Pesilat SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Wakili Solo ke Tingkat Provinsi

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Usianya baru 12 tahun dan tubuhnya terlihat mungil. Namun, siapa menyangka siswi SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta berhasil menjadi wakil Kota Solo untuk mengikuti pertandingan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Cabang Olahraga Pencak Silat, Jateng 2020.

 

Ya, Angelica Putri Ramadhani (12) berhasil menyabet juara pertama Popda Cabor pencak silat tingkat Solo Raya kelas c putri dalam pertarungan semifinal dan final para pesilat pelajar dari tujuh kabupaten/kota se-Solo Raya yang digelar di lapangan tenis indoor Manahan, Selasa (25/2).

 

Humas, Aryanto mengemukakan, siswi yang duduk di bangku kelas 7 itu dengan gigih berhasil mematahkan perjuangan lawannya hingga mampu meraih juara pertama. Gadis yang akrab disapa Putri ini bercerita pertarungan berat ketika melawan pesilat dari Klaten. Saat mengetahui lawan ketika di final adalah pesilat dari Klaten, ia pun sempat takut.

 

Namun, ketakutan sirna ketika ia mendapat motivasi dari orang tua dan guru.

 

“Kesulitan saat pertandingan adalah ketika melawan pesilat Klaten. Namun, nasihat orang tua dan guru yang memintanya untuk mencoba terlebih dahulu membuatnya semangat kembali. Apabila kalah, untuk pengalaman, jika menang alhamdulillah,” ungkapnya.

 

Ia pun menambahkan, Putri secara teknik bermain, kelincahan, dan keberanian sudah matang maka dalam pertandingan bisa meraih kemenangan.

 

Berlatih intensif

 

Putri pun berlatih intensif untuk meningkatkan kemampuan pertarungan pencak silat. Dengan didampingi pelatih di Pimda (Pimpinan Daerah) Tapak Suci 05 Sumber, Putri berlatih setiap sore hari. Putri juga tergabung dalam siswa ekstrakurikuler Tapak Suci Putera Muhammadiyah di sekolah. Di sekolah, dirinya pun latihan secara intensif ketika hari Jumat pukul 14.00 s.d. 15.30 WIB.

 

“Walaupun sudah menang, saya perlu mengasah kemampuan agar semakin bagus bertanding dan menang sehingga bisa membanggakan orang tua,” ungkap putri dari Tri Rahayu yang kini tinggal di Jalan Samratulangi 1 Kerten.

 

Perjalanan meraih juara tersebut berawal ketika Putri menang dalam seleksi peserta ekskul Tapak Suci di sekolah.

 

Untuk keperluan lomba maka anak-anak hasil seleksi dilatih secara intensif oleh pelatih di sekolah. Kemudian, Putri mampu berbicara banyak dan meraih kemenangan dalam laga POPDA SMP/SMA Kejurkot Pelajar Kota Surakarta cabang olahraga pencak silat pada Januari lalu.

 

Kini, Putri bersama empat pesilat SMP Solo lolos ke Popda Jateng. Keempat pesilat merupakan siswa kelas khusus olahraga (KKO) SMP N 1 Surakarta, sedangkan putri merupakan siswa dari SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta.

 

Remaja 13 tahun ini tidak memiliki cita-cita khusus menjadi atlet, tetapi ia ingin mengasah kemampuan pencak silat agar bisa meraih segudang prestasi untuk membanggakan orang tua.

 

Putri yang dulu pernah menjadi wakil Solo di tingkat Provinsi ketika Popda Cabor Pencak Silat tingkat SD tahun 2019, memiliki keinginan dan harapan yang sama yakni agar bisa mencapai performa puncak saat tanding di level provinsi.

 

“Saya akan berlatih mematangkan teknik dan strategi bertarung terutama menaga kondisi fisik dan mental,” tandasnya.

