NGAJI CAH NOM

Di era digital ini, kelihatannya sangat langka bila remaja tanpa pegang hp. Dapat kita amati mulai dari tingkat Taman kanak-kanak sampa Taman Kakek-kakek, maksudnya dari kecil sampai orang dewasa hampir semua punya hp. Hp menjadi sesuatu kebutuhan atau terkadang dianggap kebutuhan meskipun faktanya malah menjadi orang terdekatnya sebagai penyebab kegaduhan. Karena gara-gara hp menjadi lalai dari kewajiban dan malah menjadikan terjebak di lembah kemaksiatan.

Pada kesempatan ini, di hari liburan sekolah Remaja Masjid Al Ikhlash mengadakan Kajian Spesial Pemuda. Dengan materi kajian kekinian. Dengan tema “GORO-GORO HP ISO MLEBU SURGO LAN ISO NYEMPLUNG NEROKO” (Baca: Gara-gara Hp dapat mengakibatkan masuk surga dan dapat mengakibatkan masuk neraka). Karena di lingkup kampung, pedesaan sehingga Pemateri kajian juga lebih banyak menggunakan bahasa jawa.

“Kita gunakan pakai bahasa jawa dalam menyampaikan karena pemuda di desa lebih familier dengan bahasa jawa, dengan menggunakan bahasa jawa materi yang disampaikan diharapkan lebih maksimal” Tutur Nofa sebagai Pemateri Ngaji Cah NOM.

Kajian ini diselenggarakan di Masjid Al Ikhlash Dk. Jegles Dsn. Bringkil Ds. Grojogan Kec Berbek Kabupaten Nganjuk pada hari selasa, 18 Mei 2021. Dimulai dari setelah maghrib sampai isya’. Dihadiri oleh para pemuda dsri tingkat SD sampai SMK.

Dalam penyampaian materi kajian, Pemateri mengajak para pemuda untuk menjadikan hp yang dimiliki sebagai ajang dakwah dan bernilai ibadah. Seperti membuat poster dakwah, kabar remaja masjid dan kegiatan yang bernilai positif. Selain itu mengarahkan Pemateri mengarahkan pula yang suka main game dialihkan bakatnya untuk menyibukkan kegiatan yang lebih bermanfaat misal membuat poster iklan bisnis dll. Sehingga dapat menghasilkan dan dapat meringankan orang tua untuk biaya sekolah dll.

“Bila dengan menyingkirkan duri di jalan seseorang dapat masuk surga, bila orang memberikan minum anjing yang kehausan menjadikan orang tersebut dapat masuk surga. Maka dengan menggunakan hp sebagai wasilah dakwah dan ibadah untuk mengantarkan saudara yang lain mendapatkan hidayah. Ini merupakan potensi besar untuk meraih surga. In shaa Allooh” Motivasi dari Nofa. [Aan Bin Zaen]

Muhammadiyah Prihatin Dunia Internasional Pasif Sikapi Penjajahan Israel

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengaku prihatin dengan pasifnya mayoritas dunia internasional dalam memandang penjajahan modern yang kasat mata dilakukan gerombolan Israel kepada negara Palestina.

Keprihatinan Haedar terutama ketika narasi-narasi tentang kebaikan, perdamaian, persatuan dan keberagaman nyaring disuarakan oleh hampir seluruh tokoh di dunia.

“Apa yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina sesungguhnya merupkan satu bukti kita berhadapan dengan dunia modern yang masih diliputi oleh orang dan pihak dan kekuatan yang masih membawa paradigma lama dalam kehidupan dan peradaban maju sekarang ini. Yakni paradigma konflik, paradigma ekspansi, paradigma kekuasaan yang semuanya mengancam masa depan dan peradaban,” terang Haedar dalam seremoni Milad 104 tahun ‘Aisyiyah, Rabu (19/5).

Mengutip dampak destruktif dalam relasi antara ketamakan dan kekuasaan manusia yang disampaikan oleh sejarawan Arnold Toynbee dan Noval Harari, Haedar khawatir respon pasif terhadap Israel hanya akan membawa kehancuran masa depan peradaban dan perdamaian. Haedar pun mengajak para tokoh untuk berani menyuarakan kebenaran.

“Bahkan juga untuk menyelamatkan peradaban bersama ketika ada para pihak kekuatan dan aktor-aktor yang masih membawa paradigma Nazisme, paradigma Hitler, paradigma predator yang menghancurkan peradaban dan memicu perang dunia pertama dan perang dunia kedua,” jelas Haedar.

