Pemerintah Akui Peran Ziswaf Bantu Warga Terdampak Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi kehidupan umat, tidak hanya pada aspek kesehatan, tapi juga ekonomi, pendidikan dan lainnya. Pandemi bahkan bisa berdampak pada meningkatnya jumlah kemiskinan.

Hal ini disampaikan Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi pada acara Diskusi Bulanan Yayasan Pesantren Tashwirul Afkar, Senin (12/7/2021). Menurutnya, penduduk yang bergantung dengan penghasilan harian dan tidak punya tabungan harus diselamatkan dari tubir jurang kemiskinan dan frustrasi sosial.

“Peran Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) yang dikelola secara terlembaga oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di samping membantu darurat medis, diharapkan secara maksimal membantu rakyat kecil agar bisa memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya beli yang tertekan akibat Pandemi Covid-19,” kata Wamenag.

Dikatakan Wamenag, program stimulus ekonomi serta Jaring Pengaman Sosial yang disiapkan pemerintah, memerlukan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk Baznas, LAZ dan BWI. Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor  8 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat Sebagai Jaring Pengaman Sosial Dalam Kondisi Darurat Kesehatan Covid-19.

RBC Sinergi Foundation Tangani Persalinan Member Dhuafa Terinfeksi COVID-19

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Lonjakan kasus COVID-19 semakin hari semakin bertambah. Ruang isolasi di berbagai Rumah Sakit pun penuh, saking melonjaknya angka pasien positif.

Bagi ibu hamil yang terinfeksi, ini menjadi kesulitan sendiri. Karena masih sedikit fasilitas kesehatan yang menangani persalinan COVID-19, bahkan banyak yang terpaksa ditolak.

Menanggapi masalah ini, Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) yang diinisiasi Sinergi Foundation, menangani persalinan COVID-19. Layanan ini khusus untuk member yang terdaftar di RBC dan termasuk dalam kategori dhuafa.

Kesiapan RBC menangani pasien COVID-19 ini dinilai sebagai solusi atas masalah yang mengemuka.

“Apalagi untuk dhuafa. Untuk memenuhi biaya persalinan biasa saja kesulitan, ditambah dengan Corona, lebih sulit lagi. Bayangkan kalau harus dirujuk ke RS berapa biaya yang akan dia keluarkan? Tes swab, biaya persalinan, dan lainnya,” tutur Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation.

Penanganan RBC sendiri dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi penularan. Adapun SOP penanganan kasus pasien status COVID-19 diantaranya: pasien ditempatkan di ruang IGD terpisah, pasien memakai masker medis, nakes menggunakan APD lengkap, dan sterilisasi ruangan setelah digunakan.

Nyi Ayu Fenny, bidan yang sempat menangani salah satu pasien terkonfirmasi positif, menyatakan ini adalah pengalaman baru baginya. “Alhamdulillah, setelah dilakukan konsul dengan dokter SpOG RBC, kami observasi kemajuan persalinan di RBC. Dan akhirnya persalinan pun berjalan lancar,” tuturnya.

Menurutnya, yang tak kalah penting adalah edukasi. Karena kesadaran terkait pencegahan COVID-19 di masyarakat kalangan menengah ke bawah masih minim

“Penting juga memberikan edukasi terhadap pasien dan keluarga pasien mengenai COVID-19 ini, agar mereka juga ikut membantu dalam meminimalisir penularan COVID-19. Salah satunya dengan tetap menjaga protokol kesehatan di rumah maupun di luar,” kata Nyi Ayu.

Sebagaimana layanan lainnya di RBC, persalinan pasien COVID-19 bagi member dhuafa ini tidak dipungut biaya. Semua biaya dipenuhi dari donasi zakat yang masuk ke Sinergi Foundation.

Sikapi Wisata Islami Terdampak Pandemi, Markplus Gelar Indonesia Islamic Marketing Festival

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan akan menggelar Ibadah Haji 2021, menjawab teka-teki calon jemaah haji di seluruh Indonesia yang sepanjang 2020 tak berkesempatan untuk berangkat ke Tanah Suci karena pembatasan akibat wabah COVID-19.

Kabar baik ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Indonesia untuk membentuk skema penyelenggaraan ibadah haji yang aman dan sesuai dengan protokol kesehatan. Otoritas penyelenggara ibadah haji di Indonesia juga berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan ibadah haji, umrah, dan wisata islami bagi masyarakat Indonesia.

