Kemenag- LPDP Siapkan Beasiswa Perguruan Tinggi Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkau menyiapkan beasiswa bagi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pada tahun 2020.

Dirjen Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan bahwa program ini bagian dari upaya Kemenag  meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen PTKI.

“Beasiswa bagi dosen ini pengembangan dari kerja sama  dengan LPDP. Sebelumnya, kami sudah bekerjasama untuk beasiswa santri. Untuk beasiswa dosen, tahun ini kali pertama kali Kemenag dan LPDP bersinergi,” tegas Dirjen kelahiran Garut ini, di Jakarta, Kamia (22/10).

“Kami optimis pada tahun 2021 dan seterusnya, beasiswa ini bisa direncanakan lebih matang dan dapat diakses seluas-luasnya oleh para dosen di PTKI,” imbuh mantan Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati ini.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Suyitno menambahkan, tahun ini beasiswa hanya disediakan untuk dosen yang memiliki NIDN dan sedang menempuh studi pada semester ganjil tahun akademik 2020/2021 (semester 1). Selain itu, tahun ini juga hanya ada beasiswa untuk perguruan tinggi dalam negeri.

“Terdapat 22 perguruan tinggi tujuan dengan 239 program studi. Semuanya dalam negeri,” kata Suyitno.

Perguruan tinggi pilihan terdiri atas: IPB, ITB, ITS, Unair, UGM, Univ Andalas, Univ Brawijaya, Undip, Univ Hasanuddin, UI, Univ Negeri Makassar, Univ Negeri Semarang, Univ Negeri Yogyakarta, Univ Sebelas Maret, Univ Udayana, serta Unpad dan UPI. Selain itu, ada pilihan di UIN Alauddin Makassar, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Walisongo Semarang.

Untuk tahun 2021, Suyitno merencanakan untuk membuka akses beasiswa pada perguruan tinggi di luar negeri. “Kami berharap para dosen PTKI mempersiapkan diri dalam menyambut peluang besar peningkatan kualifikasi dan kompetensi ini,” tutur Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini.

Terkait proses seleksi, Direktur Diktis menyebutkan bahwa Diktis Kemenag akan melakukan seleksi administratif, sedangkan LPDP yang melaksanakan seleksi substansi. Meski demikian, Kemenag akan menambah tahapan proses berupa seleksi wawasan kebangsaan dan moderasi beragama. “Kami hanya ingin memastikan bahwa para peserta yang kami rekomendasikan untuk mengikuti seleksi substansi di LPDP  adalah dosen-dosen yang betul-betul memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi, serta paham keagamaan yang moderat,” pungkas Direktur kelahiran Tulungagung ini.

Pendaftaran beasiswa tahun 2020 ini dibuka dari 21 Oktober sampai 6 November 2020.

Dosen yang berminat dan memenuhi kriteria, bisa mendaftar secara online pada situs pendaftaran Beasiswa LPDP : https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/

Adapun seleksi administrasi dan wawasan kebangsaan serta moderasi beragama dilaksanakan pada rentang 7-12 November 2020. Untuk seleksi substansi, rencananya diselenggarakan pada 19 November-1 Desember 2020. Hasil seleksi akan diumumkan pada 4 Desember 2020.

Sumber: republika.co.id

Optimisme Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama mendukung program Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas. Program yang dimotori Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini, diresmikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin bertepatan dengan Hari Santri Nasional, 20 Oktober 2020.

“Akselerasi Ekonomi Kerakyatan berbasis Pesantren dan Komunitas ini merefleksikan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia,” kata Menag Fachrul Razi saat menghadiri peresmian program secara virtual, Kamis (22/10).

Turut hadir dalam peresmian tersebut Menteri Keuangan selaku Sekretaris KNEKS Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Lukmanul Hakim.

Saat ini berdasarkan data KNEKS terdapat 28.194 pesantren dengan 18 juta santri yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, ekonomi syariah, dan UMKM. Pesantren tersebar luar di Nusantara, lahir mandiri, dan umumnya dibangun dengan swadaya masyarakat diharapkan dapat memberikan layanan terintegrasi. Mulai dari layanan pendidikan, lembaga dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Melalui program ini diharapkan pesantren dapat berkontribusi dalam kebangkitan UMKM dan mempercepat pemulihan  ekonomi  nasional,” tutur Menag.