 

 

Ini Alasan Din Syamsuddin Mundur dari Stafsus Keagamaan Presiden Jokowi

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Din Syamsuddin mengatakan agenda pemberdayaan ekonomi umat terlalu berfokus pada pengembangan keuangan dan lembaga keuangan syariah.

“Agenda pemberdayaan ekonomi umat sudah dimulai terutama dengan adanya proram-program pemberdayaan ekonomi umat oleh organisasi-organisasi Islam dan menggalakan ekonomi syariah, namun pengamatan dan otokritik saya tentang pengembangan ekonomi syariah, terlalu berfokus pada pengembangan keuangan dan lembaga keuangan syariah,” paparnya dalam sidang Pleno III Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (27/2/2020).

Agenda pemberdayaan dan kebangkitan ekonomi umat, kata dia, perlu melibatkan setidaknya empat sektor. Pertama, pengembangan etos kewiraswastaan. Kedua, peningkatan derajat pengusaha muslim. Ketiga tentang modal, dan terakhir tentang kolaborasi.

Menurutnya, para pengusaha muslim di daerah harus diberdayakan untuk meningkatkan kelasnya.

“Saya tidak ada masalah pribadi dengan Pak Jokowi dalam hal ini. Berkali-kali saya sampaikan tolong segera dituntaskan ini masalah kesenjangan, setahun kemudian saya tagih untuk program pemberdayaan pengusaha muslim ini beliau menjawab, maaf Prof itu tidak mudah, itu yang menjadi alasan saya mundur,” ungkapnya.

“Saya tidak mau ada dusta diantara kita,” sambungnya disambut tepuk tangan peserta KUII.

 

 

Hadiri KUII, UBN Minta Hak dan Keadilan Umat Dipenuhi

PANGKALPINANG(Jurnalislam.com)–Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat KH. Bachtiar Nasir, turut hadir di acara pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII di Pangkal Pinang, Rabu, 26 Februari 2020.

“Alhamdulillah saya bisa hadir di acara pembukaan KUII VII ini, di tengah kesibukan saya melayani dalam membina umat,” ungkap ulama yang akrab disapa UBN ini dalam rilis yang diterima Jurnalislam.com.

“Saya sekarang justru lebih sibuk pasca Pemilu 2019 lalu,” tambahnya. “Karena saya harus kembali terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk terus melakukan pembinaan dan pencerdasan umat secara langsung.”

Acara pembukaan KUII-VII yang diselangarakan bersama antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan MUI Bangka-Belitung (Babel) yang didukung Pemprov Babel ini, pukul 20:00 WIB (26/2) dibuka secara resmi Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum MUI Pusat KH. Ma’ruf Amin.

Hadir dalam acara tersebut, selain Gubernur Bangka-Belitung Dr H. Erzaldi Rosman, SE; MM, juga tampak mendampingi Wapres, Menteri Pemuda & Olah Raga, Menteri Kesehatan, Wakil Ketua Mahkamah Konsitusi, Ketua MUI Bangka Belitung,  serta sejumlah ulama dan ketua-ketua ormas Islam di Indonesia.

UBN yang juga Sekjen Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI), merupakan salah satu dari sekitar 1.250-an ulama, asatidz, dan cendikiawan mulsim yang hadir dalam acara pembukaan yang digelar di Ballroom Hotel Novotel, Pangkal Pinang.

Terkait Hak Umat

Disiunggu tentang seberapa besar dukungannya terhadap pemerintahan saat ini, UBN menegaskan bahwa Pemilu 2019 telah selesai.

Sehingga bangsa dan negara Indonesia harus tetap bergerak dan berjalan.

Tugasnya sebagai ulama di lapangan keumatan, lanjut alumi Ponpes Gontor ini, adalah bagaimana capaian-capaian umat Islam didukung oleh negara.

“Dan kita akan bersama negara, selama hak-hak umat yang berkaitan dengan kebutuhan keadilan hukum dan keadilan sosial dilindungi oleh negara,” tegasnya.

