Cegah Corona, SD Muhammadiyah Surakarta Semprot Semua Fasilitas Pendidikan

SOLO (Jurnalislam.com) – Cegah Covid-19, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta gelar penyemprotan pest control mencakup seluruh bangunan sudut ruang kelas, musholla, ruang kepala sekolah, guru, laboratorium jurnalistik radio solo belajar, botani, aula dan area sekolah, Jum’at (20/3/20).

Hal tersebut upaya sistematis, terstruktur untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 setelah penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona di Solo.

Mengendalikan hama seperti serangga terbang (nyamuk serta lalat), serangga merangkak (semut, kecoa, tikus serta rayap), hama gudang (kumbang, kutu, ngengat serta ulat) serta hama spesial (kaki seribu, laba-laba, tokek, kelelawar, burung, dan lain-lain).

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko mengatakan virus Corona bisa dilawan mulai dari diri sendiri melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS), tingkatkan imun dan iman. Penyemprotan melibatkan tim dua belas pimpinan sekolah bekerja sama Nerv Pest.

“Bersama warga sekolah gotong royong melawan corona, kita lakukan treatment thermal fogging, menjaga kebersihan dari semua makanan dan mengurangi tumpukan barang di dalam gudang, agar tempat belajar nyaman dan mengurangi rasa was-was sehingga orang tua pun tenang ketika anak-anak belajar di sekolah,” kata Jatmiko kepada wartawan.

Dyah Ayu Ratnaningsih SE SPd wali kelas 4B mencoba membuat hand sanitizer karena sudah langka. Memanfaatkan kebun botani, mengisi ketika di sekolah tidak mengajar.

“Dari daun Kemangi dan lidah budaya dengan air sedikit, proses membuatnya pisahkan lidah buaya, masukkan kemangi ke dalam blender dan lidah buaya lalu dicampur hingga merata dan masukkan ke dalam botol,” ujar Ayu.

Pada Jum’at 13 Maret 2020 lalu, sekolah mengadakan Literasi Kesehatan, Budaya, dan Korona. Mewajibkan semua bagian waspada akan kesehatan dan keselamatan diri.

Juga Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Memanfaatkan dan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk) melibatkan dokter kecil yang dibina Nurtiningsih bagian dari progran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Di SD Muhi, berbagai kegiatan literasi rutin kami lakukan. Selain literasi dasar membaca buku 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar, juga ada literasi digital, finansial, dan kesehatan. Literasi kesehatan berperan agar siswa memahami petunjuk dan simbol-simbol terkait kesehatan,” Jelas  Sayekti.

Menurutnya, literasi tak sebatas membaca dan menulis. Beragam literasi lainnya juga perlu dikembangkan.

“Contohnya literasi finansial. Anak-anak sudah biasa tidak membawa uang ke sekolah. Mereka pakai satu kartu M1 Smart Card untuk transaksi apa pun. Ini juga upaya meningkatkan literasi kesehatan. Karena uang adalah salah satu sumber penyakit. Banyak bakteri bersarang,” paparnya.

Sementara itu, menurut Staf Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Sri Martono Lanjarsari Internet membuat dunia berada diujung jari. Apapun yang ingin diakses hanya dengan sekali klik.

“Lockdown‘ sekolah membuat para guru memikirkan dan mengusahakan cara agar pembelajaran tetap sampai kepada peserta didik meskipun terpisah jarak. Salah satunya dengan produk Google yaitu Docs Google, Zoom, Live IG, Telegram dan Google Classroom,” pungkasnya.

Corona Mewabah, Umat Islam Didorong Perbanyak Doa dan Tasbih

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri meminta masyarakat untuk bisa mengambil pelajaran dibalik munculnya wabah virus covid-19 yang melanda seluruh dunia.

“Karena kita melakukan kesalahan kesalahan, baik yang secara langsung memberikan kesalahan dan akhirnya Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan bala untuk semua manusia maka satu satunya jalan yang diluar kemampuan manusia,” katanya dikutip dari akun youtube resmi milik Ponpes Ibnu Abbas Klaten, Kamis (19/3/2020).

“Dan tidak mungkin kita menolaknya adalah kembali kepada Allah, taubat kepada Allah, bertasbih kepada Allah, sehingga menyalahkan kita dan kita mengikuti Allah Subhanahu Wata’ala pasti akan selamat,” imbuhnya.

Untuk itu, kata Dr Muin yang juga pimpinan Ponpes Ibnu Abbas Klaten itu, umat Islam didorong memperbanyak doa dan tasbih kepada Allah sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam Al Qur’an bagaimana nabi Yunus selamat karena tasbih.

