Jamaah Membludak, FUI Tawangmangu dan YSMC Sukses Helat Kajian Politik Islam

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam Tawangmangu (FUIT) dan Yayasan Sedekah Merem Community (YSMC) sukses menggelar Tabligh Akbar yang menghadirkan Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain.

Tabligh Akbar yang bertajuk “Peran Umat Islam dalam Kancah Politik di Indonesia ini” dihadiri lebih dari 3000 jamaah hingga memenuhi Gedung Serbaguna Sepanjang Tawangmangu Karanganyar, Rabu (28/2/2018).

“Alhamdulillah, Acara yang kami gelar sore ini sukses dan bahkan melebihi target dari yang panitia targetkan,”kata Ketua FUI Tawangmangu yang juga Ketua Panitia Tabligh Akbar, Ustaz Warseno.

Ia berharap, dengan digelarhnya acara ini, umat Islam khususnya daerah Tawangmangu yang hadir semakin ‘melek’ politik di Tanah Air.

“Kami berharap dengan digelarnya Tabligh Akbar ini semakin mempererat ukhuwah dan juga memahamkan umat akan pentingnya politik bagi umat Islam dan jangan sampai kita hanya menjadi orang yang dipolitiki,” pungkasnya.

Menjadi Orang Tua Remaja Zaman Now ala Burhan Sodiq

MAGELANG (Jurnalislam.com)- Guna memahamkan para orang tua akan perilaku remaja di masa kini, Mah’ad Tahfidzul Qur’an An-Nahl Magelang bekerja sama dengan Rumah Shodaqoh gelar kajian remaja bertajuk “Menjadi Orang Tua Remaja Zaman Now” bersama Ustaz Burhan Sodiq di Gedung Margoutomo, Rabu, (28/2/2018).

Ustaz Rino, salah satu pengajar di Mahad An-Nahl berharal, dengan diadakannya kegiatan yang dihadiri ratusan siswa beserta orang tuanya ini, bisa menjadikan orang tua lebih bijak lagi dalam mendidik dan lebih memperhatikan lagi perilaku anak-anaknya.

“Saya berharap acara ini bisa menjadikan para remaja lebih waspada menghadapi zaman kekinian dan juga menjadikan orangtua lebih berhati hati dalam mendidik anaknya,” katanya.

Sementara itu, dalam paparannya ustaz Burhan mengatakan, bahwa saat ini, sangat banyak remaja yang dirusak oleh gadget sehingga lupa waktu untuk beribadah dan belajar.

“Baca al Quran satu menit, setelah itu buka instagram tiga jam. Cari artikel untuk tugas setengah jam, buka facebook 3 jam,” terang penulis buku ‘Ya Allah Aku Jatuh Cinta’ ini dihadapan siswa dan orang tua yang hadir.

Kontributor : Hasan Shoghir

Wasekjen MUI : Cyber Islam Ditangkap, Cyber Hina Ulama Dibiarkan Saja

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)—Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain turut mengomentari peristiwa terbaru tentang penangkapan orang yang diduga mengatasnamakan Muslim Cyber Army.

“Sejauh ini Cyber Islam empat orang sudah ditangkap sedangkan cyber yang lain tidak. Akun saya dipalsukan sampai delapan, artinya dibiarkan saja. Para Kyai dimaki-maki, dibiarkan,”kata KH Tengku Zulkarnain kepada Jurnalislam.com di Tawangmangu Jawa Tengah, Rabu (28/2/2018).

KH Tengku Zulkarnain mencontohkan seperti akun twitter Aa Gym yang kerap dibully pihak-pihak tertentu, namun para pelaku tetap tidak ditindak. Padahal, penghinaan terhadap tokoh agama di media sosial terjadi terus menerus.

“Akunnya Aa Gym dimaki-maki begitu lembut nya Aa Gym. Saya setiap hari dibilang kunyuk,” pungkas Kiai Tengku.

Tahun Politik, MUI Imbau Umat Islam Pilih Pemimpin Muslim yang Shalih

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)—Tahun 2018 dan 2019 disebut-sebut sebagai tahun politik karena helatan pemilihan wakil rakyat, gubernur, bupati hingga presiden terjadi di tahun ini.

Menyikapi tahun politik, Majelis Ulama Indonesia mengimbau agar umat Islam turut berpartisipasi memilih pemimpin yang shalih. Hal ini, agar pemimpin Indonesia ke depan dapat memimpin negara dengan baik.

“Bangsa Indonesia ini sebagian besar umat Islam. Kita harus aktif. Pilih orang shalih dalam pemilu sebagai Presiden, DPR, Gubernur, Bupati,”kata Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain kepada Jurnalislam.com, Rabu (28/2/2018).

Menurut KH Tengku, sudah cukup sesame umat Islam saling bertengkar urusan pemilu. Kini, menurut Kiai Tengku sudah saatnya umat Islam dapat menjalankan agamanya sesuai dengan UUD 1945 tentang kebebasan menjalankan agama masing-masing.