Wakil Menkes Iran Mengaku Positif Corona

IRAN (Jurnalislam.com) – Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi dalam videonya mengakui telah positif terinfeksi virus corona, atau virus mematikan dengan nama medis Covid-19. Setelah sebelumnya ia terlihat kurang sehat dalam sebuah acara konferensi pers TV di Teheran.

“Saya juga telah terinfeksi virus corona. Saya demam semalam dan tes awal saya menunjukkan hasil positif tengah malam,” papar Iraj dalam video yang direkamnya sendiri dan dikutip stasiun berita Al Jazeera edisi Selasa (25/2).

Iraj Harirchi saat ini sedang menjalani karantina dan pengobatan lantaran postif mengidap virus mematikan tersebut.

Di kalangan pemerintah Iran berbeda-beda dalam menyampaikan jumlah pengidap virus mematikan ini di wilayahnya.

Salah seorang pejabat Iran mengatakan per hari ini 95 orang menderita pneumonia Covid-19 dan 15 orang meninggal. Sedangkan, seorang anggota parlemen mengatakan jumlah korban tewas sebenarnya lebih dari 50 orang di kota Qom saja, seperti dilansir dari The Sun.

Ahmad Amiriabadi Farahani, yang mewakili kota suci, menuduh Menteri Kesehatan Iraj Harirchi telah berbohong tentang wabah Corona dan menyebutkan jumlah infeksi berkali-kali lipat dari angka resmi. Namun Iraj bersikeras hanya 61 kasus diketahui dan 12 orang telah meninggal./*Jumi/tribun/liputan6

Kerahkan Militer Turki, Erdogan: Kami Tidak Akan Mundur dari Idlib!

ANKARA(Jurnalislam.com) — Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya berencana untuk memukul mundur pasukan pemerintah Suriah dari pos pengamatan di provinsi Idlib pada akhir Februari.

Hal itu dilakukan walaupun Rusia mendukung Suriah dengan peralatan militer yang canggih.

“Kami berencana untuk membebaskan pos pengamatan kami dari kepungan (pasukan pemerintah Suriah) pada akhir bulan ini,” kata Erdogan saat berpidato di parlemen, seperti dilansir Aljazirah, Rabu (26/2).

Rusia yang menguasai ruang udara wilayah tersebut telah membombardir daerah yang dikuasai pemberontak yang didukung Turki setiap harinya selama berbulan-bulan.

Langkah Moskow dalam membantu serangan pasukan Suriah.

Menurut sumber pemberontak dan Turki, pasukan pemberontak yang didukung militer Turki berhasil merebut kota Nairab di Idlib pekan ini.

Tapi semakin banyak wilayah di Idlib yang berhasil direbut kembali pasukan Rezim Bashar al-Assad.

“Waktu yang kami berikan kepada mereka dalam mengepung menara observasi kami sudah habis, kami berencana untuk menyelamatkan pos-pos pengawasan tersebut dari pengepungan,” kata Erdogan.

Pada 5 Februari lalu, Erdogan mengatakan pasukan Assad harus segera turun di belakang garis pos pengawasan Turki pada akhir bulan ini.

Jika tidak, Turki akan menggunakan militer untuk memaksa mereka mundur.

“Masalah terbesar yang kami miliki saat ini kami tidak bisa menggunakan ruang udara Idlib (karena dikuasai Rusia), harapannya kami dapat segera menemukan solusinya,” kata Erdogan.

Presiden Turki juga mengatakan negaranya berusaha membantu Suriah yang terpaksa mengungsi dari Idlib karena besarnya pertempuran yang sedang terjadi di provinsi itu.

“Kami tidak akan mengambil langkah mundur sekecil apa pun di Idlib, kami akan berhati-hati mendorong rezim keluar dari perbatasan yang telah kami tentukan dan memastikan rakyat kembali pulang ke rumah mereka.