“Demikian juga Allah tidak akan mengadzab suatu kaum, ketika mereka istigfar maka kita harus banyak bertasbih dan beristiqfar kepada Allah,” tandasnya.

Isolasi di Rumah Dinilai Efektif Cegah Penyebaran Virus Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta masyarakat agar menjalankan pesan yang sudah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Karena hal itu sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 semakin meluas.

Erick mengatakan, dengan melakukan isolasi di rumah dan social distancing atau jaga jarak diharapkan bisa mencegah penyebaran virus tersebut.

Menurutnya, memang bagi sebagian orang banyak yang tidak bisa bekerja dari rumah. Semisal dirinya yang menjalankan tugas sebagai Menteri BUMN.

Namun, ia meminta kepada masyarakat yang tetap bekerja harus menjaga kebersihan.

Selain itu, kepada masyarakat yang bisa bekerja, belajar dan beribadah dari rumah agar jangan memanfaatkan momentum tersebut untuk jalan-jalan, dan ia tegaskan untuk di rumah saja.

Sumber: republika.co.id

 

Cegah Corona, Kantor Laznas BMH Disemprot Cairan Disinfektan

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) melakukan penyemprotan cairan desinfektan diseluruh ruangan kantor pada Rabu (18/3/2020).

Kegiatan penyemprotan itu dilakukan dalam rangka pencegahan wabah virus Corona atau Covid-19.

“Penyemprotan kantor ini dilakukan secara serentak 25 kota/kabupaten di Jawa Timur,”ungkap Imam Muslim selaku ketua Program BMH Jawa Timur.

Selama ini beberapa pencegahan wabah virus corona sudah dilakukan terlebih dahulu, seperti memberikan layanan hand sanitizer.

“Aksi bersih-bersih dan sterilisasi dilakukan karena Laznas BMH menyadari sebagai kantor layanan bagi muzzaki dalam menunaikan ibadah zakat, Infaq dan sedekah lainnya serta para mustahiq juga yang sering datang ke kantor. Sehingga Laznas BMH ingin meminimalisir penyebaran wabah virus Corona lebih luas & memberikan rasa kenyamanan bagi tamu yang datang.,”imbuh Muslim.

Semoga dengan adanya kegiatan penyemprotan cairan desinfektan ini semakin menambah rasa tenang dan nyaman para karyawan dalam melayani para kaum muslimin menunaikan ibadah zakat.

Masih Hadirnya Orang Mushlih, Sebab Tidak Diazabnya Suatu Kaum

Jurnalislam.com – Orang shalih adalah orang-orang yang melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri sedangkan orang mushlih adalah orang-orang yang melakukan perbaikan yang dengannya orang-orang menjadi baik.

Muslih inilah yang menjadi sebab keselamatan masyarakat bahkan negara dari kehancuran. Mereka itu takdir baik Allah yang menolak takdir buruk Allah, yakni takdir perbaikan yang menangkal takdir kematian.

Nabi shallallahu alaihi wassalam mengumpamakannya dengan kapal yang ditumpangi dua kelompok, ada yang di dek atas dan di dek bawah. Penumpang dek atas tidak mengizinkan dek bawah mengambil air. Akhirnya penumpang dek bawah berinisiatif melubangi kapal untuk mengambil air laut.

Apa yang terjadi apabila tidak ada satupun penumpang yang mengingatkan agar dek bawah tidak melubangi kapal. Apa yang terjadi jika dek atas tetap bersikukuh tidak memberikan air pada dek bawah? Tentu kapal akan karam lalu semua orang akan tenggelam.

Seperti itulah karakteristik sosial masyarakat dalam Islam, harus ada pihak yang mengingatkan agar masyarakat tidak jatuh dalam kehancuran masif. Usaha mengingatkan inilah yang disebut amar maruf nahi mungkar yang mencakup dakwah Al-Quran sebagai salah satu komponen terpenting.

Harus terdapat sekelompok manusia yang membaktikan dirinya mendakwahkan Al-Quran pada masyarakat.

Apabila mereka ikhlas karena Allah semata, mereka akan menjadi unsur-unsur kekebalan dan antibodi yang mencegah dan mengepung virus perusak seperti CORVID-19.

