Di Masa Pemilu, NU dan Muhammadiyah Sepakat Hadirkan Politik Sejuk

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siradj dan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir sepakat menciptakan kondisi aman, sejuk, tenang dan nyaman dalam tahun politik 2019 nanti.

“Menghadapi tahun politik nanti sudah seharusnya kita (Muhammadiyah dan NU, -red) bergandengan tangan,” kata Said Aqil kepada wartawan di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya No. 164, Jakpus, Jumat (23/03/2018).

Menurutnya bersama pun sulit menciptakan suasana yang dingin dalam tahun politik.

Senada dengan Said Aqil, Haedar Nashir juga siap mengawal Pilkada dan Pilpres 2019 dengan dinamikanya.

“Ikut Pilkada dan Pilpres jangan hanya bertujuan merebut kekuasaan tapi bagaimana menciptakan keadilan sosial,” pungkas Haedar.

reporter : gio

Ansharusyariah: Pelarangan Azan dan Menara di Papua Bukti Intoleransi

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)– Amir Jamaah Ansharusy Syariah Jawa Tengah Ustaz Surawijaya menilai sikap Persekutuan Gereja Gereja (PGGJ) Jayapura yang melarang suara adzan dan memprotes pembangunan menara masjid Agung Al Aqsha Sentani adalah sebuah sikap Intoleran.

Menurut Ustaz Rowi sapaannya, pernyataan dari ketua PGGJ Pendeta Robbi Depondoye yang juga melarang sejumlah dakwah Islam di Jayapura itu, sudah menciderai kerukunan antar umat beragama yang selama ini sudah terjaga baik di tanah Papua tersebut.

“Karena ini adalah intolerasnsi yang sudah kelewatan yang dilakukan oleh saudara-saudara kita Kristen di Jayapura sana. Ini menjadi peringatan bersama, bahwa jika ingin hidup secara damai maka harus melakukan upaya-upaya perbaikan dalam adab beragama dan bernegara,” katanya kepada Jurnalislam.com Selasa, (20/3/2018).

“Kami sebagai warga Indonesia Umat Islam merasa terusik dengan tingkah polah mereka,” imbuhnya. Namun demikian, Ustaz Rowi meminta umat Islam agar bisa menahan diri untuk tidak berbuat anarkis, sebab, katanya, ajaran toleransi memang menjadi bagian yang diajarkan dalam Islam.

“Namun, kami akan menahan diri, walaupun kami mayoritas. Karena tentu untuk kondusifitas dan Kebhinekaan Indonesia, yang kita paham bahwa toleransi adalah ajaran Islam dan itu merupakan sesuatu yang mestinya ditegakkan di Indonesia demi kerukunan bernegara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustaz Rowi meminta pihak aparat untuk bersikap adil dan pfefesional dalam menangani persoalan tersebut, sebab, faktanya selama ini aparat selalu cenderung bersikap tidak adil terhadap umat Islam.

“Jadi kepada aparat yang khususnya berwenang, untuk bersikap adil, baik yang ada di Jawa atau di Jayapura,” pungkasnya.

Din ke Luhut : Seperti Anak Kecil Kampung Saja!

 

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin ikut mengomentari ancaman yang diberikan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Tokoh PAN Amien Rais yang menyedot perhatian publik tanah air.

Din meminta keduanya tidak mengedepankan otot dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Luhut sebagai pejabat publik tidak boleh ancam mengancam, terlalu mengedepankan otot dan akhirnya reaksi kayak anak kecil di kampung. Ayo kita berantem buka baju,” katanya di Gedung MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakpus, Rabu (21/03/2018).

Mantan Ketum PP Muhammadiyah berpesan setiap elit mampu menahan diri menjaga emosi dan menampilkan wawasan kenegarawan tapi kritik jangan dibungkam.

“Presiden juga terbuka dengan kritik, bawahannya jangan anti kritik kalau bisa tantang saja dengan data,” pungkasnya.