Selanjutnya, pengembangan keuangan syariah di pesantren akan dilakukan melalui Bank Wakaf Mikro (BWM) dan Baitul Maal Wat-Tamwil (BMT). Penguatan kewirausahaan santri (santripreneur) juga menjadi bagian yang akan dilakukan.

Menag menambahkan, pesantren tidak diragukan merupakan institusi pendidikan anak bangsa yang memiliki keunggulan untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, produktif, dan mandiri. “Dengan membekali keterampilan kewirausahaan kepada santri, kita harapkan selanjutnya mereka dapat menjadi penggerak bagi kehidupan ekonomi komunitasnya,” lanjut Menag.

 

Peduli Kekeringan, BMH Bangun 30 Titik Sumur Bor

JATIM(Jurnalislam.com)–Sebagai upaya untuk memberikan solusi warga terdampak kekeringan dan krisis air bersih, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) sukses merealisasikan program bantuan pembangunan Sumur Bor.

Program ini sebagai wujud kepedulian dan  perhatian serta tanggungjawab Laznas BMH ditengah-tengah ummat, khususnya warga terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

Ketua Program & Pendayagunaan Laznas BMH Perwakilan Jawa Timur, Imam Muslim mengungkapkan bahwa,

“Alhamdulillah, hingga kini program bantuan sumur bor dan instalasi air bersih Laznas BMH telah mencapai 30 titik atau 63,8% dari target yang dicanangkan sejumlah 47 titik pada tahun 2020.”ujar Muslim.

Sebaran lokasi titik tersebut berada di 28 desa, 27 Kecamatan, 18 Kab dan Kota di Jawa Timur dengan jumlah penerima manfaat/benefit sejumlah 8.423 Jiwa.

“Kami sangat berterima kasih kepada para donatur, mitra sinergi dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan membantu wujudkan program ini.”imbuh Muslim.

Rasa bahagia juga dirasakan oleh tokoh masyarakat sekitar penerima manfaat bantuan sumur bor dari Laznas BMH. Salah satunya Bapak Mujito, selaku Kepala Desa Tenggorejo, Kec. Tanggung gunung, Kab. Tulungagung.

“Terima kasih kepada BMH yang telah membantu mewujudkan sumur bor ini. Matur nuwun.”ungkap Mujito.

MUI-Muhammadiyah Terima 1187 Halaman Draf UU Ciptaker dari Jokowi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerima naskah omnibus law UU Cipta Kerja dari Mensesneg Pratikno. Draf UU Cipta Kerja itu berisi 1.187 halaman. “Soft copy 1.187 dan hard copy 1.038,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi, lewat pesan singkat, Rabu (21/20/2020).

Muhyiddin mengatakan tim MUI langsung membahas UU Cipta Kerja tersebut. Hasil kajian diharapkan selesai pekan depan.

“Sudah dimulai hari ini dan minggu depan semoga sudah selesai,” kata Muhyiddin.

PP Muhammadiyah juga sudah menerima naskah UU Cipta Kerja dari Mensesneg. Jumlah halaman naskah UU Cipta Kerja itu sama dengan yang diterima MUI, yakni 1.187 halaman.

“Ya. Tadi diserahkan oleh Mensesneg di istana. (Ada) 1.187 (jumlah halaman),” kata Mu’ti.

Sebelumnya, DPR resmi menyerahkan naskah final UU Cipta Kerja kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) pada Rabu (14/10 lalu. Prosedur selanjutnya, UU Cipta Kerja akan ditandatangani Presiden Jokowi.

“Kami sudah menyampaikan berdasarkan penugasan dari pimpinan DPR, RUU (UU Cipta Kerja) sudah kami serahkan kepada Sekretariat Negara dan sudah diterima dengan baik,” ujar Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar kepada wartawan di gedung Setneg, Jakarta Pusat.

Indra menegaskan naskah UU Cipta Kerja yang dikirim ke Kemensetneg memiliki tebal 812 halaman. Naskah yang dibawa Indra itu bersampul putih. Dia juga tampak membawa satu amplop surat berwarna putih.

“Seperti yang disampaikan pimpinan DPR kemarin 812, nggak ada yang berubah,” ujar Indra.

 

Sri Mulyani Beri Sinya Indonesia Alami Resesi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengemukakan proyeksi ekonomi Indonesia. Proyeksi yang kian menegaskan bahwa Indonesia sudah masuk jurang resesi.

Pada kuartal III-2020, pemerintah melalui Kementerian Keuangan memperkirakan PDB Tanah Air tumbuh negatif 1-2,9%. Hampir seluruh komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami kontraksi alias pertumbuhan negatif.

