RS Darurat Asrama Haji Siap Rawat Pasien Covid Gejala Berat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta resmi akan beroperasi sebagai rumah sakit (RS) penanganan covid-19 mulai Sabtu, 10 Juli 2021. Kepastian ini disampaikan Presiden Joko Widodo usai meninjau kesiapan sarana dan prasarana kesehatan di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (9/7/2021).

Asrama Haji Pondok Gede, biasanya digunakan sebagai tempat transit calon jemaah Embarkasi Jakarta sebelum diberangkatan ke tanah suci di musim haji. Saat ini, untuk mengantisipasi lonjakan pasien covid-19 di wilayah Jakarta dan sekitarnya, pemerintah mengkonversi delapan gedung di sana sebagai tempat perawatan pasien covid-19 sedang hingga berat.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menerangkan bahwa untuk mendapatkan perawatan di RS Asrama Haji Pondok Gede, pasien covid-19 terlebih dahulu harus mengisi aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi Nasional (Sisrutenas).

“Sisrutenas ini diisi oleh rumah sakit atau Puskesmas terdekat dari tempat tinggal pasien. Melalui aplikasi ini nanti akan ada rujukan dan bisa dilihat riwayat dari pasien sehingga ketika dirujuk kesini  bisa mendapatkan penanganan yang sesuai,” kata Abdul Kadir, di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (9/7/2021).

Guru Besar Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) ini juga menambahkan pihaknya mengoptimalkan seluruh gedung di asrama haji ini untuk dapat melayani pasien Covid-19. Sementara, pengelolaan manajemen RS Asrama Haji merupakan extension (perpanjangan) dari beberapa rumah sakit.

Adapun rumah sakit yang terlibat dalam manajemen RS Asrama Haji, yaitu: RS Dharmais mengelola pelayanan di Gedung A, RS Harapan Kita mengelola Gedung B, RS Kota mengelola Gedung C, RS Marzoeki Mahdi Bogor mengelola Gedung H, serta RS Ibu dan Anak Bunda mengelola Gedung D5.

“Kita mengoptimalkan semua pelayanan seluruh gedung yang ada di asrama haji, menyiapkan tempat sebanyak-banyaknya, extension (perluasan) rumah sakit dibawah agar kita dapat memonitor secara langsung dan tentunya lebih terkoordinir,” terangnya.

Selain sarana prasarana,  Kemenkes juga telah menyiapkan tenaga kesehatan (nakes) untuk memberikan pelayanan di RS Asrama Haji Pondok Gede. “Nakes yang terfokus di asrama haji berjumlah 350 orang yang berasal dari seluruh daerah dengan 78 spesialis. Nakes yang kami siapkan merupakan tenaga profesional yang berpengalaman di bidangnya dan semua menginap di asrama haji,” ujar Abdul Kadir.

Lima gedung yang disiapkan sebagai tempat perawatan pasien Covid 19 adalah gedung A, B, C, H, dan D5. Satu gedung yang sudah digunakan untuk perawatan intensif pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat adalah Gedung Arafah. Sedang dua gedung yang akan digunakan sebagai akomodasi tenaga kesehatan adalah gedung D3 dan D4.

Tunis dan Pakistan Jajaki Kerja Sama Halal dengan Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Tunis dan Pakistan menjajaki kerja sama Jaminan Produk Halal (JPH) dengan pemerintah Indonesia. Pembahasan itu dilakukan dalam audiensi virtual antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tunis dan Kedutaan Besar Pakistan di Indonesia, yang secara terpisah diterima oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI.

Turut hadir pada pertemuan itu Institut National de la Normalisation et de la Propriété Industrielle (INNORPI) Kementerian Industri Tunis.