Pengalaman Haedar bersama Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini ambil bagian dalam tiga konferensi perdamaian di Kazakhstan, Italia dan Spanyol, semuanya menyimpulkan bahwa masa depan perdamaian dunia menghadapi ancaman dari sekelompok orang yang merusak nilai-nilai persatuan dan kebaikan.
Oleh sebab itu, Haedar mendorong warga Persyarikatan terus menginternalisasi nilai dan pemahaman wasathiyah Muhammadiyah agar memiliki kesadaran moderasi dan tidak terseret arus oleh kekuatan kelompok fasad itu.

 

JITU: Pengeboman Kantor Media Upaya Pembungkaman Informasi tentang Palestina

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Organisasi Pers Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mengutuk keras tindakan Israel atas penghancuran kantor berita Al Jazeera, Associated Press (AP), dan Middle East Eye pada Sabtu lalu dan tindakan kekerasan yang berujung jatuhnya ribuan korban sipil di Gaza Palestina.

 

“Menyeru kepada organisasi-organisasi Pers dunia dan komunitas-komunitas untuk sama-sama memberikan respon aktif serta sama-sama mendorong agar  PBB menjatuhkan sanksi berat pada Israel atas penghancuran terhadap kaantor media dan jatuhnya ribuan korban jiwa di Gaza Palestina,” kata Ketua Umum JITU Saifal, dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (19/6/2021).

 

JITU juga mendesak pemerintah Indonesia agar mengambil langkah tegas agar mendorong PBB untuk membawa Israel ke pengadilan internasional. Sebab tindakannya merupakan pelanggaran HAM berat.

 

Ia meminta kepada DPR-RI dan MPR-RI untuk bersama-sama pemerintah Indonesia mendesak PBB agar segera menghentikan tindakan Israel dan membawa Israel ke pengadilan internasional.

 

“Menilai bahwa penghancuran kantor berita merupakan upaya Israel membungkam informasi sebenarnya yang sedang terjadi di Gaza Palestina, sehingga mereka bisa terlindungi ketika melakukan pengancuran dan pembunuhan terhadap warga sipil,” pungkasnya.

P4II Gelar Aksi Solidaritas Bela Palestina di Depan Gedung DPRD Jawa Timur

SURABAYAR (jurnalislam.com)- Persatuan Pemuda Pemudi Pejuang Islam Indonesia (P4II) menggelar aksi solidaritas untuk bangsa dan rakyat Palestina di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (17/5/2021).

Sambil membentangkan spanduk, poster dan bendera Palestina, mereka berorasi supaya aspirasi mereka disampaikan ke pemerintah pusat agar terus aktif mendukung perjuangan rakyat Palestina melawan agresi israel.

“Aksi Solidaritas Palestina ini adalah untuk mendukung Presiden Jokowi untuk terus aktif mendukung dan membela Palestina melawan agresi Israel.” kata korlap aksi, Millah Mahmudah.

Aksi juga sebagai bentuk protes terhadap kekejaman agresi militer Israel dan dukungan kemerdekaan terhadap Palestina,

“Aksi massa ini perlu kami lakukan karena kami melihat dari pihak agresor Israel terus membangun opini bahwa mereka hanya membela diri, padahal secara nyata mereka terus ekspansi membangun pemukiman di wilayah Palestina, otomatis mengusir rakyat Palestina.” terangnya.

P4II juga menilai agresi Israel termasuk pelanggaran HAM,

“Kekejian Israel tidak bisa dipandang hanya dari sudut pandang perang agama antara Yahudi dan Islam, kemudian dukungan bangsa Indonesia pun hanya sebatas dipandang sebagai dukungan sesama muslim. Kekejian Israel murni pelanggaran HAM sebagai negara penjajah seperti yang disebut Bung Karno juga Bapak Jokowi.” ungkap Milla.

Reporter: Yan Aditya

Masyarakat Solo Galang Dana untuk Bantu Palestina

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Berbagai bentuk dukungan terus mengalir untuk rakyat Palestina paska serangan yang dilakukan oleh militer Israel di Masjid Al Aqsha dan Jalur Gaza Palestina. Di Solo, masyarakat menggelar doa dan penggalangan dana bertajuk ‘Deritamu adalah Kesedihan Kami’ di Masjid Baitul Makmur Solo Baru, Sukoharjo, pada senin, (17/5/2021) malam.