“(Pada kuartal III-2020) konsumsi rumah tangga akan di antara minus 1,5-3%. Investasi juga masih mengalami tekanan antara minus 6,4-8,5%. Ekspor masih dalam range minus 8,7-13,9%. Impor juga masih mengalami tekanan. Secara keseluruhan untuk 2020 adalah antara minus 0,6-1,7%,” ungkap Sri Mulyani.

Indonesia sudah membukukan kontraksi ekonomi 5,32% pada kuartal II-2020. Data kuartal III-2020 baru diumumkan awal bulan depan, tetapi proyeksi Sri Mulyani menggambarkan kontraksi ekonomi mustahil untuk dihindari.

Dengan demikian, Indonesia akan membukukan kontraksi PDB dalam dua kuartal beruntun. Ini adalah definisi dari resesi ekonomi.

Namun Indonesia tidak sendiri. Berdasarkan data yang dihimpun Trading Economics, ada 49 negara yang juga mengalami resesi.

Paling parah terjadi di Makau. Wilayah otonom yang merupakan bagian dari China itu mencatatkan kontraksi ekonomi sampai puluhan persen.

Sumber: cnbcindonesia

 

Spanyol Catat 1 Juta Kasus Covid-19

MADRID(Jurnalislam.com) – Setelah melaporkan hampir 17 ribu kasus dalam 24 jam terakhir,  Spanyol menjadi negara pertama di Eropa Barat yang mencatatkan lebih dari 1 juta kasus positif Covid-19.

Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, Spanyol telah mengonfirmasi 1.005.295 kasus hingga Rabu sore. Spanyol saat ini memiliki jumlah kasus tertinggi keenam dari negara manapun di dunia, setelah Amerika Serikat (AS), India, Brasil, Rusia, dan Argentina. AS sendiri masih yang tertinggi dengan lebih dari 8,3 juta kasus yang dikonfirmasi.

“Saya ingin menjelaskan dengan sangat jelas,” kata Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa.

“Beberapa minggu yang sangat sulit akan datang,” serunya seperti dilansir dari Washington Examiner, Kamis (22/10/2020).

Beban kasus Spanyol secara bertahap meningkat sejak Juli dan memecahkan rekornya dalam penghitungan satu hari terbesar pada bulan Agustus.

Pada 1 Oktober, pemerintah Spanyol mengeluarkan penutupan sebagian di Madrid dan daerah sekitarnya dalam upaya untuk membatasi penyebaran, keputusan yang disambut dengan reaksi keras dan protes yang signifikan.

Penguncian atau lockdown tersebut mencegah transportasi ke luar daerah mereka untuk apa pun selain perjalanan penting dan pertemuan sosial terbatas tidak lebih dari enam orang

Sumber: sindonews.com

Menag Sebut Ribuan Alumni Gontor Adalah Warisan Besar KH Syukri Zarkasy

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, DR. KH. Abdullah Syukri Zarkasji wafat pada Rabu, 21 Oktober 2020, pukul 15.50 WIB di Gontor Ponorogo.

Atas nama Kementerian Agama, Menag Fachrul Razi menyampaikan duka mendalam dan belasungkawa. “Indonesia kehilangan tokoh pendidikan dan sosok yang sangat istiqamah membina umat,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (21/10).

“Rasa duka ini makin dalam seiring wafatnya sejumlah tokoh dan pengasuh pesantren dalam beberapa bulan terakhir ini,” sambungnya.

Sebagai teladan, lanjut Menag, almarhum telah meninggalkan banyak legacy. Para santri Gontor yang saat ini banyak berkiprah dalam berbagai bidang adalah generasi penerus yang diharapkan dapat meneruskan nilai kejuangan Almarhum.

“Legacy almarhum sangat banyak. Alumni Gontor yang berkhidmah di berbagai bidang adalah bukti nyata keberhasilan perjuangannya,” tuturnya.

“Saya berharap generasi muda bisa  belajar kearifan dan keistiqamahannya,” lanjutnya.

Menag berhalangan hadir dalam pemakaman almarhum. Namun, Menag sudah meminta Kakanwil Kemenag Jawa Timur untuk bisa hadir mewakilinya.