“Jadi yang begini-begini (rebut_red) sudah. Berhentikan. Kita rebut bangsa Indonesia ini, 88,7 % umat Islam jadi pilih yang shalih. Kalau kita dapat Bupati yang shalih tempat-tempat Maksiat di Kabupaten tersebut ndak dapet izin,” pungkasnya.

MUI Desak Polisi Segera Ungkap Pihak di Balik Penyerangan Ulama

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)—Majelis Ulama Indonesia mendesak kepolisian untuk segera mengungkap pihak di balik penyerangan terhadap ulama oleh orang diduga gila akhir-akhir ini.

“Ketua Pertimbangan Ulama MUI mengatakan ini adalah skenario sistemik memang dibuat oleh satu pihak dan secara sistematis dan Sistemik artinya mengenai semua agama,” kata Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain kepada Jurnalislam.com, Rabu (28/2/2018) di Tawangmangu, Jawa Tengah.

MUI, kata KH Tengku juga meminta polisi agar dalam tugasnya jangan terkesan berleha-leha. Kasus ini, menurut KH Tengku merupakan kasus serius yang membahayakan keselamatan nyawa.

“Kami Majelis Ulama Indonesia memesankan kepada pihak yang berwenang terutama Kepolisian Republik Indonesia jangan berleha-leha jangan bersantai-santai akan kasus ini, ini masalah serius menyangkut keselamatan Ulama dan Tokoh-tokoh Agama,” tegasnya.

MUI pun mengimbau kepada masyarakat bila terjadi kasus serupa, dapat membantu pihak kepolisian dengan mencatat dan mendata baik-baik para pelaku yang dicurigai akan menyerang ulama.

“Kita tangkap baik-baik, kita rekam sebagai barang bukti, kita catat namanya. Alamatnya semua dengan jelas sebelumnya harus jelas kita foto dulu, dimana kejadiannya baru kita serahkan ke polisi. Jadi kita punya data, polisi punya data,” pungkasnya.

 

Masih Beraktivitas Pasca Ditutup, LUIS Sambangi PT RUM

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Banyaknya Laporan warga Nguter terkait adanya aktivitas kembali PT RUM pasca ditutup sementara pada Sabtu, (24/2/2018) lalu, membuat Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) mendatangi perusahaan rayon yang bertempat di Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo itu pada Selasa, (27/2/2018).

Rombongan LUIS diterima Kepala HRD PT RUM Haryo yang didampingi Candra, selaku ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup yang langsung melakukan peninjauan di tempat produksi bersama-sama.

Dalam peninjauan itu, Endro menjelaskan, bahwa pihaknya menemukan beberapa tangki berisi bahan untuk membersihkan alat pabrik dan bahan untuk produksi yang sebelumnya dikhwatairkan warga kedatangan bahan itu akan membuat PT RUM kembali beroperasi lagi.

“Ada 9 tangki adalah sebagian untuk pembersih alat pabrik dan sebagian bahan produksi, yang pernah dipesan sebelumnya, 9 tangki berisi Soda Kostik dan Asam Sulfat,” katanya kepada Jurnalislam.com Rabu, (28/2/2018).

Bupati Tak Segera Tandatangani SK Pencabutan Izin, Unjuk Rasa di Depan PT RUM Ricuh

“Pengiriman 9 tangki itu, memancing reaksi warga tanpa sepengetahuan kepala HRD, pak Haryo,” imbuhnya. Meski ada bahan yang datang, Endro memastikan bahwa mesin produksi sudah berhenti walaupun limbah cair dalam penampungan masih mengeluarkan bau menyengat jika tiupan angin kencang.

Selain itu, disebutkan beberapa karyawan masih trauma, dan tidak masuk kerja sehingga berdampak pada lambatnya proses pembersihan alat pabrik, sisa produksi sebelumnya.

Untuk itu, agar tidak timbul kecurigaan dari masyarakat terdampak, pihaknya mendesak PT RUM untuk menjelaskan kedatangan beberapa tangki tersebut kepada warga dan pihak terkait.

“Terkait aktivitas PT RUM sebaiknya pihak PT RUM mengkomunikasikan ke warga, pemerintah dan ormas sehingga masyarakat paham dan tidak berspekulasi,” tandasnya.

Selain itu, LUIS juga meminta PT RUM untuk segera mengurangi hingga menghilangkan limbah bau yang masih terasa paska penghentian produksi

Publik Menanti Pengungkapan Kasus Penganiayaan Ulama oleh Orang Gila

LAMONGAN (Jurnalislam.com) – Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya meminta aparat segera mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada kasus dugaan penganiayaan ulama oleh orang diduga gila baru-baru ini.

Ia juga meminta masyarakat agar bijak memahami keadaan, mana sebab mana akibat. Begitu pula harus bijak menggunakan sosial media untuk menyampaikan infromasi, gagasan, ide, pendapat atau interpertasi terhadap realitas.

“Maka publik menanti penanganan yang proporsional serta transparan dari pihak aparat keamanan agar publik tidak diombang ambingkan dengan ketidakpastian,” kata Harits Abu Ulya kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Sebab, jika dibiarkan, kata Harits, masyarakat akan menduga-duga dan bisa jadi membuat interpretasi sendiri terhadap kasus penyerangan ulama ini.