Ancaman Luhut Binsar tersebut muncul untuk menanggapi sikap Amien yang menuding program pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Joko Widodo sebagai pembohongan.

Indonesia Disebut Bisa Bubar 2030, Din : Variabel Negara Gagal Sudah Ada

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Din Syamsudin menyakini Indonesia tidak akan bubar. Hal ini disampaikannya menanggapi pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa ada penelitian dan data bahwa Indonesia bisa bubar pada 2030.

“Memang ada faktor yang bisa meruntuhkan, tapi tidak terjatuh dalam indikator negara gagal,” katanya saat ditemui di Gedung MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakpus, Rebu (21/03/2018).

Menurutnya, variabel dari negara gagal sudah ada di Indonesia. Seperti adanya keganjilan dalam penyebaran aset nasional yang tidak merata.

Sebelumnya, dalam sebuah potongan video yang diunggah oleh akun Facebook resmi Partai Gerindra, Prabowo tampak berapi-api saat berpidato. Ia mengatakan sudah ada kajian di negara-negara lain yang menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030.

Prabowo menilai hal itu bisa terjadi lantaran elite Indonesia saat ini tidak peduli meskipun 80 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh 1 persen rakyat. Begitupun saat sebagian besar kekayaan Indonesia diambil di luar negeri.

reporter: gio

Soal Konflik di Papua, Din : Sebenarnya Bisa Dimusyawarahkan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsudin menyatakan sangat prihatin dengan konflik agama yang terjadi di Papua.

“Konflik agama yang terjadi di Papua saat ini harusnya bisa dimusyawarahkan,” katanya kepada Jurnalislam.com di Gedung MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakpus, Rabu (21/03/2018).

Menurutnya, memang di Papua kalangan ummat Kristiani tidak ingin ada tempat ibadah besarnya melebihi gereja.

“Persoalan sensitvitas saja ini sebenarnya tapu ketika menuntun begini begini, nah itu harus persoalan yang harus dibahas bersama-sama,” pungkasnya.

Mantan Ketum PP Muhammadiyah mengatakan bahwa PGI dan MUI sudah sepakat ada pertemuan.

“Itu bagus, karena pada dasarnya menjaga kerukunan umat beragama sangat penting. Dialog dapat meredakan ketegangan konflik,” pungkasnya.

Reporter: gio

MUI : Jika Ancaman Dibiarkan, Kedaulatan Negara Bisa Runtuh

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsudin merasa prihatin dengan runtuhnya kedaulatan negara dalam berbagai bidang dikarenakan banyaknya hal yang mengancam NKRI.

 

“Ancaman itu datang tidak hanya dari luar tetapi juga dari dalam,” katanya di Gedung MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakpus, Rabu (21/03/2018).

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Pleno ke-26 MUI bertema ‘Tantangan dan Ancaman terhadap Kedaulatan Negara’ yang digelar di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.

Mantan Ketum PP Muhammadiyah menjelaskan ancaman itu bukan hanya datang dari luar negeri tetapi juga dalam. Baik ganguan pemikiran isme maupun gangguan yang sangat serius seperti narkoba.

“Jika itu dibiarkan tidak mustahil apa yang disebut kedaulatan ciri khas negara akan runtuh,” pungkasnya.

Rapat ini juga dihadiri Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Inspektur Jenderal TNI Mayjen TNI M Herindra, Pusbintal TNI Kol Inf Nurhamdani, serta sejumlah ormas Islam.

Reporter : GIo

Elemen Umat Islam Cirebon Gelar Aksi Tolak Karaoke Mixologi

CIREBON–Elemen umat Islam Cirebon menggelar aksi damai menolak karaoke Mixlologi di depan Gedung DPRD Kota Cirebon Kota, Selasa (20/3/2018).