Menimbang pentingnya isu ini, MarkPlus Islamic yang merupakan bagian dari MarkPlus, Inc. menyelenggarakan Indonesia Islamic Marketing Festival 2021 bertajuk Menjawab Tantangan Pandemi COVID-19, Meningkatkan Kualitas Layanan Haji, Umrah, dan Wisata Islami yang dihadiri oleh 151 peserta dan diadakan secara Virtual melalui Zoom, Senin (12/7/21).

Hadir sebagai pembicara, Dr. Beny Witjaksono, S.P., MM selaku Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji mengungkapkan bahwa peluang dari haji untuk meningkatkan pelayanan adalah dengan implementasi Rencana Strategis Peningkatan Pelayanan Ibadah Haji tahun 2020.

“Yang kita lihat adalah indeks kepuasan jamaah haji, sudah mencapai 85,91% meningkat 0,8% dari tahun 2018. Selain itu dana haji aman dan tumbuh dengan baik, cukup untuk memberangkatkan haji di tahun 2021.” Ungkap Dr. Beny pada sesi talkshow Indonesia Islamic Marketing Festival 2021 Episode 1.

Dr. Beny menambahkan bahwa tantangannya adalah Indonesia harus menurunkan biaya operasional haji bersama dengan Kementerian Agama.

“Kemarin kita sudah bicara dengan penerbangan, bagaimana fuel nya, bagaimana grown handling-nya. Yang terpenting dalam penyelenggaraan haji ini adalah gaining trust and confidence. Kita harus memperoleh kepercayaan dari pemerintah Arab Saudi, pelayanan apapun yang sudah kita siapkan kalau Saudi tidak menerima ya kita tidak akan berangkat. Yang tidak kalah penting adalah support dari government, sering kali kami memiliki jamaah haji yang lemah dan tidak mendapat dukungan dari pemerintah, banyak jamaah yang terlantar karena manajemen travel kurang maksimal.” tambahnya.

 

YLKI Minta Vaksi Berbayar Dibatalkan: Tak Etis!

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Vaksinasi Gotong Royong (VGR) individu berbayar menuai kritik dari sejumlah kalangan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai VGR berbayar tersebut sangatlah tidak etis.

“Vaksin berbayar itu tidak etis, di tengah pandemi yang sedang mengganas. Oleh karena itu, vaksin berbayar harus ditolak,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Ahad (11/7).

Menurut Tulus, kebijakan ini bisa jadi hanya akan makin membuat masyarakat malas untuk melakukan vaksinasi. Tulus melihat, untuk vaksin gratis saja sejauh ini masih banyak masyarakat yang enggan melakukannya, apalagi vaksin berbayar.

Tulus menilai, vakin berbayar ini juga akan membingungkan masyarakat. “Mengapa ada vaksin berbayar, dan ada vaksin gratis. Dari sisi komunikasi publik sangat jelek,” kata Tulus.

Vaksin berbayar juga bisa menimbulkan ketidakpercayaan pada masyarakat. Tulus mengkhawatirkan munculnya anggapan bahwa vaksin berbayar memiliki kualitas yang lebih baik, sedangkan yang gratis dianggap berkualitas buruk.

Di banyak negara, masyarakat yang mau divaksinasi Covid-19 justru diberi hadiah oleh pemerintahnya. Langkah tersebut dimaksudkan agar semakin banyak warga negaranya yang mau divaksin. Ini seharusnya bisa menjadi contoh.

Oleh karena itu, YLKI mendesak agar VGR berbayar untuk kategori individu dibatalkan. “Kembalikan pada kebijakan semula, yang membayar adalah pihak perusahaan, bukan individual,” ujar Tulus.

Sumber: republika.co.id

Pemerintah Sebut Varian Delta Penyebab Kelesuan Ekonomi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah menyebut laju pertumbuhan ekonomi mengindikasikan pemulihan pada semester satu 2021. Hal ini tercermin dari APBN yang bekerja fleksibel untuk memberikan berbagai tambahan anggaran dari sisi kesehatan maupun bantuan bagi masyarakat yang rentan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penanganan Covid-19 terutama akselerasi vaksinasi dan pembatasan mobilitas akan menentukan laju pemulihan ekonomi yang membutuhkan mobilisasi dana dan SDM daerah yang sangat besar.

“Peningkatan kasus Covid-19 dengan varian baru menimbulkan downside riskuntuk laju pemulihan ekonomi,” ujarnya saat rapat kerja dengan Banggar secara virtual, Senin (12/7).

Menurutnya lonjakan kasus yang terjadi sejak Juni lalu mengharuskan pemerintah kembali melakukan pengetatan mobilitas melalui PPKM Darurat. Adapun pengetatan ini membutuhkan tambahan anggaran untuk membantu sisi kesehatan dan juga perlindungan sosial.