“Karena membiarkan isu ini berkembang liar justru berpotensi lahirkan ketidakpercayaan publik terhadap rezim saat ini,” pungkasnya.

Orang Gila Serang Ulama, Pengamat : Negara Harus Segera Selesaikan Kasus Ini

LAMONGAN (Jurnalislam.com) – Maraknya dugaan kasus penganiayaan dan orang diduga gila kepada ulama atau tokoh agama membuat banyak pihak bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya meminta masyarakat agar bijak memahami keadaan khususnya dalam menggunaan media sosial. Menurutnya, bisa jadi pada kasus ini ada hal yang memang benar terjadi, ada juga hal yang boleh jadi tidak benar alias hoaks.

“Dan keduanya menyebar diruang publik nyaris tanpa kendali.Di satu sisi; intensitas kejadian yang tergolong sering dan di satu sisi penanganan oleh pihak aparat keamanan yang dianggap belum proporsional. Ini menjadi faktor lahirnya banyak spekulasi atas isu dan peristiwa tersebut,” kata Harits Abu Ulya kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Tantangan ini, kata pengamat bidang keamanan nasional ini, harus segera dituntaskan oleh negara. Negara, menurutnya harus bisa menjelaskan ke public apa yang sebenarnya sedang terjadi.

“Tapi yang lebih urgen, negara dengan unsur intelijennya plus perangkat keamanannya perlu membuktikan bisa mengurai dan menyelesaikan problem keamanan dan ketertiban yang sedang terjadi,” pungkasnya.

Dukung JITU, KH Athian Ali : Sampaikan Kebenaran Banyak Sekali Rintangannya!

BANDUNG (Jurnalislam.com)—Ketua Forum Ulama dan Umat Indonesia (FUUI) KH Atlhian Ali, Lc MA memberikan dukungan kepada organisasi profesi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) terkait pembajakan website, akun dan fitnah yang dilakukan pihak tak bertanggungjawab kepada JITU.

“Saya kira sama intinya bersabarlah untuk kita mencapaoi ridha Allah itu banyak perjuangan dan banyak pengorbanan,” katanya di Bandung, Selasa (27/2/2018) kepada Jurnalislam.com. Ia meminta JITU agar tak gentar dan terus menyuarakan kebenaran.

baca juga : Ini Pernyataan JITU atas Fitnah hingga Pembajakan Website

“Hadirnya JITU ini akan menjadi bahan hantaman orang-orang yang sangat benci terhadap Islam. Betapa untuk berada di jalan yang benar menyampaikan kebenaran itu banyak sekali rintangannya,” tambah Ulama kharismatik asal Bandung ini.

Karenanya, ia berpesan kepada JITU agar terus membersamai umat dengan berita-berita yang benar dan berpihak kepada Islam dan kaum muslimin.

“Saya dan mungkin para ulama lain dimintalah pendapat dan pesannya juga. Jadi terus berjuang, terus suarakan kebenaran, terus hadapi kebathilan supaya dia hilang dari kehidupan ini dan yang terakhir istiqamah terus di jalan Allah,”pungkas KH Athian Ali.

 

 

KH Athian Ali Ikut Tanggapi Fitnah dan Pembajakan Website Jurnalis Muslim

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Organisasi profesi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mendapat fitnah dari pihak tidak bertanggungjawab yang mencuri akun twitter tokoh Muhammadiyah Mustafa Nahrawardaya . Selain itu, website jitu.or.id dan nomor Ketua JITU Periode 2015-2018 Agus Abdullah sempat dibajak.

Terhadap kejadian ini, Ulama kharismatik asal Bandung KH Athian Ali memberi dukungan kepada JITU atas fitnah yang menimpanya.

Baca juga : Ini Pernyataan JITU atas Fitnah dan Pembajakan Website

“Kepada JITU agar meminta pendapat dan pesan para Ulama untuk mendukung eksistensi JITU. Dan kita berharap mudah-mudahan JITU bisa bersabar, bisa tetap istiqamah untuk menjadi jurnal yang membawa berita tentang Islam dan umat Islam, dan untuk kepentingan agama,” kata KH Athian Ali kepada Jurnalslam.com, Selasa (27/2/2018) di Majalaya, Jabar.

Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) ini juga menyakini, kejadian ini membuka tabir dan bukti bahwa ada pihak yang mungkin merasa tidak senang kepada apa yang sedang dilakukan oleh JITU.

“Kita sudah lama prihatin di negeri ini media itu betul-betul tidak mewakili umat Islam, tidak mewakili perjuangan Islam. Hadirnya JITU ini akan menjadi bahan hantaman orang-orang yang sangat benci terhadap Islam, terhadap perkembangan islam,” kata KH Athian.

Kasus ini, katanya, harus membuat para jurnalis muslim semakin terpacu untuk terus bergerak memberitakan kebenaran, malah jangan menjadi takut.

“Jadi terus berjuang, terus suarakan kebenaran, terus hadapi kebathilan supaya dia hilang dari kehidupan ini dan yang terakhir istiqamah terus di jalan Allah,”pungkasnya.