lag in responsiveness to price movements. The aim of all moving averages is to establish the direction in which the price of a security is moving based on past prices.

This is desirable when an https://day-trading.info/ is used to derive a trading entry signal. These short-term trends shouldn’t be considered as investments as they could snap back and reverse anytime. Strong trends are mostly markets that have been hyped up by a lot of traders and the media, and where a lot of new traders hop in. Healthy trends or medium-term trends are fit for traders who are looking to find slow but steady gains especially trend-followers. Let’s take a look at the calculation of a 10-period Exponential Moving Average. Note that the oldest EMA (i.e. for index 10) is calculated as a Simple Moving Average of the previous prices.

Germany: Annual HICP edges higher to 9.3% in February vs. 9% expected – FXStreet

Germany: Annual HICP edges higher to 9.3% in February vs. 9% expected.

Posted: Wed, 01 Mar 2023 13:05:27 GMT [source]

The EMA is a popular technical indicator among traders, as it can be applied to all financial markets, including stocks, forex and commodities. Moving averages can also be used to generate signals with simple price crossovers. A bullish signal is generated when prices move above the moving average. A bearish signal is generated when prices move below the moving average. Price crossovers can be combined to trade within the bigger trend. The longer moving average sets the tone for the bigger trend and the shorter moving average is used to generate the signals.

Stock Market

Buy signals are generated when a less-sensitive EMA crosses a more-sensitive EMA and rises above it. We prefer to use the 9ema on a 5-minute chart intraday, along with a 20ema. For the longer time frames like the 50 and 200, we prefer a simple moving average instead. But here’s the thing, the trick to knowing which EMA to use is really based upon the character of the stock you are trading.

  • If the ribbon is expanding , this indicates the trend is coming to an end.
  • Let’s take a look at the calculation of a 10-period Exponential Moving Average.
  • A bearish signal is generated when prices move below the moving average.

If the market is in a steady and strong uptrend, the indicator line will also display an uptrend; the same works vice-versa for a downtrend. It is obvious now EMA is just a weighted moving average whose weights are exponentially decayed. This information has been prepared by IG, a trading name of IG Markets Limited.

Kemenag Nilai Instrumen Ekonomi Islam Sejalan dengan Tujuan Bernegara

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, M. Fuad Nasar mengatakan, ekonomi berlandaskan keadilan sejalan dengan tujuan negara. Hal ini juga sesuai dengan Pancasila sebagai dasar negara.

“Dalam Pancasila di sila pertama ketuhanan dan sila kelima keadilan. Kata keadilan ini sangat penting sekali karena dalam Al-Qur’an ada 1.000 kali kata adil diulang dalam pelbagai ayat dan konteks,” kata Fuad saat menjadi narasumber Obsesi bertema Ekonomi Berkeadilan sebagai Upaya Membangun Masyarakat Sejahtera Perspektif Moderasi Beragama melalui channel Youtube Bimas Islam TV, Selasa (26/4).

Fuad mengingatkan bahwa kehidupan yang dinamis, damai, dan rukun tidak akan tercapai kecuali dengan memegang teguh prinsip keadilan dalam berbagai hal termasuk ekonomi.

“Dalam ekonomi berkeadilan adanya nilai-nilai instrumental zakat, yaitu kewajiban berbagi. Karena dalam harta kita ada hak orang lain yang haris dikeluarkan,” ujarnya.

Fuad menekankan, untuk mewujudkan ekonomi berkeadilan adalah mengatur hubungan manusia dengan sesamanya sebagai makhluk spiritual, sosial, dan moral dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Karena ekonomi tidak semata-mata kepentingan manusia dalam memenuhi kebutuhan bagi dirinya sendiri tetapi juga mewujudkan kesejahteraan,” tutupnya.

(Tommy)

Indonesia- Turki Bahas Peluang Kerja Sama Pariwisata

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menerima kunjungan Duta Besar Turki untuk Indonesia Askin Asan, untuk membahas potensi dan perluasan kerja sama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

 

Menparekraf Sandiaga Uno saat bertemu Duta Besar Turki untuk Indonesia Askin Asan, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (26/4/2022) menjelaskan Indonesia-Turki sudah memiliki hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Dari hubungan baik tersebut juga telah menghasilkan berbagai kerja sama di berbagai bidang salah satunya parekraf.

 

“Turki memiliki kedekatan dengan Indonesia. Berbagai kerja sama juga telah dilakukan di berbagai bidang mulai ekonomi hingga peningkatan perdagangan, investasi (infrastruktur, energi, dan manufaktur), dan pariwisata,” kata Menparekraf Sandiaga.