KH Abdullah Syukri Zarkasji lahir di Gontor,19 September 1942. Lulus Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor pada 1960, Abdullah muda melanjutkan pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mencapai gelar Sarjana Muda tahun 1965. Abdullah lalu melanjutkan kuliah S1 dan S2 di Al Azhar University Cairo, Mesir hingga tahun 1978. Tahun 2005, Abdullah mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Selain memimpin Pondok Modern Gontor, KH Abdullah Syukri tercatay pernah menjadi Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Jawa Timur, Ketua Forum Silaturrahmi Umat Islam Ponorogo, Ketua Majelis Pertimbangan Pendidikan dan Pengajaran Agama (MP3A) Kementerian Agama, dan Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

 

Hari Santri, Momen Santri Berkontribusi Hadapi Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan apresiasinya kepada komunitas pesantren karena selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan dan perbaikan bangsa. Wamenag berharap Kyai, Ustadz Ustadzah dan para santri di pondok pesantren jangan lelah untuk memberikan kontribusinya bagi bangsa.

Harapan ini disampaikan Wamenag pada Santriversay dan Malam Puncak Hari Santri 2020, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. “Jangan pernah lelah berkontribusi memperbaiki keadaan. Saya percaya selama santri terus berdedikasi untuk kebaikan bangsa, selama itu pula negara tercinta ini aman sentosa,” kata Wamenag, Rabu (21/10).

“Atas nama pribadi dan Kemenag, saya menyampaikan terima kasih kepada Kyai dan santri pondok pesantren atas jasa membangun bangsa,” ujar Wamenag di hadapan ribuan santri se-Indonesia yang menyaksikan melalui sambungan video conference.

Wamenag menuturkan saat ini ada sekitar 3.055 pesantren baru yang telah mendapat izin operasional. Ini menurutnya merupakan peluang komunitas pesantren untuk bisa semakin kuat. “Keberadaannya semoga dapat memperkuat pesantren yang sudah ada lebih dulu,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga menyampaikan duka bangsa atas berpulangnya  para kyai dan masyaik. “Kemarin kita dikejutkan dengan telah berpulangnya Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Ahmad Habibullah Zaini dan hari ini kita kehilangan salah seorang pengasuh  Pesantren Gontor Darusssalam. KH Syukri Zarkasyi. Untuk itu mari kita kirimkan Alfatihah,” tandas  Wamenag.

Selanjutnya Wamenag juga membahas peran santri dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia dan Indonesia. Tema peringatan Hari Santri 2020, yaitu Santri Sehat Indonesia Kuat, menurutnya sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Bangsa saat ini sedang dihadapi situasi yang sangat sulit, yakni ancaman Covid-19, tak terkecuali para santri,” kata Wamenag.

“Pesantren adalah entitas yang paling rentan dengan persebaran Covid 19. Karena dengan keterbatasan sarana prasarana serta fasilitas kesehatan yang tak berbanding lurus dengan jumlah santri yang menempati asrama adalah faktor utama deri ancaman penularan virus, ” kata Wamenag.

Tidak hanya itu lanjut Wamenag pola interaksi dan komunikasi yang intens diantara sesama santri yang menjadi sarana bagi santri untuk saling mengenal, juga menjadi sangat mengkhawatirkan karena ancaman virus yang akhirnya memaksa mereka menjaga jarak satu dengan lainnya.

“Kemenag melalui PD Pontren telah berikhtiar membantu dan meringankan beban pondok pesantren dengan memberikan bantuan 2,4 triliun,” ujarnya.

“Jumlah ini tidak sebanding dengan kontrubusi pesantren yang memberikan pendidikan dan pengajaran kepada para santri,” sambung KH Zainut Tauhid Sa’adi.

Namun dijelaskan Wamen inilah ketulusan Kementerian Agama yang menjadi bagian dari pemerintah serta bentuk tangung jawab negara kepada pesantren untuk keluar dari kesulitan ini. “Ikhtiar ini sangat penting karena antusias masyarakat terhadap pendidikan model pesantren sangat tinggi pada tahun 2020 ini,” tandas Wamenag.

Hadir pada malam puncak Hari Santri 2020, Sekjen Kemenag Nizar, Dirjen Pendis Ali Ramdhani, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Staf Khusus Menag Kevin Haikal, Direktur PD Pontren Waryono dan KH Nasdar Farid Maaudi. Santriversary dan Malam Puncak Peringatan Hari Santri 2020 juga disiarkan secara virtual melalui kanal youtube pendis.