“Ini yang menggambarkan APBN kita harus dinamis dan responsif. Kita nggak pernah tahu kenaikan Covid kapan terjadi dan bentuknya seperti apa, yang kita upayakan agar tidak semakin buruk dan masyarakat terlindungi,” ucapnya.

Sri Mulyani mencatat saat ini anggaran kesehatan naik menjadi Rp 193 triliun untuk menangani masyarakat yang terinfeksi Covid-19 dan juga vaksinasi. Begitu juga anggaran perlindungan sosial yang meningkat untuk memberikan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat.

Adapun beberapa bantuan sosial yang diberikan selama PPKM Darurat adalah bantuan sosial tunai yang diperpanjang dua bulan yakni Juli dan Agustus, program keluarga harapan (PKH) kuartal tiga 2021, dipercepat penyalurannya pada Juli 2021

Kemudian ada juga bansos sembako hingga BLT dana desa yang semuanya diberikan untuk membantu masyarakat yang sangat rentan dan bantuan perpanjangan diskon listrik bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA hingga September 2021.

Sumber: republika.co.id

Ketua BEM UI Beberkan Serangan Personal Kepada dirinya

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Leon Alvinda Putra, membeberkan rangkaian serangan doxingyang ia terima usai BEM UI menyampaikan kritik terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Salah satunya diunggahnya kembali foto lama di akun Facebook miliknya oleh salah seorang komisaris BUMN.

“Ada seorang komisaris BUMN yang sangat hebat saya kita mendedikasikan waktunya untuk men-scroll postingan FB saya hingga delapan tahun lamanya tahun 2013, saya kurang paham,” kata Leon dalam diskusi daring, Jumat (9/7).

Ia menduga foto dirinya dengan istri Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, di Istana Negara tersebut sengaja diunggah kembali untuk memunculkan opini bahwa apa yang menjadi kritik BEM UI berkaitan dengan foto tersebut. Leon menjelaskan kehadirannya di Istana Negara ketika itu lantaran dirinya berhasil memenangkan lomba menulis di tingkat SMP.

“Saya juara di bidang karya tulis kemudian diundang ke Istana Negara, dikukuhkan di sana ketemu almarhum Ibu Ani, bagaimana kemudian saya tentu merasa senang dan terhormat sebagai siswa kelas dua SMP, dari kabupaten lagi, SMP-nya pun bukan SMP favorit, bisa ke Istana Negara di Jakarta,” ungkapnya.

Tidak hanya sampai di situ, tuduhan lain yang ia terima yaitu dirinya disebut-sebut sebagai anak dari salah seorang ketua DPC salah satu partai yang kalah dalam pilkada. Dirinya bahkan mengaku tidak mengenal siapa orang yang disebut-sebut ayahnya itu.

“Ketua DPC itu saya enggak kenal siapa orangnya justru dibawa, yang saya juga merasa kasihan juga sebenarnya pada beliau yang ditarik. padahal saya tidak kenal, dan tidak ada sangkut pautnya dengan saya,” terangnya.

Selain itu, dirinya juga dituding oleh salah satu dosennya yang mengaitkan kritikan BEM UI tersebut dengan organisasi ekstra yang ia ikuti. Menurut Leon padahal kritikan tersebut dilakukan dengan kajian.

“Itu menjadi irelevan karena postingan saya delapan tahun lalu kah, karena tadi yang dikatikan dengan orang yang dianggap ayah saya lah, kemudian dikatikan dengan organ ekstra saya kah, itu untuk kemudian semacam membuat argumen tersebut jadi irelevan dan mendelegitimate kritikan yang kami sampaikan,” ucapnya.

Sumber: republika.co.id

Perlu Kerjasama Global Tangani Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah menyatakan saat ini pandemi Covid-19 perlu diatasi secara bersama-sama oleh seluruh pihak. Diperlukan kerja sama global perlu dikuatkan agar mampu mengatasi pandemi ini.

“Kami mendukung dan menyetujui kebutuhan akan akses vaksin medis serta sistem perawatan kesehatan yang membutuhkan banyak dukungan,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan resmi seperti dikutip Senin (12/7).

Menurutnya perekonomian Indonesia menunjukkan pemulihan yang sangat kuat hingga kuartal kedua tahun ini. Hal ini tak lepas dari adanya dukungan kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah dan moneter dari Bank Indonesia (BI).