Sumber: republika.co.id

 

Ribuan Ulama dan Dai Hadiri KUII, Gubernur Bangka Belitung Berharap Keberkahan

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin di Novotel Bangka And Convention Centre, Pangkalpinang, Rabu (26/2/2020) malam.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh wakil presiden didampingi Sekjen MUI Buya Anwar Abbas, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan beberapa menteri.

Kongres yang mengusung tema “Strategi perjuangan umat islam untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab” ini diharapkan menjadi jalan untuk mewujudkan umat Islam Indonesia sebagai umat yang terbaik.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyambut baik perhelatan KUII VII di Pangkalpinang.

Ia berharap dengan melayani para ulama, Allah akan meridoi Bangka Belitung.

“Kami mewakili segenap masyarakat Bangka Belitung kami sangat mensyukuri nikmat ini, yaitu saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melayani banyak sekali para ulama. Mudah-mudahan keberkahan dan kebahagiaan Allah ridho kepada Bangka Beltung karena melayani umat ini,” katanya.

Ketua panitia (OC) Kongres Umat Islam Indonesia VII, KH Zaitus Rasmin menyampaikan, kongres kali ini dihadiri sekitar 1000 orang yang terdiri dari pengurus MUI dari pusat dan daerah, perwakilan pimpinan orma Islam se-Indonesia, para tokoh dan tamu undangan serta perwakilan negara-negara sahabat. Acara pembukaan sendiri dihadiri sampai 2500 orang.

Anies Bersyukur Jakarta Dipilih Jadi Lokasi Museum Internasional Sejarah Nabi

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan sebuah keberkahan saat Jakarta terpilih dan Sekjen Liga Dunia Islam mempercayakan sebagai lokasi Museum Internasional Sejarah Nabi Terbesar di dunia dan satu-satunya yang dibangun di luar Saudi Arabia.

“Ketika kami mendengar kabar itu, kita semua bersyukur bahwa Indonesia menjadi tuan rumah dan kita lebih bersyukur lagi, ketika Jakarta menjadi tuan rumah dari museum ini. Bagi kami di Jakarta ini sebuah keberkahan tersendiri,” katanya saat sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi di Pantai Ancol Timur, Rabu (26/02/2020).

Anies mengatakan bahwa sungguh sebuah keberkahan bagi Jakarta ketika beberapa bulan lalu mendengar kabar bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Museum Internasional Sejarah Nabi terbesar di dunia. Museum ini, kata Anies, merupakan satu-satunya museum yang dibangun di luar Saudi Arabia.

“Kita semua bersyukur bahwa Sekjen Liga Dunia Islam mempercayakan kepada kita untuk merawat dan mengembangkan museum satu-satunya yang dibangun di luar Saudi Arabia ini,” kata Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Pada hari ini, Rabu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

Selain Gubernur DKI Jakarta, turut hadir pula Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla dan sejumlah duta-duta besar dari negara sahabat.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, rencana pembangunan Museum Rasulullah merupakan keputusan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Pemerintah Harap KUII Sarana Lahirkan Predikat Umat Terbaik

PANGKALPINANG (Jurnalislam.com) – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin di Novotel Bangka And Convention Centre, Pangkalpinang, Rabu (26/2/2020) malam.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh wakil presiden didampingi Sekjen MUI Buya Anwar Abbas, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan beberapa menteri.

Kongres yang mengusung tema “Strategi perjuangan umat islam untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab” ini diharapkan menjadi jalan untuk mewujudkan umat Islam Indonesia sebagai umat yang terbaik.

Wapres berharap Kongres ini menjadi jalan agar umat Islam Indonesia menjadi umat yang terbaik.

“Bagaimana membangun kembali umat terbaik inilah yang sangat kita harapkan. Bagaimana kita bisa meraih predikat ‘khoira ummah’ kembali. Indonesia yang paling banyak umat Islamnya ini diharapkan menjadi bangsa yang ‘khaira ummah’,” tuturnya.