 

Mengenang KH Syukri Zarkasyi, Tokoh Pendidikan Berbasis Wakaf

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Umat Islam dan bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo Jawa Timur, DR. KH. Abdullah Syukri Zarkasji wafat pada Rabu, 21 Oktober 2020/4 Rabi’ul Awwal 1442  pukul 15.50 WIB di Rumah Gontor Ponorogo.

Putra dari almarhum KH Imam Zarkasji (1910-1985), salah satu dari tiga tokoh (trimurti) pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor itu berpulang, sehari menjelang peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2020.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya KH Abdullah Syukri Zarkasji (78 tahun). Menurutnya,  pengabdian total almarhum KH Abdullah Syukri Zarkasji dalam mengelola, mengembangkan dan memajukan lembaga pendidikan Islam yaitu Pondok Modern Gontor berbasis wakaf, amat mengesankan.

“Pak Syukri Zarkasji bukan hanya sukses menjaga legacy dan mengembangkan Pondok Modern Gontor yang kini memiliki cabang di beberapa daerah, tetapi sekaligus mampu menjaga identitas Gontor dan mempertahankan standar mutu lembaga pendidikan Islam terkemuka tersebut,” ungkap Fuad di Jakarta, Rabu (21/10).

Menurutnya, KH. Abdullah Syukri Zarkasji merupakan sosok ulama pendidik yang setia dan istiqamah dari awal sampai akhir di dunia pendidikan. Di luar bidang pendidikan, peran dan pengaruh KH. Abdullah Syukri Zarkasji dalam memperkuat ukhuwah islamiyah dan persatuan bangsa cukup penting dan diperhitungkan di masanya.

“Umat Islam dan generasi muda muslim patut belajar dari sikap, wawasan pemikiran dan kearifan K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi sebagai guru, ulama dan pemimpin yang menghayati zamannya dan teguh memegang prinsip yang diwariskan para pendahulunya,” ujar Fuad.

“Kementerian Agama kehilangan seorang mitra sejati dalam pembangunan umat dan kehidupan beragama di Tanah Air. Semoga amal pengabdian beliau diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kekurangannya,” lanjutnya.

Abdullah Syukri Zarkasji lahir di Gontor pada 19 September 1942. Beliau menamatkan Sekolah Dasar di desa Gontor pada 1954. Setelah menamatkan Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor pada 1960 melanjutkan pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mencapai gelar Sarjana Muda tahun 1965.

Gelar Lc. diraih Abdullah Syukri dari Al Azhar University Cairo, Mesir tahun 1976. Kemudian, Abdullah muda melanjutkan studi di lembaga yang sama hingga meraih gelar MA pada tahun 1978, dan gelar Doctor Honoris Causa pada 2005 dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pengalaman Organisasi antara lain: Pengurus HMI Cabang Ciputat – Jakarta (1964), Pengurus HPPI (Pelajar Islam) Cairo (1971),  Pengurus PPI Den Hag – Belanda (1975),  Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ketua Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Ponorogo, Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Jawa Timur, Ketua Forum Silaturrahmi Umat Islam Ponorogo, Ketua Majelis Pertimbangan Pendidikan dan Pengajaran Agama (MP3A) Kementerian Agama, dan Dewan Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

 

Indonesia Resesi, Angka Pengangguran Tembus 13 Juta Orang

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Angka pekerja yang dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja ( PHK) semakin bertambah selama pandemi virus Corona ( Covid-19). Hal itu mengakibatkan tingginya jumlah pengangguran di Indonesia.

 

Ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani mencatat saat ini sudah 7 juta orang yang menganggur. Angka itu diprediksi bisa terus bertambah hingga menyasar 6 juta orang lagi, sehingga total pengangguran diprediksi bisa tembus 13 juta orang.

“Kita ketahui bersama pengangguran sekarang sudah 7 juta dan diperkirakan akan menambah 5-6 juta akibat dari COVID-19 ini, sehingga total akan 13 juta,” katanya dalam acara bertajuk ‘Outlook 2021: The Year Opportunity’, Rabu (21/10/2020)

Hal itu dikarenakan adanya ancaman resesi yang mengintai Indonesia. Seperti diketahui, akhir 2020 ekonomi Indonesia diprediksi akan terkontraksi -0,6% sampai -1,7%.

“Berdasarkan Kementerian Keuangan, perekonomian Indonesia pada akhir tahun 2020 ini akan mengalami kontraksi antara minus 0,6% sampai minus 1,7%. Tentunya ini akan berdampak terhadap banyak hal terutama peningkatan faktor kemiskinan, peningkatan pengangguran,” sebutnya.

sumber: detik.com