Pemerintah juga melakukan reformasi struktural untuk pemulihan yang lebih baik dan lebih kuat. Namun adanya varian baru covid-19 terutama varian Delta yang menyebar sangat cepat, berpotensi mengganggu pemulihan ekonomi yang sedang berjalan.
“Jadi kami meningkatkan sumber daya untuk kesehatan, serta jaring pengaman sosial dan terus mendukung komunitas bisnis kami,” ucapnya.

Menurutnya koordinasi yang baik, tepat, serta pendanaan sangat diperlukan dalam menghadapi pandemi ini. Pemerintah mendukung rekomendasi yang diberikan oleh panel tentang perlunya kerja sama menangani pandemi secara global.

Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ketiga merupakan salah satu pertemuan tingkat menteri yang diselenggarakan sebagai bagian dari G20 Leaders Summit 2021 yang akan diselenggarakan oleh Italia pada Oktober 2021.

G20 terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa. Adapun ke-19 negara tersebut antara lain Argentina, Australia, Brazil, Canada, Tiongkok, Jerman, Prancis, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Federasi Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

sumber: republika.co.id

 

Muslim Selandia Baru Turun ke Jalan Lawan Islamofobia

TOKOROA(Jurnalislam.com) — Muslim Selandia Baru mengadakan aksi turun ke jalan untuk mendidik warga asli atau yang disebut kiwi tentang imam mereka yang telah mengalami pelecehan verbal.

Perwakilan dari proyek Discover Islam telah mengunjungi kota-kota Selandia Baru untuk berbicara dengan warga dan mengubah stereotip Muslim.

Di Tokoroa pada Kamis, anggota proyek Haris Ahmed mengaku saat mereka mencobanya itu tidak selalu berjalan mulus. Misalnya, saat ia di Whanganui, ada pasangan yang mendatanginya dan rekannya. Mereka mengatakan alasan serangan Christchurch terjadi karena Muslim memilih datang untuk tinggal.

“Pengalaman serupa juga terjadi di Huntly dan Raglan. Warga berkomentar ‘Kembalilah ke negara Anda, saya tidak ingin melihat Muslim,” kata Ahmed.

Bagi Mirza Ahmab dan penyelenggara kampanye Imam Sabah al-Zafar, di beberapa kesempatan, para kiwi mendukungnya. Pengalaman itu juga terjadi pada Ahmed.

Awalnya orang itu menyuruh Ahmed dan rekannya meninggalkan Selandia Baru. Namun, setelah diskusi, perspektifnya berubah 180 derajat.

“Orang itu berkata, ‘Saya ingin memakai kaus Anda dan saya akan berada di sana pada 15 Maret. Saya akan memakai kaus ini dan berbicara dengan orang-orang dan memberi tahu mereka Muslim itu baik, mereka sangat baik’,” ujar dia.

Dilansir Stuff, Senin (12/7), Manajer Discover Islam al-Zafar yang merupakan imam Australia mengatakan tujuan kampanye ini menjembatani kesenjangan antara penggambaran negatif dan kebenaran. Berdasarkan laporan situs gerakan tersebut, organisasi ini bertujuan memperkenalkan kepada warga lokal tentang ajaran Islam yang benar dan menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam. Ini dilakukan demi menciptakan masyarakat yang saling pengertian, damai, dan harmonis.

Selain kampanye jalanan, anggota proyek bertemu dengan anggota Parlemen, seperti wali kota dan pemimpin lintas agama. Al-Zafar menyebut para pakar PBB mengakui perasaan anti-Muslim telah meningkat sejak serangan 9/11.

“Kami percaya ada segelintir Muslim yang mencemarkan nama Islam untuk motif tersembunyi, tapi ini bukan kami. Inilah yang telah kami katakan selama beberapa dekade,” ucap dia.

Selain pendekatan langsung, organisasi juga mendorong anggota untuk mengambil bagian dalam kegiatan komunitas, seperti penanaman pohon, penggalangan makanan, dan donor darah. Muslim diberitahu untuk selalu menjadi Muslim yang baik dengan menunjukkan simpati dan empati.

“Persatuan setelah serangan Christchurch harus menjadi sesuatu yang permanen dan lebih abadi. Kampanye ini bukan hanya tentang memerangi islamophobia tapi ini tentang memerangi segala macam rasialisme dan diskriminasi terhadap orang-orang dari berbagai latar belakang etnis,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Erdogan: Turki Selalu Bersama Bosnia, Tidak Lupakan Genoside

ANKARA(Jurnalislam.com) — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingati 26 tahun genosida Srebrenica, Ahad (11/7). Dia menyuarakan kesedihan dan simpatinya kepada para korban.