Kegiatan diawali dengan kajian bersama ustaz Faiz Baraja dan ustaz Zikrullah. Dalam kesempatan tersebut, mereka menceritakan tentang kondisi terkini umat Islam dan sejarah datangnya kaum Yahudi di Palestina hingga awal terjadinya perampasan oleh bangsa Yahudi.

“Kita telah kehilangan dari tiga kota suci dan kita harus sampaikan kepada putara putri kita agar nanti dari istri istri kita lahir anak anak yang kelak akan mebebaskan Masjid Al Aqsha,” kata ustaz Dzikrullah di hadapan jamaah.

Kegiatan tersebut juga mendapat pengawalan aparat Kepolisian dari Polres Sukoharjo, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Sukoharjo. Bahkan beberapa peserta yang akan mengikuti kegiatan amal dan solidaritas tersebut harus melakukan tes antigen di depan Masjid.

Menurut Humas Aliansi Peduli Palestina Soloraya Endro Sudarsono berharap apa yang dilakukan oleh masyarakat Soloraya tersebut bisa memnantu meringankan penderitaan rakyat Palestina.

Selain tausiyah, panitia juga menggelar pameran poster dukungan terhadap warga Palestina dan masyarakat bisa ikut berinfak. Dalam kesempatan tersebut terkumpul dana sebesar 230.596.000, emas antam 0,25 gram, gelang emas 4,50 gram serta mata uang asing sebanyak 11 lembar yang akan disalurkan melalui Sahabat Al Aqsha.

“Membantu meringankan secara materi dana dukungan moral dalam bentuk dia supaya secara moral perjuangan bangsa dan rakyat Palestina dalam melawan penjajahan Zionis Israel, Yahudi bisa istiqomah,” pungkasnya.

Aktivis HAM Israel: Israel Lakukan Kejahatan HAM

YERUSSALEM(Jurnalislam.com) — Kelompok masyarakat pegiat hak asasi manusia (HAM) di Israel, B’Tselem mengecam aksi penyerangan tentara zionis Israel (IDF) yang menyasar pemukiman masyarakat sipil di Gaza, Palestina.

Dalam sebuah pernyataan resminya, B’T Selem menyebut serangan tentara zionis Israel ke wilayah Gaza, sebagai aksi kejahatan perang. B’Tselem, mendesak komunitas internasional menekan Israel untuk penghentian serangan ke semua wilayah pendudukan di Palestina.

“Israel melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza,” begitu dalam pernyataan resmi B’Tselem yang dikutip dari laman resminya, pada Senin (17/5).

“Menargetkan objek sipil adalah tindakan terlarang, dan merupakan kejahatan perang,” sambung pernyataan tersebut. B’T Selem menilai, aksi kejahatan perang yang dilakukan tentara, dan kebijakan rezim zionis Israel kali ini, lebih parah dan brutal ketimbang yang pernah dilakukan sebelum-sebelumnya terhadap warga sipil di Gaza.

Pada 2014, menurut catatan B’T Selem serangan tentara zionis Israel ke pemukiman sipil di Gaza, sudah dalam penyelidikan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda.

“Israel sekarang, melakukan kebijakan yang sama persis dengan yang sedang diperiksa ICC,” begitu kata B’Tselem. Komunitas HAM yang berbasis di Yerussalem itu, pun meminta masyarakat internasional mengerahkan seluruh lobi diplomatiknya untuk mendesak zionis Israel, menghentikan kekerasan di Palestina.

“Kekerasan Israel harus dihentikan sekarang. Itulah sebabnya, komunitas internasional harus segera turun tangan, dan menggunakan pengaruhnya untuk memaksa dan menekan Israel mengubah kebijakannya sebelum lebih banyak lagi korban di Jalur Gaza, Palestina,” sambung pernyataan tersebut.

Otoritas resmi di Ramallah, Palestina mencatat serangan tentara zionis Israel ke wilayah Gaza, menelan korban jiwa sedikitnya 181 orang, dan 52 di antaranya adalah anak-anak, serta 22 perempuan.

Korban luka-luka, dan yang mengalami cacat diperkirakan mencapai 1.200 orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, 10 ribu warga Gaza mengungsi akibat serangan yang menyasar pemukiman-pemukiman, dan bangunan sipil sepanjang akhir pekan lalu.