Elemen umat Islam terdiri dari Forum RW & Warga Kelurahan Derajat bersama Aliansi Masyarakat Nahi Mungkar(Almanar), hingga gabungan ormas Islam (Majelis Mujahidin, Jamaah Ansharusy Syariah, Gardah, FPI Cirebon Raya, Gapas, Santri Pondok Rijalul Ghod, DKM se Kelurahan Derajat)

Dalam orasi aksinya, Almanar menduga dan juga mendapatkan bukti-bukti bahwa tempat karaoke Mixologi Cirebon melanggar perijinan.

dalam perijinan tersebut Karaoke Mixo merupakan karaoke keluarga namun dalam kenyataannya, terdapat perempuan-perempuan berpenampilan mengumbar aurat yang memandu lagu /PL di karaoke tersebut & didapati menjual miras jadi seperti bar.

“Perlu diketahui lokasi karaoke Mixo berada di sekitar lembaga pendidikan CIC, Bimbel & Masjid serta Mushola, selain itu perijinan yang ada juga menyalahi aturan,” ungkap, ust Abu Usamah salah seorang tokoh Almanar di depan gedung DPRD Cirebon Kota.

Dalam operasionalnya juga sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar,diijinkan buka pkl 10:00 pagi sampai tutup pukul 22:00 malam,namun pada prakteknya, buka pukul 16:00 sore tutup pukul 03:00 dinihari, suara dentuman musik sangat mengganggu waktu istirahat warga sekitar,jadi dirinya meminta kepada pemerintah untuk menutup karaoke Mixologi tersebut.

“Kami beri waktu satu minggu pemerintah Kota Cirebon untuk menyikapi gugatan kami, seandainya tidak ada tindak lanjut, jangan salahkan kami Ormas Islam apabila menutup paksa karaoke tersebut,Allahu Akbar” ungkap ust Andi Mulya, Kordinator Almanar..

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD kota Cirebon, Handarujati Kalamullah mengatakan, dari pertemuan dengan warga dan ormas tersebut, DPRD akan menggelar rapat gabungan semua komisi, guna membahas apa yang diaspirasikan itu.

“DPRD bukan lembaga eksekusional, kewenangan lembaga kami sebatas rekomendasi, kewenangan ada di Pemerintah Daerah, tetapi pemerintah pun tidak serta merta melakukan eksekusi, kita ada Perda Miras, kalau ada yang melanggar Perda, barulah pemerintah berwenang mencabut izinnya, namun intinya kita akan pelajari semua aspirasi ini,” ungkap Andru kepada Abu Musa.

Pasca Penyerangan, Banser Berjaga di Rumah Rais Syuriah NU Kendal

KENDAL (Jurnalislam.com)- Ketua Pengurus Cabang (PC) Ansor Kendal Muhammad Ulil Amri menurunkan sejumlah personil Banser di rumah KH Ahmad Zaenuri (51) dan RSI Weleri, Kendal.

Hal itu dilakukan Ulil guna menjaga keamanan paska penyerangan oleh orang yang tak dikenal terhadap Rois Syuriah NU Ranting Desa Truko, Kendal dan menantunya Agus Sakhban (27).

“Untuk menjaga kondusivitas di masyarakat, PC GP Ansor Kabupaten Kendal melalui tim Banser telah menempatkan personil Banser di rumah korban dan rumah sakit tempat korban sementara dirawat,” kata Ulil dalam pesan siar yang diterima Jurnalislam.com Senin, (19/3/2018).

Selain itu, guna membantu kinerja aparat dalam mengusut tuntas kasus tersebut, Ustaz Ulil juga sudah membentuk tim khusus untuk mendalami kasus yang sempat membuat gempar warga Kendal itu.

“Untuk mendorong proses pengusutan oleh pihak kepolisian, PC Ansor telah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi kasus tersebut untuk menjadi bahan pertimbangan bagi para pihak yang berwenang,” paparnya.

Meski demikian, Ustaz Ulil tetap menyerahkan sepenuhnya pengusutkan kasus itu kepada aparat kepolisian, ia mendesak pihak aparat agar segera menjelaskan kepada masyarakat agar tidak timbul kecurigaan antar umat beragama khususnya di Kendal.