Melalui kedua pertemuan virtual tersebut, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Tunis Ikrar Nusa Bhakti dan Menteri Perdagangan dan Investasi Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta Fouzia Perveen Chaudhry, keduanya mengungkapkan harapan yang sama agar pertemuan bilateral dengan pemerintah Indonesia dapat meningkatkan hubungan baik yang selama ini telah terjalin. Pertemuan itu secara khusus juga diharapkan menjadi awal yang baik bagi kerja sama di sektor produk halal.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPJPH Kemenag, Mastuki, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas inisiasi pertemuan tersebut. Menurutnya, inisiasi untuk melakukan kerja sama Jaminan Produk Halal kedua negara dengan Indonesia adalah langkah yang tepat, mengingat regulasi mengamanatkan agar kerja sama internasional JPH dilaksanakan atas adanya perjanjian di antara kedua negara.

“Kami sangat berterima kasih dan sangat mengapresiasi pertemuan ini. Kami berharap agar kerja sama Jaminan Produk Halal kedua negara dapat dilaksanakan dengan adanya payung kerja sama kedua pemerintah melalui perjanjian Government to Government antara kedua negara.” kata Mastuki pada pertemuan tersebut, Kamis (8/7/2021).

Lebih lanjut, Mastuki menjelaskan bahwa sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021, kerja sama internasional JPH dapat dilakukan di antara kedua negara dalam bentuk pengembangan JPH, penilaian kesesuaian, dan/atau pengakuan sertifikat halal.

“Sebagaimana diatur di dalam PP 39/2021, kerja sama internasional dalam pengembangan JPH meliputi pengembangan teknologi, sumber daya manusia, dan sarana dan prasarana JPH. Kerja sama ini dilakukan oleh BPJPH dengan pemerintah atau lembaga lainnya di negara setempat,” imbuh Mastuki menerangkan.

Sedangkan kerja sama internasional dalam penilaian kesesuaian meliputi saling pengakuan dan saling keberterimaan hasil penilaian kesesuaian. Kerja sama ini berupa pengembangan skema saling pengakuan dan saling keberterimaan hasil penilaian kesesuaian yang dilakukan oleh BPJPH bersama dengan lembaga nonstruktural yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang akreditasi dengan lembaga akreditasi negara setempat.

Adapun kerja sama internasional dalam pengakuan sertifikat halal merupakan kerja sama saling pengakuan sertifikat halal yang dilakukan BPJPH dengan lembaga halal luar negeri yang berwenang untuk menerbitkan sertifikat halal.

“Namun apabila di negara setempat tidak terdapat lembaga halal luar negeri, maka pelaku usaha wajib melakukan sertifikasi halal ke BPJPH.” tambah Mastuki.

Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal BPJPH, Siti Aminah, menambahkan bahwa saat ini sejumlah negara juga tengah berkoordinasi dengan BPJPH untuk mempersiapkan kerja sama JPH. Selain itu, BPJPH juga telah menerima permohonan kerja sama dari berbagai lembaga halal luar negeri. Penyiapan kerja sama internasional ini dilakukan BPJPH dengan berkoordinasi bersama Kementerian/Lembaga terkait.

“Dengan adanya kerja sama G-to-G antara kedua negara, maka kerja sama BPJPH dengan lembaga halal luar negeri dapat dilangsungkan. Namun apabila di negara setempat tidak ada lembaga halal luar negeri, maka pelaku usaha dapat melakukan sertifikasi halal secara langsung ke BPJPH,” kata Siti Aminah.

Diaspora Indonesia di AS Doakan Indonesia yang Hadapi Lonjakan Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) –  Tingginya kasus Covid-19 dan tingkat kematian yang melonjak pesat di Indonesia menyentuh banyak warga diaspora Indonesia di Amerika serikat.

Tidak sedikit kabar duka dan permintaan doa datang dari komunitas warga Indonesia di Amerika Serikat.

Sebagai bentuk kepedulian, IMSA (Indonesian Muslim Society in America) mengadakan acara “Doa Bersama Untuk Keselamatan Indonesia dari Covid-19” yang disiarkan secara live pada hari Jum’at pukul 6 PM PST/ 9 PM ET waktu Amerika Serikat atau Sabtu 8:00 WIB waktu Indonesia yang dihadiri lebih dari 300 peserta melalui Zoom, Facebook live, dan YouTube live.