Sementara kekerasan yang dilakukan kepolisi, dan tentara zionis Israel di kawasan Yerussalem Timur, di Palestina, sepenjang pekan lalu, menurut catatan B’Tselem telah membunuh sekitar 14 warga sipil. Kekerasan yang terjadi di Yerussalem Timur tersebut, terjadi setelah aksi sepihak warga ilegal Israel, atas dukungan resmi pemerintahan zionis, untuk merampas kawasan pemukiman sah milik warga Palestina di Sheikh Jarra.

Kekerasan yang terjadi di Yerussalem Timur itu, menjadi pemicu serangan Israel di Gaza. Kelompok sayap militer Hamas di Gaza, Brigade al-Qassam, melawan serangan tentara zionis itu, dengan membombardir kota-kota di Israel dengan roket-roket mematikan. Sampai Senin (15/5), sudah lebih dari 3.000 roket yang menghantam kota-kota, dan fasilitas vital Israel yang menewaskan sedikitnya tujuh warga.

Sumber: republika.co.id

Patani dan Palestin Kita adalah Saudara

Oleh: Tunas Media

Manusia seolah-olah sudah lali dengan perkara-perkara yang sering mereka temui setiap hari. Apabila manusia pertama kali mendengar sesuatu berita tentang kekejaman yang berlaku, mereka menjadi begitu prihatin. Namun demikian, keprihatinan mereka itu hanya menjadi suatu perkara rutin tidak berapa lama kemudian.

Peperangan dan konflik yang berlaku di dalam dunia ada yang viral dan menyaksi, ada yang sedang kita diami ini adalah kasus yang paling jelas dan nyata. Apabila sesebuah negara dijajah dan kemudian proses penyembelihan dan genosid bermula, kita akan dapat melihat banyak protes-protes anti-kekejaman yang diadakan di seluruh dunia

Pada sekarang sebagai contoh, mari kita membuka mata terhadap konflik dan krisis kemanusiaan yang dilanda tercetusnya di Palestin dan Patani kedua negara dan bangsa yang versi jejak tertindas dan perjuangan bersama.

Atas dasar rasa kemanusiaan, mari kita sadarkan dan buka mata dunia, agar tidak ada lagi yang terus berpura-pura. Sahabat pencinta kedmaian dan kebebasan jangan biarkan hati kita ikut tuli, buta, dan bungkam atas semua penderitaan kaum tertindas.

Patani dan Palestin, Perang Akhir Zaman Menggelar Syahid

Palestina terletak di timur tengah di bumi Syam yang barakat bumi para nabi dan rasul penduduknya kuam Arab .Patani terletak di Asia Tenggara di Semenanjung Tanah Melayu bumi kononnya barakat dan bumi kelahiran para ulama dan cendekiawan.

Palestina dijajah dan dirampas oleh rezim Israel zionis pada tahun 1948, Patani juga dijajah oleh kerajaan Siam atau Thailand pada tahun 1785. Rakyat kedua-dua negara ini selalu dikepung, dibantai, ditahan, dipenjara juga dibunuh dengan kejam oleh rezim penjajah Israel dan Siam.

Pembangunan pemukiman orang Yahudi di tanah orang Palestin demikian juga Siam membangun “NIKOM” orang Siam di daerah-daerah Patani, rakyat Palestin bangkit gerakan perjuangan menentang Israel, di Patani juga bagi perjuangan kemerdekaan dari penjajah Siam mereka dituduh dan dilebelkan sebagai teroris dan mereka sama-sama mendapat syahid.

Buta dan Mandulnya Dunia

Negara Palestin dikelilingi oleh lebih dari 450 juta orang bangsa Arab 14 ribu juta umat Islam sedunia berada dibawah anggotan Liga Arab dan OIC. Manakala Patani pula dikelilingi oleh lebih dari 27.8 juta orang bangsa Melayu lebih 250 juta umat Islam di rantau ini berada dibawah keanggotaan ASEAN Asian kedua-keduanya masing-masing tidak diambil berat tentang konflik dan hak asasi manusia.

Penyatuan tanpa memandang sejarah kawasan, budaya, dan asimilasi yang bersangkutan menjadi penyebab timbulnya masalah konflik bersenjata di tengah kondisi Islam di Asia Tenggara dan Palestin yang damai tanpa hiruk-pikuk peperangan ataupun kekerasan.

Agresi serangan militer dan pembantaian yang durjana Patani dan Palestin tersebut terus-menerus dilakukan, banyak warga umum menjadi mangsa kekejaman. Bahkan wanita menjadi korban penjajah tersebut. Lebih sadis lagi, anak-anak pun menjadi korban kebiadaban mereka.