Mereka bagaikan klep pengaman masyarakat; menyelamatkan masyarakat luas dari tenggelam dalam lautan nilai-nilai kerendahan terkubur dalam azab Allah. Klep pengamanan ini banyak yang tidak disadari fungsinya, keberadaannya seperti tidak diindahkan tetapi justru menjadi tim penyelamat dalam diam. Allah ta’ala berfirman:

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ

“Seandainya saja di antara umat-umat yang ditimpa azab sebelum kalian ada sisa-sisa orang yang melarang umat-umat tersebut dari berbuat kerusakan di muka bumi.” (Q.S Hud: 116)

Dihancurkannya kaum sebelum kita disebabkan tidak ada manusia yang bergerak melakukan dakwah.

Mereka seperti penumpang dalam kapal yang hanya mementingkan syahwat dan hawa nafsu mereka sendiri tanpa ada seorangpun yang memberi peringatan. Akhirnya Allah binasakan mereka karena perbuatan mereka sendiri.

Tetapi apabila masih ada sekelompok orang yang menerjunkan dirinya dalam dakwah dengan motivasi karena Allah, keberadaannya akan menjadi pengaman dari azab. Paling tidak, jika azab Allah turun – kita berlindung dari kemurkaan Allah -, kita tidak seluruhnya hancur. Seperti yang dijanjikan Allah ta’ala:

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang mushlih.” (Q.S Hud: 117)

Habib Rizieq Serukan Tidak Shalat Jamaah dan Jumat di Masjid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, mengeluarkan imbauan untuk umat muslim soal beribadah di tengah mewabahnya virus Corona (Covid-19).

HRS meminta umat Islam di zona rawan Covid-19 untuk mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan petunjuk medis pemerintah.

“Ikuti fatwa MUI dan petunjuk medis pemerintah agar tidak shalat berjamaah dan Jumat dulu di masjid. Untuk pencegahan wabah, jauh lebih utama dipatuhi dan ditaati,” ujar Habib Rizieq melalui Dewan Pimpinan Pusat FPI, Jumat (20/3).

Habib Rizieqmengatakan, upaya tersebut perlu dilakukan bukan karena umat muslim takut akan virus Corona. Bertawakal kepada Allah SWT tetap perlu dilakukan.

Namun, sikap mengikuti fatwa MUI dan petunjuk medis pemerintah itu merupakan bentuk ikhtiar umat Islam dalam mencegah wabah semakin meluas dan timbulnya fitnah.

“Jangan sampai nanti ada jamaah masjid kena Corona dan jangan juga nanti masjid dituduh penyebarnya karena tetap gelar shalat jamaah dan Jumat,” kata dia.

HRS juga menyebutkan, bagi Muslim yang berada di wilayah yang jauh dari zona rawan Corona, sudah tentu shalat berjamaah dan Jumat di masjid tetap wajib dilaksanakan. Ia pun berdoa agar Allah SWT segera mengangkat wabah Corona.

Sumber: republika.co.id

 

Ratusan Masjid di Indonesia Putuskan Tak Gelar Shalat Jumat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni memperkirakan jumlah masjid yang meniadakan penyelenggaraan sholat Jumat di pekan ini mencapai ratusan.

Masjid-masjid ini sebagian besar diyakini merupakan masjid yang dibangun oleh pemerintah pusat, daerah, ataupun kementerian/lembaga.

“Mulai dari masjid Istana, masjid-masjid raya di seluruh provinsi, dan saya rasa juga masjid-masjid agung di kabupaten/kota. Saat ini kira-kira ada lebih dari 600 masjid yang menjalankan seruan DMI untuk meniadakan sholat Jumat sementara waktu,” tutur dia Jumat (20/3).

Sedangkan untuk masjid-masjid yang berada di tengah masyarakat, Imam mengatakan beberapa masjid misalnya di Tangerang Selatan telah melakukannya.

Dalam pantauannya, masjid-masjid di kawasan Cireundeu dan Ciputat Tangerang Selatan mengumumkan melalui pengeras suara bahwa pelaksanaan shalat Jumat ditiadakan sementara.

“Ada juga masjid masyarakat yang membatasi jumlah jamaah. Pada prinsipnya, DMI telah menyampaikan seruan penangguhan sementara shalat Jumat untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona. Di masjid-masjid pemerintah khususnya masjid raya di provinsi, masjid istana, masjid Istiqlal, saya kira seruan itu berjalan efektif,” ungkapnya.

Imam juga mengakui, mungkin baru kali ini pelaksanaan ibadah sholat Jumat di Indonesia ditiadakan untuk sementara. Tentunya, lanjut dia, peniadaan sementara ini dilakukan demi kemaslahatan bersama agar mencegah penyebaran wabah virus Corona.

MUI mengumumkan fatwanya nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah Covid-19 pada Senin (16/3).