Terkumpul lebih dari 300 nama keluarga dari warga Indonesia di Amerika Serikat yg saat ini sedang sakit atau telah meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia.

Hadir di acara ini, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Washington DC, Duta Besar Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Para Konsul Jenderal RI di berbagai wilayah di Amerika Serikat, dan tokoh-tokoh organisasi Muslim Indonesia yang ada di Amerika Serikat.

“Tidak perlu mengalami langsung untuk bisa berempati. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda umat Muslim bagaikan satu tubuh. Satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain juga merasakan sakit. Kita bersama merasakan kedukaan, kecemasan yang dirasakan saudara-saudara kita”, kata Bapak Aria Novianto, Presiden IMSA, Ahad (11/7).

Iwan Freddy Hari Susanto, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Washington DC, menegaskan pentingnya dukungan doa dari masyarakat Indonesia, “Kerja keras bersama dan langkah pemerintah Indonesia memerlukan dukungan langsung dan doa dari Ibu Bapak di sini serta masyarakat Indonesia yang saling membahu dimanapun berada agar segera membuahkan hasil positif yang kita harapkan bersama.” Pernyataan ini  didukung Konjen RI dari berbagai wilayah di Amerika Serikat.

Dipimpin Bapak Chaeri Ahmad, IMSACare, Badan Sosial IMSA, melalui https://imsa.us/care telah dan sedang aktif menggalang dana bantuan untuk Covid-19 dan menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya, baik di Indonesia atau di Amerika Serikat.

Acara Doa Bersama secara live ini juga diisi dengan tausiyah dari ustadz-ustadz asal Indonesia yang sangat dikenal dan dihormati di Amerika Serikat.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Shamsi Ali dari New York mengingatkan bahwa kekuatan tunggal yang mengontrol alam ini hanyalah milik Allah SWT, kita disadarkan akan kelemahan kita untuk itu kita perlu kuatkan iman untuk kembali kepada Allah SWT. Juga bahwa di balik tantangan ada optimisme untuk memperbaiki diri di dunia untuk mendapat kebaikan di akhirat.

Bagaimana sebaiknya umat Islam menghadapi kesulitan? Ustadz Mohammad Joban dari Seattle menjelaskan bahwa, “Kita sebaiknya merasa ridha dengan qadha Allah SWT.”

Sebagai Muslim kita bisa melihat dengan positif, apa yang kita korbankan pasti ada manfaatnya dan sebaiknya kita mensyukuri dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Termasuk dengan menyumbang untuk saudara kita di Indonesia.

Sumber: republika.co.id

 

Istighosah Daring, Ikhtiar Batin Doakan Wabah Segera Berakhir

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamis (8/7/2021) malam, menyelenggarakan istighosah secara daring, melalui aplikasi zoom meeting dan livestreaming YouTube.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Waryono Abdul Ghafur mengatakan bahwa giat ini dilakukan  sebagai ikhtiar batin, berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Apalagi, belakangan kasus covid-19 kembali naik dengan berbagai varian baru.

“Inisiasi istighosah ini sebagai salah satu ikhtiar batin kita agar wabah virus Corona ini segera berakhir karena akhir-akhir ini angka kasusnya selalu naik,” kata Waryono.

Hal senada disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani. Menurutnya, istighosah menjadi bagian dari penyempurnaan protokol kesehatan, dari 5 M menjadi 6 M.

“Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan M yang  terakhir adalah mendoakan agar covid-19 segera berakhir. Istighosah ini masuk dalam M yang terakhir dari prokes 6 M,” jelas Ali Ramdhani.

Acara ini diikuti ribuan peserta secara daring, baik melalui Chanel YouTube Pendis maupun via zoom. Mereka antara lain berasal dari Asosiasi Pesantren, Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal, Asosiasi Ma’had Aly Indonesia, Kabid dan Kasi Pontren/Pakis seluruh Indonesia dan elemen masyarakat umum.

Istighosah ini dipimpin Pengasuh Pesantren APIK Kendal Kaliwungu, KH. Sholahuddin Humaidullah dan ditutup doa oleh Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus. Ikhtiar ini rencananya akan dilakukan setiap Kamis malam.