Melihat keadaan biadab yang dilakukan militer Thailand, dan militer Yahudi Zio.nis Israel itu dunia international diam seribu bahasa. Di mana PBB, di mana OIC, di mana organisasi-orgnisasi HAM? Mengapa organisasi-oraganisasi besar itu tak bernyali? Mengapa? Atau jangan-jangan organisasi-organisasi besar itu sengaja di’ciptakan’ untuk memenuhi kepentingan segelintir orang?

 

Pakar: Semakin Tinggi Mobilitas, Harus Semakin Sering Testing

BANJARMASIN(Jurnalislam.com) — Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin SE, MSI, Pg.D mengatakan testing Covid-19 harus lebih masif seiring tingginya mobilitas masyarakat di momen Lebaran Idul Fitri tahun ini.

“Sasarannya penduduk yang bergejala dan pernah melakukan kontak erat. Hal ini penting untuk menekan laju penyebaran dengan melakukan isolasi atau perawatan sebanyak-banyaknya bagi yang dikonfirmasi positif Covid-19,” kata dia di Banjarmasin, Kalsel, Sabtu (15/5).

Diungkapkan Taqin, larangan mudik tahun ini faktanya tidak mengurangi mobilitas penduduk selama puasa atau jelang lebaran. Berdasarkan data dari Apple Maps dan Google, ungkap dia, kebijakan pemerintah tersebut belum dapat menekan mobilitas penduduk lebih baik dari situasi di tahun 2020.

Taqin menyebut indeks tren mobilitas Apple Maps mobilitas penduduk dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat sebelum lebaran tahun 2021 jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Perbedaannya mencapai 40 hingga 60 persen.

Sementara dengan menggunakan data mobilitas penduduk di pusat transportasi umum dari google, mobilitas penduduk pada Ramadhan 2021 lebih tinggi 20 hingga 50 persen dibandingkan tahun 2020. “Saat pelarangan mudik dari 6 Mei 2021 mobilitas penduduk menggunakan kendaraan dan angkutan umum memang menurun drastis. Tetapi masyarakat sudah mengantisipasi dengan mudik lebih awal, khususnya sejak dilakukannya pembatasan perjalanan dari 22 April,” bebernya.

Alhasil, data Google dan Apple Maps menunjukkan peningkatan signifikan perjalanan menggunakan kendaraan dan angkutan umum hingga sebelum 6 Mei. Begitu pula mobilitas penduduk di udara mengalami peningkatan yang sangat tajam.

Menurut Taqin, larangan mudik hanya menyebabkan menurunnya mobilitas penduduk antarpulau dan antardaerah. Sebaliknya masyarakat memberikan respon atas larangan mudik tersebut dengan meningkatnya mobilitas lokal.

Berdasarkan data Google, hal ini ditunjukkan semakin menurunnya durasi mobilitas di area pemukiman. Artinya pergerakan masyarakat di luar rumah semakin tinggi. Sebagai contoh mobilitas penduduk ke pasar tradisional, super market, toko bahan makanan dan apotik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga melonjak tinggi melebihi baseline atau situasi normal sebelum pandemi.

“Berdasarkan alasan ini, dapat dikatakan pemerintah belum berhasil mengendalikan mobilitas penduduk sebelum lebaran, sehingga menyebabkan potensi penularan Covid-19 yang lebih tinggi,” paparnya.

Sumber: republika.co.id

Penambahan Covid Turun Drastis Karena Jumah Testing Minim

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Penambahan kasus positif Covid-19 harian turun drastis dalam tiga hari terakhir. Bahkan pada Sabtu (15/5) Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan ‘hanya’ ada 2.385 kasus baru. Angka ini sekaligus yang terendah dalam nyaris sembilan bulan terakhir. Angka kasus yang lebih rendah terakhir tercatat pada 26 Agustus 2020, dengan 2.306 kasus.

Tapi ada catatan merah yang perlu jadi perhatian. Turunnya penambahan kasus dalam beberapa hari terakhir dibarengi dengan anjloknya kapasitas testing atau pemeriksaan speismen Covid-19. Dalam tiga hari terakhir, jumlah orang yang dites cuma 20 ribuan. Bahkan pada Jumat (14/5) tercatat hanya 15 ribuan orang diperiksa. Angka ini jelas jauh di bawah angka testing pada hari normal yakni 40 ribu hingga 50 ribu orang.