Dalam fatwa itu, salah satunya disebutkan bahwa orang yang sehat dan yang belum diketahui atau diyakini tidak terpapar Covid-19, harus memperhatikan dua hal.

Pertama, jika berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka boleh meninggalkan shalat Jumat dan menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat kediaman, serta meninggalkan jamaah shalat lima waktu/rawatib, tarawih, dan Id di masjid atau tempat umum lainnya.

Kedua, jika berada di suatu kawasan yang potensi penularannya rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka tetap wajib menjalankan kewajiban ibadah sebagaimana biasa dan wajib menjaga diri agar tidak terpapar virus Corona, seperti tidak kontak fisik langsung (bersalaman, berpelukan, cium tangan), membawa sajadah sendiri, dan sering membasuh tangan dengan sabun.

sumber: republika.co.id

Bandingkan AS dengan Indonesia, Pengamat: Trump Dikelilingi Ahli Virus

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ekonom senior dan pendiri Indef, Faisal Basri, mengibaratkan kondisi saat ini seperti perang dunia. Sebanyak 176 dari 195 negara di dunia sudah terjangkit wabah virus Corona. Artinya perlu tindakan serius karena sudah 90% negara yang terdampak.

“Ini adalah ketakutan, psikologi, dan bahkan nyawa. Virus ini sudah 90% menjangkiti negara di dunia, ini ibaratnya perang dunia,” kata Faisal, Kamis (19/3/2020).

Ia menjelaskan, ibarat perang harus diketahui dulu siapa musuh kita dan memutuskan ahli-ahli yang tepat untuk melawan musuh tersebut.

Perang kali ini, kata dia, bukanlah perang angkat senjata yang membutuhkan tentara, tank, dan lainnya.

“Ini dunia sedang bersatu melawan hantu yang namanya virus corona, oleh karena itu pendekatan perangnya tidak bisa angkat senjata yang ada intelijen, mencari berapa jumlah musuh.”

Ia membandingkan tim yang dibentuk pemerintah Indonesia dan pemerintah Amerika Serikat (AS). Di AS, kata Faisal, setiap hari Donald Trump menunjuk para pakar yang tepat seperti ahli virus, ahli penyakit menular, ahli yang kompeten dan bisa sampaikan hal yang semestinya ke presiden.

“Jadi rakyat butuh bukan politis yang bicara, bukan tentara yang bicara. Tapi ahli yang tahu dan bisa melawan hantu ini,” jelasnya.

Di Indonesia, yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) rata-rata adalah tentara bahkan sampai menteri kesehatan juga tentara. “Kita tentara yang jadi komandan.”

Kesadaran untuk menunjuk orang yang benar-benar ahli di belakang presiden belum tampak di mata Faisal Basri. “Mudah-mudahan tampak segera,” katanya.

Rupiah Sudah Tembus Rp 16.230 per Dollar

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Di pasar spot rupiah juga menghuni zona merah.

Pada Jumat (20/3/2020), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 16.273 Rupiah melemah signifikan 3,57% dibandingkan posisi sehari sebelumnya dan berada di posisi terlemah sejak Jisdor diperkenalkan pada 2013.

Sementara di perdagangan pasar spot, rupiah juga melemah. Pada pukul 10:00 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 15.950 di mana rupiah melemah 0,31%.

Rupiah berada di posisi terlemah sepanjang sejarah kalau mengacu ke posisi penutupan perdagangan, bukan intraday. Posisi rupiah terlemah sepanjang sejarah secara intraday ada di Rp 16.800 yang terjadi pada Juni 1998.

Sumber: cnbcindonesia

Ini yang Perlu Diperhatikan Jika Harus Isolasi Mandiri Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Isolasi mandiri menjadi salah satu istilah yang banyak disebutkan dalam kasus corona. Isolasi mandiri adalah upaya antisipasi penularan virus corona dari sosok yang diduga (suspect) positif terinfeksi atau sudah terinfeksi.

Mereka yang positif dan memiliki gejala-gejala, akan diisolasi di rumah sakit. Sedangkan yang positif tetapi tidak memiliki gejala, dapat menjalani isolasi mandiri di rumah.

Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan pasien positif tanpa gejala tak selalu harus dirawat. Bahkan dia berujar, pasien positif tanpa gejala bsa tidak menularkan bila aturan isolasi mandiri benar-benar diterapkan.