Selain Ditjen Pendidikan Islam, kegiatan yang sama oleh keluarga besar ASN Itjen Kementerian Agama dan 23 Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) yang tersebar di berbagai provinsi.

Kegiatan doa bersama juga digelar Ditjen Bimas Buddha. Pegawai Ditjen Bimas Buddha bersama civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN), serta pengawas, guru, dan penyuluh agama Buddha, pada 9 Juli 2021, menggelar doa bersama dari kediaman masing-masing untuk keselamatan bangsa.

Ulama Betawi Ahli Hadits KH Ahmad Lutfi Fathullah Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pandemi Covid-19 belum juga usai, kabar duka pun terus berdatangan silih berganti menghampiri umat Islam.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Berita duka datang dari umat Islam di DKI Jakarta, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah DKI Jakarta, KH Ahmad Lutfi Fathullah, meninggal dunia, Ahad (11/7).

Sosok yang juga menjabat Ketua Baznas DKI Jakarta itu meninggal akibat terpapar Covid-19.

Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar, turut bersedih menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Pendiri Pusat Kajian Hadis Jakarta itu.

“Beliau adalah salah satu ulama betawi ahli hadist, beliau orang baik dan santun dalam bertutur kata dan berbahasa,” ucap kiai Muchtar mengenang pribadi almarhum.

Baca Juga  MUI Serukan Sembilan Poin Taushiyah Ramadan 1438 H

Dia melanjutkan jika ulama yang meninggal di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan tersebut bisa dijadikan seorang guru, sahabat, bahkan juga bisa menjadi kawan dalam bertukar sebuah pikiran.

“Saya banyak belajar dengan beliau dalam segala hal,” ujar dia.

Kiai Munahar juga turut mendoakan Almarhum yang juga merupakan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) DKI Jakarta, itu agar almarhum bisa masuk dalam golongan orang yang meninggal secara syahid dan semoga Allah muliakan dia di sisi-Nya. (mui)

INDEF : PSBB dan PPKM Solusi Nanggung Hadapi Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dr. Dradjad Wibowo menilai kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 melalui PSBB dan PPKM dinilai sebagai solusi yang nanggung dan bahkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan lockdown total.

“Memang kalau para ahli kesehatan sarannya kita lockdown total, mungkin hanya pergerakan esensial saja yang dibolehkan, lalu masyarakat yang membutuhkan penghasilan harian mau gak mau negara harus mengganti, tapi kendalanya negarakan selalu tidak punya uang kan,” kata Dradjad, dalam diskusi online yang digelar Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa, Sabtu (10/7/2021).

Lebih lanjut ia juga mempertanyakan terkait kekhawatiran besarnya biaya jika lockdown, apakah pemerintah sudah melalukan perhitungan secara akurat,

“Dikatakan kalau kita lockdown Jakarta biayanya sekian besar, pertanyaannya adalah apakah biayanya pernah dihitung betul-betul, saya kox tidak yakin apa yang disampaikan biayanya setinggi itu, kita kan tidak berfikir lockdown nya sampai sebulan lebih tapi hanya beberapa pekan saja,” ungkapnya.

“Karena kalau tindakan kesehatan publicnya, social distancingnya nanggung itu biaya ekonominya malah bisa jauh lebih besar dibanding kita lockdown,” imbuhnya.

Menurut Dradjad PSBB kemarin dan PPKM yang sekarang ini, adalah solusi yang nanggung dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona,

“Kenapa saya katakan nanggung karena yang dibatasi ditempat tertentu tapi orang terbang dengan pesawat masih bebas, orang asing masuk masih bebas, kalau mau menggunting transmisi penyebaran virus harus dengan cara yang benar jangan nanggung begini, akibatnya masyarakat sudah sulit mencari nafkah dan transmisi penyebaran virusnya tidak bisa kita potong,” terangnya.