Belum ada penjelasan resmi dari satgas mengenai hal ini, namun penurunan kapasitas testing disinyalir karena banyaknya laboratorium yang libur. Indonesia memang belum pernah sanggup menjaga stabilitas kemampuan testing. Sejak awal pandemi muncul, kapasitas testing selalu saja jeblok di akhir pekan dan hari libur nasional.

Pemerintah perlu mewaspadai rendahnya kapasitas testing ini. Alasannya, sepanjang periode libur lebaran ini tercatat ada banyak temuan kerumunan di sejumlah titik terutama lokasi wisata. Ancaman lonjakan kasus Covid-19 pun mengancam sehingga kapasitas testing perlu segera dipulihkan.

Catatan lainnya yang perlu diperhatikan pemerintah adalah tren angka kematian yang trennya cenderung menanjak. Pada Sabtu (15/5) dilaporkan ada 144 kasus kematian akibat Covid-19. Sehingga total ada 47.967 orang meninggal dunia dengan status positif Covid-19. Angka kematian harian ini cenderung naik, meski tidak signifikan, dalam satu bulan terakhir.

Kabar baiknya, jumlah kasus aktif mulai konsisten menurun. Pada Sabtu (15/5) jumlah kasus aktif berkurang 1.940 orang, menjadi 91.636 orang. Kasus sembuh juga cenderung meningkat secara konsisten. Pada Sabtu (15/5) dilaporkan ada 4.181 orang yang sembuh dari Covid-19. Sehingga total ada 1.597.067 orang sembuh dari Covid-19.

Dari penambahan kasus kemarin, Jawa Barat menduduki peringkat pertama sebagai penyumbang angka tertinggi yakni 723 kasus baru. Posisi kedua ditempati Jawa Tengah dengan 248 kasus. Menyusul kemudian, Jawa Tengah dengan 227 kasus, Kepulauan Riau dengan 190 kasus, dan Jawa Timur dengan 183 kasus.

Sumber: republika.co.id

Kasus Covid di Bogor Didominasi Usia Produktif

BOGOR(Jurnalislam.com) — Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor di dominasi oleh orang usia produktif pada usia 20 tahun hingga 59 tahun yakni 254 kasus dari 378 kasus aktif atau 67,18 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Sabtu (15/5), mengatakan, orang usia produktif adalah orang yang memiliki mobilitas paling tinggi dalam keluarga, dibandingkan dengan orang usia lanjut (lansia) maupun anak-anak.

“Orang usia produktif sebagian besar adalah bekerja di luar rumah dan bahkan bekerja di luar kota, sehingga memiliki banyak interaksi di luar rumah,” katanya.

Menurut Retno, orang usia produksi karena mobilitasnya paling tinggi dan banyak kegiatan di luar rumah, sehingga risiko tertular Covid-19 juga lebih tinggi. Berdasarkan Data Covid-19 pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, kasus positif Covid-19 yang sedang dalam perawatan atau kasus aktif, pada Jumat (14/5) ada sebanyak 378 kasus.

Dari jumlah tersebut, usia 20-29 tahun ada sebanyak 71 kasus atau 18,78 persen, usia 30-39 tahun ada 44 kasus atau 11,64 persen, usia 40-49 tahun ada 68 kasus atau 17,98 persen, kemudian usia 50-59 tahun ada 71 kasus atau 18,78 persen. Keseluruhannya ada 254 kasus atau 67,18 persen.

Sedangkan, remaja, anak, dan balita yang terpapar Covid-19, ada sebanyak 78 kasus atau 20,62 persen. Itu artinya, orang usia lanjut yakni pada usia 60 tahun ke atas yang tertular Covid-19 hanya 12,20 persen.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, tren penularan Covid-19 di Kota Bogor terus melandai dan saat ini sudah sangat landai. “Tapi warga Bogor harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, karena pandemi Covid-19 belum berakhir,” katanya.

Menurut Bima Arya, warga Kota Bogor jangan sampai lengah, karena kalau lengah bisa muncul lonjakan kasus Covid-19, seperti yang terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Menurut Bima Arya, karena pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga masih ada kemungkinan munculnya lonjakan kasus baru Covid-19.

“Hal ini harus dicegah dan diantisipasi dengan terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.

Bima Arya mengingatkan, warga Kota Bogor harus bisa disiplin dan menahan diri untuk tidak banyak melakukan mobilitas yang menimbulkan kerumunan.

Sumber: republika.co.id