Di sektor pariwisata, jumlah wisatawan Turki ke Indonesia pada 2019 mencapai 23.883 orang. Jumlah ini meningkat hingga 14,5 persen atau 3.022 orang dari tahun sebelumnya yang sebanyak 20.861 orang. Untuk itu, Menparekraf mendorong adanya penerbangan langsung dari Istanbul menuju Denpasar (Bali).

“Kami mendorong maskapai Turkish Airline untuk terbang langsung dari Istanbul ke Bali setelah itu bisa dilanjutkan lagi ke Australia dan begitu juga sebaliknya. Hal itu karena demand wisatawan Australia sangat besar, dan diperlukan penambahan penerbangan,” katanya.

“Industri kreatif juga telah menjadi salah satu sektor ekonomi paling dinamis secara global, seiring dengan perkembangan teknologi, pendidikan, dan inovasi,” kata Menparekraf Sandiaga.

Selain itu, lanjut Menparekraf, Turki yang terkenal dengan Cappadocia dengan banyaknya balon udara warna-warni banyak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia setelah melihat dari sebuah serial terbaru di Indonesia, Layangan Putus.

“Cappadocia happening banget di sini. Untuk itu saya ingin mengundang perwakilan dari operator hot air balloon di sana untuk berkolaborasi dan menghadirkannya di Indonesia. Sehingga para wisatawan tidak perlu jauh-jauh ke Cappadocia cukup di Indonesia saja” katanya.

Sumber: ihram.co.id

Rusia Akan Putus Pasokan Gas ke Negara Barat

MOSKOW(Jurnalislam.com) — Kremlin mengatakan Rusia mungkin akan menahan pasokan gas ke konsumen lain. Setelah mereka sempat memutus pasokan ke Polandia dan Bulgaria karena mereka menolak membayar impor gas dengan rubel.

 

Juru bicara Rusia Dmitry Peskov mengatakan permintaan Presiden Vladimir Putin mengubah pembayaran impor gas dengan rubel disebabkan negara-negara Barat membekukan aset cadangan mata uang Rusia. Ia mengatakan Barat “mencuri” aset itu “dalam tindakan tidak bersahabat yang tak pernah terjadi sebelumnya.”

Dalam konferensi pers Peskov memperingatkan konsumen-konsumen Eropa mungkin akan melihat kerannya di matikan bila mereka menolak untuk membayar gas dengan rubel saat jatuh tempo. Peskov menegaskan menolak mengubah metode pembayaran mencerminkan hasrat Barat.

“(Untuk) menghukum Rusia dengan cara apa pun hingga merugikan konsumen, pembayar pajak mereka sendiri dan produsen,” Peskov, Rabu (27/4/2022).

Ia membantah tuduhan Uni Eropa langkah Rusia menahan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria sebagai pemerasan. “Rusia masih merupakan pemasok energi yang dapat diandalkan dan mengikuti kewajiban kontraktualnya,” kata Peskov.

Peskov mengatakan permintaan menggunakan rubel semata-mata urusan teknis. Tidak mengubah harga atau syarat kontrak lain.

Sumber: republika.co.id

 

 

Iran dan Cina Sepakat Perluas Kerja Sama di Bidang Militer

TEHERAN(Jurnalislam.com) – Iran dan Cina sepakat memperluas kerja sama bilateral di bidang militer. Hal itu diharapkan dapat memberikan keamanan yang lebih baik bagi kedua negara.

“Dalam pertemuan (pada Rabu, 27 April 2022) dengan menteri pertahanan China, kami sepakat memperluas kerja sama bilateral dalam latihan militer bersama, pertukaran strategi, masalah pelatihan, dan bidang umum lainnya antara angkatan bersenjata kedua negara, sehingga kami dapat memberikan keamanan yang lebih baik bagi wilayah kedua negara,” kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri kepada awak media di Teheran, dikutip Al Arabiya.

Menteri Pertahanan China Wei Fenghe memang mengunjungi Iran pada Rabu. Selain bertemu Bagheri dan pejabat tinggi Iran lainnya, Wei pun disambut Presiden Iran Ebrahim Raisi. Dalam pertemuannya dengan Wei, Raisi menggambarkan hubungan Iran dan China sebagai relasi strategis.

“Kami mengejar hubungan strategis ini (dengan China) terlepas dari perkembangan internasional dan berdasarkan kepercayaan politik timbal balik. Keberhasilan implementasi perjanjian kerja sama komprehensif 25 tahun adalah prioritas dalam hal ini,” kata Raisi, seperti dilaporkan kantor berita Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA).

Pada 2021, Iran dan China telah menandatangani perjanjian kerjasama 25 tahun untuk memperkuat hubungan ekonomi serta politik. Pada Januari lalu, Iran dan Cina bersama Rusia, menggelar latihan angkatan laut bersama di Samudra Hindia bagian utara. Itu merupakan latihan gabungan ketiga mereka sejak 2019.

 

Sumber: republika.co.id