GP Ansor Desak Aparat Kepolisian Usut Tuntas Penyerangan Kiai NU Kendal

KENDAL (Jurnalislam.com)- Ketua Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kendal Ustaz Muhammad Ulil Amri mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap Rois Syuriah NU Ranting Desa Truko, Kangkung, Kendal, KH Ahmad Zaenuri.

Menurutnya, bila tidak diusut secara tuntas, masyarakat akan semakin tidak percaya dengan kinerja aparat kepolisian dalam menangani kasus penyerangan ulama.

“Mendesak kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan profesional, termasuk mengungkap motif pelaku, dan segera menyampaikan hasilnya kepada masyarakat,” katanya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com Senin, (19/3/2018).

Lebih lanjut, Ustaz Ulil menghimbau kepada kader NU untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak main hakim sendiri, ia juga mengajak umat Islam untuk menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat kepolisian.

“Menghimbau kepada masyarakat Kendal, khususnya warga Nahdliyin, untuk tidak menciptakan opini yang dapat memicu situasi di masyarakat menjadi tidak kondusif dan menyerahkannya kepada proses hukum yang berlaku,” paparnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, KH Ahmad Zaenury (51) dan menantunya Agus Sahkban (27) diserang orang tak dikenal secara membabi-buta mengunakan senjata tajam pada Sabtu, (17/3/2018) sore. Akibat serangan tersebut, KH Ahmad dan Agus menderita cukup parah dibagian kepala dan kaki, hingga saat ini, kedua korban masih dirawat di RSI Weleri Kendal.

Ustaz Rahmat Baequni : Fitnah Akhir Zaman Sudah Menimpa Kita Sekarang

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Kajian bertajuk ‘Syiah dan Huru-Hara Akhir Zaman’ bersama ketua garda Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Bandung Ustaz Rahmat Baequni di Masjid Baitul Makmur Solo Baru, Grogol, Sukoharjo pada Ahad (18/3/2018) dihadiri ratusan umat Islam Soloraya.

Dalam pemaparannya, Ustaz Rahmat menjelaskan bahwa akan datang huru-hara di akhir zaman nanti, ia mengutip hadist Rasulullah yang mengatakan bahwa fitnah itu akan datang bertubi-tubi seperti hujan dan potongan malam.

“Fakta sejarah terbukti, saat itu Umar bin Khattab yang menjabat sebagai khilafah dibunuh, setelah Umar, semua khilafah dibunuh, dan fitnah itu akan terus muncul karena Umar adalah kunci pembuka fitnah itu, bahkan saat ini muncul fitnah orang gila yang banyak membunuh para Ulama,” terang ustaz Rachmad

Lebih lanjut, Ustaz Rahmat menjelaskan tentang tiga fitnah yang menjadi pembuka pintu Al Malhamah Al-Kubro, dan saat ini, katanya, kita sedang mengalami salah satu masa fitnah akhir zaman itu.

“Pertama Fitnah Ahlas, yaitu fitnah pelarian dan peperangan dari ahlubait Rasulullah, kemudian muncul fitnah sarra yakni kesenangan hidup, dan ini muncul saat umat Islam menguasai negeri ini dan yang terakhir muncul fitnah Duhaima yaitu fitnah kegelapan dan menimpa semua umat di dunia terutama umat Islam, dan saat ini sudah menimpa kita,” paparnya.

Untuk itu, ia berpesan kepada umat Islam agar terus mempelajari Islam terutama tentang akhir zaman, sebab, di akhir zaman, orang yang mengamalkan Islam secara kaffah di ibaratkan seperti seseorang yang mengenggam bara api.

“Semakin dipegang semakin panas, seperti hari ini, dituduh intoleran, anti NKRI, Anti Bhineka Tunggal Ika, dan lainnya,” ujarnya.

“Dan saat ini pemurtadan muncul di tempat umat Islam menimba ilmu, dengan dalih toleransi, orang kafir datang untuk mengurusi pondok pesantren, padahal dia di gereja disebut pendeta, namun disambut oleh kyai di pondok pesantren,” tandasnya