Dalam pesan video pada upacara peringatan, Erdogan mengatakan Turki akan terus mendukung Bosnia dan Herzegovina. Turki tidak akan pernah melupakan genosida tersebut yang merupakan sejarah

“Luka Srebrenica masih terasa di hati kita meskipun sudah 26 tahun lalu,” kata Erdogan, dilansir Middle East Monitor, Senin (12/7).

Lebih dari 8.000 Muslim Bosnia terbunuh ketika pasukan Serbia Bosnia menyerang Srebrenica pada Juli 1995 meskipun ada pasukan penjaga perdamaian Belanda. Dewan Keamanan PBB menyatakan Srebrenica sebagai daerah aman pada musim semi 1993.

Namun, pasukan yang dipimpin Jenderal Mladic menyerbu zona PBB. Kemudian dia menyatakan bersalah atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.

Meskipun keputusan pengadilan tentang penjahat perang tidak dapat meringankan penderitaan tragedi di Eropa, tapi itu bisa mencegah genosida lainnya. Dia menyoroti pentingnya perdamaian di Bosnia dan Herzegovina yang memiliki kepercayaan, budaya, dan etnis yang berbeda dengan perlunya keseimbangan di seluruh wilayah Eropa, terutama Balkan.

Selain itu, Erdogan mendesak tokoh-tokoh politik untuk menentang kebencian, kekerasan dan diskriminasi, dan bersatu kembali berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang sama. “Membuat perdamaian permanen di tanah ini (Bosnia dan Herzegovina) adalah tugas kita bersama,” ujar dia.

Erdogan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban genosida dan berharap Allah mengampuni para almarhum.

Sumber: republika.co.id

Pandemi di Saat Kurban, Momen Teladani Pengorbanan Nabi Ibrahim

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengajak masyarakat untuk mensukseskan segala program pemerintah dalam penanganan covid-19. Hal ini disampaikan Yandri saat menyampaikan konferensi pers secara virtual usai mengikuti Sidang Isbat (penetapan) Awal Zulhijah 1442 H yang digelar Kementerian Agama secara daring.

“Mari kita sukseskan program pemerintah untuk mengatasi pandemi yang sangat luar biasa ini. Mari kita ikuti ajaran Nabi Ibrahim AS beserta anaknya Ismail bagaimana  memiliki kesabaran untuk menghadapi sebuah cobaan yang besar. Insya Allah dengan cobaan yang besar ini akan meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama, apalagi dengan semangat berkorban,” tutur Yandri, Sabtu (10/7/2021).

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, Sidang Isbat memutuskan bahwa 1 Zulhijah 1442 H jatuh pada Minggu, 11 Juli 2021. “Oleh karena itu saya sebagai Ketua Komisi VIII mendukung keputusan pemerintah yang sudah menetapkan sidang isbat pada hari ini, bahwa  1 Zulhijah akan jatuh pada esok hari, dan Hari Raya Iduladha akan jatuh pada 20 Juli 2021,” ungkap Yandri.

Menjalani Iduladha di tengah pandemi menurut Yandri diperlukan kesadaran seluruh umat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan. Ini menjadi wujud pengorbanan yang diteladanka Nabi Ibrahim dan Ismail untuk mencapai kemaslahatan bersama.

“Mari kita sukseskan program pemerintah ini, karena bagaimana pun negara ini adalah negara kita yang harus sama-sama kita jaga. Dan tidak boleh dianggap remeh dianggap sepele, bahwa pandemi covid 19 ini belum berlalu,” kata Yandri.

“Oleh karena itu ayo kita bergandengan tangan. Satu sama lain harus satu sama rasa bahwa ini tanggung jawab kita semua. Oleh karena itu dengan kebersamaan ini saya yakin cobaan yang berat ini akan bisa kita llaui dengan sukses. Dan pandemi akan pergi dari negeri yang kita cintai,” imbuhnya.

Ia pun menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya korban sakit dan meninggal selama pandemi covid-19. “Kita prihatin bagi yang meninggal maupun yang sedang terbaring sakit. Tentu doa kita semua, bagi yang sudah meninggal semoga diterima di sisi Allah SWT dan yang masih sakit terbaring disembuhkan oleh Allah SWT,” ujar Yandri.

“Dan bagi yang masih sehat mari sama-sama kita sadar diri, tidak perlu menggantungkan kesehatan kepada orang lain, tapi tanggung jawab kita masing-masing. Mari kita jaga protokol kesehatan, insyaAllah wabah ini akan berlalu dari tanah air yang kita cintai ini,” tandasnya.