Cegah Corona, Arab Saudi Hentikan Sementara Izin Umroh

RIYADH(Jurnalislam.com)–Arab Saudi telah menangguhkan masuknya ke negara itu bagi orang-orang yang ingin melakukan umrah atau mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah karena kekhawatiran akan penyebaran virus corona, lansir Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (27/2/2019)

Pedoman untuk mencegah kedatangan virus ke Kerajaan juga termasuk penangguhan perjalanan ke dan dari Arab Saudi untuk warga negara GCC menggunakan kartu ID nasional.

Ada juga penangguhan entri visa turis bagi mereka yang datang dari negara-negara di mana penyebaran virus berbahaya.

Hampir 7 juta peziarah tiba di Kerajaan setiap tahun, dengan mayoritas mendarat di bandara di Jeddah dan Madinah.

sumber: Arabnews

Kalau Tidak Ada Gebrakan, Buat Apa Ada Kongres Umat Islam?

Oleh: Tony Rosyid

 

Konggres Umat Islam digelar lagi. Setelah sempat mati suri di awal Orde Lama dan terkubur di sepanjang era Orde Baru. 1998 Orde Baru tumbang, Kongres Umat Islam hidup kembali.

Tapi, tak seheroik era tahun 1938 yang mengukuhkan Majlis Islam A’la  Indonesia (MIAI) dan 1945 yang berhasil melahirkan Partai Masyumi. Satu-satunya partai yang merepresentasikan umat Islam saat itu.

Pemilu tahun 1955 Masyumi dapat suara. 20,9 persen. Sebelum akhirnya NU menarik diri dari Masyumi. Masyumi makin melemah dan akhirnya dibubarkan oleh Soekarno. Di era Soeharto ganti nama menjadi Parmusi. Tapi, tak lama lahir, dihajar, dan mati juga. Reborn melalui PBB di era reformasi, tapi Wassalam!

 

Hebatnya Kongres Umat Islam saat itu, langsung masuk pada jantung masalah. Berani dan bernyali untuk ambil peran di saat Indonesia sedang mencari bentuk. Rekomendasinya riil, konkret dan terukur. Bagaimana dengan kongres sekarang yang dikomandoi panitianya oleh K.H Zaitun Rasmin, Wasekjen MUI yang namanya viral dan makin populer setelah debat di ILC dengan Ngabalin, utusan dari istana.

 

Soal isu, saat ini tak kalah besar dengan isu di tahun 1938 dan 1945. Jika pra dan pasca kemerdekaan isunya adalah bagaimana umat Islam mengambil peran kemerdekaan dan ikut mengisi panggung politik Indonesia yang sedang mencari bentuk, maka isu saat ini bagaimana umat Islam memulihkan perannya setelah banyak diambil, bahkan dirampok oleh para pemilik modal (kapitalis) yang mengendalikan negeri ini, baik ekonomi maupun politik, melalui tangan-tangan kekuasaan.

 

Fakta bahwa reformasi telah melahirkan oligarki tak bisa dibantah. Merekalah yang mengendalikan negara ini melalui proses industrialisasi politik. Demokrasi dikendalikan secara liberal oleh penyertaan modal para cukong sebagai investasi untuk memborong saham di setiap pemilu. Akibatnya, para pemimpin, elit dan pejabat tinggi tidak lahir dari hati rakyat, tapi mereka dilahirkan oleh kepentingan konglomerasi.

 

Umat Islam di Indonesia adalah mayoritas. 86 persen. Jumlah sebesar itu mesti menyadarkan Umat Islam untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Peran ini bisa diperjuangkan secara struktural melalui parpol, dan secara kultural melalui ormas yang semua perwakilannya hadir pada hari ini di kongres.