Mengenai sumber biaya jika pemerintah melakukan lockdown, Dradjad menyarankan realokasi anggaran dari dana pemindahan ibu kota,

“Apakah biaya nya masih ada, seharusnya masih ada toh faktanya kita bisa alokasikan dana untuk voucher pra kerja, kita masih sisihkan dana untuk ibu kota baru, ini kan bisa di realokasi.” pungkasnya.

Kontributor: Bahri

#PrayForHome, Doa Bersama untuk Korban Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Presiden Joko Widodo menyeru seluruh masyarakat Indonesia untuk terus berdoa agar bangsa ini selalu diberikan kekuatan untuk menghadapi ujian pandemi Covid-19. Seruan ini disampaikan Presiden Joko Widodo saat hadir secara virtual dalam kegiatan Pray From Home: Dari Rumah untuk Indonesia, yang diinisi​​​​​​​ Kementerian Agama.

“Dari rumah masing-masing mari kita tundukkan Kepala, mengheningkan cipta , doa dari rumah kita panjatkan dan terus  ikhtiar agar ujian pandemi ini segera berakhir,” ujar Presiden Jokowi, Ahad (11/7/2021).

Turut bergabung secara virtual dalam Pray From Home, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju, para Kepala Daerah,  tokoh agama, serta hampir 10 ribu masyarakat umum.  Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung pada kanal media sosial Kementerian Agama, TVRI, RRI, serta sejumlah media Nasional lainnya.

Pembacaan doa disampaikan enam pemimpin tokoh agama, yakni Prof Dr. KH Quraish Shihab (Islam), Pendeta Lipius Biniluk (Protestan), Kardinal Suharyo (Katolik), I Nengah Dana (Hindu), Bhante Pannyavaro (Buddha), dan Xs. Budi Tanuwibawa (Konghucu).

Presiden mengungkapkan, upaya lahir batin harus dilakukan untuk menghadapi pandemi ini. “Menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini, selain ikhtiar dengan
berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batiniah. Memanjatkan doa memohon pertolongan Allah SWT agar beban kita diringankan, agar rakyat bangsa, negara, juga dunia terbebas dari pandemi,” kata Presiden.

Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengatasi pandemi covid-19. :Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, tidak bisa
menyelesaikan masalah ini sendirian.  Semua pihak harus berkolaborasi, berkerjasama saling tolong menolong, bergotong royong untuk mengatasi ujian yang melanda ini,” tutur Presiden Jokowi.

Ia pun mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam menghadapi pandemi ini. Tak terkecuali ormas keagamaan dan tokoh agama.

“Saya sangat bersyukur  pandangan ormas-ormas keagamaan senapas untuk menjaga keselamatan umat dalam menjalankan protokol kesehatan. Kerja keras pemerintah untuk mengatasi covid-19  ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kesadaran serta partisipasi masyarakat,” imbuhnya.

Ia kembali mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi menjaga keselamatan jiwa. “Yakinkan keluarga dan lingkungan terdekat agar beraktivitas di rumah saja. Dalam mengatasi covid-1, ini merupakan ijtihad kebangsaan kita,  karena bertujuan menyelamatkan jiwa dan kemaslahatan kita bersama,” tegas Presiden Jokowi.

Akhirnya, Presiden berharap Pray From Home selanjutnya dapat menjadi gerakan bersama semua masyarakat Indonesia untuk membangun optimisme dalam menghadapi  pandemi Covid-19.

Sinergi MUI – ACT Luncurkan Program Pangan dan Medis

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Majelis Ulama Indonesia bersama beberapa lembaga filantropi meluncurkan program untuk membantu kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat selama PPKM Darurat. Pada tahap pertama MUI menggandeng Aksi Cepat Tanggap.

Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan kondisi bangsa Indonesia sedang diterpa musibah sehingga mengakibatkan banyak saudara kita yang memerlukan bantuan. Untuk itu, Buya Amirsyah meminta semua pihak untuk cepat membantu sesama.
“Kecepatan kita untuk merespons problem yang dihadapi oleh bangsa ini. Kita sekarang ini membutuhkan aksi cepat tanggap,’’ kata Buya Amirsyah, saat memberikan sambutan dalam peluncuran Program Operasi Pangan Gratis di Jakarta, Jumat (8/7).