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan oleh pasien saat isolasi mandiri, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

Tetap di rumah kecuali untuk mendapatkan perawatan medis
Anda harus membatasi aktivitas di luar rumah Anda, kecuali untuk mendapatkan perawatan medis. Jangan pergi bekerja, sekolah, atau ke tempat umum. Hindari menggunakan transportasi umum, transportasi daring, atau taksi.

Pisahkan diri Anda dari orang lain dan hewan di dalam rumah Anda
Sebisa mungkin, Anda harus tinggal di kamar tertentu dan jauh dari orang lain di rumah Anda. Anda juga harus menggunakan kamar mandi terpisah, jika tersedia. Selain itu jangan memegang hewan peliharaan atau hewan lain saat sakit.

Hubungi dulu sebelum mengunjungi dokter Anda
Jika Anda memiliki janji dengan dokter, hubungi penyedia layanan kesehatan dan beri tahu mereka bahwa Anda memiliki atau mungkin memiliki Covid-19. Ini akan membantu kantor penyedia layanan kesehatan mengambil langkah-langkah untuk menjaga yang lain agar tidak terinfeksi atau terpapar.

Kenakan masker
Anda harus mengenakan masker ketika berada di sekitar orang lain, misalnya berbagi kamar atau kendaraan, atau hewan peliharaan dan sebelum Anda masuk kantor penyedia layanan kesehatan. Jika Anda tidak dapat memakai masker misalnya karena menyebabkan kesulitan bernapas, maka orang yang tinggal bersama Anda tidak boleh tinggal di kamar yang sama dengan Anda, atau mereka harus mengenakan masker jika mereka masuk kamar Anda.

Tutupi batuk dan bersin
Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu ketika Anda batuk atau bersin. Buang tisu bekas di tempat sampah, segera cuci tangan Anda dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Atau bersihkan tangan Anda dengan pembersih tangan berbahan dasar alkohol yang mengandung setidaknya 60-95 persen alkohol dan bersihkan semua permukaan tangan Anda dan gosok sampai terasa kering.

Sabun dan air harus digunakan secara khusus jika tangan tampak kotor. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.

Hindari memakai barang-barang rumah tangga yang sama
Anda tidak boleh menggunakan piring, gelas, peralatan makan, handuk, atau tempat tidur yang sama dengan orang lain atau hewan peliharaan di dalam rumah Anda. Setelah menggunakannya, barang-barang ini harus dicuci menyeluruh dengan sabun dan air.

Bersihkan semua permukaan yang sering dipegang setiap hari
Ini termasuk meja, gagang pintu, perlengkapan kamar mandi, toilet, ponsel, laptop, tablet, dan meja samping tempat tidur. Juga, bersihkan semua permukaan yang mungkin memiliki darah, tinja, atau cairan tubuh. Gunakan semprotan pembersih rumah tangga dan lakukan sesuai dengan instruksi label.

Label berisi petunjuk untuk penggunaan produk pembersih yang aman dan efektif termasuk tindakan pencegahan yang harus Anda lakukan saat menerapkan produk, seperti memakai sarung tangan dan memastikan Anda memiliki ventilasi yang baik selama penggunaan produk.

Pantau gejalanya
Segera hubungi tim medis jika penyakit Anda memburuk, misalnya sulit bernapas. Sebelum mencari perawatan, hubungi layanan kesehatan Anda penyedia dan memberi tahu mereka bahwa Anda memiliki, atau sedang dievaluasi untuk, Covid-19.

Kenakan masker sebelum Anda memasuki rumah sakit. Langkah-langkah ini akan membantu menjaga kantor penyedia layanan kesehatan agar orang lain di kantor atau ruang tunggu agar tidak terinfeksi.

Minta penyedia layanan kesehatan Anda untuk menghubungi dinas kesehatan setempat atau pemerintah daerah
Orang yang ditempatkan di bawah pengawasan aktif atau pemantauan mandiri yang difasilitasi harus mengikuti instruksi yang diberikan oleh dinas kesehatan setempat.

Jika Anda memiliki darurat medis dan perlu menelepon unit gawat darurat (UGD), beri tahu mereka bahwa Anda memiliki atau sedang dievaluasi untuk Covid-19. Jika memungkinkan, kenakan masker sebelum staf medis tiba.

Menghentikan isolasi rumah
Pasien dengan Covid-19 yang dikonfirmasi harus tetap isolasi di rumah dan melakukan tindakan pencegahan sampai risiko penularan sekunder bagi orang lain dianggap rendah. Keputusan untuk tidak melanjutkan isolasi mandiri harus dilakukan berdasarkan kasus per kasus, dalam konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan dan pemerintah daerah.

Sumber: republika.co.id