 

Umat Islam punya partai Islam. Ada PKS, PKB, PPP dan PAN. Selama ini empat partai Islam ini nyaris gak pernah akur. Kerja sendiri-sendiri dengan agenda dan kepentingan masing-masing. Bersaing dengan isu-isu klasik seperti wahabi, khilafah, Islam garis keras, dst untuk saling melemahkan. Padahal, partai-partai Islam inilah yang paling potensial untuk menyuarakan secara struktural berbagai kepentingan Umat Islam dibanding partai-partai lain.

 

Umat Islam menginginkan adanya aturan halal food, halal tourism, dan halal finance misalnya, mungkinkan bisa melalui partai di luar empat partai Islam itu? Ayo obyektif!

 

Inilah yang disorot oleh gubernur Bangka Belitung, Dr. Erzaldi Rosman Djohan, dalam pembukaan seminar “Halal Internasional” di hadapan para peserta Kongres Umat Islam ke-7 ini.

Gubernur Babel mengeluh kenapa Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih banyak melibatkan bank konvensional, bukan bank Syari’ah. Dimana keberkahannya, tanya orang nomor satu di Babel ini. Ia juga menyoroti RUU Omnibus Law terutama soal pihak yang akan mensertifikasi halal.

Gak usah ribut soal siapa pihak yang berhak mengeluarkan sertifikat halal, tapi yang lebih penting adalah bagaimana mengatur strategi untuk memperjuangkan halalisasi industri. Mosok kalah sama Jepang dan Australia, katanya. Sebuah pemanasan yang inspiratif dan sedikit berani. Keren Pak Gubernur!

 

Melalui kekompakan empat partai Islam, idealny aumat Islam bisa menitipkan semua aspirasi kepentingan dan harapannya. Baik kepentingan struktural maupun kepentingan substansial.

 

Kepentingan struktural artinya umat Islam mesti memiliki keterwakilan secara proporsional dan signifikan di struktur kepemimpinan bangsa ini.

 

Untuk memenuhi kebutuhan itu, akan lebih efektif jika Kongres ke-7 kali ini ikut merekomendasikan partai-partai Islam seperti PKS, PKB, PPP dan PAN berkoalisi dalam setiap pemilu, baik pilpres maupun pilkada. Lalu mendorong umat Islam untuk memberi dukungan kepada calon-calon pemimpin yang didukung oleh empat partai tersebut sebagaimana era 1955 ketika Masyumi jadi satu-satunya representasi hasil kongres Umat Islam tahun 1945. Berani? Atau mau diskusi panjang dulu sampai gagasan ini akhirnya masuk selokan karena tak adanya nyali para ulama dan tokoh Islam yang ikut Konggres ini.

 

Secara substansial, banyak problem serius yang sedang dihadapi oleh umat Islam, dan juga bangsa saat ini. Tidak saja problem ekonomi yang dikuasai oleh 1-10 persen orang terkaya di Indonesia, tapi juga problem hukum dimana institusi-institusi penegak hukum tak ada tanda-tanda punya kemauan sungguh-sungguh menjadi panglima keadilan. Tapi sebaliknya institusi-institusi ini justru seringkali dipakai untuk kepentingan pragmatis kekuasaan.

 

Tidak saja merekomendasikan, tapi Kongres Umat Islam juga mesti mengawal dan memastikan bahwa rekomendasi itu terealisasikan. Jangan sampai ada anggapan publik bahwa kongres Umat Islam hanya ritual lima tahunan. Kegiatannya gak didengar umat, rekomendasinya tak lebih dari asesoris kegiatan. Sekedar kumpul-kumpul ulama, pimpinan ormas dan pejabat.

 

Jangan sampai pula masyarakat di bawah nanya: Kongres Umat Islam itu apa sih? Kan gak lucu kalau pertanyaan itu yang muncul. Ayo buktikan!

 

Bangka Belitung, 27 Pebruari 2020

*Pemerhati Bangsa