Menurutnya, untuk melakukan aksi cepat ini, salah satunya memerlukan kesaudaraan secara politik meliputi pemimpin bangsa, para elite politik, pimpinan Ormas dan semua pihak agar memiliki kesadaran bersama.

Buya Amisryah menjelaskan, kesadaran yang dimaksud adalah untuk menerima dan memberi. Dia menyebut Indonesia dikenal sebagai bangsa cinta berderma dan berterimakasih. Hal itu harus selalu dibiasakaan dan dibudayakan semua masyarakat.

Oleh karena itu, dia meyakini lembaga filantropi seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) tidak mungkin akan kekurangan stok logistik. Saat sidak ke gudang ACT, Buya Amirsyah melihat 300 Ribu stok. Menurutnya, untuk mencapai 1000 Ton stok logistik tidak akan sulit bahkan bisa melebihinya.

Dia menambahkan, saat ini, kondisi masyarakat sangat membutuhkan. Apalagi, PPKM darurat kemungkinan besar bukan hanya di daerah Jawa dan Bali. Tetapi akan di perluas ke wilayah Indonesia yang lain.

‘’Saat ini, kita merasa sangat prihatin, sekaligus harus turun tangan menanggulangi pemberian donasi melaui cash (uang), beras dan air,’’ katanya.

 

Untuk itu, Buya Amirsyah menginisiasi adanya Gerakan Darurat Solidaritas. Karena saat ini, ada darurat sosial, maka diperlukan untuk membentuk darurat solidaritas untuk menggerakan solidaritas di antara kita. Dia berharap, kerjasama yang MUI lakukan dengan sejumlah pihak dapat membantu sesama.

Wakil sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi, Muhammad Azrul Tanjung, mengatakan pada bantuan tahap pertama, MUI dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyalurkan 1.000 ton beras, 100.000 karton air mineral, 1.000 sapi qurban, dan operasi medis gratis melalui Program Covid-19 Medical CareLine.

“Tahap berikutnya, MUI akan mengandeng lembaga filantropi lainnya seperti Baznas, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, ZIS BUMN untuk membantu usaha mikro dan kecil dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19, MUI juga akan mengajak Polri dan TNI dalam menghadapi kondisi darurat kemanusiaan ini,” ujar Azrul

Bantuan tersebut diberikan karena banyaknya masyarakat yang kesulitan ekonomi akibat diberlakukannya PPKM darurat di Jawa dan Bali, menyusul perintah untuk berdiam diri di rumah.

 

Jelang Tahun Ajaran Baru, SMP Muhammadiyah PK Gelar Awalusannah Virtual

 SOLO(Jurnalislam.com)–Jelang proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2021/2022, 124 siswa baru, siswa kelas VII yang didampingi orang tua wali siswa mengikuti kegiatan awalussanah secara virtual melalui zoom meeting dan youtube sekolah, PK TV pada Sabtu (10/7) dari rumah masing-masing. Awalussanah mengangkat tema belajar tanpa batas ruang dan waktu menuju generasi berkarakter dan peduli lingkungan.

Ucapan selamat datang disampaikan oleh kepala sekolah SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko kepada siswa dan orang tua yang hadir melalui zoom meeting.

“Selamat datang dan bergabung di sekolah berkemajuan dan mencerahkan. Mulai tahun ajaran 2021/2022 anak-anak dan orang tua sudah menjadi bagian dari keluarga besar SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta,” ungkapnya ketika menyambut acara awalusannah.

Muhdiyatmoko juga menekankan bahwa sekolah akan mengembangkan tiga aspek yaitu pengembangan kompetensi, penguatan karakter, dan kecakapan literasi.

“Sesuai tuntutan zaman bahwa para siswa harus menguasai kompetensi abad 21 seperti berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Selain itu, penguatan karakter sangat penting apalagi pada era sekarang ini. Penguatan nilai karakter seperti spiritual, gotong royong, kepedulian, kejujuran, dan sebagainya. Salah satu kegiatannya adalah mentoring pagi sebelum pembelajaran dimulai kurang lebih 1 jam pelajaran. Mentoring pagi dalam kelompok kecil 1-15 anak per guru untuk penanaman akhlak, murojaah, dan setorang hafalan Alquran,” ungkapnya.

Kecakapan literasi pun juga akan dikembangkan melalui berbagai kegiatan seperti ekstrakurikuler jurnalistik yang menerbitkan majalah PK Teenable dan juga menerbitkan buku karya siswa.

“Kurang lebih dua puluh kelas minat bakat dalam ekstrakurikuler bisa dimaksimalkan oleh para siswa seperti karya ilmiah remaja (KIR), futsal, basket, bulu tangkis, memanah, coding, broadcasting, jurnalistik, English club, cooking, robotic, desain grafis, entrepreneur, dan sebagainya,” jelasnya.

Akhir sambutan, Muhdiyatmoko juga menekankan pembelajaran digital di sekolah sudah didukung oleh platform web learning yang bernama pklearning.com dan zoom meeting.

Sementara perwakilan dari orang tua siswa kelas VII, Ibunda dari Ananda Devan mengucapkan terima kasih dan bersyukur anak-anak dapat masuk di sekolah yang diimpikan dalam keadaan baik dan sehat.

“Mohon titip kepada Ustaz-Ustazah dan semoga anak-anak bisa lancar dalam mengikuti program sekolah,” tandasnya.

Memupuk Optimisme di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama hari ini, Minggu (11/7/2021) menggelar doa bersama secara daring dengan tajuk #PrayFromHome: Dari Rumah untuk Indonesia. Acara ini akan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, #PrayFromHome menjadi kelanjutan dari acara Hening Cipta Indonesia. Rangkaian acara ini merupakan ikhtiar batin, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi segera berakhir.

“Dengan berdoa, kita kuatkan spiritualitas, optimisme, harapan, dan keyakinan bahwa kita dapat menghadapi pandemi ini dan kondisi akan segera kembali normal,” tandas Menag.

Menurut Menag Yaqut, penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi yang sedang digalakkan Pemerintah adalah perlindungan diri. Dan doa merupakan senjata spiritual umat yang ampuh untuk mendukung keberhasilan semua upaya yang sudah dilakukan dalam mengatasi pandemi.

“#PrayFromHome, dari rumah untuk Indonesia merupakan ikhtiar batin untuk menyempurnakan upaya lahir yang sudah dilakukan oleh Pemerintah dan berbagai pihak dalam menangani pandemi ini,” terang Menag.

Ikhtiar ini, katanya, diharapkan juga mampu menggerakkan kesadaran bersama seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendoakan negeri ini. “Kita sangat optimis pandemi berlalu. Doa-doa yang dipanjatkan masyarakat Indonesia semakin meneguhkan optimisme ini,” sambungnya.

Doa bersama ini akan dilakukan secara daring. Sesuai namanya, #PrayFromHome: Dari Rumah untuk Indonesia, peserta diharapkan mengikutinya dari kediaman masing-masing. Panitia telah menyiapkan undangan daring melalui zoom untuk ribuan peserta.

Pembacaan doa akan disampaikan oleh enam pemimpin tokoh agama, yakni Prof Dr. KH Quraish Shihab (Islam), Pendeta Lipius Biniluk (Protestan), Kardinal Suharyo (Katolik), I Nengah Dana (Hindu), Bhante Pannyavaro (Buddha), dan Xs. Budi Tanuwibawa (Konghucu).

“Semua lapisan mulai dari pemuka agama, tokoh masyarakat, pimpinan ormas, pejabat Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta jajaran ASN Kementerian Agama akan terlibat. Insya Allah, Presiden dan Wakil Presiden rencananya juga akan berdoa bersama,” tutur Menag.

Kata Menag, masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan ini melalui siaran media sosial Kementerian Agama, serta sejumlah televisi, radio, dan media online.

“Mari terus mendoakan yang terbaik untuk negeri ini. Dari Rumah untuk Indonesia,” ujarnya.